Wapres Gibran Rakabuming Tinjau Penanganan Banjir di Bali dengan Didampingi Kepala BNPB

DENPASAR – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming dalam rangka peninjauan pasca banjir yang melanda wilayah Provinsi Bali pada Jumat (12/9/2025).

Wapres Gibran meninjau dua pos pengungsian, yaitu Banjar Tohpati dan Banjar Sedana Mertha Ubung yang berada di Kota Denpasar.

Wapres pun menyapa dan berdialog dengan para warga terdampak banjir, tak lupa dirinya menyampaikan turut berduka dan memberikan motivasi agar warga tetap semangat menjalani hari-hari ke depan setelah terdampak banjir.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M., (kemeja dan rompi hijau) saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming berdialog dengan pengungsi di Banjar Tohpati, Kota Denpasar, Bali pada Jumat (12/9).

“Bapak dan Ibu tenang semua, nanti akan dibantu oleh pemerintah,” ucap Wapres Gibran.

Lebih lanjut, Wapres Gibran menjelaskan kepada warga bahwa penanganan terus dilakukan kolaborasi semua pihak mulai dari pusat hingga daerah.

“Nanti yang rumah dan toko yang rusak akan diperbaiki,” ujarnya.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M., (kemeja dan rompi hijau) saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali pada Jumat (12/9).

Kemudian, Wapres Gibran turut mengapresiasi upaya penanganan darurat yang dikoordinir Kepala BNPB yang sejak hari pertama terjadi banjir telah tiba di Bali.

“Terima kasih sekali kepada Kepala BNPB dan forkopimda,” tutup Wapres Gibran

Selain meninjau pos pengungsian, rombongan turut mengunjungi rumah korban yang meninggal dunia dan meninjau Pasar Badung yang sampai saat ini masih dalam proses pembersihan dari sisa material banjir dan penyedotan tempat parkir basement.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M., (kemeja dan rompi hijau) saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali pada Jumat (12/9).

Kondisi Pasar Bandung per hari ini tim gabungan telah berhasil menguras air yang merendam basement 1 dan akan meneruskan pengurasan di basement 2 dengan ketinggian muka air hampir mencapai 2 meter. Selain itu sebanyak 2 kendaraan roda empat dan 43 motor berhasil dievakuasi keluar dari basement.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB menyatakan kehadiran Wapres Gibran sebagai perintah Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah selalu hadir.

“Sejak 10 September 2025, saya diperintah oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk segera datang ke Bali, melakukan langkah-langkah penanganan. Hari ketiga ini ditandai dengan kedatangan Bapak Wakil Presiden,” kata Suharyanto dalam siaran pers Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Selanjutnya, Suharyanto mengungkap pengkinian situasi bahwa seluruh banjir sudah surut dan proses penanganan bencana banjir masih terus berupaya melakukan yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak.

“Untuk banjir di Bali yang tanggal 10 sangat masif diberitakan, sekarang dinyatakan selesai tidak ada lagi genangan air dimanapun. Pengungsi seluruh Bali tinggal 185 orang dan itupun kalau malam tinggal di titik pengungsian, siang kembali ke rumah masing-masing untuk bersama satgas gabungan membersihkan rumahnya,” ungkapnya.

“Proses pembersihan kita lanjut ke tahapan rehabilitasi rekonstruksi. Semua kebutuhan masyarakat ini dibantu secara kolaborasi antara pemerintah kota kabupaten dan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat lewat BNPB dan kementerian lembaga terkait lainnya,” tutur Suharyanto.

Menindaklanjuti masih adanya korban yang dilaporkan hilang, Kepala BNPB menegaskan tim gabungan terus berupaya pencarian secara maksimal.

“Satgas gabungan akan tetap mencari korban hilang, golden time dalam pencarian korban itu enam atau tujuh hari,” pungkasnya.

Pasangan di Tiongkok Menggelar Pernikahan Sederhana, Menyumbangkan Tabungannya untuk Membantu 3 Anak Yatim Piatu

EtIndonesia. Sepasang pengantin baru Tiongkok yang mengabaikan etiket pernikahan tradisional demi berhemat dipuji karena menggunakan tabungan mereka untuk membantu tiga anak yatim piatu.

Mempelai pria, yang akrab disapa Liu Mancang, mengunggah video pidato pernikahannya secara daring pada 1 September.

Liu mengatakan dia dan istrinya memilih menggelar pernikahan sederhana karena ingin menyumbangkan uang tabungan mereka untuk tiga anak.

Pernikahan tersebut digelar di kampung halaman Liu di Provinsi Shandong, Tiongkok timur, sebuah tempat yang dikenal menjunjung tinggi adat istiadat tradisional.

Namun, pasangan pengantin baru ini mengabaikan banyak ritual yang dianggap penting dalam pernikahan Tionghoa, seperti menaiki mobil pengantin, menghadirkan pembawa acara, dan menghiasi aula pernikahan dengan dekorasi mewah.

Mereka bahkan menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat foto latar belakang secara gratis.

Liu mengatakan kepada media Tiongkok daratan, Haibao News, bahwa mereka menyumbangkan uang tabungan tersebut kepada seorang anak yatim piatu dan dua anak yatim piatu de facto, anak-anak yang orangtuanya masih hidup tetapi tidak mampu mengasuh mereka.

Kedua orangtua dari salah satu anak yatim piatu de facto yang mereka bantu adalah penyandang disabilitas.

Mereka menghubungi ketiga anak tersebut melalui Federasi Amal Tiongkok dan pejabat setempat.

Mereka juga mengunjungi keluarga-keluarga tersebut untuk mendoakan mereka.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan cara yang bermanfaat bagi orang lain. Kami berharap keluarga-keluarga yang memiliki masalah dapat menerima lebih banyak kasih sayang dan bantuan dari masyarakat,” kata Liu.

Pidatonya di upacara tersebut dijuluki “pidato pernikahan paling keren”.

Liu lahir pada tahun 1980-an dan istrinya pada tahun 1990-an. Dia mengatakan orangtua mereka memahami keputusan mereka.

Mereka tidak mengundang banyak tamu, hanya mengundang keluarga dan teman-teman.

Liu mengatakan ini bukan pertama kalinya dia beramal dan bahwa dia dan istrinya akan terus berbuat baik.

Dia mengatakan videonya telah ditonton 7 juta kali dan mendapatkan 260.000 suka.

“Ini adalah pernikahan paling bermakna yang pernah saya lihat. Kalian adalah pasangan yang penuh cinta. Saya berharap kalian bahagia bersama seumur hidup,” kata seorang pengamat daring.

“Ini bukan hanya tentang menabung, tetapi juga tentang menerangi jalan cerah menuju masa depan bagi tiga anak. Ini adalah hadiah pernikahan terindah yang pernah saya lihat,” kata yang lain.

“Ini adalah pernikahan yang patut kita tiru,” kata pengamat ketiga.(yn)

Korban Jatuhnya Helikopter Intan Angkasa di Timika  Berhasil Dievakuasi

EtIndonesia. Seluruh korban jatuhnya Helikopter Intan Angkasa di pegunungan Jila, Timika, Papua Tengah pada Kamis (11/09/2025)  berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Heli ini jatuh pada Rabu (11/09/2025). Evakuasi dilakukan esok harinya dikarenakan cuaca tidak mendukung.

“4 korban jatuhnya Helikopter PK IWS berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan di Bandara Mozes Kilangin Timika. 4 korban dinyatakan meninggal dunia selanjutnya diserahkan kepada perwakilan pihak keluarga korban,” demikian keterangan tertulis Basarnas. 

Sejak Kamis (11/09/2025) tim SAR gabungan yang terdiri dari personil rescuer SAR Timika, TNI AU, TNI AD, Polri dan PT. Intan Angkasa menggunakan Helikopter PK IWD dan IWU menuju pengunungan Jila. Hal ini dalam rangka  melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya Helikopter Intan Angkasa.  

Tim SAR gabungan juga dalam proses evakuasi mendapatkan bantuan pengamanan udara dari Helikopter Caracal milik TNI AU. 

Setelah seluruh korban dinyatakan berhasil dievakuasi ke Timika maka Operasi SAR terhadap jatuhnya Helikopter PK IWS di pegunungan Jila diusulkan tutup. Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. 

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat memberikan keterangan pers (Dok Basarnas)

Sebelumnya, kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii merilis bahwa heli Intan Angkasa melaksanakan misi mengangkut logistik ke daerah-daerah pedalaman bersama heli pk-iwd. 

Disebutkan, saat melakukan penerbangan kedua helikopter saling berkomunikasi namun cuaca saat itu kurang baik, karena adanya angin kencang, hujan dan awan tebal sehingga menyebabkan komunikasi kedua heli tersebut terputus-putus.

Heli PK-IWD berhasil landing di timika namun heli PK-IWS hilang kontak. Saat heli pk-iwd terbang kembali dari timika menuju pengunungan illaga sambil melakukan upaya pencarian terhadap heli PK-IWS. Akhirnya, berhasil menemukan posisi heli pk-iws di lereng pegunungan pada ketinggian sekitar 3695 mdpl (meter diatas permukaan laut).  (asr)
Suasana pegunungan Lokasi jatuhnya Helikopter (Dok Basarnas)
Proses evakuasi korban helikopter yang jatuh (dok Basarnas)
Proses evakuasi korban helikopter yang jatuh (dok Basarnas)
Proses evakuasi korban helikopter yang jatuh (dok Basarnas)
Proses evakuasi korban helikopter yang jatuh (dok Basarnas)
Proses evakuasi korban helikopter yang jatuh (dok Basarnas)
Proses evakuasi korban helikopter yang jatuh (dok Basarnas)

Seorang Pengacara Kepailitan Mark Zuckerberg Gugat CEO Meta

EtIndonesia. Seorang pengacara kepailitan asal Indiana bernama Mark Zuckerberg telah mengajukan gugatan terhadap CEO Meta yang namanya sama dengan namanya karena berulang kali diblokir di platform sosialnya.

Menjadi Mark Zuckerberg memang tidak mudah. ​​Bukan, bukan pendiri Facebook, melainkan seorang pengacara kepailitan asal Indiana yang hidupnya terdampak negatif karena menggunakan nama yang sama dengan pakar teknologi muda tersebut.

DIa tidak hanya menerima lebih dari 100 email setiap hari dari orang-orang yang mengira mereka sedang menulis surat kepada CEO Meta, tetapi dia juga jarang bisa membuat reservasi di restoran tanpa diganggu karena orang-orang mengira dia orang iseng. Namun, yang paling membuatnya kesal adalah dia diblokir di Facebook dan Instagram meskipun telah menginvestasikan puluhan ribu dolar untuk iklan hanya karena namanya Mark Zuckerberg.

Sejak 2017, halaman iklan Mark Zuckerberg telah dinonaktifkan lima kali karena diduga meniru pendiri Meta yang terkenal itu. Rasanya menjengkelkan, mengingat dia telah menggunakan nama tersebut jauh lebih lama dan telah berpraktik hukum kepailitan sejak Zuckerberg dari Facebook berusia tiga tahun. Dia mengaku kehilangan 11.000 dolar dalam biaya iklan karena tidak pernah mendapatkan pengembalian dana ketika halamannya dinonaktifkan karena diduga meniru Zuck.

“Kami menghapus halaman Anda karena Anda mencoba meniru pendiri kami. Usaha yang bagus, Zuck palsu!” Inilah pesan yang diterima pengacara Indiana tersebut setiap kali halaman iklannya dinonaktifkan di Facebook.

Dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya adalah Mark Zuckerberg, jadi setelah pemblokiran terakhirnya, dia memutuskan untuk mengajukan gugatan terhadap Meta.

Dalam pengaduannya, pengacara tersebut membagikan salinan rangkaian surel dari tahun 2020 yang merujuk pada fakta bahwa dia telah menghubungi Meta tentang pemblokiran yang berulang sejak tahun 2017.

“Juga, jika Anda kebetulan bertemu dengan Mark Zuckerberg yang lebih muda dan lebih kaya, beri tahu dia bahwa saya menyapanya dan dia membuat saya sangat kesal setiap hari,” tulis pengacara tersebut dalam salah satu surel kepada Meta.

Menyusul gugatan pengacara Mark Zuckerberg dan kehebohan di sekitarnya, Meta telah mengakui situasi yang aneh ini, dan berjanji untuk menemukan solusi.

“Kami tahu ada lebih dari satu Mark Zuckerberg di dunia. Kami sedang berupaya mencegah hal ini terjadi lagi,” demikian pengumuman platform tersebut.

“Hidup saya terkadang terasa seperti iklan Michael Jordan dari ESPN, di mana nama orang biasa selalu menyebabkan kesalahan ketik,” keluh Mark Zuckerberg. (yn)

Semakin Malas Seseorang, Semakin Pandai Dia Menemukan Cara Sederhana untuk Melakukan Hal Hebat

EtIndonesia. Kenapa saya ingin membiasakan diri menulis jurnal?

Alasannya mirip dengan kenapa saya rutin mencatat keuangan setiap bulan.

·        Mencatat keuangan membantu saya mengontrol pengeluaran, melihat pola penggunaan uang, dan menghentikan kebiasaan boros.

·        Menulis jurnal membantu saya meninjau bagaimana saya menggunakan waktu bebas saya setiap hari (waktu di luar jam kerja, termasuk akhir pekan).

Dengan jurnal, saya bisa tahu apakah target olahraga mingguan saya tercapai, apakah saya konsisten memperbarui website yang saya kelola, atau apakah rencana membaca dan belajar saya sudah benar-benar berjalan.

Cukup dengan mencatat hal-hal yang sudah dilakukan dan rencana yang akan datang, saya bisa menghindari hidup yang terbuang sia-sia. Waktu adalah aset paling adil: ia tidak bertambah untuk orang kaya, dan tidak melambat untuk orang yang sedang panik. Jadi, yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakannya dengan bijak.

Ritual Membuka Kembali Jurnal Lama

Saya pribadi suka sekali membaca ulang catatan dan jurnal lama. Melihat tulisan tangan yang padat memberi kesan hidup saya terasa penuh arti, bahkan menghadirkan nostalgia yang hangat.

Bagi saya, membuka jurnal lama bagaikan membuka kapsul waktu, seakan-akan saya sedang menikmati kembali potongan hidup yang pernah saya simpan.

Tapi masalahnya, kebiasaan menulis jurnal saya sering putus nyambung. Ada banyak halaman kosong karena rasa malas yang sering datang.

Menemukan Akar Masalah

Saya sadar bahwa saya tidak pernah benar-benar menjadikan menulis jurnal sebagai kebiasaan, apalagi target harian. Biasanya saya hanya menulis kalau kebetulan ingat, atau kalau lagi mood. Akibatnya, begitu merasa capek atau malas, kegiatan itu langsung terabaikan.

Kesalahan lain: saya terlalu membuat aturan ribet. Harus ada kategori, harus ada warna pena berbeda, harus rapi—akhirnya menulis jurnal jadi rumit dan melelahkan. Padahal, yang penting itu menulis setiap hari, bukan menghasilkan catatan yang indah.

Metode “Orang Malas”: Hasil Maksimal dengan Cara Termudah

Saya lalu mencoba cara baru: membuat tabel kebiasaan. Saya tulis kegiatan harian yang ingin saya lakukan: olahraga, menggambar, menulis artikel, latihan gitar, membaca buku. Kalau hari itu berhasil melakukannya, saya cukup memberi tanda centang. Setelah sebulan, progres terlihat jelas, dan itu memberi rasa puas.

Selain itu:

·        Setiap bulan saya membuat kolase foto untuk mengingat momen penting seperti liburan, perayaan, atau kumpul keluarga.

·        Untuk pekerjaan, saya menulis jurnal singkat harian. Catatan sederhana ini mempermudah saat harus membuat laporan kerja bulanan.

·        Semua agenda yang berhubungan dengan tanggal saya catat di kalender ponsel agar bisa disetel pengingatnya.

Dengan cara-cara sederhana ini, hasil yang didapat jadi jauh lebih besar. Efisiensi meningkat, tanpa terasa terbebani.

Pada Intinya: Kemalasan Justru Mendorong Inovasi

Kalau dipikir-pikir, banyak kemajuan teknologi lahir dari “kemalasan” manusia. Kita ingin hidup lebih nyaman dan praktis, maka diciptakanlah: robot pembersih lantai, mesin pencuci piring, penerjemah elektronik, mobil tanpa sopir, dan lain-lain.

Jadi benar juga kalau dikatakan, yang mendorong peradaban maju adalah “kemalasan”.
Bukan berarti pasrah dan tidak melakukan apa-apa, tapi tahu bagaimana menggunakan energi seminimal mungkin untuk hasil maksimal.

Seperti prinsip Tai Chi: mengalir bersama kekuatan, bukan melawannya; menggunakan kelembutan untuk mengatasi kesulitan.

Dan mungkin, memang begitulah cara orang pintar menjalani hidup. (jhn/yn)

Perkenalkan Diella, ‘Menteri AI’ Pertama di Dunia yang Ditugaskan untuk Memberantas Korupsi di Albania

EtIndonesia. Albania telah menjadi negara pertama di dunia yang menunjuk seorang ‘menteri AI’ — bukan seseorang yang mengawasi pertumbuhan dan penggunaan kecerdasan buatan yang etis di negara tersebut, melainkan seorang anggota pemerintahan virtual, yang terbuat dari piksel dan kode. Menteri AI tersebut bernama Diella — yang berarti ‘matahari’ dalam bahasa Albania — dan ditugaskan untuk memberantas korupsi, menurut Perdana Menteri Albania, Edi Rama.

Saat memperkenalkan kabinet barunya pada rapat Partai Sosialis setelah kemenangan besar dalam pemilu di bulan Mei, Rama mengatakan Diella akan mengawasi tender publik, menjanjikan kecerdasan buatannya akan membuat pemerintahannya “bebas korupsi”.

“Diella adalah anggota kabinet pertama yang tidak hadir secara fisik, tetapi secara virtual diciptakan oleh AI,” kata Rama, memperkenalkannya.

DIa akan membantu menjadikan Albania “sebuah negara di mana tender publik 100% bebas dari korupsi.”

Rama, yang memenangkan masa jabatan keempat dalam pemilu, menambahkan bahwa Diella akan dipercayakan dengan semua keputusan tender publik, menjadikan setiap dana publik yang diajukan ke prosedur tender “sangat transparan.”

Masalah Korupsi Albania

Pemberian tender publik telah lama menjadi sumber skandal korupsi di Albania, sebuah negara Balkan berpenduduk 2,8 juta jiwa yang menurut para ahli merupakan pusat bagi geng-geng yang berusaha mencuci uang mereka dari perdagangan narkoba dan senjata di seluruh dunia, dan di mana korupsi telah mencapai koridor kekuasaan.

Perjuangan melawan korupsi, khususnya dalam administrasi publik, merupakan kriteria utama dalam upaya Albania untuk bergabung dengan Uni Eropa. Rama bercita-cita untuk memimpin Albania ke dalam blok politik tersebut pada tahun 2030.

Pemerintah tidak memberikan detail tentang pengawasan manusia dalam pengoperasian Diella, atau membahas risiko bahwa seseorang dapat memanipulasi bot kecerdasan buatan tersebut.

Tentang Diella

Diella pertama kali diluncurkan pada bulan Januari sebagai asisten virtual bertenaga AI pada platform e-Albania, yang membantu warga dan pelaku bisnis memperoleh dokumen negara. Mengenakan pakaian tradisional Albania, dia memberikan bantuan melalui perintah suara dan menerbitkan dokumen dengan stempel elektronik, sehingga mengurangi penundaan birokrasi.

Sejauh ini, Diella telah membantu menerbitkan 36.600 dokumen digital dan menyediakan hampir 1.000 layanan melalui platform tersebut, menurut data resmi.

Awal tahun ini, Rama mengatakan bahwa Albania mungkin akan segera memiliki menteri digital atau bahkan perdana menteri yang menggunakan AI, tetapi hanya sedikit orang yang mengira hari itu akan tiba secepat itu. (yn)

Segala Sesuatu yang Terjadi Pasti Ada Alasannya

EtIndonesia. Pernah nggak kamu merasa, “Seharusnya begini baru masuk akal,” tapi pihak lain justru mengambil keputusan yang berbeda? Lalu kamu bertanya-tanya: kenapa dia berpikir begitu? Tindakan itu logis atau tidak? Apakah aku yang kurang pertimbangan, atau dia yang terlalu bodoh?

Sebenarnya, setiap hal yang kamu anggap tidak masuk akal, di baliknya selalu ada alasan yang menurut pihak lain masuk akal. Mengapa demikian? Karena ketika menghadapi suatu situasi, kita cenderung dipengaruhi oleh pemahaman dan pengalaman masa lalu kita sendiri—itulah yang membentuk pilihan spontan kita. Namun, jika kamu mencoba berdiri di posisi orang lain, sangat mungkin mereka punya pertimbangan dan alasan berbeda yang membuat mereka memilih demikian.

Contohnya, mungkin kamu pernah melihat seseorang terus-menerus mengeluh tentang atasan atau gaji yang rendah. Tetapi bertahun-tahun berlalu, dia tetap tidak resign. Sekilas tampak tidak logis. Namun, kalau dipikir lagi, alasannya bisa jadi karena dia sudah terbiasa dengan hidup yang stabil, enggan meninggalkan zona nyaman untuk menghadapi kemungkinan yang belum pasti—entah akan lebih baik atau justru lebih buruk. Bisa juga karena dia khawatir soal jaminan hidup setelah keluar, sehingga akhirnya memilih bertahan.

Kapan pun dan di mana pun, jika seseorang membuat keputusan yang melampaui ekspektasimu—yang menurutmu tidak masuk akal—cobalah tenang dulu. Pikirkan alasan di balik tindakannya. Latih diri untuk bertukar sudut pandang: seandainya kamu berada di posisinya, keputusan apa yang akan kamu ambil?

Perlu diingat, mencoba memahami bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain. Tujuannya adalah mengenali sisi kemanusiaan dan melihat logika yang melatarbelakangi tindakan mereka. Pada akhirnya, setiap peristiwa selalu punya alasannya masing-masing.(jhn/yn)

Komisi Prancis Merekomendasikan Pelarangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun

EtIndonesia. Sebuah komisi parlemen Prancis yang menyelidiki dampak psikologis TikTok merekomendasikan pelarangan media sosial untuk anak di bawah 15 tahun dan penerapan “jam malam digital” untuk anak berusia 15 hingga 18 tahun, menurut sebuah laporan yang dirilis Kamis (11/9).

Larangan semacam itu akan “mengirimkan sinyal kepada anak-anak dan orangtua bahwa sebelum usia 15 tahun,” media sosial “tidaklah berbahaya,” ujar Laure Miller, seorang anggota parlemen dan pelapor untuk komisi parlemen, kepada AFP.

Komisi tersebut dibentuk pada bulan Maret, setelah tujuh keluarga menggugat TikTok pada akhir tahun 2024 karena diduga mengekspos anak-anak mereka pada konten yang dapat mendorong mereka bunuh diri.

Komisi tersebut mendengarkan masukan dari keluarga yang anak-anaknya bunuh diri, para eksekutif media sosial, dan para influencer di TikTok — yang dimiliki oleh ByteDance yang berbasis di Tiongkok dan digunakan oleh jutaan anak muda di Prancis — sebelum mengeluarkan rekomendasinya.

Geraldine, 52, kehilangan putrinya, Penelope, karena bunuh diri pada usia 18 tahun. Setelah kematian putrinya, dia menemukan video-video menyakiti diri sendiri yang diunggah dan ditonton putrinya di TikTok.

“Sulit bagi kami sebagai orangtua untuk memoderasi semua ini,” ujarnya kepada AFP, sambil meminta agar nama belakangnya dirahasiakan.

TikTok secara rutin menyatakan bahwa memastikan keselamatan anak muda adalah “prioritas utamanya”.

Perusahaan tersebut menyatakan telah menghapus lebih dari 95 persen konten yang tidak pantas dalam 24 jam, dan 90 persen bahkan sebelum konten tersebut ditonton sekali pun.

Selain larangan untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun, komisi tersebut merekomendasikan jam malam digital bagi anak-anak berusia 15 hingga 18 tahun agar media sosial tidak dapat diakses antara pukul 22.00 dan 08.00.

Komisi tersebut merekomendasikan pelarangan media sosial bagi semua orang di bawah usia 18 tahun jika “jejaring sosial tidak memenuhi kewajiban hukumnya dengan memuaskan”, khususnya berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa, dalam waktu tiga tahun.

Dia juga merekomendasikan kampanye informasi yang luas tentang risiko media sosial, yang diikuti dengan pembentukan “tindak pidana kelalaian digital” bagi “orangtua yang tidak bertanggung jawab”.

Menurut Miller, pedoman Komisi Eropa baru-baru ini telah “membuka pintu bagi regulasi nasional”, yang kuncinya adalah “penerapan sistem verifikasi usia saat pendaftaran”.

Namun, langkah-langkah tersebut terhambat oleh keengganan platform, keterbatasan teknis, dan kekhawatiran akan pelanggaran kebebasan individu.

Beberapa negara Uni Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, dan Yunani, telah meminta Brussels untuk lebih mengatur penggunaan platform daring oleh anak-anak, di tengah kekhawatiran tentang sifat adiktifnya dan bahaya yang terkait dengan perundungan siber serta maraknya ujaran kebencian.(yn)

Indosat Ooredoo Hutchison Buka Peluang bagi Kreator Muda melalui Indonesia Creator Hub di Surabaya

0

Surabaya, 12 September 2025 – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali menghadirkan program Indonesia Creator Hub (ICH) sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan potensi anak muda Indonesia menjadi kreator konten andal. Setelah sukses digelar di Jabodetabek dan Manado, ICH kini hadir di Universitas Airlangga, Surabaya, melalui serangkaian kegiatan edukatif, workshop, dan kolaborasi bersama influencer inspiratif.

Program ini dirancang untuk mendukung ekosistem kreator muda yang berdampak, serta membuka peluang karir di industri kreatif yang terus berkembang pesat. Melalui ICH, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis dalam membuat konten berkualitas, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jejaring dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Fahd Yudhanegoro, EVP–Head of Java Circle Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan pentingnya peran anak muda dalam memajukan industri kreatif digital. “Indonesia memiliki potensi luar biasa di kalangan generasi muda. Melalui ICH, kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkembang,” ujarnya.

Data dari Indonesia Creator Marketing Report 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 500 kreator aktif berkarya di berbagai platform digital, seperti Instagram, YouTube, TikTok, Twitter (X), dan Facebook. Namun, banyak di antara mereka masih menghadapi tantangan, seperti repetitifnya konten, tekanan algoritma, dan minimnya dukungan finansial. ICH hadir sebagai solusi dengan memberikan akses pelatihan, komunitas, serta kesempatan untuk menghasilkan karya di Kuala Lumpur tanpa biaya.

Lastiko Endi Rahmayanto, Plt. Direktur Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni Universitas Airlangga, menyambut positif kolaborasi ini. “Fokus Unair adalah mencetak lebih banyak wirausahawan, termasuk melalui jalur content creator. ICH menjadi pintu masuk yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut,” tuturnya.

Selain mendapatkan pengetahuan langsung dari influencer berpengalaman, peserta ICH Surabaya juga berkesempatan menerima merchandise eksklusif dan sertifikat yang dapat menunjang portofolio mereka. Program ini juga membuka peluang kolaborasi dengan brand ternama serta tampil di platform ICH.

Pendaftaran ICH masih dibuka untuk peserta dari berbagai kota. Peserta terbaik akan dipilih untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://indonesiacreatorhub.com/join-us.

Indosat Ooredoo Hutchison berkomitmen terus mendukung inovasi dan kemajuan industri kreatif digital di Indonesia melalui berbagai inisiatif yang memberdayakan generasi muda.

Dari Gedung Parlemen Hingga Hotel Mewah, Gerakan Protes Nepal Sasar Kaum Elit

EtIndonesia. Ketika para pengunjuk rasa di Nepal menyerbu parlemen minggu ini dan memaksa perdana menteri untuk mundur, hotel-hotel dan hunian mewah diserang oleh pelaku pembakaran di tengah kemarahan atas gaya hidup mewah kaum elit di salah satu negara termiskin di dunia.

Demonstrasi tersebut, yang populer disebut sebagai protes “Gen Z” karena sebagian besar peserta berusia remaja atau awal 20-an, telah memicu pergolakan terburuk di Nepal dalam beberapa tahun terakhir, memaksa pemimpin yang tidak populer KP Sharma Oli untuk mengundurkan diri pada hari Selasa (9/9), sehari setelah 19 pengunjuk rasa tewas dalam kekerasan.

Korban tewas sejak itu meningkat menjadi 34 orang dan lebih dari 1.300 orang terluka, kata Kementerian Kesehatan Nepal.

Para pemimpin gerakan protes Gen Z menjauhkan diri dari serangan pembakaran dan menyalahkan para penyusup, tetapi para analis menunjukkan meningkatnya rasa frustrasi atas ketimpangan kekayaan di Nepal dan persepsi korupsi dalam kepemimpinan politik Nepal.

Sementara gedung parlemen, kantor perdana menteri, dan Mahkamah Agung masih terbakar, para pelaku pembakaran juga menyerang hotel-hotel bintang lima, termasuk Hilton, Hyatt Regency, dan Varnabas Museum Hotel.

Hyatt Regency, sebuah properti luas di dekat Stupa Boudhanath, salah satu situs Buddha terpenting di Nepal dan daya tarik bagi wisatawan, dirusak oleh para pengunjuk rasa, ungkap Bhushan Rane, manajer kantor depan hotel, kepada Reuters.

Tidak ada tamu atau staf yang terluka, tambah Rane. Akibat kerusuhan politik, hotel akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Pariwisata adalah urat nadi perekonomian Nepal.

Hotel Hilton, sebuah menara kaca bintang lima, juga dibakar, mengepulkan asap hitam ke langit. Kathmandu Hilton dibuka tahun lalu oleh Shahil Agrawal, pewaris bisnis baja Nepal yang kemudian menjadi konglomerat, Shanker Group.

Seorang juru bicara Hilton mengatakan properti tersebut telah ditutup setelah kerusakan yang terjadi selama protes, dan para tamu serta staf telah dievakuasi dengan selamat. Penilaian menyeluruh terhadap bangunan tersebut akan dilakukan, demikian pernyataan tersebut.

Rumah para politisi, termasuk Oli, juga diserang.

Ketimpangan

Gerakan Gen Z telah mendapatkan daya tarik dalam beberapa bulan terakhir dengan berkumpulnya unggahan di TikTok, Instagram, dan situs media sosial lainnya yang konon menunjukkan anak-anak para pemimpin politik Nepal menikmati gaya hidup mewah, mulai dari pakaian desainer hingga liburan mahal.

Sementara itu, ribuan orang, terutama anak muda, meninggalkan Nepal setiap hari untuk mencari peluang ekonomi di Timur Tengah, Malaysia, Korea Selatan, dan negara-negara lain.

“Itulah rasa frustrasi masyarakat umum,” kata Balaram K.C., seorang pensiunan hakim Mahkamah Agung dan pakar konstitusi.

“Kalian yang seharusnya menjalankan negara dengan jujur, kalian hanya mengurus diri sendiri dan keluarga kalian, bukan orang lain,” katanya.

Rajendra Bajgain, seorang anggota parlemen dari Partai Kongres Nepal, mengatakan pada hari Kamis bahwa hotel mewahnya, Museum Varnabas, juga menjadi sasaran pembakaran dan para tamu telah dievakuasi dengan selamat.

Setelah kematian para demonstran, Bajgain mengumumkan niatnya untuk mundur dari parlemen dan mengatakan dia bersimpati kepada para demonstran Generasi Z.

“Ketidakpuasan semacam ini terhadap korupsi telah meningkat cukup lama di Nepal,” ujarnya.(yn)

Menggapai Harapan dengan Merangkul Ketidakpastian (Bagian 1)

EtIndonesia. Dalam menulis maupun berolahraga, tidak ada jaminan bahwa semakin lama waktu yang kita curahkan akan langsung menghasilkan prestasi tertentu. Walau begitu, sekalipun hasilnya penuh ketidakpastian, kita tetap perlu melanjutkan. Mengapa? Karena hanya dengan memulai dan terus melangkah, kemungkinan demi kemungkinan baru akan tercipta.

Hukum Ketertarikan dan Pentingnya Tujuan

Dalam menerapkan law of attraction untuk mencapai apa yang diimpikan, langkah pertama adalah menentukan tujuan yang jelas. Hanya dengan begitu kita bisa mengukur jarak antara kondisi sekarang dengan tujuan tersebut.

Misalnya, targetmu adalah meraih penghasilan pasif hingga satu miliar rupiah. Dengan mengetahui posisi sekarang, kamu bisa melihat ruang usaha yang masih harus ditempuh.

Memang, kita bisa berpura-pura sudah berada di posisi itu—seolah-olah sudah merasakan kehidupan yang diimpikan. Namun, tetap saja akan ada fase penantian dan usaha yang tidak bisa dilewati begitu saja.

Hidup Selalu Sarat Ketidakpastian

Kita bisa dengan mudah berkata setelah kejadian:

·        “Kalau tahu saham itu tidak untung, mestinya aku beli yang lain.”

·        “Kalau tahu olahraga ini tidak membawaku juara, mestinya aku pilih cabang lain.”

Sayangnya, hidup tidak memberi ruang untuk “andai saja.” Baik dalam investasi, olahraga, maupun pilihan hidup lainnya—selalu ada ketidakpastian. Yang bisa kita lakukan hanyalah menentukan arah besar, lalu mencoba. Jangan sampai karena takut gagal, kita bahkan tidak berani melangkah.

Belajar dari Hambatan

Penulis Li Weiwen pernah berkata: “Hidup yang terlalu mulus tidaklah baik.”

Jika semuanya berjalan lancar, kita tidak akan punya dorongan untuk memperbaiki diri. Justru karena ada hambatan, manusia terdorong untuk berkembang.

Bayangkan seperti permainan RPG: ketika tokoh utama bertemu musuh kuat yang menghadang jalan, ia harus memperkuat timnya agar bisa menaklukkannya. Begitu pula dalam hidup—rintangan adalah pemicu untuk naik level.

Menemukan Hal yang Bisa Dijalani Seumur Hidup

Menentukan sesuatu untuk dijalani sepanjang hidup bukan berarti segalanya akan statis. Misalnya, kamu memilih untuk fokus pada investasi, menulis, dan olahraga.

·        Investasi akan berubah sesuai zaman.

·        Tema tulisan juga akan berbeda dari dekade ke dekade.

·        Jenis olahraga pun bisa berganti sesuai kondisi tubuh.

Namun esensinya sama: hal-hal itu membuat pikiran lebih jernih dan tubuh lebih bugar. Caranya bisa menyesuaikan keadaan, tapi komitmen untuk melanjutkannya tetap ada.

Dalam praktiknya, tentu ada masa sulit. Ada hari-hari ketika kita tahu harus menulis artikel, membaca laporan, atau menambah jam olahraga—namun semangat terasa hilang. Ketika itu terjadi, bersabarlah. Berhenti sejenak juga bagian dari perjalanan.

Tentang Investasi dan Rasa Ingin Berbagi

Ada orang yang ketika sudah mencapai kebebasan finansial memilih berhenti dan menikmati hidup. Namun, ada juga yang tetap menulis, membuat konten, dan berbagi wawasan. Mengapa?

Karena mereka menemukan kebahagiaan dalam memberi manfaat. Membaca tren ekonomi dunia setiap hari bukan beban, melainkan rutinitas yang memberi energi baru.

Mereka sadar, investasi tidak selalu berbanding lurus antara waktu yang dicurahkan dan hasil yang diperoleh. Sama halnya dengan menulis dan olahraga, hasil tidak pernah pasti. Namun, jika terus dilakukan, pintu kemungkinan akan selalu terbuka.

Kesimpulan Sementara

Hidup adalah ruang penuh ketidakpastian. Tidak ada jaminan usaha keras akan langsung berbuah hasil. Namun, tanpa usaha, tidak ada peluang sama sekali.

Kuncinya adalah: tentukan tujuan, jalani proses, hadapi hambatan, dan jangan berhenti bergerak. Karena hanya dengan begitu, setiap ketidakpastian bisa berubah menjadi kesempatan.(jhn/yn)

Trump Mendesak Uni Eropa Menargetkan Tiongkok dan India dengan Tarif Hingga 100 Persen karena Hubungan dengan Rusia

Presiden mengkritik Eropa karena gagal sepenuhnya melepaskan diri dari energi Rusia.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 9 September mendesak pejabat Uni Eropa agar memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap Tiongkok dan India, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut akan memberikan tekanan pada Presiden Rusia Vladimir Putin, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah ini kepada The Epoch Times, yang menguatkan laporan sebelumnya dari Reuters.

Tiongkok dan India telah membantu menjaga ekonomi Rusia tetap bertahan sejak invasi besar-besaran ke Ukraina dimulai pada 2022, dengan meningkatkan pembelian minyak Rusia meskipun sebagian besar negara lain mengurangi atau menghentikan impor.

Menurut Reuters, Trump mengajukan permintaan itu pada 9 September dalam sebuah panggilan konferensi dengan utusan sanksi Uni Eropa David O’Sullivan dan pejabat UE lainnya. Delegasi tersebut berada di Washington minggu ini untuk melakukan pembicaraan mengenai koordinasi sanksi.

Seorang diplomat UE mengatakan kepada Reuters bahwa Washington memberi sinyal bersedia memberlakukan tarif sendiri bersamaan dengan Eropa.

Jika diadopsi, langkah itu akan menandai perubahan dalam pendekatan UE, yang sejauh ini berfokus pada isolasi Rusia dengan sanksi, bukan dengan tarif.

Tiongkok menanggapi pada 10 September, dengan kementerian luar negerinya menyatakan menentang “tekanan ekonomi yang disebut-sebut” dan menolak penggunaan nama Tiongkok dalam diskusi mengenai Rusia.

Rata-rata bea masuk AS terhadap impor dari Tiongkok kini sekitar 50 persen, termasuk tarif 20 persen untuk fentanil, bea 25 persen di bawah Pasal 301 pada banyak barang, dan kenaikan terbaru menjadi 50 persen untuk baja, aluminium, dan produk lainnya di bawah Pasal 232.

Untuk India, Trump menaikkan tarif sebesar 25 poin persentase musim panas ini dan menggandakannya menjadi 50 persen pada 27 Agustus, mencakup berbagai produk termasuk pakaian, batu mulia, perhiasan, alas kaki, perlengkapan olahraga, furnitur, dan bahan kimia, dengan mengaitkan kenaikan tarif itu dengan hubungan ekonominya dengan Kremlin.

Ia mengkritik Eropa karena gagal sepenuhnya memutus hubungan dengan energi Rusia, mencatat bahwa UE masih menerima sekitar 19 persen impor gasnya dari Rusia pada 2024, meskipun telah berjanji untuk mengakhiri ketergantungan tersebut.

Kemudian pada 9 September, Trump menulis di media sosial bahwa Amerika Serikat dan India sedang bekerja untuk mengurangi hambatan perdagangan dan bahwa ia menantikan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Dalam sebuah unggahan media sosial yang dibagikan Trump di Truth Social, Modi mengatakan: “Saya yakin bahwa negosiasi perdagangan kita akan membuka jalan untuk mewujudkan potensi tak terbatas dari kemitraan India-AS. Tim kami sedang bekerja untuk menyelesaikan diskusi ini secepatnya.”

Modi juga memperdalam jangkauan diplomatiknya di Beijing minggu lalu, termasuk pertemuan dengan Putin.


Perdagangan Minyak yang Diperluas dengan Rusia

Washington menuduh India mengambil keuntungan dari minyak mentah Rusia, yang sering dijual dengan diskon besar 25 persen hingga 50 persen di bawah harga global. Penyuling India menggunakan minyak murah itu baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor, meraup keuntungan besar. Pejabat AS memperkirakan praktik itu telah menghasilkan miliaran dolar keuntungan tambahan bagi India.

Pejabat India mengatakan impor tersebut diperlukan untuk keamanan energi dan menuduh Barat bersikap munafik, dengan menunjuk bahwa Amerika Serikat dan Eropa terus membeli barang Rusia senilai miliaran dolar, termasuk minyak dan uranium yang diperkaya.

India, importir minyak terbesar ketiga di dunia, bergantung pada impor untuk sekitar 90 persen kebutuhannya.

Sebelum perang, minyak mentah Rusia hanya mencakup sekitar 2 persen dari pasokannya. Pada akhir 2023, porsi itu melonjak menjadi sekitar 39 persen, menjadikan Rusia salah satu pemasok minyak utama India, menurut laporan Agustus dari Center for Strategic and International Studies.

Tiongkok juga telah memperluas impor minyak Rusia. Pada 2025, Tiongkok menjadi pembeli bahan bakar fosil terbesar Rusia, menyumbang sekitar 40 persen dari pendapatan ekspor Moskow.

Reuters berkontribusi dalam laporan ini.

FBI Membagikan Foto-foto Terbaru Tersangka Pembunuhan Charlie Kirk, Memberikan Hadiah 100.000 Dollar

EtIndonesia. Biro Investigasi Federal (FBI) dan otoritas Utah telah merilis foto-foto baru “orang yang dicurigai” terkait pembunuhan aktivis konservatif dan sekutu dekat Presiden Donald Trump, Charlie Kirk, di Universitas Utah Valley.

Dalam foto-foto tersebut, seorang pemuda bertopi baseball dan kacamata hitam terlihat di tangga sebuah gedung. Dia terlihat membawa ransel hitam dan mengenakan kemeja bergambar bendera Amerika.

“Kami meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi orang yang dicurigai ini terkait dengan penembakan fatal Charlie Kirk di Universitas Utah Valley,” kata kantor FBI di Salt Lake City di X pada hari Kamis (11/9), sambil membagikan empat foto baru tersangka.

Penembak yang membunuh Kirk dan kemudian menghilang dari atap dan masuk ke hutan masih buron lebih dari 24 jam kemudian.

Yang Kami Ketahui Tentang Terduga Penembak

Tangkapan layar tersebut diambil dari rekaman pengawasan kampus sebelum Kirk ditembak mati, kata Departemen Keamanan Publik Utah.

Menurut pihak berwenang, tersangka diyakini seorang mahasiswa. FBI telah mengumumkan hadiah hingga 100.000 dolar untuk informasi yang mengarah pada identifikasi dan penangkapan orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan Kirk.

Para pejabat mengatakan mereka bekerja “sepanjang waktu” untuk menemukan tersangka sementara perburuan terhadap pelaku terus berlanjut. Pihak berwenang juga menemukan “senapan bolt-action berkekuatan tinggi”—senjata yang diyakini digunakan dalam penembakan mematikan tersebut. Senapan itu ditemukan di dalam handuk di area hutan dekat lokasi penembakan, menurut Agen Khusus FBI Salt Lake City, Robert Bohls.

Sebuah peluru bekas ditemukan dari bilik peluru, dan tiga peluru lainnya dimasukkan ke dalam magasin. Senjata dan amunisi tersebut sedang dianalisis oleh penegak hukum di laboratorium federal.

Dia lebih lanjut menyatakan bahwa “jejak alas kaki” dan “jejak lengan bawah” juga telah ditemukan, yang juga sedang dalam proses penyelidikan.

“Saya bisa katakan ini adalah serangan yang ditargetkan,” komentar Bohls mengenai serangan tersebut.

Sebelumnya, polisi mengatakan Kirk tewas akibat satu peluru yang ditembakkan dari atap Losee Centre kampus, sebuah gedung kampus yang berjarak sekitar 90-180 meter dari area kejadian.

Namun, mereka belum menyebutkan nama tersangka atau menyebutkan motif pembunuhan yang mereka anggap sebagai tindakan kekerasan politik terbaru yang mengguncang Amerika Serikat di seluruh spektrum ideologi.

Pembunuhan Charlie Kirk

Serangan itu, yang dilakukan di siang bolong saat Kirk berbicara tentang isu-isu sosial dari halaman universitas, terekam dalam video-video mengerikan yang tersebar di media sosial.

Video-video tersebut memperlihatkan Kirk, sekutu dekat Presiden Donald Trump yang memainkan peran berpengaruh dalam menggalang dukungan bagi pemilih muda Partai Republik, berbicara ke mikrofon genggam ketika tiba-tiba sebuah tembakan terdengar. Kirk terlihat mengulurkan tangan kanannya saat darah mengucur dari sisi kiri lehernya. Penonton yang terkejut terkesiap dan berteriak sebelum orang-orang mulai berlarian.

Penembak, yang menurut para penyelidik berbaur dengan kerumunan kampus karena penampilannya yang “seperti mahasiswa”, melepaskan satu tembakan dari atap tempat mereka bertengger sebelum melompat kabur. (yn)

Peretas Siber Partai Komunis Tiongkok  Menyamar sebagai The Epoch Times untuk Mengancam Lembaga Federal AS dan Gedung Putih

Ancaman palsu ini sebagai upaya terbaru meningkatnya kampanye yang dijalankan oleh rezim Tiongkok

EtIndonesia. Peretas siber Tiongkok menyamar sebagai The Epoch Times  mengirimkan email berisi ancaman kepada sejumlah lembaga federal Amerika Serikat dan Gedung Putih.

Para penyerang memberitahukan The Epoch Times tentang ancaman mereka dalam sebuah email berbahasa Mandarin tertanggal 6 September dengan subjek “Lihat tangkapan layar, kalian selesai.”

Tiga tangkapan layar ancaman dilampirkan pada email tersebut; salah satunya menunjukkan formulir “Hubungi Kami” di situs web Gedung Putih, dengan nomor telepon dan alamat email The Epoch Times yang dimasukkan. Dalam komentar yang dipenuhi tanda seru, pengirim mengklaim mewakili praktisi Falun Gong—sebuah komunitas spiritual yang dianiaya di Tiongkok—dan mengancam akan melakukan kekerasan terhadap Gedung Putih.

“Kami akan melempar bom molotov dan bahan peledak! Jika ada yang mencoba menghentikan kami, kami akan menembak!” demikian bunyi pesan tersebut. Pesan itu kemudian mengancam untuk “menyiarkan langsung prestasi agung ini secara bersamaan” di berbagai platform, termasuk YouTube, The Epoch Times, dan media afiliasinya, NTD.

Pesan tersebut mengklaim bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai balasan atas “kegagalan kalian membantu kami menghadapi penindasan lintas negara oleh Partai Komunis.”

Ancaman palsu serupa diduga juga dikirim ke CIA, Departemen Kehakiman AS dan Departemen Kepolisian Metropolitan D.C.

Penyamar menggunakan alamat email The Epoch Times sebagai kontak dalam setiap pesan ancaman.

“Apa yang bisa kalian lakukan terhadap saya?” tulis pengirim dalam bahasa Mandarin, mengklaim berbasis di Xi’an, ibu kota Provinsi Shaanxi di Tiongkok tengah.

The Epoch Times didirikan oleh praktisi Falun Gong pada tahun 2000 di Atlanta, dengan tujuan menyediakan berita yang benar dan akurat dari Tiongkok yang sangat disensor. Surat kabar ini berfokus pada pelaporan pelanggaran hak asasi manusia di negara tersebut, termasuk kampanye pemusnahan yang dijalankan Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong, sebuah latihan spiritual berdasarkan prinsip Sejati, Baik, Sabar.

Koran The Epoch Times edisi Hong Kong dipajang di kios-kios koran di Hong Kong pada 17 September 2024. Kiri Choy/The Epoch Times

Huang Wanqing, pemimpin redaksi The Epoch Times edisi berbahasa mandarin, mengatakan email para penyamar itu sangat mirip dengan taktik intimidasi yang dilakukan agen Partai Komunis Tiongkok dan proksinya.

 “Kami mengecam pelaku karena berusaha menciptakan teror,” kata Huang dalam sebuah pernyataan.


Sebuah Kampanye Lebih Luas dari PKT

Email ancaman tampaknya merupakan bagian dari kampanye lebih luas oleh rezim Tiongkok.

Pada 2024, seorang orang dalam politik mengungkap sebuah arahan yang dikeluarkan pada 2022 oleh pemimpin Tiongkok Xi Jinping untuk menekan Falun Gong secara global. Target utama kampanye itu adalah berbagai perusahaan yang didirikan oleh praktisi Falun Gong. Xi secara khusus menyatakan frustrasi terhadap organisasi media internasional, yang menurutnya telah menjadi “kekuatan bermusuhan” utama terhadap rezim partai komunis di dunia berbahasa Inggris.

Tak lama setelah instruksi Xi, dua agen partai komunis Tiongkok memulai skema untuk menyuap IRS -lembaga pajak AS- agar membuka penyelidikan terhadap Shen Yun Performing Arts, sebuah perusahaan yang didirikan oleh praktisi Falun Gong. Rencana tersebut akhirnya gagal, dan kedua pria tersebut dituntut serta dijatuhi hukuman penjara.

Shen Yun, yang bertujuan menampilkan “Tiongkok tanpa komunisme,” juga menerima banyak email pelecehan dari agen-agen Tiongkok yang dicurigai. Saat kelompok seni itu melakukan tur, para pengintimidasi menuntut agar sejumlah teater membatalkan pertunjukannya, mengancam kekerasan seperti penembakan dan pengeboman jika tempat tidak patuh. Salah satu email pada Februari memaksa Kennedy Center di Washington untuk dievakuasi beberapa jam sebelum pemutaran perdana Shen Yun, yang kemudian memicu kecaman dari Gedung Putih.

Selama setahun terakhir, Falun Dafa Information Center telah mendokumentasikan lebih dari 130 kasus ancaman terhadap Shen Yun dan Falun Gong. Banyak yang melibatkan ancaman bom palsu, serta ancaman penembakan massal. 

Beberapa ancaman menargetkan para performerl Shen Yun dan fasilitas pelatihan mereka, sementara yang lain bahkan menyasar anggota parlemen AS yang menyuarakan dukungan untuk Falun Gong. Tidak ada ancaman yang terwujud.

Pada Januari, Falun Dafa Information Center memperingatkan adanya peningkatan “penyamaran jahat sebagai praktisi Falun Gong,” baik di media sosial maupun dalam email yang dikirim ke tempat publik dan pejabat terpilih. Pusat informasi itu menyatakan para jurnalis, aparat penegak hukum, dan lainnya harus berhati-hati ketika melihat “pesan aneh, penuh kekerasan, atau mencurigakan” yang mengaku berasal dari praktisi Falun Gong atau individu yang terkait Shen Yun.

Direktur eksekutif pusat itu, Levi Browde, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa “rezim atau proksinya mungkin merencanakan insiden yang lebih serius, bahkan kekerasan, dengan menggunakan praktisi Falun Gong palsu,” dengan tujuan “mempercepat taktik saat ini untuk mendiskreditkan latihan tersebut dan membalikkan opini publik di Amerika Serikat maupun dunia terhadap Falun Gong.”

“Ini adalah upaya terang-terangan dan berani dari Beijing atau proksinya untuk menggambarkan praktisi sebagai ekstrem atau irasional. Fakta bahwa mereka rela merendahkan diri sejauh ini dalam upaya mencemarkan keyakinan kami di Barat menunjukkan betapa putus asanya mereka,” kata Browde kepada The Epoch Times dalam pernyataan pada 11 September.

Dalam penyelidikan sebelumnya atas insiden serupa yang menargetkan legislator di Taiwan, otoritas setempat menentukan bahwa para pelaku beroperasi dari Tiongkok, menggunakan layanan virtual private network untuk menyamarkan lokasi sebenarnya mereka.

Biro Investigasi Kriminal Taiwan mengatakan bahwa penyelidikan multi-lembaga mereka telah melacak email-email itu kembali ke Xi’an.