Api dari Langit: Ukraina Hancurkan 3 Juta Ton Amunisi Rusia dalam Satu Malam!

EtIndonesia. Ledakan dahsyat mengguncang langit malam di wilayah pendudukan Rusia. Rentetan ledakan susulan membuat langit di radius puluhan kilometer tampak menyala seperti siang hari. Asap tebal bergulung di udara, sementara citra satelit menunjukkan kawah besar menyerupai bekas tumbukan meteor. Namun ini bukan film fiksi—melainkan kenyataan getir dari medan perang Rusia–Ukraina yang terus memanas.

HIMARS Menghancurkan Gudang Amunisi Raksasa

Pada malam 3 November 2025, sistem roket artileri presisi tinggi HIMARS kembali menegaskan reputasinya sebagai mimpi buruk bagi logistik Rusia. Dalam satu serangan terkoordinasi, gudang amunisi besar di wilayah pendudukan hancur total—sekitar tiga juta ton material militer musnah ditelan api.

Sejak pertama kali diterjunkan ke medan tempur pada 2022, HIMARS menjadi simbol keunggulan teknologi modern Ukraina. Salah satu contoh paling terkenal adalah serangan di Kherson, di mana intelijen Ukraina berhasil mengidentifikasi lokasi tepat penyimpanan amunisi Rusia

Satu peluncuran presisi menghantam pusat gudang dan memicu ledakan berantai dari 200 roket Tornado serta puluhan tangki bahan bakar. Getarannya setara dengan ledakan Pelabuhan Beirut tahun 2020.

HIMARS unggul karena dua faktor utama: akurasi dan waktu serangan.

  • Rudal berpemandu GPS memiliki margin kesalahan di bawah 10 meter, mampu menembus perlindungan tebal dengan satu tembakan.
  • Serangan biasanya dilakukan pada malam hari saat kewaspadaan Rusia rendah, membuat evakuasi dan respons hampir mustahil.

Rusia sempat menyangkal, mengklaim yang meledak hanyalah gudang pupuk. Namun citra satelit dari Planet Labs dan laporan CNN membuktikan lokasi serta pola ledakan cocok dengan fasilitas militer penyimpanan amunisi aktif.

Gudang Amunisi Jadi Kuburan Raksasa

Serangan HIMARS menyoroti rapuhnya sistem logistik perang modern. Dalam tiga tahun konflik, baik Rusia maupun Ukraina terjebak dalam “perang konsumsi amunisi.”

Meski Rusia mewarisi sekitar 4 juta ton amunisi era Soviet, kini stoknya menipis. Kremlin bahkan membeli peluru artileri 152 mm dari Korea Utara. Di sisi lain, Ukraina yang bergantung pada suplai NATO menembakkan rata-rata 6.000 peluru 155 mm per hari—melebihi kapasitas produksi bulanan NATO yang hanya 150 ribu butir.

Data terbaru Agustus 2025 menunjukkan cadangan artileri Ukraina di garis depan hanya cukup untuk 10 hari pertempuran intensif. Artinya, kehancuran satu gudang besar saja bisa berarti kerugian strategis berskala nasional.

Serangan ke Krimea: S-400 Diledakkan, Radar Rusia Lumpuh

Pada malam 3 November 2025, Ukraina meluncurkan operasi gabungan udara–laut ke Krimea. Sebuah pangkalan Rusia di Teluk Syvash dihantam drone dan kapal tanpa awak laut.
Sistem pertahanan udara S-400 dihancurkan bersama radar dan senjata antitank di lokasi. Video dari lokasi memperlihatkan ledakan berantai dan kobaran api besar.

Sasaran lain seperti radar 92N61, AORL-EAS, dan P-18 juga hancur, membuat kemampuan deteksi Rusia di Krimea lumpuh total. Kelompok partisan pro-Kyiv “Atesh” mengklaim memberi koordinat markas Armada Laut Hitam, yang menjadi target tahap awal rencana besar Ukraina untuk melumpuhkan Jembatan Krimea.

Ukraina Rebut Kembali 400 km² Wilayah Timur Laut

Dalam dua hari terakhir, pasukan Ukraina berhasil merebut kembali lebih dari 400 km² wilayah di sektor timur laut termasuk area Sinshakhovka. Brigade ke-68 Ukraina menembus garis pertahanan Rusia dan menawan sembilan tentara. Komandan tertinggi Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, turun langsung ke garis depan di Dobropillia untuk memimpin serangan lanjutan.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menepis klaim Rusia tentang pengepungan 10 ribu pasukan Ukraina, menegaskan bahwa pasukannya bukan hanya bertahan, tetapi juga berhasil menyerang balik dari berbagai arah.

Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia

Malam 4 November 2025, kilang minyak Kstovo milik Lukoil di wilayah Nizhny Novgorod, sekitar 1.200 km dari perbatasan Ukraina, diserang drone jarak jauh. Video memperlihatkan bola api raksasa menerangi langit malam, sementara ledakan beruntun mengguncang wilayah pinggiran. Tiga tangki penyimpanan besar hancur total, dan pipa distribusi utama rusak berat.

Serangan ini menjadi bukti kemampuan drone Ukraina yang kini dapat menjangkau ribuan kilometer ke dalam wilayah Rusia. Pada malam yang sama, pos perbatasan Frolovskaya di Volgograd juga diserang, menyebabkan pemadaman listrik luas di area sekitarnya.

Bantuan Baru Uni Eropa dan Ketegangan Diplomatik

Pada 4 November 2025, Komisi Eropa mengumumkan pencairan €13,5 miliar bantuan tahap kelima untuk Ukraina, ditambah €600 juta guna memperkuat ekonomi dan reformasi hukum sebagai bagian dari proses keanggotaan Uni Eropa.

Sementara itu, di Polandia, aparat keamanan menangkap seorang blogger anti-Ukraina bernama Reed N., yang diduga menyebarkan propaganda pro-Rusia. Perdana Menteri Donald Tusk memperingatkan tentang “gelombang opini beracun” yang diarahkan oleh Moskow untuk melemahkan solidaritas Eropa terhadap Kyiv.

Pertempuran di Zaporozhye: Operasi “Pisau Baja”

Pada 5 November 2025, pasukan Ukraina melancarkan operasi kilat selama 36 jam di garis depan Zaporozhye. Di bawah perlindungan malam, mereka menembus pertahanan Brigade ke-58 Rusia sejauh 3 kilometer dan merebut lima desa.  Sebanyak 150 tentara Rusia menyerah, sementara dua pos komando utama dan tiga gudang amunisi besar dihantam HIMARS.

Operasi ini, bernama “Operation Steel Piercer” (Pisau Baja Penembus), dimulai dengan serangan ratusan drone FPV yang melumpuhkan sistem komunikasi dan perang elektronik Rusia.  Rekaman dari medan menunjukkan pasukan Rusia kehabisan amunisi dan makanan, banyak di antaranya menyerah tanpa perlawanan.

Akibat kekalahan ini, Kremlin mencopot komandan Grup Tentara ke-58 dan mengirim pasukan cadangan—yang ironisnya juga langsung diserang drone Ukraina di perjalanan.
Lebih dari 20 kendaraan lapis baja Rusia hancur dalam satu hari.

Laut Hitam Memerah: Tiga Kapal Perang Rusia Tenggelam

Pada malam 5 November 2025, tiga kapal perang Rusia jenis Buyan-M (21631) tenggelam di Teluk Temryuk, Laut Hitam. Serangan gabungan drone udara dan kapal tanpa awak Ukraina dilaksanakan oleh Satuan Operasi Khusus “Ghost”, dengan koordinasi satelit Starlink.

Drone elektronik terlebih dahulu melumpuhkan radar dan sistem pertahanan Pantsir, sebelum kapal tanpa awak berkecepatan tinggi menyerang lambung kapal dengan 320 kg bahan peledak. Hasilnya, ketiga kapal yang biasa digunakan menembakkan rudal jelajah Kalibr ke Ukraina hancur total.

Kehilangan tiga kapal ini membuat Rusia kehilangan hampir 30% kemampuan serangan jarak jauhnya di Laut Hitam.

Analisis: Era Baru Perang Modern

Rangkaian peristiwa pada 3–5 November 2025 menegaskan bahwa konflik Rusia–Ukraina telah memasuki babak baru—era perang drone dan intelijen real-time. Keunggulan kini bukan lagi pada jumlah pasukan atau senjata konvensional, melainkan kecepatan data, presisi teknologi, dan kemampuan adaptasi.

Bagi Rusia, setiap gudang dan kapal kini adalah target potensial. Bagi Ukraina, kemenangan bukan hanya di medan tempur, tetapi juga dalam perang informasi dan dominasi teknologi.

“Inilah wajah perang abad ke-21,” tulis analis militer Ukraina dalam laporannya, “di mana mesin tanpa awak dan data satelit menggantikan tank dan infanteri.”

(Video) Pasutri Paling Mirip dalam Sejarah! Pasangan dari Guangdong, Tiongkok  Bak Kembar Identik 

Topik “Pasangan Guangdong Mirip Kembar, Netizen Sarankan Tes DNA” menjadi viral di daftar pencarian populer di daratan Tiongkok pada 5 November, dan memicu diskusi hangat. Netizen menjuluki mereka sebagai “pasangan paling mirip dalam sejarah”

EtIndonesia. Tuan He dan Nyonya Liang, pasangan kelahiran tahun 1995 dari Dongguan, Guangdong, Tiongkok, telah menikah lebih dari dua tahun. 

Mereka menjalankan usaha di bidang pengobatan tradisional Tiongkok dan sering berbagi video kehidupan sehari-hari serta sup khas Guangdong di media sosial. 

Dalam video, bentuk wajah, fitur wajah, dan gaya rambut keduanya terlihat sangat mirip—seperti pasangan kembar identik.

Pada 4 November, Nyonya Liang mengatakan kepada Jimu News bahwa ia dan suaminya pertama kali bertemu pada musim semi 2022 lewat perjodohan. Saat itu, mereka tidak merasa mirip satu sama lain. Namun, semakin banyak orang yang mengatakan bahwa wajah mereka sangat mirip, terutama setelah menikah, dan akhirnya mereka pun mengakui kemiripan itu.

Meskipun wajah mereka tampak makin mirip, kepribadian keduanya sangat berbeda. Menurut Liang, ia cenderung impulsif, sedangkan suaminya sangat tenang dan bijaksana, sehingga keduanya saling melengkapi. Tuan He menambahkan, “Dia kalau bekerja selalu cepat dan tegas, sementara saya lebih berhati-hati, tidak ingin gegabah.”

Liang juga mengatakan bahwa hidup bersama dengan pasangan yang begitu mirip tidak terasa aneh, justru terasa lebih akrab dan hangat.

Pasangan ini menjadi viral karena wajah mereka yang tampak seperti hasil “salin dan tempel”. 

Ada yang bercanda bahwa mereka mungkin saudara kembar yang terpisah sejak kecil, bahkan menyarankan agar mereka memeriksa DNA.

Komentar netizen pun ramai:

  • “Awalnya saya kira mereka saudara kembar.”
  • “Ya ampun, benar-benar sama persis.”
  • “Luar biasa miripnya—bentuk wajah, mulut, hidung, mata, dagu, bahkan panjang philtrum-nya pun sama.”
  • “Lebih mirip dari pasangan kembar laki-laki-perempuan!”

Sumber : NTDTV.com

Pesawat Besar Muncul di Jalan Kota Wuhan, Tiongkok, Terlihat Bertuliskan “China Southern Airlines”

Pada 3 November 2025, warga Wuhan, Provinsi Hubei, dikejutkan oleh pemandangan tidak biasa — sebuah pesawat besar tiba-tiba terlihat di tengah jalan raya kota dengan tulisan “China Southern Airlines” di badan pesawat. Peristiwa ini dengan cepat menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.

EtIndonesia. Beberapa warga Wuhan yang kebetulan melintas mengambil video pesawat tersebut dan bercanda, “Pesawatnya nakal, malah naik ke jalan raya. Baru kali ini bisa ‘berdampingan’ dengan pesawat di jalan.”

Dalam rekaman video tampak, di kawasan Distrik Huangpi, Wuhan, lalu lintas cukup padat. Di sebuah persimpangan besar, tampak sebuah badan pesawat komersial seperti sedang berbelok, dengan tulisan “中國南方航空” (China Southern Airlines) di sisinya.

Namun, pesawat itu tidak memiliki sayap di kedua sisinya, dan seluruh badannya diletakkan di atas truk pengangkut besar.

Pesawat tersebut berhenti cukup lama di persimpangan jalan, sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah. Banyak warga Wuhan yang kebetulan lewat merasa takjub melihat “pesawat besar di tengah jalan kota.”

Beberapa saksi mata mengatakan bahwa pesawat sudah terlihat sejak sore hari, dan bahkan sampai malam hari masih belum dipindahkan, tanpa diketahui alasannya.

Sejumlah video menunjukkan bahwa akibat pesawat besar itu, lalu lintas di sekitar lokasi macet total. Banyak pengemudi menghentikan kendaraan mereka untuk melihat lebih jelas dan terkejut menemukan pesawat terparkir di jalan raya.

Komentar warga antara lain:

“Tak terpikir sebelumnya, ternyata di jalan besar Wuhan bisa muncul pesawat juga.”
“Pesawatnya masih jalan juga, ya?”
“Pesawatnya tampak utuh, tidak rusak. Sayapnya sudah dilepas. Mungkin sedang dipindahkan untuk dirakit ulang, atau pesawat lama yang akan dijadikan hotel atau pameran.”

Kemunculan pesawat besar ini menimbulkan banyak spekulasi di dunia maya. Ada yang menduga,

“Apakah pesawat ini milik Bandara Tianhe Wuhan yang mungkin keluar jalur?”

Banyak warga bahkan menelpon instansi pemerintah untuk menanyakan penjelasan resmi.

Pada 4 November, pihak Hubei Airport Group menanggapi bahwa pesawat tersebut tidak berasal dari Bandara Internasional Tianhe Wuhan.

Pihak Dinas Perhubungan Distrik Huangpi juga menjelaskan bahwa pengangkutan khusus semacam ini seharusnya melalui proses perizinan resmi, dan menegaskan,

“Tidak mungkin ada pesawat besar yang begitu saja muncul di jalan tanpa izin. Namun, untuk pengangkutan kali ini, prosedurnya tidak dilakukan melalui kantor kami.”

Sementara itu, kepolisian lalu lintas Wuhan menyatakan bahwa pesawat tersebut sedang dalam proses pengangkutan normal,

“Pesawat itu sedang dipindahkan dari sebuah kawasan industri. Semua izin pengangkutannya telah diproses sesuai prosedur.”

oleh Luo Tingting / Fan Ming, NTD Television

Menemukan Kebahagiaan dalam Hidup



EtIndonesia.
Kebahagiaan tidak memilih status. Dia bukan milik orang kaya atau orang miskin saja, bukan hanya untuk yang muda maupun yang tua. Kebahagiaan adalah milik mereka yang mencarinya. Mencari kebahagiaan adalah proses aktif, usaha sadar yang datang dari sikap positif dalam hidup. Berikut beberapa cara sederhana untuk menemukan kebahagiaan:

1. Belajarlah Memuji Orang Lain

Kebahagiaan sering tumbuh dari hati yang ringan. Kesehatan dan umur panjang pun ikut menyusul ketika hati tenang. Seorang nenek berusia 104 tahun pernah berkata, rahasia panjang umur itu sederhana: santai, bisa makan, bisa tidur, ikut bahagia atas kebahagiaan orang lain, tersenyum setiap hari, hati lapang dan perkataan manis. Sikap hati menentukan umur dan kualitas hidup.

2. Latih Diri untuk Melupakan

Jadikan cobaan sebagai bagian dari perjalanan hidup. Untuk bahagia, belajarlah untuk melepaskan: lepaskan kesedihan, kemarahan, penyesalan, obsesi pada nama dan jabatan. Biarkan kabut di hati hilang. Mereka yang mampu merelakan, hidupnya lebih ringan dan lebih panjang.

3. Jangan Terlalu Sensitif

Orang yang mudah curiga dan terlalu peka sering memikul beban berat tanpa sadar. Jika kita terlalu sensitif, kita makin sulit merasa bahagia. Sesekali, jadilah seperti orang yang “tidak tahu”, atau ajari pikiran untuk tidak bereaksi berlebihan. Tenangkan hati, jangan biarkan bayangan pikiran menguasai hidupmu.

4. Belajar Bersikap Lapang

Kunci kebahagiaan ada pada kelapangan hati. Kurangi konsumsi berita negatif, jauhi obrolan yang hanya meracuni pikiran. Bertemanlah dengan orang yang positif dan penuh semangat. Jangan iri pada mereka yang selalu tersenyum. Dekati dan belajarlah dari mereka. Semakin kita dikelilingi energi baik, semakin bahagia hati kita.

5. Jaga Sikap dan Pola Pikir

Pikiran kita adalah pengatur suasana hati. Hati yang sehat adalah sumber kebahagiaan, dan kebahagiaan itu sendiri adalah obat untuk panjang umur. Ketika pikiran tidak seimbang, datanglah kecemasan, kemarahan, dan kesedihan. Milikilah hati yang terlatih, belajar melihat sisi baik dalam hidup. Orang bahagia bukan yang paling banyak punya alasan untuk bahagia, tapi yang paling pandai mencarinya.

6. Kembangkan Perasaan  Bersyukur

Setiap hari, temukan satu hal kecil yang membuatmu merasa bahagia dan bagikan kepada orang lain. Lakukan terus, dan kamu akan merasa hidup lebih indah. Rasa syukur tumbuh bersama hati yang lapang, pikiran yang bijak, dan sikap yang penuh kebaikan.

Sahabat, jalan menuju kebahagiaan itu banyak. Semua tergantung apakah kita mau melangkah atau hanya duduk mengeluh. Semoga kita selalu memilih untuk mencari kebahagiaan, merawatnya, dan mengisi hidup kita dengan senyum dan rasa syukur.

Karena bahagia itu bukan menunggu datangnya keajaiban, tapi menciptakan cahaya di dalam hati, setiap hari. (jhn/yn)

Memaafkan Orang Lain, Menyelamatkan Diri Sendiri

EtIndonesia. Saat Shujue bercerita tentang mertuanya, nada hatinya penuh ketidakpuasan. Dia merasa suaminya dan kakak iparnya, meski bersaudara kandung, diperlakukan sangat berbeda. Dalam hal pembagian harta, dukungan pekerjaan, bahkan hal-hal kecil dalam keseharian, mertuanya selalu memihak sang kakak. Baginya, perlakuan itu jelas tidak adil.

Bahkan cucu pun diperlakukan tak sama. Cucu pertama dipuji dan dimanjakan, sedangkan anaknya sendiri seperti tidak dianggap. Hidup bertahun-tahun dalam suasana ketidakadilan seperti itu membuatnya tertekan. Dia sering merasa penuh amarah, sedih, dan hampir jatuh dalam depresi.

Ketika topik “memaafkan” muncul dalam diskusi, dan disarankan untuk mencoba dalam hati berkata kepada orang yang dia benci: “Aku menyayangimu, aku mendoakanmu,” dia langsung berkata bahwa dirinya sama sekali tidak sanggup melakukannya.

Memang, memaafkan bukan perkara mudah. Tapi memaafkan adalah pelajaran besar yang harus dipelajari sepanjang hidup. Langkah pertama adalah mengakui bahwa luka di hati itu nyata. Rasa sakitnya nyata. Dengan mengakui itu, barulah kita bisa perlahan mengurai emosi dan mencari jalan untuk berdamai.

Tentu saja, kita bisa memilih untuk tidak memaafkan. Tapi harus tahu risikonya: menyimpan dendam berarti membiarkan luka itu hidup terus, semakin membesar setiap kali diingat, menghancurkan suasana hati, mengganggu kehidupan, dan bahkan memengaruhi kesehatan.

Sebaliknya, ketika kita memilih memaafkan, luka-luka lama mulai mereda. Ada rasa ringan yang sulit dijelaskan. Memaafkan bukan berarti membiarkan orang yang menyakiti kita menang; memaafkan berarti menghentikan kita menyiksa diri sendiri. Itu adalah kebebasan batin, kedewasaan jiwa, akhir dari mimpi buruk, dan awal dari kelahiran baru. Dengan memaafkan, kita bisa benar-benar hidup di masa kini, merasa damai, dan jadi diri sendiri.

Kenyataannya, dunia memang tidak pernah adil. Sejak lahir pun kita sudah berbeda: fisik, keluarga, materi, pendidikan, peluang, nasib. Ada orang miskin yang iri pada mereka yang berkecukupan; ada orang kaya yang mendambakan ketenangan hati; ada penyandang disabilitas yang memimpikan tubuh sehat. Sering kali kita hanya fokus pada apa yang tidak kita punya, sampai lupa mensyukuri apa yang telah dimiliki.

Jika dunia benar-benar adil, tidak akan ada kaya atau miskin, suka atau duka, konflik atau pembelajaran. Pada dasarnya, kita juga pernah, sadar atau tidak, menyakiti orang lain. Jadi atas dasar apa kita tidak mau memberi maaf?

Terkadang memaafkan terasa seperti kelemahan, terutama saat orang lain merusak masa depan kita atau menghilangkan seseorang yang kita cintai. Tapi justru di saat seperti itu, kita harus mencoba memakai empati. Benar atau salah di dunia ini tidak pernah absolut. Dengan hati yang rendah dan penuh pemahaman, pintu memaafkan bisa terbuka lebih mudah.

Secara medis, wilayah otak yang memunculkan rasa empati sama dengan wilayah yang aktif saat kita memaafkan. Itu bukan kebetulan. Memaafkan membutuhkan empati sebagai dasar. Dengan empati, kita bisa menerima permintaan maaf yang tulus, bisa berdamai bahkan dengan luka yang disebabkan sejarah, konflik, atau ketidakadilan. Dengan empati, kebencian dapat luruh dan berganti ketenangan.

Dalam hidup nyata, banyak orang terperangkap dalam rasa benci dan iri, saling melukai, balas dendam, dan akhirnya makin tenggelam. Untuk keluar dari lingkaran itu, kita perlu belajar melihat dari sudut pandang lain. Tidak ada keadilan sempurna di dunia ini, tidak ada benar salah yang mutlak. Dalam penerimaan dan pemahaman, kita bisa menjadi lebih ringan, lebih matang, dan lebih damai.

Ada banyak cara melatih hati untuk memaafkan: bermeditasi, berolah raga, berdoa, menulis jurnal, atau merenung dalam keheningan. Dengan begitu kita bisa kembali menemukan diri asli yang polos, baik, tanpa dendam dan tanpa tipu muslihat. Kita bisa kembali menemukan ruang hati yang lembut, damai, dan penuh cinta.

Dalam proses berbagi cerita dan saling mendukung, Shujue perlahan belajar melihat situasinya dari sisi lain. Dia mulai sadar bahwa karena mertuanya sering tidak peduli padanya, dia justru punya ruang gerak lebih bebas untuk menjalani hidup sesuai keinginannya. Tidak perlu dipantau, tidak perlu terikat. Bukankah itu juga sebuah bentuk kebebasan?

Memaafkan bukan hanya membebaskan orang lain, tapi juga membebaskan diri sendiri. Kita harus jujur mengakui bahwa hal terpenting dalam hidup bukan sekadar kesehatan, cinta, atau harta benda, melainkan kemampuan untuk memaafkan dan merasa cukup dengan apa yang kita miliki.(jhn/yn)

Ingin Sukses? Mulailah dengan Menetapkan Tekad

EtIndonesia. Hampir semua tokoh besar dan orang sukses memiliki satu persamaan: sejak muda, mereka sudah punya cita-cita yang jelas dan ambisi yang kuat.

Pada dasarnya, tinggi rendahnya tujuan seseorang berkaitan langsung dengan besar kecilnya pencapaian dalam hidupnya. Semakin tinggi seseorang menempatkan tujuannya, semakin cepat dia terdorong untuk mengasah kemampuan, memaksimalkan bakat, dan membangun kapasitas diri yang mengarah pada kesuksesan.

Tekad dan tujuan hidup ibarat mercusuar di tengah samudra, memberi arah saat gelap, menjadi cahaya penuntun ketika kuatir tersesat. Dalam prinsip law of attraction, kita diajak untuk punya gambaran jelas tentang masa depan dan tujuan hidup.

Jika ingin berhasil, langkah pertama adalah punya tujuan dan tekad yang jelas. Tanpa itu, kesuksesan hanya akan jadi angan-angan.

Ada penelitian terkenal dari Harvard mengenai arah hidup para lulusan elit. Mereka meneliti sekelompok mahasiswa yang memiliki tingkat kecerdasan, pendidikan, dan latar belakang hampir sama. Hasil temuan:

·         27% tidak punya tujuan hidup

·         60% punya tujuan yang tidak jelas

·         10% punya tujuan jangka pendek yang cukup jelas

·         Hanya 3% yang punya target jelas dan jangka panjang

Dua puluh lima tahun kemudian, hasilnya mengejutkan:

·         3% yang punya tujuan jelas menjadi orang-orang paling sukses di bidang masing-masing

·         10% yang punya tujuan jangka pendek menjadi profesional mapan dan kelas menengah

·         60% hidup biasa-biasa saja di kelas menengah ke bawah

·         27% yang tidak punya tujuan hidup akhirnya terjebak dalam kesulitan dan sering menyalahkan keadaan

Mayoritas orang sukses mulai menentukan tujuan hidup bahkan sebelum kesuksesan itu datang. Mereka tahu apa yang mereka inginkan, punya arah, dan terus berjalan menuju titik itu meski jalannya tidak selalu mulus.

Jadi apa yang harus kita miliki? Mimpi. Tujuan. Tekad.

Tanpa arah, seseorang mudah hanyut dalam kesibukan tanpa makna, terseret urusan sepele, dan akhirnya menyesal di akhir hidupnya. Sebaliknya, mimpi dan tujuan memberi dorongan, energi, dan arah.

Bayangkan diri kamu satu tahun lagi. Dua tahun lagi. Lima tahun lagi. Seperti apa Kamu ingin menjadi? Bila kamu terus menjaganya, langkah demi langkah, lambat atau cepat kamu akan mendekat dan pada akhirnya sampai.

Namun memiliki tujuan saja tidak cukup. Perjalanan menuju mimpi pasti menuntut penyesuaian rencana, menghadapi tantangan, dan pembelajaran terus-menerus. Fokus pada tujuanmu. Biarkan tujuannya sejalan dengan definisi suksesmu, dengan nilai-nilai hidupmu, dan dengan arah yang kamu mau jalani.

Akar yang kuat menghasilkan batang yang kokoh. Tekad yang jelas melahirkan pencapaian besar.

Ketika kamu punya tujuan jelas, menyusun langkah bertahap, dan tetap teguh meski rintangan datang, kamu akan menjadi orang yang kamu inginkan. Sejauh apa cakrawala hatimu terbentang, sejauh itu pula ruang panggung hidupmu terbuka.(jhn/yn)

19 Juta Investor Pasar Modal dan 8 Juta Investor Saham Tercapai di Penutupan Bulan Inklusi Keuangan 2025

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup bulan Oktober—Bulan Inklusi Keuangan (BIK)— dengan berbagai yang dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah kegiatan edukasi dan literasi yang dilakukan oleh BEI dan pemangku kepentingan lainnya meliputi kegiatan rutin Sekolah Pasar Modal maupun penyelenggaraan Road to Capital Market Summit & Expo (Road to CMSE) 2025, CMSE 2025, program Guruku Investor Saham, dukungan terhadap Financial Expo (FinExpo) 2025, serta pelaksanaan Virtual Trading Competition (VTC) 2025 powered by IDX Mobile yang diikuti oleh Mahasiswa dari Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia.

Berkat upaya tersebut, hingga akhir Oktober 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 19.154.487 single investor identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor baru pasar modal  tahun  2025  mencapai  4.282.848  SID,  atau  meningkat  58,4%  dibandingkan  penambahan

2.703.578 investor baru pada tahun 2024. Jumlah investor saham di BEI telah mencapai 8.083.076 SID, dengan pertumbuhan 1.701.632 investor saham baru sepanjang 2025, naik 51,2% dibandingkan pertumbuhan 1.125.873 investor saham baru di tahun 2024.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi, terutama generasi muda di bawah usia 30 tahun yang kini semakin aktif dan percaya diri dalam berinvestasi. “Pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen BEI bersama seluruh stakeholders dalam melakukan berbagai kegiatan edukasi dan literasi yang konsisten dan terarah, seperti Sekolah Pasar Modal, Guruku Investor Saham, dan CMSE”.

Sepanjang Maret–Oktober 2025, BEI menggelar 101 kegiatan Road to CMSE di berbagai daerah, diikuti lebih dari 185 ribu peserta dan menambah 184 ribu investor baru. CMSE 2025 sendiri yang berlangsung dua hari, menghadirkan 13 narasumber, 6 moderator, 88 booth, dan 95 tenant mencatatkan antusiasme tinggi serta meningkat dibandingkan tahun 2024. Total pendaftar CMSE 2025 mencapai

25.180 orang (naik 105,9%), dengan 48.308 pengunjung (naik 12,3%). Dari jumlah tersebut, 11.682 hadir langsung (naik 51,4%) dan 36.626 mengikuti secara virtual melalui YouTube BEI dan nobar di berbagai Kantor Perwakilan BEI.

Hingga akhir Oktober 2025, BEI melalui jaringan Kantor Perwakilannya telah melaksanakan 14.993 kegiatan edukasi di seluruh Indonesia yang diikuti oleh 14.333.853 peserta. Dari jumlah tersebut, 5.415 kegiatan dilakukan secara digital dan 9.578 kegiatan dilakukan secara tatap muka dan hybrid. Dari seluruh kegiatan edukasi tersebut, sebanyak 319.177 peserta telah membuka rekening efek.

Berbagai capaian tersebut menegaskan komitmen BEI untuk terus meningkatkan inklusi pasar modal dan literasi keuangan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan, kolaboratif, dan inklusif. Ke depan, BEI berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya mengenal pasar modal, tetapi juga

berpartisipasi  aktif  sebagai  bagian  dari  pertumbuhan  ekonomi  nasional  yang  berdaya  saing  dan berdaulat.

Melalui ISFO Penguatan Literasi Dan Inklusi Keuangan Syariah Generasi Muda

Surabaya – Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  terus  berupaya  untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional khususnya untuk generasi muda. Generasi muda bukan hanya sebagai penerima manfaat sistem keuangan syariah tetapi juga berperan sebagai  penentu arah, pembentuk pasar, dan  penerus ekosistem keuangan syariah masa depan Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif   Pengawas  Perilaku  Pelaku  Usaha  Jasa Keuangan,  Edukasi  dan  Pelindungan   Konsumen  Friderica  Widyasari  Dewi   dalam sambutannya pada Kegiatan Grand  Final Indonesia Sharia Financial  Olympiad (ISFO) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Selasa.

“Generasi  muda  memegang  peran  strategis  dalam  mendorong  literasi  dan  inklusi keuangan syariah. Pertama, sebagai driving force perubahan yang membawa perubahan dan  transformasi untuk kesejahteraan  masyarakat  yang lebih baik. Kedua,  berperan sebagai konsumen yang cerdas dan beretika dalam mengelola keuangan. Ketiga, generasi muda  juga  berperan  sebagai   agen  edukasi  yang  membagikan   pemahaman   dan pengetahuan  untuk  mendorong  masyarakat  untuk  memiliki  literasi  keuangan  yang mumpuni. Keempat, menjadi sumber ide dan energi baru bagi lahirnya inovasi produk layanan keuangan  syariah yang lebih adaptif terhadap  kebutuhan masyarakat,” kata Friderica.

Lanjutnya, melalui pelaksanaan ISFO ini  diharapkan akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul di keuangan syariah.

Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Jazuli  menyampaikan apresiasi kepada OJK yang  terus melakukan  berbagai  program   peningkatan  literasi  dan  inklusi   keuangan  syariah khususnya bagi generasi muda.

“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya   meningkatkan pemahaman generasi muda khususnya  mahasiswa  dan  pelajar   tentang   keuangan  syariah,  tetapi   juga  dapat mewujudkan perekonomian masyarakat perekonomian masyarakat yang sesuai dengan syariat.   Sehingga,   tidak    hanya   meningkatkan   kualitas    keimanan   tetapi   juga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” kata Akhmad Jazuli.

ISFO 2025 diikuti oleh sebanyak 10.736 peserta dari 3.504 tim yang berasal dari seluruh Indonesia,  meningkat  sebanyak   143   persen  dari  tahun  sebelumnya.   Capaian  ini menunjukkan minat dan antusiasme generasi muda terhadap keuangan syariah terus meningkat, sekaligus menegaskan generasi muda memiliki keingintahuan dan semangat belajar yang luar biasa terhadap nilai keuangan syariah.

Rangkaian kegiatan ISFO 2025 berlangsung  dari 1 Agustus hingga 4 November 2025 dengan dua jenis kompetisi, yaitu  Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah  dan Wirausaha Muda Syariah dengan rincian peserta sebagai berikut:

1.  Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori Pelajar diikuti oleh

858 tim atau 2.574 pelajar SMA/sederajat,

2.  Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan  Syariah (CCKS) kategori Mahasiswa  diikuti oleh 532 tim atau 1.596 mahasiswa, serta

3.  Kompetisi Wirausaha Muda Syariah (WMS) diikuti oleh 177 tim yang terdiri atas

386 mahasiswa yang telah memiliki bisnis/usaha mikro.

Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah bertujuan untuk menguji pengetahuan dan pemahaman peserta tentang keuangan  syariah. Kompetisi Wirausaha Muda  Syariah bertujuan untuk menumbuhkan semangat wirausaha dan kemandirian ekonomi kepada mahasiswa yang telah memiliki bisnis/usaha mikro.

Kegiatan Grand Final ISFO dilakukan  secara hybrid yang diikuti oleh  mahasiswa dan pelajar di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, telah diperoleh tiga juara untuk setiap kompetisi, yaitu:

Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah Pelajar

1.  Juara 1 diraih oleh MAN 2 Kota Malang,

2.  Juara 2 diraih oleh MAN 4 Jakarta, dan

3.  Juara 3 diraih oleh SMAN 2 Kuningan.

Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah Mahasiswa

1.  Juara 1 diraih oleh Universitas Brawijaya,

2.  Juara 2 diraih oleh Universitas Diponegoro, dan

3.  Juara 3 diraih oleh Universitas Tanjungpura Pontianak.

Kompetisi WirausahaMuda Syariah

1.  Juara 1 diraih oleh IPB University pemilik bisnis Kawibawa,

2.  Juara 2 diraih oleh Politeknik Negeri Malang pemilik CAKKA Healthy Noodle Food, dan

3.  Juara 3 diraih oleh Universitas Pendidikan Indonesia pemilik Ecokit Growbox IDN.

Lomba Best Supporter

1.  Juara 1 diraih oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kuningan,

2.  Juara 2 diraih oleh Universitas Tanjungpura Pontianak, dan

3.  Juara 3 diraih oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan dua produk keuangan secara simbolis  kepada  peserta.  Pertama,  SimPel  iB  PT  Bank  Syariah  Indonesia  kepada perwakilan finalis nasional Cerdas Cermat Keuangan Syariah Kategori Pelajar, diterima oleh perwakilan dari SMAN 2 Kuningan. Kedua, penyerahan produk Tabungan Emas Unit Usaha Syariah PT Pegadaian kepada perwakilan dari finalis Wirausaha Muda Syariah, Sdri. Balqis Salimah dengan Karya Usaha Kopi Voyee.

OJK  juga  mendorong  para  peserta  ISFO  tahun 2025 untuk memanfaatkan sarana informasi dan platform digital edukasi yang dimiliki oleh OJK antara lain website resmi OJK,   Learning   Management   System   Edukasi   Keuangan   (LMSKU),   dan   minisite Sikapiuangmu. Peserta dapat  memperoleh beragam materi edukasi  keuangan  syariah melalui platform dimaksud. Selama periode ISFO 2025 berlangsung, tercatat penambahan jumlah akun sebanyak 4.697 akun.

OJK  senantiasa  berkomitmen  untuk   terus   memperluas  akses  keuangan   syariah, memperkuat karakter generasi  muda,  serta mewujudkan ekosistem  keuangan syariah yang inklusif, aman, dan berkelanjutan di Indonesia.

Ilusi Ketahanan: Pemulihan Ekonomi Tiongkok Menutupi Kerentanan Sistemik

Charles Davis


Ilusi dalam Angka

Narasi resmi Tiongkok mengenai pemulihan ekonomi pada 2025 adalah contoh sempurna dari ilusi. Pemerintah mengumumkan pertumbuhan PDB 5 persen untuk paruh pertama tahun ini, dan indikator permukaan tampak menunjukkan rebound dari stagnasi era pandemi.

Namun di balik tampilan  mengkilap terdapat struktur ekonomi yang rapuh—ditandai oleh ketergantungan pada utang, deflasi kronis, dan ketertutupan yang disengaja. Bagi pasar global dan pembuat kebijakan, bahaya bukan hanya pada kerentanan itu sendiri—melainkan pada kesalahan persepsi yang terus-menerus bahwa Tiongkok adalah mitra ekonomi yang stabil dan dapat diprediksi.

Misalnya, pada Juli, output industri naik 6,1 persen secara tahunan, dan ekspor meningkat mengejutkan sebesar 7,2 persen. Namun angka-angka ini dikurasi dengan cermat. Pertumbuhan penjualan ritel melambat hanya 3,7 persen. Indeks harga konsumen (CPI) datar di 0,0 persen.

Harga produsen telah turun selama 32 bulan berturut-turut, menjadikan Tiongkok eksportir deflasi yang berkelanjutan. Goldman Sachs memproyeksikan CPI tetap di 0,8 persen untuk seluruh tahun ini. Sementara itu, harga grosir terus menurun, dengan indeks harga produsen untuk produk industri turun 3,3 persen secara tahunan, menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok.


Deflasi yang Disengaja

“Deflasi ala Xi” ini bukan keanehan makroekonomi—melainkan manifestasi dari pesimisme yang tertanam. Rumah tangga menunda pembelian sambil berharap harga turun. Perusahaan menahan investasi karena margin keuntungan sulit diperluas di tengah permintaan lemah. Pertumbuhan lebih banyak berasal dari transfer dan subsidi yang digerakkan kebijakan, bukan output produktif. Inovasi, efisiensi manufaktur, dan ekspor kompetitif teredam oleh campur tangan rezim komunis Tiongkok.

Jawaban Beijing adalah menggandakan intervensi fiskal. Subsidi “trade-in” untuk peralatan rumah tangga dan kendaraan sementara meningkatkan konsumsi, tetapi efek ekonominya bersifat sementara, diukur dalam bulan. Setelah stimulus memudar, permintaan turun kembali. Lebih buruk lagi, beban pembiayaan langkah ini semakin jatuh pada pemerintah daerah—yang sudah terdampak oleh penurunan penjualan tanah dan penerimaan pajak yang lambat.


Utang sebagai Penopang

Risiko struktural dalam model ini sangat jelas. Pemerintah daerah telah mengandalkan penerbitan utang dalam skala yang mengkhawatirkan bahkan bagi kreditor resmi. Fitch Ratings memperingatkan lebih dari 8 triliun yuan utang kendaraan pembiayaan pemerintah daerah (LGFV) rentan terhadap guncangan pendanaan.

Yuekai Securities dan analis lainnya memperkirakan total utang pemerintah daerah telah melebihi 51 triliun yuan, banyak di antaranya dialokasikan ke proyek yang tidak produktif atau diarahkan secara politik. Jumlah ini kira-kira dua kali lipat sejak 2020, didorong oleh pembiayaan di luar anggaran dan pengeluaran terkait stimulus. Ini bukan stimulus—melainkan infus likuiditas yang menjaga entitas yang berkinerja buruk tetap hidup sambil menunda restrukturisasi yang diperlukan.

Dinamika ini menciptakan risiko sekunder. Saat pemerintah daerah mengalihkan sumber daya untuk membayar utang, kapasitas mereka untuk membiayai layanan kesehatan, kesejahteraan sosial, dan infrastruktur yang nyata menyusut. Bagi investor asing dan perusahaan multinasional, implikasinya jelas: mitra lokal mungkin jauh lebih leveraged—dan jauh kurang tangguh—daripada yang disarankan laporan publik. Profil risiko negara meningkat dan stabilitas kontrak tergerus, meningkatkan kemungkinan perubahan regulasi secara tiba-tiba.


Ketertutupan sebagai Kebijakan

Ketertutupan data ekonomi Tiongkok memperparah risiko ini. Investigasi Wall Street Journal mendokumentasikan penghapusan ratusan seri statistik—dari penjualan tanah dan aliran investasi asing hingga produksi kecap. Rhodium Group memperkirakan PDB bisa dilebih-lebihkan setidaknya 10 persen atau $1,7 triliun.

Kesulitan mendapatkan informasi akurat disebabkan oleh penekanan data, yang dipadukan dengan penekanan politik: ekonom dan analis yang mengkritik kebijakan Xi Jinping telah hilang atau dibungkam berdasarkan ketentuan “rahasia kerja” dalam revisi Undang-Undang Rahasia Negara.

Bagi sistem keuangan global yang bergantung pada transparansi untuk menilai risiko harga, pemadaman selektif Tiongkok adalah bahaya sistemik. Saat pembuatan kebijakan bergantung pada data yang dikompromikan, salah alokasi semakin intensif. Investor yang terbiasa menyeimbangkan antara rilis resmi, survei independen, dan indikator lapangan kini menghadapi ketidakpastian dalam mencari data yang dapat diandalkan.


Dampak Global

Ini adalah pilihan tata kelola internal yang berdampak internasional. Dorongan ekspor murah menurunkan harga secara global, yang bisa memberatkan produsen lain dalam mempertahankan keuntungan. Perusahaan negara yang didukung pemerintah sering menjual di bawah biaya, membuat pesaing di ekonomi pasar bebas kesulitan bersaing. 

Sementara itu, pemerintah daerah Tiongkok yang bergumul dengan utang menyesuaikan penegakan aturan untuk menarik investor asing. Meski penyesuaian ini mendatangkan dana cepat, risiko jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi dan kepercayaan sistem meningkat.


Recalibrasi Strategis

Implikasi ini menuntut perubahan cara dunia luar berinteraksi dengan Beijing. Investor asing tidak bisa lagi memperlakukan pasar Tiongkok sebagai peluang berimbal hasil tinggi yang terisolasi dari pertimbangan politik. Eksposur harus disesuaikan, dengan perhatian besar pada risiko politik, volatilitas subsidi, dan kemungkinan nyata keterbatasan likuiditas mendadak di institusi mitra.

Pembuat kebijakan di negara perdagangan harus mencari verifikasi independen atas data ekonomi Tiongkok yang tidak dapat dipercaya sebelum menyesuaikan suku bunga, kebijakan perdagangan, atau mekanisme penyaringan investasi. Perusahaan multinasional wajib membangun ketahanan operasional dalam strategi Tiongkok, merencanakan kemungkinan perubahan kebijakan mendadak, dan memperhitungkan potensi ketidakstabilan regional jika terjadi tekanan fiskal lokal.


Nilai Sebenarnya

Penggambaran ekonomi Tiongkok sebagai tangguh menutupi kerentanan struktural, bukan siklis. Interaksi antara statistik yang direkayasa, alokasi kredit yang didorong politik, dan kelelahan fiskal yang merayap tidak berkelanjutan dan tidak netral. Menganggap narasi resmi sebagai fakta menciptakan risiko finansial dan bisa memicu ketidaksesuaian strategis.

Partai Komunis Tiongkok mungkin tampak stabil di permukaan, berkat statistik yang dikelola secara hati-hati dan pesan yang dikontrol ketat. Namun ketika stabilitas itu dibangun di atas utang tersembunyi dan praktik keuangan yang tidak jelas, inti sistemnya rapuh.

Pelajaran untuk para pemimpin dunia jelas: jangan percaya begitu saja pada cerita resmi Tiongkok. Ini bukan sekadar gambaran netral tentang ekonomi; ini adalah narasi strategis penting—Lipstick on a pig (upaya mempercantik atau membuat sesuatu terlihat lebih baik padahal pada dasarnya tetap buruk atau jelek) 


Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Charles Davis adalah veteran militer dan dosen dengan latar belakang intelijen. Penghargaan militernya meliputi: dua Bronze Star Service Medals, Defense Meritorious Service Medal, dua Meritorious Service Medals, NATO Service Medal, Iraq Campaign Medal, Afghanistan Campaign Medal, Saudi Arabia Liberation Medal, dan Kuwait Liberation Medal.

Asap Perang Menyelimuti Kota Red Army di Timur Ukraina, Warga Sipil Diperintahkan Evakuasi Darurat

EtIndonesia. Pada Selasa (4 November), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi garis depan di wilayah Donetsk, meninjau beberapa unit tempur, menganugerahkan medali kehormatan, dan memberi semangat kepada para prajurit untuk mempertahankan garis pertahanan. 

Situasi di Kota Red Army (Chervonoarmiisk) disebut sangat berat — bahkan telah terjadi pertempuran jalanan (perang kota). Pasukan Rusia terus menambah kekuatan dengan tujuan merebut kota strategis ini sebelum akhir tahun. Para analis memperingatkan, jika Red Army jatuh, moral pasukan Ukraina akan terpukul berat.

Presiden Zelensky menyatakan: “Kemuliaan bagi Ukraina!”

Dalam kunjungannya, Zelenskyy meninjau beberapa unit tempur di garis depan Donetsk, termasuk Brigade Lintas Udara Independen ke-25, yang saat ini bertugas mempertahankan daerah paling berbahaya — Red Army dan wilayah sekitarnya.

Video yang dirilis oleh militer Ukraina menunjukkan asap dan ledakan memenuhi seluruh kota, dengan serangan artileri yang datang gelombang demi gelombang.

Peta terbaru dari kelompok pemantau garis depan DeepState juga memperlihatkan bahwa pasukan Rusia terus maju lebih jauh ke dalam kota.

Saat ini, Rusia telah memusatkan pasukan dalam jumlah besar di dalam kota, sementara militer Ukraina berupaya keras memperkuat pertahanannya.
Meski berada di bawah tekanan besar, pihak Ukraina menegaskan bahwa belum ada satu pun area yang sepenuhnya jatuh ke tangan Rusia.

Sebelum perang, Kota Red Army memiliki sekitar 60.000 penduduk, namun kini sebagian besar warga telah melarikan diri. Seiring dengan memburuknya situasi di garis depan timur, penduduk kota dan desa di sekitar wilayah itu berada dalam bahaya besar dan harus segera dievakuasi.

Petugas polisi Ukraina berkata kepada warga: “Halo, kami datang untuk mengevakuasi tiga orang. Apakah kalian sudah siap?”

Seorang warga yang dievakuasi menjawab: “Terima kasih banyak, teman-teman.”

Perwira polisi Ukraina bernama Yujin menjelaskan: “Kami tidak mungkin masuk lagi ke Kota Red Army. Kami meminta warga berjalan kaki ke desa terdekat — kami akan menjemput mereka di sana.”

Kota Red Army terletak di bagian utara wilayah Donetsk, dengan luas sekitar 2.000 mil persegi, dan merupakan pusat logistik serta transportasi penting bagi Ukraina.

Bagi Rusia yang menargetkan penguasaan penuh atas kawasan Donbas, merebut kota ini merupakan langkah strategis utama.

“Red Army adalah kota yang penting. Menurut saya, Rusia belum berhasil meraih kemenangan besar di kota-kota kunci lainnya. Karena itu, merebut kota ini sebelum akhir 2025 akan menjadi pencapaian strategis yang sangat besar bagi mereka,” kata peneliti senior dari Institut Kebijakan Luar Negeri AS, Robert Lee. 

Namun para ahli menegaskan bahwa selama kota Sloviansk dan Kramatorsk masih berada di tangan Ukraina, Rusia belum akan mampu menguasai seluruh wilayah Donetsk.

Sementara itu, pada hari yang sama Uni Eropa menyetujui bantuan jangka panjang sebesar 1,8 miliar euro untuk Ukraina.  Jerman juga berencana meningkatkan bantuan keuangan tahun depan sekitar 3 miliar euro untuk membantu Kyiv menghadapi agresi Rusia.

Laporan oleh Yi Jing, NTD Television 

SD di Shanghai Terbongkar Mengumpulkan Sampel Biologis dengan Mengambil Darah Para Murid, Para Orangtua Panik

Baru-baru ini, para orang tua di Shanghai mengungkap bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Shanghai telah membagikan “surat persetujuan” kepada murid-murid sekolah dasar untuk ditandatangani oleh orang tua. Surat itu berisi izin pengambilan darah dan sampel biologis anak-anak, yang kemudian memicu kepanikan dan kemarahan di kalangan orang tua.

Seorang orang tua dari Shanghai mengatakan: “Proyek ini bukan pemeriksaan kesehatan biasa, tapi mereka minta kami menandatangani banyak formulir persetujuan.”

EtIndonesia. Pada 1 November, seorang orang tua mengunggah video yang memperlihatkan bahwa anaknya baru saja menerima kuesioner dan surat pernyataan dari CDC Shanghai. Dalam surat itu, orang tua diminta menandatangani persetujuan pengambilan darah dan sampel biologis anak.

Orang tua tersebut menjelaskan: “Isinya menyebutkan pengambilan sampel sel darah merah dan pemeriksaan biomaterial. Ada beberapa tempat yang harus ditandatangani dengan pernyataan bahwa Anda menyetujui secara sukarela.”

Ia menolak menandatangani surat itu. Setelah videonya beredar luas, banyak warganet menyatakan dukungan atas keputusannya dan mempertanyakan apakah pihak berwenang sedang diam-diam membangun “bank organ hidup”.

Ada juga yang mengaku bahwa beberapa taman kanak-kanak bahkan telah diam-diam mengambil sampel darah anak-anak sebelumnya.

Pertanyaan tentang sampel darah (tangkapan layar)

“Pengambilan darah semacam ini tak bisa tidak menimbulkan kecurigaan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang membangun bank organ manusia nasional. Sejak akhir tahun 1999, PKT telah melakukan pengambilan organ secara besar-besaran dari praktisi Falun Gong dan memaksa mereka untuk memberikan sampel darah,” ujar Ketua Organisasi Dunia untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong, Dr. Wang Zhiyuan. 

Pada 4 November, Dr. Zhen Lixue, pakar medis dari Universitas Okayama, Jepang, menjelaskan kepada NTD bahwa pengumpulan darah dan biomaterial dapat memiliki tujuan baik maupun jahat.

“Tujuan baiknya bisa untuk manajemen kesehatan individu atau pembuatan catatan medis pribadi. Sampel darah juga bisa digunakan untuk pengembangan obat atau pengendalian penyakit menular. Tapi tujuan jahatnya bisa sangat berbahaya — misalnya untuk pengembangan senjata biologis, atau transplantasi organ ilegal dan perdagangan organ,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa masalah transplantasi organ ilegal di Tiongkok sangat parah, dan pemerintah menjadikan rakyatnya sendiri sebagai sumber organ.

Dr. Zhen menjelaskan: “Di Tiongkok, praktik transplantasi organ ilegal sudah sangat merajalela dan dilakukan di bawah arahan pemerintah. Demi memperpanjang umur para pejabat tinggi, mereka bahkan mengambil organ dari anak muda sebagai sumber transplantasi. Hal ini sungguh mengerikan dan patut dikhawatirkan.”

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah transplantasi organ di Tiongkok meningkat tajam, tetapi asal-usul donor tetap tidak transparan.

Pada saat yang sama, kasus hilangnya anak-anak dan remaja dalam jumlah besar terus terjadi, memicu kecurigaan publik bahwa pengambilan organ secara paksa masih berlangsung di bawah rezim PKT. (Hui/asr)

Laporan oleh wartawan Li Yun dan Qiu Yue untuk NTD

(Video) Wabah “Flu A” Merebak di Banyak Wilayah Tiongkok: Sekolah Diliburkan, Rumah Sakit Penuh Sesak 

Belakangan ini, di berbagai wilayah Tiongkok terjadi wabah flu tipe A (Influenza A). Banyak anak-anak tertular penyakit ini, bahkan para orang tua pun ikut terinfeksi. Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan kelas, sementara rumah sakit di banyak daerah penuh sesak oleh pasien. Media resmi Tiongkok yang jarang memberi peringatan semacam ini, kali ini menekankan agar jangan berolahraga setelah mengalami pilek atau demam, karena bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian mendadak.

EtIndonesia. Pada 5 November 2025, topik berjudul “Jangan lakukan hal ini setelah pilek dan demam! Bisa berakibat kematian mendadak” naik ke daftar pencarian terpopuler di media sosial Baidu, memicu perhatian publik.

Media resmi partai komunis, CCTV News juga untuk sekali ini menerbitkan peringatan bahwa setelah pilek atau demam, jangan memaksakan diri berolahraga, sebab dapat menimbulkan miokarditis virus (radang otot jantung akibat virus). Saat ini, virus sedang berada pada masa aktif. Jika setelah terinfeksi masih tetap berolahraga berat, hal itu dapat menyebabkan aritmia ganas, gagal jantung, bahkan syok kardiogenik — kondisi yang beratnya bisa menyebabkan kematian mendadak.

Di media sosial Tiongkok, banyak dokter memperingatkan masyarakat bahwa saat ini flu tipe A sedang menyebar luas, dengan jumlah penderita melonjak hingga rumah sakit kewalahan.

Seorang dokter bernama Xu Wenlong mengunggah video pada 4 November dan mengatakan:

“Gelombang virus flu A (subtipe H3N2) kali ini datang sangat ganas. Rumah sakit penuh sesak dengan pasien demam dan batuk, tapi banyak orang masih mengira ini cuma flu ringan dan menahannya di rumah. Saya harus tekankan — flu bukanlah pilek biasa. Jika dibiarkan, bisa sangat berbahaya.”

Ia memperingatkan bahwa flu sangat menular, dan bagi keluarga dengan anak kecil di bawah 5 tahun, lansia, atau penderita penyakit jantung dan diabetes, infeksi ini bisa dengan cepat berkembang menjadi komplikasi berat seperti radang paru-paru atau radang otot jantung.

Sementara itu, akun medis “Dr. Dong Bicara Kesehatan” mengingatkan: “Sekarang flu sedang di puncaknya. Tidak hanya anak-anak dan lansia yang bisa terkena gejala berat, tapi juga anak muda yang sering begadang, kelelahan, atau tetap berolahraga saat sakit — mereka pun rentan terserang berat dan mengalami miokarditis.”

Berdasarkan informasi di internet, flu A telah merebak luas di banyak daerah Tiongkok, terutama menyerang anak-anak TK dan pelajar sekolah.

Di Baotou, Mongolia Dalam, beberapa sekolah menetapkan aturan bahwa jika lebih dari 30% siswa dalam satu kelas sakit, maka kelas tersebut akan diliburkan. Beberapa kelas bahkan sudah diliburkan selama empat hari.

Banyak warganet menulis:

“Di sekolah kami, ada puluhan, bahkan lebih dari seratus siswa yang kena flu A.”
“Sekolah anak saya sudah diliburkan…”

Ada pula video dari orangtua yang mengatakan:

“Baru saja lolos dari COVID, sekarang datang lagi flu A! Parah sekali, di kelas anak saya ada 38 orang yang izin sakit, cuma dua orang yang masih masuk.”

Komentar lain berbunyi:

“Anak-anak zaman sekarang benar-benar berat hidupnya.”
“Memang parah, semua klinik dan rumah sakit penuh sesak.”

Seorang ibu dari Jilin mengunggah video dan berkata: “Di timur laut, flu A benar-benar meledak. Anak saya kena dan sangat menderita. Saya sarankan bagi yang anaknya belum kena, tolong izinkan mereka libur sekolah dulu.”

Ibu lain juga mengunggah video:

“Virus kali ini sepertinya jenis baru, gejalanya lebih berat daripada COVID. Anak saya sudah tiga hari demam tinggi, suhu tubuh 38–39,6 derajat, lesu, dan setiap kali obatnya habis, suhu naik lagi.”

Banyak keluarga melaporkan satu rumah seluruh anggota terinfeksi. Seorang pengguna bernama “Fei Jie dari Xinjiang” mengatakan anaknya tertular flu A dan ia pun ikut terinfeksi:

“Flu A kali ini benar-benar menakutkan. Di kelas anak saya, setengah muridnya sudah sakit.”

Komentar lain menyebut: “Dalam semalam, satu keluarga berempat semuanya sakit. Setelah bangun, anak sulung batuk parah sampai tak bisa bicara, anak kedua demam tinggi dan kena gondongan, ibunya juga demam, dan ayahnya mengeluh sakit tenggorokan.”

“Teman saya kena flu, saya hanya bersamanya dua jam, lalu saya juga tertular. Tenggorokan sakit sampai tidak bisa tidur… Penularannya luar biasa cepat.”

Banyak warganet meragukan diagnosis “flu A” ini, dan berspekulasi bahwa sebenarnya ini adalah COVID-19 yang disebut dengan nama lain.

“Sakitnya parah sekali, tak kuat menahannya, lebih berat dari masa pandemi dulu.”
“Saya juga merasa ini jauh lebih berat daripada COVID.”

Laporan oleh Luo Tingting / Wen Hui – NTDTV.com

Pelabuhan Tuapse Rusia Hentikan Ekspor Bahan Bakar Pasca Serangan Drone

EtIndonesia. Pelabuhan Laut Hitam Rusia, Tuapse, telah menangguhkan ekspor bahan bakar, dan kilang minyak lokalnya telah menghentikan pemrosesan minyak mentah setelah serangan drone Ukraina pada 2 November, lapor Reuters.

Sumber-sumber dari badan tersebut melaporkan bahwa kilang yang dikendalikan Rosneft, yang mengekspor sebagian besar produknya, menghentikan pemrosesan keesokan harinya akibat kerusakan infrastruktur pelabuhan pascaserangan drone.

Sebelum serangan, Tuapse diperkirakan akan meningkatkan ekspor produk minyak buminya pada bulan November. Menurut perkiraan analis, tiga kapal tanker berada di pelabuhan selama serangan, menunggu untuk dimuat dengan minyak, solar, dan bahan bakar minyak.

Per 5 November, semua kapal telah meninggalkan dermaga dan berlabuh di dekat pelabuhan. Kilang Tuapse yang berorientasi ekspor, dengan kapasitas pemrosesan 240.000 barel minyak per hari, memproduksi minyak, bahan bakar minyak, minyak gas vakum, dan bahan bakar diesel berkadar sulfur tinggi.

Kilang minyak tersebut, yang juga telah beberapa kali menjadi sasaran serangan drone, terutama memasok minyak ke Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Turki.

Serangan terhadap terminal minyak di Tuapse

Dinas Keamanan Ukraina (SBU), bersama dengan pasukan keamanan dan pertahanan lainnya, menyerang sebuah terminal minyak di pelabuhan Tuapse, Rusia, di wilayah Krasnodar, Rusia.

Saat serangan terhadap terminal minyak di Tuapse terjadi, setidaknya tiga kapal sedang dimuat. Kapal-kapal tersebut berstatus semi-bayangan, sehingga memungkinkan untuk menentukan siapa pemiliknya.

Menurut juru bicara Angkatan Laut Ukraina, Dmytro Pletenchuk, serangan terhadap terminal minyak di Tuapse akan berdampak jangka panjang bagi Rusia. Kerusakan pada fasilitas strategis tidak hanya akan memengaruhi ekspor minyak mentah tetapi juga kepercayaan perusahaan terhadap pelabuhan-pelabuhan Rusia.(yn)

Kekurangan Asupan Air Harian Memicu Tingginya Tingkat Stres Anda

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang yang minum lebih sedikit air mengalami lonjakan hormon stres kortisol ketika menghadapi tekanan sehari-hari

Cara Michelle Miller

Berapa banyak air yang Anda minum setiap hari ternyata dapat memengaruhi bagaimana tubuh Anda menangani stres.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology, orang dewasa yang minum kurang dari enam gelas air atau cairan apa pun per hari mengalami lonjakan hormon kortisol—hormon utama pemicu respons “lawan atau lari”—sebesar 50 persen lebih tinggi saat menghadapi tekanan dibandingkan mereka yang cukup minum.

“Dehidrasi tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik Anda, tapi juga dapat memperkuat respons stres tubuh,” kata Daniel Kashi, peneliti dari Liverpool John Moores University di Inggris sekaligus penulis utama studi tersebut, melalui email kepada The Epoch Times.

“Dalam jangka panjang, kadar kortisol yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, gangguan ginjal, dan diabetes,” tambahnya.


Hidrasi Rendah, Kortisol Tinggi

Di antara orang yang minum lebih sedikit cairan per hari, kadar kortisol melonjak lebih dari 50 persen dibandingkan mereka yang terhidrasi dengan baik.

Tim peneliti melibatkan 64 orang dewasa sehat (32 pria dan 32 wanita) yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan asupan cairan harian mereka.

Kelompok dengan konsumsi rendah rata-rata hanya minum sekitar 5,5 gelas per hari, sementara kelompok lainnya minum mendekati atau bahkan melampaui rekomendasi umum, yaitu sekitar 8 gelas untuk wanita dan 10 gelas untuk pria. Semua jenis minuman dihitung, bukan hanya air putih.

Setelah seminggu pola minum diawasi, setiap peserta diminta memberikan pidato spontan di depan juri tanpa ekspresi, kemudian menjalani tes matematika sulit untuk mengukur reaksi tubuh terhadap stres.

Kedua kelompok sama-sama merasa stres dan menunjukkan detak jantung yang meningkat, tetapi kelompok dengan asupan cairan lebih sedikit memiliki lonjakan kortisol lebih tinggi dalam air liur mereka. Rata-rata, kadar kortisol mereka naik menjadi sekitar 6 satuan setelah tes, dibandingkan 4 satuan pada peserta yang cukup minum.

Peserta yang datang dengan kondisi sedikit dehidrasi—ditunjukkan dari urin yang lebih gelap dan pekat—memiliki respons stres paling kuat.


Mengapa Dehidrasi Memperkuat Stres

Kortisol adalah kunci dalam cara tubuh menangani stres—membantu seseorang tetap waspada, fokus, dan siap bertindak. Namun, kadar kortisol yang terus tinggi dapat merusak kesehatan, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penambahan berat badan, dan penyakit jantung.

Penelitian baru ini memberi petunjuk mengapa kurang minum air bisa meningkatkan kadar kortisol.

“Mekanisme di balik peningkatan stres ini melibatkan sistem pengaturan air tubuh yang sangat kompleks,” jelas Neil Walsh, rekan penulis studi dan profesor di Liverpool John Moores University.

Saat tubuh mulai kehilangan cairan—baik karena olahraga berat, cuaca panas, maupun kurang minum—tubuh akan melepaskan hormon penghemat air yang secara bersamaan juga mengaktifkan sistem stres.

“Vasopresin (hormon penghemat air) membantu ginjal menahan air, tapi juga memberi sinyal ke otak untuk melepaskan kortisol dengan mengaktifkan poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), sistem yang memicu pelepasan kortisol saat stres,” kata Kashi.

Dalam percobaan, peserta yang minum lebih sedikit juga memiliki kadar copeptin lebih tinggi—prekursor hormon penghemat air—yang menunjukkan bahwa sistem penghemat air mereka bekerja terlalu keras. Kadar copeptin yang tinggi sebelumnya juga dikaitkan dengan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

“Hubungan antara regulasi air dan stres ini mungkin menjelaskan mengapa asupan cairan yang rendah secara konsisten dikaitkan dengan kesehatan jangka panjang yang lebih buruk,” tambah Walsh.

Dengan kata lain, ketika tubuh berusaha menghemat air, ia juga mempersiapkan diri menghadapi stres—beban ganda yang dapat menumpuk seiring waktu.


Dampak bagi Kesehatan Jangka Panjang

Peneliti mengatakan bahwa sesuatu yang sesederhana menjaga hidrasi dapat membantu menstabilkan sistem stres tubuh. Sebaliknya, dehidrasi kronis dapat memperburuk stres dan perlahan merusak kesehatan.

Menariknya, rasa haus ternyata bukan indikator yang dapat diandalkan untuk mengetahui kapan tubuh butuh cairan. Dalam studi ini, peserta yang minum lebih sedikit tidak merasa lebih haus dibandingkan mereka yang terhidrasi dengan baik.

“Meski cukup minum air bukanlah obat untuk mengatasi kecemasan,” ujar Kashi, “tapi ini adalah cara sederhana dan bermanfaat untuk membantu tubuh mengelola stres. Hidrasi bekerja paling baik bila disertai kebiasaan sehat lain seperti tidur cukup, olahraga teratur, pola makan seimbang, dan menjaga kesehatan mental.”

Walaupun studi ini belum membuktikan secara langsung bahwa minum lebih banyak air dapat menurunkan kadar kortisol dalam kehidupan nyata, penelitian ini memperkuat hubungan antara kurang hidrasi dan risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, gangguan metabolik, dan masalah ginjal.

Para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara stres dan hidrasi masih perlu diteliti lebih lanjut. Langkah berikutnya adalah menguji apakah kebiasaan minum cukup dalam jangka panjang dapat benar-benar mengurangi lonjakan hormon stres dalam kehidupan sehari-hari.


Cara Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung usia, aktivitas, pola makan, dan iklim. Bagi kebanyakan orang, air putih sudah cukup untuk menjaga hidrasi—dan penting diketahui, bukan hanya air yang dihitung.

“Teh, kopi, susu, dan makanan dengan kadar air tinggi juga berkontribusi pada asupan cairan harian,” kata Walsh. Bahkan minuman berkafein tetap membantu hidrasi, karena sebagian besar isinya adalah air—kafein tidak meniadakan manfaatnya. Kuncinya, tambah dia, “adalah konsistensi, bukan kesempurnaan.”

Ada saat-saat tertentu—seperti setelah olahraga berat, pada hari yang sangat panas, atau ketika mengonsumsi obat tertentu—tubuh memerlukan tambahan cairan. Dalam situasi itu, minuman elektrolit sederhana buatan rumah (air, sejumput garam, dan satu sendok teh sirup maple) bisa membantu. Namun jika pola makan sehari-hari Anda sudah tinggi garam atau gula, cara ini sebaiknya digunakan hanya saat benar-benar diperlukan.

Aturan sederhana untuk memastikan hidrasi cukup adalah dengan memeriksa warna urin—kuning pucat menandakan tubuh cukup cairan, sedangkan warna yang lebih gelap berarti Anda perlu minum lebih banyak.

Cara paling mudah untuk tetap terhidrasi adalah dengan meneguk air secara berkala sepanjang hari—sebelum tubuh merasa haus.