Israel Gempur Sana’a, Yaman – Perdana Menteri Houthi dan Sejumlah Pejabat Tinggi Tewas

Pada 28 Agustus, Israel melancarkan serangan udara ke Sana’a, ibu kota Yaman, yang berada di bawah kendali kelompok Houthi (Ansar Allah/ Gerakan Pemuda). Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat tinggi dalam pemerintahan yang dikuasai Houthi, termasuk Perdana Menteri Ahmed al-Rahawi serta beberapa menteri.

EtIndonesia.  Militer Israel pada 28 Agustus menyatakan bahwa pihaknya melakukan “serangan presisi terhadap sasaran militer rezim Houthi di wilayah Sana’a, Yaman.”

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada 30 Agustus juga mengkonfirmasi operasi tersebut. Ia mengatakan, serangan ini adalah pertama kalinya Israel berhasil menewaskan pejabat tinggi pemerintahan pemberontak Houthi dalam sebuah operasi militer.

Menurut laporan Associated Press, Houthi dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa Perdana Menteri Ahmed al-Rahawi serta sejumlah menteri tewas akibat serangan udara Israel. Menteri Energi, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Informasi termasuk di antara korban.

Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, bersumpah akan melakukan aksi balasan.

Ahmed al-Rahawi menjabat sebagai Perdana Menteri dalam pemerintahan pimpinan Houthi sejak Agustus 2024. Ia adalah pejabat tertinggi dalam kelompok bersenjata yang didukung Iran. Setelah kematiannya, posisinya digantikan oleh wakilnya, Mohamed Moftah.

Selama perang antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Houthi beberapa kali menembakkan rudal ke arah Israel. Kelompok itu mengklaim serangan-serangan tersebut dilakukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Sumber : NTDTV.com

“Warren Buffett Jepang”: Dua Kata yang Bisa Membuatmu Kaya

EtIndonesia. Apakah mungkin ada sebuah kata yang begitu kuat hingga mampu mengubah masa depan finansial seseorang selamanya?

 Bagi Wahei Takeda—pengusaha sekaligus investor legendaris yang dijuluki “Warren Buffett Jepang”—jawabannya adalah: ya.

Pertemuan yang Mengubah Hidup

Ken Honda, seorang pengusaha sukses Jepang, menceritakan pengalamannya saat pertama kali mengunjungi kantor Takeda. Karena reputasinya sebagai orang kaya raya, Honda mengira akan melihat gedung dengan pengamanan ketat dan penjagaan ketat di pintu masuk. Ternyata, pintu kantor itu terbuka lebar tanpa satpam, seolah semua orang dipersilakan masuk—baik orang kaya maupun orang biasa, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga orang yang sedang kesusahan.

Takeda memang tidak pernah menilai orang dari jumlah uangnya.

Suatu kali, seorang pria datang kepadanya dalam keadaan putus asa. Dia kehilangan pekerjaan, keluarganya hancur, dan memohon pinjaman kepada Takeda. 

Bukannya memberi utang, Takeda berkata: “Aku tidak suka meminjamkan uang, tapi aku bisa membeli sesuatu darimu. Jika kamu bisa mengulang satu kata ini sebanyak 100 ribu kali dalam sebulan, aku akan membayarmu 100 ribu yen.”

Setiap hari, pria itu harus mengucapkannya sekitar 3.300 kali, sambil berjalan, memasak, mandi, bahkan saat menggosok gigi. Sebulan kemudian, dia kembali, wajahnya jauh lebih cerah. Dia mengaku hidupnya berubah hanya karena terus mengulang kata itu.

Kata Ajaib Itu Adalah “Arigato”

Kata tersebut adalah “Arigato” (ありがとう) yang berarti terima kasih.

Menurut Ken Honda, ketika kamu terus mengucapkan “terima kasih,” fokus hidupmu berubah. Bukan lagi pada hal-hal yang hilang atau gagal, melainkan pada segala yang kamu miliki. Rasa syukur membuat pikiranmu terbuka, energimu positif, dan perlahan-lahan masalah finansialmu pun mulai menemukan jalan keluar.

Pria dalam kisah tadi tidak lagi membutuhkan pinjaman setelah satu bulan penuh melatih rasa syukur.

Prinsip Hidup Wahei Takeda

Takeda sendiri dikenal sebagai sosok yang penuh rasa terima kasih. Dia tidak pernah berbicara soal “cara cepat kaya.” Sebaliknya, dia selalu memikirkan bagaimana membuat orang lain bahagia.

Bagi Takeda, hal-hal kecil pun layak disyukuri. Saat berjalan dan melihat bunga dandelion, dia bisa berkata dengan tulus: “Lihat, bunga itu mekar ke arahku. Betapa indah, betapa aku harus berterima kasih pada hidup ini!”

Dia menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana, lalu membagikannya pada orang lain.

Bahkan ketika makan di warung sederhana, Takeda selalu berterima kasih kepada pelayan dan koki. Akibatnya, meski hanya membayar 700 yen untuk semangkuk udon, dia mendapat perlakuan layaknya tamu VIP di restoran mewah. Baginya, ucapan “terima kasih” adalah kunci menciptakan lingkaran kebahagiaan.

Hukum Alam: Apa yang Kamu Syukuri Akan Bertambah

Takeda sering berkata: “Apa pun yang kamu hargai dan syukuri, akan bertambah banyak.”

Rasa syukur bukan hanya membuat hati tenang, tapi juga menarik energi positif. Dengan hati yang penuh terima kasih, kamu:

1. Memancarkan energi baik sehingga dikelilingi orang-orang yang tulus.

2. Lebih bersemangat mengejar hal-hal yang penting bagimu.

3. Lebih peka pada peluang baru yang membawa rezeki dan kebahagiaan.

Inilah yang membuat hidupmu perlahan penuh kelimpahan.

Filosofi “Magokoro”: Hati yang Tulus

Dalam budaya Jepang, ada istilah “magokoro”—hati yang tulus dan murni. Menurut Takeda, inti dari magokoro adalah dua hal: rasa syukur dan kepuasan batin.

Dengan hati yang tulus, kamu hidup dalam aliran energi semesta, bukan melawannya. Dan ketika kamu hidup sejalan dengan semesta, hidupmu akan terasa lebih mudah, lebih damai, dan lebih kaya.

Takeda bahkan mewujudkan filosofi ini dalam bisnisnya. Di pabrik biskuit kecilnya, pekerja terbiasa menyanyikan lagu “Arigato” saat membuat produk. Dia menamai produknya sebagai “permen yang sudah mendengar sejuta kali kata terima kasih.” Baginya, keberhasilan bisnis tidak lepas dari semangat syukur, kerja keras karyawan, dan loyalitas pelanggan.

Kunci Kekayaan Sejati

Takeda percaya, uang adalah sesuatu yang bisa “diperlakukan dengan kasih.” Jika kamu memperlakukannya dengan rasa syukur, ia akan datang lebih banyak. Dia menghabiskan hidupnya membantu usaha kecil, mendorong orang untuk dermawan, dan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada hati yang penuh syukur.

Jadi, apakah kamu sudah siap untuk mulai mengucapkan “terima kasih”  dan menumbuhkan kekayaan batinmu? (jhn/yn)

Video: Pria Ditangkap Setelah Menabrakkan Mobilnya ke Konsulat Rusia di Sydney

EtIndonesia. Seorang pria ditangkap setelah menabrakkan mobilnya ke konsulat Rusia di Sydney, Australia, pada hari Senin (1/9). Dalam insiden tersebut, seorang polisi berusia 24 tahun terluka. Insiden yang terekam kamera terjadi sekitar pukul 08: 00, setelah itu polisi memberi tahu petugas lain tentang “kendaraan tak berizin” yang diparkir di halaman depan konsulat Rusia di Fullerton Street.

Sky News dan Nine, stasiun televisi Australia, menayangkan visual sebuah SUV putih dengan jendela pecah dan keempat pintunya terbuka, ditinggalkan di samping tiang bendera Rusia di kompleks konsulat Rusia di pinggiran kota Woollahra, Sydney.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa seorang pria telah ditangkap terkait insiden tersebut. Petugas menyatakan bahwa mereka mencoba berbicara dengan pengemudi di tempat kejadian sebelum pengemudi menabrakkan mobilnya ke gerbang konsulat.

Sementara itu, seorang tetangga yang menyaksikan kejadian tersebut menyatakan bahwa pengemudi tersebut memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi melewati gerbang meskipun telah diperintahkan untuk keluar dari kendaraan.

“Polisi terus memintanya keluar dari mobil, tetapi dia tidak keluar. Mereka mengeluarkan senjata api,” ujarnya kepada Reuters.

Pria ditangkap dan dibawa ke Kantor Polisi Surry Hills

Saksi mata juga menambahkan bahwa polisi berteriak kepada pengemudi mobil di dalam kompleks, memintanya untuk keluar dari mobil.

“Setibanya di lokasi, petugas dari Komando Wilayah Kepolisian Eastern Suburbs mencoba berbicara dengan pengemudi; namun, dia diduga menabrakkan kendaraannya ke gerbang properti,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh kepolisian New South Wales.

“Seorang pria berusia 39 tahun ditangkap dan dibawa ke Kantor Polisi Surry Hills, di mana dia membantu polisi dalam penyelidikan,” tambah pernyataan tersebut.

Setelah insiden tersebut, petugas polisi tersebut mengalami cedera di tangannya dan dirawat oleh paramedis di tempat kejadian. Sementara itu, seorang saksi mata lain yang berada di atap gedung di dekatnya mengungkapkan bahwa sebuah truk bak terbuka kemudian membawa sebuah SUV putih dari kompleks konsulat Rusia. Namun, pernyataan resmi dari konsulat Rusia belum dikeluarkan.(yn)

Lebih dari 850 Orang Tewas, 2 Juta Orang Terdampak “Banjir Bersejarah” di Pakistan

EtIndonesia. Setidaknya 15 orang tewas dalam 24 jam terakhir dan jutaan orang terdampak akibat hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Pakistan, memicu banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya di Provinsi Punjab dan Khyber Pakhtunkhwa, menurut data resmi pada hari Minggu (31/8).

Sepuluh orang tewas dalam 24 jam terakhir di Provinsi Punjab, sementara lima orang tewas di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa pada waktu yang sama.

Jumlah korban jiwa di seluruh Pakistan dari 26 Juni hingga 31 Agustus telah meningkat menjadi 854 orang dengan lebih dari 1.100 orang terluka, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA).

“Lebih dari 2 juta orang terdampak banjir bersejarah di Punjab, sementara pemerintah telah menyelamatkan 760.000 orang dan lebih dari 500.000 ternak yang terjebak banjir,” kata Menteri Informasi Punjab, Azma Bokhari, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Lebih dari selusin wilayah di distrik Lahore, Hafizabad, dan Multan diguyur hujan lebih dari 60 mm dalam 24 jam yang berakhir pukul 08.00 pagi pada hari Minggu, dengan setidaknya empat di antaranya diguyur hujan lebih dari 120 mm selama periode tersebut, menurut data Otoritas Penanggulangan Bencana Provinsi (PDMA) Punjab.

“Punjab menghadapi salah satu banjir terparah dalam sejarahnya. Pemerintah bekerja sepanjang waktu dalam operasi penyelamatan dan bantuan yang ekstensif,” tambahnya.

Sementara itu, di Khyber Pakhtunkhwa, hujan deras terus mengguyur sebagian provinsi tersebut yang terdampak banjir dahsyat yang telah menewaskan 406 orang sejak akhir Juni, bahkan banjir terakhir telah menewaskan empat anak dan seorang perempuan dalam 24 jam terakhir, kata Otoritas Penanggulangan Bencana Provinsi (PDMA) Khyber Pakhtunkhwa.

Selama 24 jam yang berakhir pukul 08.00 pagi pada hari Minggu, ibu kota provinsi Peshawar menerima curah hujan 41 mm bersamaan dengan hujan lebat di daerah tangkapan air di distrik Khyber yang menyebabkan beberapa daerah dataran rendah di kota tersebut terendam banjir, menurut Departemen Meteorologi Pakistan (PMD). Sebanyak 130 anak-anak dan 227 perempuan termasuk di antara total 854 kematian di seluruh Pakistan sejak 26 Juni, menurut data NDMA. Jumlah korban luka akibat hujan dan insiden terkait banjir mencapai 1.130 orang.

Meskipun Punjab merupakan provinsi yang paling parah dilanda hujan lebat baru-baru ini dengan jumlah kematian terbanyak selama minggu lalu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa-lah yang mengalami jumlah kematian tertinggi pada musim hujan kali ini.

Data NDMA menunjukkan bahwa antara 26 Juni ketika hujan monsun dimulai hingga 31 Agustus, terdapat 484 kematian di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, diikuti oleh 209 di Provinsi Punjab, 58 di Sindh, 25 di Baluchistan, 70 di Kashmir yang diduduki Pakistan, dan delapan di Wilayah Ibu Kota Islamabad (ICT).

Sementara itu, Menteri Perubahan Iklim Federal, Dr. Musadik Malik, dalam konferensi pers pada hari Minggu mengatakan bahwa sekitar 2 juta orang telah diselamatkan dari daerah banjir, meskipun prioritas pemerintah adalah melindungi delapan juta orang miskin yang mengungsi akibat banjir di seluruh negeri.

“Kami berusaha melindungi 8 juta orang yang mengungsi dari penyakit yang ditularkan melalui air. Kami perlu mengirimkan air minum, obat-obatan, listrik, tenda, kelambu, dan makanan,” ujarnya.

Malik juga mengatakan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menjaga debit air di bawah 1 juta cusec di Punjab untuk mencegah sungai meluap dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Pemerintah Punjab menyatakan bahwa luapan banjir Sungai Sutlej telah merusak tanggul di beberapa tempat di berbagai distrik. “India telah melepaskan luapan banjir besar lainnya,” klaim pemerintah, seraya menambahkan bahwa luapan air tersebut diperkirakan akan mencapai Head Marala dalam dua hari.(yn)

Pahlawan Chongqing Proyeksikan Spanduk Raksasa Anti-Komunis, Kini Telah Membawa Keluarga Kabur ke Luar Negeri

Peristiwa proyeksi spanduk raksasa anti-Komunis di kawasan Universitas Chongqing menarik perhatian luas. Kabar menyebutkan bahwa sosok pemberani ini telah membawa seluruh keluarganya kabur ke luar negeri. Sebelum pergi, ia bahkan meninggalkan sebuah surat terbuka kepada otoritas Tiongkok di kamar hotel.

EtIndonesia.  Pada 29 Agustus pukul 22.00, di dinding luar sebuah gedung di kawasan Xijie, Universitas Chongqing, muncul beberapa spanduk proyeksi raksasa dengan isi:

  • “Tanpa Partai Komunis, barulah ada Tiongkok Baru; kebebasan bukan pemberian, harus direbut kembali.”
  • “Bangkitlah, wahai mereka yang tak ingin jadi budak, bangkit melawan dan rebut kembali hakmu.”
  • “Tumbangkan Fasisme Merah, gulingkan tirani Partai Komunis.”
  • “Kami mau kebenaran, bukan kebohongan; kami mau kebebasan, bukan perbudakan; tirani Partai Komunis harus turun.”

Akun media independen daratan bernama “Yeseterday” pada 30 Agustus menulis bahwa perangkat itu dipasang lebih awal di sebuah hotel. Meski ia mendaftar hotel dengan identitas asli, kini ia bersama keluarganya sudah meninggalkan Tiongkok dan berada di luar negeri.

Menurut akun itu, sebelum pergi, sang pahlawan meninggalkan sepucuk surat di lokasi. Dalam suratnya, ia meminta polisi yang menemukannya agar tidak menyeret orang tak bersalah dan jangan ikut membantu kejahatan rezim. Dari isi surat, diketahui ia sudah menginap di Hotel Mama, Universitas Chongqing, sejak 16 Agustus, dan di sana ia memasang perangkat sekaligus meninggalkan surat tersebut.

Selain itu, pahlawan ini sebelumnya juga pernah menulis pernyataan anti-Komunis di WeChat Moments.

Pada 29 Agustus pukul 23.07 malam (waktu daratan), ia menghubungi admin akun “Yesterday” setelah proyeksi selesai. Ia memberitahu bahwa meski menginap dengan identitas asli, ia dan keluarganya sudah selamat tiba di Eropa. Namun, polisi daratan sudah mendatangi kerabatnya.

Ia juga mengirimkan tangkapan layar dari tulisannya di WeChat pada 22 Mei:  “Penutup WeChat Moments: Mau demokrasi, bukan kediktatoran! Mau negara hukum, bukan hukum atas manusia! Mau kebenaran, bukan cuci otak! Mau kebebasan, bukan perbudakan! Tolak jadi rakyat bodoh, saatnya sadar!”

Saat menanggapi komentar teman, ia menulis:  “Aku tahu ini tidak ada gunanya, aku pun tidak bisa berbuat banyak. Ada yang menertawakan, ada yang memaki, ada yang bisa merasakan. Tapi ini seperti api kecil, meski tak bisa jadi kobaran besar, ia akan meninggalkan jejak. Mungkin suatu hari ia akan menyala. Bagi diriku sendiri, di jalan panjang reinkarnasi, aku hanya ingin terus meningkatkan kualitas hidup rohaniku, bergerak menuju cahaya. Menanam apa yang kutanam, menuai apa yang kutanam. Hingga tiba di seberang sana. Jika kita tak bisa hidup normal sepenuhnya, setidaknya kita harus berusaha agar tidak hidup seperti hewan.”

Menurut laporan, aksinya menggunakan satu proyektor luar ruangan, tiga kamera pengawas, satu saklar jarak jauh dengan timer, sebuah router, dan satu kartu SIM.

Sekitar 50 menit setelah proyeksi berlangsung, polisi lokal menemukan kamar hotel dan mematikan perangkat. Di meja kamar hotel, polisi menemukan surat tulisan tangan yang ditinggalkan sang pahlawan sebelum pergi.

Warganet ramai berkomentar:

  • “Cara proyeksi pakai lampu sorot seperti ini sangat bagus!”
  • “Ini mengingatkan pada kisah seorang pemuda Shandong yang dulu dari Amerika mengendalikan proyektor jarak jauh untuk menayangkan spanduk anti-Komunis di sebuah alun-alun di Jinan. Benar-benar contoh nyata: pemerintah menekan, rakyat pun melawan.”
  • “Kalau tiap provinsi bisa bergerak bersama, Partai Komunis pasti tumbang!”
  • “Jangan biarkan sang pemberani ini sendirian, mari kita ingat, dukung, dan sebarkan tindakannya. Mari doakan dia serta keluarga dan sahabatnya.”

Ini adalah insiden politik anti-Komunis kedua di Tiongkok yang menggunakan perangkat otomatis lalu segera kabur ke luar negeri.

Pada 2023, menjelang sidang Dua Sesi Partai Komunis, di dinding luar mal Wanda Plaza Jinan, Shandong, juga sempat muncul proyeksi bertuliskan “Tumbangkan Partai Komunis, tumbangkan Xi Jinping,” yang menarik perhatian besar. Pelakunya, Chai Song, menekan tombol proyektor secara jarak jauh setelah ia sudah berada di luar negeri.

Sumber : NTDTV.com

Rahasia Harta Berlimpah dan Dosa Sepanjang Hidup Seorang Ayah

EtIndonesia. Pada masa Dinasti Ming, seorang kaya raya dari Yangzhou menjelang ajalnya membongkar rahasia kelam yang membuatnya menjadi kaya. Namun berbeda dengan sang ayah, anaknya memilih jalan hidup yang penuh kebajikan—dan justru berhasil mengubah nasibnya yang semula ditakdirkan miskin dan berumur pendek.

Rahasia Kaya Sang Ayah

Kisah ini bermula dari seorang saudagar yang sukses melalui usaha toko barang-barang selatan. Dia memiliki seorang anak laki-laki dan dua cucu, hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. Namun ketika sakit parah dan merasa ajal mendekat, dia memanggil anaknya, lalu menyerahkan sebuah tongkat timbangan dari kayu hitam (eboni) yang menjadi sumber kekayaannya.

Dengan nada serius dia berkata: “Tongkat ini adalah rahasia suksesku. Di dalamnya ada rongga berisi air raksa. Saat menjual barang, aku angkat sedikit ke atas sehingga air raksa bergerak ke gagang, membuat barang tampak lebih berat padahal lebih ringan. Saat membeli barang, kuturunkan sedikit ke bawah sehingga tampak ringan padahal lebih berat. Dengan cara ini, aku mendapat banyak keuntungan. Inilah rahasia kekayaanku.”

Sang anak terkejut dan kecewa. Dia sadar bahwa kekayaan yang dimiliki ayahnya ternyata penuh tipu daya. Namun karena ayahnya sekarat, dia tak berkata banyak. Setelah sang ayah meninggal, dia segera membakar tongkat timbangan itu hingga jadi abu. Dia lalu bertekad menebus dosa ayahnya dengan berbuat kebajikan, menolong fakir miskin, merawat orang tua terlantar, dan menolong mereka yang kesusahan.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, sebagian besar harta keluarga habis untuk amal. Namun dia tidak pernah menyesal.

Pukulan Berat: Dua Anak Meninggal

Meski tekun berbuat baik, tak disangka kedua putranya meninggal satu per satu. Kesedihan itu membuatnya goyah. Dia sempat mengira: “Mengapa justru saat aku berbuat kebajikan, malapetaka menimpa? Apakah langit sudah tidak adil?”

Suatu malam dia bermimpi memasuki sebuah istana. 

Di sana, seorang pejabat surgawi berkata kepadanya: “Harta ayahmu sebenarnya berasal dari kebajikan hidupnya di masa lalu. Itu memang rezeki yang ditentukan untuknya, bukan semata hasil tipu daya timbangan air raksa. Namun karena dia memilih cara curang, batinnya rusak, hidupnya penuh dosa, dan sampai mati tetap tidak sadar. Dia harus menanggung balasannya sendiri.”

Pejabat itu melanjutkan: “Kamu sebagai anak, ikut terkena sisa dosa ayahmu. Takdirmu semestinya hidup miskin, berumur pendek, dan kehilangan dua anak yang merupakan titisan bintang Po dan Hao—dua bintang yang ditugaskan untuk menghancurkan harta keluargamu. Setelah itu, seluruh kekayaan haram ayahmu akan lenyap seperti abu terbakar. Namun, karena kamu benar-benar tulus berbuat baik selama tiga tahun tanpa mengeluh, Langit menganggapmu orang yang sangat mulia. Maka, kedua bintang itu ditarik kembali, nasibmu diubah.”

Pejabat itu menutup perkataannya: “Mulai sekarang, kamu akan dianugerahi keturunan yang bijak, dan umurmu akan dipanjangkan. Jangan lagi menyimpan rasa dendam kepada takdir.”

Nasib yang Berubah

Saat terbangun, sang anak sadar dan tercerahkan. Dia semakin giat berbuat kebajikan. Benar saja, tak lama kemudian dia kembali memiliki dua putra, yang kelak keduanya menjadi sarjana tingkat tinggi (jinshi) dan pejabat terhormat—persis seperti yang disampaikan dalam mimpinya.

Makna dari Kisah

Kisah ini menunjukkan bahwa kekayaan yang diperoleh dengan cara curang hanyalah semu. Sekalipun tampak berjaya, ujungnya pasti membawa malapetaka. Sebaliknya, kebajikan dan hati yang tulus bisa mengubah takdir yang tampak sudah pasti.(jhn/yn)

Sedikitnya 800 Tewas Akibat Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,0 di Afghanistan Dekat Perbatasan Pakistan

EtIndonesia. Operasi penyelamatan besar-besaran sedang berlangsung di Afghanistan pada hari Senin (1/9), setelah gempa bumi kuat dan beberapa gempa susulan meratakan rumah-rumah di wilayah pegunungan terpencil, menewaskan lebih dari 800 orang, kata otoritas Taliban.

Gempa bumi terjadi tepat sebelum tengah malam, mengguncang bangunan-bangunan dari Kabul hingga ibu kota negara tetangga Pakistan, Islamabad.

Lebih dari 1,2 juta orang kemungkinan merasakan guncangan kuat atau sangat kuat, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Di dekat episentrum di Afghanistan timur, sekitar 800 orang tewas dan 2.500 orang terluka di Provinsi Kunar yang terpencil saja, kata juru bicara utama pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid.

Sebanyak 12 orang tewas dan 255 orang terluka di provinsi tetangga, Nangarhar, tambahnya.

“Banyak rumah hancur,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Abdul Mateen Qani kepada AFP.

Mayoritas warga Afghanistan tinggal di rumah-rumah rendah berdinding bata lumpur yang rentan runtuh.

Beberapa desa yang paling parah terkena dampak di provinsi-provinsi terpencil Kunar “masih tidak dapat diakses karena penyumbatan jalan”, badan migrasi PBB memperingatkan dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

Otoritas Taliban dan PBB memobilisasi upaya penyelamatan ke daerah-daerah yang terdampak parah. Kementerian Pertahanan mengatakan 40 penyelamaan lewat udara telah dilakukan sejauh ini.

Seorang anggota departemen pertanian di distrik Nurgal, Kunar, mengatakan orang-orang telah bergegas membersihkan jalan-jalan yang terblokir menuju desa-desa terpencil, tetapi daerah-daerah yang terdampak parah itu terpencil dan memiliki jaringan telekomunikasi yang terbatas.

“Ada banyak ketakutan dan ketegangan… Anak-anak dan perempuan menjerit. Kami belum pernah mengalami hal seperti ini dalam hidup kami,” kata Ijaz Ulhaq Yaad kepada AFP.

Dia mengatakan bahwa banyak yang tinggal di desa-desa yang dilanda gempa termasuk di antara lebih dari empat juta warga Afghanistan yang telah kembali ke negara itu dari Iran dan Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

“Mereka ingin membangun rumah mereka di sini.”

Gempa tersebut, yang terjadi pada kedalaman relatif dangkal, delapan kilometer, berjarak 27 kilometer dari kota Jalalabad di Provinsi Nangarhar, menurut USGS.

Provinsi Nangarhar dan Kunar berbatasan dengan Pakistan, dengan Torkham yang melintasi lokasi banyak gelombang pengungsi Afghanistan yang dideportasi atau dipaksa pergi, seringkali tanpa pekerjaan dan tidak memiliki tujuan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Taliban dan beberapa negara.

“Saya menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat Afghanistan setelah gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini hari ini,” ujarnya.

Gempa yang Sering Terjadi

Setelah gempa awal, serangkaian setidaknya lima gempa susulan terjadi sepanjang malam, dengan yang terkuat berkekuatan Magnitudo 5,2 tepat setelah pukul 04.00 (23.30 GMT Minggu).

Afghanistan sering dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush, dekat pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan India.

Provinsi Nangarhar juga dilanda banjir yang terjadi pada Jumat hingga Sabtu malam, menewaskan lima orang dan menghancurkan tanaman serta properti, kata otoritas provinsi.

Pada Oktober 2023, provinsi Herat bagian barat diluluhlantakkan oleh gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,3, yang menewaskan lebih dari 1.500 orang dan merusak atau menghancurkan lebih dari 63.000 rumah.

Pada Juni 2022, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,9 melanda provinsi perbatasan timur Paktika yang miskin, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Diporak-porandakan oleh perang selama empat dekade, Afghanistan kini tengah berjuang menghadapi serangkaian krisis kemanusiaan. (yn)

Dunia Terkejut! Konsulat Rusia Diterjang Mobil di Sydney, Politikus Ukraina Tewas Ditembak Brutal

EtIndonesia. Dua peristiwa mengejutkan dunia internasional terjadi hampir bersamaan dengan kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin ke Tiongkok. Dari Australia hingga Ukraina, isu keamanan dan ketegangan politik kembali menjadi sorotan global.

Mobil Tabrak Konsulat Rusia di Sydney

Pada 31 Agustus pukul 09 : 00 waktu setempat, sebuah mobil menabrak kawasan Konsulat Rusia di Sydney, Australia. Rekaman televisi memperlihatkan kondisi mobil dengan kaca depan hancur, terhenti tepat di samping tiang bendera Rusia.

Polisi New South Wales segera mengamankan lokasi dan menangkap seorang pelaku yang diduga terlibat dalam insiden ini. Meski belum ada keterangan resmi terkait motif, insiden tersebut memicu perhatian besar, terlebih terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Kedutaan Besar Rusia di Australia menyampaikan protes keras atas pelanggaran keamanan ini dan menuntut penyelidikan mendalam. Pihak berwenang Australia berjanji akan melakukan investigasi transparan untuk mengungkap motif di balik aksi tersebut.

Pembunuhan Terencana di Ukraina: Andriy Parubiy Tewas

Sehari sebelumnya, pada 30 Agustus 2025, Ukraina diguncang kabar duka. Andriy Parubiy, anggota parlemen sekaligus mantan Ketua Parlemen Ukraina, tewas ditembak di Kota Lviv.

Tragedi ini menimbulkan kehebohan besar lantaran terjadi di kawasan belakang yang relatif aman, jauh dari garis depan pertempuran dengan Rusia. Fakta bahwa seorang tokoh politik senior bisa menjadi korban serangan memunculkan kekhawatiran serius atas keamanan pejabat publik di Ukraina.

Aksi Cepat dan Terlatih

Media Rusia RT merilis rekaman CCTV berdurasi 25 detik yang memperlihatkan detik-detik pembunuhan tersebut. Dalam video itu, tampak pelaku berpakaian serba hitam, mengenakan masker, dan membawa tas pengantar makanan berlogo Glovo—sebuah aplikasi jasa pesan antar populer.

Pelaku mendekati Parubiy lalu melepaskan delapan tembakan jarak dekat sebelum kabur menggunakan sepeda listrik. Gerakannya yang cepat dan presisi menunjukkan bahwa aksi ini bukan sekadar kejahatan jalanan biasa, melainkan operasi pembunuhan yang terencana matang.

Dampak Politik dan Reaksi Internasional

Kematian Parubiy menjadi pukulan berat bagi politik Ukraina. Sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam parlemen, dia dikenal keras menentang Rusia dan aktif dalam memperkuat hubungan Ukraina dengan Barat.

Para analis menilai, pembunuhan ini berpotensi memperburuk suasana politik dalam negeri, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Ukraina dalam menjaga keamanan tokoh-tokoh kunci di tengah perang yang masih berkecamuk.

Sementara itu, dunia internasional mengutuk keras aksi kekerasan ini dan mendesak agar pelaku segera ditangkap serta diadili.

Dua peristiwa ini—serangan terhadap simbol diplomatik Rusia di Sydney dan pembunuhan tokoh politik Ukraina di Lviv—kembali menegaskan rapuhnya stabilitas global di tengah perang, rivalitas geopolitik, dan meningkatnya aksi teror politik lintas negara.

Legenda Rakyat: Kisah Pengemis dan Buddha

EtIndonesia. Suatu hari, seorang pengemis berjalan perlahan masuk ke sebuah kuil. 

Dia berlutut dan berkeluh kesah kepada patung Buddha: “Buddha, yang paling aku iri adalah dirimu. Engkau hanya duduk di aula besar, setiap hari ribuan orang datang mempersembahkan dupa dan makanan. Sedangkan aku setiap hari dihina orang, kelaparan, dan penuh penderitaan. Bukankah ini sangat tidak adil?”

Tiba-tiba, Buddha benar-benar menampakkan diri!

Melihat pengemis yang penuh keluhan itu, Buddha berkata: “Segala sesuatu di dunia ini memiliki sebab dan akibat. Jika engkau iri pada hidupku sehari saja, mari kita tukar peran. Engkau jadi Buddha sehari, dan aku jadi pengemis sehari. Tapi ada satu syarat: apa pun yang terjadi selama engkau duduk di altar, jangan sekali pun ikut campur.”

Pengemis tentu saja sangat senang, buru-buru menyetujui.

Hari Menjadi “Buddha”

Begitu Buddha pergi, pengemis langsung melahap habis sesaji di meja altar. Tak lama kemudian, seorang saudagar kaya (tuan tanah) masuk membawa persembahan. 

Dia menyalakan dupa dan berdoa: “Usiaku hampir 50 tahun, tapi belum punya keturunan. Buddha, tolong berkati aku dengan seorang anak laki-laki.”

Pengemis ingin menjawab, tapi dia ingat pesan Buddha: tidak boleh ikut campur. Dia pun diam.

Saat saudagar pergi, tanpa sadar dia menjatuhkan kantong uang di altar.

Beberapa saat kemudian, seorang pemuda miskin yang akan mengikuti ujian ke ibukota datang berdoa.

“Buddha, aku sudah belajar bertahun-tahun. Sebulan lagi ujian besar. Tolong berkati aku agar berhasil.”

Ketika bersujud, pemuda itu melihat kantong uang. Dia mengira itu adalah hadiah dari Buddha karena tahu dia butuh ongkos perjalanan. Dengan gembira, dia mengambil kantong itu dan pergi.

Tak lama, seorang nelayan masuk, berdoa agar diberi keselamatan saat melaut. Bersamaan dengan itu, saudagar tadi kembali mencari kantong uangnya. Melihat hanya ada nelayan di sana, dia langsung menuduh nelayan sebagai pencuri.

Keduanya berselisih hebat, bahkan hampir dibawa ke pengadilan.

Pengemis Tak Tahan

Melihat hal ini, pengemis yang menyamar jadi Buddha tak tahan. 

Dia pun “menampakkan diri” dan berkata: “Bukan nelayan yang mengambil uangmu, tapi pemuda miskin yang baru saja pergi!”

Saudagar pun menemukan uangnya di tangan sang pemuda, lalu membebaskan nelayan.

Pengemis merasa puas karena berhasil “berbuat baik”. Namun ketika Buddha kembali, dia menegur keras pengemis karena melanggar perjanjian untuk tidak ikut campur. 

Sebagai hukuman, Buddha menjatuhkan vonis: “Karena melanggar aturan, engkau akan dihukum menjadi binatang beban kerja—sapi atau kuda—selama berulang-ulang kehidupan, tanpa bisa lahir sebagai manusia lagi.”

Mengapa “Tidak Boleh Ikut Campur”?

Pengemis tak terima, merasa dirinya justru menolong. Maka Buddha membawanya melihat masa depan tiga orang tadi:

·     Pemuda miskin: meski akhirnya mengembalikan uang, dia tetap dicap pencuri. Nama baiknya hancur, cita-citanya gagal, hidupnya berakhir tragis.

·      Saudagar kaya: karena menuduh orang sembarangan, dia menanam bibit karma buruk. Akibatnya, doa memohon anak tidak terkabul, dia seumur hidup kesepian, hartanya pun habis tanpa pewaris.

·      Nelayan: meski sempat dituduh, jika tidak ada yang membelanya, dia akan dibawa ke pengadilan. Dengan begitu, dia lolos dari bencana besar: badai laut keesokan harinya yang akan merenggut nyawanya. Karena campur tangan pengemis, nelayan memang bebas, tapi akhirnya benar-benar tenggelam di laut.

Melihat semua itu, pengemis menunduk malu.

Buddha lalu berkata: “Segala sesuatu di dunia ini memiliki hukum sebab-akibat. Menarik satu helai rambut bisa mengguncang seluruh tubuh. Terkadang, yang terbaik adalah membiarkan segala sesuatu berjalan sesuai takdirnya.”

Pesan Moral

Legenda ini mengajarkan kita: tidak semua hal perlu kita intervensi, karena hukum sebab-akibat bekerja jauh melampaui apa yang terlihat di depan mata. Kadang campur tangan “demi kebaikan” justru membawa malapetaka yang lebih besar. (jhn/yn)

Proyek Miliaran Dolar Taliban–Tiongkok Kacau Balau: Baru 2 Tahun, Sudah Runtuh!


EtIndonesia.
Proyek kerja sama energi yang semula dipandang sebagai tonggak baru hubungan internasional Taliban dengan dunia, kini berakhir dengan kegagalan. Kontrak minyak senilai 540 juta dolar AS yang diteken pada 2023 bersama perusahaan energi asal Tiongkok resmi berantakan dalam waktu kurang dari dua tahun.

Investasi Pertama Pasca Taliban Berkuasa

Kesepakatan tersebut menjadi sorotan global karena merupakan investasi asing pertama setelah Taliban kembali menguasai Afghanistan pada Agustus 2021. Perjanjian itu mengatur eksplorasi minyak dengan masa berlaku 25 tahun, yang digadang-gadang membuka jalan bagi Beijing untuk mengakses cadangan energi Afghanistan yang diperkirakan bernilai lebih dari 1 triliun dolar AS.

Saling Tuduh dan Retaknya Kepercayaan

Namun, alih-alih memperkuat hubungan, proyek itu justru berubah menjadi perselisihan terbuka.

  • Taliban menuduh pihak perusahaan Tiongkok gagal memenuhi kewajiban: tidak membayar royalti sesuai perjanjian, serta tidak melakukan eksplorasi dan investasi lapangan sebagaimana dijanjikan.
  • Sebaliknya, pihak perusahaan Tiongkok balik menuding Taliban melakukan tindakan sepihak: mengambil alih fasilitas secara paksa, menyita paspor para pekerja asing, bahkan menuntut agar seluruh aset perusahaan ditinggalkan begitu saja.

Intervensi Diplomatik Beijing

Situasi yang kian panas membuat Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, turun tangan langsung. Dalam kunjungan darurat ke Kabul, dia berhasil menegosiasikan pembebasan sebagian pekerja Tiongkok yang ditahan. Namun, langkah diplomatik itu tidak cukup untuk menyelamatkan proyek yang sudah kehilangan dasar kepercayaan.

Dampak: Taliban Kelola Sendiri, Produksi Anjlok

Kini, ladang minyak yang sebelumnya dikerjakan bersama perusahaan Tiongkok diambil alih sepenuhnya oleh Taliban. Meski masih beroperasi, produksinya merosot tajam karena keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia. Keadaan ini menegaskan rapuhnya strategi Beijing dalam mengamankan akses ke sumber daya Afghanistan di tengah situasi politik dan keamanan yang tidak stabil.

Analisis Geopolitik: Pukulan bagi Strategi Beijing

1. Afghanistan sebagai “Pintu Masuk” Asia Tengah

Bagi Tiongkok, Afghanistan bukan hanya soal minyak. Negeri itu berada di jalur strategis yang menghubungkan Asia Selatan, Asia Tengah, hingga Timur Tengah. Beijing menilai Afghanistan sebagai bagian penting dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) untuk memperluas jalur perdagangan darat. Kegagalan proyek minyak ini mencoreng citra BRI sekaligus memperlihatkan rapuhnya strategi investasi Tiongkok di kawasan konflik.

2. Risiko Keamanan yang Sulit Dikendalikan

Meski Taliban menjanjikan stabilitas pasca berkuasa, faktanya Afghanistan tetap rawan terorisme, faksi bersenjata, dan konflik internal. Perusahaan Tiongkok mengalami langsung bagaimana kontrol Taliban masih lemah, bahkan cenderung bertindak otoriter terhadap mitra asing. Hal ini menjadi sinyal bahaya bagi investor lain, termasuk Rusia, Pakistan, dan negara Teluk yang sebelumnya tertarik.

3. Dilema Politik Luar Negeri Beijing

Tiongkok berusaha mengambil posisi unik: tidak mengakui Taliban secara resmi, tetapi tetap menjalin hubungan ekonomi demi kepentingan energi. Strategi ini kini justru menjadi bumerang. Beijing dipaksa menanggung risiko diplomatik sekaligus keamanan tanpa memperoleh manfaat nyata.

4. Implikasi Regional

  • Bagi Taliban, kegagalan ini bisa memicu isolasi baru karena investor asing makin ragu menanamkan modal.
  • Bagi Tiongkok, kegagalan ini memperlihatkan keterbatasan mereka dalam memainkan peran sebagai penjamin stabilitas regional, berbeda dengan pengaruh militer dan politik Amerika Serikat di masa lalu.
  • Bagi kawasan Asia Tengah, insiden ini menambah kompleksitas geopolitik: potensi sumber daya Afghanistan tetap besar, tetapi aksesnya masih penuh risiko.

Kesimpulan

Kasus ini memperlihatkan bahwa kerja sama ekonomi tanpa fondasi politik yang kuat hampir mustahil bertahan di Afghanistan. Tiongkok yang berambisi memimpin investasi global kini harus menanggung reputasi buruk di mata dunia usaha. Sementara itu, Taliban justru kehilangan kesempatan emas membangun citra sebagai pemerintahan yang mampu menarik dan menjaga kepercayaan investor internasional.

Tembus 50 Menit! Gedung Kampus Tiongkok Jadi Panggung Perlawanan Anti-Komunis

EtIndonesia. Pada malam 29 Agustus 2025, sebuah gedung tinggi di kawasan Universitas Chongqing mendadak menjadi pusat perhatian dunia. Selama lebih dari 50 menit, proyeksi tulisan besar bertuliskan “Gulingkan Partai Komunis” terpampang jelas di dinding bangunan. Aksi berani ini sontak viral di media sosial dan segera memicu perhatian internasional.

Dalang Aksi: Ji Hong

Identitas pelaku segera terungkap. Dia adalah Ji Hong, pria berusia 43 tahun asal Chongqing yang kini tinggal di Inggris bersama keluarganya. Dari tempat tinggalnya di luar negeri, Ji Hong mengatur seluruh operasi dengan menggunakan proyektor luar ruang berteknologi tinggi.

Dalam sebuah wawancara di podcast Bumingbai, Ji Hong mengungkap bahwa aksinya terinspirasi dari dua gerakan besar sebelumnya: “Pahlawan Jembatan Sitong” yang menentang rezim pada 2022, serta Gerakan Kertas Putih yang mewarnai protes nasional terhadap kebijakan nol-Covid.

Perubahan Rencana di Detik Akhir

Awalnya, Ji Hong berencana menampilkan proyeksi itu pada 3 September, bertepatan dengan parade militer besar-besaran yang digelar di Beijing. Namun, dia khawatir momentum bisa hilang akibat situasi politik yang cepat berubah. Akhirnya, dia memilih bergerak lebih cepat pada malam festival Qixi, momen yang sarat simbolik bagi masyarakat Tiongkok.

Latar Belakang: Luka Lama yang Membekas

Keputusan Ji Hong melakukan aksi ekstrem ini tak lepas dari pengalaman masa lalunya. Pada tahun 2001, dia pernah ditangkap di Lapangan Tiananmen setelah dicurigai sebagai praktisi Falun Gong. Selama penahanan, dia mengalami represi brutal dan kekerasan fisik dari aparat.

“Pengalaman itu meninggalkan luka mendalam,” ujarnya. “Sejak saat itu saya sadar bahwa perlawanan damai adalah satu-satunya jalan untuk menuntut perubahan.”

Pesan Perlawanan dan Harapan

Bagi Ji Hong, proyeksi tulisan di gedung Chongqing bukan sekadar aksi simbolis. Dia menyebutnya sebagai “teriakan zaman” – sebuah seruan bagi kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Dia menekankan, rakyat Tiongkok harus berani berpikir mandiri dan tidak terus-menerus tunduk pada penindasan. 

“Hanya dengan keberanian melawan, masa depan yang lebih bebas bisa tercapai,” kata Ji Hong menutup pernyataannya.

Reaksi Pemerintah Tiongkok

Tak butuh waktu lama, aparat keamanan Chongqing bergerak cepat. Menurut laporan dari warga sekitar, polisi segera mengepung area kampus dan berusaha menelusuri sumber proyeksi. Meski begitu, karena aksi diatur dari luar negeri, upaya mereka tidak membuahkan hasil.

Media resmi Tiongkok tidak menayangkan pemberitaan terkait insiden ini. Tagar terkait dihapus dari platform Weibo dalam hitungan jam, menandakan upaya sensor ketat untuk meredam penyebaran isu yang dinilai bisa mengguncang stabilitas politik.

Reaksi Internasional

Sebaliknya, media internasional menyorot peristiwa ini dengan tajam. Beberapa pengamat menyebutnya sebagai aksi perlawanan paling berani sejak Gerakan Kertas Putih. Organisasi HAM seperti Amnesty International dan Human Rights Watch turut mengeluarkan pernyataan, menyebut tindakan Ji Hong sebagai “simbol keberanian rakyat Tiongkok yang haus akan kebebasan.”

Di media sosial Barat, tagar #ChongqingProjection sempat masuk jajaran trending. Banyak netizen menyebut aksi ini mengingatkan dunia bahwa isu kebebasan berekspresi di Tiongkok masih menjadi persoalan serius.

Dampak dan Makna Lebih Luas

Meskipun hanya berlangsung kurang dari satu jam, proyeksi “Gulingkan Partai Komunis” telah menimbulkan gelombang baru dalam percakapan publik, baik di dalam maupun luar negeri. Bagi banyak kalangan, peristiwa ini menegaskan bahwa benih perlawanan terhadap otoritarianisme masih hidup – meski dibungkam, tetap mencari cara untuk bersuara.

Kisah Menolak Godaan Nafsu & Mendapat Balasan Berkah

EtIndonesia. Berkah dan anugerah dari Langit (Tuhan) hanya akan turun kepada mereka yang menjaga kesucian diri serta menjunjung tinggi kehormatan.

Dalam ajaran lama dikatakan: “Dari segala dosa, nafsu syahwat adalah yang paling berbahaya. Menolak godaan syahwat berarti membuka jalan menuju keberkahan.”

Kitab klasik Wenchang Dijun Yin Zhi Wen menuliskan: “Orang yang serakah pada hawa nafsu, tindak-tanduknya menyimpang dan merusak kemurnian hati serta nama baik. Itu adalah pelanggaran terhadap hukum Langit, sehingga pasti mendapat hukuman. Balasan dari Langit bagi mereka biasanya datang sangat cepat. Jika seseorang tetap tidak mau bertobat, kapan saja malapetaka bisa menimpanya. Sebaliknya, hanya mereka yang menjaga kesucian diri yang layak menerima anugerah Langit.”

Kisah Pertama: Tabib He Cheng

Pada zaman dahulu, ada seorang tabib terkenal bernama He Cheng, yang masyhur karena keahliannya menyembuhkan orang sakit.

Suatu hari, seorang pria bernama Sun Mianzhi jatuh sakit parah. Istrinya, Madam Yu, lalu memanggil He Cheng untuk mengobati suaminya. 

Namun ketika tabib itu datang, Madam Yu membawanya ke ruang sepi dan berkata lirih: “Suamiku sudah lama sakit, harta keluarga kami sudah habis terjual. Tak ada lagi uang untuk membeli obat. Jika engkau mau, aku rela menyerahkan tubuhku sebagai gantinya.”

Mendengar itu, He Cheng menatap serius dan menjawab tegas: “Bagaimana mungkin kamu berkata demikian? Tenanglah, aku akan tetap mengobati suamimu. Apa yang barusan kamu katakan, jika aku menyetujuinya, maka aku akan jatuh hina seumur hidup, dan kamu sendiri akan kehilangan kehormatan. Meski bisa lepas dari cemooh manusia, mungkinkah kita bisa lolos dari hukuman Langit?”

Madam Yu terdiam malu lalu segera mundur.

Beberapa malam kemudian, He Cheng bermimpi dibawa oleh sosok gaib ke sebuah balai agung. 

Seorang pejabat surgawi berkata: “Kamu berjasa menyelamatkan orang sakit, dan dalam keadaan sulit pun enggan merusak kehormatan orang lain. Atas jasamu, Langit akan memberimu jabatan serta harta sebanyak lima puluh ribu keping.”

Tak lama, putra mahkota jatuh sakit. Kaisar pun memanggil He Cheng ke istana. Sekali obat diberikan, sang putra mahkota sembuh. Sesuai mimpi, dia pun diangkat menjadi pejabat tinggi dan menerima hadiah besar.

Kisah Kedua: Sarjana Lin Maoxian

Pada masa Dinasti Song Utara, hiduplah seorang pemuda berbakat bernama Lin Maoxian dari Jiangxi. Meski miskin, dia tekun belajar dan akhirnya mendapat rekomendasi untuk ikut ujian negara.

Suatu malam, istri seorang hartawan tetangganya diam-diam mendatanginya. Dia mengagumi kepandaian Lin, tapi merasa rendah pada suaminya yang tak berilmu. Dia pun berusaha menyerahkan diri.

Lin Maoxian dengan wajah tegas berkata: “Antara pria dan wanita ada batas. Hukum dan moral tidak mengizinkan ini. Di bawah tatapan Langit dan roh-roh, bagaimana mungkin aku mencoreng kehormatanku sendiri?”

Perempuan itu pun merasa malu dan pergi.

Setahun kemudian, tepat pada masa pemerintahan Tiansheng tahun ke-8, Lin Maoxian berhasil lulus ujian jinshi dan diangkat sebagai pejabat tinggi di istana, menjabat Taichang Qing dengan pangkat setara menteri.

Lebih dari itu, empat anak lelakinya kelak juga berhasil lulus jinshi. Namanya harum sebagai keluarga “Satu Rumah Lima Jinshi”—sebuah kebanggaan besar dalam sejarah.

Pesan Moral

Kedua kisah ini menunjukkan bahwa menolak godaan syahwat bukanlah kehilangan, melainkan jalan menuju keberkahan besar.

·        He Cheng memperoleh jabatan dan harta.

·        Lin Maoxian mendapat kehormatan, jabatan tinggi, serta keturunan yang mulia.

Sebaliknya, mereka yang tenggelam dalam hawa nafsu justru akan kehilangan kesehatan, kehormatan, bahkan hidupnya.(jhn/yn)

Prabowo Batalkan Kunjungan ke Tiongkok di Tengah Berlanjutnya Aksi Protes

EtIndonesia— Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (30/8/2025) membatalkan rencana kunjungannya ke Tiongkok seiring meluasnya aksi protes berhari-hari dari ibu kota Jakarta ke berbagai daerah dengan sejumlah gedung DPRD dibakar.

Prabowo sebelumnya dijadwalkan menghadiri parade Militer  pada 3 September di Beijing. 

Aksi protes, yang menjadi ujian besar pertama bagi pemerintahan Prabowo yang hampir berusia setahun, bermula di Jakarta pekan ini terkait gaji anggota DPR dan memburuk setelah sebuah kendaraan polisi menabrak dan menewaskan seorang pengendara motor.

“Presiden ingin terus memantau (situasi di Indonesia) secara langsung… dan mencari solusi terbaik,” kata juru bicara kepresidenan Prasetyo Hadi dalam pernyataan video pada Sabtu.

“Oleh karena itu, presiden menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Tiongkok karena tidak dapat menghadiri undangan tersebut.”

Pertimbangan lain dalam pembatalan kunjungan itu adalah adanya Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September, tambah Prasetyo.

Sehubungan dengan protes, aplikasi video pendek TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan China ByteDance, pada Sabtu menyatakan telah menangguhkan fitur siaran langsungnya di Indonesia selama beberapa hari.

Pemerintah pada pekan ini telah memanggil perwakilan dari platform media sosial, termasuk Meta Platforms Inc dan TikTok, dan meminta mereka meningkatkan moderasi konten karena disinformasi menyebar secara daring. Pemerintah mengatakan disinformasi tersebut telah memicu protes terhadapnya.

Kebakaran

Sebelumnya pada Sabtu, para demonstran membakar gedung DPRD di tiga provinsi — Nusa Tenggara Barat, Kota Pekalongan di Jawa Tengah, dan Kota Cirebon di Jawa Barat, menurut laporan media lokal.

Media Detik.com melaporkan bahwa pengunjuk rasa menjarah peralatan kantor DPRD di Cirebon dan polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa di Pekalongan dan Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, tiga orang tewas pada Jumat dalam serangan pembakaran gedung DPRD di Makassar.

Kantor berita negara Antara menyebutkan korban terjebak di dalam gedung yang terbakar, sementara BNPB mengatakan dua orang terluka setelah melompat dari gedung untuk menyelamatkan diri.

Media metrotvnews.com melaporkan adanya satu korban jiwa tambahan dari kebakaran gedung DPRD Makassar. Laporan ini belum dapat dikonfirmasi secara independen.

Aksi protes juga terjadi di pulau wisata Bali, di mana gas air mata digunakan terhadap para pengunjuk rasa.

Oleh Stefanno Sulaiman

Jalan Kaki Penuh Manfaat: Berapa Langkah Sehari yang Baik untuk Kesehatan?

EtIndonesia. Manfaat jalan kaki bagi kesehatan sudah tidak diragukan lagi. Namun, banyak orang merasa terbebani saat mendengar anjuran “harus 10.000 langkah per hari”. Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa 7.000 langkah saja sudah cukup untuk membawa perubahan besar pada kesehatan.

7.000 Langkah Bisa Ubah Hidupmu

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet menganalisis data lebih dari 160.000 orang dewasa. Hasilnya, berjalan 7.000 langkah per hari mampu secara signifikan menurunkan risiko berbagai penyakit serius sekaligus memperpanjang harapan hidup.

Dibandingkan dengan mereka yang hanya berjalan 2.000 langkah per hari:

·        Risiko meninggal akibat kanker turun 37%

·        Risiko diabetes tipe II turun 14%

·        Risiko demensia turun 38%

·        Risiko depresi turun 22%

·        Risiko penyakit kardiovaskular turun 25%

·        Risiko jatuh saat berjalan juga turun 28%

Artinya, bahkan langkah sederhana pun berdampak luar biasa.

Lebih dari itu, setiap tambahan 1.000 langkah ekstra per hari memberikan manfaat kesehatan tambahan. Jadi, meski hanya 4.000 langkah sehari, itu tetap jauh lebih baik dibandingkan gaya hidup duduk diam. Hanya saja, setelah melewati angka 7.000 langkah, manfaat tambahan mulai melambat.

10.000 Langkah Bukan Syarat Mutlak

Dr. Daniel Bailey, peneliti dari Brunel University of London, menegaskan bahwa riset ini mematahkan mitos lama: “harus jalan 10.000 langkah untuk sehat”. Target realistis yang bisa dicapai adalah 5.000–7.000 langkah, dan itu sudah sangat bermanfaat.

Sementara itu, June Davison, perawat senior dari British Heart Foundation, menyarankan orang dewasa untuk mengumpulkan 150 menit aktivitas intensitas sedang setiap minggu. Caranya sederhana, misalnya:

·        Berjalan mondar-mandir saat menerima telepon

·        Jalan cepat 10 menit saat istirahat makan siang

Kebiasaan kecil ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung secara signifikan.

Jadi, daripada duduk lama sambil scroll ponsel, ayo sekarang juga berdiri dan jalan sebentar.

 Jalan Kaki Meningkatkan Aliran Darah ke Otak

Selain menyehatkan tubuh, jalan kaki juga memberi manfaat besar bagi otak.

Penelitian di New Mexico Highlands University, Amerika Serikat, menemukan bahwa setiap kali kaki menapak tanah, tekanan mekanis yang dihasilkan akan mendorong gelombang tekanan melalui pembuluh darah menuju otak. Dampaknya: aliran darah ke otak meningkat.

Efeknya Mirip Lari dan Bersepeda

Para peneliti awalnya meneliti efek lari dan bersepeda terhadap sirkulasi otak. Hasilnya:

·        Lari memberikan dampak paling besar karena hentakan kaki lebih kuat.

·        Jalan kaki memberikan efek sedang.

·        Bersepeda memberikan efek paling kecil karena minim hentakan pada kaki.

Untuk membuktikan lebih lanjut, mereka menggunakan alat ultrasonografi pada 12 orang dewasa muda. Saat berjalan dengan kecepatan stabil (sekitar 1 meter per detik), terbukti aliran darah ke otak memang meningkat.

Manfaat Otak yang Didapat

Ernest Greene, salah satu peneliti, menjelaskan bahwa jalan kaki, lari, dan bersepeda sama-sama meningkatkan aliran darah ke otak secara konsisten. Efek ini diyakini dapat:

·        Meningkatkan fungsi otak

·        Memperbaiki suasana hati

·        Meningkatkan rasa bahagia berkat pelepasan endorfin

Kesimpulan

Jalan kaki adalah olahraga termurah, termudah, dan bisa dilakukan siapa saja. Tidak perlu memaksakan 10.000 langkah. Mulai dari 5.000–7.000 langkah per hari sudah membawa manfaat luar biasa—dari menurunkan risiko penyakit kronis hingga menjaga otak tetap sehat.

Jadi bro, jangan tunggu lagi. Besok mulai jalan kaki sedikit demi sedikit. Ingat, setiap langkah kecil adalah investasi besar untuk kesehatan jangka panjang.(jhn/yn)