Sejumlah Besar Anak-Anak Hilang di Balik Bertebarannya 700 Juta Kamera CCTV : Mengungkap Kebenaran Panen Organ oleh Partai Komunis Tiongkok 

Jumlah orang hilang di Tiongkok telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir, sebuah fenomena yang mengejutkan! Menurut laporan media luar negeri, hanya dalam 22 hari di Oktober, lebih dari 107 orang hilang, kebanyakan anak-anak. Usia mereka yang termuda baru berusia 5 tahun. 

Pengacara hak asasi manusia menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok  (PKT) memiliki 700 juta kamera pengawas, namun tidak dapat menemukan begitu banyak orang hilang, ini adalah sesuatu yang aneh. Hal ini kemungkinan terkait dengan rahasia gelap PKT dalam panen organ. 

Sumber internal mengungkapkan bahwa remaja adalah target utama panen organ karena organ mereka dianggap paling sehat dan paling berharga. Para ahli memperingatkan bahwa ini adalah kejahatan sistemik yang dipimpin oleh rezim jahat PKT.

EtIndonesia. Pada 5 November 2025, sebuah daftar yang diungkap di platform media sosial luar negeri mengungkapkan bahwa 107 orang hilang di Tiongkok selama 22 hari di bulan Oktober, sebagian besar adalah anak-anak, yang termuda baru berusia 5 tahun dan yang tertua berusia 56 tahun.

“Jumlah orang hilang yang begitu besar akan menjadi fenomena sosial yang sangat tidak normal di negara mana pun. Sebaliknya, PKT membiarkan hal ini terus terjadi dalam skala besar di masyarakat,” kata Wu Shaoping, ketua Aliansi Pengacara Hak Asasi Manusia Tiongkok Perantauan.

Menurut perkiraan lembaga penelitian keamanan siber, pada tahun 2021, Tiongkok akan memiliki 700 juta kamera pengawas, kira-kira satu kamera untuk setiap dua orang.

Namun, menurut laporan Radio Nasional Tiongkok tahun 2013, sekitar 200.000 anak hilang di Tiongkok setiap tahun, dengan hanya 0,1% yang berhasil ditemukan.

Baru-baru ini, di Tiongkok muncul banyak kasus remaja yang hilang, yang kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Tionghoa di dalam dan luar negeri terkait pengambilan organ secara paksa oleh Partai Komunis Tiongkok. (Cuplikan video)

Wu Shaoping: “PKT menyebutnya ‘Proyek Skynet’, tetapi sebenarnya ini adalah program pengawasan untuk rakyat, yang memantau semua orang di masyarakat. Anda dapat melihat bahwa PKT tidak menghargai nyawa manusia atau memperlakukan orang Tiongkok sebagai manusia.”

Eric MY, pejabat PKT generasi kedua dari kota setingkat kabupaten di Provinsi Jiangsu, yang sebelumnya bekerja di dalam sistem PKT, baru-baru ini mengungkapkan kepada The Epoch Times bahwa sebagian besar remaja yang hilang di Tiongkok telah diambil organnya. Karena organ remaja adalah yang paling sehat dan paling berharga, pemerintah adalah kekuatan utama di balik pengambilan organ tersebut.

Wu Shaoping: “Kekuasaan yang dimiliki PKT bukanlah untuk rakyat, juga bukan untuk masyarakat. PKT adalah kelompok kriminal yang menggunakan kendalinya atas kekuasaan negara untuk mengeksploitasi rakyat.”

Data sebenarnya tentang transplantasi organ di Tiongkok selalu kontroversial. Menurut statistik yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan PKT mengenai jumlah transplantasi ginjal dan hati di Tiongkok dari tahun 1997 hingga 2009, jumlah kasus transplantasi organ di Tiongkok melonjak dari 1.049 pada tahun 1998 menjadi 19.454 pada tahun 2019, meningkat lebih dari 17 kali lipat.

Selama bertahun-tahun, World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) atau Organisasi Dunia untuk Menyelidiki Penganiayaan Terhadap Falun Gong terus menyelidiki dan mengungkap kejahatan pengambilan organ paksa yang dilakukan PKT.

Para penyelidik WOIPFG menghubungi Kantor Transplantasi Hati Rumah Sakit Afiliasi Fakultas Kedokteran Guiyang. Seorang dokter bermarga Fu menyatakan bahwa rumah sakit tersebut menerima organ dari individu-individu yang berusia mulai dari remaja hingga lima puluhan tahun, dan pasien dapat “memilih” organ yang mereka inginkan.

Investigator WOIPFG: “Mengenai donor hati, berapa kisaran usia yang Anda maksud?”

Dr. Fu, Kantor Transplantasi Hati, Rumah Sakit Afiliasi Fakultas Kedokteran Guiyang: “Kami menerima semua usia, dari remaja hingga mereka yang berusia di atas lima puluh tahun!”

Investigator WOIPFG: “Berapa lama biasanya proses ini?”

Dr. Fu: “Umumnya, jika donor tersedia dengan cepat, dibutuhkan satu atau dua hari, lalu satu atau dua bulan.”

Ketua WOIPFG Wang Zhiyuan menyatakan bahwa sejak PKT mulai menganiaya Falun Gong pada akhir tahun 1999, mereka telah melakukan pengambilan organ paksa dalam skala besar, menggunakan metode ini untuk mengembangkan mesin pembunuh massal dan menyebarkan kejahatan ini ke seluruh masyarakat, bahkan hingga bayi. (Hui)

NTD, Tang Rui, melaporkan.

Korut Kembali Menembakkan Rudal, Terbang Sekitar 700 Km – Diduga Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang 

Pada 7 November 2025, Korea Utara kembali meluncurkan sebuah proyektil yang diduga merupakan rudal balistik ke arah laut timur. Militer Korea Selatan mendeteksi rudal tersebut terbang sejauh lebih dari 700 kilometer. Setelah menerima laporan, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan kepada media bahwa rudal itu “diperkirakan jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (EEZ) Jepang,” dan sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban. Badan intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat saat ini sedang melakukan analisis mendetail terhadap data teknisnya.

EtIndonesia. Menurut laporan Yonhap News, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menyatakan bahwa militer mendeteksi peluncuran tersebut sekitar pukul 12.35 waktu setempat dari wilayah Daegwan-gun, Provinsi Pyongan Utara, ke arah laut timur. 

Rudal itu dilaporkan terbang sejauh sekitar 700 kilometer menuju sebuah pulau tak berpenghuni di lepas pantai Gyeongseong-gun, Provinsi Hamgyong Utara.

Pihak JCS menuturkan, rudal yang ditembakkan kemungkinan adalah KN-23, yang dikenal sebagai versi Korea Utara dari rudal Rusia “Iskander.” Karena rudal tersebut tampak mengalami pendakian ulang di fase akhir penerbangan, militer juga tidak menutup kemungkinan bahwa itu adalah rudal hipersonik “Hwasong-11U,” yang dilengkapi hulu ledak berbentuk kendaraan luncur hipersonik (HGV).

JCS menambahkan bahwa intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat telah terlebih dahulu memantau tanda-tanda aktivitas peluncuran, dan segera melacak begitu rudal itu ditembakkan. Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang juga berbagi informasi intelijen secara erat terkait kejadian ini.

Menurut laporan Nikkei (Nihon Keizai Shimbun), Perdana Menteri Sanae Takaichi di Kantor Perdana Menteri telah mengeluarkan tiga instruksi, yakni:

  1. Memerintahkan kementerian terkait untuk memberikan informasi kepada publik,
  2. Menjamin keselamatan pesawat dan kapal Jepang, serta
  3. Melakukan segala persiapan guna menghadapi kemungkinan situasi darurat.

Sementara itu, NHK melaporkan bahwa ini merupakan keenam kalinya sepanjang tahun 2025 Korea Utara meluncurkan rudal atau benda yang diduga sebagai rudal, dan yang pertama sejak 22 Oktober lalu.

Pada 22 Oktober, Korea Utara sebelumnya juga menembakkan beberapa rudal balistik. Sehari setelahnya, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengklaim bahwa Pyongyang telah melakukan uji coba dua rudal hipersonik.

Analis menilai, peluncuran rudal kali ini kemungkinan merupakan respons terhadap serangkaian sanksi baru dari Amerika Serikat terhadap Korea Utara.

Pada 4 November (waktu setempat), Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap 8 warga Korea Utara dan 2 entitas berbasis di Korea Utara yang terlibat dalam pencucian uang dari hasil kejahatan siber rezim Pyongyang. Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS juga menyatakan akan meminta Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi terhadap 7 kapal milik pihak ketiga yang diduga mengekspor batu bara dan bijih besi Korea Utara ke Tiongkok.

Selain itu, mengingat jarak tembak rudal mencapai sekitar 700 kilometer, beberapa pengamat menduga bahwa peluncuran tersebut mungkin dimaksudkan sebagai peringatan terhadap kehadiran kapal induk bertenaga nuklir AS, USS George Washington, yang berlabuh di Pangkalan Operasi Angkatan Laut Busan pada 5 November lalu. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Topan Super Kalmaegi Tewaskan 188 Orang, Topan Phoenix Menyusul — Filipina Dinyatakan dalam Status Bencana Nasional

Pada 6 November 2025, Topan super “Kalmaegi” melanda Filipina dan menyebabkan kehancuran besar, dengan jumlah korban tewas meningkat menjadi 188 orang dan 135 orang masih hilang. Sementara itu, topan lain, “Phoenix” , kini berada di perairan timur Filipina dan diperkirakan akan menguat menjadi topan kuat pada akhir pekan. Karena itu, Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. mengumumkan bahwa seluruh negeri kini berada dalam status bencana nasional.

EtIndonesia. Laporan Philippine Daily Inquirer menyebutkan, dari 188 korban tewas yang telah dikonfirmasi akibat ,topan super Kalmaegi 139 orang berasal dari Provinsi Cebu, 24 dari Negros Barat dan 9 dari Negros Timur. Data korban luka dan hilang masih dalam proses verifikasi dan kemungkinan akan terus berubah.

Bencana ini juga mempengaruhi lebih dari 635.565 keluarga (sekitar 2.258.782 orang) di berbagai wilayah Filipina. Selain itu, 9.321 rumah tercatat mengalami kerusakan, dengan 264 di antaranya hancur total.

Presiden Marcos Jr. memimpin rapat penanggulangan bencana di Camp Aguinaldo, Kota Quezon dan menyatakan bahwa karena Topan Kalmaegi telah menyebabkan kerusakan besar di banyak wilayah serta Topan Phoenix diperkirakan akan segera melanda, maka ia mengumumkan status bencana nasional.

Ia mengatakan: “Banyak wilayah telah terdampak—hampir sepuluh daerah—dan Phoenix kemungkinan akan mempengaruhi sepuluh hingga dua belas daerah lagi. Jika cakupannya sebesar ini, maka itu sudah merupakan bencana nasional.”

Dengan penetapan status bencana nasional, pemerintah dapat mempercepat penyaluran dana darurat, mencegah penimbunan pangan, serta mengontrol lonjakan harga barang. Marcos menambahkan bahwa pemerintah akan terus membantu wilayah-wilayah terdampak Kalmaegi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Phoenix.

Ia menegaskan: “Kami tidak akan meninggalkan Cebu sampai semua persiapan selesai. Kami akan berupaya maksimal dalam pencegahan, karena dengan kesiapan yang matang, dampak topan bisa dikurangi secara signifikan.”

Pada 7 November pagi, Topan Kalmaegi mendarat di Provinsi Gia Lai, Vietnam, dengan kecepatan angin maksimum 149 km/jam. Pemerintah Vietnam tengah melakukan penilaian kerusakan. 

Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam melaporkan bahwa lima orang meninggal dunia di Provinsi Gia Lai dan Dak Lak. Sebanyak 57 rumah ambruk, hampir 3.000 rumah rusak atau atapnya terhempas angin, dan 11 kapal tenggelam. Sekitar 1,6 juta pelanggan listrik terdampak pemadaman, dan sepertiga di antaranya telah dipulihkan hingga pagi ini.

Badan Meteorologi Nasional Vietnam menyatakan bahwa Kalmaegi kini telah bergerak jauh ke daratan dan kekuatannya melemah, namun hujan deras masih akan terjadi di sebagian besar wilayah pesisir tengah.

Sementara itu, Topan Phoenix masih berada di perairan timur Filipina, berjarak cukup jauh dari Taiwan, dan diperkirakan pada sore 7 November akan menguat menjadi topan sedang, dengan kemungkinan menjadi topan kuat pada akhir pekan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

200 Keturunan Pejabat Senior Partai Komunis Tiongkok Disebut Menandatangani Surat Bersama Mendesak Xi Cari Penerus

EtIndonesia. Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping selama ini menjadi pusat perhatian dunia terkait siapa calon penerusnya. Kini muncul kabar bahwa lebih dari 200 keturunan pejabat senior PKT—yang dikenal sebagai “generasi merah kedua” (hong er dai)—menandatangani surat bersama untuk mendesak Xi mencari penerus.

Analis politik Tiongkok independen Cai Shenkun mengungkapkan: “Saya mendapat kabar bahwa lebih dari 200 generasi merah kedua menandatangani surat kepada Xi Jinping, menyarankan agar sistem pelatihan penerus kepemimpinan partai dan negara dapat diperbaiki.”

Menurut Cai, para “anak pejabat senior” itu hanya memberikan saran kepada Xi Jinping, karena mereka menilai Xi yang kini sudah berusia lebih dari 70 tahun belum menunjukkan tanda-tanda akan memilih penerus.

Saat ini, NTD belum dapat memverifikasi kebenaran kabar tersebut.

Peneliti di Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Gong Xiangsheng, berpendapat bahwa memang mungkin ada suara seperti itu di dalam partai, tetapi kecil kemungkinannya ada sebanyak 200 orang generasi merah kedua yang benar-benar menandatangani surat bersama.

Gong menjelaskan: “Gerakan bersama berskala besar antar-generasi merah kedua seperti itu akan membuat Xi Jinping sangat waspada, bahkan bisa memicu rasa tidak aman terhadap posisi politiknya.”

Komentator politik Zheng Haochang menambahkan: “Sidang pleno keempat baru saja selesai, dan pergantian besar di tubuh militer juga baru dilakukan. Dalam masa yang sangat sensitif seperti ini, surat terbuka dari generasi merah kedua pasti akan dianggap oleh Xi Jinping sebagai upaya untuk memaksanya turun.”

Pada tahun 2018, sidang parlemen Tiongkok (Dua Sidang : Liang Hui ) mengesahkan amandemen konstitusi yang menghapus batas masa jabatan presiden, membuka jalan bagi Xi untuk berkuasa tanpa batas. Xi telah memerintah lebih dari 10 tahun hingga kini, tetapi masih belum menunjuk penerus.

Profesor studi internasional di Universitas St. Thomas AS, Ye Yaoyuan, mengatakan: “Setelah Xi Jinping mengubah konstitusi, dapat dikatakan dengan jelas bahwa tujuannya adalah untuk memastikan kekuasaannya bisa terus berlanjut.”

Namun, Gong Xiangsheng menilai, kemungkinan Xi akan mencari penerus tetap kecil: “Kecuali jika ia benar-benar sudah tak mampu lagi memimpin, kalau tidak, dia tidak punya alasan untuk mencari seseorang yang bisa mengancam posisinya sendiri.”

Sebelum 2018, Xi sempat memiliki beberapa calon penerus potensial — di antaranya Sun Zhengcai (mantan Sekretaris Partai Chongqing) yang kemudian ditangkap, Hu Chunhua yang dikeluarkan dari Politbiro pada Kongres ke-20, dan Chen Min’er yang kini tersingkir dari lingkaran inti kekuasaan.

Kolumnis Epoch Times Wang He menilai: “Xi Jinping sebenarnya tidak ingin mencari penerus. Ia berharap bisa memerintah seumur hidup. Namun kenyataannya, hal itu tidak mungkin terjadi.”

Wang menambahkan, dalam sejarah PKT, pergantian kekuasaan selalu disertai perebutan kekuasaan yang berdarah. Empat penerus yang pernah dipilih oleh Mao Zedong semuanya berakhir tragis — ada yang meninggal, dipenjara, atau disingkirkan.

“Jika Xi Jinping tidak punya penerus, dan kemudian ia jatuh, partai ini akan menghadapi krisis besar. Dengan begitu banyak krisis yang kini melanda PKT, bukan mustahil partai itu tiba-tiba runtuh sebelum ia sempat menunjuk pengganti,” tutur Wang He. (Hui)

Laporan wartawan NTD: Li Yun dan Qiu Yue

Hongaria Lepas dari Cengkeraman Kremlin: Trump Mainkan Kartu Energi Rusia


EtIndonesia.
Pada hari Jumat lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima kunjungan perdana bilateral dari Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán di Gedung Putih, dalam sebuah pertemuan yang memuat agenda energi, geopolitik, dan diplomasi perang di Ukraina.

Latar Belakang Pertemuan

Hongaria dikenal sebagai salah satu negara Uni Eropa yang paling bergantung pada pasokan minyak dan gas Rusia—diperkirakan sekitar 74 % gas dan 86 % minyaknya berasal dari Rusia pada 2024.

Sementara di Amerika Serikat dan sebagian besar Eropa, telah terjadi dorongan kuat untuk memutus ketergantungan energi terhadap Rusia sebagai bagian dari sanksi atas invasi Rusia ke Ukraina.

Orbán datang ke Washington dengan agenda menuntut agar Pemerintah AS mempertimbangkan pemberian pengecualian (waiver) terhadap sanksi­energi yang diberlakukan terhadap perusahaan minyak Rusia, dan yang berpotensi berdampak terhadap pasokan energi Hongaria.

Pembicaraan Utama & Pernyataan Publik

Dalam konferensi pers bersama di Gedung Putih, Trump mengakui bahwa “kami sedang melihatnya” terkait permintaan Orbán untuk pengecualian sanksi, dengan menyebut bahwa Hongaria menghadapi kondisi geografis yang sulit — “mereka tidak punya laut, mereka tidak punya pelabuhan” — sehingga alternatif pasokan energi terbatas.

Orbán sendiri menegaskan bahwa keluarnya Rusia dari pasokan energi Hongaria akan berdampak serius bagi ekonomi dan rakyatnya. Dia memaparkan bahwa isu ini “sangat vital” bagi Hongaria.

Lebih lanjut, Trump dan Orbán bersama-sama menyentuh kemungkinan dilanjutkannya pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Budapest, yang sebelumnya sempat dibatalkan. Trump menyebut ada “kemungkinan sangat besar” akan dilakukan, dengan menyebut Budapest sebagai lokasi yang diinginkan.

Dinamika Energi dan Diplomasi

Meski titik utama kunjungan Orbán adalah soal pengecualian sanksi energi Rusia, sejumlah laporan menambahkan bahwa kesepakatan kerjasama energi nuklir antara AS dan Hongaria juga sedang dipersiapkan—antara lain pembelian bahan bakar nuklir asal AS dan teknologi penyimpanan limbah nuklir untuk pembangkit nuklir Hongaria di Paks.

Namun, terkait dengan permintaan pengecualian dari sanksi, Trump belum secara definitif memberikan jawaban “ya” atau “tidak” dalam pertemuan tersebut—hanya indikasi bahwa AS “akan mempertimbangkan.”

Implikasi bagi Hongaria & Rusia

·         Bagi Hongaria, hasil kunjungan ini dapat memperkuat posisi negaranya dalam menghadapi tekanan dari Uni Eropa (UE) yang mendorong pemutusan total impor energi Rusia—termasuk target penghentian impor minyak Rusia di UE pada akhir 2027. Orbán sebelumnya dikenal sebagai anggota UE yang paling menentang kebijakan tersebut.

·         Bagi Rusia, manuver ini menunjukkan bahwa meskipun sanksi energi terus meningkat — seperti yang diberlakukan terhadap perusahaan minyak besar Rusia oleh AS — ada jurang diplomasi yang bisa dimanfaatkan untuk melemahkan tekanan antar sekutu Barat/Hongaria.

·         Bagi AS, keputusan apakah akan memberikan pengecualian bagi Hongaria menjadi ujian penting atas konsistensi kebijakan sanksi energi terhadap Rusia: apakah AS akan memberikan pengecualian berdasarkan kondisi khusus atau tetap ke kerasannya.

Kritik dan Kontroversi

Beberapa pihak memperingatkan bahwa pengecualian terhadap Hongaria bisa menciptakan preseden yang melemahkan skema sanksi energi AS dan UE terhadap Rusia. Sebagai contoh, seorang analis menyatakan bahwa kunjungan Orbán adalah “uji coba” apakah hubungan pribadi dengan Trump akan mendahului kepatuhan terhadap kepentingan kolektif Barat.

Kesimpulan dan Pandangan ke Depan

Dengan latar belakang pertemuan ini, beberapa poin utama layak dicermati ke depan:

·         Apakah AS akan secara formal memberikan pengecualian kepada Hongaria dalam sanksi energi Rusia — dan seberapa besar pengecualian tersebut?

·         Bagaimana reaksi Uni Eropa terhadap kesepakatan bilateral AS–Hongaria jika ternyata pengecualian diberikan — terutama mengingat Hongaria adalah negara yang selama ini membelok dari konsensus UE.

·         Bagaimana posisi Rusia dalam merespons: apakah akan memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat pengaruhnya di Hongaria, atau justru menilai bahwa tekanan Barat mulai menemukan celah.

·         Apakah inisiatif nuklir AS–Hongaria akan benar-benar terwujud maupun sejauh mana akan menggantikan pasokan energi Rusia untuk Hongaria.

Secara keseluruhan, pertemuan hari ini (7 November 2025) antara Trump dan Orbán menandai titik balik penting dalam skema geopolitik energi Eropa, usaha negosiasi perdamaian Ukraina, dan dinamika pengaruh Rusia di Eropa Tengah.

Trump Umumkan Kazakhstan Akan Bergabung dengan Abraham Accords

 Presiden AS Donald Trump berupaya memperluas Abraham Accords dengan tujuan melibatkan Arab Saudi dan Suriah.

oleh Jackson Richman & Joseph Lord

Kazakhstan akan bergabung dengan Abraham Accords, demikian dikonfirmasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (6/11/2025). 

 “Saya baru saja melakukan panggilan luar biasa antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Kazakhstan menjadi negara pertama di masa jabatan kedua saya yang bergabung dengan Abraham Accords, yang pertama dari banyak negara lainnya,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

Langkah ini sebagian besar bersifat simbolis, karena Kazakhstan telah memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Israel sejak 1992, tak lama setelah negara mayoritas Muslim itu keluar dari Uni Soviet. Kedutaan Israel berada di ibu kota Kazakhstan, Astana, sementara kedutaan Kazakhstan di Israel berada di Tel Aviv.

Trump mengatakan bahwa pengumuman ini menandai “langkah besar ke depan dalam membangun jembatan di seluruh dunia.”

 “Hari ini, semakin banyak negara yang berbaris untuk merangkul perdamaian dan kemakmuran melalui Abraham Accords saya,” katanya.

Presiden itu menambahkan bahwa tanggal dan waktu untuk upacara penandatanganan guna mengesahkan perjanjian tersebut akan segera diumumkan.

 “Ada banyak negara lain yang berusaha bergabung dengan klub KEKUATAN ini. Masih banyak yang akan datang dalam menyatukan negara-negara demi stabilitas dan pertumbuhan—kemajuan nyata, hasil nyata,” tulis Trump.

Pengumuman Trump di Truth Social muncul tak lama sebelum ia menjamu makan malam di Gedung Putih dengan beberapa pejabat Asia Tengah, termasuk Tokayev.

Tokayev mengucapkan terima kasih kepada Trump karena telah menjadi tuan rumah pertemuan itu, dan menyebutnya sebagai awal dari “era baru kerja sama antara Amerika Serikat dan Asia Tengah.”

Kazakhstan kini bergabung dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko sebagai penandatangan perjanjian yang dibentuk pada tahun 2020 itu.

Utusan khusus AS Steve Witkoff telah memberi bocoran mengenai pengumuman ini saat konferensi di Miami pada 6 November.

 “Abraham Accords—malam ini saya akan terbang kembali ke Washington karena kami akan mengumumkan malam ini satu negara lagi,” katanya tanpa menyebutkan nama negara tersebut.

Berbicara di Gedung Putih pada Kamis, Trump mengatakan bahwa ia berharap dapat terus memperluas daftar penandatangan Abraham Accords, yang menurutnya kini “sangat diminati.”
“Kami akan segera mengumumkan beberapa negara penting yang akan bergabung,” tambahnya, meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Upaya Trump untuk memperluas Abraham Accords terus berlanjut, dengan Arab Saudi dan Suriah sebagai target utama presiden.

 Arab Saudi telah menyatakan hanya akan bergabung dengan Abraham Accords jika Israel berkomitmen pada solusi dua negara bagi konflik Israel–Palestina, yang selama ini ditolak Israel dengan alasan keamanan nasional.

Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman dijadwalkan berkunjung ke Gedung Putih pada 18 November.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga bertemu dengan Tokayev pada 6 November.
“[Keduanya] membahas perluasan peluang perdagangan dan investasi komersial serta peningkatan kerja sama dengan Kazakhstan di bidang energi, teknologi, dan infrastruktur,” menurut pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS.

Tokayev sebelumnya bertemu dengan Amir Ohana, Ketua Parlemen Israel (Knesset), pada 8 April untuk membahas peluang ekonomi dan investasi, termasuk kerja sama di bidang air.
Netanyahu mengunjungi Kazakhstan pada tahun 2016, menjadi perdana menteri Israel pertama yang melakukannya.

Lebih dari 25 persen pembelian minyak Israel berasal dari Kazakhstan.

Komunitas Yahudi di Amerika Serikat menyambut baik pengumuman tersebut.

 “Saya menyambut baik keputusan Kazakhstan untuk bergabung dengan Abraham Accords. Saya bangga telah membahas inisiatif ini dengan Presiden Tokayev dalam beberapa pertemuan kami di Astana,” kata Rabbi Marc Schneier, presiden Foundation for Ethnic Understanding, dalam sebuah pernyataan.

“Dengan bergabungnya Kazakhstan ke Abraham Accords, betapa ironisnya bahwa satu lagi negara mayoritas Muslim secara terbuka menunjukkan dukungannya terhadap solusi dua negara, sementara Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, menolak mengakui hak Israel untuk eksis sebagai negara Yahudi yang demokratis,” kata Schneier. “Ia harus naik ke kereta perdamaian sebelum sejarah meninggalkannya.”

Putin Pecat Lavrov Diam-diam: Kremlin Panik, Elit Rusia Siapkan Jalur Kabur!

EtIndonesia. Di balik gemuruh perang militer dan tekanan sanksi yang dialami Vladimir Putin, muncul indikasi goyahnya posisi elit politik Rusia dan manuver internal yang semakin mengerucut. Laporan terbaru menyebut bahwa Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mulai tersingkir dari lingkaran terdekat Kremlin setelah rangkaian kegagalan diplomasi—sementara sejumlah elit Rusia dilaporkan tengah menyiapkan “rencana kapal tenggelam” atas kemungkinan skenario terburuk rezim.

Gagalnya Diplomasi dan Tersingkirnya Lavrov

Menurut laporan dari The Moscow Times yang dipublikasikan 6 November 2025, Lavrov dilaporkan semakin kehilangan kepercayaan di Kremlin setelah membelot dalam persiapan pertemuan puncak antara Putin dan Donald Trump di Budapest—yang kemudian dibatalkan akibat kebuntuan diplomatik.

Sumber menyebut bahwa pada 5 November 2025, Lavrov tidak lagi diundang ke rapat penting Dewan Keamanan Rusia, di mana Putin dikabarkan membahas kemungkinan melanjutkan kembali uji coba nuklir—sesuatu yang telah dihentikan sejak 1990-an.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, secara resmi mengonfirmasi bahwa Lavrov dilepas dari posisi kepala delegasi Rusia untuk forum G20, dan digantikan oleh penasihat presiden Maxim Oreshkin. Langkah ini dipandang sejumlah pengamat sebagai sinyal bahwa Putin mencari kambing hitam atas sejumlah kegagalan diplomasi luar negeri, dan mencoba memindahkan beban kesalahan ke sistem diplomatik Rusia.

“Elit yang Melarikan Diri” dan Fenomena Aset yang Terangkat

Lebih jauh, tulisan terbaru dari kepala sosiolog Kremlin, Alexander Kharichev — yang diterbitkan dalam jurnal resmi institusi-Kremlin pekan awal November — mengejutkan publik. Dalam artikelnya yang berjudul “Who Are We?”, Kharichev memperingatkan bahwa banyak elit Rusia kini memindahkan aset dan keluarga ke luar negeri, membeli properti di Prancis atau Montenegro dan menempatkan dana pensiun di yurisdiksi asing.

Menurut analis, tindakan tersebut menggambarkan kesiapan elit Rusia menghadapi kemungkinan keruntuhan rezim—serupa dengan pola yang dikenal di kalangan pejabat tinggi Tiongkok sebagai “rencana kapal tenggelam”.

Interpretasi dan Potensi Dampak

Peter (analis independen Rusia) menyatakan bahwa sinyal-sinyal ini menggambarkan dua hal:

  1. Rezim Putin menghadapi tekanan internal yang semakin berat, baik karena perang di Ukraina maupun sanksi global.
  2. Para elit kekuasaan tampak berupaya melindungi diri mereka sendiri — bukan hanya mempertahankan rezim — dengan menyiapkan jalur keluar jika situasi memburuk.

Dampak yang bisa muncul antara lain:

  • Risikonya terhadap kredibilitas diplomasi Rusia, jika tokoh seperti Lavrov dikesampingkan tanpa pengganti yang jelas pengalaman internasionalnya.
  • Eksodus aset dan elite bisa memperlemah sistem politik dan ekonomi dalam negeri — aliran modal keluar dan penghindaran risiko rezim bisa mengosongkan sumber daya vital.
  • Signal ke mitra asing bahwa rezim mulai kehilangan stabilitas internal bisa memicu reaksi pasar dan geopolitik.

Catatan Fakta & Verifikasi

  • Laporan Moscow Times menyebut tanggal 6 November 2025 sebagai tanggal publikasi artikel yang mengangkat isu Lavrov.
  • Artikel Kharichev terbit dalam periode 3-7 November 2025 menurut Riddle News Week analisis.
  • Meski demikian, detail seperti tanggal persis rapat Dewan Keamanan atau keputusan penggantian Lavrov sebagai delegasi G20 belum dikonfirmasi secara publik oleh sumber resmi independen.

Kesimpulan

Manuver internal di Kremlin—dengan tersingkirnya Lavrov dan perilaku elit yang mulai “menyimpan tali pelarian”—menunjukkan bahwa rezim Rusia berada pada titik kritis. Bukan hanya soal perang atau diplomasi yang membara, melainkan soal bagaimana kekuasaan mempertahankan diri di saat situasi eksternal dan internal mengikis pijakannya. Jika pola ini berlanjut, kita bisa menyaksikan perubahan signifikan dalam lanskap politik dan kekuasaan Rusia dalam waktu dekat.

Kemajuan Setiap Hari, Perlahan Menjadi Lompatan Besar

EtIndonesia. Terkadang, kita merasa begitu jauh dari impian kita. Melihat orang lain melangkah ringan, meraih kesuksesan, dan bersinar, sementara kita seakan masih terjebak di tempat yang sama, tidak bergerak maju. 

Perasaan frustrasi dan gelisah sering kali membuat kita meragukan diri sendiri: “Apakah saya tidak cukup baik? Apakah saya akan selamanya tertinggal?” 

Namun kenyataannya, pertumbuhan tidak pernah berupa lari cepat, melainkan perjalanan panjang. Selama kita bersedia untuk maju sedikit demi sedikit setiap hari, usaha-usaha kecil yang tampak sepele itu pada akhirnya akan terkumpul menjadi lompatan besar yang mengejutkan.

Keajaiban terbesar dalam hidup tidak terjadi dalam satu ledakan sesaat, tetapi dalam ketekunan yang terus-menerus setiap hari. Membaca satu halaman buku lebih banyak, berjalan sedikit lebih jauh, mengumpulkan sedikit lebih banyak keberanian, berlatih satu menit lebih fokus—semua tindakan kecil ini seperti menanam benih-benih yang tampak tak penting di dalam tanah. Mungkin kita tidak akan langsung melihat bunga yang mekar, tetapi tanpa kita sadari, akar-akar itu mulai menjalar di bawah tanah, kekuatan hidup terus terakumulasi diam-diam.

Mungkin hari ini kamu hanya menulis satu paragraf, mempelajari satu kata baru, atau berani menghadapi satu masalah yang selama ini ditakuti. Semua itu adalah pencapaian yang patut dihargai, karena itu berarti kamu sedang maju. Ketekunan dan akumulasi mungkin tampak lambat dan tak terlihat, tetapi saat kamu menoleh ke belakang, kamu akan menyadari betapa jauh kamu sudah melangkah.

Proses Perjalanan Seperti Mendaki Gunung

Seperti halnya mendaki gunung, puncak selalu tampak terhalang kabut dan jauh di kejauhan. Namun, setiap langkah yang mantap dan pasti akan membawamu ke puncak. Yang penting bukan seberapa cepat kamu melangkah, tetapi bahwa kamu tidak berhenti. Saat orang lain sibuk membandingkan diri dengan orang lain, ingatlah: “Hari ini aku sedikit lebih baik dari kemarin, itu sudah cukup.”

Kekuatan dari “kemajuan setiap hari” adalah penerimaan diri yang lembut. Ini mengajarkan kita bahwa kita tidak perlu sempurna, dan tidak perlu terburu-buru untuk mencapai kesuksesan. Kamu bisa mengambil waktu, jatuh dan bangkit lagi, merasa bingung dan lalu mengubah arah. Pertumbuhan sejati adalah sebuah perdamaian dengan diri sendiri. Ini bukan soal bersaing dengan orang lain, melainkan apakah kita bisa menjadi lebih kuat, lebih tenang, dan lebih berdaya dibandingkan dengan diri kita yang kemarin.

Setiap Usaha Kecil Itu Berharga

Saat kamu mulai percaya bahwa “usaha kecil pun punya nilai”, kamu akan melihat dunia menjadi lebih lembut. Tekanan dan kecemasan yang sebelumnya sulit ditanggung, akan perlahan-lahan menguap dalam ritme yang stabil. Kamu tidak lagi memaksakan diri untuk menjadi seseorang, tetapi membiarkan diri sendiri menjadi lebih baik setiap harinya.

Mungkin kamu masih merasa sedang meraba dalam kegelapan malam, atau mungkin jalan ke depan terasa begitu panjang. Tetapi percayalah, fajar tidak muncul begitu saja. Fajar adalah hasil dari akumulasi banyak malam gelap, dari sedikit cahaya yang akhirnya berkumpul dan menyinari. Setiap usaha, setiap pilihan, setiap perjuangan yang kamu lalui, sedang membangun masa depan yang penuh cahaya.

Jadi, jangan meremehkan dirimu sendiri hari ini. Kamu sedang berubah, meski perubahan itu terasa lambat, itu tetap patut dibanggakan. Katakan pada dirimu: “Saya tidak perlu langsung menjadi sempurna, saya hanya perlu membuat sedikit kemajuan setiap hari.” Ketika kamu menjalani hidup dengan sikap ini, kecemasan akan berkurang, kepercayaan diri akan tumbuh, dan hidup pun akan terasa lebih tenang dan lebih penuh.

Suatu hari nanti, ketika kamu menoleh pada hari-hari yang tampaknya tidak berarti itu, kamu akan menyadari bahwa justru usaha “sedikit demi sedikit” itulah yang mengakumulasi menjadi “lompatan besar.” Saat itu, kamu akan tersenyum dengan lembut, berterima kasih pada dirimu yang tak pernah menyerah dan terus maju setiap hari.

Semoga dalam hari-hari yang biasa, kamu terus melangkah, menemukan cahaya yang terang di ujung jalan, dan mengingat bahwa setiap langkah kecil yang diambil adalah bagian dari perjalanan menuju kemajuan yang luar biasa. (jhn/yn)

Jalur Sutra Kutub Tiongkok Mencapai Inggris Melalui Koridor Arktik Rusia

Perjalanan dagang pertama Tiongkok lewat Rute Laut Utara Rusia memangkas waktu pengiriman ke Eropa hingga setengahnya—menandai babak baru dalam kerja sama antara Beijing dan Moskow.

Oleh Owen Evans

Sebuah kapal kontainer milik Tiongkok telah menyelesaikan pelayaran melalui wilayah Arktik menuju pelabuhan di Inggris, memangkas waktu tempuh ke Eropa hingga setengahnya, sekaligus menunjukkan penguatan aliansi antara Beijing dan Moskow.

Wilayah Arktik—yang dulunya dikenal karena salju tebal dan keterpencilan—kini menjadi ajang perebutan pengaruh baru. Mencairnya es memungkinkan waktu pelayaran antara Asia dan Kepulauan Inggris berkurang dari sekitar 40 hari menjadi hanya 18 hari.

Kapal Istanbul Bridge, sepanjang 965 kaki dan dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Tiongkok Sea Legend, tiba di pelabuhan Felixstowe—pelabuhan kontainer terbesar di Inggris—pada 15 Oktober. Kapal itu menempuh jalur Northern Sea Route (Rute Laut Utara), koridor yang sepenuhnya melewati perairan Arktik di bawah kendali Rusia.
Ini merupakan jalur kontainer komersial reguler pertama yang melintasi kawasan tersebut.

Pada 2018, Tiongkok merilis buku putih “Polar Silk Road” sebagai bagian dari proyek infrastruktur global Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas Partai Komunis Tiongkok (PKT), dan menyebut dirinya sebagai “negara dekat Arktik.”

Tujuh tahun kemudian, kapal tersebut mengangkut sekitar 4.000 kontainer dari Zhoushan, dengan singgah di Jerman, Polandia, dan Belanda.

Kargo yang diangkut antara lain kendaraan listrik dan panel surya, menurut Reuters.

Para analis menilai pelayaran ini menunjukkan kemampuan Tiongkok yang kian besar dalam beroperasi di Arktik, sekaligus memperkuat ambisi PKT dan Rusia untuk mengalihkan jalur perdagangan dari pengawasan Barat.

Namun, sebagian pengamat menekankan bahwa kapasitas rute ini masih terbatas, karena ketergantungan pada kapal pemecah es Rusia untuk membuka jalur.


“Pengembangan Agresif”

Rute Laut Utara selama ini sulit dilalui karena lapisan es tebal yang menutupi wilayah itu hampir sepanjang tahun. Namun, kenaikan suhu global membuatnya kini terbuka untuk pelayaran musim panas.
Koridor sepanjang 3.700 mil itu membentang di pesisir utara Rusia di atas Samudra Arktik, menghubungkan Asia Timur dengan Eropa Utara sambil melewati titik-titik sempit maritim NATO.

Menurut perusahaan logistik Containerlift, Rusia memiliki rencana “pengembangan agresif” untuk menjadikan Rute Laut Utara jalur pelayaran sepanjang tahun, yang berpotensi mengubah peta perdagangan global.

Bulan lalu, Badan Nuklir Rusia Rosatom dan Kementerian Transportasi Tiongkok menandatangani perjanjian di Harbin, Tiongkok, untuk bersama-sama mengembangkan rute tersebut.

“Rusia melihat Rute Laut Utara sebagai jalur transportasi utama abad ke-21, yang mampu menyediakan koneksi antar-benua yang lebih cepat, efisien, dan aman,” ujar CEO Rosatom, Alexey Likhachev.

 “Keputusan yang diambil hari ini akan memberikan dorongan baru bagi kerja sama Rusia–Tiongkok dalam memanfaatkan potensi Rute Laut Utara dan membuka peluang untuk proyek-proyek besar di masa depan.”

Analis Eropa dan Rusia di Risk Intelligence, Kristian Bischoff, mengatakan kepada The Epoch Times melalui email:

“Langkah ini jelas memperkuat posisi Tiongkok sebagai pemain besar di kawasan Arktik, sekaligus memperlancar rantai pasokannya ke Eropa.”


Sanksi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 22 Oktober mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia, menargetkan dua perusahaan minyak terbesar negara itu, Rosneft dan Lukoil.

Bischoff menilai dampak luas sanksi itu “masih perlu waktu untuk terlihat.”
Menurutnya, Tiongkok kemungkinan tetap akan membeli minyak Rusia, namun akan menekan harga karena menghindari sanksi bukan hal murah. Ia menambahkan, Tiongkok kemungkinan harus mengorbankan modal politik demi tetap bisa membeli energi dari Rusia.

Dalam laporan tahun 2023, Bischoff menulis bahwa meskipun Rusia secara historis mendominasi Rute Laut Utara, posisi itu kini mulai digeser oleh kekuatan industri galangan kapal Tiongkok dan strategi Arktiknya yang agresif.

Ia menilai, kapal bayangan Rusia yang menua kemungkinan tidak mampu melintasi es, sehingga “Tiongkoklah yang akan menjaga arus ekspor minyak dari pelabuhan Arktik Rusia tetap berjalan.”
Rusia tengah membangun kapal pengangkut minyak dan LNG berkelas es, namun Tiongkok diperkirakan lebih maju dalam hal teknologi dan produksi.

Bischoff menambahkan bahwa Tiongkok juga berpeluang menekan harga energi, karena memiliki rantai pasokan dan kemampuan industri yang lebih mapan.
Ia menyimpulkan, selama sanksi Barat tidak sepenuhnya memblokir minyak Rusia masuk ke pasar, “dampaknya terhadap harga global tidak akan besar,” dan tujuannya hanya “membatasi pendapatan Rusia.”


Posisi Inggris

Dalam tulisan di majalah daring The Council on Geostrategy, peneliti Sari Arho Havren dari Royal United Services Institute menulis pada 10 Oktober bahwa Jalur Sutra Kutub PKT menegaskan pentingnya kawasan Arktik bagi Beijing dan London sebagai jalur perdagangan, keamanan, dan sumber daya strategis.

Namun, menurut Havren, ambisi Tiongkok di wilayah utara yang lebih luas justru mengancam kepentingan Inggris.

 Ia menyebut, upaya Tiongkok dan Rusia untuk mengomersialisasi kawasan Arktik menempatkan Inggris pada posisi sulit.

Sebagai anggota NATO, Inggris kini menghadapi rivalitas geopolitik dan militer yang meningkat di kawasan utara, yang dikenal sebagai titik panas persaingan kekuatan besar.

“Kerja sama Tiongkok–Rusia yang kian erat—terbukti dari lebih dari 100 latihan militer bersama dan dukungan Beijing terhadap invasi penuh Rusia ke Ukraina—menunjukkan kelemahan Inggris yang masih bergantung pada Tiongkok dalam perdagangan,” tulis Havren.


“Bukan Revolusi”

Menurut data Rosatom, pada tahun 2024 volume barang yang diangkut melalui Rute Laut Utara mencapai rekor 38 juta ton metrik, termasuk minyak dan gas alam cair (LNG).

Namun, mantan pejabat senior Direktorat Energi Uni Eropa, Samuel Furfari, menilai perkembangan ini “bukan revolusi geopolitik di sektor energi.”
Menurutnya, kerja sama Tiongkok–Rusia di jalur tersebut masih dalam tahap awal.

“Sebagian besar pasar gas tetap berada di Eropa selatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Tiongkok sangat bergantung pada kapal pemecah es bertenaga nuklir Rusia, satu-satunya negara yang mampu memproduksinya.

“Ini mungkin awal dari perubahan, tetapi untuk benar-benar beralih, dibutuhkan lebih banyak kapal pemecah es. Tidak cukup satu kapal untuk setiap pengangkut LNG—dibutuhkan kerja besar untuk membangun infrastruktur itu,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini rute tersebut masih terbatas bagi Tiongkok, dan tidak terlihat tanda-tanda Jepang, Korea Selatan, atau Malaysia akan mengikuti jalur serupa.

Memahami Defisiensi Ginjal: Gejala dan Cara Mengatasinya

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, ginjal tidak hanya merujuk pada organ fisik tetapi juga mengacu pada sistem energi yang lebih luas yang bertanggung jawab atas berbagai fungsi tubuh.

Kuo-Pin Wu & Jessica Lee

Konsep ginjal dalam pengobatan timur melampaui organ anatomi. Ginjal dianggap sebagai sistem energi yang lebih luas, tempat tersimpannya energi vital ginjal (qi) dan esensi kehidupan.

Esensi ginjal dianggap sebagai fondasi pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi reproduksi manusia. Sementara itu, energi vital (qi) berfungsi untuk memberi nutrisi dan menghangatkan organ serta jaringan internal tubuh, mendukung vitalitas secara keseluruhan.

Menurut pengobatan tradisional Tiongkok (PTT), penurunan energi vital ginjal dianggap sebagai awal proses penuaan. Namun, ada cara praktis dan sederhana untuk mengisi kembali energi vital ginjal.


Peran Energi Vital Ginjal dalam Pertumbuhan dan Penuaan

Kekuatan atau penurunan energi vital ginjal diyakini berperan penting dalam proses pertumbuhan dan penuaan. Menurut teks klasik “The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine”, perkembangan manusia mengikuti pola “siklus tujuh dan delapan tahun.” Wanita mengalami perubahan perkembangan besar setiap tujuh tahun, sedangkan pria setiap delapan tahun.

  • Pada usia tujuh tahun untuk anak perempuan dan delapan tahun untuk anak laki-laki, energi vital ginjal meningkat, dan terlihat perubahan pada gigi.
  • Pada usia 14 tahun untuk perempuan dan 16 tahun untuk laki-laki, tercapai kematangan seksual.
  • Pada usia 21 dan 24, energi vital ginjal stabil, gigi geraham muncul, dan fase utama pertumbuhan fisik serta perkembangan reproduksi selesai.
  • Pada usia 28 tahun untuk wanita dan 32 tahun untuk pria, tubuh mencapai puncak vitalitas, ditandai dengan energi, stamina, dan ketahanan yang kuat—tanda tubuh paling sehat dan seimbang.
  • Namun, pada usia 35 tahun untuk wanita dan 40 tahun untuk pria, energi vital ginjal mulai menurun, dan tanda-tanda awal penuaan mungkin muncul.
  • Pada usia 42 dan 48 tahun, energi yang menghangatkan, mengaktifkan, dan dinamis (energi yang bersifat yang) mulai melemah, sering menyebabkan kulit tampak kusam dan rambut memutih.
  • Akhirnya, pada usia 49 tahun untuk wanita dan 64 tahun untuk pria, fungsi reproduksi menurun, menandai transisi menuju usia lanjut.

Sebuah studi pada 2024 mengidentifikasi dua periode kritis percepatan penuaan—sekitar usia 44 dan 60—di mana penanda molekuler yang terkait dengan penuaan mengalami perubahan dramatis. Pada usia 40-an, tubuh menjadi kurang efisien dalam memetabolisme zat seperti alkohol dan kafein. Pada usia 60-an, tanda-tanda penuaan terlihat jelas pada regulasi sistem imun dan fungsi ginjal.

Temuan ini sangat sejalan dengan pengamatan lama dalam PTT, yang mengidentifikasi usia 35 dan 49 untuk wanita serta 40 dan 64 untuk pria sebagai titik balik penting dalam proses penuaan.

Selain pertumbuhan dan penuaan, ginjal juga memainkan peran penting dalam metabolisme air—menghasilkan urin dan membantu mengatur keseimbangan serta distribusi air di seluruh tubuh. Mereka bekerja sama dengan paru-paru untuk mendukung pernapasan.

Sistem ginjal juga mengatur tulang, sumsum tulang, otak, rambut, dan telinga serta regulasi buang air kecil dan buang air besar—menunjukkan peran luas dan penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.


Gejala Kekurangan Ginjal

Gejala umum terkait penuaan akibat kekurangan ginjal meliputi:

  • Penurunan daya ingat
  • Rambut memutih dini
  • Nyeri atau kelemahan pada punggung bawah dan kaki
  • Kehilangan pendengaran
  • Gigi goyah
  • Buang air kecil atau besar tidak teratur
  • Osteoporosis
  • Tangan dan kaki dingin

Jika tiga atau lebih gejala ini muncul, bisa menunjukkan masalah terkait kekurangan ginjal.


Bagaimana Menguatkan Energi Vital Ginjal dan Melambatkan Penuaan

Menurut PTT, kehidupan manusia bergantung pada yang qi—energi penghangat vital tubuh. Bayangkan sekelompok orang yang dikelilingi kehangatan api unggun pada malam yang dingin. Kehangatan api (yang qi) membuat semua orang tetap terjaga dan penuh energi. Namun, ketika api mulai padam, orang mulai menggigil, melambat, dan sulit berfungsi.

Tubuh manusia bekerja menurut prinsip yang sama: ketika energi penghangat vital menurun, “api dalam” melemah. Hal ini dapat menyebabkan ekstremitas dingin, metabolisme melambat, fungsi imun menurun, dan hilangnya ketahanan fisik—ciri khas penuaan dalam PTT.

Sebaliknya, ketika energi penghangat vital melimpah, tubuh tetap hangat, vital, dan fungsi organ stabil, yang membantu memperlambat tanda-tanda penuaan—seperti kelelahan, rambut rontok, kelemahan tulang, serta penurunan fungsi seksual dan kognitif.


Metode Alami untuk Menguatkan Energi Vital Ginjal

Berikut metode yang dapat membantu mengisi kembali energi vital ginjal dan meningkatkan energi penghangat tubuh:

Terapi tidur dengan mengikat kaki (leg-binding sleep therapy)

1. Terapi Tidur dengan Ikatan Kaki

Terapi ini dikembangkan lebih dari 70 tahun lalu oleh apoteker Jepang dan spesialis penyelarasan pinggul, Kimiyoshi Isogai. Praktik ini melibatkan penggunaan tiga tali lembut untuk mengikat kaki secara ringan—di atas lutut, di bawah lutut, dan di pergelangan kaki—agar kaki tetap bersama saat tidur. Meski kaki dibatasi, energi tetap dapat mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh.

Banyak orang melaporkan sensasi hangat di tangan dan kaki dari waktu ke waktu, terutama bagi yang sering mengalami ekstremitas dingin. Beberapa kasus menunjukkan penurunan kaki dingin yang signifikan setelah hanya satu minggu, menandakan peningkatan energi penghangat tubuh.

Tali dapat dilepas dengan cepat dan mudah, menjadikan metode ini aman dan praktis bahkan dalam keadaan darurat.


2. Posisi Tidur Rejuvenasi

Posisi tidur rejuvenasi (huan yang wo) melibatkan posisi berbaring dengan telapak kaki saling berhadapan.

Dalam PTT, titik akupunktur bubbling spring (yongquan)—terletak di sepertiga depan telapak kaki—dianggap sebagai titik awal jalur ginjal atau meridian energi. Menyelaraskan titik ini di kedua kaki diyakini dapat merangsang aliran energi sepanjang meridian ginjal di kaki dan membantu meningkatkan energi vital ginjal.

Posisi ini juga memperhatikan penempatan tangan: pria disarankan menempatkan telapak kiri di perut bagian bawah tepat di bawah pusar, sedangkan wanita menggunakan telapak kanan. Tangan lainnya ditempatkan dengan lembut di atas, menggenggam pergelangan tangan secara longgar untuk menjaga stabilitas.

Perut bagian bawah adalah pusat energi tubuh (dantian). Mengembangkan energi di dantian diyakini menghangatkan dan menutrisi seluruh tubuh.

Posisi ini mendorong pernapasan lebih dalam dan meningkatkan relaksasi tubuh secara menyeluruh, sangat bermanfaat bagi yang kesulitan tidur. Beberapa orang melaporkan dapat tertidur dalam beberapa menit setelah mengadopsi posisi ini.

Jika sulit mempertahankan kaki menekuk dengan telapak bertemu, alternatifnya adalah berbaring dengan kaki lurus sambil tetap menempatkan tangan di perut bagian bawah. Variasi ini tetap membantu mengarahkan energi ke dantian, menenangkan pikiran, dan mendukung tidur yang nyenyak.


3. Pijat Titik Akupunktur

Menurut PTT, meridian adalah saluran tempat energi mengalir dalam tubuh, menghubungkan organ internal ke titik-titik tertentu di permukaan tubuh. Meridian ginjal berjalan dari telapak kaki ke atas sepanjang bagian dalam kaki, langsung terhubung ke ginjal.

Stimulasi rutin pada titik akupunktur utama sepanjang meridian ini dapat mendukung energi vital ginjal.

Lokasi Titik Akupunktur Yongquan — The Epoch Times
  • Bubbling Spring (Yongquan)
    Titik ini menandai awal meridian ginjal, terletak di bagian cekung telapak kaki saat ditekuk dan jari-jari kaki ditekuk ke dalam. Stimulasi titik ini diyakini menguatkan energi vital ginjal dan meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan.
    Metode pijat: Pegang jari-jari kaki dengan satu tangan dan gosok titik bubbling spring dengan tangan lainnya hingga telapak kaki terasa hangat. Gerakkan jari-jari kaki dengan lembut, lalu rilekskan kaki. Ulangi beberapa kali sehari.
  • Kidney Back Transporting Point Titik ini terletak kira-kira dua lebar jari dari tepi bawah prosesus spinosus vertebra lumbar kedua—sekitar setinggi pinggang, tepat di belakang pusar. Titik ini secara tradisional digunakan untuk mendukung kesehatan ginjal, menutrisi yin, menguatkan yang, dan menyeimbangkan ginjal
    Metode pijat: Letakkan kedua telapak tangan di atas titik ini di punggung bawah, gosok naik turun 36 kali. Teknik ini dapat dilakukan beberapa kali sehari.
Lokasi Titik Akupunktur Pengangkut Belakang Ginjal — The Epoch Times

4. Metode Penyelarasan Matahari

Konsep ini berasal dari “Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine” dan dikembangkan lebih lanjut oleh profesor Chi Wu, pendiri klinik PTT di Silicon Valley, California Utara.

Prinsip utama didasarkan pada ritme alami energi yin dan yang sepanjang hari. Di pagi hari, saat energi penghangat vital paling melimpah, disarankan untuk menjemur punggung di bawah sinar matahari.

Bagi yang mengalami kekurangan energi penghangat, menjemur punggung selama 10 menit antara pukul 11:00–12:00 siang—saat sinar matahari terkuat—adalah cara efektif untuk meningkatkan energi yang. Di sore hari, ketika energi pendingin tubuh (yin qi) lebih dominan, bagian depan tubuh, terutama perut, sebaiknya menghadap matahari.

Jika keluar ruangan tidak memungkinkan, metode ini tetap bisa dilakukan di dalam rumah dengan menyelaraskan tubuh terhadap posisi matahari. Tubuh tetap bisa menyerap energi matahari meski melalui dinding jika menghadap arah yang tepat.

Ketika tubuh terselaraskan dengan benar, sensasi hangat biasanya terasa di punggung, disertai kenyamanan. Aplikasi seperti Sun Surveyor dapat membantu menentukan posisi matahari dengan akurat.

Metode ini juga dapat melengkapi terapi akupunktur. Beberapa praktisi klinis mengamati bahwa kombinasi penyelarasan matahari dan akupunktur meningkatkan efek energi dari perawatan.


5. Teknik Menelan Air Liur

Menurut “The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine”, “air liur kental adalah cairan ginjal,” yang berarti diubah dari esensi ginjal dan dianggap sebagai substansi vital.

Oleh karena itu, menelan air liur diyakini membantu menutrisi esensi ginjal dan qi ginjal.
Metode latihan:

  1. Di pagi hari, duduk tegak di tempat tidur dan tekan lidah perlahan ke langit-langit mulut selama beberapa menit.
  2. Setelah air liur memenuhi mulut secara alami, lakukan gerakan membilas ringan.
  3. Akhirnya, telan air liur perlahan dan penuh kesadaran.

6. Teknik Pernapasan Perut

Dalam PTT, ginjal dikatakan “mengatur penerimaan qi.” Saat energi vital ginjal melimpah, napas menjadi lebih dalam dan stabil.

Pernapasan perut membantu mengarahkan napas ke pusat energi tubuh (dantian) di perut bagian bawah. Aliran energi ke bawah diyakini mencapai ginjal, menutrisi dan menguatkan energi vital ginjal.

Tarik napas dalam dan perlahan melalui hidung, hembuskan melalui mulut. Usahakan setiap siklus napas—satu tarik napas dan satu hembus—berlangsung sekitar 15 detik.


Pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah pandangan penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times. Epoch Health menyambut diskusi profesional dan debat bersahabat.

Kuo-Pin Wu telah mempraktikkan pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) selama hampir 20 tahun. Sebelumnya seorang insinyur struktural dengan gelar master dari universitas terkemuka, ia kemudian meraih gelar doktor kedokteran dalam PTT. Menggunakan latar belakang teknik untuk analisis logis, ia mengkhususkan diri dalam mengidentifikasi pola untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit kompleks. Wu saat ini menjabat sebagai direktur Klinik XinYiTang di Taiwan.

Kegagalan Adalah Batu Loncatan Menuju Kesuksesan, Bukan Batu Penghalang

EtIndonesia. Dalam perjalanan hidup, tidak ada seorang pun yang bisa selalu berjalan mulus tanpa halangan. Setiap kali kita jatuh, itu bisa membuat kita merasa putus asa, bahkan meragukan nilai diri kita. Namun, jika kita duduk sejenak dan merenung, kita akan menyadari bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pengingat bahwa jalan yang kita tempuh perlu perbaikan dan ketekunan lebih. 

Seperti pepatah lama yang mengatakan: “Kegagalan adalah batu loncatan menuju kesuksesan, bukan batu penghalang.” 

Kunci sejatinya bukan terletak pada berapa kali kita gagal, tetapi bagaimana kita memandang kegagalan itu.

Banyak orang takut akan kegagalan karena dia dianggap sebagai tanda penolakan dan kemunduran, seolah-olah seluruh dunia berkata: “Kamu gagal.” Namun kenyataannya, kegagalan itu sendiri tidaklah menakutkan; yang menakutkan adalah jika kita membiarkan kegagalan membuat kita mundur. 

Edison, dalam proses penemuannya tentang lampu listrik, melakukan ribuan percobaan. Ketika dia ditanya apakah dia merasa telah “gagal seribu kali,” dia dengan tenang menjawab: “Saya tidak gagal seribu kali, saya hanya menemukan seribu cara yang tidak berhasil.” 

Kata-kata ini, meskipun sederhana, mengandung kekuatan besar—Edison tahu bagaimana menjadikan kegagalan sebagai guru, bukan musuh.

Kegagalan Mengajarkan Kita untuk Bersikap Tenang dan Belajar

Ketika kita belajar untuk diam dan mengamati dengan tenang dalam kegagalan, kita akan melihat bahwa setiap kegagalan mengandung pelajaran berharga. Mungkin kegagalan mengajarkan kita untuk lebih rendah hati, menghargai usaha orang lain; atau mungkin itu memaksa kita untuk berpikir ulang dan menemukan jalan yang lebih tepat untuk kita. Kegagalan memang menyakitkan, tetapi di saat yang sama, kegagalan memungkinkan kita untuk tumbuh. Kita tidak mungkin menjadi lebih kuat dalam kenyamanan, melainkan setelah mengalami benturan dan kegagalan yang membentuk ketangguhan kita.

Batu Penghalang yang Menjadi Batu Loncatan

Terkadang, apa yang kita anggap sebagai “batu penghalang” ternyata adalah sesuatu yang ditanamkan oleh takdir untuk mengingatkan kita untuk berjalan lebih pelan, atau melihat jalan dari sudut pandang yang berbeda. Seperti saat mendaki gunung, batu di bawah kaki kita, jika kita menginjaknya dengan benar, justru akan membantu kita naik lebih tinggi; namun jika kita merasa terganggu dan menganggapnya sebagai penghalang, kita bisa saja tergelincir. Begitu pula dalam hidup, ketika kita belajar untuk mengubah sikap dan melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk memperbaiki langkah, maka kegagalan itu bukan lagi penghalang, melainkan batu loncatan yang membantu kita mencapai pandangan yang lebih tinggi.

Kita semua mungkin pernah mengalami malam-malam yang sepi dan penuh kekecewaan—ketika rencana gagal total, usaha tidak membuahkan hasil, orang lain salah paham terhadap kita, atau kesempatan berlalu begitu saja. 

Rasa sakit itu membuat kita bertanya: “Apakah saya tidak cukup baik?” 

Tapi ingatlah, tidak ada pohon besar yang tumbuh dalam semalam. Benih tumbuh dalam kegelapan tanah, terlihat terkubur, namun sebenarnya sedang mempersiapkan diri untuk menembus tanah dan muncul ke permukaan. Kegagalanmu mungkin adalah awal dari pertumbuhan, selama kamu tidak menyerah, pada akhirnya itu akan menjadi kekuatanmu.

Belajar dari Kegagalan Menjadi Pembelajaran yang Berharga

Ketika kita menoleh pada momen-momen kegagalan dalam hidup, kita sering kali menemukan pelajaran-pelajaran berharga. Mungkin kegagalan dalam wawancara mengajarkan kita untuk lebih siap; kegagalan dalam hubungan mengajarkan kita untuk berkembang sebagai individu; keputusan yang salah mengajarkan kita tentang tanggung jawab dan konsekuensi. Tanpa kesalahan-kesalahan itu, kita mungkin tidak akan menjadi sekuat dan sepenuh ini.

Kesuksesan bukanlah hak bagi mereka yang menghindari kegagalan, tetapi bagi mereka yang tetap bersedia bangkit setelah jatuh. Setiap kali kita gagal, itu seperti batu asah yang menghaluskan sisi-sisi tajam kita, menguatkan mental kita, dan membuat hati kita lebih kokoh. Setelah melewati berbagai cobaan, kita akan melihat kembali apa yang telah menyakitkan dan mungkin akan tersenyum, berterima kasih atas perjalanan itu—karena justru hari-hari yang tidak sempurna itu yang membentuk kita menjadi siapa kita sekarang.

Dalam perjalanan hidup ini, kita tidak perlu menghindari kegagalan, dan kita tidak perlu terlalu keras pada diri sendiri. Cobalah untuk mengatakan pada diri sendiri, “Tidak masalah, saya masih dalam perjalanan.” Setiap kali kita memutuskan untuk memulai lagi, itu adalah bentuk keberanian. Ketika kamu percaya bahwa kegagalan hanyalah bentuk lain dari kesuksesan, kamu telah menang setengahnya.

Jadi, jangan takut jatuh. Bahkan jika kamu jatuh dan penuh dengan lumpur, itu berarti kamu benar-benar telah melangkah. Jangan takut akan penolakan, karena itu hanya ujian dalam proses. Suatu hari nanti, kamu akan berdiri di tempat yang memang pantas untukmu, menoleh kembali pada jalan yang penuh dengan lubang dan luka, dan dengan senyum berkata, “Untungnya, saya tidak terjatuh, tapi saya menapak dengan kegagalan, langkah demi langkah mencapai puncak yang memang menjadi milik saya.”

Kegagalan, sebenarnya, bukanlah akhir dari segalanya. Ia hanyalah nama lain dari kesuksesan, selama kita tidak berhenti untuk terus maju.(jhn/yn)

Kanselir Jerman Friedrich Merz Serukan Pemulangan Pengungsi Suriah, Siapkan Deportasi Bila Menolak Pulang Sukarela

Menurut data Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis), terdapat sekitar 712.000 warga Suriah yang terdaftar sebagai pencari suaka—setara 22 persen dari total 3,17 juta pencari suaka di Jerman.

Victoria Friedman

Kanselir Jerman Friedrich Merz pada 3 November menyatakan bahwa perang saudara di Suriah telah berakhir, dan para pengungsi kini dapat mulai kembali ke negara asal mereka—baik secara sukarela maupun melalui deportasi.

Dalam kunjungannya ke kota Husum, negara bagian Schleswig-Holstein, Merz mengatakan kepada wartawan:

“Saat ini sudah tidak ada lagi dasar hukum untuk suaka di Jerman, sehingga kita bisa memulai proses pemulangan. Tanpa mereka, pembangunan kembali Suriah tidak akan mungkin. Mereka yang menolak kembali ke negaranya dapat saja dideportasi dalam waktu dekat.”

Lewat unggahan di platform X (Twitter), Merz menambahkan:

“Perang saudara di Suriah telah usai. Negara itu kini membutuhkan seluruh kekuatannya, terutama para pria dan perempuan Suriah untuk membangun kembali negeri mereka. Banyak yang ingin pulang—kami akan mendukung dan membantu proses rekonstruksi di sana.”

Di bawah kepemimpinan Angela Merkel—yang juga berasal dari partai konservatif Uni Demokratik Kristen (CDU)—Jerman menerima ratusan ribu pengungsi Suriah sejak dimulainya krisis migrasi Eropa tahun 2015.

Berdasarkan data Destatis Desember 2024, hingga akhir 2023 terdapat 712.000 pencari suaka asal Suriah di Jerman. Jumlah itu merupakan 22 persen dari total pencari suaka (3,17 juta orang), menempati urutan kedua setelah pengungsi asal Ukraina (31 persen).
Secara keseluruhan, hampir 1,3 juta orang berlatar belakang Suriah kini tinggal di Jerman, sekitar 18 persen di antaranya lahir di negara tersebut.

Pernyataan Merz yang menandakan sikap lebih tegas terhadap kebijakan suaka muncul di tengah meningkatnya dukungan terhadap partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) yang menentang imigrasi ilegal.

Menurut jajak pendapat gabungan Politico Poll of Polls per 30 Oktober, AfD berada di posisi teratas dengan 26 persen dukungan, sedikit di atas CDU (25 persen). Sementara Partai Sosial Demokrat (SPD)—mitra koalisi CDU—berada di 14 persen.
Isu imigrasi menjadi salah satu perhatian utama menjelang pemilu federal Februari mendatang, dengan survei menunjukkan 80 persen warga Jerman menilai arus imigrasi selama satu dekade terakhir terlalu tinggi.


Negara-Negara Eropa Hentikan Klaim Suaka Suriah

Pasca tergulingnya Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024, sejumlah negara Eropa—termasuk Jerman, Inggris, dan Prancis—menangguhkan keputusan atas klaim suaka bagi warga Suriah.

PBB melaporkan pada September bahwa sekitar 1 juta warga Suriah telah kembali ke negaranya sejak jatuhnya rezim Assad, namun jumlah itu baru seperempat dari total 4,7 juta pengungsi Suriah yang tinggal di negara tetangga seperti Turki dan Lebanon.

Dalam laporan 24 September, UNHCR menyebut sebagian besar pengungsi tidak berencana kembali ke Suriah dalam setahun ke depan, karena keterbatasan lapangan kerja, perumahan yang buruk, serta kekhawatiran terhadap keamanan dan keselamatan.

Sementara itu, pada 18 September, Tom Fletcher, wakil sekretaris jenderal urusan kemanusiaan PBB, menegaskan bahwa “meski perubahan besar tengah berlangsung di Suriah, negara itu masih menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia—lebih dari 70 persen penduduknya membutuhkan bantuan kemanusiaan.”

Menurut data PBB, sekitar 9 juta orang di Suriah mengalami kerawanan pangan akut, dan 7 juta lainnya masih mengungsi di dalam negeri.


Deportasi Warga Suriah dengan Catatan Kriminal

Merz juga mengungkapkan pada 3 November bahwa ia telah mengundang pemimpin Suriah, Ahmed al-Sharaa, ke Jerman untuk membahas rencana pemulangan warga Suriah yang memiliki catatan kriminal.

“Kami tentu akan terus mendeportasi para pelaku kriminal ke Suriah. Itu sudah menjadi rencana kami, dan kini akan segera kami laksanakan secara konkret,” ujar Merz.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Jerman akan membantu menstabilkan Suriah yang porak-poranda akibat perang, dan akan berdiskusi dengan al-Sharaa mengenai “bagaimana kita bisa menyelesaikan hal ini bersama.”

Rezim Assad runtuh pada Desember 2024 setelah lebih dari satu dekade perang saudara yang berawal dari Gelombang Musim Semi Arab 2011, serangkaian demonstrasi pro-demokrasi di kawasan Timur Tengah.
Kelompok pemberontak Islamis Hayat Tahrir al-Sham mengambil alih ibu kota Damaskus, menandai berakhirnya 54 tahun kekuasaan keluarga Assad.

(Laporan tambahan oleh Owen Evans dan Reuters)

Drone Ukraina Meledakkan Gudang Besar Shahed di Donetsk dalam Serangan Presisi

EtIndonesia. Pasukan Operasi Khusus Ukraina telah melakukan serangan presisi terhadap gudang penyimpanan drone Shahed di Kota Donetsk yang diduduki sementara, menurut pernyataan tersebut.

Pada malam tanggal 5 November, unit-unit Pasukan Operasi Khusus menargetkan pangkalan yang digunakan untuk penyimpanan, perakitan, dan peluncuran drone jenis Shahed di Donetsk yang diduduki sementara.

Infrastruktur militer Rusia terletak di wilayah bekas bandara internasional.

Menurut militer, lebih dari 90 persen drone yang diluncurkan oleh Pasukan Operasi Khusus berhasil mengenai sasarannya.

“Ledakan dahsyat dan detonasi berikutnya terekam dalam video oleh banyak saksi mata. Ini adalah operasi gabungan yang melibatkan Pasukan Operasi Khusus, Pasukan Sistem Nirawak, serta Pasukan Roket dan Artileri,” tambah militer.

Pasukan Operasi Khusus menekankan bahwa mereka akan terus melakukan operasi asimetris untuk menghentikan agresi militer Rusia.

Situasi di Garis Depan

Kemarin, Angkatan Udara Ukraina, pasukan rudal, dan unit artileri menyerang dua wilayah tempat personel, senjata, dan peralatan Rusia terkonsentrasi. Satu sistem artileri musuh juga hancur.

Dalam 24 jam terakhir, kerugian pasukan Rusia melebihi 1.000 personel. Pasukan Ukraina juga menghancurkan enam kendaraan lapis baja, 15 sistem artileri, 172 drone taktis, 84 kendaraan, dan satu peralatan khusus.

Perlu dicatat juga bahwa Legiun Kebebasan Rusia melakukan serangkaian operasi sabotase di dalam negara agresor, menghancurkan puluhan lokomotif yang digunakan untuk mengangkut senjata dan amunisi untuk perang melawan Ukraina.(yn)

Di Dunia Ini Tidak Ada Teman atau Musuh yang Abadi, Hanya Ada Kepentingan yang Abadi

EtIndonesia. Bagi mereka yang sedikit mengenal Winston Churchill, pasti tahu bahwa dia selalu memegang pandangan yang sangat antipati terhadap komunisme, dan tidak pernah berusaha menyembunyikannya. 

Yang menarik, selama Perang Dunia II, Inggris, Uni Soviet, dan Amerika Serikat justru menjadi tiga negara utama dalam aliansi yang sama, bekerja sama untuk melawan Jerman, Italia, dan Jepang. Pada saat itu, Churchill, sebagai Perdana Menteri Inggris, bekerja bersama Joseph Stalin dari Uni Soviet. Apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran Churchill saat itu?

Dia menyampaikan sebuah kutipan sederhana yang menjelaskan sikapnya: “Di dunia ini tidak ada teman atau musuh yang abadi, hanya ada kepentingan yang abadi.”

Apa yang dimaksud oleh Churchill adalah bahwa kerjasama dengan Uni Soviet bukanlah karena dia setuju dengan ideologi komunisme Stalin, melainkan karena dia menyadari bahwa untuk memenangkan Perang Dunia II, Inggris harus bekerja sama dengan Uni Soviet. Bagi Churchill, ini adalah langkah pragmatis yang murni berdasarkan kepentingan.

Keberanian dan ketegasan Churchill untuk bekerja sama dengan musuh yang ideologinya berbeda menunjukkan sikap fleksibilitas yang luar biasa, serta kemampuan untuk menilai situasi dengan jernih. Itulah yang menjadi kunci bagi kesuksesan Inggris dalam memenangkan perang. Prinsip bahwa kepentingan lebih penting daripada ideologi atau permusuhan pribadi adalah salah satu alasan utama mengapa Churchill berhasil memimpin Inggris dalam masa yang penuh tantangan. (jhn/yn)