Aksi Protes Melanda Seluruh Iran Seiring Seruan Rakyat untuk Martabat dan Perubahan

Aksi protes rakyat di Iran dalam beberapa hari terakhir terus meningkat. Demonstrasi dan pemogokan telah menyebar ke sebagian besar kota di seluruh negeri, bahkan dua kota di wilayah barat Iran dilaporkan telah dikuasai para pengunjuk rasa. Para analis menilai, gerakan ini berbeda dari gelombang protes sebelumnya dan mencerminkan kerinduan mendalam masyarakat Iran akan martabat dan kebebasan.

EtIndonesia. Meskipun otoritas Iran meningkatkan tindakan represif—menggunakan gas air mata, senapan peluru karet, dan kekerasan terhadap para demonstran—rakyat Iran tetap melanjutkan aksi protes dan pemogokan, yang kini telah meluas ke puluhan kota di seluruh negeri.

Kelompok oposisi menyatakan bahwa para demonstran telah sepenuhnya menguasai dua kota di Iran barat, yakni Kota Abdanan dan Kota Malekshah, yang terletak dekat perbatasan Irak. Warga turun ke jalan merayakan kemenangan tersebut sambil meneriakkan slogan-slogan menentang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Di Provinsi Ilam, sejumlah saksi mata mengatakan bahwa aparat berusaha menangkap demonstran yang terluka, bahkan sampai melepaskan gas air mata di dalam rumah sakit. 

Gambar yang beredar di internet memperlihatkan seorang perempuan memegang poster yang secara langsung meminta bantuan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan tulisan: “Tolong jangan biarkan mereka membunuh kami.”

Presiden Trump sebelumnya telah menyampaikan peringatan kepada rezim Iran.

Presiden AS Donald Trump:  “Kami memantau perkembangan situasi ini dengan sangat saksama. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya, saya rasa mereka akan menghadapi serangan keras dari Amerika Serikat.”

Penerbit Epoch Times edisi bahasa Persia, Shahzadeh Ghanai, mengatakan bahwa otoritas Iran sebenarnya sangat memperhatikan pernyataan Trump.

Shahzadeh Ghanai:  “Di dalam negeri Iran, para pemimpin sangat memperhatikan setiap ancaman langsung dari Donald Trump dan pemerintahannya. Secara lahiriah mereka mungkin tampak tidak peduli, tetapi mereka ingat bahwa tindakan Trump di masa lalu sering kali sulit diprediksi.”

Ia menambahkan bahwa hal ini sangat penting bagi rakyat Iran.

Shahzadeh Ghanai:  “Rakyat Iran merasakan bahwa kali ini mereka mendapat dukungan dari pemerintah Amerika Serikat. Pesan yang sampai kepada para pengunjuk rasa memberi mereka ketenangan psikologis, membuat mereka merasa tidak sepenuhnya diabaikan.”

Ghanai menilai gelombang protes kali ini berbeda dari sebelumnya dalam berbagai aspek. Salah satu faktor kunci adalah bergabungnya para pedagang di Bazar Besar Teheran—sebuah langkah yang jarang terjadi. Kelompok ini selama ini dikenal sangat konservatif dan biasanya menghindari keterlibatan dalam gejolak politik.

Shahzadeh Ghanai:  “Dalam kondisi normal, mereka tidak banyak ikut campur. Mereka dianggap sebagai salah satu kelompok paling konservatif di Iran, dan Bazar Besar adalah pusat perdagangan terbesar di negara ini.”

Ia juga mengatakan bahwa perbedaan lainnya adalah semakin besarnya dukungan publik terhadap putra mahkota Iran yang hidup di pengasingan, terutama di kalangan anak muda. Banyak orang turun ke jalan meneriakkan namanya sebagai bentuk dukungan terbuka.

Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, menyatakan kesediaannya memimpin pemerintahan transisi sebelum diadakannya referendum.

 “Selama bertahun-tahun, saya belum pernah melihat peluang sebesar ini muncul di Iran seperti sekarang,” katanya. 

Ghanai menambahkan bahwa suara-suara penentangan juga mulai muncul dari dalam sistem pemerintahan sendiri. Rezim kini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara sanksi dari pemerintahan Trump semakin memperberat tekanan ekonomi terhadap Iran.

Shahzadeh Ghanai:  “Mereka adalah rakyat yang cinta damai. Mereka tahu bahwa Republik Islam Iran tidak mewakili rakyat Iran yang sesungguhnya. Jika Anda pergi ke Iran, Anda akan menemukan bahwa orang Iran sangat ramah—saya bahkan berpendapat mereka adalah salah satu bangsa paling ramah di dunia. Mereka terkenal sangat hangat dan bersahabat terhadap para tamu. Namun, hal itu tidak tercermin dalam pemberitaan media. Karena itulah mereka ingin menjadikan Iran besar kembali dan memulihkan citra-citra indah tersebut.”

Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat telah mengerahkan 12 pesawat militer ke dua pangkalan di wilayah Inggris, memicu spekulasi apakah pesawat-pesawat tersebut akan digunakan jika situasi di Iran semakin memanas. (Hui)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Daniel Monahan dan Wang Yanjiao, dari Washington, D.C., Amerika Serikat.

Mengapa AS Menguasai Minyak Venezuela Sekarang? Jawabannya Mengarah ke Beijing

EtIndonesia. Kebijakan energi global mengalami perubahan besar setelah Menteri Energi AS, Chris Wright mengumumkan rencana Washington untuk mengambil alih pengendalian penjualan minyak mentah Venezuela secara tak terbatas, sekaligus menjualnya ke pasar internasional. Pernyataan ini disampaikan Wright dalam konferensi energi Goldman Sachs yang digelar di Miami, Florida, pada 7 Januari 2026.

Menurut Wright, AS akan terlebih dahulu memasarkan minyak Venezuela yang sudah tersimpan di fasilitas penyimpanan, kemudian melanjutkan penjualan produksi minyak negara itu tanpa batas waktu. Penjualan akan dilakukan oleh Pemerintah AS, dengan hasil pendapatan disetorkan ke rekening yang dikendalikan oleh Washington.

Wright menyatakan bahwa langkah ini dimaksudkan sebagai alat untuk mendorong perubahan politik dan ekonomi di Venezuela yang sedang bergejolak, sekaligus memberi manfaat tidak hanya bagi pasar energi global tetapi juga bagi rakyat Venezuela melalui aliran hasil penjualan tersebut.

Perubahan Arah Ekspor Minyak Venezuela

Sejak bertahun-tahun, Venezuela menjadi salah satu eksportir minyak utama ke Tiongkok, dengan estimasi sekitar 40% ekspor minyaknya ditujukan ke pasar Asia tersebut pada periode 2024–2025.

Namun kebijakan AS yang kini mengambil alih penjualan dan pengelolaan hasil penjualan minyak secara penuh berarti arus perdagangan minyak Venezuela akan berubah drastis. Wright menyatakan bahwa AS ingin menjual minyak Venezuela ke pasar global, termasuk kilang-kilangnya sendiri di AS, serta kepada pembeli internasional lain.

AS juga telah mencapai kesepakatan awal dengan pemerintah sementara Venezuela untuk mengekspor sekitar 30–50 juta barel minyak mentah Venezuela ke AS pada fase awal, senilai sekitar 1,8–2,8 miliar dolar. Hasil penjualan minyak tersebut akan dikendalikan oleh AS melalui rekening yang dikelola Washington terlebih dahulu.

Dampak Geopolitik dan Analisis Ahli

Menurut beberapa pengamat geopolitik, termasuk analis dan akademisi dari Eropa, langkah AS ini memiliki tujuan strategis besar untuk melemahkan pengaruh rival global, terutama Tiongkok, yang selama ini menjadi pembeli minyak Venezuela terbesar. Pengambilalihan aliran minyak Venezuela oleh Washington dinilai dapat mengurangi ketergantungan energi global Tiongkok terhadap Caracas serta memutus hubungan strategis antara Venezuela, Iran, Rusia, dan Partai Komunis Tiongkok. (Catatan: Laporan wawancara dari majalah L’Express seperti dikutip sebelumnya dalam pertanyaan pengguna.)

Para analis juga menekankan bahwa tujuan Pemerintah AS bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga termasuk perubahan internal rezim Venezuela dan restrukturisasi hubungan diplomatik energi global.

Reaksi Publik dan Komentar Netizen

Di media sosial dan platform diskusi internasional, pengumuman tentang kendali minyak Venezuela oleh AS memicu gelombang komentar satir dan kritik. Beberapa netizen menanggapi secara sarkastik dengan menyampaikan bahwa tindakan seperti itu akan membuat zona larangan terbang atau pembelaan udara Tiongkok tidak relevan. Ada pula komentar yang menyebut bahwa kemampuan militer Taiwan — dengan peralatan buatan AS — secara teori bisa melakukan operasi serupa, menciptakan suasana yang dipandang semakin kompleks dan menegangkan di arena geopolitik. 

Implikasi Lebih Luas

Langkah ini terjadi pada momen yang bersamaan dengan dukungan AS terhadap perubahan politik di Iran, serta sanksi yang dikenakan pada perusahaan energi besar Rusia seperti Lukoil dan Rosneft. Sanksi tersebut dipandang memperdalam tekanan terhadap hubungan energi antara Rusia dan Tiongkok, serta dapat memicu serangkaian sanksi lanjutan yang berpotensi menahan impor minyak China dari pasar energi Rusia.

Secara keseluruhan, keputusan AS untuk mengendalikan dan menjual minyak Venezuela secara tak terbatas mencerminkan pergeseran signifikan dalam peta geopolitik energi global, dengan kemungkinan dampak ekonomi, strategis, dan diplomatik jangka panjang yang masih akan terus berkembang.

Retaknya Benteng Terakhir Rezim Iran: Ketika Militer Tak Lagi Solid

EtIndonesia. Iran kini berada di ambang sebuah perubahan besar yang bersifat fundamental dan menentukan. Situasi yang berkembang di negara tersebut tidak lagi dapat dipandang sebagai aksi protes biasa atau bentrokan jalanan sporadis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Iran, Putra Mahkota Iran secara terbuka dan langsung menyerukan sikap kepada militer, kepolisian, dan seluruh aparat keamanan negara.

Pada 7 Januari 2026, Putra Mahkota Iran yang hidup dalam pengasingan di Amerika Serikat, Reza Pahlavi, merilis sebuah pernyataan video yang segera menyita perhatian dunia. Pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada komunitas internasional, melainkan secara eksplisit diarahkan kepada tentara Iran, kepolisian, dan pasukan keamanan.

Dalam pesannya, Reza Pahlavi menegaskan bahwa seragam militer dikenakan untuk melindungi Iran dan rakyatnya—bukan untuk mempertahankan sebuah rezim. Dia menyatakan bahwa para aparat kini berdiri di sebuah persimpangan sejarah yang tidak dapat dihindari, di mana pilihan yang diambil akan menentukan nasib pribadi sekaligus masa depan bangsa.

“Bukan Lagi Soal Apakah, Melainkan Kapan”

Putra Mahkota Iran menyampaikan peringatan yang sangat tegas: runtuhnya rezim, menurutnya, bukan lagi persoalan “apakah”, melainkan “kapan”. Dia menekankan bahwa waktu tersebut kini jauh lebih dekat dibandingkan sebelumnya.

Dalam pernyataannya, dia memperingatkan bahwa setiap aparat yang terus menembaki rakyat akan dikenali dan dimintai pertanggungjawaban di masa depan. Sebaliknya, mereka yang memilih berpihak kepada rakyat dan negara akan dilindungi serta dikenang oleh sejarah Iran.

Retaknya Soliditas Aparat Keamanan

Selama sepuluh hari terakhir, jutaan warga Iran dilaporkan turun ke jalan di lebih dari seratus kota. Namun, terdapat satu perubahan signifikan yang menjadi sorotan para analis: penindasan brutal yang biasanya menyertai demonstrasi besar tidak lagi terjadi secara merata.

Di berbagai wilayah, warga menyaksikan aparat militer dan polisi bersikap pasif, bahkan tidak bergerak sama sekali. Dalam sistem kekuasaan Iran yang sangat bergantung pada loyalitas militer, fenomena ini dipandang sebagai sinyal berbahaya yang menunjukkan mulai terjadinya retakan serius dalam soliditas internal aparat keamanan.

“Platform Kerja Sama Nasional” dan Jalur Aman Pembelotan

Reza Pahlavi menegaskan bahwa seruannya bukan sekadar pernyataan moral. Dia mengungkapkan bahwa sejak enam bulan lalu telah dibangun sebuah sistem yang disebut “Platform Kerja Sama Nasional”—sebuah jalur aman bagi tentara, pejabat pemerintah, dan anggota parlemen untuk menyatakan kesetiaan kepada negara, bukan kepada rezim.

Menurutnya, hingga kini puluhan ribu orang telah mendaftarkan diri melalui platform tersebut, mencerminkan besarnya keresahan internal di tubuh pemerintahan Iran.

Dalam wawancara lanjutan dengan Fox News, Reza Pahlavi menegaskan bahwa tanpa kerja sama diam-diam dari militer, transisi kekuasaan yang stabil pasca runtuhnya rezim tidak mungkin terwujud. Dia juga memastikan bahwa jaringan ini tidak hanya melibatkan tentara, tetapi juga pejabat pemerintahan dan anggota parlemen aktif.

Selebaran Protes dan Simbol Internasional

Di sejumlah kota Iran, selebaran protes juga dilaporkan beredar luas dengan pesan berbunyi:

“Terima kasih Presiden Trump. Terima kasih Raja Pahlavi. Hidup Israel.”

Kemunculan pesan-pesan ini menandai perubahan signifikan dalam narasi perlawanan, yang kini semakin berani dan terbuka dalam mengekspresikan dukungan politik lintas negara.

Starlink Lumpuhkan Senjata Pemutusan Internet

Perkembangan penting lainnya turut mempersempit ruang gerak rezim Iran. Sejumlah saluran oposisi mengonfirmasi bahwa sistem komunikasi satelit Starlink telah dikerahkan secara luas di dalam Iran.

Dengan keberadaan jaringan satelit ini, apabila pemerintah memutus internet nasional—salah satu alat penindasan paling efektif selama ini—komunikasi dan koordinasi massa tetap dapat berjalan. Artinya, kemampuan rezim untuk mengisolasi dan memadamkan perlawanan rakyat kini mengalami pelemahan signifikan.

Protes Meluas, Bojnurd Bergabung

Gelombang protes terus meluas. Pada 7 Januari 2026, kota penting di timur laut Iran, Bojnurd, dilaporkan dilanda demonstrasi besar-besaran. Bergabungnya Bojnurd menandai bertambahnya kota-kota utama yang kini berada dalam pusaran perlawanan nasional.

Hingga saat ini, aksi protes telah memasuki hari ke-11, mencakup puluhan kota besar dan kecil, dengan skala yang terus meningkat.

Dimensi Regional: Serangan Israel di Lebanon Selatan

Pada hari yang sama, situasi semakin kompleks ketika Israel melancarkan serangan militer ke wilayah selatan Lebanon. Perkembangan ini membuat krisis Iran tidak lagi dipandang sebagai persoalan domestik semata, melainkan bagian dari dinamika geopolitik kawasan yang lebih luas.

“Saya Akan Kembali ke Iran”

Di akhir pernyataannya, Reza Pahlavi menyampaikan satu kalimat yang mengguncang: “Ketika waktunya tiba, saya akan kembali ke Iran, bersama para patriot, untuk ikut dalam pertempuran terakhir.”

Analisis: Militer Menjadi Penentu Segalanya

Sejumlah analis internasional menilai bahwa nasib Iran kini sepenuhnya bergantung pada pilihan militer. Ketika aparat mulai ragu, penindasan kehilangan efektivitas, dan pemutusan internet tak lagi ampuh, Iran dinilai telah memasuki sebuah fase baru yang tidak dapat diputar balik.

Dengan kombinasi perlawanan rakyat yang meluas, retaknya loyalitas aparat, serta melemahnya alat kontrol rezim, Iran kini berdiri di titik balik sejarah yang paling menentukan dalam beberapa dekade terakhir.

Kudeta Rakyat di Iran? Kota Industri Jatuh, Intelijen Dipenggal, Elite Mulai Retak

EtIndonesia. Situasi di Iran kian memburuk dan memasuki fase yang dinilai paling berbahaya sejak gelombang protes nasional meletus. Pada hari ke-11 aksi demonstrasi, pemerintah Iran dilaporkan kehilangan kendali atas setidaknya tiga kota, sementara pembelotan aparat, keterlibatan kelompok bersenjata, serta sinyal perpecahan elite kekuasaan semakin nyata.

Dua Kota Jatuh pada 6 Januari, Kota Ketiga Menyusul

Pada 6 Januari 2026, Pemerintah Iran secara berturut-turut kehilangan kendali atas Abdanan dan Malekshahi, dua kota di wilayah barat Iran. Sehari berselang, laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa kota ketiga—diduga Karaj—telah jatuh ke tangan demonstran.

Karaj memiliki arti strategis yang sangat besar. Kota ini merupakan ibu kota administratif Provinsi Alborz, kota satelit terbesar Teheran, pusat industri utama, serta simpul transportasi yang menghubungkan ibu kota dengan wilayah Laut Kaspia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa, hilangnya Karaj akan menjadi pukulan telak bagi stabilitas nasional Iran.

Pembelotan Aparat dan Eskalasi Bersenjata

Seiring meluasnya protes, sejumlah aparat kepolisian dan pasukan keamanan dilaporkan membelot ke pihak rakyat. Kelompok bersenjata yang sebelumnya bersikap netral kini mulai mengangkat senjata dan terlibat baku tembak langsung dengan pasukan pemerintah.

Pada saat yang sama, Tiongkok dan Rusia dilaporkan melakukan evakuasi darurat staf kedutaan mereka, sebuah langkah yang memperkuat dugaan bahwa situasi Iran telah melampaui level krisis domestik biasa.

Grand Bazaar Teheran Jadi Titik Didih Konflik

Hingga 7 Januari, Grand Bazaar Teheran masih menjadi pusat bentrokan. Video yang beredar luas memperlihatkan ribuan massa meneriakkan slogan anti-pemerintah, bahkan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap monarki dan Raja Iran.

Di kawasan Sar, para pemuda pendukung Dinasti Pahlavi menduduki ruang publik dan meneriakkan slogan “Matilah diktator”. Aparat keamanan merespons dengan gas air mata, namun gagal sepenuhnya membubarkan massa.

Demonstrasi besar juga pecah di:

  • Mashhad, kota besar di timur laut Iran
  • Naziabad, Teheran selatan, dengan ribuan warga memadati jalan
  • Aligudarz, Provinsi Lorestan, di mana puluhan ribu pendukung Pahlavi meneriakkan slogan “Ini adalah pertempuran terakhir” dan “Dinasti Pahlavi pasti akan kembali”

Militer Iran Bereaksi, Tapi Penindasan Terus Berlangsung

Pada 7 Januari, Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami menyatakan bahwa demonstrasi telah berubah menjadi “kerusuhan yang direkayasa musuh”. Dia menegaskan kesiapan tempur militer Iran saat ini lebih tinggi dibanding sebelum konflik Iran–Israel pada Juni 2025.

Namun di lapangan, fakta berkata lain. Di Kabupaten Larestan, Provinsi Fars, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan melepaskan tembakan massal ke arah demonstran sipil tak bersenjata.

Selain itu, IRGC mengaktifkan latihan pertahanan udara dan radar di Teheran, Shiraz, dan kota-kota besar lain—mengisyaratkan persiapan menghadapi pemberontakan internal sekaligus potensi serangan eksternal.

Serangan Balasan: Markas IRGC Diserang, Kepala Intelijen Dipenggal

Eskalasi berlanjut pada 7 Januari, ketika sebuah organisasi bersenjata Islam menyerang markas utama IRGC di Borujerd, Iran barat. Ini menandai pertama kalinya Garda Revolusi—pilar utama rezim—menjadi target langsung serangan bersenjata terorganisir.

Pada hari yang sama, Kepala Kepolisian Iranshahr, Hajighat, yang juga berperan sebagai pimpinan intelijen daerah, dilaporkan dipenggal oleh kelompok anti-rezim.

Sementara itu, Tentara Nasional Kurdistan mengeluarkan pernyataan bahwa pasukan internal memiliki hak bela diri yang sah, sebuah sinyal keras kemungkinan keterlibatan militer regional.

Sebuah video viral memperlihatkan perwira milisi Basij menolak menindas rakyat dan menyebut tanggal 8–9 Januari sebagai momen penentuan. Pesan ini menyebar luas di tengah masyarakat Iran.

Ulama Syiah Serukan Perlawanan Terbuka

Dalam perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seorang ulama Syiah menyampaikan pidato terbuka dalam bahasa Persia, menyerukan rakyat menggulingkan Ali Khamenei, memulihkan monarki, dan menyebut pemimpin tertinggi Iran sebagai akar seluruh penderitaan nasional.

Ancaman Pemutusan Internet, Starlink Disiapkan

Pada 7 Januari, sejumlah sumber di platform X mengungkapkan bahwa internet Iran akan diputus malam hari. Pemerintah dilaporkan telah memberi tahu penyedia layanan—indikasi persiapan tindakan represif besar-besaran.

Di saat yang sama, video menunjukkan satelit Starlink milik Elon Musk melintas di atas Iran.

Reza Pahlavi, dalam pernyataan tertanggal 7 Januari, menegaskan bahwa kehadiran rakyat hari ini adalah bentuk kesiapan menuju 8 Januari. Dia menegaskan, meski internet diputus, komunikasi akan tetap berjalan melalui ratusan ribu perangkat Starlink dan jaringan alternatif lainnya.

Sinyal Perang Besar Mulai Terlihat

Dalam 24 jam terakhir, Rusia mengirim tiga pesawat evakuasi untuk staf kedutaannya di Israel beserta keluarga. Australia juga mulai mengevakuasi warganya.

Situasi ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan perang besar di Timur Tengah. Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan Teheran bahwa penindasan brutal terhadap rakyat dapat memicu intervensi AS.

Presiden Iran Melarang Penindasan, Isyarat Perpecahan Elite

Namun pada 7 Januari, media resmi Iran menayangkan rapat kabinet di mana Masoud Pezeshkian memerintahkan aparat keamanan tidak menindas demonstran, kecuali jika keamanan nasional benar-benar terancam. Dia menekankan pembedaan antara demonstran damai dan perusuh.

Presiden juga dijadwalkan menyampaikan pidato nasional dalam beberapa hari ke depan. Di saat bersamaan, muncul laporan bahwa pemerintah menjanjikan subsidi 7 dolar AS per bulan per warga—langkah yang banyak dinilai sebagai tanda kepanikan dan perpecahan elite, mirip skenario Venezuela pasca-penangkapan Maduro.

Tekanan Global: Mossad, Rusia, dan Kapal Pesiar Ditahan

Dalam pesan terbuka yang mengejutkan, Mossad menyerukan militer Iran agar tidak mengandalkan rudal untuk menghadapi rakyat, bahkan menyindir agar peluncur rudal “dikembalikan ke gudang” dan memesan tiket satu arah ke Rusia.

Pada 7 Januari, militer AS menahan kapal pesiar bayangan berbendera Rusia di perairan antara Islandia dan Inggris. Kapal kedua, Bella One, ditahan di Karibia setelah pengejaran dua minggu. Rusia mengirim kapal perang dan kapal selam, namun tidak berani bertindak—sebuah penghinaan besar bagi Vladimir Putin.

Kesimpulan

Memasuki hari ke-11, krisis Iran telah berkembang dari demonstrasi ekonomi menjadi pemberontakan nasional multidimensi—melibatkan pembelotan militer, perang informasi, ancaman perang regional, dan tekanan global. Dunia kini menanti: apakah malam ini akan menjadi titik balik sejarah Iran?

AS Menarik Diri dari 66 Organisasi Internasional dan Badan PBB, Menlu AS Rubio Isyaratkan Gelombang Penarikan Baru Sedang Disiapkan

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (7/1/2026) menandatangani memorandum presiden yang menginstruksikan Amerika Serikat untuk keluar dari 66 organisasi internasional. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kemudian menyatakan melalui sebuah pernyataan bahwa peninjauan terhadap organisasi internasional lainnya masih terus berlangsung.

Menurut memorandum yang ditandatangani Presiden Trump, pemerintah AS akan menghentikan partisipasi dan pendanaan terhadap 66 organisasi, lembaga, dan komite internasional, yang mencakup 35 organisasi non-PBB dan 31 badan PBB.

Setelah Amerika Serikat mengumumkan keluar dari 66 organisasi internasional tersebut, Menteri Luar Negeri Marco Rubio merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa pemerintahan Trump menemukan lembaga-lembaga ini memiliki fungsi yang tumpang tindih, manajemen yang buruk, tidak diperlukan, serta memboroskan sumber daya. 

Selain itu, lembaga-lembaga tersebut dinilai telah dikuasai oleh kekuatan yang bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat, atau menimbulkan ancaman terhadap kedaulatan nasional, kebebasan, dan kemakmuran Amerika secara keseluruhan.

“Hari-hari di mana miliaran dolar uang pajak mengalir ke kekuatan asing yang merugikan kepentingan rakyat Amerika telah berakhir,” kata Rubio. Ia menegaskan bahwa Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa hasil jerih payah rakyat Amerika tidak seharusnya lagi disia-siakan untuk lembaga-lembaga tersebut.

Gedung Putih belum merilis daftar lengkap dari 66 organisasi internasional yang ditinggalkan, namun sumber menyebutkan bahwa kelompok-kelompok yang ditinggalkan AS kali ini mencakup Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Komisi Hukum Internasional PBB (ILC), Pusat Perdagangan Internasional (ITC), International Union for Conservation of Nature (IUCN), Partnership for Atlantic Cooperation (PAC), serta International Federation of Arts Councils and Culture Agencies (IFACCA), dan lain-lain.

Menurut laporan Associated Press, organisasi-organisasi ini berfokus pada isu-isu seperti iklim, ketenagakerjaan, dan topik lainnya. Pemerintahan Trump menilai sebagian dari kelompok tersebut sebagai pihak yang mendukung agenda keberagaman dan budaya “woke”.

Ini merupakan langkah terbaru Amerika Serikat dalam menarik diri dari lembaga-lembaga internasional. Sejak memulai masa jabatan keduanya setahun lalu, Presiden Trump sebelumnya telah menghentikan partisipasi AS dalam Dewan Hak Asasi Manusia PBB, keluar dari UNESCO, serta memperpanjang masa penangguhan pendanaan bagi Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA). (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Nakhodai AMDATARA, Karyanto Wibowo Siap Dorong Kemajuan Industri AMDK

Jakarta – Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) resmi hadir sebagai asosiasi baru di industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Terbentuk pada Desember 2026, AMDATARA diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK nasional melalui penguatan kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan.

Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan pembentukan AMDATARA merupakan respons atas kebutuhan akan wadah resmi yang mampu menyatukan pelaku industri AMDK untuk bersama-sama menghadapi tantangan sekaligus membangun masa depan industri yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.

“Sebagai Ketua Umum, saya yakin AMDATARA akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan,” ujar Karyanto.

Ia menegaskan, AMDATARA akan menjadi rumah bagi industri AMDK yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang solid, asosiasi ini berkomitmen memastikan kepatuhan terhadap regulasi, mendorong inovasi, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan kontribusi positif industri terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ke depan, AMDATARA akan berperan sebagai platform kolaborasi antaranggota, advokasi kebijakan dengan pemerintah, edukasi publik mengenai hidrasi sehat dan pengelolaan sumber daya air, serta pengelolaan sampah kemasan. Selain itu, asosiasi ini juga mendorong standardisasi kualitas melalui penerapan SNI dan sertifikasi, serta penguatan investasi di sektor AMDK.

“AMDATARA juga mendukung transformasi industri menuju era industri 4.0, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta sinergi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Karyanto.

AMDATARA didukung puluhan anggota dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi Utara.

Pembentukan AMDATARA mendapat sambutan positif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, berharap AMDATARA dapat berperan strategis dalam menyinergikan pelaku industri AMDK dengan kebijakan pemerintah.

“Saya berharap melalui kolaborasi yang konsisten, kita dapat mendorong transformasi industri AMDK menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa industri AMDK memiliki efek ganda yang luas terhadap perekonomian, mulai dari sektor transportasi, penjualan ritel, hingga industri pendukung lainnya. Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada pelaku usaha AMDK atas kontribusinya dalam pengembangan industri minuman nasional.

Saat ini, industri AMDK di Indonesia terus mengalami ekspansi signifikan dengan nilai pasar mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dan pertumbuhan rata-rata 5–8 persen. Sejak berdiri pada 1973 dengan satu pabrik berkapasitas 6 juta liter per tahun, industri ini berkembang menjadi 707 pabrik dengan lebih dari 2.000 merek dan total kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun.

Sektor AMDK menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung dan berkontribusi terhadap ekspor makanan dan minuman nasional, dengan tingkat utilisasi industri di atas 70 persen dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini didorong oleh pertambahan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Meski demikian, industri AMDK juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari implementasi SNI wajib, persepsi publik terkait pengelolaan sumber daya air, regulasi migrasi BPA pada kemasan, ketidaksinkronan regulasi pusat dan daerah, hingga pengelolaan sampah kemasan dan penerapan Extended Producer Responsibility (EPR). Tantangan lainnya meliputi pajak air, persaingan pasar yang ketat, serta tuntutan adaptasi terhadap ekonomi sirkular, digitalisasi, dan sertifikasi halal.

Dengan kehadiran AMDATARA, pelaku industri AMDK berharap tercipta sinergi yang lebih kuat untuk menjawab berbagai tantangan tersebut sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Trimurti Restaurant Grand Mercure Malang Mirama Resmi Kantongi Sertifikat Halal

Malang – Trimurti Restaurant Grand Mercure Malang Mirama resmi mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikat halal tersebut diserahkan dalam sebuah seremoni yang digelar di Grand Mercure Malang Mirama, disaksikan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pihak pemeriksa dan penguji kehalalan produk Trimurti Restaurant Halal Certi….

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi manajemen Trimurti Restaurant dalam memperkuat komitmen menghadirkan hidangan yang tidak hanya berkualitas dan bercita rasa tinggi, tetapi juga terjamin kehalalannya. Proses sertifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengacu pada standar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian kepada konsumen.

Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, mengatakan sertifikasi halal merupakan bentuk tanggung jawab kepada konsumen, khususnya pasar Indonesia. Menurutnya, kepastian halal adalah hak fundamental yang harus dipenuhi oleh pelaku industri kuliner. “Sertifikat ini merupakan bukti dedikasi kami dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap tamu yang menikmati hidangan di Trimurti Restaurant,” ujarnya Trimurti Restaurant Halal Certi….

Ia menambahkan, meski telah melalui proses sertifikasi yang ketat, cita rasa khas Trimurti Restaurant tetap dipertahankan. Pihak restoran juga terus berinovasi menghadirkan menu-menu baru yang mengikuti standar kesehatan dan kehalalan internasional.

Sementara itu, Direktur Pusat Pengembangan Bisnis LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Suud Fuadi S.HI, M.EI., menjelaskan bahwa proses sertifikasi melibatkan pemeriksaan mendalam di setiap titik kritis produksi. “Kami memastikan tidak terjadi kontaminasi silang serta seluruh bahan tambahan yang digunakan telah memenuhi standar syariat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi pelaku industri kuliner lainnya,” katanya Trimurti Restaurant Halal Certi….

Seremoni penyerahan sertifikat halal ditutup dengan pemotongan tumpeng serta sesi mencicipi menu andalan Trimurti Restaurant bersama rekan media dan para tamu undangan. Dengan diraihnya sertifikasi halal ini, Trimurti Restaurant Grand Mercure Malang Mirama menegaskan posisinya sebagai destinasi kuliner yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.

Trafik Data Nataru Naik Dua Digit, Indosat Pastikan Jaringan Tetap Andal

Surabaya, 8 Januari 2026 – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat lonjakan trafik data nasional selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Pada rentang 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, trafik data meningkat sekitar 15 persen dibandingkan hari normal dan lebih dari 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 8 Jan 2026 [EJ] – Siaran Pers I….

Peningkatan trafik ini seiring dengan semakin masifnya aktivitas digital masyarakat, baik untuk komunikasi, hiburan, hingga akses informasi selama libur panjang. Indosat memastikan keandalan jaringan tetap terjaga melalui kesiapan infrastruktur di ribuan titik strategis, termasuk destinasi wisata dan pusat keramaian.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, Indosat mengoptimalkan operasional jaringan melalui Digital Intelligence Operations Center (DIOC) berbasis kecerdasan artifisial (AI). Teknologi ini memungkinkan pemantauan jaringan secara real time dan penyesuaian kapasitas secara cepat di lokasi-lokasi dengan peningkatan trafik signifikan.

Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, mengatakan bahwa pertumbuhan trafik data mencerminkan perkembangan ekonomi digital Indonesia yang semakin merata. “Lonjakan penggunaan data kini tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di kawasan wisata dan daerah dengan aktivitas digital yang sebelumnya terbatas. Dengan dukungan AI di DIOC, kami dapat memastikan pelanggan IM3, Tri, dan HiFi tetap menikmati koneksi yang andal di mana pun berada,” ujarnya.

Di wilayah Jawa Timur, Indosat mencatat kenaikan trafik hingga 1,04 kali dibandingkan hari normal. Beberapa daerah dengan peningkatan tertinggi antara lain Kota Batu yang tumbuh 42,78 persen, Trenggalek 33,89 persen, dan Pacitan 28,89 persen. Ketiga wilayah tersebut mencapai puncak trafik pada 1 Januari 2026 dan dikenal sebagai destinasi wisata favorit selama libur akhir tahun.

Lonjakan trafik juga dipicu meningkatnya penggunaan berbagai aplikasi digital. Lima aplikasi dengan pertumbuhan penggunaan tertinggi selama periode Nataru adalah TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube. Saat ini, Indosat didukung lebih dari 208 ribu BTS 4G serta 1.404 BTS 5G yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pertumbuhan BTS 4G sebesar 7,7 persen secara tahunan.

Selain menjaga performa jaringan selama Nataru, Indosat juga melanjutkan upaya pemulihan konektivitas di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra. Hingga kini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Provinsi Aceh telah mencapai 97,5 persen.

Dalam proses pemulihan, Indosat menambah personel teknis di lapangan dan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, BNPB, serta pemerintah daerah. Tim siaga juga ditempatkan di lokasi-lokasi vital seperti bandara, rumah sakit, dan area pengungsian, serta didukung Command Center terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh.

Langkah ini menegaskan komitmen Indosat untuk terus menghadirkan konektivitas andal, baik dalam mendukung aktivitas masyarakat di masa liburan maupun dalam fase pemulihan pascabencana.

Bloomberg : Tim Trump Berpacu untuk Menyelesaikan Kesepakatan Strategis dengan Greenland

EtIndonesia. Orang-orang yang dekat dengan Presiden AS, Donald Trump bergegas untuk mengusulkan beberapa opsi kesepakatan bisnis yang layak dan cara lain untuk memperkuat hubungan dengan Greenland, menurut Bloomberg.

Menurut kantor berita tersebut, Gedung Putih sedang mempertimbangkan potensi kesepakatan bisnis, termasuk proyek ekstraksi mineral langka dan pembangunan pembangkit listrik tenaga air, untuk memberi Amerika Serikat pengaruh yang lebih besar di pulau itu.

Sebelumnya, Denmark menolak untuk melepaskan kendali atas Greenland, sementara para pemimpin Eropa mengeluarkan peringatan untuk mencegah Washington mencoba merebut wilayah dari sekutu NATO. Penggunaan kekuatan tidak dipertimbangkan secara serius.

Setelah lonjakan aktivitas terkait masalah ini pada awal tahun lalu, upaya mendesak sebelumnya untuk mengimplementasikan visi presiden memudar.

Namun, gelombang komentar publik yang tiba-tiba tentang pengambilalihan Greenland beberapa hari setelah operasi AS di Venezuela sekali lagi menjadikan masalah ini sebagai prioritas utama.

Saat ini, para pejabat AS fokus pada potensi kesepakatan bisnis yang dapat memberi Washington pengaruh yang lebih besar di pulau itu. Namun, sumber-sumber mengatakan proyek-proyek ini kemungkinan belum berada pada tahap yang akan memuaskan keinginan Trump untuk memberikan hasil yang cepat dan menarik perhatian.

Pada saat yang sama, sumber-sumber tersebut mencatat bahwa ide-ide yang lebih ambisius yang bertujuan untuk secara politis mendekatkan Greenland dengan Amerika Serikat telah terhenti di tengah sambutan dingin dari pemerintah Denmark.

Menurut orang-orang yang mengetahui situasi tersebut, penggunaan kekuatan untuk merebut Greenland tidak dipertimbangkan secara serius. Para petinggi Partai Republik juga berusaha pekan ini untuk menepis anggapan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan tindakan militer di pulau tersebut.

Latar Belakang

Ketegangan di sekitar Greenland meningkat setelah operasi pasukan khusus AS yang sukses di Venezuela pada awal Januari 2026, di mana Presiden Nicolás Maduro ditangkap.

Setelah itu, Donald Trump sekali lagi mengangkat isu Greenland yang berada di bawah kendali AS, menyebut pulau itu sangat penting secara strategis bagi keamanan Belahan Barat.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio kini berupaya meredakan ketegangan dengan mitra-mitra Eropa. Selama pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot dan anggota parlemen AS, dia meyakinkan mereka bahwa Washington lebih memilih negosiasi. (yn)

Dentang Gong Terakhir

EtIndonesia. Ada dua orang pemuda yang selama bertahun-tahun berjuang di kota. Mereka akhirnya berhasil mengumpulkan banyak uang. Ketika usia bertambah, keduanya memutuskan pulang ke kampung halaman untuk menikmati masa tua dengan tenang.

Di jalan kecil menuju kampung, mereka bertemu seorang pria tua berpakaian putih. Di tangannya, dia memegang sebuah gong, seolah sedang menunggu mereka.

Mereka bertanya:  “Kakek sedang melakukan apa di sini?”

Orang tua itu menjawab dengan tenang : “Aku adalah orang yang bertugas membunyikan gong terakhir bagi manusia. Kalian berdua masing-masing hanya memiliki sisa hidup tiga hari. Pada senja hari di hari ketiga, aku akan berdiri di depan rumah kalian dan memukul gong ini. Begitu kalian mendengar bunyinya, hidup kalian akan berakhir.”

Setelah berkata demikian, pria tua itu pun menghilang.

Kedua orang itu tertegun. Bertahun-tahun bekerja keras di kota, baru saja mengumpulkan kekayaan dan hendak menikmati hidup—namun kini hanya tersisa tiga hari.

Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Orang kaya yang pertama, sejak hari itu tidak mau makan dan minum. Setiap hari ia murung, wajahnya kusut, hanya sibuk menghitung hartanya: “Bagaimana ini? Tinggal tiga hari lagi aku hidup…”

Dia terus menunggu, menunggu, dan menunggu. Hingga senja hari ketiga tiba, tubuhnya sudah seperti balon yang kempis, penuh keputusasaan.

Akhirnya, pria tua itu datang. Dia berdiri di depan rumah dan memukul gong— “Crang!”

Begitu orang itu mendengar bunyi gong, dia langsung roboh dan meninggal dunia. Mengapa? Karena sejak awal dia hanya menunggu dentang itu. Saat bunyi yang dia tunggu datang, hidupnya pun berakhir.

Sementara itu, orang kaya yang kedua berpikir berbeda : “Sayang sekali. Uang sebanyak ini, tapi hidup hanya tersisa tiga hari. Sejak kecil aku merantau dan belum pernah berbuat apa pun untuk kampung halamanku. Aku harus menggunakan uang ini untuk menolong mereka yang menderita dan membutuhkan.”

Dia pun membagikan seluruh hartanya kepada orang-orang miskin, membangun jalan, membangun jembatan. Dia begitu sibuk mengurus semuanya hingga sama sekali melupakan soal gong dan tiga hari sisa hidupnya.

Akhirnya, pada hari ketiga, seluruh hartanya habis dibagikan. Penduduk desa sangat berterima kasih kepadanya. Mereka mengundang rombongan tabuh-tabuhan, opera tradisional, pertunjukan boneka, datang ke depan rumahnya untuk merayakan. Suasana sangat meriah—ada barongsai dan naga, petasan, serta kembang api.

Sesuai janji, pria tua itu muncul dan memukul gong di depan rumahnya. “Crang! Crang! Crang!”

Namun, tak seorang pun mendengarnya. Suara gong tenggelam oleh sorak-sorai, musik, dan kegembiraan orang-orang. Melihat gongnya tak lagi berfungsi, pria tua itu akhirnya pergi.

Beberapa hari kemudian, orang kaya itu baru teringat : “Bukankah kakek itu seharusnya datang memukul gong?

Dia pun heran dalam hati : “Mengapa dia tidak datang?”

Hikmah cerita:

Ketika seseorang berada dalam keputusasaan, jika ia mampu menampilkan sikap yang positif dan optimis, fokus menanggung dan menjalani saat ini tanpa terus-menerus mencemaskan masa depan, maka dia tak perlu takut kapan gong itu akan berbunyi—bahkan tak perlu sengaja menunggu bunyinya.

Dengan cara itu, keputusasaan tidak lagi menjadi akhir, melainkan bisa berubah menjadi sebuah titik balik.

Ketika di tanganmu hanya ada satu buah lemon yang asam, tetaplah berusaha mengolahnya menjadi segelas limun yang menyegarkan. Hanya dengan sikap seperti itulah, hidup bisa benar-benar terasa menyenangkan. (jhn/yn)

Kolombia Berharap Ketegangan dengan AS Mereda Setelah Percakapan Telepon Petro-Trump

EtIndonesia. Kolombia berharap ketegangan dengan AS akan mereda dan kerja sama dalam pemberantasan perdagangan narkoba akan menguat setelah percakapan telepon selama satu jam antara Donald Trump dan Gustavo Petro, kata seorang diplomat senior Kolombia pada hari Rabu (7/1).

Percakapan telepon antara kedua presiden yang berulang kali saling menyerang karena perbedaan kebijakan yang mencolok ini dapat menandai titik balik bagi kedua negara setelah penangkapan Nicolas Maduro dari Venezuela akhir pekan lalu oleh pasukan AS.

“Presiden Trump sekarang akan memiliki pandangan yang berbeda dari yang mungkin dimilikinya sebelum percakapan, dan mudah-mudahan semua ini dapat membantu memajukan hubungan antara kedua negara,” kata Duta Besar Kolombia untuk AS, Daniel Garcia-Pena, kepada Bloomberg dalam sebuah wawancara.

Garcia-Pena mengkonfirmasi bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung di Gedung Putih, tetapi tanggalnya belum ditentukan.

Tahun lalu, Trump mengancam akan melakukan serangan militer terhadap negara Andes tersebut sambil menuduh Petro terlibat dalam perdagangan narkoba, ancaman yang diulanginya setelah penangkapan Maduro.

Garcia-Pena mencatat bahwa Senator AS, Rand Paul membantu memfasilitasi panggilan telepon antara Trump dan Petro. Seperti pemimpin AS, Paul juga seorang Republikan.

Setelah bentrokan sengit di media sosial antara kedua presiden dan ketegangan politik dan ekonomi yang lebih luas, diplomasi membuahkan hasil, kata Garcia-Pena.

Petro, yang masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada bulan Agustus, dapat menyampaikan pandangannya kepada Trump, termasuk tentang Venezuela, menurut duta besar tersebut, dan setelah panggilan telepon tersebut kedua pria itu sepakat untuk memulihkan saluran komunikasi langsung dan membahas detail pertemuan tatap muka.

“Mereka membahas bagaimana perdamaian di Venezuela sangat penting bagi kedua negara, dan Presiden Petro menegaskan kembali kesediaannya untuk bekerja sama dengan cara apa pun yang memungkinkan,” tambah Garcia-Pena.

Undangan Trump akan memungkinkan Petro untuk mengunjungi Washington setelah pemerintah AS mencabut visanya tahun lalu. (yn)

Lomba E-Bike 

EtIndonesia. Sebuah kota kecil di Eropa kembali menjadi ramai. Di sana sedang berlangsung lomba e-bike tahunan, dan para pembalap terbaik dari seluruh dunia berdatangan ke kota itu.

Banyak peserta datang dua hingga tiga minggu lebih awal untuk berlatih, agar terbiasa dengan kondisi geografis dan lintasan setempat.

Di antara para pembalap hebat itu, terdapat tiga pemuda keturunan Tionghoa dengan keyakinan hidup yang berbeda-beda.

Pemuda pertama percaya pada takdir.

Suatu kali, dalam sebuah perlombaan, dia pernah terpeleset dan terjatuh. Seberapa keras pun dia berjuang setelah itu, dia tetap gagal. Sejak saat itu, setiap kali dalam perlombaan dia terjatuh, dia langsung mengundurkan diri, karena dia yakin kegagalan tersebut sudah ditentukan oleh nasib dan tidak mungkin diubah. Dia menyerahkan sepenuhnya hasil lomba pada “takdir” yang tak terlihat.

Pemuda kedua sejak kecil mengikuti orangtuanya memuja “Guan Gong” dari Zaman Tiga Kerajaan.

Setiap menjelang lomba, dia pasti bersama orangtuanya pergi ke sebuah kelenteng di Chinatown terdekat untuk membakar dupa dan menanyakan “hasil” kepada penjaga kuil. Jika penjaga kuil mengizinkannya ikut lomba, barulah dia merasa percaya diri untuk bertanding; jika tidak, dia akan memilih mundur. Untuk perlombaan kali ini, orangtuanya telah pergi lebih dulu ke kelenteng. Dewa Guan diyakini mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa putra mereka pasti akan menjadi juara dan mendapat pertolongan ilahi.

Pemuda ketiga adalah peserta baru yang pertama kali mengikuti lomba ini.

Tujuannya pun sama: merebut juara pertama demi hadiah 100.000 dolar AS, agar dia bisa membawa ibunya yang sakit parah berobat ke luar negeri. Dia berlatih dengan sangat tekun setiap hari. 

Terjatuh—dia bangkit lagi. Sambil menahan rasa sakit, dia terus menyemangati diri sendiri:  “Aku harus menjadi juara!”

 Dia menempatkan kemenangan lomba ini sepenuhnya di tangannya sendiri.

Tak lama kemudian, perlombaan pun dimulai.

Begitu pistol tanda start ditembakkan, ratusan pembalap melesat ke depan.

Sekarang, mari kita fokus pada ketiga pemuda tersebut.

Tak lama setelah lomba dimulai, pemuda pertama terpeleset karena jalan licin. Dia mendorong sepedanya ke pinggir lintasan dan dengan pasrah melihat para pesaing melaju melewatinya.

“Ah, ini sudah kehendak-Nya. Apa lagi yang bisa kulakukan?” katanya putus asa.

Pemuda kedua, karena merasa mendapat “pertolongan dewa”, memacu sepedanya sekuat tenaga. Namun tiba-tiba, di sebuah tikungan, dia lengah dan mengalami kecelakaan hebat—orang dan sepeda terpelanting, dia pun pingsan.

Ketika orangtuanya melihat kejadian itu di televisi, mereka sangat marah dan segera mendatangi kelenteng untuk menuntut penjaga kuil. Penjaga itu sedang tidur siang dan terbangun karena keributan.

 “Dewa Guan! Bukankah engkau mengatakan akan melindungi anak kami dan menjamin dia menjadi juara? Lihat sekarang, dia malah celaka. Di mana perlindunganmu?”

Dengan mata setengah terpejam, “Dewa Guan” menjawab: “Aku sudah berusaha menolongnya. Saat dia hampir jatuh, aku pun bergegas membantunya. Tapi dia mengendarai sepeda listrik, sedangkan aku menunggang kuda tua—bagaimana mungkin aku bisa mengejarnya?”

Sementara itu, pemuda ketiga juga melaju dengan segenap tenaga.

Setiap kali terjatuh, dia segera bangkit, menahan rasa sakit, lalu terus melaju. Debu beterbangan, matahari membakar, tetapi semua itu tak mampu memadamkan api semangat di dalam hatinya. Karena dia menempatkan hasil perlombaan sepenuhnya di tangannya sendiri, akhirnya—dia berhasil meraih juara pertama.

Hikmah cerita:

Banyak orang mengaitkan keberhasilan dan kegagalan dengan takdir.
Berhasil—dianggap karena restu dewa.
Gagal—dianggap sudah ditentukan nasib.

Namun orang-orang yang benar-benar memiliki sikap hidup positif memahami satu hal: daripada menggantungkan diri pada kekuatan lain, lebih baik mengandalkan diri sendiri, karena hanya diri sendirilah yang mampu menentukan dan mengendalikan nasibnya sendiri.

Pejabat Badan Nuklir Jepang Kehilangan Ponsel Berisi Informasi Sensitif di Tiongkok

EtIndonesia. Seorang karyawan badan pengatur nuklir Jepang kehilangan ponselnya yang berisi informasi sangat sensitif di Tiongkok saat melakukan perjalanan pribadi pada bulan November. Ponsel tersebut berisi nama dan detail kontak staf yang bertanggung jawab atas keamanan nuklir, menurut laporan media.

Dia salah menaruh ponselnya setelah melewati pemeriksaan keamanan di bandara Shanghai dan menyadarinya tiga hari kemudian. Meskipun telah menghubungi pihak berwenang bandara, dia tidak dapat menemukan perangkat tersebut.

Insiden ini terjadi ketika Jepang menyetujui keputusan untuk menghidupkan kembali program energi atomnya, hampir 15 tahun setelah bencana Fukushima Daiichi yang menyebabkan penutupan total program nuklir.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang (NRA) dibentuk setelah bencana Fukushima pada tahun 2011, peleburan inti reaktor yang terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 9 dan tsunami besar.

Komisi Perlindungan Informasi Pribadi negara tersebut diberitahu tentang insiden tersebut, setelah itu mengeluarkan peringatan agar tidak membawa ponsel kerja ke luar negeri.

Beberapa staf NRA diharuskan membawa ponsel pintar pencegah bencana jika terjadi kecelakaan nuklir atau gempa bumi besar.

Namun, ini bukan pertama kalinya pejabat nuklir Jepang terlibat dalam kelalaian keamanan. Pada tahun 2023, seorang pekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kashiwazaki-Kariwa salah menempatkan dokumen setelah meninggalkannya di atap mobil dan pergi.

Pekerja lain di pembangkit listrik yang sama membuat salinan dokumen rahasia dan menguncinya di dalam meja.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi telah mendukung pengaktifan kembali tenaga nuklir untuk memperkuat keamanan energi dan untuk mengatasi biaya impor bahan bakar fosil, yang menyumbang 60% hingga 70% dari pembangkit listrik Jepang.

Jepang menghabiskan 10,7 triliun yen tahun lalu untuk impor gas alam cair dan batu bara, sepersepuluh dari total biaya impornya.

Meskipun populasinya menyusut, Jepang memperkirakan permintaan energi akan meningkat selama dekade mendatang karena ledakan pusat data AI yang membutuhkan banyak energi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan komitmen dekarbonisasinya, negara ini telah menetapkan target untuk menggandakan pangsa tenaga nuklir dalam bauran listriknya menjadi 20% pada tahun 2040.(yn)

Banjir Bandang Melanda Kepulauan Sitaro, 16 Orang Meninggal Dunia

EtIndonesia- Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari. Selain korban meninggal dunia, hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, sementara ratusan warga terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Data sementara, lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui.

Banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari dan menyebabkan aliran air sungai meluap secara tiba-tiba pada pukul 02.30 WITA. Peristiwa ini berdampak pada empat kecamatan, meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan sebaran wilayah terdampak di dua kelurahan dan enam desa.

Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, unsur TNI/Polri, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta relawan untuk melakukan pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, dan pendataan kerusakan. 

Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026, sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026. Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

“BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Utara,” jelas Muhari.