Tak Ada Jalan Tengah Lagi: Iran Siap Serang, AS Siap Membalas

EtIndonesia. Dunia internasional kini berada dalam kondisi tegang dan penuh ketidakpastian. Dua pusat kekuatan—Teheran dan Washington—seolah menjalankan “jam hitung mundur” masing-masing. Krisis politik dan keamanan di Iran yang terus memburuk kini berpotensi berubah menjadi konflik berskala besar yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah.

Gelombang Protes Raksasa dan Ancaman Serangan Pendahuluan

Pada malam 11 Januari hingga dini hari 12 Januari 2026, situasi di Iran dilaporkan semakin tak terkendali. Berbagai sumber menyebutkan bahwa sekitar 1,5 hingga 1,85 juta warga turun ke jalan di sejumlah kota besar, termasuk Teheran, dalam aksi protes anti-pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di tengah kekacauan tersebut, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pernyataan keras melalui siaran televisi nasional. 

Dalam pidatonya, dia mengirimkan sinyal paling berbahaya sejauh ini dengan menyatakan bahwa: Iran tidak menutup kemungkinan melancarkan serangan pendahuluan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut langsung meningkatkan kekhawatiran internasional bahwa krisis domestik Iran dapat berubah menjadi konflik regional terbuka.

Ancaman dari Front Laut Merah

Ancaman tidak hanya datang dari dalam Iran. Pada waktu hampir bersamaan, mantan juru bicara kelompok Houthi di Yaman, Yahya Saree, menyatakan bahwa apabila Amerika Serikat ikut campur secara militer di Iran, maka kelompok Houthi akan: menyerang kapal perang dan kapal komersial Amerika Serikat di kawasan Laut Merah.

Ancaman ini memperluas spektrum konflik dan meningkatkan risiko gangguan serius terhadap jalur pelayaran internasional serta pasokan energi global.

Pernyataan Trump: “Kami Mungkin Harus Bertindak Lebih Dulu”

Pada malam 11 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam wawancara singkat dengan wartawan di pesawat Air Force One, mengungkapkan bahwa para pemimpin Iran telah menghubunginya sehari sebelumnya untuk membahas kemungkinan menghidupkan kembali perundingan nuklir.

Namun, Trump menambahkan pernyataan yang langsung memicu spekulasi global: “Dengan mempertimbangkan apa yang sedang terjadi sekarang, kami mungkin perlu mengambil tindakan sebelum pertemuan itu.”

Trump juga menegaskan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan opsi-opsi yang sangat keras, serta menerima laporan intelijen setiap jam terkait perkembangan di Iran.

“Keputusan akan segera dibuat,” ujar Trump singkat.

Pernyataan ini dinilai sebagai ciri khas Trump—menciptakan tekanan psikologis tinggi tanpa mengungkap rencana strategis yang sebenarnya.

Lindsey Graham: “Malam Ini Bisa Terjadi”

Ketegangan mencapai titik baru ketika Senator AS, Lindsey Graham, sekutu dekat Trump, membuat pernyataan mengejutkan pada malam 11 Januari dalam sebuah acara penggalangan dana di New Jersey.

Graham tiba-tiba menghentikan pidatonya dan berbicara tentang kemungkinan serangan militer Amerika Serikat ke Iran.

“Saya tidak tahu persis apa yang akan terjadi, tetapi malam ini mungkin sesuatu akan terjadi.”

Dia kemudian melanjutkan dengan pernyataan yang sangat keras:

“Kita harus menyingkirkan orang ini. Entah dia pergi dengan berjalan kaki atau dibawa keluar dengan terbaring, saya tidak peduli. Dia harus turun. Jika ini berhasil, ini akan menjadi perubahan terbesar di Timur Tengah dalam seribu tahun.”

Ucapan Graham segera memicu kekhawatiran bahwa keputusan militer dapat diambil dalam hitungan jam.

Ancaman Digital: Starlink dan Perang Informasi

Di sisi lain, Trump juga mengisyaratkan kesiapan bekerja sama dengan Elon Musk untuk mengaktifkan layanan Starlink di Iran. Langkah ini dipandang sebagai ancaman strategis non-militer, karena dapat memulihkan akses internet bagi rakyat Iran yang saat ini mengalami pemutusan total jaringan komunikasi.

Sementara itu, laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa militer reguler Iran dan Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menerima perintah ekstrem: “tembak siapa pun yang terlihat.”

Organisasi hak asasi manusia memperkirakan bahwa hingga 12 Januari 2026, sedikitnya 544 orang telah tewas dan lebih dari 10.000 orang ditangkap.

Namun, sebuah akun intelijen sumber terbuka (OSINT) di platform X dengan hampir 850.000 pengikut mengklaim bahwa kondisi di lapangan jauh lebih buruk. Menurut kesaksian yang belum dapat diverifikasi secara independen, jumlah korban jiwa diduga telah melampaui 10.000 orang.

Seorang saksi mata menyebutkan bahwa jenazah di rumah sakit ditumpuk seperti karung beras, dan pasukan bersenjata menggunakan senapan AK untuk menembaki barisan demonstran secara langsung.

Kebijakan Bumi Hangus dan Dugaan Pemerasan Jenazah

Di Kota Rasht, Iran utara, militer dilaporkan menerapkan kebijakan bumi hangus dengan membakar toko-toko yang ikut dalam mogok nasional.

Sumber lokal juga mengungkap praktik yang sangat mengerikan: keluarga korban diminta membayar 4.000 dolar AS untuk mengambil jenazah kerabat mereka. Jika tidak dibayar, pemerintah disebut akan mengeluarkan peluru dari tubuh korban dan menguburkannya di kuburan massal.

Di tengah situasi ini, warga Iran mulai menandai rumah pribadi pejabat tinggi pemerintah dan militer sebagai bentuk ancaman balasan. Sejumlah laporan menyebut Kolonel Garda Revolusi Mahdi Rasimi sebagai korban pertama dari aksi balasan tersebut.

Pemutusan internet dan jaringan telepon secara nasional diduga tidak hanya untuk membungkam protes, tetapi juga mencegah kebocoran data pribadi pejabat, yang berpotensi memicu pembunuhan terarah.

Banyak pengamat menilai, keruntuhan rezim Iran kini hanya tinggal menunggu waktu.

Dampak Global: Rusia Evakuasi, Beijing Terpukul

Krisis Iran menjadi pukulan besar bagi sekutu utamanya, Rusia dan Tiongkok.

Rusia dilaporkan tengah menyelamatkan aset strategis yang masih bisa dipindahkan.
Mantan Menteri Keamanan Inggris, Tom Tugendhat menyatakan di parlemen bahwa pesawat kargo Rusia terus mendarat di Teheran untuk mengangkut emas dalam jumlah besar keluar dari Iran.

Bagi Beijing, potensi jatuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, berarti kehilangan sekutu anti-Amerika paling penting di Timur Tengah. Dampaknya akan terasa langsung pada energi, geopolitik, dan strategi global Tiongkok.

Lebih krusial lagi, Amerika Serikat akan memiliki ruang strategis lebih luas untuk memusatkan perhatian penuh pada persaingan dengan Tiongkok.

Iran: Kaya di Atas Kertas, Miskin dalam Kehidupan

Runtuhnya ekonomi Iran dinilai sebagai pemicu utama ledakan sosial ini.

Di tengah krisis, muncul pemandangan yang ironis: kantong penuh uang tunai, tetapi telur dan yoghurt harus dibeli secara mencicil.

Seorang warga Iran yang lama tinggal di Taiwan, Amir, menggambarkan kelas menengah Iran sebagai: “miliarder miskin.”

Dia menjelaskan bahwa banyak warga memiliki aset bernilai miliaran, tetapi tidak mampu membeli 5 kilogram daging.

Pensiunan yang sebelumnya menerima 700–800 dolar AS per bulan, kini hanya mendapat 100–200 dolar AS.  Harga telur naik lebih dari tiga kali lipat dalam setahun, sementara gaji tidak pernah mampu mengejar inflasi.

Menurut Amir, dua emosi utama yang kini mendominasi masyarakat Iran adalah kelaparan dan kemarahan—kombinasi paling berbahaya yang menjadi bahan bakar utama ledakan revolusi.

Pandangan Hidup Matsushita Konosuke

EtIndonesia. Panasonic adalah perusahaan Jepang yang sangat tua dan ternama. Setiap tahun, tak terhitung jumlah anak muda yang bercita-cita bisa bekerja dan mengabdi di perusahaan ini.

Suatu ketika, Panasonic berencana merekrut sejumlah manajer tingkat dasar. Proses seleksi dilakukan melalui gabungan ujian tertulis dan wawancara. Setelah seluruh rangkaian seleksi selesai, terpilihlah sepuluh kandidat terbaik.

Namun, Matsushita Konosuke, yang dijuluki “Dewa Manajemen Jepang”, menyadari sesuatu yang janggal. Seorang pemuda yang nilainya sangat menonjol dan meninggalkan kesan mendalam saat wawancara justru tidak tercantum dalam daftar sepuluh besar tersebut.

Pemuda itu bernama Kanda Saburo.

Matsushita segera meminta asistennya untuk memeriksa ulang hasil seleksi. Setelah ditelusuri, ternyata pemuda itu menempati peringkat kedua secara keseluruhan. Hanya saja, karena kesalahan sistem komputer, nilai dan peringkatnya tercatat keliru. Asisten pun segera memerintahkan agar surat penerimaan dikirim ulang.

Namun keesokan harinya, sebuah kabar duka datang. Pihak perusahaan melaporkan bahwa Kanda Saburo telah meloncat dari gedung dan bunuh diri karena merasa gagal lolos seleksi. Ketika surat penerimaan susulan akhirnya tiba, dia sudah meninggal dunia.

Mendengar kabar itu, Matsushita Konosuke terdiam cukup lama. 

Asistennya berkata dengan penuh penyesalan: “Sungguh disayangkan, seorang pemuda berbakat seperti itu tidak sempat kita manfaatkan.”

Matsushita menggelengkan kepala dan berkata tegas: “Tidak. Justru untung perusahaan kita tidak merekrutnya. Orang yang kehendaknya begitu rapuh, yang mudah dikalahkan oleh kegagalan, betapapun berbakatnya, tetap tidak akan mampu melakukan hal besar.”

Hikmah cerita

Kunci keberhasilan besar bukan semata-mata terletak pada kemampuan, melainkan pada ketangguhan mental dan kekuatan batin.

Seperti yang dikatakan Matsushita Konosuke: “Orang yang tidak memiliki keteguhan hati dan mudah dikalahkan oleh kegagalan, betapapun besar bakatnya, tidak akan mampu mencapai pencapaian besar.” (jhn/yn)

Trump Tutup Total Jalur Minyak Venezuela ke Kuba: Havana Terancam Lumpuh

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan secara terbuka pada 11 Januari 2026 waktu setempat bahwa aliran minyak dan dana dari Venezuela ke Kuba telah sepenuhnya dihentikan, sebuah langkah yang meningkatkan ketegangan politik di kawasan Amerika Latin dan memicu reaksi keras dari Kuba.

Langkah ini diumumkan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social, di mana dia menulis bahwa hubungan simbiosis puluhan tahun antara Kuba dan Venezuela telah resmi berakhir. Trump menekankan bahwa selama bertahun-tahun Kuba bergantung pada suplai minyak Venezuela dan dukungan finansial besar sebagai imbalan atas layanan keamanan yang diberikan kepada Pemerintah Venezuela, namun kini tidak ada lagi pasokan tersebut.

“Tidak akan ada lagi minyak atau uang yang masuk ke Kuba – nol! Saya sangat menyarankan mereka membuat kesepakatan sebelum semuanya terlambat,” ujar Trump dalam posting-nya.

Trump Ungkapkan Pandangan Politik yang Menyentak

Tidak hanya soal minyak dan dana, Trump juga membagikan ulang unggahan dari pihak lain yang menyiratkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dapat menjadi pemimpin Kuba di masa depan. Trump menyatakan singkat namun tegas mendukung ide tersebut dengan komentar “Terdengar bagus” saat membagikan unggahan tersebut.

Langkah ini segera memicu reaksi dari kubu Kuba.

Respon Keras dari Havana

Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel menanggapi ancaman Trump dengan nada keras di media sosial, menyatakan bahwa Kuba akan mempertahankan kedaulatannya hingga tetes darah terakhir, menolak tekanan luar dan intervensi dari Washington. Pernyataan Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya merdeka dan tidak dapat didikte oleh pihak mana pun.

Pemerintah Kuba juga menolak klaim bahwa mereka mendapatkan kompensasi dari Venezuela atas layanan keamanan dan menegaskan haknya untuk mengimpor minyak dari negara mana pun yang bersedia menjualnya, termasuk Meksiko sebagai pemasok alternatif meskipun skala pasokannya masih terbatas.

Dampak Pemutusan Pasokan Minyak bagi Kuba

Venezuela selama ini merupakan pemasok utama minyak bagi Kuba. Rekaman pelacakan kapal minyak menunjukkan bahwa sekitar 26.000–26.500 barel per hari minyak Venezuela telah diekspor ke Kuba pada tahun sebelumnya, mencakup hampir setengah kebutuhan minyak negara pulau itu. Dengan terputusnya pasokan tersebut, Kuba diperkirakan akan menghadapi tekanan hebat pada sistem listrik, transportasi, dan kebutuhan energi dasar, di tengah kondisi ekonomi yang sudah rapuh.

Meksiko, di sisi lain, disebut sebagai pemasok alternatif yang semakin penting. Presiden Meksiko menegaskan bahwa negaranya secara objektif telah menjadi sumber energi penting bagi Kuba meskipun tidak secara sengaja meningkatkan bantuan minyak.

Konsekuensi Politik dan Sosial yang Lebih Luas

Pengamat melihat bahwa keputusan Trump mencerminkan eskalasi tekanan AS terhadap rezim-komunis di Havana, dan juga merupakan bagian dari perubahan geopolitik besar di kawasan setelah operasi militer AS di Venezuela awal Januari yang berujung dengan penangkapan pemimpin Venezuela dan berbagai kontroversi internasional lainnya.

Selain itu, situasi ekonomi Kuba yang makin terdampak oleh krisis Venezuela—termasuk kekurangan energi, masalah pangan, hingga tekanan sosial—memperlihatkan betapa rapuh kondisi internal Kuba saat ini.

Kesimpulan

Peristiwa pada 11 Januari 2026 menjadi titik krusial dalam hubungan AS–Kuba–Venezuela:

  • Trump mengumumkan penghentian total minyak dan dana Venezuela untuk Kuba, menandai eskalasi tekanan Washington terhadap Havana.
  • Unggahan Trump menyiratkan dukungan terhadap Marco Rubio sebagai figur kepemimpinan di Kuba, memperuncing spekulasi politik di kawasan.
  • Reaksi Kuba sangat keras, dengan janji mempertahankan kedaulatan.
  • Kuba kini menghadapi tantangan energi dan ekonomi yang semakin berat akibat hilangnya pasokan minyak Venezuela.

Peristiwa ini memperlihatkan dinamika geopolitik yang semakin kompleks di Karibia Amerika Latin dan bisa berdampak panjang pada stabilitas regional serta hubungan bilateral antara negara-negara besar.

Setelah Venezuela, Negara Diktator Amerika Latin Lainnya Juga Membebaskan Tahanan Politik

Pada 3 Januari, Amerika Serikat secara kilat menangkap Maduro, memberikan efek gentar bagi para penguasa diktator di berbagai negara. Pada 9 Januari, Duta Besar AS secara terbuka menyebut negara Amerika Tengah, Nikaragua, atas praktik penganiayaan terhadap tahanan politik. Keesokan harinya, pemerintah Ortega di Nikaragua segera mengumumkan pembebasan sebagian tahanan.

EtIndonesia. Pada Sabtu 10 Januari, pemerintah Ortega merilis pernyataan yang menyebutkan pembebasan “puluhan” tahanan. Menurut laporan Reuters, organisasi hak asasi manusia mengkonfirmasi bahwa pada hari Sabtu tersebut terdapat 19 orang yang dibebaskan. Pemimpin oposisi Nikaragua, Ana Margarita Vigil, menyatakan bahwa mereka yang dibebaskan semuanya adalah tahanan politik.

Aliansi oposisi Nikaragua “Nicaragua Libre” mengaitkan langkah pemerintah Ortega membebaskan tahanan dengan tindakan Amerika Serikat terhadap rezim diktator Venezuela.

“Kami sama sekali tidak meragukan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari tekanan politik yang diberikan pemerintah Amerika Serikat terhadap rezim diktator Venezuela, serta manuver politik yang dipicu oleh situasi di Venezuela,” demikian pernyataan aliansi tersebut.

Ini merupakan kasus lain di Amerika Latin, setelah Venezuela, di mana sebuah pemerintahan diktator mulai membebaskan tahanan politik.

Pada 8 Januari, pemerintah Venezuela mulai membebaskan sebagian tahanan politik. Trump menyatakan bahwa hal tersebut dilakukan atas permintaan Amerika Serikat. Pada 9 Januari, akun X Kedutaan Besar AS di Nikaragua memuji langkah pemerintah Venezuela yang membebaskan tokoh oposisi sebagai langkah penting menuju perdamaian, sekaligus secara langsung menyinggung Nikaragua:

“Di Nikaragua, masih ada lebih dari 60 orang yang ditahan secara tidak adil atau menghilang, termasuk pendeta, pekerja keagamaan, orang sakit, dan lansia. Hanya dengan kebebasan, perdamaian dapat terwujud!”

Reuters melaporkan bahwa Presiden Nikaragua Daniel Ortega menindas para pembangkang dan pada tahun 2018 secara brutal menekan aksi protes rakyat berskala besar, yang menyebabkan sedikitnya 350 orang tewas dan ratusan orang ditangkap. Ortega dan istrinya hampir sepenuhnya menguasai seluruh aspek pemerintahan, termasuk militer dan lembaga peradilan.

Selama masa pemerintahan Ortega, Nikaragua dua kali memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan beralih mendekat ke Partai Komunis Tiongkok (PKT). Yang terbaru terjadi pada tahun 2021. Pada tahun 2023, pemimpin PKT Xi Jinping dan Ortega mengumumkan bahwa kedua negara secara resmi menjalin hubungan kemitraan strategis.

Pemerintahan Trump tengah membentuk ulang lanskap Amerika Latin. Pada 6 Januari, akun X Kedutaan Besar AS di Nikaragua mengunggah pidato Presiden Trump dalam bahasa Spanyol, untuk menyampaikan pesan kepada Nikaragua:

“Kita perlu hidup berdampingan dengan tetangga yang baik. Kita ingin hidup dalam stabilitas… Kita sendiri membutuhkannya, dan dunia juga membutuhkannya,” tulis unggahan Kedutaan Besar AS. (Hui)

Jin Jing/Lin Qing

Militer AS Melancarkan Serangan Udara terhadap Target ISIS di Suriah, Video Mengejutkan Terungkap

EtIndonesia. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada 10 Januari menyatakan bahwa pada hari yang sama, militer AS melancarkan serangan udara berskala besar terhadap target-target organisasi  Negara Islam (ISIS) di wilayah Suriah. Serangan ini dilakukan sebagai respons atas penyergapan mematikan oleh militan ISIS terhadap pasukan AS pada Desember tahun lalu.

CENTCOM menyebutkan bahwa serangan udara besar-besaran tersebut dilakukan secara bersama oleh militer Amerika Serikat dan pasukan sekutunya, dan berlangsung sekitar pukul 12:30 siang waktu Pantai Timur AS.

Target serangan mencakup sejumlah sasaran ISIS di berbagai lokasi di dalam wilayah Suriah.

Serangan udara ini merupakan bagian dari “Operasi Eagle Eye Strike” (Operasi Serangan Mata Elang). Operasi tersebut diluncurkan atas instruksi Presiden Trump sebagai respons terhadap serangan ISIS pada 13 Desember 2025 di Palmyra, Suriah, yang menargetkan pasukan Amerika Serikat dan pasukan Suriah. Dalam serangan tersebut, dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil tewas.

Sehari sebelum serangan udara gabungan AS dan sekutunya, pejabat Suriah menyatakan bahwa pasukan keamanan mereka telah menangkap komandan militer ISIS di kawasan Levant.

Suriah baru-baru ini bergabung dengan koalisi global untuk memerangi ISIS.

Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barrack, menulis di platform X bahwa ia telah bertemu dengan kepemimpinan baru Suriah di ibu kota Damaskus untuk membahas masa depan negara tersebut. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter NTD Television, Yan Feng dan Rong Yu.

Retakan di Istana Khamenei: Rakyat Menandai Rumah Algojo, AS Siapkan Opsi ‘Sangat Keras’

EtIndonesia. Aksi protes rakyat Iran telah berlangsung selama hampir setengah bulan dan kini memasuki fase paling berbahaya sejak Revolusi Islam 1979. Gelombang perlawanan yang terus membesar di berbagai kota tidak hanya mengguncang stabilitas internal Iran, tetapi juga mendorong Amerika Serikat untuk secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan langkah intervensi.

Seruan Terbuka di Washington: “Akhiri Semua Ini”

Pada 11 Januari 2026, Senator Amerika Serikat, Lindsey Graham dalam wawancara dengan Fox News mengangkat sebuah topi bertuliskan “Make Iran Great Again”. Dalam pernyataan yang sangat keras, Graham secara langsung menyerukan Presiden Donald Trump agar mengambil tindakan tegas terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

“Presiden, jika saya berada di posisi Anda, saya akan menyingkirkan para pemimpin yang telah menyiksa rakyatnya sendiri. Anda harus mengakhiri semua ini,” ujar Graham.

Pernyataan tersebut menandai meningkatnya tekanan politik di dalam negeri AS agar Washington tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga langkah konkret terhadap rezim Iran.

Trump: Kontak dengan Oposisi dan Opsi “Sangat Keras”

Masih pada 11 Januari, Presiden Trump, dalam wawancara di atas pesawat Air Force One, mengonfirmasi bahwa pemerintahannya telah menjalin kontak langsung dengan para pemimpin oposisi Iran.

Trump menegaskan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan berbagai opsi ekstrem:

“Kami sedang mempertimbangkan sejumlah opsi yang sangat keras. Kami akan mengambil keputusan. Beberapa demonstran tewas karena terinjak-injak, jumlah massa terlalu besar, dan ada juga yang ditembak. Kami sedang mengumpulkan laporan lengkap. Setiap jam saya menerima pembaruan terbaru, lalu kami akan mengambil keputusan.”

Dia juga menambahkan bahwa situasi di Iran berkembang jauh lebih cepat dari perkiraan siapa pun.

“Menurut saya, rakyat sedang mengambil alih beberapa kota. Hal seperti ini beberapa minggu lalu hampir tak terbayangkan. Ini tidak berarti mengirim pasukan darat, tetapi berarti memberikan pukulan yang sangat, sangat keras tepat di titik paling menyakitkan mereka.”

Sinyal Militer: Aktivitas Udara AS Mendekati Iran

Pada 12 Januari 2026, Channel 14 Israel melaporkan bahwa setelah Gedung Putih mengunggah pernyataan berbunyi “Tuhan memberkati militer kita. Tuhan memberkati Amerika. Dan ini baru permulaan,” aktivitas militer Amerika Serikat mulai terdeteksi meningkat drastis di kawasan Timur Tengah.

Beberapa pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135R serta pembom strategis B-52 dilaporkan lepas landas dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Data intelijen sumber terbuka dan pelacakan penerbangan juga menunjukkan bahwa sebelumnya sejumlah KC-135R dan pesawat angkut berat C-17 Globemaster telah dipindahkan dari Amerika Serikat dan pangkalan Inggris ke basis tersebut.

Pengerahan ini dinilai sangat signifikan karena pola dan ritmenya menyerupai fase awal operasi ‘Midnight Hammer ” pada Juni 2025. Dalam skenario militer modern, KC-135R berperan krusial untuk memungkinkan operasi jarak jauh pesawat tempur dan pembom strategis seperti B-52 dan F-35.

Masih pada 12 Januari, sejumlah akun pengamat militer berbasis pelacakan penerbangan sipil melaporkan bahwa sebuah pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik Angkatan Udara AS terdeteksi memasuki wilayah udara Iran—sebuah sinyal yang jarang terjadi dan sarat makna strategis.

Perlawanan Rakyat Mengeras: Penandaan Rumah dan Pertempuran Jalanan

Di dalam negeri, fokus kemarahan rakyat Iran semakin mengarah kepada aparat dan algojo yang setia kepada Pemimpin Tertinggi. Sebuah video yang bocor dari Iran memperlihatkan para demonstran, pada malam hari, menggunakan cat merah untuk menandai pintu rumah-rumah tertentu.

Tulisan dalam bahasa Persia pada video tersebut berbunyi: “Kalian menindas kami dengan kekerasan di jalanan. Kami akan menemukan rumah kalian.”

Rekaman lain menunjukkan bahwa meskipun sebagian wilayah Teheran sempat dikuasai massa, pasukan pemerintah belum sepenuhnya menyerah. Di kawasan Sadeghieh, aparat keamanan kembali memasuki kota untuk menekan demonstrasi, namun menghadapi perlawanan sengit hingga akhirnya dipukul mundur dan tercerai-berai. Beberapa kendaraan pasukan keamanan dilaporkan dihancurkan oleh massa.

Sebuah rekaman percakapan telepon dari Provinsi Ilam yang beredar luas di internet memperdengarkan suara seseorang yang mengaku terlibat dalam operasi penindasan. Dia menggambarkan wilayah tersebut telah berubah menjadi “zona perang”, bus mereka dihancurkan, dan bersumpah bahwa para ulama berkuasa telah melarikan diri dari negara itu.

Urmia dan Retakan Serius Aparat

Menurut laporan media oposisi Iran, Simaye Azadi, pada malam 10 Januari 2026, sekelompok pemuda di kota strategis Urmia, Iran barat laut, menyerbu dan menduduki sebuah pangkalan organisasi paramiliter di bawah Garda Revolusi Islam. Peristiwa ini dianggap sangat serius karena mencerminkan runtuhnya kontrol keamanan di tingkat lokal.

Jika dianalogikan, tindakan tersebut setara dengan sekelompok pemuda menduduki markas satuan Polisi Bersenjata di wilayah sensitif.

Kemunculan Retakan Internal dan Reaksi Global

Perlawanan rakyat Iran juga menarik perhatian luas komunitas internasional, termasuk komunitas berbahasa Mandarin. Banyak pihak menilai rakyat Iran kini menjadi simbol keberanian nyata melawan tirani.

Seorang warga Iran menulis di platform X bahwa di Kota Shax, warga menggunakan buldoser untuk merobohkan kantor gubernur rezim dan patung Qasem Soleimani. Dia menambahkan bahwa bahkan di kota kecil tersebut, jalanan dipenuhi massa.

Di sisi lain, kemarahan sebagian demonstran juga diarahkan kepada Beijing. 

Sebuah video memperlihatkan warga membakar foto Xi Jinping dan Khamenei, disertai tulisan: “Matilah Khamenei. Gulingkan Xi Jinping, dalang di balik layar.”

The Economist: Opsi ‘Korbankan Pemimpin’

Pada 11 Januari 2026, majalah The Economist mempublikasikan unggahan di platform X yang mengguncang banyak pengamat: “Sejumlah pejabat Iran sedang mempertimbangkan solusi ala Venezuela—mengorbankan pemimpin tertinggi demi menyelamatkan sistem dan mencegah kekacauan.”

Pernyataan ini dipandang sebagai indikasi paling jelas bahwa retakan besar telah muncul di dalam tubuh rezim Iran sendiri.

Reza Pahlavi: ‘Rakyat Iran Tidak Berjuang Sendirian’

Dalam wawancara dengan Fox News pada 11 Januari, Putra Mahkota terakhir Iran yang hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, secara terbuka menyerukan kerja sama dengan Presiden Trump.

Dia menyatakan bahwa Trump berbeda secara fundamental dari Barack Obama dan Joe Biden—seorang pemimpin yang berani menghadapi kekuatan jahat dan berkomitmen pada perdamaian.

Menurut Pahlavi, rakyat Iran percaya bahwa kali ini Amerika Serikat tidak akan mengkhianati mereka. Bahkan, di dalam negeri, ada warga yang mengganti nama jalan dengan nama Trump sebagai simbol harapan.

“Membebaskan Iran dan membuat Iran kembali berjaya adalah warisan politik yang dapat mengukir nama Trump secara permanen dalam sejarah,” tegas Pahlavi.

Informasi Terbatas, Media Dipertanyakan

Hingga kini, memperoleh informasi utuh mengenai skala sebenarnya dari aksi protes di Iran tetap sangat sulit. Pemerintah Iran telah memutus internet selama berhari-hari, sementara sikap media internasional juga menuai kritik.

Seorang netizen menggambarkan situasi ini secara tajam: “Separuh media arus utama melaporkan situasi Iran dengan keterlambatan setidaknya tiga hari, atau bahkan mengabaikan apa yang sedang terjadi. Separuh lainnya seperti burung beo, mengulang propaganda rezim Islam.”

AS Siap Membantu Rakyat Iran Memperjuangkan Kebebasan, Sejumlah Negara Kutuk Kekerasan Aparat Iran

Iran tengah mengalami gelombang perlawanan anti-otoritarian paling sengit dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah memutus akses internet dan meningkatkan penindasan, namun rakyat tetap turun ke jalan. Pada 10 Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat siap membantu rakyat Iran memperjuangkan kebebasan.

EtIndonesia. Aksi protes nasional di Iran telah berlangsung selama dua minggu. Pemerintah melakukan pemadaman internet secara menyeluruh dan melancarkan penindasan berdarah. Organisasi hak asasi manusia menyatakan bahwa lebih dari 2.000 orang telah ditangkap. Seorang dokter di Teheran mengatakan kepada majalah Time bahwa hanya di enam rumah sakit di ibu kota saja telah tercatat lebih dari 200 orang tewas, “sebagian besar akibat tembakan peluru tajam”.

Meski menghadapi tekanan keras, rakyat Iran tidak gentar. Aksi protes terus meluas, dengan warga di sekitar 180 kota turun ke jalan untuk menentang rezim ekstrem Ayatollah Khamenei.

Pada 10 Januari, video yang beredar di media sosial memperlihatkan para demonstran berkumpul di tepi jalan tol di wilayah timur laut Iran, meneriakkan slogan-slogan seperti “Hidup Raja!”, sementara api besar menyala di sekitar mereka.

Amerika Serikat telah berulang kali menyatakan dukungan kepada para demonstran Iran. Pada 10 Januari, Presiden Trump kembali menulis di platform media sosial Truth Social bahwa rakyat Iran tengah menunjukkan hasrat akan kebebasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan Amerika Serikat siap memberikan bantuan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada 11 Januari menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi di Iran dan jatuhnya banyak korban sipil. Jepang menentang penggunaan kekerasan dalam bentuk apa pun untuk menekan aksi demonstrasi damai.

Para pemimpin Prancis, Inggris, dan Jerman juga pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam pembunuhan terhadap para demonstran di Iran.

Sementara itu, otoritas Iran mengklaim bahwa jika Washington melakukan intervensi militer, Iran akan membalas dengan menyerang pangkalan militer dan fasilitas komersial Amerika Serikat.

Sejumlah warganet Tiongkok berdiskusi di internet bahwa gerakan protes dan perlawanan jalanan rakyat Iran telah memberikan contoh dan inspirasi bagi masyarakat Tiongkok.

Laporan gabungan oleh reporter NTD Television, Xu Zhe dan Zhang Ruiqi.

Melangkah Menuju Podium

EtIndonesia. Amerika Serikat pernah memiliki seorang presiden bernama Franklin D. Roosevelt. Saat masih menjabat sebagai senator, dia dikenal luas karena penampilannya yang menawan, kecerdasannya yang luar biasa, serta kharismanya yang membuat rakyat mencintainya.

Suatu hari, ketika sedang berlibur di kawasan Karibia, sebuah musibah tiba-tiba menimpanya. Saat berenang, dia mendadak merasakan kakinya mati rasa dan tak bisa digerakkan sama sekali. Beruntung, teman-temannya segera menolongnya sehingga dia terhindar dari tragedi fatal.

Setelah diperiksa oleh dokter, Roosevelt didiagnosis menderita polio (penyakit lumpuh).

Dokter berkata kepadanya dengan nada serius: “Anda mungkin akan kehilangan kemampuan untuk berjalan.”

Roosevelt menjawab dengan tegas: “Saya masih akan berjalan. Saya akan berjalan menuju Gedung Putih.”

Ketika pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, dia berkata kepada tim kampanyenya: “Siapkan sebuah mimbar yang besar untuk saya. Saya ingin seluruh pemilih melihat bahwa saya—seorang penderita kelumpuhan—tetap bisa berjalan ke depan untuk berpidato, tanpa menggunakan tongkat apa pun.”

Pada hari itu, Roosevelt mengenakan setelan jas yang rapi. Wajahnya memancarkan keyakinan penuh. Dari balik panggung, dia melangkah perlahan menuju mimbar. Setiap langkah kakinya menggema—dan setiap bunyi langkah itu membuat rakyat Amerika merasakan dengan jelas kekuatan tekad dan keyakinannya yang tak tergoyahkan.

Kelak, Roosevelt mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai satu-satunya presiden Amerika Serikat yang terpilih kembali hingga empat masa jabatan.

Hikmah Cerita

Keberhasilan dalam banyak hal, pada hakikatnya, bertumpu pada kemauan yang tak kenal menyerah dan keyakinan yang mutlak.

Orang yang selalu membatasi dirinya karena kekurangan tertentu sesungguhnya sedang bersikap tidak bijak. Itu hanyalah alasan untuk menutupi ketakutan akan kegagalan.

Hidup pada dasarnya adalah sebuah tantangan. Sekalipun kita memiliki berbagai keterbatasan, selama kita tidak menyerah dan terus berusaha membuktikan kemampuan diri, kesuksesan pasti bisa diraih.(jhn/yn)

Panduan Lengkap 12 Jenis Teh: Manfaat, Pantangan, dan Waktu Terbaik Minum Teh

EtIndonesia. Teh adalah salah satu minuman sehat paling populer di dunia. Berbagai jenis teh memiliki perbedaan besar dalam kandungan zat aktif, kadar kafein, serta efek fisiologisnya. Karena itu, memilih waktu minum yang tepat dapat membantu memaksimalkan manfaat kesehatan dari teh.

Artikel ini memperkenalkan 12 jenis teh secara lengkap, agar Anda memahami manfaat masing-masing teh serta waktu terbaik untuk mengkonsumsinya.

Teh Hijau

Teh hijau kaya akan antioksidan, polifenol, katekin, serta mengandung kafein dalam jumlah sedang (25–45 mg). Waktu minum yang berbeda dapat mempengaruhi efek menyegarkan, metabolisme, pencernaan, dan tidur.

Minum di pagi hari

Manfaat:

  • Memberi dorongan energi ringan (kafein lebih rendah daripada kopi)
  • Mengaktifkan metabolisme dan membantu pengelolaan berat badan
  • Kombinasi L-theanine dan kafein meningkatkan fokus dan kejernihan berpikir
  • Dapat menjadi pengganti minuman sarapan tinggi kalori

Perhatian:
Minum saat perut kosong dapat menyebabkan iritasi lambung. Sebaiknya diminum 30 menit setelah bangun tidur, atau setelah makan sedikit.

Minum di sore hari

Manfaat:

  • Menambah energi tanpa mengganggu tidur
  • Menghindari rasa lelah di sore hari
  • Membantu pencernaan setelah makan siang
  • Menekan nafsu makan diantara waktu makan

Waktu terbaik: 1–2 jam setelah makan, sekitar pukul 14.00–16.00.

Minum di malam hari

Manfaat (khusus teh hijau tanpa kafein):

  • L-theanine membantu relaksasi
  • Membantu pencernaan setelah makan malam
  • Menyediakan antioksidan

Perhatian:
Teh hijau biasa mengandung kafein dan dapat mengganggu tidur. Jika bukan versi tanpa kafein, sebaiknya diminum 2–3 jam sebelum tidur. Orang yang sensitif terhadap kafein dapat memilih teh herbal seperti chamomile.

Strategi khusus minum teh hijau

  • Untuk penyerapan antioksidan maksimal, minum di antara waktu makan (zat besi dan makanan tertentu dapat menghambat penyerapan katekin)
  • Minum 30–60 menit sebelum olahraga dapat meningkatkan pembakaran lemak
  • Minum di antara waktu makan membantu menekan nafsu makan
  • Untuk manajemen gula darah: minum setelah makan dapat memperlambat kenaikan gula darah

Teh Hitam

Teh hitam mengandung kafein, theaflavin, dan L-theanine, dengan manfaat antioksidan, antiinflamasi, dan membantu pencernaan.

Minum di pagi hari

Manfaat:

  • Menghidrasi tubuh setelah tidur malam
  • Memberi energi dan meningkatkan konsentrasi serta daya ingat
  • Membantu melancarkan pencernaan

Waktu terbaik: setelah sarapan, tidak dianjurkan diminum saat perut kosong.

Minum setelah makan siang

Manfaat:

  • Antioksidan dan antiinflamasi
  • Mempercepat pencernaan dan mengurangi rasa berat setelah makan
  • Membantu detoksifikasi hati dan ginjal
  • Mengandung vitamin E dan vitamin penting lainnya

Minum saat waktu jeda (snack time)

Manfaat:

  • Menambah energi dengan cepat
  • Cocok saat rapat atau kelelahan kerja
  • Saat cuaca panas bisa diminum sebagai es teh hitam

Minum di malam hari

Manfaat:

  • Jika perlu tetap terjaga, sekitar pukul 20.30 dianggap waktu ideal
  • Mendukung sistem kekebalan tubuh

Perhatian:
Tidak dianjurkan bagi orang yang sensitif terhadap kafein.

Batas konsumsi teh hitam

  • Maksimal 4 cangkir per hari
  • Konsumsi berlebihan dapat mengurangi manfaat kesehatannya

Teh Herbal

1. Teh Rosemary

Manfaat:

  • Meningkatkan fungsi kognitif
  • Mengurangi kecemasan
  • Antibakteri dan antiinflamasi
  • Mendukung kesehatan hati
  • Membantu tidur

Waktu terbaik:
Malam hari untuk relaksasi dan tidur; pagi hari untuk meningkatkan konsentrasi.

2. Teh Jahe

Manfaat:

  • Melancarkan pencernaan
  • Mengurangi mual, muntah, mabuk perjalanan
  • Anti-inflamasi
  • Menurunkan gula darah
  • Mengatasi gangguan pencernaan

Waktu terbaik:
Sepanjang hari; sebelum atau saat makan besar untuk membantu pencernaan; pagi hari untuk menghangatkan lambung.

3. Teh Dandelion (Taraxacum)

Manfaat:

  • Diuretik dan detoksifikasi
  • Mendukung fungsi hati dan kantung empedu
  • Menurunkan kolesterol dan trigliserida
  • Antioksidan dan antiinflamasi
  • Mengatur gula darah

Waktu terbaik:
Siang hari; tidak disarankan sebelum tidur karena efek diuretik.

4. Teh Hibiscus

Manfaat:

  • Menurunkan tekanan darah dan gula darah
  • Antioksidan
  • Menurunkan lemak darah
  • Mendukung penurunan berat badan
  • Melindungi hati

Waktu terbaik:
Sepanjang hari; setelah makan untuk mengurangi kembung.

5. Teh Chamomile

Manfaat:

  • Menenangkan
  • Membantu tidur
  • Mengurangi kecemasan
  • Meredakan gangguan pencernaan

Waktu terbaik:
Sekitar 1 jam sebelum tidur.

Jenis Teh Tambahan

1. Teh Peppermint

Waktu terbaik: setelah makan, sore hari, atau sebelum tidur
Manfaat: mengurangi kembung, menyegarkan napas, meredakan sakit kepala, antiinflamasi
Pantangan: penderita refluks asam lambung sebaiknya berhati-hati

2. Teh Serai (Lemongrass)

Waktu terbaik: setelah makan, sore hari
Manfaat: diuretik, detoksifikasi, antiinflamasi, membantu pencernaan, menurunkan kolesterol
Pantangan: ibu hamil sebaiknya menghindari

3. Teh Oolong

Waktu terbaik: pagi hari, setelah makan siang, sore hari
Manfaat: meningkatkan metabolisme lemak, menurunkan lemak darah, antioksidan, mengurangi rasa berminyak
Pantangan: tidak diminum sebelum tidur atau saat perut kosong

4. Teh Putih

Waktu terbaik: pagi dan sore hari
Manfaat: antioksidan sangat kuat, antiinflamasi, melindungi kulit, menyegarkan secara lembut
Pantangan: tidak diminum saat perut kosong atau sebelum tidur (mengandung sedikit kafein)

Teh dan Tujuan Kesehatan

  • Melancarkan pencernaan: teh jahe, peppermint, serai, oolong
  • Manajemen berat badan: teh hijau, oolong, hibiscus
  • Memperbaiki kualitas tidur: chamomile, rosemary, teh hijau tanpa kafein

Berapa Banyak Teh yang Sebaiknya Diminum?

  • 2–3 cangkir per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini, penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2
  • Teh hitam maksimal 4 cangkir per hari
  • Penderita penyakit kronis, ibu hamil, dan orang yang sedang mengkonsumsi obat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis

Song Qiyun / Xu Rui

Video Seorang Pria Tiongkok Beli “Dendeng Sapi” di Pameran, Ternyata Semuanya Palsu 

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang blogger di Tiongkok mengunggah video untuk mengadukan bahwa “dendeng sapi suwir” seharga 75 yuan per jin yang dibelinya di sebuah pameran ternyata palsu. Setibanya di rumah, ia secara tak terduga menemukan bahwa dendeng tersebut seluruhnya terbuat dari tahu kering, sehingga memicu kehebohan.

Dalam video tersebut, sang blogger menjelaskan bahwa dendeng sapi suwir itu dibelinya di pameran sebagai oleh-oleh untuk istrinya. Baru setelah sampai di rumah ia menyadari bahwa dendeng tersebut palsu.

“Karena biasanya kami makan makanan yang cukup ringan, saya merebusnya dengan air. Setelah diangkat dan dilihat, coba kalian perhatikan, hampir semuanya adalah tahu kering,” kata sang blogger sambil menunjukkan dendeng palsu yang dibelinya.”

 “Semuanya produk kedelai, hampir tidak ada daging sapi sama sekali. Tapi saya membelinya dengan harga 75 yuan per jin, seolah-olah itu daging sapi.”

Ia juga memperlihatkan kemasan produk tersebut, yang di atasnya tercetak keterangan: “Nama makanan: Dendeng sapi” dan “Komposisi: daging sapi, garam”.

Blogger itu mengatakan, “Kalian bisa lihat daftar komposisinya, hanya tertulis daging sapi dan garam. Saat itu saya dan istri bahkan merasa daftar komposisinya sangat ‘bersih’. Tapi ternyata isinya hampir semuanya produk kedelai, daging sapi nyaris tidak ada, mungkin hanya sedikit sekali.”

Ia kemudian menunjukkan satu kemasan kecil dendeng yang bahkan tidak mencantumkan daftar komposisi. Sang blogger mengingatkan, “Ini adalah bentuk penipuan seperti ini. Semua orang harus benar-benar waspada.”

Video tersebut memicu perdebatan hangat di kalangan warganet daratan Tiongkok. Beberapa komentar antara lain:

“Kalau cuma belasan atau dua puluh yuan per jin, mungkin masih bisa diterima. Tapi sudah beli 75 yuan per jin dan tetap tidak dapat daging sapi asli, itu benar-benar bikin emosi.”

“Apakah ini tidak termasuk penipuan? Bagaimana bisa lolos pemeriksaan keamanan pangan?”

“Sekarang bahkan daftar komposisi juga mulai dipalsukan.”

Ada pula berkomentar :  “Pernahkah terpikir bagaimana daftar komposisi palsu bisa lolos? Mari beri tepuk tangan untuk para ‘pemimpin’ kita.”

Warganet lain menyindir:  “Kalau cuma tahu kering, saya malah lega. Asal bukan daging tikus.”

“Sekarang bahan di dalamnya palsu, kemasannya palsu, mereknya palsu, daftar komposisinya palsu. Tapi harganya yang asli.”

Kasus pemalsuan pangan di Tiongkok daratan terus bermunculan. Sejumlah pedagang nakal menggunakan daging bebek atau sisa potongan daging untuk membuat “daging sapi palsu”, bahkan ada yang memakai daging beku rubah atau rakun—yang dilarang untuk dikonsumsi—untuk dijual sebagai daging kelinci. Hal ini menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Namun, berbagai kasus pemalsuan pangan tersebut hampir tidak pernah benar-benar diberantas. Banyak warga mempertanyakan apakah hal ini disebabkan oleh kelalaian lembaga pengawas Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Seorang warganet mengeluh, “Orang yang melakukan pelanggaran hukum terlalu banyak, sampai-sampai tidak mungkin diperiksa semuanya. Kalau tidak ada yang melapor, ya dibiarkan saja. Untuk makanan, sebaiknya pilih yang asal-usulnya jelas.” (Hui)

Laporan kompilasi oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui 

Kotak Hitam Jeju Air Pertama Kali Dipublikasikan, Ungkap Pesawat Dihantam 50.000 Burung

Kecelakaan udara Jeju Air pada akhir tahun lalu yang menewaskan 179 orang kini mengungkap fakta baru. Seorang anggota parlemen Korea Selatan baru-baru ini mempublikasikan data dari Komite Investigasi Kecelakaan, termasuk rekaman kotak hitam pada detik-detik terakhir yang untuk pertama kalinya dibuka ke publik. Rekaman tersebut menunjukkan bahwa pilot segera menjalankan prosedur darurat standar setelah pesawat dihantam kawanan burung dalam jumlah besar, namun tetap tidak mampu mencegah tragedi

EtIndonesia. Pesawat Jeju Air bernomor penerbangan 7C 2216, tipe Boeing 737-800, terbang dari Bangkok, Thailand menuju Korea Selatan pada 29 Desember 2024. Pesawat tersebut keluar dari landasan pacu di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan (South Jeolla), menabrak pembatas dan meledak. Dari 175 penumpang dan 6 awak kabin, hanya 2 orang yang selamat.

Menurut laporan media Korea Dong-A Ilbo dan situs berita penerbangan FL360aero, kantor anggota parlemen Partai Kekuatan Rakyat, Kim So-hee, memperoleh data dari Komite Investigasi Kecelakaan, termasuk hasil laporan sementara. 

Laporan tersebut mencakup tabrakan pesawat dengan kawanan burung, kondisi tanggul beton, ada tidaknya cacat pada pesawat, serta respons pilot. Didalamnya juga terdapat analisis kotak hitam yang sebelumnya belum dipublikasikan.

Komite Investigasi Kecelakaan awalnya menjadwalkan dengar pendapat publik pada 4 dan 5 Desember tahun lalu, namun dibatalkan karena penolakan dari keluarga korban dan faktor lainnya.

Berdasarkan rekaman cockpit voice recorder (CVR) dari kotak hitam, pilot tampaknya menyadari keberadaan kawanan sekitar 50.000 ekor bebek Baikal (Baikal teal, juga dikenal sebagai bebek bermuka belang) sesaat sebelum kecelakaan.

Antara pukul 08:58:11 hingga 08:58:13 pada hari kejadian, kopilot berteriak “Bird!” (burung) dan mengatakan “banyak di bawah.” Kapten kemudian berkata, “Ini tidak bisa,” dan pada pukul 08:58:20 awak pesawat mengumumkan prosedur go around (membatalkan pendaratan dan terbang kembali), sambil berteriak “Go around, go around.”

Namun sekitar enam detik kemudian, pada pukul 08:58:26, kotak hitam merekam suara benturan pesawat dengan kawanan burung. Pada detik ke-35, awak menyatakan “severe damage” (kerusakan parah), dan dalam waktu 15 detik pesawat dialihkan ke mode darurat manual serta salah satu mesin dimatikan.

Setelah menganalisis flight data recorder (FDR) dan engine electronic control (EEC), Komite Investigasi menemukan bahwa mesin nomor 1 berhenti beroperasi 11 detik setelah pilot mengumumkan pemadaman mesin, sementara mesin nomor 2 terus berfungsi hingga pesawat menghantam tanah.

Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan atau menganalisis alasan pilot memilih mematikan mesin sebelah kiri. Investigasi juga menunjukkan bahwa kedua mesin tidak memiliki cacat teknis, baik dalam 14 penerbangan sebelumnya maupun pada hari kecelakaan.

Analisis sisa-sisa benturan burung pada mesin menunjukkan bahwa semuanya berasal dari bebek Baikal. Komite Investigasi menyatakan bahwa bebek Baikal bukanlah spesies yang biasa hidup di sekitar Bandara Muan. 

Sehari sebelum kecelakaan, habitat asal mereka dilanda badai salju dan penurunan suhu drastis, sehingga kawanan tersebut bermigrasi ke selatan secara mendadak. Karena migrasi ini bersifat tiba-tiba dan tidak sesuai dengan kebiasaan mereka yang biasanya aktif pada pagi atau sore hari, kawanan burung tersebut muncul pada waktu pagi saat kecelakaan terjadi.

Laporan juga menunjukkan bahwa saat itu hanya ada satu petugas khusus yang bertanggung jawab atas pengelolaan risiko burung di bandara. Selain itu, publikasi informasi penerbangan terkait kondisi dan lingkungan Bandara Muan tidak mencantumkan informasi mengenai keberadaan bebek Baikal.

Laporan tersebut juga menyoroti salah satu faktor utama yang memperparah jumlah korban jiwa, yaitu keberadaan tanggul beton. Sesuai peraturan, dalam jarak 240 meter dari ujung landasan pacu, tidak boleh ada fasilitas atau peralatan apa pun selain yang mutlak diperlukan untuk penerbangan. Bahkan jika diperlukan, fasilitas tersebut harus menggunakan struktur yang mudah hancur dan dibuat serendah mungkin. Namun, tanggul beton di Bandara Muan saat itu tidak memenuhi standar tersebut.

Hasil simulasi dalam laporan menunjukkan bahwa tanpa tanggul beton tersebut, pesawat kemungkinan akan mendarat dengan badan pesawat (belly landing), meluncur sekitar 770 meter, lalu berhenti, sehingga seluruh penumpang berpeluang selamat. Bahkan jika tanggul tetap ada namun dirancang dengan struktur mudah hancur, tragedi sebesar ini kemungkinan tidak akan terjadi. (Hui)

Dikutip dari Central News Agency / Lu Yongxin

Penundaan Tuhan Bukanlah Penolakan-Nya

EtIndonesia. Bintang film dunia Sylvester Stallone pernah menjalani masa hidup yang sangat terpuruk sekitar belasan tahun lalu. Saat itu, uang yang tersisa di sakunya hanya 100 dolar AS. Dia bahkan tak mampu menyewa rumah dan terpaksa tidur di dalam mobil Volkswagen Beetle miliknya.

Meski hidup dalam kesulitan ekstrem, Stallone tetap bertekad menjadi seorang aktor. Dengan penuh percaya diri, dia mendatangi berbagai perusahaan film di New York untuk melamar pekerjaan. Namun, satu per satu dia ditolak—alasannya klasik: penampilannya dianggap biasa saja, dan cara bicaranya dinilai kurang jelas.

Ketika seluruh 500 perusahaan film di New York menolaknya, dia tidak berhenti. Dia kembali lagi ke perusahaan pertama, lalu yang kedua, dan seterusnya.

Setelah 1.500 kali penolakan, dia menulis sebuah skenario dan membawanya berkeliling untuk ditawarkan. Namun yang dia terima justru ejekan dan penolakan lanjutan. Total penolakan yang dia alami mencapai 1.855 kali.

Akhirnya, ada seorang produser yang bersedia membeli skenarionya—tetapi dengan satu syarat: Stallone tidak boleh ikut bermain dalam film tersebut. Dia menolak syarat itu.

Dan pada akhirnya, dunia mengenalnya sebagai superstar kelas dunia.

Pertanyaannya sederhana: Mampukah kamu menghadapi 1.855 kali penolakan tanpa menyerah?

Stallone bisa.

Dia melakukan hal yang tidak mampu dilakukan kebanyakan orang—itulah sebabnya dia berhasil.

Saya percaya, jika kamu mampu melakukan hal yang sama, kesuksesan juga akan menjadi milikmu.

Ada pula seorang tokoh lain. Dalam hidupnya, dia mengalami kegagalan demi kegagalan:

  • Usia 21 tahun: usaha bisnisnya bangkrut
  • Usia 22 tahun: gagal terpilih sebagai anggota parlemen negara bagian
  • Usia 24 tahun: usaha bisnisnya kembali gagal
  • Usia 26 tahun: kekasihnya meninggal dunia
  • Usia 27 tahun: mengalami gangguan mental berat
  • Usia 34 tahun: gagal terpilih sebagai anggota DPR federal
  • Usia 36 tahun: kembali gagal dalam pemilihan DPR federal
  • Usia 45 tahun: gagal terpilih sebagai senator
  • Usia 47 tahun: gagal menjadi wakil presiden
  • Usia 49 tahun: kembali gagal dalam pemilihan senator
  • Usia 52 tahun: terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-16

Orang itu adalah Abraham Lincoln.

Dia mampu bangkit berkali-kali karena dia percaya sepenuh hati bahwa penundaan Tuhan bukanlah penolakan Tuhan. Karena keyakinan itulah, dia jatuh berkali-kali namun selalu bangkit kembali—hingga akhirnya meraih pencapaian yang luar biasa.

Hikmah Cerita

Abraham Lincoln mampu meraih keberhasilan besar di akhir hidupnya karena ia teguh memegang satu keyakinan sederhana namun dahsyat: penundaan Tuhan bukanlah penolakan Tuhan.

Keyakinan itulah yang membuatnya berani gagal berulang kali, namun tidak pernah berhenti berjuang. Dan karena itulah pula, ia akhirnya menorehkan sejarah yang tak tergantikan. (jhn/yn)

Tuhan Menyayanginya, Maka Dia Disuruh Membersihkan Toilet

EtIndonesia. Di kalangan masyarakat Jepang, beredar luas sebuah kisah kecil yang sangat menyentuh hati.

Bertahun-tahun silam, seorang gadis muda yang masih belia datang ke Hotel Imperial Tokyo untuk bekerja sebagai pelayan. Ini adalah pekerjaan pertamanya sejak terjun ke dunia kerja—langkah pertama dalam perjalanan hidupnya. 

Karena itu, dia merasa sangat bersemangat dan diam-diam bertekad dalam hati:“Aku harus bekerja dengan sungguh-sungguh!”

Namun, dia sama sekali tak menyangka bahwa tugas pertama yang diberikan atasannya adalah membersihkan toilet.

Membersihkan toilet! Jujur saja, pekerjaan ini tidak disukai siapa pun. Apalagi gadis itu belum pernah melakukan pekerjaan kasar. Kulitnya halus, terbiasa hidup bersih—mampukah dia melakukannya?

Membersihkan toilet merupakan ujian berat, baik secara visual, penciuman, maupun fisik. Belum lagi tekanan psikologis yang membuatnya hampir tak sanggup menahan rasa mual. Saat dia mengulurkan tangannya yang putih dan lembut, memegang kain lap untuk membersihkan kloset, perutnya langsung terasa bergejolak. Rasa mual menyerbu, ingin muntah namun tak keluar—sangat menyiksa.

Yang lebih berat lagi, atasannya menetapkan standar kerja yang sangat tinggi, bahkan terasa mengerikan: toilet harus dibersihkan hingga benar-benar mengilap, seperti baru.

Dia tentu paham apa arti “seperti baru”. Dia juga sadar betul bahwa dirinya tidak cocok membersihkan toilet, dan hampir mustahil memenuhi standar setinggi itu. Dia pun terjebak dalam kebingungan dan penderitaan batin. Dia menangis. Dia bimbang.

Di hadapannya terbentang pilihan hidup pertama yang sangat menentukan: apakah dia harus terus bertahan, atau mencari pekerjaan lain?

Bertahan—terlalu berat.  Pergi—apakah itu berarti mundur sebelum berjuang?

Bukankah hidup tidak seharusnya dijalani dengan mundur? 

Dia tidak rela menyerah begitu saja. Dia teringat tekadnya saat pertama datang:  langkah pertama dalam hidup harus dijalani dengan baik, tidak boleh asal-asalan.

Di saat kritis itulah, seorang senior di tempat kerjanya muncul tepat waktu. Dia membantu gadis itu keluar dari kebingungan dan penderitaannya, membantunya melangkah mantap pada pijakan pertama kehidupan. Yang lebih penting lagi, dia membantunya memahami bagaimana seharusnya jalan hidup dijalani.

Namun sang senior tidak menasihatinya dengan teori kosong. Dia langsung memberi contoh.

Pertama, dia membersihkan toilet itu berulang-ulang hingga benar-benar mengilap seperti baru.
Lalu, dia mengambil segelas air dari dalam kloset tersebut… dan meminumnya hingga habis, tanpa ragu sedikit pun.

Tindakan nyata jauh lebih kuat daripada ribuan kata.

Tanpa berkata apa-apa, dia menyampaikan kepada Noda Seiko sebuah kebenaran yang sangat sederhana namun mendalam: “Makna mengilap seperti baru terletak pada kata baru.
Sesuatu yang baru tidaklah kotor. Tidak ada orang yang menganggap toilet baru itu kotor. Air di dalam toilet yang benar-benar bersih pun tidak kotor—bahkan bisa diminum. Sebaliknya, hanya ketika air di dalam toilet sudah cukup bersih untuk diminum, barulah toilet itu benar-benar layak disebut mengilap seperti baru.”

Dan hal itu—ternyata—bisa dilakukan.

Kemudian, sang senior memberinya sebuah senyum penuh makna, serta tatapan yang sarat perhatian dan dorongan. Itu sudah lebih dari cukup.

Gadis itu begitu terharu hingga hampir tak sanggup menahan dirinya. Tubuh dan jiwanya bergetar hebat. Dia terdiam, matanya berkaca-kaca. Seketika dia tersadar—seperti terbangun dari mimpi panjang.

Dengan tekad yang bulat, dia berkata dalam hati: “Sekalipun seumur hidup aku hanya membersihkan toilet, aku akan menjadi orang yang paling hebat dalam membersihkan toilet!”

Sejak saat itu, ia berubah menjadi pribadi yang sepenuhnya baru—penuh semangat. Kualitas kerjanya mencapai standar tinggi sang senior. Dia bahkan berkali-kali meminum air dari toilet yang telah dia bersihkan—untuk menguji kepercayaan dirinya, membuktikan kualitas kerjanya, dan meneguhkan dedikasi profesionalnya.

Sejak itu pula, dia melangkah dengan sangat mantap pada langkah pertama kehidupannya. Sejak itu, dia menapaki jalan kesuksesan, dan memulai perjalanan hidup yang terus bergerak menuju keberhasilan.

Puluhan tahun berlalu dalam sekejap mata. Kini, dia telah menjadi salah satu pejabat utama pemerintah Jepang—Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi ( 3 Agustus 2017 sampai 2 Oktober 2018)

Namanya adalah Noda Seiko.

Keyakinan hidupnya yang teguh tercermin dalam dedikasi profesionalnya yang luar biasa: “Sekalipun seumur hidup aku hanya membersihkan toilet, aku akan menjadi orang yang paling unggul dalam membersihkan toilet.”

Di situlah rahasia kesuksesannya—tidak misterius, tidak rumit. Keyakinan inilah yang membuatnya puluhan tahun terus melaju di jalan keberhasilan. Keyakinan inilah yang memberinya kehidupan yang sukses—menjadikannya seorang yang beruntung karena sukses, sekaligus sukses karena keteguhannya.

Hikmah cerita

Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil di dunia ini—karena semua pekerjaan tetap harus dilakukan oleh seseorang. Kesuksesan adalah buah dari keringat dan kepahitan yang tak terhitung jumlahnya.

Kesuksesan bukanlah hasil sesaat. Kuncinya terletak pada persiapan sehari-hari dan kerja keras yang terus-menerus.

Ada orang yang, berbekal ketekunan dan kesanggupan menanggung derita, mampu menciptakan prestasi luar biasa dari pekerjaan biasa. Namun ada pula orang yang memegang “mangkuk emas”, tetapi tetap harus meminta-minta pada orang lain.

Perbedaan di antaranya—layak kita renungkan dengan seksama.(jhn/yn)

Internet Diputus Berhari-hari! Media Iran di Luar Negeri Ungkap Kebrutalan Penindasan, 2.000  Orang Dilaporkan Tewas

Aksi protes di Iran terus berkobar. Akses internet di dalam negeri telah diputus selama empat hari berturut-turut. Otoritas menggunakan kekuatan mematikan di seluruh negeri. Media Iran di luar negeri melaporkan bahwa sekitar 2.000 orang telah tewas. Aktivis Iran di luar negeri juga mengungkapkan bahwa setiap pasien dengan luka tembak yang dibawa ke rumah sakit akan diculik sehingga tidak dapat menerima perawatan medis.

EtIndonesia. Pada malam 11 Januari, 2026 jaringan internet di Iran telah diputus total, bahkan lampu jalan juga dimatikan. Namun warga Iran tetap turun ke jalan, menggunakan cahaya ponsel mereka untuk menerangi jalan, dan ribuan orang memadati jalanan Teheran untuk melanjutkan aksi protes.

Organisasi pemantau internet NetBlocks dan Cloudflare menyatakan bahwa koneksi internet nasional telah mendekati nol selama empat hari berturut-turut. Saat ini, pasukan keamanan rezim Iran telah menggunakan kekuatan mematikan untuk menyerang para demonstran. Saluran “Iran International” melaporkan bahwa pada l 8 dan 9 Januari saja, diperkirakan sedikitnya 2.000 orang tewas di seluruh negeri.

Wakil Direktur Organisasi Aktivis Hak Asasi Manusia Iran, Skylar Thompson, mengatakan:
“Kami menyaksikan penyalahgunaan kekuatan mematikan terhadap para demonstran oleh rezim, dan juga memiliki bukti bahwa penembakan jarak dekat, penggunaan gas air mata, serta senjata kelas militer digunakan untuk menindas demonstrasi jalanan. Ini sama sekali tidak dapat diterima.”

Seorang aktivis Iran yang disebutkan namanya dalam unggahan daring mengungkapkan bahwa pasukan keamanan telah menguasai seluruh rumah sakit di Teheran dan mencari para korban luka. 

Setiap pasien dengan luka tembak yang dibawa ke rumah sakit akan segera diculik, sehingga tidak dapat menerima perawatan. Meski menghadapi penindasan dengan kekerasan oleh aparat, rakyat Iran tetap melanjutkan perlawanan.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa perempuan Iran membakar foto Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk menyalakan rokok—sebuah bentuk perlawanan yang sangat berani. Dalam kondisi normal, tindakan tersebut dapat membuat mereka dipenjara, bahkan mengalami perlakuan kekerasan karena dianggap tidak menghormati pemimpin tertinggi.

Laporan disusun oleh Huang Liangjian dan Chen Lingzhi, NTD Asia-Pacific.