Prancis Tangkap Kapal Rusia, Malam Ini Siap Perang?

EtIndonesia. Situasi geopolitik Eropa kembali memanas setelah pasukan khusus Prancis melakukan penyitaan mendadak terhadap sebuah kapal pesiar Rusia di pesisir barat Prancis, tepatnya di pelabuhan Saint-Nazaire.

Kapal Diduga Bagian dari “Shadow Fleet”

Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan Prancis, kapal yang disita tersebut diduga merupakan bagian dari “shadow fleet” Rusia, yaitu armada kapal bayangan yang digunakan untuk menghindari sanksi internasional. Kapal ini disebut-sebut kerap terlibat dalam perdagangan minyak mentah gelap dan aktivitas logistik militer terselubung.

Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa kapal tersebut baru saja berangkat dari Pelabuhan Primorsk, dekat St. Petersburg, pada Minggu, 28 September 2025, dengan membawa sekitar 750.000 barel minyak mentah menuju India. Namun, intelijen Eropa menuduh kapal itu juga berperan dalam distribusi peralatan militer, termasuk komponen drone yang sebelumnya dikaitkan dengan serangan-serangan udara Rusia di kawasan Baltik.

Salah satu tuduhan paling serius menyebutkan kapal ini pernah digunakan dalam rantai pasok drone yang memicu insiden keamanan pekan lalu. Akibat serangan drone tersebut, bandara-bandara di Denmark sempat ditutup sementara, mengganggu jalur penerbangan komersial di Eropa Utara.

Respons Militer Prancis

Menanggapi insiden ini, Jenderal Pierre Schill, Kepala Staf Angkatan Darat Prancis, segera mengeluarkan perintah siaga penuh. Dalam konferensi pers darurat, dia menegaskan bahwa militer Prancis harus bersiap menghadapi kemungkinan skenario perang intensif, bahkan pada malam hari setelah penyitaan kapal.

“Kita tidak bisa menutup mata. Jika eskalasi terus berlanjut, Prancis berpotensi menghadapi konfrontasi langsung dengan Rusia demi menjaga keamanan nasional dan melindungi sekutu NATO di Eropa Timur,” ujar Jenderal Schill.

Ketegangan Eropa–Rusia Meningkat

Eskalasi terbaru ini datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara Uni Eropa. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan drone Rusia semakin sering melanggar wilayah udara Eropa Timur, memicu respons keras dari NATO.

Uni Eropa bahkan sedang membahas pembentukan “Tembok Drone” di perbatasan timurnya, sebuah sistem pertahanan udara terpadu untuk menutup celah keamanan dari serangan drone murah Rusia.

Di sisi lain, Moskow menolak tuduhan keterlibatan dalam armada bayangan. Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut langkah Prancis sebagai tindakan provokatif yang “melanggar hukum laut internasional” dan memperingatkan akan adanya “konsekuensi serius” bagi Paris.

Ancaman Perang di Depan Pintu

Dengan adanya insiden ini, banyak pengamat menilai situasi di Eropa kini berada di titik paling berbahaya sejak dimulainya perang Rusia–Ukraina pada Februari 2022. Penyitaan kapal Rusia bukan hanya soal sanksi energi, tetapi bisa memicu konfrontasi militer langsung antara Paris dan Moskow.

Sejumlah analis pertahanan memperingatkan bahwa jika ketegangan terus bereskalasi, Eropa bisa memasuki fase baru perang terbuka yang melibatkan NATO secara langsung – sebuah skenario yang sebelumnya dianggap mustahil namun kini tampak semakin nyata.

Virus RSV di Tiongkok Mengalami Lonjakan Kasus, Belum Ada Pengobatan yang Efektif

EtIndonesia. Menjelang Hari Nasional Tiongkok pada 1 Oktober 2025, epidemi kembali meningkat di daratan Tiongkok. Pejabat menyebutkan virus yang menyebar kali ini adalah respiratory syncytial virus (RSV) atau virus yang menyerang saluran pernapasan. Jumlah kasus positifnya melonjak dengan cepat. Banyak rumah sakit di berbagai kota penuh sesak dengan pasien. 

Di beberapa rumah sakit, tingkat positif RSV pada anak-anak rawat inap mencapai 40%. Bahkan ada kasus serius di mana anak-anak masuk ICU, dan sebagian orang tua terpaksa menandatangani surat peringatan kondisi kritis. Saat ini, karena tidak ada obat khusus dan tingkat penularannya tinggi, para orang tua menjadi sangat khawatir.

“Saudara-saudara, hati-hati, ada virus baru yang datang. Jumlah kasus positif melonjak drastis,” ujar seorang pengguna media sosial.

Belakangan ini, bukan hanya Henan, Jiangxi, Hangzhou, dan Zhejiang yang mengalami wabah RSV, tetapi bahkan Shanghai juga terdampak.

Menurut Rumah Sakit Anak Universitas Fudan, tingkat positif RSV pada anak rawat inap sudah mencapai 40%, menduduki peringkat pertama. Kasus pneumonia akibat RSV bahkan menimpa bayi yang baru berusia 1 bulan lebih.

  “Bayi kami baru saja genap satu bulan, sudah terdiagnosis RSV, dan sekarang masuk ICU,” kata seorang perekam video.

Banyak orang tua membagikan pengalaman anak mereka di media sosial. Ada anak yang mengalami gagal napas akibat pneumonia berat hingga masuk ICU. Bahkan, ada orang tua yang sudah menandatangani “surat peringatan kondisi kritis.”

Di Hunan, seorang orang tua menulis bahwa sebelum libur 1 Oktober, anaknya terinfeksi dua virus sekaligus, langsung berkembang menjadi pneumonia dan harus dirawat di rumah sakit.

 “Pakar pusat mengatakan, tingkat penularannya 2,5 kali lebih tinggi daripada flu. Gejala awal biasanya pada saluran pernapasan atas, seperti hidung tersumbat dan pilek, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan otot jantung, pneumonia, ensefalitis, bahkan kematian,” kata seorang komentator medis daring. 

Menurut data medis, RSV adalah virus RNA untai tunggal dengan karakteristik mudah menular dan dapat menginfeksi berulang kali. Semua kelompok usia bisa terinfeksi, namun kelompok berisiko tinggi adalah anak-anak dan lansia. Karena belum ada vaksin dan obat khusus di Tiongkok sehingga masyarakat menjadi panik.

Banyak warganet menduga bahwa wabah ini sebenarnya masih berkaitan dengan COVID-19.

 “Saat ini memang belum ada obat khusus. Penanganan utamanya adalah terapi simptomatis. Untuk kasus berat, harus segera dirawat dan diawasi di rumah sakit,” ujar Dokter Li Tongzeng, Kepala Departemen Infeksi di Rumah Sakit You’an Beijing. 

Sejak enam tahun lalu, ketika COVID-19 pertama kali merebak di Wuhan, virus corona tidak pernah benar-benar reda di Tiongkok. Jumlah kematian meningkat, kasus kematian mendadak pada anak muda melonjak, termasuk diantaranya sejumlah tokoh publik, selebritas internet, dokter, hingga pengusaha.

Pada 18 September lalu, Zhao Han (40), salah satu pendiri merek restoran terkenal “Yunhaiyao”, mendadak meninggal dunia karena serangan jantung.

Sementara itu, Kota Jiangmen di Provinsi Guangdong kembali menerapkan langkah lockdown karena wabah chikungunya. Beberapa komunitas ditutup, taman dan pasar sayur dihentikan operasinya. Ada pasien yang kabur dari rumah sakit lalu dihukum. Pemerintah juga segera menyetujui uji PCR baru, melakukan pengambilan darah dan tes massal di malam hari, sehingga memicu kepanikan publik.

 “Apakah pemerintah perlu menerapkan kebijakan lockdown dinamis seperti saat COVID-19 sangat patut dipertanyakan, karena penyakit ini sebenarnya bukan penyakit yang menular antar-manusia sehingga tidak perlu sampai pada tingkat isolasi massal. Namun, yang masih belum jelas adalah apakah selain chikungunya, ada penyakit menular lain yang juga sedang beredar di sana,” ujar Dr. Lin Xiaoxu, mantan peneliti virologi di Institut Penelitian Angkatan Darat AS. 

Menurut data dari Pusat Pengendalian Penyakit Guangdong, dalam sepekan terakhir terdapat wabah chikungunya di 19 kota provinsi Guangdong, dengan kasus paling parah berada di Kota Jiangmen.

Sumber : NTDTV.com

Kota Jiangmen, Guangdong, Tiongkok  “Ditutup Saat Libur 1 Oktober”? Warga Dibatasi Keluar Kota

Kota Jiangmen, Guangdong, Tiongkok  mengalami wabah penyakit chikungunya, sehingga kembali menerapkan langkah-langkah pembatasan. Banyak warga mengeluh karena saat libur panjang “1 Oktober” mereka harus lembur ikut serta dalam pencegahan nyamuk, bahkan dibatasi untuk keluar kota. Proyek konstruksi juga terpaksa dihentikan.

EtIndonesia. Beberapa hari terakhir, jumlah pasien terinfeksi virus chikungunya di Jiangmen meningkat pesat, dengan tambahan lebih dari 2.000 kasus dalam dua minggu berturut-turut. Pemerintah kota Jiangmen kembali menerapkan kebijakan penutupan: taman, pasar sayur, dan sejumlah kompleks perumahan ditutup, melarang aktivitas usaha serta keluar-masuk warga dengan bebas.

Saat ini bertepatan dengan libur panjang Hari Nasional Tiongkok, banyak warganet Jiangmen mengeluh bahwa bukan hanya tidak bisa berlibur, mereka justru harus ikut serta dalam pencegahan wabah nyamuk.

“Keluarga saya sudah mulai mengeluh,” tulis salah seorang warga.

Seorang warganet yang ikut dalam kegiatan pencegahan mengaku: “Saya sudah berjuang 16 hari berturut-turut. Benar-benar ingin istirahat.”

Ada pula warganet yang mengungkapkan, “(Satu keluarga) kami dilarang keluar dari Jiangmen. Libur panjang ini jadi tidak bisa ke mana-mana.” Tangkapan layar obrolan yang ia tunjukkan memperlihatkan, “Rumah sakit sudah tidak memberikan izin keluar Jiangmen.”

Dalam beberapa hari terakhir, petugas pencegahan di Jiangmen terlihat di mana-mana membawa alat semprot asap disinfektan. Seluruh kota tertutup asap menyengat yang membuat orang merasa tidak nyaman.

Banyak warga mengeluh:

  • “Nyamuk belum mati, orangnya malah hampir mati.”
  • “Saya menghirupnya sampai pusing, mual, ingin muntah. Tapi pimpinan bilang yang disemprot itu sebenarnya DDT (Dikloro-Difenil-Trikloroetana).”
  • “Pagi-pagi sudah lihat para relawan berbaris siap berangkat memberantas nyamuk.”

Wabah ini juga menyebabkan seluruh proyek konstruksi di Jiangmen terhenti. Seorang warganet bernama “Pekerja Bangunan” pada 1 Oktober mengunggah video dan berkata: “Virus chikungunya merajalela di Jiangmen, proyek konstruksi lumpuh. Hari ini saya ikut membantu tugas politik di komunitas, berharap proyek bisa segera normal kembali.”

Dalam video tersebut, sekelompok pekerja terlihat berkumpul di sebuah kawasan perumahan menunggu penugasan untuk kegiatan pencegahan.

Video lain memperlihatkan Jiangmen sedang gencar membersihkan tanaman hijau. Di sebuah kompleks perumahan, puluhan petugas berseragam sedang membersihkan area taman.

Langkah penutupan ini memicu perhatian publik.  “Sekarang sepertinya sudah agak di luar kendali. Sebelumnya ada 2.000 lebih kasus, sekarang langsung melonjak jadi 4.000. Kalau ada yang digigit nyamuk, bisa langsung dibawa ke sana… karantina! (Entah boleh saya bilang atau tidak.) Ah, terlalu menakutkan,” kata seorang warga Jiangmen bernama Nyonya Liang kepada NTD. 

Seorang warga lain, Tuan Wang, membenarkan: “Kasus chikungunya memang banyak sekali. Di rumah sakit kabupaten sini, pasien yang digigit nyamuk lalu demam, bahkan sudah tidak ada tempat rawat lagi.”

Mantan peneliti virus di Institut Penelitian Angkatan Darat Amerika, Lin Xiaoxu, menganalisis bahwa virus chikungunya tidak menular dari orang ke orang, sehingga pemerintah tidak perlu menerapkan kebijakan “nol-COVID” yang dulu sangat ketat sampai ke tingkat isolasi massal. “Tetapi yang belum jelas adalah, apakah selain chikungunya ada penyakit menular lain yang juga sedang merebak di sana,” tambahnya. 

Sumber : NTDTV.com

Perang Habis-habisan: Ukraina Rebut 400 Km², Rusia Terjebak Krisis Pasokan

EtIndonesia. Konflik Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1315 babak baru yang semakin menegangkan. Dalam lima hari terakhir, Ukraina kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Krimea. Serangan udara terbaru pada 29 September menghantam depo minyak strategis di Feodosiya, memicu kebakaran besar, sekaligus memaksa penutupan sementara Jembatan Krimea—jalur vital penghubung Rusia dengan semenanjung yang dianeksasi.

Serangan ke Feodosiya dan Penutupan Jembatan Krimea

Pada 29 September 2025, kota pelabuhan Feodosiya di pesisir tenggara Krimea menjadi sasaran serangan drone Ukraina. Ledakan besar mengguncang depo minyak utama, disertai kobaran api yang membumbung hingga terlihat dari garis pantai. Asap hitam pekat mengepul di udara, menandakan kerusakan parah pada salah satu pusat energi utama Rusia di Krimea.

Di saat bersamaan, sirene rudal berbunyi di Selat Kerch dan wilayah Krasnodar, Rusia. Otoritas setempat menutup Jembatan Krimea selama beberapa jam. Meski kemudian dibuka kembali, Moskow tetap bungkam soal kerusakan besar yang dialami di Feodosiya.

Serangan ini memperpanjang daftar gempuran Ukraina sepanjang September, termasuk penggunaan rudal dalam negeri tipe Fire Chain. Menurut laporan The Sun, kerugian Rusia akibat serangan terhadap infrastruktur energi diperkirakan mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS.

Ukraina Persempit Pengepungan di “Desa Tentara Merah”

Di garis depan, Ukraina semakin memperkuat pengepungan terhadap pasukan Rusia di wilayah “Desa Tentara Merah”. Hingga kini, Ukraina berhasil merebut kembali hampir 400 km² wilayah.

Panglima Tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrskyi, turun langsung ke garis depan untuk memantau operasi. Berdasarkan peta terbaru, pasukan Ukraina telah menguasai 175 km² lahan rawa, serta tengah menyapu bersih tambahan 195 km² dari kelompok sabotase Rusia.

Sebuah helikopter Mi-8 Rusia ditembak jatuh saat hendak memberikan dukungan. Diperkirakan lebih dari 100.000 tentara Rusia kini terkepung oleh sekitar 40.000 pasukan Ukraina, dengan strategi Kyiv menunggu serangan balik Rusia sebelum melancarkan “kepungan bertahap”.

Jalur Pasokan Rusia Lumpuh Total

Krisis logistik Rusia semakin parah. Pada akhir September, jalur kereta Melitopol menjadi sasaran serangan besar. Sebuah kereta pengangkut bahan bakar meledak, menghancurkan 23 gerbong tangki minyak hanya dalam tujuh hari.

Akibatnya, jalur suplai utama yang sebelumnya menyumbang lebih dari 67% distribusi peralatan berat Rusia di selatan kini lumpuh. Unit tank Rusia dilaporkan kehabisan bahan bakar hanya dalam radius lima kilometer dari basis.

Di Krimea, lebih dari separuh SPBU berhenti menjual bensin. Warga Sevastopol rela antre semalaman untuk mendapatkan pasokan, sementara Moskow memperpanjang larangan ekspor minyak demi menjaga stok domestik.

Ukraina Terima Jet Tempur Baru dari Swedia

Kekuatan udara Ukraina diperkirakan melonjak signifikan. Pada 29 September, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina mengonfirmasi bahwa Kyiv segera menerima jet tempur JAS-39 Gripen buatan Swedia.

Pesawat ini akan melengkapi armada F-16 dan Mirage-2000 yang sedang dalam perjalanan ke Ukraina. Dengan kombinasi tiga jet tempur modern, Ukraina diproyeksikan mampu memperkuat dominasi udara, sebagaimana terlihat dalam serangan presisi di Chasiv Yar yang berhasil menghancurkan basis Rusia meski mereka berlindung di gedung beton.

Rusia Lakukan Rekrutmen Militer Besar-Besaran

Menghadapi krisis pasukan, Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit wajib militer musim gugur mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025. Targetnya adalah 135.000 rekrutan baru, jumlah terbesar dalam sembilan tahun terakhir.

Kremlin menegaskan para wajib militer tidak akan dikirim ke garis depan. Namun, laporan intelijen Ukraina menunjukkan banyak tentara yang tertangkap adalah rekrutan baru. Jumlah tentara kontrak profesional Rusia juga anjlok tajam: hanya 37.900 orang pada kuartal II 2025, turun lebih dari 60% dibanding tahun sebelumnya.

NATO Perketat Pertahanan di Eropa Timur

Aliansi NATO bergerak cepat merespons eskalasi. Pada 30 September, The Telegraph melaporkan rencana penempatan sistem pertahanan udara di Ukraina barat, bahkan mungkin diperluas hingga Kyiv.

Langkah ini diambil setelah serangkaian insiden drone Rusia menembus wilayah Polandia, Rumania, dan Estonia. NATO berharap kehadiran sistem pertahanan di Ukraina dapat melindungi Eropa dan mengurangi beban keamanan langsung terhadap negara anggota.

Pergeseran Politik di Eropa Timur

Selain di medan tempur, politik Eropa Timur juga bergeser. Presiden Moldova, Maia Sandu memenangkan pemilu dengan agenda pro-Barat, mengalahkan partai pro-Rusia. Di Hungaria, oposisi berhasil menumbangkan dominasi partai Viktor Orban, membuka peluang berakhirnya veto Budapest terhadap dukungan Uni Eropa bagi Ukraina.

Jerman menambah dukungan dengan menyatakan siap membantu Ukraina mengembangkan senjata jarak jauh serta memasok sistem pertahanan udara Patriot.

Kesimpulan

Perang Rusia–Ukraina yang kini memasuki hari ke-1315 (30 September 2025) menunjukkan peningkatan eskalasi di semua lini. Ukraina berhasil memukul logistik energi Rusia, mempersempit pengepungan di Krimea, dan memperkuat kekuatan udara dengan bantuan jet tempur modern.

Sementara itu, Rusia menghadapi dilema besar: pasokan energi terputus, pasukan menipis, serta tekanan politik internasional yang kian membesar. Semua indikator mengarah pada satu kesimpulan: konflik ini semakin mengeras menuju fase perang habis-habisan berkepanjangan.

Video: 2 Pesawat Delta Bertabrakan di Landasan Bandara New York

EtIndonesia. Dua pesawat komersial Delta Airlines bertabrakan saat meluncur di Bandara LaGuardia, New York, pada hari Rabu (1/10), menyebabkan sayap salah satu pesawat terlepas.
Rekaman video yang beredar di media sosial, yang tampaknya diambil dari dalam pesawat di sebelahnya, menunjukkan lampu darurat yang berkedip di landasan dan kerusakan pada sayap salah satu pesawat.

Hidung salah satu pesawat bertabrakan dengan sayap kanan pesawat lainnya saat kedua pesawat sedang meluncur, menurut rekaman audio dari Pengatur Lalu Lintas Udara.

Pilot melaporkan kerusakan pada kaca depan mereka, menurut rekaman audio ATC.

Satu orang terluka dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 21.56 (waktu setempat), menurut laporan ABC.

Delta Airlines belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait insiden tersebut hingga laporan ini dibuat.

Menurut laporan CBS News, salah satu produser mereka berada di dalam penerbangan DL5047, yang datang dari Bandara Internasional Charlotte Douglas. Saat pesawat sedang meluncur untuk mendarat di New York, salah satu sayapnya tersangkut oleh jet regional Delta lainnya, menyebabkannya patah.

Kecelakaan ini menambah serangkaian insiden di LaGuardia dalam beberapa bulan terakhir yang telah menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan. Pada bulan Maret, sayap pesawat Delta menabrak landasan pacu saat mencoba mendarat, yang memicu upaya putar balik dan penyelidikan oleh Badan Penerbangan Federal (FAA).(yn)

Burung Laut Langka Berkembang Biak di Pulau Rathlin untuk Pertama Kalinya dalam Beberapa Dekade

EtIndonesia. Seekor burung laut langka terlihat berkembang biak di Pulau Rathlin, Irlandia Utara, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Burung puffin Manx adalah spesies yang terdaftar dalam daftar amber di Inggris dan Irlandia yang sangat rentan terhadap berbagai tekanan dan dianggap berisiko menurun.

Meskipun telah menjadi tempat berkembang biak yang rutin bagi spesies ini selama bertahun-tahun, tidak ada satu pun yang dapat dipastikan bersarang di pulau itu hingga akhir abad ke-20.

Ric Else, asisten peneliti senior untuk proyek Life Raft, mengatakan: “Ini persis seperti yang saya harapkan selama bertahun-tahun – bukan hanya konfirmasi bahwa burung puffin Manx mencoba bersarang di Rathlin, tetapi juga bukti bahwa mereka berhasil berkembang biak di sini.

“Semua malam yang panjang mendengarkan dan mengamati dari puncak tebing akhirnya membuahkan hasil. Dengan populasi berkembang biak yang kecil yang sudah ada, prospeknya sangat bagus bagi spesies ini untuk berkembang biak lagi di Rathlin setelah proyek selesai.

“Akan sangat menarik untuk memantau perkembangan burung puffin di tahun-tahun mendatang.”

Pulau Rathlin adalah rumah bagi koloni burung laut terbesar di Irlandia Utara.

Bulan lalu, rekaman burung-burung muda yang siap terbang dari liang mereka memberikan konfirmasi keberhasilan perkembangbiakan spesies tersebut.

Liam McFaul, penjaga RSPB NI untuk Cagar Alam Pulau Rathlin, mengatakan: “Ini merupakan langkah maju yang sangat menarik bagi burung-burung laut Rathlin. Melihat rekaman burung puffin Manx kembali ke liang di Rathlin sungguh luar biasa.”

Sebuah inisiatif senilai £45 juta telah diluncurkan untuk melindungi burung-burung yang rentan dan spesies lain di pulau tersebut.

Tujuannya adalah untuk mengusir tikus dan musang non-asli dari pulau tersebut demi memberi manfaat bagi burung-burung seperti burung puffin Manx yang bersarang di liang, serta puffin dan guillemot hitam.

Inisiatif ini mencakup proyek LIFE Raft (Rathlin Acting for Tomorrow) yang telah menerima pendanaan dari EU LIFE, The National Lottery Heritage Fund, Departemen Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Urusan Pedesaan, serta Yayasan Garfield Weston.

McFaul menambahkan: “Dengan pekerjaan kami yang berkelanjutan dan hasil dari proyek LIFE Raft, kami berharap pulau ini akan terus menjadi benteng burung laut bagi generasi mendatang.

“Burung laut adalah kelompok burung yang menghadapi banyak ancaman dan mengalami penurunan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melanjutkan pekerjaan penting ini guna menjadikan Pulau Rathlin sebagai ruang aman bagi burung laut untuk hidup dan berkembang biak dengan sukses.” (yn)

Armada Internasional Dicegat Israel, Trump Beri Ultimatum, Iran Siap Meledak?

EtIndonesia. Situasi geopolitik global kembali memanas setelah Pentagon secara mendadak mengirimkan jet tempur dan kapal induk ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Amerika Serikat bersama Israel sedang mempersiapkan diri menghadapi eskalasi baru, termasuk kemungkinan serangan langsung ke wilayah Iran.

Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hamas, serta mencuatnya kembali isu nuklir Iran yang selama ini menjadi sorotan internasional.

Armada Bantuan Internasional Dicegat Israel

Pada 1 Oktober 2025, militer Israel mencegat Sumud Flotilla, armada bantuan internasional berisi 47 kapal sipil yang berangkat dari Barcelona sejak Agustus lalu. Armada ini dipimpin oleh jaringan aktivis pro-Palestina internasional Freedom Flotilla Coalition dan bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Israel menilai langkah itu sebagai pelanggaran blokade laut yang telah diberlakukan. Angkatan Laut Israel memperketat patroli dengan mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan mempersiapkan pasukan komando laut untuk menahan kapal. Beberapa kapal bahkan disebut berpotensi disita atau ditenggelamkan.

Ketegangan meningkat setelah Italia dan Spanyol memutuskan menarik kapal perang mereka dari operasi pengawalan. Mereka hanya berhenti sejauh 150 mil laut dari wilayah sengketa, memicu kekecewaan aktivis yang berharap mendapat perlindungan internasional.

Ultimatum Trump kepada Hamas

Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Hamas dengan memberi tenggat waktu 3–4 hari untuk merespons rencana perdamaian Gaza 20 poin yang dia tawarkan.

Trump menyatakan bahwa sebagian besar negara Arab dan Muslim, termasuk Israel, telah menyetujui rancangan tersebut, sehingga hanya tinggal menunggu kesepakatan dari Hamas.

“Jika mereka menolak, maka mereka akan jatuh ke neraka,” tegas Trump dalam pidatonya.

Namun, sumber diplomatik yang dikutip AFP menyebutkan adanya perpecahan internal di tubuh Hamas. Sebagian elite Hamas ingin segera menerima perjanjian guna menjamin gencatan senjata, sementara faksi lain menuntut jaminan internasional atas penarikan penuh Israel dari Gaza serta penghentian operasi pembunuhan terarah.

Klausul yang paling ditolak Hamas adalah soal pelucutan senjata dan pengusiran tokoh senior Hamas dari Gaza. 

Pejabat Hamas, Taher al-Nunu, menegaskan: “Senjata adalah hak perlawanan, tidak bisa ditinggalkan.”

Isu Nuklir Iran Muncul Lagi

Di saat yang sama, isu nuklir Iran kembali menjadi pemicu eskalasi regional. Menurut laporan ABC News dan Financial Times, intelijen Israel menemukan cadangan uranium yang diperkaya hingga 60% seberat 408 kilogram yang diduga disembunyikan Iran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan, Israel tidak akan segan melancarkan serangan baru apabila Iran mencoba memulihkan program senjatanya. Sementara itu, Trump menambahkan bahwa Iran “takut mengulangi kesalahan masa lalu” dan memperingatkan bahwa dunia tidak akan membiarkan Teheran mengembangkan bom nuklir.

Analis memperkirakan, jika tidak dihentikan, Iran berpotensi memproduksi senjata nuklir dalam hitungan minggu. Kekhawatiran makin besar setelah Garda Revolusi Iran sepanjang September melakukan serangkaian uji coba rudal balistik, yang dipandang sebagai unjuk kekuatan militer menghadapi ancaman eksternal.

Sebagai respons, Washington dan Uni Eropa telah mengaktifkan kembali sanksi penuh, termasuk larangan transfer senjata ke Rusia, pembekuan aset, dan pembatasan perjalanan bagi pejabat Iran.

Analisis Situasi

Kombinasi antara pencegatan armada internasional, ultimatum Trump, dan isu nuklir Iran menciptakan suasana yang sangat genting di kawasan Timur Tengah. Para pengamat menilai, setiap kesalahan langkah diplomatik atau militer berpotensi memicu konflik berskala besar yang dapat melibatkan kekuatan global.

ARTOTEL Group Resmi Hadirkan ARTOTEL Harmoni Jakarta, Ikon Destinasi Baru Kaum Urban

0

Jakarta – Artotel Group kembali memperkuat portofolionya dengan secara resmi membuka ARTOTEL Harmoni – Jakarta, sebuah properti keempat yang dibuka dalam kurun tiga bulan di tahun 2025. Hotel ini hadir dengan tagline “Your Harmonized Urban Stay”, menawarkan konsep akomodasi yang memadukan gaya hidup modern, seni, dan kenyamanan di jantung sentra bisnis Ibu Kota.

Terletak strategis di Jl. KH. Zainul Arifin No. 5 dan 7, Petojo Utara, Jakarta Pusat, ARTOTEL Harmoni menyediakan 150 kamar dalam tiga tipe: Studio 25 (Superior), Studio 30 (Deluxe), dan Studio 37 (Suite). Fasilitas pendukung lainnya meliputi 7 ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 360 orang, kolam renang, EATSPACE, dan Lounge Bar. Harga menginap dibanderol mulai dari Rp 765.000 nett per malam.

Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer Artotel Group, dalam pernyataannya menekankan optimisme grup di tengah tantangan industri. “Kehadiran ARTOTEL Harmoni adalah bentuk komitmen dan stimulus kami terhadap pemulihan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan,” ujarnya.

Hotel yang telah berdiri sejak 2013 ini menjalani proses revitalisasi menyeluruh untuk menghadirkan pengalaman menginap yang segar dan inspiratif. Mengusung tema “Trace of Heritage”, properti ini mengangkat nuansa seni kontemporer yang terinspirasi dari warisan budaya Tionghoa di kawasan Harmoni. Kolaborasi dengan dua seniman Indonesia, Diela Maharani dan Donald Saluling, menghidupkan berbagai sudut hotel melalui karya seni yang memadukan nostalgia dan modernitas.

“Kami ingin menjadikan ARTOTEL Harmoni bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang kreatif yang menyatukan seni, budaya, dan kehidupan urban,” tambah Eduard.

ARTOTEL Harmoni – Jakarta saat ini menawarkan promo pembukaan khusus untuk periode September-Oktober 2025. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi artotelharmonijakarta.com atau akun Instagram @artotelharmoni.

Dunia Terkejut! Taliban Tutup Internet Afghanistan, Ribuan Mahasiswi dan Pekerja Lumpuh

EtIndonesia. Pemerintah Taliban memutus akses internet di seluruh Afghanistan tanpa batas waktu. Keputusan ini diumumkan secara sepihak pada Selasa (23 September 2025), dan langsung menimbulkan gelombang kecaman internasional.

Dampak Sosial: Kaum Perempuan Jadi Korban Terbesar

Sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021, ruang gerak perempuan di Afghanistan semakin dipersempit. Akses ke pendidikan, pekerjaan, hingga kebebasan publik dibatasi secara ketat. Internet selama ini menjadi satu-satunya jendela bagi perempuan untuk belajar, bekerja, dan berkomunikasi dengan dunia luar.

Kini, pintu itu pun ditutup rapat.

  • Noori (34 tahun), seorang mahasiswi program kuliah daring internasional, mengaku kehilangan kesempatan menyelesaikan studinya. “Saya sudah hampir lulus. Semua hancur hanya dalam satu malam,” ujarnya.
  • Zabi, mantan jurnalis, mendirikan kursus online bahasa Inggris untuk 45 siswi perempuan. Ironisnya, saat para siswi tengah mengikuti ujian IELTS, jaringan internet diputus. “Mereka menangis. Semua usaha mereka sia-sia,” kata Zabi.

Dampak Ekonomi: Bisnis dan Bandara Lumpuh

Pemutusan internet ini juga melumpuhkan aktivitas ekonomi Afghanistan:

  • Bisnis transfer uang internasional tak bisa beroperasi.
  • Pasar daring yang menjadi sandaran banyak keluarga miskin berhenti total.
  • Bandara Internasional Kabul mengalami kekacauan, karena sistem tiket, manifest penerbangan, dan koordinasi logistik bergantung pada jaringan internet.

“Afghanistan kini seperti kembali ke abad lampau,” ungkap seorang pedagang di Kabul.

Akses Internet Sebelum Pemutusan: Sudah Sangat Mahal

Bahkan sebelum diputus total, internet di Afghanistan termasuk yang termahal di dunia.

  • Harga paket 100GB data seluler mencapai Rp1,6 juta.
  • Sementara pendapatan rata-rata tahunan warga Afghanistan hanya sekitar Rp 4,5 juta.

Dengan biaya tinggi itu pun, aksesnya sering lambat dan tidak stabil. Kini, rakyat sama sekali tidak bisa mengakses informasi global.

Reaksi dan Kekhawatiran Internasional

Sejumlah organisasi hak asasi manusia mengecam keras kebijakan Taliban ini. Amnesty International menyebut langkah tersebut sebagai “upaya sistematis Taliban untuk memutus rakyat Afghanistan dari dunia luar, terutama kaum perempuan.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa keputusan tersebut akan memperburuk isolasi sosial, ekonomi, dan politik Afghanistan, serta memperdalam krisis kemanusiaan yang sudah parah sejak Taliban kembali berkuasa.

Kesimpulan:
Pemutusan internet nasional pada 23 September 2025 menjadi pukulan telak bagi rakyat Afghanistan. Di satu sisi, Taliban beralasan langkah ini dilakukan demi “keamanan nasional”, namun di sisi lain, dunia melihatnya sebagai bentuk penindasan terhadap kebebasan sipil, terutama perempuan. Bagi jutaan warga, terutama generasi muda, masa depan kini kian gelap.

ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Kuliner Prancis Autentik di Pekan Gastronomi Le Goût de France 2025

Surabaya, 2 Oktober 2025 – ARTOTEL TS Suites Surabaya turut berpartisipasi dalam perhelatan tahunan Pekan Gastronomi Le Goût de France – Cita Rasa Prancis 2025, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Institut Prancis Indonesia (IFI), dan Business France. Acara yang berlangsung dari 1 hingga 11 Oktober 2025 di berbagai kota di Indonesia ini dimeriahkan oleh ARTOTEL dengan menghadirkan sajian spesial menu Prancis autentik di One Deck Gastropub.

Selama periode promosi, One Deck Gastropub menawarkan tiga hidangan istimewa yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman kuliner Prancis yang tak terlupakan. Menu yang disajikan meliputi:

  • French Steak au Poivre (IDR 231.000++): Striploin panggang dengan saus lada hitam, disajikan dengan sayuran segar dan kentang tumbuk lembut.
  • Chicken Cordon Bleu (IDR 88.000++): Dada ayam berisi keju dan bacon yang digoreng renyah, dilengkapi dengan kentang tumbuk.
  • Cherry Clafoutis with Vanilla Ice Cream (IDR 55.000++): Kue tradisional Prancis berbahan ceri merah yang disajikan hangat dengan es krim vanila.

Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, menyatakan kebanggaannya dapat berpartisipasi kembali dalam acara internasional ini. “Melalui partisipasi ini, kami ingin memperkenalkan kekayaan kuliner Prancis kepada masyarakat Surabaya sekaligus menghadirkan pengalaman bersantap yang berbeda dan berkelas di One Deck Gastropub,” ujarnya. Partisipasi ini juga menegaskan komitmen ARTOTEL dalam memperkaya pilihan kuliner internasional bagi para tamu.

ID Internet Baru Tiongkok: Sensor Negativitas, Bungkam Perbedaan Pendapat

Antonio Graceffo

Administrasi Dunia Maya Tiongkok (Cyberspace Administration of China/CAC) pada September lalu meluncurkan kampanye dua bulan bertajuk “Clear and Bright, Rectifying Malicious Incitement of Negative Emotions.” Inisiatif ini memperluas sensor bukan hanya terhadap perbedaan politik atau isu sejarah sensitif, melainkan juga menyasar apa yang disebut otoritas sebagai “negativitas” di dunia maya, sikap pesimistis, hingga pandangan nihilistis.

Menurut CAC, tujuan kampanye adalah “meluruskan emosi negatif” dan mendorong terciptanya internet yang lebih “beradab dan rasional.”

Kampanye ini menargetkan konten yang dianggap melebih-lebihkan masalah sosial, menyebarkan rasa putus asa, atau mendorong sikap merendahkan diri sendiri serta tren gaya hidup seperti “lying flat.” Unggahan yang mempromosikan rasa lelah hidup atau narasi kalah sebelum berjuang, seperti “belajar itu sia-sia” atau “kerja keras itu percuma”, juga dilarang.

CAC menyoroti empat kategori utama di media sosial, video pendek, dan siaran langsung: menghasut permusuhan kelompok, menyebarkan kepanikan melalui bencana palsu atau rumor ekonomi, mendorong kekerasan daring lewat konten pertarungan atau gambar sadis, serta memperkuat emosi pesimistis lewat pesan yang kalah sebelum bertarung.

Langkah ini muncul di tengah rendahnya kepercayaan konsumen, tingginya pengangguran di kalangan muda, serta perlambatan pertumbuhan manufaktur dan ritel di Tiongkok. Sejumlah platform besar seperti Weibo, Kuaishou, dan Xiaohongshu telah dijatuhi sanksi karena gagal menekan konten “berbahaya,” mulai dari gosip selebritas hingga slogan pesimistis seperti “usaha itu sia-sia.”

Media pemerintah memuji kampanye ini sebagai upaya menjaga ketertiban dan kepercayaan sosial. Namun, sejumlah figur publik ikut menjadi sasaran. Tutor populer Zhang Xuefeng akunnya dibatasi, sementara kreator konten Hu Chenfeng postingannya dihapus setelah viral mengomentari ketidaksetaraan sosial.


Sensor Emosi yang Sulit Dikendalikan

Partai Komunis Tiongkok (PKT) boleh saja merasa mampu mengontrol segalanya, tetapi emosi masyarakat tak bisa diatur. Tidak seperti propaganda lain yang menggambarkan dunia luar secara negatif, kampanye ini justru berusaha meyakinkan warga bahwa kualitas hidup mereka tidak memburuk—sebuah misi yang sulit berhasil.

Kenyataannya, khususnya di kalangan muda, kesadaran akan sulitnya mendapat pekerjaan, membeli rumah, atau menikah karena gaji rendah dan prospek suram kian nyata. Paksaan Beijing tidak bisa serta-merta menghapus pesimisme yang beralasan.

Generasi muda Tiongkok bahkan menciptakan berbagai mekanisme bertahan bernuansa negatif, mulai dari “rat people,” “full-time children,” hingga budaya “pura-pura kerja.” Walaupun sensor bisa menandai istilah-istilah ini, mereka tak bisa menghentikan orang merasa pesimis atau berperilaku demikian.

Para pengguna internet muda juga cerdik. Mereka menciptakan kode atau emoji pengganti istilah yang disensor, sehingga percakapan tetap bisa berlangsung tanpa terdeteksi.


ID Internet Baru: Ancaman bagi Anonimitas

Beberapa pekan sebelum kampanye anti-pesimisme diluncurkan, PKT memperkenalkan sistem identifikasi internet baru yang dinilai mengancam kebebasan berekspresi dan anonimitas daring.

Dikembangkan Kementerian Keamanan Publik bersama CAC, program ini mengharuskan pengguna mendaftar melalui aplikasi nasional dengan kartu identitas dan pengenalan wajah. Setiap peserta akan mendapat “kode internet” dan “sertifikat internet” untuk mengakses layanan tanpa harus berulang kali memasukkan data pribadi. Dengan ID virtual terpusat ini, warga bisa masuk ke berbagai aplikasi media sosial dan situs.

Otoritas menyebut langkah ini sukarela, ditujukan untuk meningkatkan keamanan, melindungi data pribadi, dan mendukung ekonomi digital. WeChat sudah mulai mengadopsinya, dan besar kemungkinan ke depan semakin banyak layanan yang mewajibkan penggunaan ID ini.

Namun, para pengkritik menilai label “sukarela” tak akan bertahan lama, mengingat banyak kebijakan digital di Tiongkok yang awalnya opsional kemudian menjadi wajib.

Sistem ini memusatkan identitas pengguna dalam basis data yang dikelola pemerintah, memungkinkan pengawasan perilaku daring lebih presisi dari sebelumnya. Dengan menghubungkan seluruh aktivitas online ke satu ID, rezim bisa sekaligus membungkam, menghapus, atau memblokir seseorang di berbagai platform. Para ahli menyebut ini sebagai totalitarianisme digital, yang makin mengikis anonimitas internet di Tiongkok.

Kelompok hak asasi juga memperingatkan risiko keamanan siber. Basis data terpusat akan menjadi “tambang emas” bagi peretas maupun aparat keamanan negara. Tiongkok sudah pernah mengalami kebocoran besar, termasuk pada 2022 saat database kepolisian yang berisi data 1 miliar warga bocor.


Bagian dari Infrastruktur Pengawasan

ID Internet ini melengkapi serangkaian alat pengawasan yang sudah ada: Tembok Api Besar (Great Firewall), registrasi nama asli, sistem pengenalan wajah, kamera CCTV, program Sharp Eyes, database kepolisian berbasis cloud, hingga manajemen sosial bergaya grid. Semuanya memungkinkan aparat keamanan negara langsung menghubungkan aktivitas daring dengan pemantauan di dunia nyata.

Ironisnya, salah satu topik yang turut disensor adalah soal sensor itu sendiri. Profesor hukum ternama Universitas Tsinghua, Lao Dongyan, membandingkan sistem baru ini dengan “memasang alat pengintai di setiap aktivitas daring individu.” Tak lama setelah diunggah di Weibo, postingan itu dihapus dengan alasan “melanggar aturan,” dan akunnya dibekukan selama tiga bulan.

Secara keseluruhan, ID Internet ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Beijing untuk menghapus anonimitas daring dan memperluas pengawasan hingga ke tingkat individu. Dengan sistem ini, PKT bisa lebih ketat mengendalikan percakapan publik dan membungkam ungkapan kekecewaan generasi muda Tiongkok yang kerap dijuluki “generasi hilang.”

Meski sebagian anak muda mencari cara untuk menghindari sensor, banyak warga akan memilih menyensor diri sendiri karena takut terdeteksi aparat keamanan. Bahkan upaya mengakali sensor pun semakin sulit seiring makin canggihnya kecerdasan buatan dalam membaca bahasa sandi pengguna internet.

Pada akhirnya, ini semua hanyalah bagian dari pola lama PKT. Alih-alih memperbaiki kehidupan rakyat, Partai justru memastikan agar orang tak bisa mengatakan bahwa hidup mereka makin memburuk. Hal ini mengingatkan pada lelucon era Soviet: seorang asing bertanya, “Bagaimana keadaan di Uni Soviet?” Seorang Rusia menjawab, “Tidak bisa mengeluh.”


Artikel opini ini ditulis oleh Antonio Graceffo, Ph.D., analis ekonomi Tiongkok yang telah lebih dari 20 tahun tinggal di Asia. Ia lulusan Universitas Olahraga Shanghai, meraih MBA dari Universitas Jiaotong Shanghai, dan mempelajari keamanan nasional di American Military University.

Bank Indonesia Jatim Perkuat Ekspor dan Investasi melalui Transaksi Lokal

Surabaya, 29 September 2025 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur menyelenggarakan diskusi publik Jatim Talk dengan tema “Local Currency Transaction: Memperkuat Ekspor dan Investasi untuk Mewujudkan Ekonomi Jawa Timur yang Resilien, Inklusif, dan Berdaya Saing”.

Acara ini digelar untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025 yang didorong oleh kinerja ekspor dan investasi. Dalam sambutannya, Ketua ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur, Prof. Dr. Drs. Soni Harsono M.Si, menekankan pentingnya akselerasi perekonomian Jatim melalui perdagangan luar negeri dan investasi.

Kepala KPwBI Jawa Timur, Ibrahim, menyoroti kontribusi signifikan sektor ekspor dan investasi terhadap PDRB Jatim, masing-masing sebesar 47,57% dan 26,87%. “Keunggulan ekspor dan investasi di Jawa Timur tercermin dari indeks daya saing yang tinggi dan investasi yang efisien,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan posisi strategis Jatim sebagai “Gerbang Baru Nusantara” yang perlu dioptimalkan untuk kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional. “Sektor perdagangan luar negeri perlu diperkuat melalui optimalisasi Local Currency Transaction (LCT),” ujarnya.

Diskusi yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, perbankan, dan KPwBI Malang, Kediri, serta Jember ini juga menghadirkan paparan dari Kementerian Perdagangan RI, Bank Indonesia, dan Bank Central Asia sebagai perwakilan bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

Beberapa poin kunci yang mengemuka dalam diskusi adalah:

  • Penerapan LCT mempermudah hubungan bisnis dengan mitra dagang strategis.
  • Mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi perdagangan dan investasi.
  • Dukungan 27 bank ACCD dalam memfasilitasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, KPwBI Jatim menyerahkan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bappeda. Laporan ini berfungsi sebagai bahan asesmen dan outlook ekonomi, serta bentuk kontribusi KPwBI dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan sesuai dengan Asta Cita.

Palestina Kejutkan Dunia! Ajukan Diri Gabung BRICS di Tengah Konflik Membara

EtIndonesia. Dubes Palestina untuk Rusia, Abdel Hafiz Nofal, secara resmi mengonfirmasi bahwa Palestina telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan kelompok ekonomi dan politik BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan).

Permohonan Melalui Status Pengamat

Menurut pernyataan Nofal, Palestina tidak langsung meminta keanggotaan penuh, melainkan mengajukan diri sebagai observer (pengamat) terlebih dahulu. Status ini dianggap sebagai langkah awal yang lebih realistis sebelum mengajukan keanggotaan permanen.

“Palestina ingin memperluas jaringan diplomasi internasionalnya dan melihat BRICS sebagai platform strategis untuk memperjuangkan kepentingan bangsa,” ujar Nofal dalam wawancara di Moskow.

Tantangan Berat: Ekonomi Lemah dan Konflik Tak Berkesudahan

Langkah ini dipandang ambisius, mengingat Palestina menghadapi sejumlah hambatan besar:

  • Ekonomi yang rapuh, sangat bergantung pada bantuan internasional.
  • Politik domestik yang terpecah, terutama perbedaan tajam antara Fatah di Tepi Barat dan Hamas di Gaza.
  • Konflik berkepanjangan dengan Israel, yang hingga kini belum menemukan jalan keluar damai.

Pengamat menilai, ketiga faktor tersebut akan menjadi ujian utama bagi kemungkinan diterimanya Palestina dalam lingkaran BRICS.

Reaksi dan Skeptisisme

Kabar ini memicu beragam reaksi, baik di media maupun di ruang publik.

  • Seorang warganet menyindir tajam: “Palestina belum jadi anggota penuh PBB, tapi sudah mau gabung BRICS. Itu seperti bolos sekolah lalu ikut ujian masuk universitas.”
  • Ada pula peringatan dari kalangan analis bahwa penerimaan Palestina berpotensi membawa “api dalam sekam” bagi BRICS, terutama karena dominasi Hamas di Gaza yang oleh banyak negara Barat dikategorikan sebagai organisasi teroris.

BRICS di Tengah Perubahan Global

Permohonan Palestina datang di saat BRICS sedang bertransformasi menjadi blok ekonomi-politik yang semakin besar pengaruhnya. Tahun 2024 lalu, BRICS memperluas keanggotaannya dengan mengundang negara-negara baru, termasuk Arab Saudi, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.

Langkah ini menunjukkan keinginan BRICS untuk tampil sebagai penyeimbang dari dominasi Barat (G7 dan NATO), terutama dalam isu perdagangan, energi, serta geopolitik.

Peluang dan Tantangan Palestina

Jika diterima, kehadiran Palestina di BRICS – meski hanya sebagai pengamat – bisa memberi beberapa keuntungan strategis:

  • Dukungan diplomatik lebih luas untuk isu Palestina di forum internasional.
  • Peluang ekonomi melalui kerja sama dengan negara-negara anggota yang memiliki cadangan energi dan modal besar.
  • Penguatan posisi politik dalam menghadapi Israel di forum multilateral.

Namun, skeptisisme tetap besar. Sejumlah pihak menilai Palestina akan kesulitan membuktikan bahwa mereka memiliki stabilitas internal yang cukup untuk bisa diakui sebagai mitra yang kredibel dalam sebuah kelompok ekonomi besar.

Kesimpulan:
Pada 26 September 2025, langkah Palestina mengajukan diri bergabung dengan BRICS menandai babak baru diplomasi mereka di tengah konflik panjang dengan Israel. Namun, jalan menuju keanggotaan penuh masih sangat panjang dan penuh rintangan, baik dari sisi internal maupun geopolitik global.

Kasus Pelecehan Terbaru Mengungkap Pola Represi Terkait dengan Partai Komunis Tiongkok di Australia

Dari serangan fisik hingga ejekan verbal, bagaimana praktisi Falun Gong menghadapi intervensi berkelanjutan Partai Komunis Tiongkok di ibu kota Australia

EtIndonesia. Apa yang seharusnya menjadi hari damai bagi Nancy Dong di Festival Floriade Canberra berubah menjadi pengalaman buruk.

Sekitar pukul 15.30 pada 20 September 2025, Dong bersama dua warga Canberra lainnya mengaku didatangi sekelompok pemuda Tiongkok yang melontarkan ejekan.

Dong, bersama Floria Mao dan Alice Lu—ketiganya praktisi Falun Gong—sedang memperagakan latihan dan membagikan selebaran di Floriade, festival tahunan bunga dan hiburan di ibu kota Australia.

Menurut kesaksian, seorang pemuda mendekati Mao dan dalam bahasa Mandarin berkata: “Kami datang untuk menyerang kalian!”

Seorang pemuda Tiongkok dituduh mengejek secara verbal para praktisi Falun Gong, sementara rekannya merekam insiden tersebut di Festival Floriade di Canberra, Australia, pada 20 September 2025. Foto: Nancy Dong

Dong mengatakan para pemuda itu mengulang tuduhan fitnah yang sebelumnya disebarkan media resmi partai komunis Tiongkok, lalu bergema di media sosial Tiongkok dan sebagian media Barat.

Ejekan tersebut menyinggung Falun Gong, pendirinya, serta Shen Yun—grup seni pertunjukan yang mempromosikan budaya tradisional Tiongkok.

Peristiwa itu berlangsung sekitar 10 menit dengan para pemuda merekam kejadian tersebut. Kasus ini dilaporkan ke Kepolisian Wilayah Ibu Kota Australia (ACT Policing), namun karena tidak ada kekerasan fisik, proses hukum tidak dilanjutkan.

Lu, yang sudah tinggal 14 tahun di Australia, menilai komentar para mahasiswa terdengar seperti hasil hafalan.

 “Dia terus mengulang fitnah PKT terhadap Falun Gong dengan nada yang konsisten,” ujarnya.

Falun Dafa, atau Falun Gong, adalah latihan spiritual yang memadukan meditasi dengan ajaran berbasis prinsip kejujuran, belas kasih, dan toleransi. Sejak diperkenalkan Master Li Hongzhi di Tiongkok pada 1992, praktik ini berkembang ke lebih dari 100 negara dengan jutaan pengikut.

Namun, popularitas tersebut dianggap ancaman bagi otoritas Beijing. Pada Juli 1999, mantan pemimpin PKT Jiang Zemin melancarkan penindasan brutal terhadap Falun Gong, termasuk pelanggaran HAM luas seperti pengambilan organ paksa. Represi juga merambah ke luar negeri melalui kelompok komunitas Tionghoa di diaspora dan sejumlah institusi Barat.

Diserang karena Spanduk Kritik PKT

Pada Floriade 2022, Dong pernah diserang dua pria Tiongkok setelah memergoki mereka merusak mobilnya yang memasang spanduk mengkritik PKT. Ia mengalami memar di lengan dan cedera di bagian bawah tubuh hingga harus berjalan dengan tongkat.

Pelaku, Kang Zhao, ditangkap polisi saat hendak meninggalkan Australia pada Desember 2022. Pengadilan Magistrat ACT menjatuhkan denda 3.000 dolar Australia pada Maret 2023.

Meski sempat trauma dan mengalami sakit dada, Dong tetap berharap pelaku menyadari kesalahannya.

 “Saya berharap Anda bisa memahami bahwa PKT bukanlah Tiongkok. Tolong jangan lagi menyakiti orang lain atas nama patriotisme, dan hormati kebebasan berekspresi,” kata Dong kala itu.

Kekhawatiran Global soal Represi Transnasional

Insiden Floriade terbaru terjadi di tengah peringatan Kelompok Tujuh (G7) soal “represi transnasional” (TNR), bentuk intervensi asing yang kian agresif.

Strategi ini menimbulkan efek jera bagi mereka yang berbicara menentang pelanggaran HAM atau mengkritik rezim luar negeri yang melakukannya.

“TNR sering menyasar pembangkang, jurnalis, pembela HAM, kelompok minoritas agama, serta komunitas diaspora,” bunyi pernyataan G7.

Sementara otoritas Selandia Baru secara tegas menyebut PKT sebagai rezim asing paling aktif berupaya memanipulasi pemerintahan dan masyarakatnya.

 “Negara asing menggunakan berbagai taktik untuk mengintimidasi pembangkang, mulai dari memotret terang-terangan, pelecehan daring, hingga memasukkan bisnis mereka ke daftar hitam,” menurut laporan Threat Assessment terbaru.

Mahasiswa Tiongkok Mengancam Pemilik Toko Agar Menyingkirkan  Epoch Times

Rekam jejak represi semacam ini di Canberra bukan hal baru. Pada 2015, seorang mahasiswa Tiongkok di Universitas Nasional Australia menekan apotek kampus agar menghentikan distribusi gratis koran berbahasa Mandarin Epoch Times—media yang berdiri pada 2000 untuk mengungkap penindasan Falun Gong.

“Dia bilang mahasiswa Tiongkok akan memboikot kami,” ujar Kim Nguyen, pemilik apotek, kepada Australian Financial Review. “Sikapnya sangat agresif, bahkan mengancam bisnis kami akan hancur jika tidak menyingkirkan koran itu.”

Nguyen menuturkan, ironisnya, sangat sedikit mahasiswa Tiongkok yang benar-benar membaca atau mengambil koran tersebut.

 “Itu sebabnya saya kaget dengan reaksinya,” katanya.

Mahasiswa yang memaksa penghapusan koran itu diketahui menjabat sebagai ketua Perhimpunan Mahasiswa dan Sarjana Tiongkok (CSSA). Organisasi yang semestinya mendukung pelajar Tiongkok ini kerap dikritik karena membantu Partai Komunis Tiongkok memata-matai mahasiswa, serta mengerahkan mereka melawan pandangan berbeda.


Laporan ini disusun oleh Rachel Qu, Daniel Y. Teng, dan Alfred Bui.