Selada Raksasa Muncul di Heilongjiang, Tiongkok, Dijuluki “Yao Ming” di Dunia Sayuran 

EtIndonesia.com Kamis (6/8/2026), topik “Selada ‘Yao Ming’ muncul di kebun sayur Heilongjiang” menjadi trending dan memicu perbincangan hangat.

Menurut foto yang diunggah seorang warganet dari Heilongjiang, selada tersebut memiliki tinggi dan ukuran yang jauh melebihi selada biasa. Bentuknya menyerupai pohon kecil, sehingga dijuluki oleh warganet sebagai “pohon selada Natal”, “raja selada”, dan “Yao Ming di dunia sayuran”.

Yao Ming memiliki tinggi 2,26 meter dengan panjang kaki yang disebut-sebut sekitar 1,4 meter. Meskipun tinggi selada raksasa ini tidak diumumkan secara resmi, dari foto terlihat tingginya sudah mencapai pinggang bahkan dada orang dewasa, dengan perkiraan lebih dari 1,2 meter.

Banyak warganet berkomentar, “Ini benar-benar luar biasa.” Ada yang menduga, “Jangan-jangan diberi pupuk super.” Ada pula yang mengedit foto selada tersebut dengan hiasan lampu Natal, bahkan ada yang menambahkan gambar irisan daging babi di atasnya.

Foto-foto tersebut memicu berbagai komentar lucu, di antaranya:

“Kamu berhasil menanam tanaman raksasa.”
“Saya ingin memeluk pohon ini sambil memakannya seharian.”
“Menghabiskan satu pohon penuh pun kalorinya belum sampai 500 kkal, bisa-bisa malah makin kurus.”
“Kalau tidak dibilang selada, saya kira itu pohon pinus.”
“Saya juga ingin tumbuh lebih tinggi, apakah rumahmu bisa merawat saya?”

Ada  komentar lain:

“Selada akan terus tumbuh tinggi selama daunnya tidak dipetik.”
“Saat Natal nanti tidak perlu pohon Natal, pakai ini saja, setelah itu masih bisa dimakan.”
“Taruh meja barbeque di sampingnya, sambil makan tinggal petik daun seladanya.”
“Tanam lebih banyak lagi, lalu buka beberapa kios kecil di sampingnya, sediakan air, biarkan orang memetik sayuran sendiri.”

Sumber : NTDTV.com

Socrates: Kejeniusan Kreatif Bergantung pada Inspirasi Ilahi—Lalu, Apa yang Menentukan Datangnya Inspirasi Ilahi?

Oleh Ila Bonczek

Baik sastra, musik, maupun seni rupa, karya-karya agung memiliki kekuatan untuk mengguncang dan mengubah mereka yang menikmatinya. Karya-karya abadi tersebut menyentuh jiwa, menggugah hati, dan menghadirkan keindahan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Namun, bagaimana para seniman mampu menciptakan karya yang sedemikian luar biasa?

Jika pertanyaan itu diajukan kepada Socrates, jawabannya mungkin mengejutkan: inspirasi ilahi. Bahkan, menurut pandangan yang dicatat Plato, seniman justru tidak layak menerima seluruh pujian atas karya mereka.

Di Yunani kuno, para penyair menempati posisi yang jauh lebih tinggi daripada sekadar penghibur. Mereka dipandang sebagai penentu arah moral masyarakat. Melalui karya-karya yang mengangkat tema moralitas, kehormatan, kesalehan, dan pengorbanan, para penyair berperan membimbing masyarakat dalam menentukan apa yang benar dan salah.

Para filsuf seperti Socrates dan muridnya, Plato, kemudian berhadapan langsung dengan para penyair dalam perebutan pengaruh moral dan intelektual tersebut.

Argumen Socrates

Dalam dialog singkat berjudul Ion, Plato mencatat percakapan antara Socrates dan seorang rhapsode—seniman yang membawakan puisi epik secara lisan—yang baru saja meraih juara pertama berkat penampilannya membacakan karya Homer dengan penuh penghayatan.

Socrates kemudian menjebaknya melalui rangkaian argumen filosofis hingga sang rhapsode akhirnya mengakui bahwa seniman, termasuk dirinya dan sang penyair, sebenarnya tidak memiliki keterampilan maupun pengetahuan yang menjadi sumber utama kemampuan mereka.

Sebaliknya, mereka seolah-olah “dikuasai” oleh ilham ilahi.

Memang, argumen tersebut memiliki sejumlah kelemahan. Salah satunya adalah anggapan bahwa seorang seniman harus menguasai seluruh aspek bidangnya agar dapat disebut benar-benar “terampil”.

Namun, di balik perdebatan itu, para filsuf tampaknya mengakui sesuatu yang sulit dibantah: seniman besar memiliki kemampuan luar biasa untuk mengungkap kebenaran universal—sesuatu yang terkadang tidak dapat dicapai hanya melalui belajar dan berlatih.

Yang luput dari perhatian para filsuf adalah kemungkinan bahwa kondisi spiritual sang seniman justru membuka jalan bagi hadirnya inspirasi tersebut.

Sejarah memberikan banyak contoh.

Iliad dan Odyssey bukan sekadar puisi epik. Kedua karya tersebut menjadi fondasi moral dan pendidikan masyarakat Yunani kuno.

Homer, yang diperkirakan hidup sekitar 850–800 SM, diyakini memperoleh inspirasinya dari para muse, dewi-dewi yang dipercaya masyarakat pada zamannya sebagai sumber inspirasi artistik. Kita memang hanya mengetahui sedikit tentang keyakinan pribadi penyair awal tersebut. Namun, banyak tokoh besar yang muncul setelahnya menunjukkan hubungan spiritual yang kuat dengan Tuhan.

Iman dan Inspirasi Ilahi

Para Penulis

John Milton, pengarang Paradise Lost (1667), yang dianggap sebagai salah satu puisi epik terbesar dalam bahasa Inggris, mengaku memperoleh bimbingan ilahi dalam proses penulisannya.

Milton adalah seorang Kristen yang taat dan berusaha memahami Alkitab “sejelas dan selangsung mungkin.”

Pengetahuannya yang luas mengenai kitab suci menjadi landasan bagi penggambaran tokoh-tokoh Alkitab serta pesan moral yang kuat dalam karya-karyanya.

Leo Tolstoy, penulis Rusia yang menghasilkan karya klasik dunia War and Peace (1865) dan Anna Karenina (1878), mengaku memperoleh inspirasi dari alam dan perenungan batin.

Karya-karyanya menggali secara mendalam persoalan spiritual dan moral manusia. Meskipun hubungannya dengan Gereja sempat tegang, Tolstoy mengalami kebangkitan spiritual yang mendalam ketika berusia sekitar 50 tahun.

Setelah pengalaman tersebut, ia menghasilkan The Kingdom of God Is Within You, yang mungkin menjadi salah satu karya terpenting dalam perjalanan intelektualnya.

Tentu saja, inspirasi artistik tidak hanya muncul dalam dunia sastra. Jejak keterlibatan spiritual juga terlihat jelas dalam karya para pelukis dan musisi besar sepanjang sejarah.

Para Seniman Klasik

Michelangelo (1475–1564), maestro Italia dalam seni lukis, patung, dan arsitektur, juga dikenal sebagai penyair.

Dari karya-karya tulisnya terlihat jelas bahwa ia merupakan sosok yang sangat religius. Karena hidup sekitar 40 tahun lebih lama dibandingkan rata-rata harapan hidup pada zamannya, ia kerap merenungkan kematian. Pergulatan dengan kefanaan tersebut justru semakin mendekatkannya kepada keyakinannya.

Sebagian besar karya Michelangelo berfokus pada sosok-sosok ilahi dan pemandangan surgawi. Ia, bersama banyak seniman sepanjang sejarah, meyakini bahwa sumber kreativitasnya berasal dari kekuatan ilahi.

Pelukis Belanda Rembrandt Harmenszoon van Rijn, yang dikenal sebagai “Sang Maestro Cahaya”, dibesarkan dalam lingkungan Kristen yang berpusat pada Alkitab.

Bakat seninya telah terlihat sejak usia dini. Ia kemudian menghasilkan lukisan-lukisan Alkitab yang sangat detail, sekaligus potret-potret luar biasa yang mampu menangkap esensi terdalam dari subjeknya.

Penggunaan teknik chiaroscuro—permainan dramatis antara cahaya dan bayangan—dalam karya Rembrandt seolah menggambarkan hakikat manusia: diciptakan menurut gambar Tuhan, tetapi tetap memiliki kelemahan dan cacat.

Polimatik Italia Leonardo da Vinci lahir pada 1452 dari keluarga Katolik. Catatan-catatan pribadinya memperlihatkan pemahaman yang mendalam mengenai alam dan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, karya-karyanya yang paling menakjubkan—termasuk The Last Supper, Virgin of the Rocks, Adoration of the Magi, dan Salvator Mundi—mengandung penghormatan kepada Tuhan.

Giorgio Vasari, penulis biografi yang mengenal Da Vinci secara pribadi, menggambarkan sang seniman sebagai sosok yang memiliki kecantikan, keanggunan, dan bakat luar biasa yang seolah dianugerahkan dari langit. Menurut Vasari, Da Vinci mampu mengembangkan kejeniusannya sedemikian rupa sehingga berbagai persoalan yang dipelajarinya dapat ia pecahkan dengan mudah.

Para Musisi

Dalam dunia musik, tiga nama yang hampir mustahil diabaikan adalah Mozart, Beethoven, dan Bach.

Wolfgang Amadeus Mozart (1756–1791) merupakan anak ajaib yang sejak kecil telah menunjukkan kemampuan luar biasa.

Dalam usia yang relatif singkat, ia menguasai hampir seluruh genre komposisi musik yang berkembang pada zamannya. Surat-suratnya menunjukkan bahwa Mozart merasakan hubungan spiritual dengan musik. Para penulis biografi dan sejarawan bahkan menggambarkan proses penciptaannya sebagai sesuatu yang berlangsung “hampir secara naluriah.”

Meskipun hubungannya dengan Gereja mengalami pasang surut, Mozart menghasilkan musik yang sangat spiritual.

Requiem, karya yang belum selesai dan ditulis ketika ia berada di ranjang kematian, menjadi salah satu karya paling menggugah. Musik tersebut mengeksplorasi penghakiman sekaligus harapan akan keselamatan.

Dalam perkataannya sendiri, ia menegaskan keyakinannya kepada Tuhan dan penghiburan yang muncul dari kepercayaan bahwa segala sesuatu berjalan sesuai kehendak Yang Mahakuasa.

Ludwig van Beethoven (1770–1827) berasal dari keluarga musisi. Ayahnya mulai melatihnya sejak usia dini.

Baik orang-orang sezamannya maupun generasi setelahnya merasakan bahwa karya Beethoven melampaui batas kemampuan manusia biasa—meskipun ia mulai kehilangan pendengarannya ketika masih berusia 20-an.

Masa pembentukan Beethoven dipengaruhi oleh pendidikan Katolik yang taat. Meskipun kemudian dipengaruhi pemikiran Pencerahan, ia tetap mempertahankan keyakinan kuat terhadap Sang Pencipta.

Beethoven bahkan meyakini bahwa sumber inspirasinya berasal dari “percikan ilahi.”

Karya seperti Missa Solemnis dan Symphony No. 9 menghadirkan keindahan transenden yang mencerminkan kedalaman spiritual dalam dirinya.

Johann Sebastian Bach (1685–1750) merupakan salah satu komponis paling berpengaruh dalam sejarah musik.

Kreativitas, kemampuan kontrapung, dan kompleksitas struktur musiknya telah menginspirasi generasi musisi selama berabad-abad. Tidak sedikit yang memandang kejeniusannya sebagai sesuatu yang mendapat sentuhan ilahi.

Bach merupakan seorang Lutheran Jerman yang sangat taat, dan sebagian besar karyanya diciptakan untuk Gereja.

Ia memandang musik sebagai sarana untuk memuliakan Tuhan. Karena itu, ia kerap membubuhkan tanda S.D.G. pada manuskripnya—singkatan dari Soli Deo Gloria, yang berarti “Hanya bagi Tuhan segala kemuliaan.”

Kesimpulan

Kini kita kembali kepada para filsuf.

Dalam pandangan Socrates, seniman yang memperoleh inspirasi dari sumber di luar dirinya seolah kehilangan hak untuk mengklaim sepenuhnya kejeniusan tersebut sebagai miliknya sendiri.

Namun, apakah kesimpulan itu benar-benar tepat?

Bukankah lebih masuk akal jika inspirasi ilahi justru merupakan buah dari pembinaan spiritual seseorang?

Dari sudut pandang ini, mereka yang memiliki penghormatan mendalam kepada Sang Pencipta dan dengan sungguh-sungguh mencari pencerahan dengan hati yang murni dianggap lebih siap menerima inspirasi ilahi.

Dengan demikian, karya besar bukan hanya lahir dari bakat, latihan, atau kecerdasan manusia. Bisa jadi, kualitas batin sang pencipta turut menentukan seberapa jauh inspirasi itu dapat mengalir melalui dirinya.

Dan jika demikian, pertanyaan yang lebih mendalam bukan lagi sekadar “Dari mana kejeniusan berasal?”, melainkan: “Seperti apa manusia yang layak menjadi wadah bagi inspirasi ilahi?”

Ila meraih gelar sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah membudidayakan tanaman pangan dan tanaman tahunan selama 25 tahun. Ila mengajak pembaca menjelajahi berbagai topik menarik, mulai dari kehidupan berkelanjutan dan kesehatan holistik hingga upaya merawat bukan hanya tanaman, tetapi juga pikiran dan tubuh.

Artikel ini terbit di visiontimes.com 

Rahasia Filsuf Cicero : 5 Langkah Membangun Percakapan yang Baik

Nasihat dari filsuf Romawi ini dapat membantu Anda menjadi pembicara yang lebih bijaksana, menarik, dan menyenangkan untuk diajak berbicara

Annie Holmquist

Kita semua mungkin pernah mengalaminya. Kita sedang berkumpul bersama teman, berbincang setelah menghadiri kegiatan keagamaan, atau menghadiri acara jejaring profesional. Namun, meskipun sudah berusaha sebaik mungkin, percakapan justru terasa hambar dan tidak mengalir.

Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan. Namun, pada umumnya ada dua persoalan utama: lawan bicara kita tidak mampu mengembangkan percakapan, atau justru kita sendiri kehabisan bahan pembicaraan.

Pengalaman seperti ini tentu mengecewakan, terutama bagi mereka yang menyadari betapa besar pengaruh sebuah percakapan yang baik terhadap kehidupan. Bagaimanapun, percakapan sederhana dapat menyemangati seseorang, mengubah pandangan, bahkan—sayangnya—menghancurkan reputasi seseorang.

Lantas, bagaimana memastikan bahwa kita menjadi pembicara yang berkualitas dan mampu memberikan dampak positif melalui kata-kata?

Filsuf sekaligus negarawan Romawi Marcus Tullius Cicero pernah merenungkan pertanyaan serupa dalam karyanya On Moral Duties (De Officiis). Ia menawarkan lima nasihat berikut yang dapat kita terapkan ketika berinteraksi secara verbal dengan orang lain.

1. Utamakan Orang Lain

Saat berbicara, kita sangat mudah terjebak untuk terus memikirkan diri sendiri—membahas topik yang kita sukai atau menceritakan berbagai kegiatan yang baru saja kita lakukan, bahkan secara panjang lebar dan melelahkan.

Namun, Cicero mengingatkan kita untuk menghindari pidato yang terlalu panjang dan bertele-tele. Ia menekankan pentingnya kesopanan dalam percakapan.

Artinya, jangan “menghalangi orang lain mendapatkan giliran berbicara seolah-olah hanya kita yang berhak didengarkan.” Dalam segala hal, termasuk percakapan, kita harus memahami bahwa berbicara secara bergantian adalah sesuatu yang adil.

Jadi, ketika sedang berbicara dengan seseorang, cobalah mendengarkan diri sendiri.

Apakah Anda terus berbicara tanpa henti?

Ataukah Anda benar-benar memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk berbicara, mengajukan pertanyaan, dan menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap apa yang ingin ia sampaikan?

Percakapan yang baik bukan monolog.

2. Jangan Bergosip

Entah mengapa, percakapan memiliki kecenderungan aneh untuk berbelok menjadi pembicaraan mengenai orang lain.

Membicarakan orang lain tentu tidak selalu salah jika yang dibicarakan adalah sesuatu yang baik atau terpuji. Namun, Cicero mengingatkan bahwa percakapan yang bertujuan menjatuhkan atau menjelek-jelekkan orang lain harus dihindari, bukan hanya demi menjaga kehormatan orang tersebut, tetapi juga demi melindungi reputasi kita sendiri.

Menurut Cicero, orang yang mencela atau memfitnah seseorang di belakangnya sebenarnya sedang “mengungkapkan cacat dalam karakter moralnya sendiri.”

Dengan kata lain, ketika kita sibuk merusak nama baik orang lain melalui percakapan, kita justru sedang memperlihatkan kualitas diri kita kepada orang yang mendengarkan.

3. Pilih Topik dengan Bijak

Jika membicarakan keburukan orang lain sebaiknya menjadi hal yang tabu dalam percakapan, lalu topik apa yang layak dibahas?

Cicero menyarankan berbagai topik seperti “urusan pribadi, politik, atau teori dan praktik seni.”

Dengan kata lain, kita dapat berbicara mengenai diri sendiri—tentu dengan tetap menjaga batas dan tidak berlebihan—membahas berita yang sedang menjadi perhatian, atau berbicara mengenai film, olahraga, buku, pertunjukan, dan berbagai bentuk hiburan lainnya.

Namun, Cicero memberikan satu peringatan penting: “Perhatikan orang-orang yang hadir, karena kita tidak selalu tertarik pada hal yang sama, pada waktu yang sama, dan dengan tingkat ketertarikan yang sama.”

Artinya, kenali siapa yang menjadi lawan bicara Anda.

Jangan membanjiri orang dengan informasi yang sama sekali tidak menarik bagi mereka. Percakapan yang baik bukan sekadar tentang apa yang ingin kita katakan, tetapi juga tentang apa yang ingin didengar oleh orang lain.

4. Tahu Kapan Harus Mengakhiri Percakapan

Sebagian orang merupakan ahli dalam melakukan “perpisahan panjang”—cara halus untuk mengatakan bahwa mereka tidak pernah tahu bagaimana mengakhiri percakapan dengan tepat, sopan, dan elegan.

Cicero mengingatkan agar kita selalu memperhatikan berapa lama kesenangan dalam sebuah percakapan dapat berlangsung.

Jika ada alasan untuk memulai percakapan, maka harus ada pula batas waktu untuk mengakhirinya.

Ini berarti kita perlu memperhatikan bahasa tubuh lawan bicara.

Apakah mereka mulai kehilangan minat? Apakah mereka terlihat gelisah atau seperti ingin segera pergi?

Jika demikian, jangan memaksakan percakapan.

Beri mereka kebebasan untuk melanjutkan aktivitas atau berbicara dengan orang lain. Akhiri percakapan dengan sopan, lalu carilah orang lain untuk diajak berbicara.

Mengetahui kapan harus berhenti berbicara adalah bagian dari seni berbicara.

5. Kendalikan Emosi

Kita memang harus peka terhadap tanda-tanda ketika lawan bicara mulai kehilangan minat. Namun, kita juga harus berhati-hati agar ketidaktertarikan kita sendiri tidak terlihat melalui bahasa tubuh.

Cicero juga menyarankan agar kita “menghindari gejolak emosi” dalam percakapan, terutama kemarahan.

Menurutnya, ketika seseorang dikuasai amarah, “tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan dengan benar atau diputuskan dengan bijaksana.”

Nasihat ini terasa semakin relevan di tengah budaya percakapan masa kini yang mudah berubah menjadi pertengkaran.

Perbedaan pendapat tidak harus berakhir dengan kemarahan. Percakapan yang sehat membutuhkan kemampuan untuk tetap tenang, bahkan ketika kita tidak sepakat.

Nasihat Cicero yang Tetap Relevan hingga Kini

Tulisan-tulisan Cicero sering dianggap memberikan pengaruh terhadap para Founding Fathers Amerika Serikat ketika mereka membangun sebuah bangsa baru dengan menjunjung martabat, rasa hormat, dan kebijaksanaan.

Melihat kecenderungan masyarakat saat ini yang semakin mudah menyerang satu sama lain dan semakin berpusat pada diri sendiri—baik dalam perdebatan di dunia maya maupun percakapan sehari-hari—nasihat Cicero tampaknya masih memiliki relevansi yang kuat.

Masalahnya mungkin bukan karena kita kekurangan cara untuk berbicara.

Kita justru terlalu banyak berbicara, tetapi terlalu sedikit mendengarkan.

Lima prinsip Cicero mengingatkan bahwa percakapan yang baik bukanlah perlombaan untuk menunjukkan siapa yang paling pintar, paling banyak tahu, atau paling keras suaranya.

Percakapan yang baik adalah seni memberi ruang, memilih kata, menghormati lawan bicara, mengendalikan emosi, dan tahu kapan harus berhenti.

Mungkin, jika kita benar-benar mau mempelajari dan menerapkannya, nasihat seorang filsuf Romawi yang hidup lebih dari dua ribu tahun lalu masih dapat mengajari kita satu hal yang semakin langka saat ini: bagaimana berbicara sebagai manusia yang beradab.

Artikel ini dimungkinkan berkat dukungan The Fred & Rheta Skelton Center for Cultural Renewal.

Grand Mercure Malang Mirama Buka Olimpiade Agustusan dengan Drama Kolonial, Semarakkan HUT RI ke-81

Malang, 4 Agustus 2026 – Suasana di depan area hotel Grand Mercure Malang Mirama berubah menjadi lautan sorak-sorai semangat kemerdekaan. Puluhan karyawan dan jajaran manajemen berkumpul menyaksikan drama teatrikal era perjuangan yang menandai dimulainya “Olimpiade Agustusan 2026”, ajang keakraban tahunan dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Acara pembukaan yang digelar pada 4 Agustus 2026 ini diawali dengan pertunjukan drama teatrikal singkat kurang lebih 10 menit yang dibawakan langsung oleh perwakilan heartist dari lintas divisi. Dengan mengenakan pakaian tempo dulu, pertunjukan ini berhasil membakar semangat nasionalisme para penonton.

Drama mengisahkan perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan tanah air, yang dipuncaki dengan narasi penuh aksi dan semangat kemerdekaan. Momen puncaknya ditandai dengan dinyalakannya obor Olimpiade Agustusan oleh Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama sebagai tanda dibukanya ajang kompetisi secara resmi.

Semangat Perjuangan dalam Pelayanan Hospitality

Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, menyampaikan bahwa drama teatrikal ini bukan sekadar hiburan, melainkan pengingat akan nilai-nilai luhur perjuangan.

“Melalui pertunjukan teatrikal ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa nilai-nilai perjuangan seperti kerja sama, pantang menyerah, dan solidaritas bukan hanya sejarah, melainkan napas utama yang kami terapkan dalam memberikan pelayanan hospitality terbaik setiap hari. Olimpiade ini adalah wadah untuk merekatkan kebersamaan seluruh keluarga besar hotel,” ujar Sugito.

Rangkaian Lomba Tradisional yang Seru dan Interaktif

Usai upacara pembukaan dan pertunjukan teatrikal, kemeriahan langsung berlanjut dengan dimulainya babak penyisihan berbagai perlombaan khas Agustusan yang dirancang unik dan interaktif. Rangkaian lomba berlangsung dari tanggal 4 hingga 13 Agustus 2026, dengan beragam kegiatan seru, antara lain:

  • Makan kerupuk dengan alat pancing
  • Tangkap bebek
  • Gobak sodor
  • Kelereng estafet
  • Balap bakiak
  • Sepak bola
  • Isi air dalam botol

Seluruh lomba diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh karyawan dan manajemen hotel, menciptakan suasana keakraban yang hangat dan penuh tawa.

Tak hanya bagi karyawan, Grand Mercure Malang Mirama juga membagikan kebahagiaan kepada para tamu hotel. Sepanjang bulan Agustus, hotel menyediakan berbagai paket promo menginap bertema kemerdekaan serta suguhan kuliner Nusantara yang menggugah selera.

Rayakan HUT ke-9, Dafam Pacific Caesar Surabaya dan Tim Basket Pacific Caesar Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Darussalam

SURABAYA – Menyambut ulang tahunnya yang ke-9, Dafam Pacific Caesar Surabaya tidak hanya merayakan dengan kemeriahan internal, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Hotel yang berada di bawah naungan Artotel Group ini menggandeng tim basket kebanggaan Kota Pahlawan, Pacific Caesar Basketball Surabaya, dalam kegiatan bakti sosial ke Panti Asuhan Darussalam pada Rabu (5/8/2026).

Kunjungan hangat ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial hotel terhadap masyarakat sekitar. Manajemen Dafam Pacific Caesar Surabaya bersama para atlet dan official tim basket Pacific Caesar menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari bahan pangan pokok (sembako), perlengkapan harian, hingga kebutuhan pendukung operasional panti.

Acara bakti sosial diisi dengan penyerahan bantuan secara simbolis, ramah tamah, serta sesi interaksi dan keakraban antara anak-anak panti asuhan, staf hotel, dan para pemain basket. Suasana penuh kehangatan terlihat saat anak-anak panti berinteraksi langsung dengan para atlet yang menjadi idola mereka.

Perayaan yang Bermakna

Muhamad Muamar Khadafi, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, menyampaikan bahwa perayaan ulang tahun ke-9 ini dirancang untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dirasakan oleh internal manajemen.

“Menjelang usia ke-9 tahun ini, kami ingin perayaan tidak hanya dirasakan oleh internal manajemen, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi sesama. Berkolaborasi dengan tim basket Pacific Caesar Surabaya dalam aksi sosial ke Panti Asuhan Darussalam adalah bentuk rasa syukur kami atas dukungan masyarakat Surabaya selama 9 tahun terakhir. Kami berharap bantuan sembako dan kebersamaan ini bisa mengukir senyum serta memberi semangat baru bagi anak-anak di sini,” ujar Muamar.

Sinergi Olahraga dan Kepedulian

Dean Julyanto, Manajer Tim Pacific Caesar Surabaya, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya tentang pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang menginspirasi dan berbagi energi positif.

“Sebagai tim yang tumbuh di Surabaya, kami sangat bangga bisa berjalan berdampingan dengan Dafam Pacific Caesar dalam kegiatan CSR ini. Olahraga bukan hanya tentang bertanding di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa menginspirasi dan berbagi energi positif kepada adik-adik di Panti Asuhan Darussalam. Semoga kehadiran kami dan sedikit bantuan ini bisa menjadi pemantik motivasi mereka untuk meraih cita-cita,” ujar Dean.

Apresiasi dari Panti Asuhan

Syaiin Qodir, Pengurus Panti Asuhan Darussalam, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang diberikan.

“Kami sangat tersentuh dan berterima kasih atas kepedulian dari manajemen Dafam Pacific Caesar Surabaya dan tim basket Pacific Caesar. Bantuan sembako dan kebutuhan harian ini sangat berarti bagi operasional panti dan tumbuh kembang anak-anak. Selamat ulang tahun ke-9 untuk Dafam Pacific Caesar, semoga semakin sukses, berkah, dan terus menjadi inspirasi dalam menebar kebaikan,” ujar Syaiin.

Komitmen Berkelanjutan

Melalui perayaan ulang tahun ke-9 ini, Dafam Pacific Caesar Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu sekaligus memberikan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Surabaya.

Kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti bahwa Dafam Pacific Caesar Surabaya tidak hanya berfokus pada bisnis perhotelan, tetapi juga aktif dalam membangun kepedulian dan solidaritas sosial di lingkungan sekitarnya.

Dari Eksperimen ke Keseharian: Zankore by Indosat Siap Wujudkan Masa Depan AI untuk Semua

JAKARTA, 6 Agustus 2026 — Bayangkan sebuah dunia di mana kecerdasan buatan bukan lagi konsep abstrak, melainkan bagian tak terpisahkan dari keseharian. Sebuah dunia di mana pelajar di pelosok negeri bisa mengakses tutor pribadi berbasis AI, di mana petani bisa memprediksi cuaca dan hasil panen dengan akurat, dan di mana setiap orang memiliki asisten digital yang benar-benar memahami kebutuhan mereka. Itulah visi besar di balik peluncuran Zankore by Indosat—sebuah platform infrastruktur AI raksasa yang digadang-gadang akan menjadi fondasi transformasi digital Asia-Pasifik.

Bukan sekadar proyek teknologi, ini adalah kolaborasi empat raksasa global: Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Targetnya ambisius: membangun salah satu AI factory terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW)—setara dengan daya yang mampu menyalakan ratusan ribu rumah**.

AI yang “Mengerti” Kita

Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan bahwa dunia sedang bergerak dari sekadar mencoba-coba AI menuju penerapan nyata yang krusial. “Seiring berkembangnya pemanfaatan AI dari tahap eksperimen menuju penerapan nyata di berbagai industri, kebutuhan akan daya komputasi pun terus meningkat menjadi ekosistem AI yang terintegrasi,” ujarnya.

Zankore hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Platform ini tidak hanya menyediakan “otak” super cepat, tetapi juga mengintegrasikan berbagai kemampuan AI, mulai dari model bahasa seperti Sahabat-AI hingga jaringan cerdas yang memungkinkan perangkat saling terhubung secara lebih pintar. Ini seperti membangun jalan tol berkecepatan tinggi khusus untuk data dan algoritma, sehingga inovasi AI bisa bergerak lebih cepat dan menjangkau lebih banyak orang.

Mengapa Ini Penting?

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menegaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem AI global. “Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun melayani kawasan yang lebih luas,” katanya.

Investasi awal sekitar $800 juta dari Ooredoo Group menjadi modal besar untuk mewujudkan hal tersebut. Fase pertama pembangunan ditargetkan akan menyediakan sekitar 200 megawatt (MW) kapasitas AI pada paruh pertama 2027, menggunakan teknologi mutakhir NVIDIA GB300 NVL72. Teknologi ini, yang disebut NVIDIA DSX MaxLPS, dirancang untuk memaksimalkan daya komputasi hingga 40% lebih besar dengan daya listrik yang sama. Artinya, lebih efisien, lebih hemat energi, dan lebih ramah lingkungan.

Kolaborasi Lintas Disiplin

Zankore by Indosat bukan hanya tentang pusat data raksasa. Ini tentang membangun ekosistem yang akan memengaruhi cara kita belajar, bekerja, dan hidup. Justin Hotard, Presiden dan CEO Nokia, menekankan bahwa infrastruktur AI ini akan menjadi fondasi untuk membangun kemampuan AI yang berdaulat, aman, dan terpercaya.

Bagi dunia pendidikan, ini berarti akses ke komputasi super yang bisa digunakan untuk penelitian, simulasi, dan pembelajaran yang lebih personal. Bayangkan mahasiswa kedokteran yang bisa melakukan simulasi operasi yang sangat realistis, atau mahasiswa teknik yang bisa merancang prototipe dengan bantuan AI tanpa harus memiliki komputer super mahal.

Bagi gaya hidup kita, ini adalah pintu menuju layanan yang lebih personal dan responsif. Aplikasi kesehatan yang bisa mendeteksi penyakit lebih awal, rekomendasi konten hiburan yang benar-benar sesuai selera, hingga asisten rumah tangga yang bisa belajar dari kebiasaan kita. Ronnie Vasishta, Senior Vice President of Telecom NVIDIA, menyatakan bahwa AI factory adalah infrastruktur esensial bagi setiap bangsa dan industri. “Zankore by Indosat akan secara signifikan mempercepat kemampuan Asia Tenggara untuk membentuk masa depan AI-nya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan jajaran pimpinan yang berpengalaman, termasuk Ulf Ewaldsson sebagai CEO, Zankore by Indosat hadir untuk memastikan bahwa revolusi AI ini dapat dirasakan manfaatnya secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini bukan lagi tentang masa depan yang jauh. Ini tentang realitas yang mulai terbangun hari ini, di Indonesia, untuk dunia.

Tak Terpengaruh Patroli dan Gangguan PKT, Latihan Militer Han Kuang Taiwan Berfokus pada Lima Prioritas

Latihan militer Han Kuang ke-42 yang digelar Angkatan Bersenjata Republik Tiongkok (Taiwan) selama 10 hari 9 malam resmi dimulai Kamis, 6 Agustus 2026.  Latihan ini berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi gangguan zona abu-abu dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) serta ancaman perubahan dari latihan menjadi operasi militer nyata. Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat secara bersamaan melaksanakan pengerahan kesiapan tempur

EtIndonesia.com Sejak 5 Agustus, Taiwan menggelar latihan militer berskala besar Han Kuang ke-42 selama 10 hari. Untuk pertama kalinya, latihan ini mencakup skenario pembatasan internet, mobilisasi pabrik pada masa perang, dan berbagai langkah kesiapsiagaan lainnya. Lebih dari 20.000 personel militer ikut ambil bagian.

Pada hari pertama latihan, fokus utama adalah menghadapi gangguan zona abu-abu yang dilakukan musuh melalui kapal milisi maritim dan kapal penjaga pantai. Untuk mengantisipasi kemungkinan PKT mengubah latihan menjadi aksi militer nyata, berbagai kapal perang Angkatan Laut segera berlayar setelah menyelesaikan pengisian logistik, sementara radar bergerak dan kendaraan rudal menuju posisi taktis masing-masing untuk bersiaga.

Berbagai jenis pesawat tempur Angkatan Udara dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan guna melaksanakan strategi “pelestarian kekuatan tempur”, sedangkan pasukan pertahanan udara dikerahkan dalam status siaga penuh. Pada saat yang sama, Angkatan Darat melaksanakan latihan perlindungan sasaran penting dan pemasangan penghalang di wilayah strategis.

Menteri Pertahanan Taiwan, Ku Li-hsiung, saat diwawancarai di Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Yuan Legislatif, menyatakan bahwa latihan tidak akan dihentikan hanya karena adanya gangguan dari PKT terhadap Taiwan.

“Latihan ini terutama mensimulasikan berbagai bentuk gangguan gabungan yang dilakukan kapal dinas penjaga pantai dan kapal milisi maritim PKT. Tujuannya adalah menguji rantai komando di semua tingkat, pertukaran informasi intelijen, serta efektivitas penggunaan kekuatan militer. Kami juga memastikan keamanan jalur transportasi laut dan distribusi logistik penting,” katanya. 

“Setiap latihan dirancang berdasarkan ancaman yang mungkin ditimbulkan musuh serta berbagai kemungkinan skenario operasi. Untuk wilayah pulau-pulau terluar, kami akan terus memperdalam pengelolaan medan perang. Kami menjalankan operasi pertahanan dan memiliki keunggulan sebagai pihak yang bertahan di wilayah sendiri,” ujarnya. 

Pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa melindungi keselamatan masyarakat merupakan tantangan besar. Selain meningkatkan pemahaman antara militer dan warga sipil, latihan ini juga membantu masyarakat mengetahui cara melindungi diri serta bagaimana mendukung tugas-tugas militer jika terjadi perang.

Seorang warga bermarga Wu mengatakan, “Kami tinggal di kawasan yang sangat mungkin mengalami perang. Karena itu, menurut saya semakin penting untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri. Saya pribadi menganggap hal ini sangat penting.”

Selain menguji kemampuan kesiapsiagaan tempur secara langsung, latihan tahun ini memiliki lima fokus utama, yaitu: “pertahanan semesta”, “pengawalan untuk menembus blokade”, “triase dan penyelamatan medis”, “mobilisasi pasukan cadangan”, serta “rantai pembunuhan serangan gabungan menggunakan drone”, yang bertujuan memperkuat ketahanan Taiwan secara menyeluruh.

Di antaranya, fokus “pengawalan untuk menembus blokade” bertujuan melatih cara mempertahankan jalur pasokan penting Taiwan apabila terjadi blokade pada masa perang.

Laporan disusun oleh Guo Yuexi, NTD Television

Krisis Kebakaran Hutan Global Memburuk : Titik Api Bergeser ke Eropa Timur, Amerika Utara Terus Terbakar

Perkembangan terbaru mengenai kebakaran hutan melanda di berbagai belahan dunia. Di Eropa, beberapa lokasi kebakaran utama di Prancis dan Spanyol kini mulai berhasil dikendalikan. Namun, ancaman kebakaran hutan kini bergeser ke kawasan Eropa Timur. Sementara itu di Amerika Utara, negara bagian Washington di Amerika Serikat dan Provinsi British Columbia di Kanada sama-sama dilanda kebakaran hutan besar yang memaksa banyak warga mengungsi.

EtIndonesia.com Prancis dan Spanyol tahun ini mengalami kebakaran hutan terbesar sepanjang sejarah. Saat ini, sebagian besar titik api utama di kedua negara telah berhasil dikendalikan. Luas wilayah yang terbakar telah melampaui 250.000 hektare, dan sekitar 300.000 orang terpaksa dievakuasi.

Setelah kebakaran besar di Departemen Gironde, Prancis barat daya, warga yang kembali ke rumah mereka mendapati kawasan tersebut telah berubah menjadi puing-puing, membuat mereka sangat terkejut.

Seorang warga Prancis, Ludovic Renaldi, mengatakan:  “Saya berada di Bordeaux selama 10 hari dan baru kembali hari ini. Kebakaran itu melanda seluruh wilayah ini. Kami beruntung rumah kami masih berdiri, tetapi selain bangunannya sendiri, semua yang ada di sekelilingnya telah hangus terbakar.”

Saat ini, krisis kebakaran hutan di Eropa telah bergeser ke wilayah timur.

Sebelumnya, akibat kombinasi suhu tinggi, kekeringan, dan angin kencang, beberapa wilayah di Attika, sekitar Athena, Yunani, dilanda kebakaran hutan.

Ratusan petugas pemadam kebakaran Yunani telah dikerahkan selama beberapa hari berturut-turut untuk memadamkan api. Namun, dua helikopter pemadam kebakaran bertabrakan di udara, mengakibatkan dua awaknya meninggal dunia.

Selain itu, Turkiye dan Italia juga terus melaporkan kebakaran hutan, sementara Belanda, yang jarang mengalami kebakaran hutan, juga menghadapi kebakaran hutan yang tergolong langka.

Di Amerika Utara, wilayah Spokane di negara bagian Washington baru-baru ini mengalami kebakaran hutan besar yang telah menghancurkan lebih dari 700 bangunan dan memaksa sekitar 64.000 orang mengungsi. Pemerintah Negara Bagian Washington telah menetapkan status darurat.

Di Provinsi British Columbia, Kanada, sekitar 120 kebakaran hutan masih terus berkobar. Saat ini sekitar 8.000 orang telah diperintahkan untuk mengungsi, sementara ratusan petugas pemadam kebakaran internasional dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman.

Laporan disusun oleh Xiao Chang, NTD Television.

Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Sasar Komunitas Pekerja Migran Indonesia

EtIndonesia.com  Indramayu – Sebanyak 14 mahasiswa National Dong Hwa University (NDHU), Hualien, Taiwan menjalani kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dari 2 sampai 25 Agustus 2026. 

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Taiwan untuk lebih dekat dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui platform MOE Overseas & New Southbound Internship Program.

Pada kesempatan ini, Migrant CARE Indramayu bertindak selaku tuan rumah untuk memfasilitasi seluruh aktivitas para mahasiswa Taiwan. Indramayu dipilih karena kabupaten ini merupakan salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia.

Kepala Desa Juntiweden, Carsudi, menyambut baik kedatangan rombongan Taiwan. Dia mengaku senang dan merasa terhormat karena Desa Juntiweden dipilih sebagai tempat mahasiswa asing untuk melaksanakan pengabdian masyarakat.

“Saya berharap warga dan komunitas di Desa Juntiweden bisa belajar banyak dari teman-teman Taiwan ini. Semoga para mahasiswa betah dan kerasan tinggal di sini,” kata Carsudi di Balai Desa Juntiweden, pada Senin, 3 Agustus 2026.

Kemudian, Prof. Li-fang Liang selaku pembimbing kegiatan berharap para mahasiswa bisa belajar banyak setelah tinggal bersama warga selama hampir sebulan.

“Terlepas dari nanti kami akan melakukan banyak kegiatan di sini, tentu ini menjadi kesempatan yang berharga bagi kami, rombongan dari Taiwan, untuk belajar dari masyarakat Indonesia,” ujar Li-fang, dosen NDHU yang sudah puluhan tahun menggeluti riset di bidang migrasi, termasuk meneliti para pekerja migran Indonesia di Taiwan.

Secara garis besar, kegiatan yang telah dipersiapkan terbagi menjadi dua. Pertama, program pemberdayaan masyarakat yang menyasar komunitas pekerja migran, termasuk mantan pekerja migran yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), calon pekerja migran, dan anak-anak para pekerja migran yang ditinggalkan. Adapun programnya termasuk workshop migrasi aman yang membahas hak-hak pekerja migran di Taiwan, perbedaan budaya Indonesia dan Taiwan, hingga sosialisasi kesehatan mental.

Peserta workshop diharapkan mampu menjadi pihak yang mengedukasi calon pekerja migran Indonesia, khususnya mereka yang ingin bekerja di Taiwan, supaya mereka tidak terjebak oleh ‘janji manis’ para calo, tidak terjerumus ke dalam praktik kerja paksa, hingga mengetahui apa yang harus dilakukan saat menghadapi situasi tertentu.

Program pemberdayaan disusun berdasarkan fakta bahwa masih banyak pekerja migran yang belum bisa membedakan antara menagih haknya atau melawan. Alhasil, mereka kerap pasrah saat menerima gaji di bawah standar yang sudah ditetapkan, enggann menolak saat diminta oleh majikannya untuk melakukan hal-hal di luar pekerjaan utamanya, hingga memilih jalur ilegal karena tidak tahu melakukan apa saat menghadapi masalah.

Selain itu, mereka juga akan menerima pelatihan seputar bagaimana cara warga Taiwan mengolah sampah. Di luar workshop, para mahasiswa akan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus.

Kedua, program pendidikan dengan menggandeng SDN Juntiweden II. Para siswa akan diajarkan membuat kaligrafi Mandarin, membaca buku berbahasa Mandarin, hingga bermain board game bersama. Interaksi seperti ini diharapkan bisa menjadi stimulus agar mereka ingin pergi ke luar negeri untuk belajar, bukan hanya untuk bekerja di sektor informal.

Program ini disusun dengan mempertimbangkan fakta banyak siswa-siswi di Indramayu yang tidak lagi tertarik menempuh pendidikan tinggi. Mereka lebih tertarik untuk langsung bekerja di luar negeri walaupun bekerja di sektor informal, asalkan gajinya lebih tinggi daripada bekerja di Indonesia dengan kemampuan terbatas atau tanpa harus memiliki gelar sarjana.

Israel Gempur Lebanon! Dokumen Bongkar Iran Borong 400 Rudal Tiongkok, Trump Beri Ultimatum Terakhir!

EtIndonesia.com  – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Lebanon selatan. Pada saat yang sama, muncul laporan mengenai dugaan kerja sama militer antara Iran dan Tiongkok yang memicu perhatian dunia internasional. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran agar segera mencapai kesepakatan, atau menghadapi risiko serangan militer berskala besar.

Pada Kamis, 6 Agustus 2026, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga sipil yang berada di kawasan Soumari, Lebanon selatan. Peringatan tersebut disampaikan setelah Israel menuduh kelompok Hizbullah telah melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan keamanan yang selama ini berlaku di wilayah perbatasan.

Pihak militer Israel menyatakan bahwa langkah evakuasi dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban sipil sebelum operasi militer dimulai. Tak lama setelah peringatan itu diumumkan, Angkatan Udara Israel melancarkan serangkaian serangan udara berskala besar ke sejumlah sasaran yang diduga digunakan Hizbullah sebagai fasilitas militer.

Serangan tersebut dilaporkan menargetkan berbagai titik strategis, termasuk bangunan yang diduga berfungsi sebagai pusat logistik, gudang persenjataan, serta lokasi penyimpanan perlengkapan militer. Operasi ini merupakan bagian dari upaya Israel untuk mengurangi kemampuan tempur Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

Namun, di tengah berlangsungnya operasi tersebut, pasukan Israel juga menghadapi perlawanan. Berdasarkan informasi yang beredar, sebuah bom rakitan atau Improvised Explosive Device (IED) yang dipasang di pinggir jalan meledak ketika dilewati kendaraan militer Israel.

Ledakan tersebut mengakibatkan 12 personel militer Israel mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang belum dijelaskan secara rinci. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai kondisi seluruh korban maupun identitas mereka.

Meski demikian, operasi militer Israel tetap berlanjut. Pada hari yang sama, Divisi ke-91 Angkatan Darat Israel melaksanakan operasi darat di Lebanon selatan dengan sasaran jaringan infrastruktur bawah tanah yang diduga digunakan Hizbullah.

Dalam operasi tersebut, pasukan Israel berhasil menemukan sebuah terowongan bawah tanah sepanjang puluhan meter. Menurut militer Israel, terowongan itu merupakan bagian dari jaringan militer yang selama ini dipersiapkan untuk mendukung aktivitas operasional Hizbullah di kawasan perbatasan.

Di dalam terowongan tersebut, pasukan menemukan sebuah gudang persenjataan yang berisi peluncur roket serta puluhan roket siap pakai. Temuan itu kemudian diamankan sebagai bagian dari proses pemeriksaan sebelum dilakukan penghancuran terhadap seluruh fasilitas bawah tanah tersebut.

Operasi penghancuran dilakukan secara bertahap. Sebelum personel zeni memasuki lokasi, militer Israel terlebih dahulu mengerahkan anjing pelacak militer untuk menyisir seluruh jalur terowongan. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak terdapat bahan peledak, jebakan, maupun ancaman lain yang dapat membahayakan pasukan.

Setelah kondisi dinilai aman, tim zeni kemudian memasang bahan peledak di beberapa titik strategis sebelum melakukan peledakan terkontrol. Ledakan tersebut menghancurkan seluruh jaringan terowongan beserta fasilitas yang berada di dalamnya.

Sementara itu, perkembangan lain yang juga menjadi perhatian internasional datang dari Eropa.

Masih pada 6 Agustus 2026, media Jerman Süddeutsche Zeitung mengungkap isi sebuah dokumen rahasia yang disebut berkaitan dengan kerja sama militer antara Iran dan Tiongkok.

Berdasarkan laporan tersebut, pada akhir Maret 2026, Iran dikabarkan berencana membeli 400 unit sistem rudal udara “Jian-4” dari Tiongkok. Selain pengadaan sistem persenjataan tersebut, dokumen itu juga menyebut bahwa Iran telah mengirim sejumlah personel teknis militernya ke Tiongkok untuk mengikuti pelatihan mengenai pengoperasian, pemeliharaan, serta dukungan teknis sistem rudal tersebut.

Laporan itu segera memicu perhatian luas karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Hingga kini belum terdapat konfirmasi resmi dari pemerintah Tiongkok maupun Iran mengenai isi dokumen yang dipublikasikan media Jerman tersebut.

Di sisi lain, warganet juga ramai membahas sebuah unggahan yang beredar di media sosial domestik Tiongkok dan dikaitkan dengan Jin Canrong, seorang akademisi yang kerap disebut sebagai salah satu pengamat strategi internasional yang memiliki kedekatan dengan kalangan pemerintahan Beijing.

Dalam unggahan tersebut, Jin Canrong disebut menyatakan bahwa persoalan Iran masih jauh dari selesai. Ia juga diklaim mengatakan bahwa Tiongkok telah memberikan persenjataan berteknologi tinggi kepada Iran, namun sistem persenjataan tersebut hingga kini belum digunakan dalam operasi militer.

Menurut isi unggahan yang beredar, apabila persenjataan tersebut mulai dikerahkan, maka kemampuannya akan langsung terlihat secara nyata di medan perang.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat. Sebagian pihak menilai klaim tersebut dapat memicu pertanyaan mengenai sejauh mana dukungan Beijing terhadap Teheran, terutama ketika hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat masih berada dalam situasi yang sensitif.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti independen yang dapat memverifikasi kebenaran unggahan tersebut maupun memastikan bahwa pernyataan itu benar-benar berasal dari Jin Canrong.

Di tengah meningkatnya dinamika tersebut, sejumlah analis menilai Iran kini sedang mempertaruhkan posisi strategisnya dalam sebuah perjudian politik dan militer yang berisiko tinggi.

Menurut analisis yang dipublikasikan The Wall Street Journal, dalam persaingannya menghadapi tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump, Iran memandang Selat Hormuz sebagai kartu tawar terakhir yang paling bernilai secara strategis.

Sebagai salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, Selat Hormuz memiliki peranan vital bagi distribusi minyak dan gas internasional. Dengan mempertahankan pengaruh terhadap jalur tersebut, Teheran diyakini berharap dapat meningkatkan posisi tawarnya dalam perundingan sekaligus mencegah kemungkinan serangan militer dari Amerika Serikat maupun Israel.

Namun, strategi tersebut dinilai memiliki konsekuensi yang sangat besar. Apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan, situasi justru berpotensi berubah menjadi konfrontasi yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Sejalan dengan meningkatnya ketegangan itu, pada 6 Agustus 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.

Trump menegaskan bahwa kesempatan untuk mencapai kesepakatan tidak akan terbuka selamanya. Ia memperingatkan bahwa apabila Teheran tidak memanfaatkan peluang terakhir tersebut, maka Amerika Serikat siap mengambil langkah militer yang jauh lebih besar.

Pernyataan terbaru Trump kembali memperkuat sinyal bahwa Washington masih mengedepankan jalur diplomasi, namun tetap mempertahankan opsi penggunaan kekuatan militer apabila negosiasi mengalami kebuntuan. Dengan perkembangan terbaru di Lebanon, dugaan kerja sama militer Iran-Tiongkok, serta meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat, kawasan Timur Tengah kini kembali memasuki fase yang penuh ketidakpastian dan menjadi perhatian utama komunitas internasional. (***)

48 Jam Penentu Timur Tengah! Iran Siap Buka Selat Hormuz, Tapi Satu Keputusan Bisa Picu Perang Besar

EtIndonesia.com 5 Agustus 2026 menjadi hari yang dipenuhi perkembangan penting dalam dinamika hubungan antara Iran, Amerika Serikat, dan negara-negara Teluk. Di tengah proses negosiasi yang semakin intensif mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, berbagai sinyal diplomatik, langkah militer, hingga keputusan ekonomi muncul hampir secara bersamaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah masih berada dalam fase yang sangat sensitif, di mana setiap keputusan politik berpotensi menentukan arah stabilitas regional dalam beberapa hari ke depan.

Salah satu perkembangan utama datang dari seorang sumber diplomatik Iran yang berbicara kepada Al Jazeera pada 5 Agustus 2026. Sumber tersebut membantah laporan yang sebelumnya menyebut bahwa Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurutnya, informasi tersebut tidak benar karena hingga saat ini belum ada kesepakatan final yang telah ditandatangani. Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi memang telah memasuki tahap akhir, namun masih terdapat sejumlah tahapan penting yang harus diselesaikan sebelum kedua negara dapat mengumumkan hasil resmi kepada publik.

Sumber diplomatik itu memperkirakan bahwa apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana dan tidak ada gangguan dari pihak luar, maka kesepakatan mengenai Selat Hormuz kemungkinan baru dapat dicapai dalam waktu sekitar 48 jam ke depan. Setelah seluruh poin disetujui, Iran dan Oman diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan bersama sebagai bentuk pengesahan hasil perundingan.

Namun, pernyataan tersebut juga memuat satu pesan yang menarik perhatian. Iran menyebut bahwa proses negosiasi hanya dapat berjalan lancar apabila tidak ada campur tangan dari “pihak ketiga”. Kalangan pengamat menilai istilah tersebut merupakan sindiran yang secara tidak langsung mengarah kepada Amerika Serikat, yang selama ini memiliki pengaruh besar terhadap dinamika keamanan dan diplomasi di kawasan Teluk Persia.

Di tengah berkembangnya proses negosiasi tersebut, muncul pula laporan yang menyebut bahwa tim perunding Iran dan Oman sebenarnya telah berhasil menyusun sebuah rancangan perjanjian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Dokumen tersebut dikabarkan telah selesai dirumuskan dan kini hanya menunggu persetujuan akhir dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah rancangan tersebut benar-benar akan disahkan dalam waktu dekat. Seluruh keputusan akhir masih berada di tangan pemimpin tertinggi Iran, sehingga nasib perjanjian tersebut sepenuhnya bergantung pada persetujuan politik dari tingkat kepemimpinan tertinggi negara.

Pada hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan wawancara kepada televisi nasional Iran. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Mojtaba Khamenei saat ini berlangsung sangat sulit.

Walaupun demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa keberadaan Mojtaba tetap menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas proses pengambilan keputusan di Iran. Menurutnya, seluruh kebijakan strategis yang sedang dibahas tetap berada di bawah arahan pemimpin tertinggi tersebut.

Pernyataan itu justru memunculkan pertanyaan baru mengenai lokasi Mojtaba Khamenei. Hingga kini, tidak ada informasi resmi mengenai keberadaannya, sehingga berbagai spekulasi terus berkembang di kalangan media dan pengamat internasional.

Sementara itu, laporan yang diklaim berasal dari intelijen Mossad menyebut adanya pembagian peran di dalam struktur kekuasaan Iran. Menurut laporan tersebut, Presiden Pezeshkian bertugas memimpin jalur diplomasi dan negosiasi dengan pihak luar, sedangkan kelompok garis keras di dalam pemerintahan justru berupaya menggagalkan kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Laporan yang sama juga menyebut bahwa Mojtaba Khamenei telah menyerahkan sebagian kewenangan strategis kepada Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Ahmad Vahidi. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai informasi tersebut.

Pada 5 Agustus 2026, Jenderal Vahidi kembali menegaskan posisi resmi Iran terkait isu nuklir. Ia menyatakan bahwa pemerintah Iran tidak akan membuka pembahasan mengenai penghentian program pengayaan uranium maupun pengembangan teknologi nuklir.

Menurut Vahidi, selama Amerika Serikat dan Israel masih memiliki persenjataan nuklir, Iran akan tetap melanjutkan penelitian terhadap teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan nasional.

Namun ia juga menyampaikan bahwa apabila suatu saat Amerika Serikat dan Israel benar-benar melaksanakan pelucutan senjata nuklir secara menyeluruh, maka Iran juga bersedia mengambil langkah serupa. Pernyataan tersebut dipandang sebagai penegasan bahwa Teheran tetap mempertahankan posisi negosiasinya, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya kompromi apabila syarat-syarat tertentu terpenuhi.

Di sisi lain, seorang sumber yang dekat dengan tim perunding Iran mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak hanya bergantung pada hasil pembicaraan dengan Oman, tetapi juga sangat ditentukan oleh tindakan nyata dari Amerika Serikat.

Menurut sumber tersebut, Iran menginginkan sejumlah komitmen konkret dari Washington sebelum kesepakatan dapat diberlakukan. Beberapa tuntutan yang diajukan antara lain penghentian operasi militer Amerika Serikat di kawasan, pencabutan berbagai bentuk blokade terhadap Iran, penghapusan pembatasan ekspor minyak Iran, serta pelonggaran sanksi ekonomi yang selama bertahun-tahun membebani perekonomian negara tersebut.

Sejumlah pengamat menilai bahwa untuk pertama kalinya Iran secara terbuka menjelaskan syarat-syarat utama yang diinginkannya dalam proses negosiasi. Namun mereka juga menilai bahwa persoalan mengenai program nuklir Iran masih menjadi hambatan terbesar dalam mencapai kesepakatan jangka panjang.

Menurut laporan Reuters, masih terdapat sejumlah isu strategis yang belum berhasil diselesaikan. Oleh karena itu, peluang tercapainya kesepakatan final mengenai pembukaan Selat Hormuz dalam waktu dekat masih dinilai cukup kecil.

Di tengah proses diplomasi tersebut, pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah yang dinilai sebagai sinyal terbatas untuk mendukung jalannya negosiasi.

Pada 5 Agustus 2026, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan pencabutan sebagian sanksi terhadap sejumlah entitas yang berkaitan dengan Iran. Di antaranya adalah penghapusan dua pesawat milik maskapai penerbangan Irak yang sebelumnya dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Iran dari daftar sanksi khusus Amerika Serikat.

Meskipun demikian, Washington menegaskan bahwa sebagian besar sanksi ekonomi terhadap Iran tetap diberlakukan sehingga kebijakan tersebut tidak dapat dianggap sebagai normalisasi hubungan secara menyeluruh.

Di tengah berlangsungnya pembicaraan diplomatik, situasi keamanan kawasan kembali memanas. Berdasarkan laporan awal Kantor Berita Fars, Iran pada 5 Agustus 2026 disebut meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Bahrain. Jika informasi tersebut terkonfirmasi, maka serangan itu akan menjadi serangan pertama terhadap Bahrain dalam hampir dua pekan terakhir.

Sementara itu, militer Amerika Serikat juga memperlihatkan peningkatan kesiapan operasionalnya. Sejumlah pesawat tanker pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan telah mendarat di Bandara Ben Gurion, Israel. Kehadiran pesawat-pesawat tersebut dipandang sebagai bagian dari persiapan logistik apabila sewaktu-waktu diperlukan dukungan terhadap operasi udara berskala besar di kawasan.

Pada hari yang sama, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengunggah dokumentasi yang memperlihatkan sebuah pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Amerika Serikat sedang melakukan pengisian bahan bakar di udara saat menjalankan patroli di kawasan Timur Tengah.

CENTCOM juga menyatakan bahwa hingga 5 Agustus 2026, pihaknya telah berhasil mengawal 48 kapal dagang melintasi jalur pelayaran di kawasan tersebut secara aman. Operasi pengawalan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih mempertahankan kehadiran militernya secara intensif untuk menjamin keamanan jalur perdagangan internasional di sekitar Selat Hormuz, sembari terus memantau perkembangan negosiasi yang diperkirakan akan menjadi penentu arah stabilitas kawasan dalam beberapa hari mendatang. (***)

Heboh! Moskow Tak Lagi Aman, Drone Ukraina Gempur Jantung Rusia dan Bakar Fasilitas Energi Strategis

EtIndonesia.com – Gelombang serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina terhadap wilayah Rusia kembali meningkat. Setelah sebelumnya menghantam Sankt Peterburg dan sejumlah fasilitas penting di Oblast Samara, kini wilayah di sekitar ibu kota Moskow kembali menjadi sasaran operasi jarak jauh yang diduga dilancarkan oleh Ukraina. 

Bersamaan dengan itu, berbagai fasilitas energi strategis Rusia juga terus menjadi target, memperlihatkan bahwa perang kini semakin merambah jauh ke wilayah belakang Rusia.

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional dan sumber lokal, pada malam 4 Agustus 2026 waktu setempat, kawasan Chekhov, yang terletak sekitar 70 kilometer di selatan Moskow, menjadi sasaran serangan drone dalam skala besar. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan kawasan industri serta berbagai pusat logistik yang memiliki peran penting dalam rantai pasok ekonomi Rusia.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah gudang logistik berukuran besar diduga terkena hantaman secara langsung. Bangunan itu mengalami kerusakan cukup parah setelah ledakan terjadi. Atap dan sebagian struktur bangunan runtuh, sementara puing-puing konstruksi berserakan di berbagai sudut kompleks industri.

Dalam sejumlah video lain yang direkam para pekerja saat proses evakuasi berlangsung, tampak kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit. Sedikitnya tiga titik kebakaran terlihat membesar sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Hingga beberapa jam setelah kejadian, proses penanganan darurat masih terus berlangsung. Otoritas setempat belum memberikan rincian lengkap mengenai besarnya kerusakan maupun kemungkinan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut.

Serangan terhadap kawasan Chekhov kembali menunjukkan bahwa wilayah di sekitar Moskow kini tidak lagi sepenuhnya aman dari operasi drone jarak jauh Ukraina. Dalam lebih dari satu bulan terakhir, ibu kota Rusia telah beberapa kali menjadi sasaran serangan serupa yang menargetkan fasilitas logistik, kawasan industri, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Di saat yang sama, Sankt Peterburg, kota terbesar kedua di Rusia sekaligus pusat industri dan pelabuhan utama negara itu, juga semakin sering mengalami ancaman serangan udara. Sirene peringatan serangan drone dilaporkan berbunyi berulang kali dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan.

Sebagai dua kota terbesar sekaligus pusat ekonomi terpenting Rusia, Moskow dan Sankt Peterburg kini menjadi fokus utama operasi jarak jauh Ukraina. Para analis menilai perkembangan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan drone Ukraina, baik dari sisi jangkauan penerbangan, navigasi, maupun kemampuan menembus sistem pertahanan udara Rusia.

Selain menargetkan kawasan industri dan logistik, Ukraina juga terus memusatkan perhatian pada sektor energi Rusia yang dianggap sebagai salah satu tulang punggung perekonomian negara tersebut.

Pada 4 Agustus 2026, berbagai laporan menyebutkan bahwa Kilang Minyak Syzran di Oblast Samara kembali mengalami kebakaran. Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab insiden tersebut, banyak pengamat meyakini bahwa fasilitas itu kembali menjadi sasaran serangan drone Ukraina.

Video yang beredar dari lokasi memperlihatkan kobaran api besar masih menyala di area kilang beberapa waktu setelah ledakan terdengar. Sejumlah instalasi industri tampak terbakar, sementara asap hitam terus membubung dari kompleks pengolahan minyak tersebut.

Kilang Syzran sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan serupa. Karena itu, serangan terbaru semakin memperkuat dugaan bahwa Ukraina secara konsisten berupaya mengganggu kemampuan produksi energi Rusia melalui serangan terhadap infrastruktur strategis.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber terbuka, dalam beberapa waktu terakhir setidaknya enam fasilitas energi Rusia telah mengalami serangan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Sasaran meliputi kilang minyak, terminal penyimpanan bahan bakar, hingga fasilitas distribusi energi yang memiliki nilai strategis tinggi.

Salah satu serangan paling signifikan terjadi di Kilang Minyak Volgograd, salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar dan terpenting di Rusia.

Setelah mengalami serangan pada 31 Juli 2026, sebagian besar aktivitas pengolahan minyak mentah di fasilitas tersebut dilaporkan terpaksa dihentikan sementara. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa dua unit utama pengolahan minyak mengalami kerusakan cukup serius sehingga sekitar 72 persen kapasitas produksi kilang terdampak.

Meski demikian, besarnya kerusakan tersebut hingga kini masih menunggu verifikasi resmi dari pemerintah Rusia maupun pihak pengelola kilang.

Tidak hanya wilayah yang relatif dekat dengan Ukraina, serangan drone juga mulai menjangkau lokasi-lokasi yang berada ribuan kilometer dari garis depan perang.

Salah satu contohnya adalah Kilang Minyak Omsk, yang berlokasi sekitar 2.500 kilometer dari wilayah pertempuran. Pada 6 Juli 2026, fasilitas tersebut dilaporkan menjadi sasaran serangan drone jarak jauh Ukraina.

Serangan terhadap Omsk saat itu dianggap sebagai salah satu operasi drone paling ambisius sejak perang Rusia-Ukraina dimulai. Keberhasilan drone mencapai sasaran pada jarak sejauh itu dinilai menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemampuan teknologi dan perencanaan operasi militer Ukraina.

Sejumlah analis menilai bahwa strategi Ukraina kini semakin berfokus pada penghancuran kemampuan logistik dan ekonomi Rusia dibandingkan hanya menyerang target militer di garis depan. Dengan menekan sektor energi, Ukraina berharap dapat mengurangi kapasitas Rusia dalam mempertahankan operasi militernya dalam jangka panjang.

Analisis yang dipublikasikan Bloomberg juga menunjukkan peningkatan intensitas operasi tersebut. Sepanjang Juli 2026, Ukraina disebut telah melancarkan lebih dari 30 serangan terhadap berbagai fasilitas energi Rusia.

Gelombang serangan yang terus berlanjut itu diyakini memberikan tekanan besar terhadap industri minyak Rusia, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara.

Data industri menunjukkan bahwa produksi kilang minyak Rusia selama Juli 2026 turun menjadi sekitar 3,6 juta barel per hari. Angka tersebut merupakan level terendah sejak Mei 2002, sekaligus menjadi produksi kilang minyak terendah Rusia dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Meski penurunan produksi tidak sepenuhnya disebabkan oleh serangan drone—karena juga dipengaruhi oleh pemeliharaan fasilitas, pembatasan produksi, serta faktor teknis lainnya—serangan berulang terhadap infrastruktur energi dinilai telah memperburuk tekanan terhadap sektor minyak Rusia.

Di tengah meningkatnya intensitas perang, perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik Rusia-Ukraina telah memasuki fase baru. Jika sebelumnya serangan lebih banyak terkonsentrasi di wilayah garis depan, kini sasaran operasi semakin meluas hingga ke pusat ekonomi dan fasilitas energi strategis jauh di dalam wilayah Rusia.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan serangan jarak jauh Ukraina terus berkembang, sementara Rusia menghadapi tantangan yang semakin besar dalam melindungi wilayah belakangnya dari ancaman drone yang datang hampir setiap pekan. 

Langit Shanghai Berubah Menjadi Jingga Kekuningan yang Tidak Biasa, Warga: “Seperti Film Kiamat”

EtIndonesia.com Pada 4 Agustus sore, langit di Shanghai tiba-tiba berubah menjadi jingga kekuningan dan kuning, menarik perhatian luas warga serta memicu berbagai spekulasi. Sejumlah warga bahkan mengatakan bahwa suasananya “seperti akhir dunia.”

Video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan langit diselimuti warna jingga kekuningan. Banyak warganet memberikan komentar, di antaranya:

  • “Kenapa langit Shanghai tiba-tiba berubah menjadi kuning? Rasanya seperti badai pasir datang.”
  • “Selesai sudah, kiamat.”
  • “Warna langit saat matahari terbenam hari ini di Shanghai terasa sangat aneh. Apa akan ada cuaca ekstrem lagi?”
  • “Ya ampun! Ada apa dengan Shanghai? Kamera bahkan tidak bisa menangkap betapa kuningnya langit.”
  • “Kuningnya benar-benar aneh.”
  • “Seperti adegan dalam film kiamat.”
Pada 4 Agustus 2026, langit di atas Shanghai tiba-tiba berubah warna menjadi jingga kekuningan dan kuning, memicu berbagai spekulasi. (Tangkapan layar dari internet)
Pada 4 Agustus 2026, langit di atas Shanghai tiba-tiba berubah warna menjadi jingga kekuningan dan kuning, memicu berbagai spekulasi. (Tangkapan layar dari internet)
Pada 4 Agustus 2026, langit di atas Shanghai tiba-tiba berubah warna menjadi jingga kekuningan dan kuning, memicu berbagai spekulasi. (Tangkapan layar dari internet)
Pada 4 Agustus 2026, langit di atas Shanghai tiba-tiba berubah warna menjadi jingga kekuningan dan kuning, memicu berbagai spekulasi. (Tangkapan layar dari internet)
Pada 4 Agustus 2026, langit di atas Shanghai tiba-tiba berubah warna menjadi jingga kekuningan dan kuning, memicu berbagai spekulasi. (Tangkapan layar dari internet)
Pada 4 Agustus 2026, langit di atas Shanghai tiba-tiba berubah warna menjadi jingga kekuningan dan kuning, memicu berbagai spekulasi. (Tangkapan layar dari internet)

Ada pula yang menulis:

  • “Begitu keluar dari stasiun MRT, saya sampai mengira mata saya bermasalah.”
  • “Awalnya saya kira warna kuning itu berasal dari tirai rumah sakit. Setelah tirainya dibuka, ternyata memang langit di luar benar-benar kuning.”
  • “Sepertinya akan turun hujan sangat lebat. Tahun ini Shanghai sudah mengalami langit ungu dan sekarang langit kuning.”

Menurut laporan media setempat, jika dikaitkan dengan kondisi cuaca Shanghai belakangan ini, langit yang berubah menjadi kuning sering muncul sebelum datangnya cuaca konvektif yang kuat, sehingga kemungkinan merupakan pertanda akan datangnya hujan lebat disertai badai petir.

Dalam beberapa waktu terakhir, Badan Meteorologi Shanghai telah berulang kali mengeluarkan peringatan cuaca, antara lain:

  • Peringatan kuning untuk petir;
  • Peringatan biru untuk angin kencang; dan
  • Peringatan oranye untuk hujan lebat.

Pada hari yang sama, fenomena langit berwarna merah, merah jingga hingga kuning juga dilaporkan muncul di beberapa wilayah pesisir Provinsi Zhejiang.

Bulan lalu, Shanghai juga sempat mengalami fenomena langit berwarna ungu dan merah muda.

Belakangan ini, berbagai wilayah di daratan Tiongkok mengalami cuaca ekstrem. Sejumlah provinsi dan kota dilaporkan telah menyaksikan fenomena langit dengan warna oranye, ungu, merah, dan merah muda.

Sumber : NTDTV.com

Presiden Lai Ching-te: Taiwan Tidak Akan Tinggal Diam terhadap Upaya Campur Tangan PKT

EtIndonesia.com  Sejumlah pejabat dari berbagai negara menghadiri Forum Ketagalan di Taiwan pada 4 Agustus, yang membahas isu-isu seperti kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik dan pembangunan rantai pasok non-PKT .

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) Lai Ching-te menyatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) tetap memberlakukan undang-undang yang disebutnya sebagai “Undang-Undang Persatuan Etnis” meskipun mendapat penolakan internasional. Menurutnya, undang-undang tersebut melakukan peninjauan politik terhadap masyarakat di berbagai negara, sehingga komunitas internasional perlu bersatu untuk menanggapinya. Ia juga menegaskan bahwa Taiwan tidak akan membiarkan pengaruh PKT masuk ke wilayahnya.

Forum Ketagalan yang digelar di Taipei pada Selasa (4 Agustus) dihadiri oleh 12 tokoh politik dari sembilan negara untuk membahas perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pidatonya, Lai mengecam undang-undang yang diberlakukan oleh PKT tersebut karena dianggap melanggar hak asasi manusia dan memperluas apa yang ia sebut sebagai “teror merah.”

Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) Lai Ching-te (tangkapan layar NTD)

Lai Ching-te mengatakan: “Saya ingin menegaskan bahwa Undang-Undang Persatuan Etnis PKT tidak hanya melanggar kedaulatan Taiwan serta menindas kelompok agama dan etnis minoritas, tetapi juga menggunakan cara-cara represi lintas negara untuk melakukan peninjauan politik terhadap masyarakat di berbagai negara dan menciptakan efek pembungkaman. Ini adalah undang-undang yang harus dihadapi bersama oleh komunitas internasional.”

Lai menegaskan bahwa Taiwan akan tetap mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan serta tidak akan menerima infiltrasi melalui strategi front persatuan maupun membiarkan campur tangan PKT masuk ke Taiwan.

Dalam forum tersebut, Gen Nakatani, anggota Majelis Rendah Jepang sekaligus salah satu ketua bersama Inter-Parliamentary Alliance on China (IPAC), juga menyinggung insiden penyerangan terhadap jurnalis Akio Yaita di Taiwan. Menurutnya, kasus seperti itu tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai persoalan kriminal biasa.

Nakatani mengatakan: “Untuk menghadapi represi lintas negara yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok, kita harus mengubah cara pandang. Kita perlu membangun strategi penanggulangan yang terpadu, mencakup berbagi informasi, pengungkapan secara diplomatik, langkah-langkah ekonomi, serta jaringan perlindungan lintas batas.”

Sementara itu, Chrystia Freeland, mantan Wakil Perdana Menteri Kanada, menyampaikan bahwa sebelum menginvasi Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menggunakan narasi tentang persatuan bangsa. Menurutnya, terdapat kemiripan yang patut diperhatikan dengan isi undang-undang yang diberlakukan PKT tersebut.

Freeland mengatakan: “Bagi saya, Pasal 63 dari undang-undang itu sangat mengkhawatirkan karena memiliki kemiripan yang suram dengan cara Rusia menyalahgunakan hubungan bahasa, budaya, dan etnis untuk membenarkan pelanggaran terhadap kedaulatan negara tetangganya, termasuk invasi besar-besaran yang berdarah ke Ukraina.”

Freeland menambahkan bahwa negara-negara demokrasi tidak boleh bersikap ambigu dalam menghadapi kebijakan tersebut. Menurutnya, setelah pelajaran dari perang Rusia–Ukraina, negara-negara demokrasi harus menyatakan sikap secara jelas demi menjaga perdamaian.

Dilaporkan oleh Huang Liang-chien dan Liu Tzu-yin dari New Tang Dynasty (NTD) Asia-Pacific Television di Taipei, Taiwan.

Kecelakaan Lalu Lintas Membongkar Kasus Besar : Warga Negara Tiongkok di Thailand Divonis 46 Tahun Penjara karena Menyimpan Persenjataan Militer

EtIndonesia.com  Sebuah kecelakaan lalu lintas yang tampaknya biasa justru secara tak terduga mengungkap sebuah kasus besar terkait penyimpanan senjata ilegal.

Pada Senin (3 Agustus), Pengadilan Pattaya, Thailand, menjatuhkan hukuman 46 tahun penjara kepada seorang warga negara Tiongkok berusia 31 tahun bernama Sun Mingchen karena secara ilegal menyimpan sejumlah besar persenjataan militer. Pengadilan juga memerintahkan seluruh perlengkapan senjata miliknya disita.

Kasus ini bermula dari peristiwa yang cukup dramatis. Pada malam 8 Mei lalu, Sun Mingchen mengalami kecelakaan mobil hingga kendaraannya terbalik di Provinsi Chonburi, Thailand. Saat polisi datang untuk menangani kecelakaan tersebut, mereka menemukan sepucuk pistol Glock beserta amunisinya di dalam mobil. Temuan itu langsung menimbulkan kecurigaan aparat.

Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan dan menggeledah rumah Sun. Hasilnya membuat para penyidik terkejut. Rumah tersebut ternyata menyerupai gudang senjata bawah tanah.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan:

  • Senapan serbu M16 dan M4.
  • Sejumlah besar bahan peledak C4.
  • Granat tangan.
  • Komponen perakitan bom.
  • Rompi antipeluru.
  • Masker gas.
  • Alat pengacau sinyal radio (radio jammer).
  • Perangkat komunikasi jarak jauh.

Penemuan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana seorang warga sipil dapat memiliki persenjataan dengan daya tembak seperti itu.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Sun memiliki latar belakang yang misterius. Ia disebut memiliki paspor Tiongkok dan Kamboja, serta sering bepergian antara Thailand dan Kamboja.

Setelah ditangkap, Sun memberikan pembelaan yang dinilai tidak masuk akal. Ia mengaku menderita depresi dan mengatakan bahwa seluruh persenjataan tingkat militer tersebut dikumpulkannya hanya untuk melukai dirinya sendiri, bukan untuk mencelakai orang lain.

Namun, pihak kepolisian tidak mempercayai penjelasan tersebut. Polisi Thailand menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung. Hasil investigasi awal bahkan mengindikasikan bahwa sebagian personel militer dan kepolisian Thailand diduga terlibat menjual senjata secara ilegal kepadanya.

Hakim menyatakan bahwa meskipun Sun mengaku bersalah, tindakannya telah menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan publik dan keamanan negara. Oleh karena itu, ia dijatuhi hukuman berdasarkan pelanggaran terhadap Undang-Undang Senjata Api, Undang-Undang Pengendalian Senjata, dan Undang-Undang Komunikasi Radio Thailand.

Meski demikian, berdasarkan ketentuan hukum Thailand, masa hukuman yang benar-benar harus dijalani untuk kasus semacam ini dibatasi maksimal 20 tahun, meskipun vonis yang dijatuhkan mencapai 46 tahun.

Saat ini, polisi Thailand masih terus menyelidiki asal-usul sebenarnya dari persenjataan militer tersebut serta latar belakang Sun Mingchen. Kasus besar yang terungkap akibat sebuah kecelakaan lalu lintas ini kembali menyoroti ancaman kejahatan terorganisasi lintas negara di kawasan itu. (***)