Pembersihan Puing Runtuhnya Mushola Ponpes Al Khoziny Selesai, Lokasi Kejadian Rata dengan Tanah

EtIndonesia– Pembersihan puing-puing reruntuhan mushola Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah selesai dilakukan pada Selasa (7/10) dini hari. Alat-alat berat sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Hingga, Selasa (7/10) pagi, sudah tidak ada lagi aktivitas alat berat di lokasi kejadian.

Potongan beton bangunan dan puing lainnya yang sebelumnya menumpuk lokasi kejadian, kini telah rata dengan tanah. Seluruh petugas pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) pun telah memastikan tidak ada lagi korban jiwa yang ditemukan. Tandanya operasi SAR di bawah koordinasi Basarnas telah selesai dilakukan.

Dari seluruh rangkaian operasi SAR yang telah dilakukan, didapatkan 61 jenazah dari balik puing reruntuhan, termasuk tujuh potongan bagian tubuh yang saat ini masih proses identifikasi oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI).

Tim gabungan melaksanakan apel penutupan pencarian dan pertolongan korban reruntuhan bangunan Musala Pondok Pesantren (ponpes) Al – Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (7/10/2025) – DOK BNPB

“Alhamdulillah sekarang sudah rata dan diketemukan 61 korban jiwa,” ungkap Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, Selasa (7/10) dalam rilisnya yang diteruskan oleh Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.  

Adapun tujuh potongan tubuh sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah berasal dari dua korban yang menurut data posko darurat masih dalam pencarian. Jawaban itu akan segera diketahui setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan.

Tim gabungan melaksanakan apel penutupan pencarian dan pertolongan korban reruntuhan bangunan Musala Pondok Pesantren (ponpes) Al – Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (7/10/2025) – DOK BNPB

“Masih ada dua dari data kami sebelumnya masih dalam pencarian, tetapi ada tujuh body part (potongan bagian tubuh) yang ditemukan. Nanti kita akan tunggu proses DVI untuk memastikan apakah itu adalah dari dua korban itu tadi,” jelas Budi.

Sementara itu, jumlah korban secara keseluruhan tercatat ada sebanyak 165 jiwa, di mana sebanyak 104 dinyatakan selamat dengan rincian; 4 masih dalam perawatan, 99 telah kembali kerumah setelah perawatan dan satu jiwa tidak memerlukan perawatan.

Data yang dirilis oleh BNPB berbeda dengan yang dipublikasikan oleh Basarnas. Laporan yang dirilis total korban terevakuasi mencapai 171 orang, terdiri 104 korban selamat, 67 meninggal dunia termasuk delapan di antaranya potongan tubuh.  

Rencana Tindak Lanjut

Dengan selesainya pembersihan puing yang sejalan dengan berakhirnya operasi SAR, maka rencana tindak lanjut memasuki fase peralihan menuju pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi. Peran ini akan diserahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Namun pada dasarnya, BNPB akan tetap melakukan pendampingan.

“Setelah transisi ini, kita akan serahkan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Namun BNPB akan tetap mendampingi,” jelas Budi.

Adapun pekerjaan dalam masa transisi ini meliputi beberapa hal di antaranya; meneruskan proses identifikasi para korban yang saat ini masih berjalan. Adapun dari 61 korban meninggal dunia yang ditemukan, sebanyak 17 jenazah telah diidentifikasi dan sisanya masih dalam proses.

Pembersihan puing reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah selesai dilakukan pada Selasa (7/10/2025) – DOK BNPB

Sejauh ini, BNPB bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sidoarjo, Dinas Kesehatan dan Polri telah memfasilitasi tempat tinggal sementara seluruh pihak keluarga korban dengan tenda pengungsian yang berada di RS Bhayangkara, Surabaya. BNPB juga memberikan dukungan kebutuhan dasar mereka seperti permakanan, layanan kesehatan, psikososial, peralataan, hingga pijat dan bekam tradisional sesuai yang dibutuhkan.

Berikutnya, lokasi kejadian akan disterilkan dari sisa-sisa temuan jenazah, limbah maupun zat-zat yang berbahaya. Upaya itu dimulai dari disinfeksi dan pembersihan lingkungan agar tidak mencemari sekitar area. Proses ini akan dilakukan mulai hari ini oleh Dinas Kesehatan setempat dan Pusat Krisis Kesehatan.

Di samping itu, tim juga akan meninjau kembali tempat pembuangan puing dengan tujuan mencari obyek potongan tubuh manusia yang bisa jadi terbawa oleh truk pengangkut sampai titik akhir pembuangan.

Adapun hal yang tidak kalah penting, BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk melakukan investigasi dan audit struktur bangunan lain yang masih berdiri. Hal ini dilakukan dengan harapan agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari.

“Sesuai arahan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, kita juga akan mendampingi seluruh asesmen semua bangunan yang ada, agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari,” pungkas Budi.

Sementara itu, pihak Polda Jatim telah membawa beberapa barang bukti dari lapangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab runtuhnya bangunan mushola empat lantai tersebut. Di samping itu, Polda Jatim juga telah meminta beberapa saksi untuk memberikan keterangan untuk menggali fakta di lapangan. (***)

Mata-mata demi Perdamaian

EtIndonesia. Tahun 1944, seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Hall, mahasiswa jenius dari Harvard, secara alami direkrut masuk ke departemen riset Amerika yang melayani kebutuhan perang. Namun, ketika dia sadar bahwa proyek yang dia kerjakan adalah pengembangan senjata nuklir yang belum pernah ada sebelumnya, dia terperanjat.

Hall merasa senjata ini memiliki daya hancur yang terlalu besar bagi umat manusia. Menurutnya, tidak boleh dibiarkan jatuh ke dalam kondisi tak terkendali, di mana satu negara bisa seenaknya menggunakannya. Tapi, sebagai peneliti junior, bagaimana mungkin dia menghentikan laju perkembangan ini?

Dia hanya melihat satu cara: memastikan bahwa superpower lain juga memiliki senjata itu. Maka, Hall diam-diam membocorkan dokumen teknis penting kepada badan intelijen Moskow. Informasi ini membuat Uni Soviet mempercepat pengembangan bom atom, sehingga berhasil memecah monopoli nuklir Amerika. Dengan demikian, potensi ancaman kehancuran total manusia dapat ditekan, karena kekuatan terbesar itu tak lagi dikuasai oleh satu pihak saja.

Bagi negaranya sendiri, tindakannya adalah pengkhianatan terbesar—sebuah kejahatan mata-mata yang seharusnya diganjar kursi listrik. Namun, berkat kurangnya bukti yang cukup, Hall tidak pernah benar-benar diadili.

Meski sepanjang hidupnya dia terus dibayang-bayangi rasa was-was, Hall tidak pernah menyesali perbuatannya. Bahkan dia merasa bangga. Bangga karena lebih dari setengah abad setelah bom atom pertama diciptakan, dunia belum pernah benar-benar terjerumus ke dalam perang nuklir. Ia merasa telah “menciptakan” bom atom, sekaligus “mengendalikan” bom itu.

Sosok Unik dalam Sejarah

Mungkin Hall adalah mata-mata yang paling mengagumkan dalam sejarah. Ia tidak menjual rahasia demi keuntungan kelompok tertentu, melainkan demi kepentingan seluruh umat manusia. Ia adalah “mata-mata perdamaian”—bertindak demi dunia, dengan waktu sebagai saksi atas pilihannya.

Operasi SAR Runtuhnya Mushola Ponpes Al Khoziny Selesai, Total 104 Santri Selamat dan 67 Lainnya Meninggal Dunia

EtIndonesia. Operasi SAR dan pembersihan puing runtuhnya Mushola Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur dinyatakan selesai pada Selasa (7/10/2025) dini hari.  Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis data terakhir korban yang terdampak bencana non alam tersebut. 

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, total yang ditemukan oleh Tim SAR sebanyak  67 korban meninggal dunia termasuk delapan bagian tubuh korban (body part).

“Sampai dengan hari ke-9, Selasa 7 Oktober 2025, kami telah berhasil mengumpulkan 67 pack dengan rincian delapan body part. Terakhir, pada pukul 21.03 WIB [Senin (6/10 ]” kata Bramantyo di Sidoarjo, Selasa (7/10).

“Dengan demikian total korban terevakuasi mencapai 171 orang, terdiri 104 korban selamat, 67 meninggal dunia termasuk delapan di antaranya potongan tubuh,” tambahnya. 

“Data terakhir itu masih bisa berubah, menunggu hasil identifikasi tim DVI terhadap delapan potongan tubuh korban,” lanjutnya. 

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak  29 September dan Selasa (7/10) masuk hari ke-9,  telah menyelesaikan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban. Selain itu, Tim SAR juga telah bisa memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh. 

“Operasi ini kita nyatakan selesai setelah tempat itu yakin semua mulai dari reruntuhan itu bisa kita pisahkan, kita bisa mendeteksi semuanya,” katanya. 

Ia menyampaikan, insiden ambruknya ponpes Al-Khoziny telah dinyatakan sesuatu kejadian yang luar biasa. Sehingga Presiden Prabowo, kata dia, menginstruksikan kepada BNPB untuk mendeklarasikan insiden tersebut sebagai kategori bencana nasional. 

“Pemerintah sangat serius menangani kejadian ini, penyelamatan satu nyawa itu merupakan aset negara, kita tidak mungkin gegabah, kita melakukan kehati-hatian,” tegasnya.  

Meski demikian data korban yang disampaikan Basarnas berbeda dengan yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyatakan dari seluruh rangkaian operasi SAR yang telah dilakukan sampai Selasa (7/10), didapatkan 61 jenazah dari balik puing reruntuhan, termasuk tujuh potongan bagian tubuh yang saat ini masih proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Budi menjelaskan tujuh potongan tubuh sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah berasal dari dua korban yang menurut data posko darurat masih dalam pencarian. 

“Jawaban itu akan segera diketahui setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan,” tuturnya. (asr)

Video: Pendaki Tewas Terjatuh di Gunung di Tiongkok Setelah Melepas Tali Pengaman

EtIndonesia. Seorang pendaki tewas terjatuh di Gunung Nama di Sichuan, Tiongkok, setelah dilaporkan melepaskan tali pengamannya untuk mengambil foto di dekat puncak.

Hong, 31 tahun, merupakan bagian dari rombongan pendaki yang mendaki gunung setinggi 5.588 meter tersebut pada 25 September, lapor Channel News Asia. Saksi mata mengatakan Hong melepas tali pengamannya dan tidak menggunakan kapak es ketika dia terpeleset di lereng bersalju.

Sebuah video yang beredar daring menunjukkan Hong berdiri tanpa tali pengaman di dekat lereng bersalju dekat puncak, berdiri di dekatnya. Saat dia mencoba menyeimbangkan diri, dia tampak tersandung. Sesaat kemudian, dia meluncur menuruni lereng gunung, menghilang di balik tebing dan menempuh jarak hampir 200 meter sebelum akhirnya berhenti dan tak terlihat. Pendaki lain terlihat terkejut.

Dia tersandung crampon saat mencoba berdiri setelah melepaskan tali, menurut media Tiongkok Red Star News. Pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut.

Keluarganya memberi tahu CNA bahwa Hong baru pertama kali mengunjungi gunung tersebut dan memperkirakan ketinggian jatuhnya antara 100-200 meter.

Pejabat dari Biro Pendidikan dan Olahraga Kota Kangding mengatakan bahwa Hong dan kelompoknya tidak membagikan rencana pendakian mereka atau mendapatkan izin yang diperlukan. Setelah kecelakaan itu, pihak berwenang setempat segera bergegas menyelamatkannya.

Gunung Nama, juga disebut Puncak Nama, adalah gunung tinggi di Dataran Tinggi Tibet bagian timur di Provinsi Sichuan. Gunung ini merupakan bagian dari Pegunungan Gongga.

Bagi mereka yang merencanakan pendakian, persiapan yang matang sangatlah penting. Pendaki memerlukan izin dan harus mematuhi peraturan setempat. Mempekerjakan pemandu dan porter lokal akan membantu dalam hal keselamatan dan logistik. Pendaki harus menghabiskan waktu di dataran rendah untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian. Mereka juga harus siap menghadapi badai salju yang tiba-tiba dan suhu beku.

Pendakian menuju base camp berjarak sekitar 15 km, dan pendakian terakhir menjadi curam dan teknis. Para pendaki mendirikan base camp di ketinggian sekitar 4.800 meter sebelum mencapai puncak. Mereka menggunakan peralatan seperti crampon, kapak es, tali, dan helm. Puncak gunung menawarkan pemandangan pegunungan dan lembah di sekitarnya yang luas. (yn)

Kisah Si Bocah Pemotong Rumput

EtIndonesia. Seorang anak laki-laki yang bekerja sebagai tukang potong rumput menelepon seorang nyonya bernama Nyonya Chen. 

Dia bertanya:  “Apakah Anda butuh jasa saya untuk memotong rumput?”

Nyonya Chen menjawab:“Tidak perlu, saya sudah punya tukang potong rumput.”

Anak itu tidak menyerah. Dia berkata lagi:“Saya juga bisa mencabuti rumput liar di sela-sela bunga Anda.”

 Nyonya Chen menjawab: “Tukang rumput saya juga sudah melakukannya.”

Anak itu menambahkan: “Saya bisa merapikan rumput di sekeliling jalan setapak agar terlihat rapi.”


Nyonya Chen tetap menjawab: “Orang yang saya pekerjakan juga sudah melakukan itu. Terima kasih, saya tidak butuh tukang rumput baru.”

Anak itu pun menutup telepon.

Melihat itu, teman sekamarnya heran dan bertanya: “Bukankah kamu sendiri yang bekerja memotong rumput di rumah Nyonya Chen? Kenapa kamu masih menelponnya?”

Anak itu tersenyum dan berkata: “Aku hanya ingin tahu seberapa baik pekerjaanku selama ini.”

Pelajaran Hidup

Cerita ini mengajarkan bahwa jangan pernah berhenti mencari umpan balik. Hanya dengan bertanya, kita bisa tahu apa yang sudah kita lakukan dengan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki. Jangan sekadar mengikuti kebiasaan lama tanpa berpikir. Belajarlah menanyakan alasan di balik segala hal, dan jangan takut bertanya “mengapa” lebih dari sekali.(jhn/yn)

Drone Ukraina Tembus Moskow! Pabrik Senjata Rusia Meledak, Kapal Perang Pun Tenggelam

EtIndonesia. Dalam waktu kurang dari satu minggu, ibu kota Rusia kembali diguncang. Dua kali serangan besar dari Ukraina—melalui udara, drone, dan sabotase laut—menghantam langsung pusat industri dan militer Moskow. Serangan-serangan beruntun ini menandai peningkatan tajam dalam eskalasi perang Rusia–Ukraina.

Serangan Langsung ke Pabrik Drone Moskow

Pada 5 Oktober 2025, Ukraina meluncurkan serangan udara presisi menggunakan drone jarak jauh ke sebuah pabrik produksi drone militer di kawasan TechnoPark, Moskow. Menurut laporan lembaga pemantau Open Source Intelligence Defenders, ledakan besar mengguncang kompleks industri tersebut dan memicu kebakaran hebat yang terlihat hingga puluhan kilometer.

Video amatir memperlihatkan api menjalar cepat di area produksi, dengan asap hitam tebal menutupi langit Moskow. Pabrik yang diserang diketahui selama ini memproduksi komponen utama drone militer Rusia—ironisnya, kini justru dihancurkan oleh drone buatan Ukraina.

Pemerintah Rusia belum memberikan keterangan resmi, namun laporan awal menyebutkan kerugian besar dan terganggunya rantai pasok militer secara signifikan.

Serangan ini merupakan serangan kedua terhadap Moskow hanya dalam enam hari, setelah sebelumnya, pada 29 September 2025, kawasan Voskresensk di tenggara Moskow juga terbakar akibat serangan udara Ukraina.

Krisis Bahan Bakar di Sekitar Moskow

Akibat dua serangan besar tersebut, pasokan bahan bakar di wilayah sekitar Moskow terganggu parah.

Di Skopin, sekitar 200 kilometer dari Moskow, SPBU kehabisan bensin, menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter. Jalan tol utama bahkan dilaporkan mengalami kemacetan total, menandakan krisis energi domestik mulai terasa hingga jantung Rusia.

Serangan ke Kilang Minyak dan Pelabuhan Rusia

Tidak berhenti di Moskow, Ukraina juga melancarkan serangan ke kilang minyak Lukoil di wilayah Novgorod—serangan ketiga dalam satu bulan terakhir. Ledakan dahsyat menciptakan bola api raksasa yang menerangi langit malam, terlihat dari jarak lebih dari 20 kilometer.

Sementara itu, di Pelabuhan Kaukasus, Rusia Selatan, dekat Laut Hitam, beberapa ledakan keras dilaporkan mengguncang area pelabuhan. Kobaran api besar terlihat di dekat dermaga tempat tanker minyak bersandar.

Jet Ukraina Hancurkan Gudang Tentara Rusia

Di garis depan timur, pesawat MiG-29 Ukraina meluncurkan dua bom presisi AASM Hammer buatan Prancis ke arah gudang logistik tentara Rusia. Ledakan menghancurkan seluruh kompleks penyimpanan amunisi dan menewaskan puluhan prajurit Rusia.

Serangan udara dan artileri terus berlanjut untuk mendukung pasukan darat Ukraina dalam operasi balasan besar-besaran di sektor timur.

Serangan Laut: Kapal Rudal Rusia Tenggelam di Danau Onega

Dalam serangan yang jarang terjadi di wilayah dalam Rusia, Ukraina berhasil menghantam kapal perang rudal Rusia kelas Buyan-M di Danau Onega, barat laut Rusia. Kapal tersebut terbakar hebat setelah terkena serangan drone laut. Meski Moskow mengklaim kapal hanya “rusak ringan”, rekaman warga menunjukkan kapal itu tenggelam sebagian.

Serangan ini juga menghancurkan sistem rudal Iskander-M yang ditempatkan di sekitar area dan menjadi pukulan berat bagi kekuatan armada Rusia di Laut Baltik.

Pertahanan Udara Rusia Luluh Lantak

Pada 3–4 Oktober 2025, Ukraina meluncurkan gelombang serangan drone besar-besaran ke wilayah Leningrad, menghantam Kilang Kinev, salah satu fasilitas minyak terbesar Rusia berkapasitas 40 juta ton per tahun.

Selain itu, sistem pertahanan udara Buk-M1 Rusia di Rostov dilaporkan hancur total ketika mencoba menembak jatuh drone Ukraina.

Di waktu bersamaan, sebuah pabrik kimia di Perm, wilayah Ural, yang memproduksi bahan peledak dan pupuk militer, juga terbakar hebat akibat serangan drone jarak 1.600 km dari garis depan—serangan terjauh Ukraina sejauh ini.

Ukraina Rebut Empat Wilayah di Dnipro

Pasukan Ukraina berhasil merebut kembali empat wilayah strategis di Dnipropetrovsk: Sosnivka, Vorone, Lovoshelivka, dan Sitsinev.

Operasi ini dilakukan oleh Brigade Serbu ke-225, Brigade Mekanis ke-23, dan Brigade ke-141, dengan dukungan artileri berat.

Selain itu, Brigade Mekanis ke-110 yang sempat ditarik kini kembali ke garis depan di Verbove, menghancurkan kelompok sabotase Rusia dan memperkuat posisi Ukraina di timur.

Pertempuran di Selatan: Sumi dan Kharkiv

Pertempuran di wilayah selatan Sumi dan Olekseevka juga semakin intens. Drone FPV Ukraina melumpuhkan enam tank dan kendaraan lapis baja Rusia, serta memaksa pasukan Rusia mundur.

Kini jarak antara dua kubu hanya sekitar 50 meter, menandakan kontak langsung dan perang jarak dekat sedang berlangsung.

Dukungan Internasional: Yunani Kirim Artileri Berat

Dalam perkembangan internasional, Yunani resmi bergabung dalam program bantuan militer Eropa yang dipimpin Republik Ceko.

Negara itu akan mengirimkan 60 meriam berat M110A2 kaliber 203 mm serta 150.000 amunisi artileri setelah melalui perbaikan, guna memperkuat daya gempur Ukraina di garis depan.

Serangan Balasan Rudal Rusia dan Respons Ukraina

Pada 4 Oktober 2025, Rusia melancarkan lima rudal Iskander-M secara beruntun ke wilayah Chernihiv, Dnipro, dan Zaporizhzhia.

Namun, hanya dalam waktu kurang dari satu jam, Ukraina membalas serangan tersebut dan menghancurkan tiga tank Rusia menggunakan drone berpemandu laser.

Video yang beredar menunjukkan tank-tank Rusia meledak seperti bola api, sementara pasukan mereka melarikan diri ke hutan.

Militer Ukraina menyebut operasi balasan ini sebagai bagian dari strategi “Hit Back in Seconds” — membalas setiap serangan dalam waktu di bawah satu jam.

Eksperimen Gagal: Rusia Hidupkan Kembali Pasukan Kavaleri

Salah satu kisah paling aneh dari perang ini adalah keputusan Rusia untuk membentuk kembali pasukan kavaleri berkuda di medan berlumpur Donbas.

Namun pada pertempuran perdananya, seluruh pasukan beserta kudanya tewas akibat serangan drone FPV Ukraina.

Moskow beralasan, kuda dapat bergerak tanpa bahan bakar dan sulit dideteksi radar. Namun di medan perang modern, kavaleri justru menjadi sasaran empuk.

Media Barat menilai langkah ini sebagai “tanda keputusasaan militer Rusia”, akibat kekurangan kendaraan lapis baja dan tank.

Zelenskyy: Moskow Bisa Jadi Target Berikutnya

Dalam wawancara pada 5 Oktober 2025, Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa setiap agresi Rusia akan dibalas setimpal: “Kami akan menemukan cara dan senjata untuk melakukannya.”

Pernyataan ini ditafsirkan sebagai sinyal bahwa Ukraina siap menyerang Moskow secara langsung.

Zelenskyy juga mengonfirmasi bahwa setelah pertemuannya dengan Donald Trump, Ukraina berpotensi mendapat rudal jelajah jarak jauh buatan AS seperti Tomahawk, Barracuda, dan AGM-158 JASSM.

Kemungkinan Serangan Besar ke Krimea

Menurut laporan Sky News Inggris, Ukraina tengah menyiapkan operasi besar di Krimea sebelum akhir tahun 2025.

Analis militer Michael Clark menyebut bahwa serangan presisi terhadap radar dan sistem pertahanan udara di Krimea baru-baru ini adalah “pemanasan” untuk serangan berikutnya — yang mungkin terjadi sebelum musim dingin tiba.

Kesimpulan: Perang Memasuki Babak Baru

Dari Moskow hingga Krimea, Ukraina kini meningkatkan frekuensi dan jangkauan serangan secara signifikan.

Serangan-serangan ini tidak lagi simbolik, melainkan tekanan strategis langsung terhadap jantung militer Rusia.

Sementara itu, efek domino mulai terasa di Eropa — Bandara Munich ditutup dua malam berturut-turut karena ancaman drone, memicu kekhawatiran baru tentang keamanan udara kawasan.

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki babak baru: “Perang Drone Jarak Jauh”, di mana garis depan tidak lagi terbatas pada medan tempur, tetapi menjangkau hingga ke jantung dua negara yang berkonflik.

Penembakan Massal di Alabama, AS — Dua Kelompok Saling Tembak di Pusat Kota, 2 Tewas 12 Luka

EtIndonesia. Penembakan massal terjadi di pusat kota Montgomery, ibu kota negara bagian Alabama, AS, pada 4 Oktober 2025 malam. Insiden tersebut  menyebabkan 2 orang tewas dan 12 orang luka-luka.

Insiden terjadi sekitar pukul 23.30 waktu setempat, di area hiburan malam yang ramai dekat Bib Street dan Commerce Street. Polisi setempat menyebut peristiwa ini sebagai “penembakan massal.”

Dalam konferensi pers pada 5 Oktober, polisi mengkonfirmasi bahwa korban tewas adalah Jeremiah Morris (17 tahun) dan Sharonda Williams (43 tahun). Dari 12 korban luka lainnya, 5 orang berada dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit.

Menurut keterangan polisi, setengah dari korban berusia di bawah 20 tahun, dengan korban termuda berusia 16 tahun.

Kepala Kepolisian Montgomery, James Graybois, mengatakan situasi di tempat kejadian sangat kacau. Di tengah kerumunan, banyak orang mengeluarkan senjata dan mulai saling menembak.

 “Kedua kelompok saling tembak di antara kerumunan orang,” katanya. Ia menambahkan bahwa para pelaku “tidak memedulikan keselamatan orang-orang di sekitar.”

Penembakan terjadi di kawasan wisata populer kota itu, tidak lama setelah pertandingan sepak bola universitas antara Tuskegee University dan Morehouse College berakhir. Saat itu, banyak wisatawan yang datang ke Montgomery untuk menonton pertandingan dan menghadiri Pameran Nasional Negara Bagian Alabama, serta berbagai acara perayaan di pusat kota.

“Kejadian seperti ini tidak bisa diterima, dan kami tidak akan membiarkannya menjadi hal yang normal,” tegas Wali Kota Montgomery, Steven Reed.

Menurut polisi, motif penembakan masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal menunjukkan bahwa konflik pribadi antara dua orang di kerumunan memicu baku tembak tersebut. Polisi juga menemukan bahwa berbagai jenis senjata dengan kaliber berbeda dan magazin berkapasitas besar digunakan dalam insiden ini.

Penyelidikan masih berlangsung, dan belum ada tersangka yang didakwa.

Pemerintah kota Montgomery menawarkan hadiah sebesar 50.000 dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi untuk membantu penyelidikan kasus ini. (Hui/asr)

Dijilat Anjing dan Kucing Peliharaan — Baik atau Tidak?

0

EtIndonesia. Banyak anjing peliharaan menunjukkan kasih sayangnya kepada pemilik dengan menjilat wajah, hidung, bahkan mulut mereka. Hampir semua pemilik anjing pasti pernah mengalaminya.

Tak hanya anjing, beberapa kucing peliharaan juga suka menjilat wajah pemiliknya sebagai bentuk kasih sayang.

Tentu saja, memiliki hewan yang begitu sayang kepada pemiliknya terasa menyenangkan.

Namun, Annie Ross selaku dokter hewan (vétérinaire) sekaligus dosen di program Teknik Kesehatan Hewan (Techniques de santé animale) di Cégep de Saint-Hyacinthe, Québec, Kanada, memperingatkan bahwa cara menunjukkan kasih sayang seperti ini sebenarnya tidak higienis. Bahkan berisiko menyebabkan penyakit bagi manusia.

Menurut dr. Annie, perlu diingat bahwa anjing dan kucing sering menjilat berbagai hal, seperti tanah, pantat hewan lain, bahkan kadang-kadang kotoran.

Jadi, bisa dibayangkan betapa tidak higienisnya jika lidah yang sama digunakan untuk menjilat wajah manusia.

Selain itu, kata Annie, air liur hewan peliharaan mengandung banyak patogen, termasuk parasit, bakteri, dan virus yang bisa menimbulkan infeksi serius—terutama bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah atau kulit yang terluka.

Dalam kasus seperti itu, kuman dalam air liur bisa lebih mudah masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka.

Namun, Annie juga menegaskan bahwa tidak perlu terlalu panik. Air liur anjing dan kucing tidak selalu berbahaya atau mematikan.

Pertama, bagi orang dengan kulit dan tubuh yang sehat, risiko tertular penyakit dari jilatan hewan sangat kecil.
Kedua, setelah dijilat hewan, cukup segera mencuci wajah atau tangan dengan bersih untuk mengurangi risiko infeksi.

Selain itu, penting untuk:

  • Menyikat gigi hewan peliharaan setiap hari.
  • Secara rutin membawa mereka ke dokter hewan untuk pemeriksaan dan pengobatan cacing.
  • Melakukan analisis feses (kotoran) setahun sekali.
  • Dan yang tak kalah penting, melatih hewan agar tidak menjilat tempat atau benda yang tidak seharusnya dijilat.

(Hui/asr)

Ketika Putin Kehilangan Kendali: Dari Rayuan ke Ancaman dalam 72 Jam

EtIndonesia. Situasi perang Rusia–Ukraina kembali memanas. Presiden Rusia Vladimir Putin tampak kehilangan keseimbangan politik dan strategi. Dalam waktu hanya beberapa hari, ia berganti wajah dari melunak terhadap Amerika Serikat menjadi kembali mengancam Presiden Donald Trump secara terbuka. Dunia menyaksikan babak baru yang menegangkan dari perang terbesar di Eropa abad ini.

Peringatan Langsung Putin: “Hubungan AS–Rusia Akan Runtuh”

Pada 5 Oktober 2025, Putin berbicara keras dalam konferensi pers di Moskow. Ia secara langsung menuding Washington dan berkata:

“Jika Amerika Serikat memasok rudal jelajah Tomahawk kepada Ukraina, hubungan antara Moskow dan Washington akan runtuh sepenuhnya.”

Putin menegaskan, Tomahawk yang memiliki jangkauan lebih dari 2.500 kilometer akan membuat sebagian besar wilayah Rusia, termasuk Moskow, masuk ke dalam jangkauan tembak Ukraina. Ia menambahkan bahwa sistem kendali rudal ini terlalu kompleks untuk dioperasikan oleh tentara Ukraina tanpa bantuan langsung dari militer AS — artinya, bantuan itu akan menjadi bentuk intervensi militer Amerika secara langsung.

Para analis menilai, nada bicara Putin yang begitu keras mencerminkan ketakutan nyata terhadap dampak destruktif Tomahawk. Sumber di kalangan pakar militer Rusia mengonfirmasi bahwa rudal tersebut berpotensi menembus sistem pertahanan Rusia dan menimbulkan kerugian besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

💣 Krisis Internal: Rusia di Ambang Keterpurukan Politik dan Ekonomi

Ketakutan Putin bukan tanpa sebab. Selain tekanan militer, ekonomi Rusia kini berada di titik rawan. Sanksi internasional, penurunan produksi minyak, dan lonjakan harga domestik membuat Moskow semakin terjepit.

Jika serangan Ukraina semakin dalam hingga menembus wilayah Rusia, hal itu bisa menjadi “jerami terakhir” yang mematahkan stabilitas kekuasaan Putin.

Ironisnya, hanya tiga hari sebelum pernyataan keras itu — pada 2 Oktober, dalam forum think-tank Rusia — Putin justru tampil dengan sikap sangat lunak terhadap Amerika.
Ia menyebut bahwa “pemulihan hubungan penuh dengan AS adalah demi kepentingan nasional Rusia,” dan bahkan menawarkan dialog pengendalian senjata nuklir dengan Trump serta pasokan bahan baku nuklir kepada Washington.

Putin bahkan sempat memuji Trump: “Pemerintahan saat ini di AS berbicara jujur tentang kepentingannya sendiri. Mereka mungkin terlihat blak-blakan, tapi setidaknya tidak munafik.”

⚔️ Trump Tetap Lanjutkan Kiriman Rudal ke Ukraina

Meski mendapat pujian, Trump tak tergoda. Ia hanya menanggapi singkat bahwa “usulan Putin terdengar baik,” namun di belakang layar, Wakil Presiden J.D. Vance justru mengonfirmasi bahwa AS akan tetap mengirim rudal Tomahawk ke Ukraina.

Mengetahui hal itu, Putin naik pitam — tapi tak berani menyerang Trump secara langsung.
Sebagai gantinya, ia mengalihkan kemarahan ke NATO, menyebut aliansi Barat itu “macan kertas” dan menuding negara-negara Eropa sebagai “pengecut berseragam.”

⚙️ Kebingungan di Moskow: Putin Kehilangan Kendali atas Strategi Perang

Para pengamat mencatat adanya ketidaksinkronan antara kebijakan politik dan strategi militer Putin.

Di satu sisi ia ingin meredakan ketegangan dengan Trump, tapi di sisi lain ia memerintahkan serangan udara besar-besaran terhadap kota-kota Ukraina, termasuk wilayah sipil — tindakan yang justru memperkuat dukungan Barat kepada Kyiv.

Bahkan pernyataan para pejabat bawahannya makin absurd.
Komandan Chechnya Alaudinov, misalnya, mengklaim di televisi bahwa “Ukraina telah kehilangan dua miliar penduduk,” padahal total populasi Ukraina sebelum perang hanya sekitar 50 juta jiwa.

🚀 Serangan Udara Terbesar Sejak Invasi 2022

Pada 5 Oktober, Rusia meluncurkan serangan udara terbesar sejak awal invasi, menggunakan:

  • 700 drone serang,
  • 50 rudal jelajah, dan
  • 2 rudal hipersonik Kh-47 “Kinzhal.”

Serangan melanda hampir seluruh wilayah Ukraina, dari Zaporizhzhia dan Kharkiv hingga Odesa dan Lviv.
Presiden Volodymyr Zelensky melaporkan sedikitnya 5 korban tewas, termasuk seorang remaja 15 tahun di Lviv, serta puluhan luka-luka.
Sekitar 70.000 rumah kehilangan listrik, dan Rusia kini mulai menargetkan stasiun kereta api dan infrastruktur transportasi sipil.

Zelensky mengecam keras tindakan tersebut sebagai “aksi terorisme negara.”

🛰️ Bukti Baru: Tiongkok Diduga Bantu Rusia dengan Data Satelit

Kecurigaan baru pun muncul. Pejabat intelijen Ukraina Aleksandrov menuduh bahwa Tiongkok memberikan data satelit rinci kepada Rusia untuk membantu serangan presisi terhadap pabrik-pabrik asing di Ukraina.

Tiga satelit Tiongkok  seri Yaogan 33 terdeteksi melintas sembilan kali di atas Lviv selama serangan berlangsung.

 Organisasi pemantau luar angkasa Heavenly Sky mengonfirmasi temuan tersebut.

Saat dikonfirmasi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok  hanya menjawab singkat: “Kami tidak mengetahui situasi yang Anda sebutkan.” Pernyataan seperti ini, menurut para pengamat, biasanya berarti pengakuan tak langsung.

Selain itu, laporan juga menunjukkan adanya pengiriman 24.000 ton peralatan militer dari Tiongkok ke Rusia melalui jalur kereta, laut, dan udara, termasuk menggunakan pesawat Il-76TD untuk mengangkut komponen drone.

🔥 Ukraina Balas dengan Rudal Buatan Sendiri

Tak tinggal diam, Ukraina mulai memproduksi rudal jelajah FP-5 “Flamingo” berjangkauan 3.000 km dengan hulu ledak 1,1 ton.

Majalah The Economist mencatat bahwa produksi saat ini baru mencapai 3 unit per hari, namun pada akhir Oktober ditargetkan naik menjadi 7 unit.

Zelensky juga mengonfirmasi keberhasilan rudal “Neptune”, menegaskan bahwa Ukraina akan “secara berkala menggunakan rudal buatan dalam negeri dalam jumlah besar.”
Pernyataan ini merupakan balasan langsung terhadap serangan rutin Rusia.

⛽ Perang Energi: Rusia Terancam Krisis Bahan Bakar

Dampak serangan Ukraina semakin terasa di wilayah Rusia:

  • Stasiun bahan bakar terbesar di Krimea terbakar hebat, memicu pembatasan bensin hanya 20 liter per rumah tangga.
  • Kilang Kirishi di St. Petersburg — salah satu kilang modern terbesar — hancur setelah diserang drone.
  • Wilayah Belgorod mengalami pemadaman luas karena serangan ke fasilitas energi.

Produksi bensin Rusia turun 20%, dengan defisit 400 ribu ton per bulan.
Bahkan stasiun pengisian di Moskow kini membatasi pembelian maksimal 10 liter per kendaraan, dan 9 dari 10 SPBU kehabisan stok.

Pemerintah Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin dan solar hingga akhir tahun, menandakan krisis energi nasional semakin parah.

🌍 Perang Masuki Babak “Energi vs Moral”

Konflik kini berubah menjadi perang energi dan ketahanan rakyat.
Rusia berusaha melumpuhkan jaringan listrik Ukraina menjelang musim dingin, sementara Ukraina menyerang kilang minyak Rusia untuk melumpuhkan ekonomi musuh.

Akibatnya, Rusia yang biasanya mengekspor bahan bakar ke Tiongkok  kini justru mengimpor dari Tiongkok. Kedua negara menghadapi ujian besar — bukan hanya militer, tapi juga ekonomi dan moral rakyat. (***)

Ketukan ke-11

EtIndonesia. Surat undangan wawancara dari Perusahaan Ruide bagaikan seberkas cahaya yang menerangi hati Clifford yang gelisah namun penuh harapan.

Di hari wawancara, Clifford menyiapkan dirinya dengan sangat rapi. Dia menyisir rambutnya dengan teliti, memakai pakaian terbaik, lalu mengenakan dasi baru sebagai tanda doa keberuntungan. Tepat pukul 10 pagi, dia melangkah masuk ke ruang HRD Perusahaan Ruide.

Setelah sekretaris menyampaikan ke manajer, Clifford menarik napas dalam-dalam, menggenggam tas kerjanya, lalu mengetuk pintu kantor manajer dengan pelan—dua kali.

“Apakah Anda Tuan Clifford?” terdengar suara dari dalam.

 “Selamat pagi, Pak Manajer. Saya Clifford,” jawabnya sambil perlahan membuka pintu.

Namun manajer berkata dengan nada tenang:  “Maaf, Tuan Clifford, bisakah Anda mengetuk sekali lagi?”

Clifford agak heran, tapi tidak banyak berpikir. Dia menutup kembali pintu, mengetuk dua kali, lalu masuk.

“Tidak, tidak. Kali ini tidak sebaik yang pertama. Bisa Anda ulangi lagi?” kata manajer dengan tatapan dingin.

Clifford kembali keluar, mengetuk pintu, dan masuk lagi.

 “Pak, apakah kali ini sudah tepat?”

 “Cara Anda bicara kurang baik—” sahut manajer.

Clifford mencoba lagi: “Saya Clifford, senang sekali bisa bertemu dengan Anda, Pak Manajer.”

 “Jangan begitu,” manajer tetap berkata datar. “Coba sekali lagi.”

Clifford pun berganti cara: “Mohon maaf, saya mengganggu pekerjaan Anda.”

Manajer tersenyum tipis: “Hampir, kalau Anda bisa ulang sekali lagi akan lebih baik.”

Begitu seterusnya. Sampai Clifford sudah sepuluh kali keluar masuk, namun tetap ditolak. Rasa bahagia dan antusias yang semula dia bawa telah sirna. Yang tersisa hanyalah rasa jengkel. Dalam hati dia bergumam, masuk ruangan dan menyapa, memangnya harus serumit ini? Ini bukan wawancara, tapi jelas-jelas mempermainkan orang!

Kesal, Clifford berbalik hendak pergi. Namun baru beberapa langkah, dia terhenti. Tidak! Aku tidak bisa kabur begitu saja. Sekalipun Perusahaan Ruide tidak berniat menerimaku, aku harus mendengar penolakan itu langsung dari mereka.

Dia menarik napas panjang, menenangkan diri, lalu untuk ke-11 kalinya mengetuk pintu. Kali ini, yang menyambutnya bukan lagi kritik, melainkan tepuk tangan meriah penuh sambutan hangat. Clifford sama sekali tak menyangka, ketukan ke-11 justru membuka pintu kesuksesan.

Ternyata, Perusahaan Ruide sedang mencari seorang peneliti pasar (market researcher). Syaratnya bukan hanya pengetahuan dan kecerdasan, tetapi juga kesabaran, ketekunan, dan ketahanan mental. Rangkaian “tes mengetuk pintu” itu memang sengaja dirancang untuk menguji kualitas psikologis kandidat.

Pelajaran Hidup

Dalam hidup, kita sering menghadapi tuntutan yang keras dan situasi yang membuat kita tidak nyaman. Namun, jika kita mampu menghadapinya dengan kesabaran untuk melunakkan, keteguhan untuk bertahan, dan akal sehat untuk menerima, mungkin justru di situlah terbentang jalan menuju keberhasilan.

Video Kedatangan Raja Afrika di UEA dengan 15 Istri dan 100 Ajudan Kembali Beredar

EtIndonesia. Sebuah video lama Raja Eswatini, Mswati III, yang tiba di Abu Dhabi telah menarik perhatian terkait gaya hidup mewah sang raja Afrika. Video tersebut, yang pertama kali muncul pada bulan Juli, merekam kedatangan sang raja yang megah di bandara Abu Dhabi bersama beberapa istri dan rombongan besar.

Dalam rekaman tersebut, sang raja terlihat turun dari jet pribadi dengan mengenakan pakaian tradisional. Sekelompok wanita berpakaian elegan mengikutinya. Sebuah teks pada video tersebut berbunyi: “Raja Swaziland tiba di Abu Dhabi dengan 15 istri dan 100 pelayan. Ayahnya, Raja Sobhuza II, memiliki 125 istri.”

Laporan juga menunjukkan bahwa Raja Mswati III juga didampingi oleh 30 anaknya selama perjalanan ke Abu Dhabi. Delegasi yang besar tersebut dilaporkan menyebabkan gangguan sementara di bandara, yang mendorong petugas keamanan untuk menutup beberapa terminal untuk mengakomodasi rombongan kerajaan.

Video yang muncul tersebut menuai kritik, dengan banyak pengguna menggarisbawahi kontras yang mencolok antara gaya hidup mewah Raja Mswati III dan perjuangan sehari-hari warga negaranya.

Beberapa pengguna mengungkapkan kemarahan atas tampilan mewah tersebut. Seorang pengguna berkomentar: “Selama ini rakyatnya tidak memiliki listrik atau daya listrik,” sementara yang lain mempertanyakan: “Apakah negara ini cukup kaya untuk membeli jet pribadi?”

Beberapa bahkan lebih jauh, mengutuk tindakan berlebihan raja dengan istilah yang lebih tajam.

“Orang ini berkeliaran dengan jet pribadi sementara rakyatnya mati kelaparan,” tulis seorang pengguna yang marah.

Pengguna lain menggemakan sentimen serupa, mengatakan: “Dan mereka ingin uang untuk memberi makan anak-anak di Afrika.”

Seseorang bercanda: “Apakah ada koordinator di rumahnya untuk mengurus semua istrinya?”

Kekayaan Kerajaan

Raja Mswati III, raja absolut terakhir di Afrika, telah memerintah negara kecil di Afrika bagian selatan itu sejak 1986 dan memiliki kekayaan pribadi melebihi 1 miliar dolar, menurut berbagai laporan.

Kerajaan ini menghadapi sistem kesehatan dan pendidikan yang kolaps, kekurangan obat-obatan di rumah sakit umum, dan mahasiswa yang kesulitan keuangan putus kuliah sehingga bergantung pada sumbangan.

Bank Dunia melaporkan bahwa pengangguran meningkat dari 23% menjadi 33,3% pada tahun 2021, di tengah meningkatnya harga bahan pokok. Sementara itu, Raja memiliki saham di berbagai perusahaan di bidang konstruksi, pariwisata, pertanian, telekomunikasi, dan kehutanan, menurut Swaziland News.

Dikenal karena gaya hidupnya yang mewah dan adat istiadat kerajaan tradisional, Raja Mswati konon memilih pengantin baru setiap tahun dalam upacara Tari Reed, sebuah ritual berusia berabad-abad yang kabarnya menuai kekaguman sekaligus kritik.

Meskipun keluarga kerajaan menikmati kekayaan yang luar biasa, kehidupan sebagian besar warga negara menceritakan kisah yang berbeda. Laporan menunjukkan bahwa hampir 60% penduduk Eswatini hidup di bawah garis kemiskinan.(yn)

Kebahagiaan Para Pengusung Tandu

EtIndonesia. Tahun 1924, Bertrand Russell, salah satu pemikir terbesar Inggris pada abad ke-20, datang ke Sichuan, Tiongkok. Saat itu, negeri Tiongkok sedang terpecah oleh perang saudara, penuh kekacauan dan penderitaan rakyat.

Russell baru saja menulis karyanya yang terkenal “The Conquest of Happiness” (Penaklukan Kebahagiaan), dan berharap bisa menyebarkan gagasan tentang kebahagiaan untuk menuntun rakyat Tiongkok keluar dari penderitaan.

Ketika itu musim panas. Udara di Sichuan sangat panas dan pengap. Russell bersama rombongan menaiki tandu bambu yang dipikul dua orang untuk mendaki Gunung Emei. Jalan gunung curam dan berbahaya, membuat para tukang usung tandu bercucuran keringat.

Sebagai seorang filsuf, Russell bukannya menikmati pemandangan, melainkan sibuk merenung:  “Para tukang usung ini pasti membenci kami yang duduk di tandu. Dengan cuaca sepanas ini, mereka masih harus memanggul kami naik gunung. Mungkin mereka juga bertanya-tanya, mengapa nasib mereka harus menjadi pengusung, bukannya penumpang?”

Namun, ketika sampai di sebuah dataran kecil di tengah perjalanan, rombongan berhenti untuk beristirahat. Russell turun dari tandu dan dengan penuh perhatian memperhatikan para tukang usung.

Apa yang dia lihat justru mengejutkannya. Para pengusung itu duduk santai berderet, mengeluarkan pipa tembakau, sambil bercanda, tertawa, dan bercerita riang tentang keluarga dan kampung halaman mereka. 

Mereka bahkan dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Russell tentang negeri asing, dan sesekali melontarkan lelucon yang mengundang tawa. Tak tampak sedikit pun kebencian, keluhan, atau rasa getir terhadap pekerjaan dan nasib mereka.

Russell kemudian menuliskan pengalaman ini dalam esainya “Karakter Orang Tionghoa”. 

Dari situ ia menarik kesimpulan penting: Melihat kebahagiaan orang lain dengan kacamata kita sendiri adalah sebuah kesalahan.

Shakespeare pernah menggunakan perumpamaan indah: hidup kita bagaikan sebuah taman, dan kehendak kitalah sang tukang kebun. Apakah taman itu dipenuhi bunga indah, hanya ditanami satu pohon, atau bahkan dibiarkan terbengkalai, semua tergantung pada diri kita sendiri. Artinya, bila kita menghendaki kebahagiaan, maka kita sendirilah yang bisa menciptakannya.

Kebahagiaan tidak bergantung pada keadaan luar, melainkan pada sikap hati.

·        Saat sukses, nikmatilah kesuksesan.

·        Saat terpuruk, tetaplah bahagia demi harapan masa depan.

Pelajaran Hidup

Tidak selalu orang yang duduk di tandu adalah yang paling bahagia, dan tidak selalu orang yang memanggul tandu adalah yang paling menderita.

Kebahagiaan ada di dalam hati, bukan di luar diri.(jhn/yn)

Kerusuhan Besar di “China Town” Kamboja — Ratusan Pekerja Judol dan Penipuan Daring  Mengamuk dan Merusak Kantor

EtIndonesia. Pada 4 Oktober 2025 malam, terjadi kerusuhan besar di kawasan China Town di Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja (juga dikenal sebagai Sihanoukville). Ratusan pekerja asing asal Indonesia, India, dan Pakistan menyerbu kantor serta asrama pekerja, merusak berbagai fasilitas hingga situasi menjadi sangat kacau dan tidak terkendali.

Pasukan polisi dalam jumlah besar segera menutup akses ke area kejadian. Kemudian, baru pada  5 Oktober dini hari situasi berhasil dikendalikan.

Menurut laporan Cambodia-China Times, kerusuhan dimulai sekitar pukul 22.00 malam. Para pekerja asing tersebut diketahui bekerja di perusahaan Judol dan penipuan telekomunikasi yang dioperasikan oleh warga Tiongkok di dalam kawasan itu.

Mereka diduga marah karena perselisihan internal, lalu melampiaskan emosi dengan menghancurkan komputer, peralatan kantor, serta fasilitas asrama. Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Setelah menerima laporan, polisi anti huru-hara dan beberapa pasukan tambahan segera dikerahkan ke lokasi. Area kejadian langsung dikepung dan ditutup total, dan sekitar pukul 4 dini hari situasi akhirnya berhasil diredakan.

Semua orang yang terlibat dalam kerusuhan telah diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

Menurut hasil penyelidikan awal, kerusuhan ini kemungkinan dipicu oleh perselisihan gaji dan konflik terkait agama, namun pihak kepolisian belum mengumumkan penyebab pasti insiden tersebut. (hui/asr)

Delegasi Israel dan Hamas Tiba di Mesir untuk Negosiasi — Trump: Sandera Kemungkinan Akan Segera Dibebaskan

EtIndonesia. Pada 5 Oktober 2025, perwakilan Israel dan Hamas tiba di Mesir untuk melakukan perundingan mengenai syarat dan rincian pertukaran sandera. Presiden AS Donald Trump dengan optimistis menyatakan bahwa negosiasi berjalan lancar dan para sandera kemungkinan akan segera dibebaskan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan bahwa ia berharap kesepakatan mengenai sandera dapat tercapai pada awal pekan ini.

Pada hari yang sama, berbagai daerah di Inggris mengadakan upacara peringatan untuk mengenang para korban serangan teror Hamas terhadap Israel pada “7 Oktober” dua tahun lalu.

Lemer, seorang penyintas dari serangan tersebut, mengenang pengalaman mengerikan itu dalam sebuah pertemuan di London. “Festival musik yang seharusnya meriah berubah menjadi medan perang paling mengerikan,” katanya. 

Ia menuturkan, “Saya melihat mobil-mobil terbakar, mencium bau orang yang terbakar di dalamnya. Saya melihat orang-orang berlarian mencari tempat bersembunyi di ladang, dan melihat mereka jatuh tewas.”

Serangan teror “7 Oktober” dua tahun lalu dilakukan oleh kelompok Hamas terhadap warga sipil Israel, yang kemudian memicu perang Gaza. Menurut data Israel, sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan itu, dan 251 orang diculik sebagai sandera. Saat ini, Hamas masih menahan 48 sandera, dengan 20 di antaranya diketahui masih hidup.

Lemer berkata, “Hanya ketika semua sandera telah kembali ke rumah, barulah kehidupan dan negara kami dapat benar-benar mulai pulih.”

Dalam wawancara dengan ABC News pada 5 Oktober, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan harapannya agar Israel dan Hamas dapat mencapai kesepakatan secepatnya, khususnya terkait pembebasan sandera yang tidak boleh ditunda-tunda.

Rubio menegaskan, “Kita tidak bisa sampai tiga minggu lagi masih membicarakan logistik pembebasan sandera. Untuk mendorong kemajuan bagian lain dari kesepakatan, pembebasan sandera harus dilakukan dengan cepat.”

Menurut Rubio, saat ini adalah momen paling dekat menuju pembebasan seluruh sandera dalam waktu lama, namun ia juga memperingatkan Hamas agar tidak mencoba merusak perjanjian tersebut.

Presiden Trump pada hari yang sama menegaskan bahwa kesepakatan ini memiliki arti penting bagi kedua belah pihak. Mengenai pembebasan sandera, Trump menyatakan sikap optimistik.

Ketika seorang wartawan bertanya, “Kapan menurut Anda para sandera akan mulai dibebaskan?”’

Trump menjawab, “Saya pikir segera. Saat ini negosiasi sedang berlangsung. Mereka sudah mulai berunding, dan pembicaraan akan berlanjut beberapa hari. Kita akan lihat hasilnya, tapi saya mendengar kabar bahwa perkembangannya sangat positif.”

Saat ini, delegasi dari kedua pihak, Israel dan Hamas, telah tiba di Mesir untuk merundingkan secara rinci syarat-syarat pertukaran sandera. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan harapannya agar para sandera Israel dapat dibebaskan dalam beberapa hari mendatang.

Pada 5 Oktober, Menteri Luar Negeri Jerman dan Qatar juga mengadakan pertemuan bilateral yang berfokus pada situasi terkini di Gaza.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan, “Sebenarnya, tidak ada rencana yang lebih baik daripada rencana Presiden Trump. Rencana ini harus dilaksanakan secara menyeluruh.”

Pada Jumat lalu, Hamas mengumumkan bahwa mereka telah menerima sebagian poin penting dari 20 usulan Trump, termasuk penghentian perang, penarikan pasukan Israel, serta pertukaran antara sandera Israel dan tahanan Palestina.

Namun, masih ada sejumlah isu yang belum dijawab oleh Hamas dan perlu dibahas lebih lanjut, misalnya apakah Hamas bersedia melucuti senjata—sebuah syarat utama bagi Israel untuk mengakhiri perang. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com