Militer AS Kembali Mencegat Kapal Tanker Minyak yang Dikenai Sanksi, Tindakan Ketiga dalam Tiga Hari
Pemerintahan Trump terus menargetkan kapal-kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan beroperasi bolak-balik ke Venezuela. Komando Selatan Militer AS pada Jumat (9/1/2025) mengumumkan bahwa di perairan internasional Laut Karibia, mereka kembali menahan sebuah kapal tanker minyak. Ini merupakan kapal tanker kelima yang dicegat militer AS, sekaligus kapal ketiga dari apa yang disebut “armada hantu” yang disita dalam tiga hari terakhir. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menegaskan bahwa Penjaga Pantai AS akan terus menyita kapal tanker yang terkena sanksi guna memutus sumber pendanaan aktivitas ilegal, termasuk terorisme dan perdagangan narkoba.
EtIndonesia. Pada Jumat (12/1/2026), Komando Selatan Militer AS mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS telah menaiki sebuah kapal tanker minyak yang dikenai sanksi di Laut Karibia. Pihak AS juga merilis video operasi penahanan kapal tanker yang dimaksud.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial X, Komando Selatan AS menyebutkan:
“Dalam operasi sebelum fajar, Marinir dan pelaut dari Satuan Tugas Gabungan ‘Southern Spear’, bekerja sama dengan personel Departemen Keamanan Dalam Negeri, berangkat dari kapal induk USS Gerald R. Ford dan berhasil mencegat kapal tanker Olina di Laut Karibia.”
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa operasi penangkapan ini didukung sepenuhnya oleh kelompok tempur kapal amfibi Angkatan Laut AS, termasuk tiga kapal perang USS Iwo Jima, USS San Antonio, dan USS Fort Lauderdale, yang dilengkapi dengan platform tempur respons cepat dan daya serang mematikan.
Komando Selatan AS menegaskan: “Operasi gabungan lintas lembaga ini kembali mengirimkan pesan yang jelas: para penjahat tidak memiliki tempat untuk bersembunyi.”
“Misi Operasi Southern Spear tetap teguh, berkomitmen mengakhiri aktivitas ilegal dan memulihkan keamanan di Belahan Barat demi melindungi tanah air kami.”
Kapal tanker Olina merupakan kapal tanker kelima yang dicegat militer AS dan kapal ketiga dari “armada hantu” yang disita dalam tiga hari terakhir.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Noem mengungkapkan di media sosial X bahwa:
“Sebagai kapal tanker ‘armada hantu’ lain yang diduga mengangkut minyak yang dikenai embargo, Olina berusaha menghindari pengejaran militer AS setelah berlayar dari Venezuela.”
“Departemen Keamanan Dalam Negeri, melalui koordinasi erat dengan Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Kehakiman, memastikan bahwa operasi naik kapal dilakukan secara aman, efektif, dan sesuai dengan prosedur hukum. Armada hantu tidak dapat menghindari keadilan, juga tidak bisa menyembunyikan jejaknya dengan menggunakan kebangsaan palsu,” ujarnya.
Ia menegaskan kembali bahwa Penjaga Pantai AS akan terus menyita kapal tanker yang dikenai sanksi, menegakkan hukum AS dan hukum internasional, serta memutus sumber pendanaan aktivitas ilegal, termasuk terorisme dan perdagangan narkoba. (Hui)
Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Zhao Fenghua.
Lebih dari 500 Orang Tewas dan 10.000 Ditahan di Iran Setelah Rezim Khamenei Meluncurkan Penumpasan Gerakan Aksi Protes
Sekitar 10.600 orang telah ditahan, menurut laporan sebuah kelompok hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat. Laporan ini menyatakan jumlah korban tewas dan penangkapan kemungkinan besar akan terus bertambah setelah rezim Khamenei muluncurkan penumpasan terhadap demonstran
Etindonesia. Sejumlah kelompok HAM menyebut bahwa ratusan orang telah tewas dalam demonstrasi massal yang mengguncang Iran dalam beberapa pekan terakhir, sementara ribuan lainnya ditahan.
Setidaknya 192 demonstran tewas sejak gelombang protes massal dimulai, menurut kelompok Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia pada 11 Januari. Kelompok ini menyatakan bahwa berdasarkan “laporan-laporan yang belum terverifikasi”, jumlah korban tewas bisa mencapai ratusan, bahkan lebih dari 2.000 orang sejauh ini.
“Akibat internet mati total dan pembatasan ketat terhadap akses informasi, verifikasi independen menjadi tantangan yang sangat serius dalam situasi saat ini,” kata organisasi tersebut.
Sementara itu, kelompok berbasis di Amerika Serikat Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan pada 11 Januari bahwa sedikitnya 538 orang telah tewas dalam penindasan pemerintah terhadap protes nasional.
Dari jumlah itu, 490 korban adalah demonstran dan 48 lainnya anggota pasukan keamanan rezim. Sekitar 10.600 orang telah ditahan, dan HRANA menegaskan bahwa angka korban tewas dan penangkapan masih akan meningkat.
The Epoch Times menyatakan belum dapat memverifikasi laporan-laporan tersebut secara independen. Hingga kini, rezim Iran belum merilis angka resmi mengenai jumlah korban tewas maupun mereka yang ditahan.

Iran State TV via AP
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 11 Januari menuduh kelompok-kelompok luar negeri telah menghasut perpecahan, memfasilitasi kerusuhan, dan mendorong kekacauan umum di dalam negeri. Ia juga mengklaim memberikan sinyal bahwa rezim bersedia berbicara dengan sebagian demonstran.
“Kami telah mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah mereka dengan segala pendekatan yang memungkinkan… itulah sebabnya kami melakukan pembicaraan dengan mereka setiap hari,” ujar Pezeshkian, menurut kantor berita pemerintah Tasnim.
Dalam pidatonya kepada generasi muda Iran, Pezeshkian memperingatkan agar mereka “tidak tertipu oleh para perusuh dan teroris ini”, seraya mengatakan bahwa individu-individu tersebut “telah dilatih”, sebagaimana dikutip media pemerintah PressTV.

Iranian State TV via AP
Terdapat laporan dari dalam negeri bahwa sejumlah bangunan, termasuk masjid dan gedung pengadilan, dibakar di tengah kerusuhan. Namun The Epoch Times juga belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Protes dimulai pada 28 Desember 2025, dipicu oleh runtuhnya nilai rial Iran yang kini diperdagangkan di atas 1,4 juta rial per 1 dolar AS, ketika perekonomian Iran terjepit oleh sanksi internasional, sebagian diberlakukan karena program nuklirnya. Protes kemudian meningkat dan berkembang menjadi seruan langsung yang menantang rezim teokratis Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungannya kepada para demonstran melalui media sosial:
“Iran sedang menatap KEBEBASAN, mungkin seperti belum pernah sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu!!!”
“Iran berada dalam masalah besar,” kata Trump kepada wartawan pada 9 Januari.
“Sepertinya rakyat telah mengambil alih sejumlah kota—sesuatu yang bahkan beberapa minggu lalu dianggap mustahil. Kami mengamati situasi ini dengan sangat cermat.
“Saya telah menyatakan dengan sangat tegas bahwa jika mereka mulai membunuh rakyat seperti yang pernah mereka lakukan di masa lalu, kami akan terlibat… Itu tidak berarti mengirim pasukan darat, tetapi berarti memukul mereka sangat keras di titik yang paling menyakitkan.”
Pernyataan Trump disampaikan sekitar sepekan setelah militer AS melancarkan operasi di Venezuela, sekutu Iran, yang menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro atas tuduhan perdagangan narkoba.
Sekitar enam tahun lalu, Trump memerintahkan serangan militer AS yang menewaskan komandan tinggi Iran Qassem Soleimani, yang oleh pemerintahannya disebut sebagai pendukung utama serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
Pada musim panas lalu, militer AS dan Israel juga melancarkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas yang terkait dengan program nuklir Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan rentetan rudal ke pangkalan udara AS di Qatar, tanpa korban jiwa.
Sejumlah pejabat Iran kemudian menyatakan bahwa Iran dapat menyerang Israel atau Amerika Serikat. Dalam pidato parlemen, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf bahkan melontarkan ancaman langsung terhadap kedua negara tersebut.
“Jika terjadi serangan terhadap Iran, maka wilayah pendudukan dan seluruh pusat militer Amerika—pangkalan dan kapal-kapalnya di kawasan—akan menjadi target sah kami,” ujar Qalibaf.
“Kami tidak membatasi diri untuk hanya bereaksi setelah serangan terjadi, dan akan bertindak berdasarkan setiap tanda objektif ancaman.”
Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini.
Kesuksesan Adalah Melakukan Hal Sederhana Secara Berulang
EtIndonesia. Seorang maestro penjualan yang sangat terkenal akan segera mengakhiri karier panjangnya di dunia pemasaran. Atas undangan asosiasi industri dan berbagai kalangan masyarakat, dia dijadwalkan menyampaikan pidato perpisahan kariernya di stadion terbesar di kota tersebut.
Hari itu, gedung dipenuhi penonton hingga tidak ada satu kursi pun yang tersisa. Semua orang menunggu dengan penuh antusias dan rasa penasaran—menantikan pidato dari salah satu tenaga penjualan terbesar di zaman ini.
Ketika tirai perlahan dibuka, tampak di tengah panggung sebuah bola besi raksasa yang digantung. Demi menopang bola besi itu, dibangunlah rangka besi yang tinggi dan kokoh.
Di tengah tepuk tangan meriah, seorang pria tua berjalan keluar ke panggung. Dia berdiri di sisi rangka besi, mengenakan pakaian olahraga berwarna merah dan sepatu kanvas putih.
Para penonton memandangnya dengan heran. Tak seorang pun tahu apa yang akan dia lakukan.
Tak lama kemudian, dua orang staf membawa sebuah palu besi besar dan meletakkannya di depan pria tua itu.
Pembawa acara lalu berkata kepada penonton: “Silakan dua orang yang bertubuh kuat naik ke atas panggung.”
Banyak anak muda langsung berdiri. Dalam sekejap, dua orang tercepat sudah berada di atas panggung.
Pria tua itu lalu menjelaskan aturan singkat kepada mereka: mereka diminta menggunakan palu besar tersebut untuk memukul bola besi yang tergantung, sampai bola itu bisa berayun.
Seorang pemuda segera mengambil palu besar itu. Dia mengambil ancang-ancang, mengangkat palu dengan seluruh tenaga, lalu menghantam bola besi tersebut sekuat mungkin.
“Braaak!”
Suara benturan terdengar sangat keras, tetapi bola besi itu sama sekali tidak bergerak. Pemuda itu terus memukul—bertubi-tubi—hingga akhirnya terengah-engah kelelahan.
Pemuda kedua pun tidak mau kalah. Dia mengambil palu besar itu dan memukul bola besi hingga berbunyi nyaring berkali-kali. Namun hasilnya sama: bola besi tetap tak bergeming.
Sorak-sorai penonton perlahan mereda. Orang-orang mulai yakin bahwa usaha itu sia-sia. Mereka menunggu penjelasan dari pria tua itu.
Suasana stadion kembali tenang.
Saat itulah pria tua itu mengeluarkan sebuah palu kecil dari saku jasnya. Dengan sangat serius, dia menghadap bola besi raksasa itu, lalu memukulnya pelan: “Ting.”
Dia berhenti sejenak.
Lalu memukul lagi: “Ting.”
Ia terus melakukan hal yang sama—satu pukulan kecil, lalu berhenti sejenak—berulang-ulang.
Sepuluh menit berlalu.
Dua puluh menit berlalu.
Stadion mulai gaduh. Penonton meluapkan ketidaksabaran mereka dengan teriakan, gerakan, bahkan ada yang mulai mencaci. Namun pria tua itu tetap bekerja dengan ritmenya sendiri—satu ketukan kecil, lalu berhenti. Seolah-olah dia sama sekali tidak mendengar keributan di sekitarnya.
Sebagian penonton mulai meninggalkan stadion dengan kesal. Kursi-kursi kosong pun bermunculan. Mereka yang tersisa pun akhirnya kelelahan berteriak, dan suasana perlahan menjadi hening kembali.
Sekitar menit keempat puluh, seorang perempuan yang duduk di barisan depan tiba-tiba berteriak: “Bola itu bergerak!”
Sekejap, seluruh stadion terdiam. Semua mata tertuju pada bola besi itu. Benar saja—bola tersebut mulai berayun, sangat kecil, nyaris tak terlihat jika tidak diperhatikan dengan saksama.
Pria tua itu tetap memukul dengan palu kecilnya—satu demi satu. Kini semua orang seakan bisa mendengar jelas bunyi ketukan kecil itu.
Sedikit demi sedikit, ayunan bola besi semakin besar, semakin tinggi. Kekuatan dahsyat dari bola raksasa yang bergerak itu mengguncang batin setiap orang yang hadir.
Akhirnya, stadion pun meledak oleh tepuk tangan yang gemuruh.
Di tengah tepuk tangan itu, pria tua berbalik badan, perlahan memasukkan palu kecil tersebut kembali ke dalam sakunya.
Lalu dia berbicara—hanya satu kalimat: “Jika di jalan menuju kesuksesan kamu tidak sabar menunggu keberhasilan datang, maka seumur hidupmu kamu harus bersabar menghadapi kegagalan.”
Hikmah cerita
Kesuksesan sejati lahir dari proses: mengulang — mencipta — meningkatkan — mengulang kembali — mencipta lagi — lalu terus mengulang.
Hal-hal besar tidak selalu tercipta dari tindakan besar. Sering kali, justru ketekunan melakukan hal sederhana secara konsisten yang pada akhirnya mengguncang dunia.(jhn/yn)
Israel Melancarkan Serangan Udara ke Gaza Sebagai Tanggapan Serangan Roket yang Diluncurkan Kelompok Militan
EtIndonesia. Israel pada Kamis (8 Januari) melancarkan beberapa serangan udara ke Jalur Gaza, sedikitnya menewaskan 11 warga Palestina. Sasaran serangan udara tersebut meliputi sejumlah militan Hamas, lokasi peluncuran roket, serta apa yang disebut sebagai “infrastruktur teroris”.
Sebelumnya, sebuah roket ditembakkan dari Kota Gaza ke arah Israel, namun tidak mengenai sasaran dan justru jatuh di dekat sebuah rumah sakit di Gaza. Militer Israel pun menuduh Hamas telah melanggar perjanjian gencatan senjata.
Perjanjian gencatan senjata Gaza yang dicapai pada Oktober tahun lalu hingga kini masih berada pada tahap pertama.
Saat itu, pertempuran berskala besar dihentikan, Israel menarik pasukannya dari kurang dari setengah wilayah Gaza, sementara Hamas membebaskan sandera sebagai imbalan atas pembebasan warga Palestina yang ditahan dan para tahanan.
Pejabat Israel menyatakan bahwa sebelum Hamas mengembalikan jenazah terakhir warga Israel yang masih ditahan, Israel tidak akan memasuki tahap berikutnya dari gencatan senjata, serta tidak akan membuka perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir.
Meski kedua belah pihak saling menuduh melanggar kesepakatan, Trump menyatakan harapannya agar perjanjian dapat memasuki tahap kedua, yang akan mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel lebih lanjut, serta pembentukan “Komite Perdamaian Gaza” untuk membantu rekonstruksi Gaza.
Mantan Utusan PBB Timur Tengah Bertemu Petinggi Palestina–Israel untuk Mendorong Gencatan Senjata
Mantan utusan khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, yang diperkirakan akan mewakili komite tersebut dalam operasinya di lapangan, pada Jumat bertemu dengan pejabat tinggi Otoritas Palestina Hussein al-Sheikh di Ramallah. Keduanya membahas “situasi Gaza, cara mendorong tahap kedua, serta bagaimana melaksanakan rencana Trump”.
Menurut seorang pejabat AS, Trump diperkirakan akan mengumumkan daftar anggota komite tersebut bulan ini, bahkan paling cepat bisa dilakukan minggu depan.
Mladenov pada Kamis juga bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah penasihat senior di Yerusalem. Kantor Netanyahu kembali menegaskan posisi Israel: Hamas harus dilucuti persenjataannya, Gaza harus didemiliterisasi, sejalan dengan rencana Trump. (Hui)
Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, Amerika Serikat.
AS Perluas Serangan terhadap Kartel Narkoba Meksiko, Beralih dari Jalur Laut ke Operasi Darat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperluas operasi penindakan terhadap kartel narkoba Meksiko. Trump menegaskan bahwa AS telah berhasil mencegat hampir seluruh penyelundupan narkoba melalui jalur laut, dan selanjutnya akan memusatkan upaya pada jalur darat. Menanggapi hal ini, Presiden Meksiko pada Jumat (9 Januari) segera memberikan respons dengan menyatakan akan berkomunikasi langsung dengan pihak AS melalui Menteri Luar Negeri guna memperkuat koordinasi bilateral.
EtIndonesia. Pada Kamis (8 Januari), Presiden Trump dalam wawancara eksklusif dengan pembawa acara Fox News, Sean Hannity, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mencegat 97% narkoba yang masuk melalui jalur laut, dan kini saatnya menindak kartel narkoba melalui jalur darat.
Presiden AS Donald Trump berkata: “Kartel narkoba menguasai Meksiko.” “Mereka menyebabkan kematian 250.000 hingga 300.000 orang setiap tahun di negara kita.”
Setelah militer AS menangkap diktator Venezuela, Nicolás Maduro, Trump juga mengeluarkan peringatan kepada sejumlah negara Amerika Latin. Ia pada tanggal 4 Januari menyatakan bahwa tindakan nyata harus diambil untuk menangani masalah narkoba di Meksiko.
Pihak Meksiko memiliki pandangan berbeda terkait usulan Amerika Serikat untuk melakukan penindakan terhadap kartel narkoba di wilayah Meksiko. Namun pada Jumat, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah AS.
Presiden Meksiko Sheinbaum mengatakan: “Kemarin saya telah meminta Menteri Luar Negeri Juan Ramón de la Fuente untuk langsung menghubungi Menteri Luar Negeri AS, yaitu kepala Departemen Luar Negeri. Jika perlu, saya juga akan berbicara langsung dengan Presiden Trump, guna memperkuat koordinasi bilateral dalam kerangka kerja yang telah berulang kali kami sampaikan.”
Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung apa yang disebut sebagai “Doktrin Donroe” , istilah yang diciptakan oleh sebagian pendukungnya untuk menggambarkan gaya kebijakan luar negerinya. Konsep ini terinspirasi dari “Doktrin Monroe” dalam sejarah Amerika Serikat, dengan gagasan dasar menjaga keamanan kawasan.
Trump berkata: “Sangat sederhana. Kami tidak ingin narkoba membanjiri negara kami. Kami tidak ingin orang-orang jahat masuk ke negara kami, seperti yang terjadi selama empat tahun terakhir (masa pemerintahan Biden).”
Sejak dimulainya masa jabatan kedua Trump, pemerintah AS terus memperkuat langkah-langkah pemberantasan narkoba, termasuk menetapkan kelompok kriminal Meksiko sebagai organisasi teroris.
Seorang pejabat yang mengetahui situasi tersebut menyebutkan bahwa penyelundupan narkoba melalui laut hampir sepenuhnya telah terputus, sehingga fokus operasi kini dialihkan ke jalur darat. Namun, Trump tidak menjelaskan kapan tepatnya operasi darat terhadap kartel narkoba akan dimulai. (Hui)
Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, Amerika Serikat.
Kebakaran Hutan di Australia Menghanguskan Lebih dari 300.000 Hektar, Victoria Mendeklarasikan Keadaan Darurat
Suhu udara di negara bagian Victoria, Australia tenggara, pekan ini melonjak hingga melampaui 40 derajat Celsius. Ditambah hembusan angin panas, kebakaran hutan pun berkobar dengan hebat. Luas kawasan hutan yang terbakar telah melebihi 300.000 hektare, ratusan bangunan hangus, sekitar 38.000 rumah tangga dan tempat usaha mengalami pemadaman listrik. Pemerintah negara bagian Victoria pada Sabtu (10 Januari) mengumumkan status bencana.
EtIndonesia. Kondisi kebakaran di Victoria pekan ini merupakan cuaca kebakaran terparah sejak kebakaran hutan “Musim Panas Hitam” (Black Summer) pada 2019–2020. Saat itu, kebakaran melalap area seluas wilayah Turki dan menewaskan 33 orang.
Pihak berwenang menyatakan pada pagi hari ini bahwa masih terdapat 10 kebakaran besar yang terus berkobar di Victoria. Setidaknya 130 bangunan telah hancur, termasuk rumah tinggal dan gudang. Sekitar 38.000 rumah dan tempat usaha masih tanpa aliran listrik.
Salah satu kebakaran paling merusak terjadi di dekat Longwood, dengan area terdampak hampir 150.000 hektare. Komisaris Manajemen Darurat, Tim Wiebusch, mengatakan: “Perlu diperhatikan bahwa banyak dari kebakaran besar ini masih akan terus membakar selama beberapa hari ke depan.”
Demi melindungi keselamatan jiwa masyarakat, Gubernur Negara Bagian Victoria, Jacinta Allan mengumumkan status bencana dan memberikan kewenangan darurat kepada petugas pemadam kebakaran, termasuk hak untuk melakukan evakuasi paksa. (Hui)
Sumber : NTDTV.com
Seorang Siswa Laki-laki di Chongqing, Tiongkok Dipukuli dan Terluka Setelah Dipaksa Mencukur Rambutnya Hingga Didenda 10 Yuan
Sebuah sekolah menengah negeri di Chongqing memaksa para siswa untuk mencukur rambut dan menarik biaya. Seorang siswa laki-laki dipukuli oleh tiga guru pria karena melakukan perlawanan, lalu tetap dipaksa dicukur. Setelah orang tua melapor ke polisi, akibat tekanan tinggi yang mereka terima, mereka terpaksa menyelesaikan kasus ini secara “damai” di luar jalur hukum.
EtIndonesia. Pada 7 Januari, beredar di internet sejumlah video yang memperlihatkan sebuah bangku plastik biru diletakkan di bawah gedung pengajaran. Di sampingnya, seorang siswa laki-laki dijatuhkan ke tanah dan ditekan paksa oleh beberapa guru pria.
Seorang pria lain memegang alat cukur dan mencukur rambut siswa tersebut secara paksa. Siswa itu berjuang keras melawan, sementara para guru menarik topinya, mencekik lehernya, dan menekannya dengan kekuatan. Di sekitar lokasi serta di koridor lantai atas, banyak siswa berseragam sekolah menonton kejadian tersebut.
Menurut laporan media daratan Tiongkok, insiden itu terjadi di SMA Negeri Pertama Dianjiang (Chongqing Dianjiang No. 1 Middle School). Sekolah ini terletak di Kabupaten Dianjiang, Kota Chongqing, dan merupakan salah satu sekolah menengah negeri unggulan di Chongqing.
Berdasarkan pengakuan warganet setempat, sekolah tersebut mewajibkan siswa mencukur rambut dan mengenakan biaya sebesar 10 yuan per orang. Seorang siswa laki-laki menolak dicukur, lalu ditekan ke tanah oleh tiga guru pria dan ditendang hingga terluka.
1月7日,重庆垫江一中,学校强制给学生剃头,10元一次。一名学生因拒绝剃头,被三名体育老师按倒在地并用脚踢伤。事后,学校逼迫被打学生家长签了谅解书,使得本已被抓的老师被释放。学生们不服,在网路上发帖求租,但相关信息却被迅速删除。 pic.twitter.com/IKYAAsRj3d
— 昨天 (@YesterdayBigcat) January 8, 2026
Setelah video terkait beredar luas di internet, opini publik pun gempar. Dengan dukungan warganet, siswa dan orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke polisi, dan guru yang memukuli sempat ditangkap. Namun kemudian orang tua siswa mendapat tekanan untuk menandatangani “surat perdamaian”, sehingga guru yang ditangkap pun segera dibebaskan.
Menurut pengakuan siswa di sekolah tersebut, saat itu seorang siswa bermarga Jiang hanya mengatakan di kelas, “Saya tidak mau potong.” Seorang guru langsung menekan kepalanya dengan keras hingga membentur meja. Tiga guru kemudian menekannya ke lantai dan memukulinya sampai sudut mulutnya berdarah dan ia hampir pingsan.
Setelah itu, beberapa guru mengangkatnya keluar kelas “seperti babi” untuk dicukur rambutnya secara paksa, lalu melemparkannya ke ruang peralatan dan “mengurungnya”. Siswa tersebut mengalami luka akibat tendangan dan sempat dirawat di rumah sakit. Orang tuanya melapor ke polisi, tetapi tetap dipaksa “berdamai”. Guru yang memukuli disebut “masuk pagi, sore sudah keluar”.
Banyak siswa dari sekolah-sekolah lain merasa marah dan tidak terima, lalu memposting permintaan bantuan di internet. Namun, informasi terkait dengan cepat dihapus. Siswa yang mengunggah video mendapat “sanksi”, dan siswa dari sekolah-sekolah sekitar juga ditekan agar “tidak menyebarkan” informasi.
Pada 8 Januari, pihak sekolah terkait menanggapi media dengan menyatakan bahwa siswa tersebut “gaya rambutnya tidak sesuai ketentuan”. Selanjutnya, sekolah mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa guru bagian pendidikan moral telah “menangani siswa dengan cara yang tidak pantas terkait rambut yang diwarnai atau dikeriting”, dan telah diberikan “kritik dan pembinaan”, diperintahkan untuk “meminta maaf secara langsung kepada siswa dan orang tuanya”, serta “telah memperoleh pengertian” dari pihak keluarga.
Namun, berdasarkan video yang beredar di internet, siswa tersebut hanya terlihat memiliki rambut yang agak panjang dan tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda rambut diwarnai atau dikeriting.
Warganet pun meluapkan kemarahan mereka lewat komentar:
“Sekolah ini seperti lembaga kekerasan, mirip wilayah Myanmar utara,”
“Hari ini bisa memaksa potong rambut, besok bisa memaksa mengambil organ tubuh siswa,”
“Dulu Dinasti Qing berkata ‘pertahankan rambut berarti kehilangan kepala’, sekarang ‘tidak mau dicukur berarti dipukuli’,”
“Sistem penjara dimasukkan ke kampus, sejak kecil dilatih untuk terbiasa dipenjara,”
“Inilah Partai Komunis yang jahat, rezim preman.”
Chen Zhenjin – NTDTV.com
Kebakaran Hutan Tiba-tiba di Shenzhen, Tiongkok, Berlangsung Selama Hampir 6 Jam, Rekaman Kejadian Dirilis
EtIndonesia. Kebakaran hutan mendadak terjadi di Distrik Pingshan, Kota Shenzhen, Guangdong, Tiongkok pada 8 Januari 2026 sore. Api di lokasi berkobar hebat disertai kepulan asap tebal dan terus menyala selama hampir 6 jam.
Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa pada sore hari itu, kebakaran hutan terjadi di wilayah administrasi Subdistrik Shijing, Distrik Pingshan, Shenzhen. Titik api berada di dekat Universitas Teknologi Shenzhen, di perbatasan antara Shenzhen dan Huizhou.
Mahasiswa Universitas Teknologi Shenzhen mengatakan bahwa sekitar pukul 16.00 sore, mereka melihat nyala api di pegunungan kejauhan dari dalam kampus. Di area kampus juga terus terdengar sirene mobil pemadam kebakaran. Api tidak kunjung padam, dan asap tebal menyelimuti lokasi.
Sejumlah warganet yang pulang kerja sempat merekam kejadian tersebut. Mereka menyebutkan bahwa kebakaran di kawasan Lembah Sungai Shixi sangat hebat dan hampir menjalar ke tepi jalan raya. Salah satu sisi jalan bahkan telah ditutup. Saksi mata lainnya mengatakan bahwa api cukup besar pada sore hari, namun pada malam hari kekuatannya jelas melemah.
Seorang saksi bermarga Li mengatakan bahwa kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 16.00. Setelah petugas pemadam berhasil memadamkan api di kaki gunung, api justru tiba-tiba muncul dan menyala di puncak gunung. Hingga sekitar pukul 21.00 malam, kebakaran di lokasi pada dasarnya telah berhasil dikendalikan.
Setelah kejadian, pengendalian lalu lintas diberlakukan di sekitar Jalan Lantian, Subdistrik Shijing. Penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui.
Pada 8 Januari malam, Biro Manajemen Darurat Distrik Pingshan, Shenzhen, mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa pada 8 Januari pukul 15.55, terjadi kebakaran hutan di Subdistrik Shijing, Distrik Pingshan. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.50 hari yang sama, dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. (Hui)
Sumber : NTDTV.com
Rakyat Iran dengan Marah Merobek Potret Khamenei, Menghancurkan Patung Soleimani
EtIndonesia. Gelombang perlawanan rakyat Iran terhadap rezim Khamenei pada Kamis (8 Januari) terus meluas. Pasukan keamanan bahkan menembaki massa untuk menindas protes. Namun, di banyak tempat muncul fenomena polisi berbalik arah atau bahkan mundur dari lokasi.
Para pengunjuk rasa merobek bendera nasional, menurunkan dan menghancurkan potret diktator Ali Khamenei, serta merusak patung Qasem Soleimani—tokoh yang disebut sebagai pemimpin organisasi teroris.
Saat ini, protes telah menyebar ke 31 provinsi, dengan sedikitnya 38 orang tewas dan lebih dari 2.200 orang ditangkap. Selain itu, Australia telah menutup kedutaannya, sementara India memperingatkan warganya agar segera meninggalkan Iran. Analisis di kalangan masyarakat menilai bahwa perubahan besar di Iran sudah di depan mata.

Gelombang Demonstrasi Menyapu Iran, Warga Murka Merobek Potret Diktator
Pada Rabu (7 Januari), di Karaj—kota terbesar keempat di Iran—warga yang marah terlibat bentrokan sengit dengan pasukan keamanan. Hingga larut malam, api masih berkobar di jalan-jalan, disertai suara ledakan keras yang terus terdengar.
Video lain memperlihatkan pasukan keamanan Iran melakukan penindasan brutal terhadap para demonstran dan langsung menembaki kerumunan. Suara tembakan bercampur dengan teriakan slogan para demonstran, suasananya bak medan perang.
Namun, pemandangan yang sangat berbeda terjadi di Provinsi Lorestan. Polisi terlihat melambaikan tangan kepada massa dan menarik diri sepenuhnya. Hingga kini, di berbagai wilayah Iran muncul kasus polisi menolak menindas rakyat, bahkan sebagian anggota pasukan keamanan berpihak dan bergabung dengan para demonstran.
Di Mashhad, kota terbesar kedua Iran, para demonstran yang marah menurunkan bendera nasional Iran dan merobeknya menjadi dua. Banyak yang meneriakkan slogan: “Robek bendera!” dan “Hidup Raja!”
Selain itu, warga yang marah menurunkan dan merobek potret diktator Iran, Ali Khamenei, yang dipasang di jalan-jalan.
Patung Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds yang tewas akibat serangan militer AS, juga ditarik roboh dan dihancurkan di tengah sorak-sorai massa.
Di Kota Rasht, Iran barat laut, massa besar turun ke jalan sambil meneriakkan: “Kita tidak perlu takut, kita bersatu!”
Menurut laporan US-based Human Rights Activists News Agency, hingga Rabu, gelombang protes yang telah berlangsung 11 hari ini telah menyebar ke 31 dari 34 provinsi Iran. Setidaknya 348 lokasi mengalami aksi protes, termasuk demonstrasi di 111 kota dan 45 universitas, disertai berbagai bentuk perlawanan seperti pawai, mogok kerja buruh, dan penutupan toko.
Saat ini, penindasan brutal oleh otoritas Iran telah menyebabkan sedikitnya 38 orang tewas dan lebih dari 2.200 orang ditangkap.
Pada Rabu, Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Dinasti Pahlavi yang hidup di pengasingan, menyampaikan pidato melalui media sosial. Ia mengatakan bahwa pemerintah Iran bersiap kembali memutus akses internet. Namun, karena layanan Starlink yang disediakan oleh Elon Musk telah beroperasi di Iran, pemerintah mungkin tidak dapat sepenuhnya mematikan jaringan.
Reza Pahlavi berkata: “Namun jika rezim ini bersikeras memutus internet, tindakan itu sendiri akan menjadi pemicu bagi rakyat untuk turun ke jalan melawan tirani. Dengan cara ini, kalian akan kembali memaku paku ke peti mati rezim ini. Kemenangan pasti milik kalian! Hidup Iran!”
Pada Rabu, demi meredam kemarahan publik, pemerintah Iran mengusulkan pemberian kupon subsidi sebesar 7 dolar AS per bulan kepada warga. Namun, aksi protes justru semakin meluas dan intens.
Kabar AS–Israel Siap Menyerang, Menlu Iran Berusaha Tenang: Kami Siap
Sumber-sumber menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tengah bersiap melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran. Puluhan pesawat pengisian bahan bakar udara dan pesawat angkut militer berat AS telah lepas landas dari wilayah Amerika dan pangkalan udara di Inggris untuk berkumpul di kawasan Timur Tengah. Namun, kabar ini belum dikonfirmasi secara resmi.
Menteri Luar Negeri Iran pada Kamis menyatakan bahwa, menghadapi kemungkinan serangan militer baru dari Israel dan AS, Iran telah siap menghadapi perang, namun tetap terbuka untuk perundingan.
Australia Tutup Kedutaan di Iran, Desak Warga Segera Evakuasi
Selain itu, pemerintah Australia mengumumkan bahwa Kedutaan Besar Australia di Iran telah menghentikan sementara operasinya dan mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Iran. Pemerintah India juga mengeluarkan peringatan perjalanan dan menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Iran. (Hui)
Laporan komprehensif oleh reporter New Tang Dynasty Television, Zhao Fenghua
