Menikmati Kuliner Jepang di Ebisu Japanese Restaurant Mercure dengan “All You Can Eat Japanese Grill & BBQ”

Surabaya- Mulai bulan Juli ini, Mercure Surabaya Grand Mirama secara resmi membuka program makan malam spesial bertema Jepang yang bisa dinikmati setiap hari Jumat mulai pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Dengan hanya IDR 168.000 nett per orang, para tamu dapat menikmati berbagai pilihan daging, sayuran segar, dan aneka saus khas Jepang dalam konsep grill & barbeque sepuasnya.

Terletak di lantai dasar hotel, Ebisu Japanese Restaurant menyuguhkan suasana otentik Jepang modern dengan nuansa hangat yang cocok dinikmati bersama keluarga, kolega, maupun pasangan. Sajian grill dipersiapkan langsung di meja tamu, menciptakan sensasi makan malam yang interaktif dan menyenangkan.

“Program All You Can Eat Japanese Grill & BBQ ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus menghadirkan pengalaman bersantap yang unik dan berkelas, namun tetap terjangkau,” ujar Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama. “Kami percaya, kuliner tidak hanya soal rasa, tapi juga soal momen dan kebersamaan – dan inilah yang ingin kami hadirkan setiap Jumat malam.”

Tamu juga berkesempatan mendapatkan potongan harga hingga 10% melalui program loyalitas ALL – Accor Live Limitless dan Accor Plus, yang semakin menambah nilai dari pengalaman kuliner ini.

Promo ini tersedia setiap hari Jumat dan berlaku untuk semua tamu hotel maupun pengunjung umum dengan reservasi sebelumnya.

Mengisi Waktu Jumat Sore dengan Kongkow Cantik di “Pasar Malam Darmo” Mercure

0

Surabaya – Menjelang akhir pekan, suasana hangat dan aroma jajanan nusantara mulai terasa di area Canopy Lobby Mercure Surabaya Grand Mirama. Melalui gelaran Aneka Kuliner: Pasar Malam Darmo, hotel bintang empat ini menghadirkan pengalaman kuliner yang sederhana namun penuh makna—terinspirasi dari semangat kebersamaan khas angkringan Jawa.

Digelar setiap Jumat, pukul 17.00 – 21.00 WIB, program ini mengusung konsep street food night market yang autentik. Para tamu dan masyarakat umum diajak menjelajahi beragam kuliner khas seperti Sate Klopo & Nasi Kucing, Soto Mirama, Bakso, Tahu Campur, Nasi Goreng, Mie Ayam, Es Campur, Angsle, Croffle, hingga Kopi Racik—semuanya disajikan langsung dari gerobak tradisional yang memikat.

Dengan harga mulai dari IDR 20.000, pengunjung tidak hanya dimanjakan oleh cita rasa, tetapi juga suasana yang membangkitkan nostalgia dan mempererat kebersamaan.

Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama, menyampaikan bahwa Pasar Malam Darmo merupakan wujud nyata komitmen hotel dalam menghadirkan ruang hidup yang dekat dengan masyarakat kota.

“Kami ingin menciptakan suasana yang membumi dan mengundang semua kalangan untuk bersantai, bercengkrama, dan menikmati kekayaan kuliner lokal dalam suasana yang santai dan penuh keakraban,” ujarnya.

Dengan pencahayaan temaram, rindangnya pepohonan, serta deretan gerobak yang berjajar rapi, area Canopy Lobby disulap menjadi ruang temu yang nyaman bagi keluarga, teman, dan komunitas untuk merayakan malam akhir pekan dengan senyum dan cerita.

“Pasar Malam Darmo bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang hangat yang menghidupkan kembali semangat ngumpul bareng ala Surabaya,” tambah Sugito Adhi.

Sebagai bentuk apresiasi bagi para tamu, setiap tamu yang melakukan direct booking room atau melalui hotline (+62 31 562 3000) di setiap hari Jum’at dengan ketentuan tertentu, dapat menikmati sajian makanan dan minuman secara gratis di area Pasar Malam Darmo, menjadikan pengalaman kuliner Anda semakin hemat dan menyenangkan.

Perang Kamboja-Thailand Memanas, 11 Orang Tewas 

Kamboja adalah salah satu sekutu terdekat Tiongkok di kawasan, dan pada  April, rezim Tiongkok meresmikan peningkatan fasilitas pangkalan angkatan lautnya di Ream.

EtIndonesia. Sebanyak 11 orang tewas pada Kamis (24/7/2025) ketika angkatan bersenjata Thailand dan Kamboja saling melepaskan tembakan dalam bentrokan di sepanjang perbatasan bersama mereka.

Pemerintah kedua negara saling tuding siapa memulai bentrokan militer tersebut, dan keduanya menurunkan tingkat hubungan diplomatik pada 23 Juli, setelah beberapa tentara Thailand terluka akibat ranjau darat. Thailand kemudian menutup seluruh perbatasannya dengan Kamboja sepanjang 800 kilometer serta menutup semua jalur penyeberangan.

Perdana Menteri Sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, mengatakan bahwa 10 warga sipil Thailand dan seorang prajurit tewas.

Enam dari korban tewas berada di sebuah SPBU di Provinsi Si Sa Ket, Thailand, menurut militer Thailand, yang juga mencatat bahwa sedikitnya 14 orang terluka di tiga provinsi perbatasan.

Belum jelas di mana korban tewas lainnya ditemukan.

Bentrokan pada 24 Juli tampaknya meletus setelah lima tentara Thailand terluka akibat ranjau darat pada 23 Juli. Kejadian ini mendorong Thailand menarik duta besarnya dari Kamboja dan mengusir perwakilan Kamboja dari ibu kota Thailand, Bangkok.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan, “Pemerintah Kerajaan Thailand mengecam sekeras-kerasnya pelanggaran terhadap kedaulatan Thailand dan hukum internasional, menyusul pemasangan ranjau darat antipersonel di wilayah Thailand yang menyebabkan luka-luka pada personel militer Thailand saat mereka berpatroli pada 16 dan 23 Juli 2025.”

Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja menyatakan bahwa jet-jet Angkatan Udara Thailand menjatuhkan bom di jalan dekat kuil kuno Preah Vihear, sementara pihak Thailand menyatakan bahwa mereka melancarkan serangan udara terhadap sasaran militer.

Pada  24 Juli pagi, bentrokan terjadi di dekat kuil Hindu kuno Ta Muen Thom, yang terletak di perbatasan antara Provinsi Surin, Thailand, dan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja.

“Pemerintah Kerajaan Thailand mendesak Kamboja untuk menghentikan tindakan  berulang ini yang merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Tindakan semacam itu bertentangan secara fundamental dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik dan itikad baik, serta akan semakin merusak reputasi dan kredibilitas Kamboja di mata dunia,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Thailand.

“Pemerintah Kerajaan Thailand siap memperkuat langkah-langkah pertahanan diri kami jika Kamboja terus melakukan serangan bersenjata dan pelanggaran terhadap kedaulatan Thailand sesuai dengan hukum dan prinsip internasional.”

Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan bahwa Thailand menggunakan drone sebelum melepaskan tembakan dan  pasukannya “bertindak sepenuhnya dalam batas pembelaan diri, sebagai respons terhadap pelanggaran mendadak oleh pasukan Thailand yang melanggar integritas wilayah kami.”

Kedutaan Besar Thailand di ibu kota Kamboja, Phnom Penh, memposting di Facebook bahwa warga negara Thailand di Kamboja disarankan untuk meninggalkan negara tersebut.

Bentrokan terbaru ini merupakan konfrontasi bersenjata kedua antara kedua negara tahun ini. Pada  Mei, seorang tentara Kamboja tewas tertembak dalam baku tembak di sebuah wilayah kecil yang diklaim oleh kedua negara.

Skandal Panggilan Telepon Bocor

Tak lama setelah insiden tersebut, Perdana Menteri Thailand saat itu, Paetongtarn Shinawatra, berbicara dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen pada Juni, dan rekaman percakapan itu bocor.

Mahkamah Konstitusi Thailand menangguhkan jabatan Shinawatra pada 1 Juli, setelah 36 senator mengajukan petisi untuk memberhentikannya, menuduhnya tidak jujur dan melanggar etika berdasarkan konstitusi.

Dalam percakapan telepon tersebut, Paetongtarn—yang merupakan putri mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra—mengkritik seorang komandan militer Thailand dan menyebut Hun Sen sebagai “paman.” Putra Hun Sen, Hun Manet, saat ini menjabat sebagai perdana menteri Kamboja.

Kamboja adalah salah satu sekutu terdekat Beijing di kawasan. Pada  April, Partai Komunis Tiongkok (PKT) meresmikan peningkatan fasilitas pangkalan angkatan lautnya di Ream, Kamboja, yang cukup besar untuk menampung kapal induk.

Thailand dan Kamboja telah lama berseteru soal batas wilayah mereka, dengan sebagian besar ketegangan berasal dari peta yang digambar pada tahun 1907, ketika Kamboja berada di bawah pemerintahan kolonial Prancis.

Kamboja menggunakan peta tersebut sebagai dasar klaim wilayah, sementara Thailand berargumen bahwa peta itu tidak akurat.

Konflik utama antara Thailand dan Kamboja berkisar pada wilayah di sekitar kuil kuno Preah Vihear yang berusia 1.000 tahun.

Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda, mengakui kedaulatan Kamboja atas kuil tersebut, dan pada tahun 2013, pengadilan kembali menegaskan putusan tersebut.

Kamboja telah meminta ICJ untuk menyelesaikan sengketa perbatasan tersebut, tetapi Thailand menolak yurisdiksi pengadilan. (asr)

Laporan ini turut disumbangkan oleh Associated Press

Bagaimana Seorang Wanita Muda Tetap Sehat Selama Dua Dekade Setelah Menderita Kanker Mematikan

Setelah menjalani operasi di mana ovarium terakhirnya, rahim, dan sebagian ususnya diangkat, Yang Ya-chuan tetap bertahan hidup dan berhasil pulih

Lisa Bian

Pada tahun 2007, saat berusia 36 tahun dan baru enam bulan menikah, Yang Ya-chuan menjalani pemeriksaan medis karena dia dan suaminya sedang mencoba memiliki anak. Mereka menerima diagnosis yang tidak terduga—kanker pada indung telur.

Meskipun segera menjalani operasi pengangkatan indung telur yang terkena, setahun kemudian, kanker sudah menyebar. Dalam prosedur kedua, para dokter bergiliran mengangkat semua organ yang terdampak.

Ketika terbangun, Yang mengetahui bahwa dia telah kehilangan indung telur yang tersisa, rahim, dan sebagian ususnya. Sebuah kantong diletakkan di dekat pusarnya, dengan sebagian usus yang menonjol keluar.

“Saya merasa seolah-olah seluruh dunia saya runtuh,” kata Yang kepada The Epoch Times.

“Saya tidak tahu apa yang telah saya lakukan hingga pantas mendapatkan ini. Saya tidak tahu berapa lama waktu yang tersisa untuk saya. Bahkan dokter pun tidak bisa mengatakan berapa lama saya akan hidup.”

Pada saat yang paling menghancurkan dalam hidupnya, ia mulai berlatih qigong, yang mengubah jalannya hidupnya.


Pertemuan Kebetulan

Selama seminggu dirawat di rumah sakit pasca operasi, penderitaannya terus berlanjut.

Saat itu, ia berjuang melawan penumpukan cairan di perut dan rasa sakit parah di bekas luka operasi yang membuatnya sulit tidur. Ia juga mengalami tekanan mental, merasa seperti monster Frankenstein dengan tabung dan jahitan di tubuhnya. Ia menangis sampai tak bisa bicara, menyalahkan takdir yang dirasakannya tidak adil.

Yang mempekerjakan seorang pengasuh untuk membantunya. Melihat kondisi Yang yang begitu menderita, pengasuh tersebut menyarankan agar ia mencoba berlatih sebuah metode qigong bernama Falun Gong dengan harapan bisa meringankan ketidaknyamanan mental dan fisik. Pengasuh itu mengatakan Falun Gong telah sangat memperbaiki kesehatannya sendiri.

Falun Gong adalah disiplin spiritual yang menggabungkan meditasi dengan gerakan lembut dan perlahan—mirip dengan yoga atau tai chi. Selain itu, Falun Gong mengajarkan prinsip-prinsip kebenaran, belas kasih, dan kesabaran. Praktik ini menekankan pengembangan karakter moral dan pengasahan diri.

Awalnya, Yang skeptis, tetapi ia setuju mendengarkan rekaman ajaran.

“Setelah sekitar 20 menit mendengarkan, saya mulai merasa lebih tenang dan bahkan bisa tidur sebentar,” katanya.


Perjalanan Pemulihan

Pada tahun 2010, Yang menjalani putaran pertama kemoterapi. Perawatan tersebut membuatnya lemah secara fisik dan berat badannya turun sekitar 10 kilogram.

Ia terus melanjutkan terapi sambil tetap berlatih Falun Gong. Setelah keluar dari rumah sakit, ia mengikuti seminar Falun Gong selama sembilan hari.

Setelah putaran keenam kemoterapi, ahli gizi dan dokternya memperhatikan sesuatu yang tidak biasa—meski berat badannya turun, massa ototnya tetap terjaga sepenuhnya.

Biasanya, kemoterapi menyebabkan penurunan tajam jumlah sel darah putih, meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan serius lainnya. Namun, hasil tes Yang menunjukkan jumlah sel darah putihnya tetap dalam kisaran sehat selama perawatan—hasil yang jarang terjadi bagi pasien kemoterapi.

Melihat pemulihan tubuh Yang yang cepat setelah tiap putaran kemoterapi, dokternya menyarankan ia menjalani enam sesi tambahan sebagai tindakan pencegahan.

Namun, Yang mengatakan kepada dokter bahwa ia memilih untuk tidak menjalani sesi pencegahan karena takut dampak fisiknya. Ia juga berbagi bahwa kesehatannya telah meningkat secara signifikan sejak mulai berlatih Falun Gong.

Mengejutkan, spesialis onkologi ginekologi terkemuka dari Taiwan, Hua-Hsi Wu, setuju dengan keputusannya. “Kalau begitu, teruskan berlatih Falun Gong,” katanya.


Pemulihan dan Kehidupan Baru

Sejak saat itu, Yang benar-benar mendedikasikan diri pada latihan jiwa dan raga Falun Gong.

Tak lama setelah mulai berlatih Falun Gong di luar ruangan, ia merasakan sensasi berputar yang unik di punggungnya—di area bekas operasi pengangkatan lipoma. Aliran energi kuat itu berlangsung lebih dari enam bulan.

“Setiap kali saya berlatih, bahkan saat cuaca dingin, saya akan berkeringat. Bau keringat saya mengingatkan saya pada obat kemoterapi, cairan infus, dan disinfektan yang digunakan saat saya dirawat di rumah sakit. Ini berlangsung hampir setahun.”

Sebulan setelah menyelesaikan kemoterapi, tubuhnya kembali ke kondisi sebelum operasi, kata Yang.

Berlatih Falun Gong juga membantu Yang mengembangkan pandangan hidup yang lebih positif dan damai.

“Daripada membenci penyakit saya, saya belajar menghadapi dengan penerimaan yang tenang. Setelah membaca Zhuan Falun [buku utama Falun Gong], saya memahami bahwa kesehatan sejati dimulai dari menjadi orang yang baik dan penuh perhatian,” ujarnya.

Keluarga dan teman-temannya terkejut melihatnya melepaskan sifatnya yang sebelumnya cepat marah dan tidak sabaran—bahkan kebiasaan mengemudinya pun berubah.

Selama lebih dari satu dekade, ia hidup sehat dan penuh energi.

Pada Agustus lalu, Rumah Sakit Umum Veteran Taipei mengeluarkan sertifikat kesehatan yang menyatakan bahwa dirinya bebas dari gejala penyakit pada saat pemeriksaan.

Surat keterangan kesehatan yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Veteran Taipei pada tanggal 20 Agustus 2024 menunjukkan bahwa Yang tidak menunjukkan gejala apa pun pada saat pemeriksaan. Courtesy of Yang Ya-chuan

Kekuatan Keyakinan

Menanggapi pemulihan luar biasa Yang setelah berlatih Falun Gong, Dr. Glynn Weldon Gilcrease, profesor asosiasi onkologi di University of Utah School of Medicine, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa bidang onkologi biasanya mengandalkan ukuran statistik—seperti median kelangsungan hidup—untuk menilai prognosis.

Namun, ia mencatat bahwa beberapa pasien menunjukkan respons sangat positif terhadap perawatan yang sulit dijelaskan secara medis—dan sering kali pasien itu sendiri tidak bisa menyebutkan alasan spesifiknya.

“Saya percaya memiliki harapan dan makna hidup itu sangat penting. Saat kamu punya tujuan—saat kamu mengerti mengapa kamu di sini—itu membuat perbedaan besar,” katanya.

Dr. Chih-Ying Liao, seorang onkolog radiasi di Rumah Sakit Universitas Medis China di Taiwan, menekankan pentingnya keyakinan dalam pemulihan kanker.

“Otak manusia adalah organ yang luar biasa—ia bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh,” katanya kepada The Epoch Times.

Penelitian menunjukkan diagnosis kanker sering menyebabkan pukulan psikologis berat, dengan pasien mengalami depresi dan kecemasan dua hingga tiga kali lebih tinggi dibanding populasi umum. Secara klinis, kecemasan berkepanjangan, kekhawatiran, dan gangguan tidur umum terjadi pada pasien kanker.

“Praktik seperti qigong dan meditasi dapat membantu menstabilkan tubuh dan pikiran,” kata Liao. “Dari sudut pandang spiritual atau agama, ada bukti tidak langsung bahwa praktik ini dapat meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki tidur, dan mengurangi hormon inflamasi. Efek ini, pada gilirannya, bisa membantu pemulihan kanker dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.”

Pasien dengan kestabilan emosi yang lebih baik juga cenderung merawat kesehatan fisik mereka—menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan akhirnya mencapai hasil pengobatan yang lebih baik, katanya. Dalam beberapa kasus, ini bahkan bisa menyebabkan pembalikan kanker.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep onkologi integratif semakin mendapat perhatian di kalangan medis.

Sebuah uji klinis acak pada 2021 yang dipublikasikan di Journal of Clinical Oncology menemukan pasien kanker payudara yang mengikuti program meditasi enam minggu mengalami penurunan signifikan gejala depresi. Mereka juga melaporkan perbaikan kelelahan, insomnia, dan gejala vasomotor seperti hot flashes dan keringat malam dibanding kelompok kontrol.

Sebuah studi observasional yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology 2016 menunjukkan bahwa praktik Falun Gong dapat memperpanjang masa hidup pasien kanker stadium akhir dan mengurangi gejala mereka. Dalam studi tersebut, 152 pasien kanker stadium akhir asal Tiongkok yang berlatih Falun Gong diamati. Saat laporan dibuat, 149 pasien masih hidup dan sehat. Jika dibandingkan dengan perkiraan masa hidup 5,1 bulan, masa hidup mereka diperpanjang menjadi 56 bulan. Kualitas hidup pasien juga meningkat signifikan.

Foto terbaru Yang Ya-chuan. Courtesy of Yang Ya-chuan

Bertahan dan Maju dengan Pesat

Tiga tahun setelah menyelesaikan kemoterapi, Yang kembali ke dunia kerja.

Dia menjadi agen asuransi jiwa di Nan Shan Life, salah satu dari tiga penyedia asuransi teratas di Taiwan. Dia telah meraih pengakuan prestisius Million Dollar Round Table sebanyak tujuh kali—sebuah kehormatan yang menandakan dia sebagai salah satu profesional teratas di industri ini.

Dia juga dalam kondisi kesehatan yang baik. Dulu, dia sering mengunjungi klinik, sering sakit flu setiap tiga hingga empat bulan, mengalami insomnia akibat batuk yang terus-menerus, dan mengalami masalah pencernaan. Kini, dia tidak lagi mengalaminya.

“Saya bahkan lebih sehat daripada sebelum menderita kanker,” katanya. (***)

Pelatih “Vampir” Memaksa Siswa Mendonorkan Darahnya Ratusan Kali demi SKS Sekolah

EtIndonesia. Seorang pelatih sepak bola wanita Taiwan dikecam karena diduga memaksa siswa untuk mendonorkan darahnya ratusan kali demi mendapatkan SKS sekolah yang diwajibkan untuk kelulusan.

Zhou Tai-ying, seorang pelatih sepak bola wanita terkemuka, dijuluki pelatih “vampir” oleh media Taiwan, karena selama masa mengajar di National Taiwan Normal University (NTNU), dia diduga memaksa siswa untuk mendonorkan darah berkali-kali, dalam beberapa hari berturut-turut, yang dia klaim terkait dengan 32 SKS sekolah yang diperlukan untuk kelulusan.

Karena takut tidak dapat menyelesaikan sekolah kecuali mereka menuruti perintah pelatih, beberapa siswa harus melakukan pengambilan darah ratusan kali dalam hitungan hari, dengan beberapa mengklaim bahwa para pengumpul darah tidak dapat lagi menemukan pembuluh darah yang layak.

Skandal ini bermula ketika salah satu korban, seorang siswa bermarga Jian, menuduh Zhou memanfaatkan dirinya dan siswa lainnya. Joan mengklaim bahwa selama masa studinya di Universitas Normal Nasional Taiwan, pelatih sepak bola memaksanya untuk menjalani lebih dari 200 donor darah dengan imbalan SKS mata kuliah. Dia menambahkan bahwa darah tersebut diambil oleh petugas yang tidak terlatih, untuk apa yang disebut “eksperimen penelitian di kampus”.

“Terkadang ini melibatkan pengambilan sampel terus-menerus hingga 14 hari, terkadang tiga kali sehari, dari pukul 5 pagi hingga 9 malam,” kata Jian. “Pada hari kedelapan pengambilan darah berturut-turut, mereka hampir tidak dapat menemukan pembuluh darah di kedua lengan. Mereka bahkan mencoba pergelangan tangan saya dan gagal. Rasanya sangat menyiksa. Saya benar-benar putus asa. Butuh enam kali percobaan sebelum akhirnya berhasil!”

Menurut tuduhan Jian, donor darah tersebut terkait dengan 32 SKS akademik yang diwajibkan untuk kelulusan, sehingga mahasiswa yang menolak berisiko tidak dapat menyelesaikan kuliah atau bahkan dikeluarkan.

Skandal tersebut mendorong mahasiswa lain untuk bersuara menentang pelatih sepak bola berusia 61 tahun tersebut, dengan salah satu dari mereka mengaku telah mengambil cuti karena perundungan jangka panjang oleh pelatih.

Menyusul kontroversi nasional tersebut, pada 13 Juli, pihak universitas mengumumkan pemecatan Zhou dari peran administratif dan kepelatihannya, dan bahkan mengunggah surat permintaan maaf tertulis dari sang pelatih di situs webnya. Namun, banyak pihak menuntut tindakan yang lebih tegas terhadapnya, terutama karena alasan di balik kewajiban donor darah bagi mahasiswa muda ini masih belum diketahui.

“Universitas baru saja memecat pelatih itu? Lelucon apa ini? Saya tidak percaya ini sepenuhnya ide dosen. Apa keuntungan seorang dosen dari ini? Siapa sebenarnya yang paling diuntungkan?” komentar seseorang di media sosial.(yn)

Sumber: odditycentral

Ruang Terbuka Hijau Mendukung Perkembangan Otak Anak-anak

Anak-anak yang tinggal dekat dengan pepohonan dan taman menunjukkan perubahan yang terukur pada area otak yang terkait dengan perhatian, bahasa, dan motivasi

oleh Cara Michelle Miller

Taman lingkungan mungkin lebih dari sekadar menyediakan tempat bermain bagi anak-anak. Analisis terbaru dari Inggris menggunakan data pemindaian otak di Amerika Serikat menunjukkan bahwa paparan singkat terhadap ruang hijau dapat membentuk perkembangan otak anak—terutama pada area yang terkait dengan pembelajaran, fokus, dan regulasi emosi.

Temuan ini, yang dipublikasikan dalam Biological Psychiatry, berasal dari peneliti di King’s College London yang mengkaji data lebih dari 7.000 anak yang mengikuti studi Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD), studi jangka panjang terbesar tentang perkembangan otak di Amerika Serikat.

Para peneliti sudah lama mengamati bahwa anak-anak yang tumbuh di dekat taman dan ruang alam cenderung lebih baik di sekolah dan melaporkan lebih sedikit masalah kesehatan mental.

“Studi kami menunjukkan bahwa paparan ruang hijau berhubungan dengan hasil neurodevelopmental anak-anak, bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor lain di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Divyangana Rakesh, salah satu peneliti utama di Institute of Psychiatry King’s College London dan dosen psikologi dan neuroscience, kepada The Epoch Times lewat email.

Ini berarti, dibandingkan dengan pendapatan rumah tangga, pendidikan orang tua, dan kondisi lingkungan, berada di alam memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap perkembangan otak anak.

Alam bukan sekadar kemewahan—melainkan bagian penting dari perkembangan masa kanak-kanak yang sehat.


Efek Perlindungan Alam pada Otak yang Sedang Berkembang

Untuk memahami pengaruh alam pada otak anak, para peneliti menganalisis data dari studi ABCD. Analisis ini difokuskan pada anak usia 9 sampai 12 tahun.

Gambar satelit digunakan untuk memperkirakan jumlah ruang hijau di sekitar rumah setiap anak pada usia 9 sampai 10 tahun. Dua tahun kemudian, anak-anak tersebut menjalani pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).

Hasilnya menunjukkan bahwa anak yang memiliki akses lebih banyak ke ruang hijau memiliki peningkatan luas permukaan dan volume di beberapa area otak penting. Area tersebut meliputi yang terkait dengan pemrosesan sensorik, motivasi, bahasa, dan kontrol emosi—seperti lobus temporal dan korteks insular.

Dampak paling kuat ditemukan pada luas permukaan korteks prefrontal, yang krusial untuk perhatian dan perencanaan, serta pada striatum, bagian otak yang terlibat dalam motivasi, penghargaan, dan penetapan tujuan.

Anak-anak yang tinggal di area hijau juga menunjukkan ketebalan kortikal yang lebih besar di wilayah terkait bahasa dan peningkatan luas permukaan di area seperti insula, yang membantu mengatur emosi dan perhatian.

Paparan alam juga tampak memberikan efek perlindungan selama periode rentan perkembangan otak. Pada masa remaja, beberapa area otak mengalami penipisan materi abu-abu secara alami sebagai bagian dari pemangkasan dan reorganisasi normal otak. Namun, anak-anak di area hijau menunjukkan penipisan yang lebih sedikit dari biasanya.

Pada bagian otak yang biasanya tumbuh selama periode ini, ruang hijau mendukung perluasan tersebut, menurut para peneliti. Dan pada area yang biasanya menyusut, ruang hijau terkait dengan perlambatan penurunan.

Penelitian sebelumnya mengaitkan lingkungan berpenghasilan tinggi dengan penipisan kortikal yang lebih cepat—mungkin mencerminkan penuaan otak.

Sebaliknya, studi ini menemukan bahwa ruang hijau memiliki efek sebaliknya. Para peneliti berpendapat bahwa lingkungan berpenghasilan tinggi biasanya melibatkan gaya hidup yang lebih terstruktur dan menuntut kognitif lebih tinggi, sementara lingkungan alami lebih bersifat restoratif.

Selain itu, paparan ruang hijau juga berhubungan dengan kesehatan mental dan prestasi akademik yang lebih baik pada anak-anak.

“Interaksi kecil dan rutin dengan ruang hijau—seperti berjalan-jalan di taman—dapat memiliki pengaruh berarti pada perkembangan otak,” kata Rakesh.


Bagaimana Alam Mungkin Memulihkan Otak

Para peneliti percaya waktu di alam dapat mendukung perkembangan otak dengan membantu anak mengelola stres. Salah satu teori berpusat pada sistem respon stres tubuh, yang disebut aksis hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA).

Ketika anak mengalami stres kronis, tubuhnya memproduksi lebih banyak kortisol, hormon yang—seiring waktu—dapat mengganggu pertumbuhan otak yang sehat, terutama di area yang terkait dengan perhatian, emosi, dan memori.

Para peneliti menyarankan bahwa berada di lingkungan alami dapat membantu menurunkan kadar kortisol dan mengurangi peradangan. Ini menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi otak untuk tumbuh dan berubah. Hal ini juga bisa menjelaskan mengapa anak yang terekspos lebih banyak ruang hijau mengalami penipisan korteks yang lebih lambat dan pertumbuhan luas permukaan yang lebih besar—tanda dari perkembangan yang lebih fleksibel dan berkelanjutan.

Para peneliti juga mengusulkan bahwa alam memberikan stimulasi otak yang berbeda yang memungkinkan perkembangan otak yang lebih protektif.

Penelitian lain mengemukakan bahwa alam memberi otak jeda dari kelelahan mental—teori yang disebut teori restorasi perhatian.

Area perkotaan penuh dengan rangsangan—sirene, tanda, layar—yang menuntut perhatian penuh. Alam bekerja secara berbeda. Suara burung atau daun bergesekan menangkap perhatian anak dengan lembut tanpa membebani otak, sehingga membantu otak mengisi ulang energi.

Psikolog Gloria Mark, profesor informatika di University of California–Irvine, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa penelitiannya menunjukkan bahwa bahkan 20 menit di alam bisa membuat orang merasa lebih sedikit stres dan berpikir lebih kreatif.

Dalam sebuah eksperimen lama, orang yang berjalan selama 50 menit melalui taman berhutan tampil lebih baik dalam tugas memori dan perhatian dibanding yang berjalan di jalan kota yang ramai.

“Itu membantu orang fokus lebih baik,” kata Mark. “Kamu kembali dengan kesegaran mental.”


Menghabiskan Lebih Banyak Waktu di Luar Ruangan

Temuan terbaru ini memberikan panduan untuk peluang kesehatan masyarakat yang mungkin sangat penting untuk perkembangan otak anak.

Namun, anak-anak sekarang menghabiskan waktu lebih sedikit di alam dibanding generasi sebelumnya, dengan sebagian besar waktu dialihkan ke aktivitas berbasis layar dan di dalam ruangan. Membalikkan tren itu, walau sedikit, bisa membawa manfaat yang tahan lama.

Halaman sekolah, misalnya, dapat didesain ulang untuk memasukkan lebih banyak pohon, taman, dan area bermain alami, kata Rakesh. Perencana kota dapat memprioritaskan jalan berderet pohon, atap hijau, dan acara komunitas yang melibatkan alam—terutama di lingkungan dengan akses terbatas ke taman.

“Ini bukan sekadar biaya, tapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan anak-anak.”

Manfaat Tak Terduga bagi Otak dari Membentuk Otot

Membangun kekuatan bisa mempertajam ingatan dan mendukung kesehatan otak jangka panjang

Zena le Roux

Margaret Millard, 68 tahun, belum pernah menyentuh dumbbell seumur hidupnya sampai suatu hari ia masuk ke sebuah pusat kebugaran. Itu mengubah segalanya.

“Saya pernah terjatuh cukup parah,” katanya kepada The Epoch Times. “Dokterku menyarankan latihan kekuatan untuk membantu keseimbangan. Saya tidak terlalu antusias tentang itu.”

Awalnya, dia hanya berusaha menyelesaikan setiap sesi latihan. Namun dalam beberapa bulan berikutnya, Margaret mulai merasakan perubahan yang tak ia duga.

“Bukan hanya kakiku yang semakin kuat. Saya juga lebih mudah mengingat sesuatu. Saya merasa lebih waspada. Saya bisa mengikuti percakapan dengan lebih baik, dan saya tidak mudah lelah di sore hari,” ujarnya.

Pengalaman seperti ini bukan hal yang langka. Kesehatan otot dan otak sangat berkaitan erat, di mana massa otot yang rendah dikaitkan dengan penurunan kognitif yang lebih cepat, sedangkan latihan otot memberikan perlindungan.

Hubungan Silang Otot-Otak

Kekuatan otot yang rendah telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer.

Salah satu alasan yang memungkinkan adalah bahwa jaringan otot tidak hanya berfungsi untuk bergerak—ia juga berperan sebagai organ endokrin, yang melepaskan molekul-molekul penting yang mendukung kesehatan otak.

“Otot rangka melepaskan myokine neuroprotektif, sitokin, dan brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang bisa mempertahankan kesehatan kognitif,” kata Dr. Margarita Mikhaylova, seorang ahli saraf yang berspesialisasi dalam neurofisiologi klinis.

Otot juga memainkan peran penting dalam metabolisme. Ia sangat responsif terhadap insulin, membantu mengatur kadar gula darah. Otak sangat membutuhkan energi dan sensitif terhadap insulin, menggunakan sekitar 25 persen dari glukosa tubuh. Kehilangan otot bisa berkontribusi terhadap resistensi insulin dan meningkatkan peradangan sistemik—dua hal yang diketahui dapat menyebabkan penyakit neurodegeneratif, jelas Mikhaylova.

Hubungan otot-otak ini tampaknya lebih kuat pada perempuan dan berkaitan dengan risiko demensia yang lebih tinggi.

Karena itu, deteksi dini dan pengobatan terhadap kehilangan otot—serta menargetkan kesehatan otot—dapat membantu memperlambat atau mencegah penurunan kognitif.

Protein untuk Otot yang Lebih Kuat

Jika otot membantu melindungi otak, maka melindungi otot harus menjadi prioritas utama, terutama seiring bertambahnya usia.

Salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan dan membangun otot adalah melalui asupan protein yang konsisten, dikombinasikan dengan latihan beban rutin, istirahat yang cukup, dan menghindari duduk terlalu lama, kata Debbie Petitpain, ahli gizi dietisien bersertifikat.

Protein penting untuk menjaga dan menumbuhkan massa otot tanpa lemak.

Panduan umumnya adalah sekitar 1 gram protein per pon berat badan ideal—atau 1,6 hingga 2,2 gram per kilogram berat badan.

Sebagai perbandingan: Seorang pria dengan berat 100 kilogram membutuhkan antara 160 hingga 220 gram protein per hari. Satu dada ayam matang (sekitar 170 gram) mengandung sekitar 50 gram protein, jadi ia perlu mengonsumsi sekitar tiga hingga empat setengah dada ayam untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Rentang yang lebih rendah (1,6 gram/kg) umumnya cukup untuk mempertahankan massa otot, terutama bagi orang yang tidak dalam defisit kalori atau tidak melakukan latihan intensif. Rentang yang lebih tinggi (2,2 gram/kg) lebih cocok bagi mereka yang secara aktif ingin membangun otot atau sedang dalam masa pemulihan dari cedera atau penyakit.

Protein hewani dianggap lebih mudah diserap (bioavailable)—artinya lebih mudah dicerna dan mengandung sembilan asam amino esensial dalam rasio optimal, kata Julie Stefanski, ahli gizi dietisien bersertifikat.

Meski protein nabati juga bisa mendukung kesehatan otot, namun kandungan beberapa asam aminonya lebih rendah dan mengandung “anti-nutrisi” yang bisa mengganggu penyerapan. Untuk mengatasi hal ini, protein nabati sering perlu dikombinasikan—seperti nasi dan kacang-kacangan—untuk memastikan profil asam amino yang lengkap.

Di antara asam amino, leusin memainkan peran paling penting dalam mempertahankan dan membangun otot. Makanan yang kaya leusin termasuk whey, yogurt Yunani, telur, salmon, dan produk kedelai, kata Petitpain.

Latihan Kekuatan

Selain protein, latihan kekuatan juga penting untuk mempertahankan otot.

Otot perlu terus-menerus ditantang melalui aktivitas seperti angkat beban, penggunaan resistance band, atau latihan dengan berat tubuh sendiri agar dapat beradaptasi, jelas Stefanski.

Usahakan untuk melatih semua kelompok otot utama dengan latihan resistensi progresif dua hingga tiga kali per minggu, kata Petitpain.

Bahkan gerakan kecil juga penting, terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan atau gaya hidup yang banyak duduk. Petitpain menyarankan untuk menyela waktu duduk yang lama dengan berjalan atau berdiri selama dua menit. Berjalan di tempat, naik tangga, atau sekadar melakukan peregangan di antara pertemuan bisa membantu menjaga otot tetap aktif.

Prioritaskan Istirahat dan Pemulihan

Pemulihan sama pentingnya dalam proses menjaga atau membangun otot.

“Jika seseorang tidak cukup beristirahat atau tidur, pemulihan dan perbaikan jaringan otot mungkin tidak terjadi,” kata Stefanski.

Saat tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan dan memperbaiki serat otot yang rusak. Hari-hari istirahat di antara sesi latihan juga penting untuk mencegah latihan berlebihan, yang bisa menyebabkan kelelahan dan menghambat pemulihan otot.

Contoh Pola Makan Tinggi Protein

Untuk memenuhi kebutuhan protein yang mendukung otot, sebaiknya asupan disebar secara merata sepanjang hari. Berikut contoh menu harian dari Petitpain, dirancang untuk orang dewasa dengan berat badan 140 pon (sekitar 64 kg) yang ingin mempertahankan massa otot secara optimal.

Sarapan – 07.00 pagi
Parfait yogurt Yunani dengan telur rebus
Bahan:

  • 3/4 cangkir yogurt Yunani polos 2%
  • 1/2 cangkir blueberry
  • 2 sendok makan kacang kenari cincang
  • Taburan kayu manis
  • 1 butir telur rebus

Camilan – 10.00 pagi

Edamame (kacang kedelai muda) dan jeruk mandarin

 Bahan:

  • 1/2 cangkir edamame kupas
  • 1 buah jeruk mandarin kecil

Makan Siang – 13.00 siang
Salad kekuatan salmon dan farro (gandum utuh kuno)


Bahan:

  • 85 gram salmon kalengan atau panggang
  • 1 cangkir bayam dan arugula (roket salad)
  • 1/2 cangkir farro, barley, atau quinoa matang
  • Tomat ceri
  • 1/4 buah alpukat
  • Siraman minyak zaitun dan jus lemon

Camilan – 15.00 sore
Smoothie kefir pisang dan chia
Bahan:

  • 1 cangkir kefir (minuman hasil fermentasi susu) polos
  • 1/2 buah pisang
  • 1 sendok makan biji chia
  • Es batu

Makan Malam – 18.30 malam
Ayam panggang dengan sayuran panggang
Bahan:

  • 113 gram paha ayam panggang (atau tahu yang dimarinasi)
  • Brokoli, paprika, dan wortel panggang
  • Ubi manis panggang kecil dengan 1 sendok teh minyak zaitun

Camilan Malam – 20.00 malam
Cokelat hitam dengan beri
Bahan:

  • 28 gram cokelat hitam 70%
  • 1 cangkir stroberi, blueberry, atau ceri yang diiris

Menguak Dunia Gelap Pasukan Bayaran di Ukraina: Siapa Raja Medan Perang dan Berapa Gaji Mereka?”

EtIndonesia. Perang Rusia-Ukraina kini telah berubah menjadi arena pertarungan global, bukan hanya antara dua negara, melainkan juga melibatkan ribuan pasukan bayaran dan relawan dari seluruh penjuru dunia. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 104 negara telah mengirimkan warganya sebagai relawan resmi militer Ukraina. Angka ini menjadi bukti betapa Ukraina kini menjadi “laboratorium tempur” dunia, tempat para prajurit mengasah kemampuan, strategi, dan mental bertarung.

Pasukan Turan: Kekuatan Muslim Internasional di Garis Depan

Dari sekian banyak kekuatan, Pasukan Turan asal Azerbaijan menjadi salah satu yang paling menonjol. Dengan julukan “Relawan Muslim Internasional,” unit ini kini beranggotakan sekitar 1.500 personel. Mereka berasal dari eks pasukan khusus Azerbaijan, Turki, Suriah, dan Iran—semuanya punya pengalaman bertempur, terutama di Perang Nagorno-Karabakh. Yang membuat mereka berbahaya adalah keahlian luar biasa dalam penggunaan drone tempur dan peperangan elektronik, serta reputasi tembak-menembak yang ganas di garis depan.

International Legion: Tempat Berkumpulnya Para Elit Dunia

Unit relawan terbesar dalam militer Ukraina adalah International Legion, yang menghimpun lima perusahaan mercenary terbesar dunia.

  • Swedish Arctic Lake Mercenary Company (Swedia) menurunkan 34 personel khusus,
  • Blackwater Academy (Amerika Serikat) menurunkan sekitar 80 ahli infiltrasi dan anti-teror, sebagian besar bertindak sebagai instruktur pasukan khusus berbagai negara.

 Menariknya, dua perusahaan top ini biasanya tidak terlibat langsung di garis serang utama, melainkan lebih banyak memberi dukungan teknis dan pelatihan.

Pasukan elit lainnya, Cossack Squad, justru memiliki afiliasi dengan Kremlin. Sementara MPBAR yang didirikan oleh mantan jenderal AS, Vernon Lewis, dikenal sebagai perusahaan mercenary paling serius dalam melatih tentara, termasuk militer Amerika Serikat sendiri. Meski hanya beranggotakan 2.000 orang, mereka sangat disegani karena pengalamannya yang luas.

Batalion Asing Lainnya: Dari Prancis hingga Chechnya

Selain kelompok-kelompok di atas, ada pula Foreign Legion dari Jerman dan Prancis, terkenal sangat ganas di medan tempur. Namun, jumlah mereka di Ukraina sebenarnya tak sebesar yang dibayangkan. Yang paling banyak justru berasal dari Georgia, Polandia, Kolombia, Azerbaijan, Rumania, Chechnya (Dudaev Battalion), serta dua kelompok Rusia anti-Putin: Russian Freedom Legion dan Russian Liberation Army.

Pasukan Bayaran Rusia: Dari Wagner ke “Tsar’s Wolves”

Nama Wagner begitu terkenal dan ditakuti. Pada masa jayanya, Wagner memiliki sekitar 60.000 anggota, gabungan eks pasukan khusus Rusia dan narapidana. Namun, sejak pembubarannya, tongkat estafet diambil oleh kelompok baru: “Tsar’s Wolves”. Pasukan ini langsung dipimpin oleh eks Wakil PM Rusia, Dmitry Rogozin, dengan loyalitas mutlak ke Kremlin. Mereka bahkan dilengkapi perlengkapan canggih seperti tank T-90M, roket, drone serang, hingga sistem peperangan elektronik modern—melebihi militer reguler Rusia sendiri. Meski begitu, hasil tempur mereka masih belum signifikan, menunjukkan betapa ketatnya pertahanan Ukraina.

Rusia juga masih mengoperasikan lebih dari 30 kelompok bayaran lain, seperti Cossack Squad, Ghost Brigade, dan Cheknit Legion. Sementara tentara bayaran asal Asia-Afrika (Sri Lanka, Nepal, Kongo, Kamerun, dan lainnya) biasanya ditempatkan di unit-unit “pasukan tumbal” seperti Storm Z dan Storm V, dengan tugas ekstrem berisiko tinggi—mulai dari menyerang garis depan, menjinakkan ranjau, hingga menjadi umpan musuh.

Gaji dan Realita Pahit Para Mercenary

Mitos tentang gaji tinggi pasukan bayaran di Ukraina ternyata tidak sepenuhnya benar. Gaji rata-rata mercenary di garis depan Ukraina berkisar 3.000 euro per bulan, sedangkan sukarelawan logistik hanya 500 euro. Santunan bagi yang gugur atau cacat pun mengikuti standar tentara Ukraina, dengan bonus khusus untuk misi-misi berbahaya. Di negara maju seperti Inggris atau Prancis, nominal ini setara gaji pekerja restoran atau kurir. Artinya, banyak mercenary dari Eropa Barat didorong idealisme dan sikap politik, bukan sekadar uang.

Sebaliknya, untuk tentara bayaran dari negara-negara ekonomi lemah seperti Georgia atau Armenia, 3.000 euro adalah nilai yang sangat tinggi. Banyak pula yang terjun ke medan tempur demi membalaskan dendam sejarah atau luka lama negaranya.

Di pihak Ukraina, jumlah mercenary asal Georgia bahkan mencapai 10.000 orang, terkenal dengan daya tempur luar biasa. Sementara di pihak Rusia, tentara bayaran asal Asia-Afrika di atas kertas dijanjikan 2.000–4.000 dolar AS per bulan, tetapi dalam praktiknya, banyak yang tidak menerima bayaran sama sekali. Bahkan ada tentara Rusia yang harus membeli perlengkapan tempur dari uang pribadi.

Kehidupan mercenary sangat keras. Banyak yang tertipu, harus membeli sendiri rompi antipeluru, hanya dapat pelatihan seadanya, lalu langsung diterjunkan ke medan perang. Ingin mundur? Kontrak mereka seringkali bersifat “hidup-mati”—tak bisa keluar walau masa kontrak sudah habis. Tidak sedikit yang akhirnya terjebak dan menjadi korban sia-sia karena kurangnya idealisme dan kekompakan.

Kesimpulan: Siapa yang Menang, Siapa yang Kalah, Tak Ada yang Benar-benar Pulang

Perang Ukraina kini bukan sekadar ajang adu kekuatan Rusia vs Ukraina, melainkan telah menjadi pertarungan global yang mempertaruhkan idealisme, ekonomi, bahkan harga diri bangsa. Para pasukan bayaran datang dengan beragam motivasi—dari uang, dendam sejarah, hingga sekadar mencari “petualangan”. Namun di atas semua itu, nyawa tetaplah taruhan terbesar.

Tidak ada yang tahu siapa yang akan benar-benar pulang sebagai pemenang. Satu hal yang pasti, medan perang Ukraina telah melahirkan generasi baru para tentara bayaran, dengan kisah dan luka yang akan terus dikenang dunia.

Pria Thailand Meninggal Setelah Selama Lebih dari Sebulan Tanpa Makan dan Hanya Minum Bir

EtIndonesia. Seorang pria di Rayong, Thailand, meninggal dunia dikelilingi oleh lebih dari seratus botol bir kosong setelah menghindari makanan dan hanya mengonsumsi minuman beralkohol itu selama lebih dari sebulan.

Pekan lalu, petugas penyelamat dari Yayasan Siam Rayong dipanggil ke sebuah rumah di distrik Ban Chang, Rayong, untuk membantu seorang pria yang dilaporkan mengalami kejang dan kemudian pingsan. Sayangnya, saat mereka tiba di tempat kejadian, pasien tersebut telah meninggal dunia.

Pria itu diidentifikasi sebagai Thaweesak Namwongsa, berusia 44 tahun, seorang pria lokal yang telah bercerai dan ayah dari seorang anak laki-laki berusia 16 tahun.

Menurut putranya, Namwongsa hanya minum bir selama lebih dari sebulan, dan ketika dia pulang sekolah suatu hari, dia mendapati Namwongsa sedang kejang di tempat tidurnya, dikelilingi oleh botol-botol bir kosong.

Ketika petugas penyelamat tiba di tempat kejadian, mereka menemukan lebih dari 100 botol bir kosong tersusun rapi di lantai kamar tidur dengan hanya sebidang kecil di antaranya, yang memungkinkan pria itu masuk dan keluar dari tempat tidurnya.

Putra pria itu memberi tahu polisi bahwa dia memasak makanan hangat untuk ayahnya setiap hari sepulang sekolah, tetapi ayahnya menolak makan apa pun dan telah hidup hanya dengan bir selama lebih dari sebulan.

Meskipun putra pria itu tidak mengetahui kondisi kesehatan apa pun yang mungkin dideritanya, dia menyebutkan bahwa Thaweesak Namwongsa telah beralih ke minuman keras untuk mengatasi perceraiannya. Diduga tekanan emosional inilah yang mungkin membuatnya mengganti makanan dengan bir.

Meskipun kaya kalori, bir kekurangan nutrisi penting, dan mengandalkannya sebagai pengganti makanan menimbulkan risiko serius, termasuk kekurangan nutrisi dan kerusakan hati, karena kandungan alkoholnya. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa bir harus dikonsumsi secukupnya. Meskipun demikian, beberapa orang diketahui hidup hanya dengan bir selama lebih dari sebulan, terutama sebelum Prapaskah. (yn)

Sumber: odditycentral

Keberhasilan Terbesar Orangtua Terletak pada Dua Hal ini : Tidak Perlu Terlalu Mengatur Anak — Makin Dilepas, Makin Hebat

EtIndonesia. Seorang teman saya pernah mengeluh begini,: “Anak zaman sekarang makin susah diatur. Kita ajak ngomong, dia cuma jawab ‘oh’.  Kita suruh belajar, dia malah melotot. Kita minta tidur cepat, dia malah asyik main HP sampai tengah malam.”

Katanya lagi: “Padahal semua yang saya lakukan demi kebaikannya—saya masakin, kerjain pekerjaan rumah, temenin ngerjain PR—tapi kok dia enggak menghargai, malah kayak anggap saya musuh?”

Keluhan seperti ini bukan hal baru. Banyak orangtua merasa makin banyak mengatur, anak justru makin menjauh.

Padahal justru di situlah letak persoalannya.

Kadang, semakin banyak kita mengatur, anak malah semakin tidak bertanggung jawab.

Keberhasilan terbesar dalam mendidik anak bukan soal seberapa ketat kita mengatur, melainkan tahu kapan harus mundur dan memberi ruang pada dua hal penting ini:

1. Urusan Belajar — Semakin Diawasi, Semakin Kacau

Saya kasih contoh nyata.

Anak sepupu saya, waktu masuk SMP, nilai-nilainya cukup bagus. Matematika dan Bahasa Inggris masuk 10 besar di kelas.

Sepupu saya senang bukan main. Setiap pulang kerja langsung duduk mengawasi anaknya belajar, bisa dua jam nonstop, bahkan napas pun ditahan.

·        Ada satu huruf salah, langsung dikoreksi.

·        Satu kosa kata belum hafal, langsung dimarahi.

·        Bahkan dia pasang kamera di kamar anaknya untuk mengawasi dari jauh.

Awalnya, si anak diam saja. Tapi lama-lama… dia meledak juga.

Setelah masuk masa puber, sikapnya berubah drastis:

Pulang sekolah, malah ke rumah temannya. Dibilang sudah hafal pelajaran, ternyata bohong. Ujian pun tanpa persiapan.

Hasilnya? Nilainya jeblok. Ranking terus turun.

Sepupu saya marah besar, sampai melempar tas anaknya dan berteriak: “Kamu mau bikin mama mati ya?!”

Anaknya pun tak kalah sengit: “Aku enggak mau diatur! Aku malas belajar!”

Belajar itu bukan seperti memasang baut pada mesin. Anak bukan robot.

Semakin kita menekan, anak jadi tercekik. Emosinya menumpuk. Dan begitu dia mulai memberontak, semua kontrol pun hilang.

Belajar adalah urusan anak.

Tugas orangtua bukan terus-terusan mengawasi, tapi menciptakan lingkungan yang stabil, hangat, dan mendukung.

Percayalah, anak itu tahu nilai ujian penting. Mereka tahu siapa yang pintar punya masa depan.

Yang mereka butuhkan bukan tekanan, tapi bimbingan yang tepat.

2. Urusan Berteman — Jangan Terlalu Ikut Campur

Saat anak sudah masuk usia remaja, biarkan mereka memilih sendiri pertemanan mereka.

Saya punya rekan kerja yang terlalu ikut campur dalam urusan anaknya:

·        Membongkar isi chat WhatsApp anaknya.

·        Menginterogasi siapa saja teman si anak.

·        Begitu tahu anaknya dekat dengan teman yang dianggap “nakal”, langsung minta guru memindahkan tempat duduk dan melarang habis-habisan.

Hasilnya?

Anaknya jadi sembunyi-sembunyi. Sering bohong. Akhir pekan selalu cari alasan untuk keluar rumah.

Sampai suatu hari, sang ibu menghadang si anak dan bertanya: “Mau ke mana?”

Jawaban si anak menusuk hati: “Bisakah Ibu tidak usah ikut campur? Ibu itu sakit jiwa, ya?!”

Seketika sang ibu menangis, berkata:“Ibu hanya takut kamu salah jalan…”

Sebenarnya, anak tahu orangtuanya peduli. Tapi dalam benaknya, sikap orangtua itu = tidak percaya dan tidak menghargai privasi.

Semakin diatur, semakin mereka melawan. Semakin dilarang, semakin mereka penasaran.

Padahal berteman juga bagian dari proses tumbuh. Mereka akan belajar banyak: bagaimana bersosialisasi, membedakan teman yang baik dan buruk, menerima dan memperbaiki kesalahan.

Kalau semua ditentukan orangtua, anak tak pernah belajar membuat penilaian sendiri.

Lepaskan sedikit. Maka mereka akan belajar bertanggung jawab. Selama terus dikekang, mereka takkan pernah bisa dewasa.

3. Bukan “Tidak Mengatur”, Tapi “Mengatur dengan Cara yang Berbeda”

Mungkin kamu berpikir: “Kalau enggak saya awasi belajarnya, enggak saya larang bergaul, nanti anak saya malah salah jalan dong?”

Saya paham kekhawatiran itu. Tapi…

Ini bukan soal lepas tangan, tapi soal mengatur dengan cara yang lebih cerdas dan tepat.

Cara ①: Sedikit Bicara, Lebih Banyak Mendengar — Jadi “Cermin” Anak

Kadang, anak bukannya tidak mau bicara, tapi capek dengar ceramah.

Contoh:

Kita tanya:  “Nilai ujiannya gimana?”

Anak jawab : “Lumayan.”

Kita langsung menyambar: “Pasti kamu enggak belajar sungguh-sungguh, kan? Mama sudah bilang…”

Dan… anak langsung tutup hati. Tidak akan cerita apa-apa lagi.

Coba pakai teknik “mendengarkan dengan mengulang”.

Misalnya anak bilang: “Ujian tadi kacau, sial banget.”

Jawaban kita: “Kedengarannya kamu kecewa banget, ya. Mungkin karena kamu ngerasa enggak maksimal?”

Dengan kalimat seperti ini, anak merasa : “Wow, aku didengarkan. Aku dimengerti.”

Dan biasanya mereka akan lanjut cerita.

“Padahal aku bisa, cuma tadi panik banget jadi jawab ngawur.”

Nah, di titik ini barulah kita bisa masuk: “Kira-kira kita bisa cari cara supaya tidak panik lagi pas ujian, gimana?”

Komunikasi itu bukan tentang banyak bicara, tapi tentang membangun jembatan ke hati anak.

Cara ②: Buat Aturan Bersama, Ajari Anak Menilai Teman

Daripada langsung melarang: “Jangan main sama anak itu!”

Lebih baik ajak diskusi: “Ayah/Bunda enggak melarang kamu berteman. Tapi, yuk kita pikir bareng, teman seperti apa yang bisa bikin kamu makin baik?”

Ajak anak merenung:

·        Apakah temanmu membantu kamu maju atau justru menarik kamu ke bawah?

·        Saat kamu salah, dia menegur atau malah menyemangati untuk lanjut salah?

·        Saat kamu sedih, dia menghibur atau menertawakan?

Lalu buatlah “aturan berteman” bersama, misalnya:

·        Jangan sampai pertemanan mengganggu kewajiban belajar.

·        Jangan terlibat dalam hal yang melanggar hukum atau moral.

·        Kalau merasa tidak nyaman dengan teman, berani cerita ke orang tua.

Ini bukan kontrol total, tapi batasan yang bijaksana.

Saat anak merasa kamu ada di pihak mereka, jadi pelindung sekaligus pembimbing, mereka akan mulai membuka diri.

Penutup: Mendidik Anak Itu Seperti Melepas Layang-layang

Ditarik terlalu kencang, layang-layang tak bisa terbang. Dilepas seluruhnya, dia bisa hilang arah.

Mendidik anak itu soal tahu kapan mengencangkan dan kapan mengendurkan tali.

Berilah mereka kepercayaan. Bangun aturan bersama.  Dan yang terpenting, selalu hadir untuk mereka—tanpa menguasai mereka.(jhn/yn)

Dua Senjata Rahasia Amerika: Dana Wall Street Diblokir, B-21 Raider Bersiap Hancurkan Markas PKT!

EtIndonesia. Tekanan Amerika Serikat terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT) kini semakin terbuka dan menyeluruh, tidak hanya di ranah militer tetapi juga sektor keuangan global. Pada 23 Juli 2025, Komite Khusus DPR AS untuk Urusan PKT secara resmi memanggil CEO dua bank raksasa Amerika, JP Morgan dan Bank of America. Dalam sidang tersebut, Kongres meminta seluruh dokumen terkait proses penawaran umum perdana (IPO) perusahaan baterai raksasa asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

CATL kini menjadi sorotan tajam lantaran Pentagon mengkategorikan perusahaan ini sebagai entitas berafiliasi militer PKT. Dugaan kuat mengarah pada peran CATL yang memasok baterai canggih untuk kapal selam dan sistem persenjataan militer Tiongkok. Selain itu, perusahaan ini juga diduga terlibat dalam rantai kerja paksa di wilayah Xinjiang—isu yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional.

IPO CATL yang digelar di Bursa Hong Kong berhasil meraup dana segar sebesar 5,2 miliar dolar AS. Namun, proses listing tersebut berlangsung secara diam-diam, tanpa sorotan publik internasional. JP Morgan dan Bank of America bertindak sebagai penjamin emisi utama, yang membuat kedua bank asal AS ini diduga secara tidak langsung telah menopang kekuatan militer PKT serta mendukung pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok. Kecurigaan DPR AS pun menguat—bahwa raksasa-raksasa Wall Street secara perlahan telah berfungsi sebagai “ATM” global bagi PKT.

“Selama ini, tekanan ke Tiongkok lebih banyak dilakukan lewat jalur militer atau diplomasi, tapi kini Kongres tampaknya sangat serius memutus aliran dana yang bisa memperkuat rezim PKT,” demikian disampaikan salah satu anggota komite dalam sidang tersebut. Langkah terbaru ini menunjukkan AS berupaya menghentikan segala bentuk bantuan finansial yang berpotensi menguntungkan mesin militer Tiongkok.

AS Percepat Produksi Massal B-21 Raider, Tiongkok Mulai Waspada

Di bidang militer, Amerika Serikat juga mengambil langkah strategis yang tidak kalah agresif. Media Amerika pada 22 Juli mengungkap rencana Pentagon untuk mempercepat produksi massal pembom siluman generasi terbaru, B-21 Raider. Targetnya, Angkatan Udara AS dapat mengoperasikan hingga 100 unit B-21 pada dekade 2030-an, yang secara signifikan akan memperkuat kemampuan serangan udara strategis Negeri Paman Sam.

Pengamat pertahanan Tiongkok dan kolomnis Tencent, lewat artikel di rubrik “Planet Research Office”, menilai keberhasilan produksi massal B-21 Raider akan membawa ancaman baru bagi fasilitas strategis Tiongkok, terutama di wilayah pesisir timur dan tengah. Meski Tiongkok telah mengembangkan sistem pertahanan udara berlapis—termasuk jaringan anti-rudal dan teknologi anti-stealth—B-21 Raider tetap menawarkan keunggulan teknologi siluman. Pesawat ini dirancang untuk mampu menembus pertahanan lawan dan melaksanakan misi pengeboman ke target bawah tanah, termasuk bunker-bunker rahasia di Beijing, dengan bom penghancur bunker tipe GBU-57.

Ahli militer Chen Zhou juga menegaskan bahwa produksi B-21 Raider memang disesuaikan secara khusus untuk menghadapi ancaman dari PKT. Menurutnya, jika AS mendeteksi tanda-tanda PKT akan melancarkan serangan besar, tidak menutup kemungkinan B-21 akan dikerahkan terlebih dahulu untuk melumpuhkan markas roket dan basis-basis strategis milik PKT, sehingga bisa menggagalkan rencana serangan Tiongkok sebelum sempat dimulai.

Kesimpulan: Sanksi Keuangan dan Kesiapan Militer Jadi Strategi Ganda AS Lawan PKT

Rentetan aksi terbaru ini menunjukkan perubahan strategi Amerika Serikat dalam menghadapi Tiongkok—dari sekadar ancaman militer menjadi serangan terintegrasi yang juga mencakup aspek finansial global. Kongres dan Pentagon kini tampak sepakat: menekan PKT bukan hanya soal kekuatan senjata, tetapi juga dengan menutup keran dana yang menghidupi mesin kekuasaan dan militer mereka. Situasi ini menandai babak baru dalam persaingan dua kekuatan dunia, di mana setiap langkah kedua pihak akan diawasi ketat oleh masyarakat internasional.

Daging Domba Panggang Bisa Jadi Hidangan Favorit Baru Anda

Daging domba adalah salah satu jenis daging yang biasa dipilih untuk hidangan istimewa

 JeanMarie Brownson

Kita merayakan setiap momen penting kita, termasuk hari-hari yang sangat panas dan musim hujan. Saat teman-teman datang berkunjung, hidup terasa sempurna.

Hidangan musim panas favorit saya selalu melibatkan memanggang. Terutama daging domba di atas panggangan. Ditemani oleh beragam herba segar, anggur merah, dan salad yang renyah.

Rasa daging domba yang dalam dan kaya sangat cocok dengan warna kecokelatan  dihasilkan oleh panggangan. Panggangan yang panas akan memberikan bekas panggangan yang cantik di bagian luar daging domba, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan berair.

Untuk pertemuan yang lebih besar, kaki domba tanpa tulang yang dibentangkan merata (butterflied) dapat dimasak seperti steak tebal. Untuk pertemuan yang lebih intim, carilah potongan domba yang berwarna cerah dengan sedikit lemak di dalamnya. Daging iga domba menawarkan rasa yang luar biasa dalam gigitan kecil dan mudah ditemukan di supermarket besar, Costco, dan Trader Joe’s.

Untuk hidangan yang benar-benar istimewa, carilah bagian punggung iga domba (rack of lamb) yang dijual di banyak toko swalayan dan toko daging. Potongan premium ini berasal dari bagian tulang rusuk domba dan biasanya masih memiliki tujuh atau delapan tulang rusuk yang menyatu. Karena letaknya di antara bahu dan pinggang domba, daging ini tetap empuk. Sebagian besar daging punggung domba yang sudah dikemas berasal dari Australia, dengan tulang-tulang iganya yang kurus telah dibersihkan dari daging dan lemak (disebut “frenched”) untuk tampilan yang elegan.

Memasak punggung iga domba terasa rumit karena harganya yang mahal. Namun tak perlu khawatir; panggangan panas, pengatur waktu, dan termometer instan akan sangat membantu. Satu punggung iga bisa matang dalam 15 hingga 20 menit untuk tingkat kematangan medium-rare (135–140°F atau sekitar 57–60°C).

Saya sering lebih suka memotong punggung iga menjadi potongan-potongan kecil dengan memotong di antara dua tulang rusuk, yang oleh sebagian restoran disebut sebagai “permen lolipop domba” (lamb lollipop). Potongan ini bisa matang dalam waktu kurang dari 5 menit dan mudah disajikan serta dimakan. Rencanakan 3 hingga 4 potong iga ini per porsi, tergantung selera makan.

Apa pun potongan domba yang Anda pilih, jaga bumbu sesederhana mungkin, seperti herba segar dan minyak zaitun. Setelah dimasak, tambahkan sejumput mentega dan daun kucai segar atau sedikit saus vinaigrette yang asam. Saya juga suka memanfaatkan buah beri dari pasar petani untuk menambahkan sentuhan rasa buah yang lembut pada saus vinaigrette sherry.

Sajikan daging ini bersama salad hijau yang bertekstur, seperti Caesar buatan sendiri atau salad potongan selada. Kentang panggang yang dibumbui dengan herba atau couscous dengan banyak mentega dan herba segar juga cocok dijadikan lauk pendamping.


Iga Domba Panggang Dengan Saus Vinaigrette Blackberry-Chipotle

Untuk 4 porsi
Catatan: Gunakan paprika asap jika Anda menyukai rasa pedas yang lebih ringan.

Bahan:

  • 2 potong punggung iga domba yang telah dibersihkan tulangnya (frenched), ATAU 8–12 potong daging pinggang domba (loin chop) setebal ¾ hingga 1 inci (total 900–1.000 gram)
  • Garam, lada hitam segar

Saus vinaigrette sherry:

  • ½ pint (sekitar 150 gram) blackberry segar
  • 1/3 cangkir minyak zaitun extra-virgin
  • 3 sendok makan cuka sherry
  • 1 siung bawang merah kecil, cincang halus
  • ½ sendok teh chipotle halus dalam saus adobo, atau ¼ sendok teh bubuk chipotle
  • ¼ cangkir daun kucai segar, iris tipis

Cara membuat:
Jika menggunakan punggung iga domba, gunakan pisau tajam untuk memotong menjadi iga ganda dengan memotong di antara dua tulang rusuk. Keringkan iga domba dan letakkan di atas loyang. Campurkan ½ sendok teh garam dan lada dalam mangkuk kecil. Lumuri iga dengan bumbu tersebut secara merata di semua sisi. Dinginkan di dalam kulkas, tertutup longgar, selama 30 hingga 60 menit.

Untuk membuat vinaigrette sherry, masukkan setengah buah blackberry ke dalam saringan kawat. Letakkan saringan di atas mangkuk dan tekan buah dengan sendok hingga halus. Buang biji yang tertinggal di saringan. Anda akan mendapatkan sekitar ¼ cangkir bubur buah. Campurkan minyak, cuka, bawang merah, chipotle, masing-masing ¼ sendok teh garam dan lada ke dalam bubur buah. Cicipi dan sesuaikan rasanya.

Panaskan panggangan arang atau gas hingga panas sedang. Susun potongan domba secara merata di atas panggangan yang telah dipanaskan. Tutup panggangan dan masak selama 2 menit. Balik dan lanjutkan memasak dengan tutup tertutup: 1 menit lagi jika menggunakan iga, atau 3–4 menit lagi jika menggunakan potongan pinggang, hingga mencapai tingkat kematangan medium-rare. Angkat dan sajikan di atas piring.

Sajikan daging saat masih panas dengan saus vinaigrette di atasnya. Taburkan daun kucai secara merata dan hiasi dengan sisa blackberry.

Catatan resep: Untuk memasak dengan oven pemanggang (broiler), panaskan oven dengan pengaturan tinggi dan posisikan rak sejauh 6 inci dari sumber panas. Letakkan daging di atas loyang pemanggang dan masak selama 2 menit. Balik dan lanjutkan memasak selama 2 hingga 4 menit hingga tingkat kematangan medium-rare.


Pembaca yang Terhormat: Kami ingin mendengar dari Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirimkan saran dan komentar Anda ke:
📩 [email protected]

Anak dengan 5 Shio Ini Datang untuk Membalas Budi — Orangtua Tak Perlu Cemas!

EtIndonesia. Saat kita membahas hubungan antara anak dan shio, tak ada salahnya jika kita melihatnya dari sudut pandang yang penuh harapan dan kasih sayang.  Meskipun shio tentu tidak menentukan nasib seseorang secara mutlak, namun di balik setiap shio tersimpan harapan serta doa terbaik orangtua bagi masa depan sang anak.

Nah, berikut ini kita akan mengulas lima shio anak yang sering disebut sebagai “datang untuk membalas budi”. Artinya, mereka dikenal sebagai anak-anak yang tidak membuat orang tua repot, bahkan berpotensi besar meraih kesuksesan kelak.

1. Anak Shio Naga — Pemimpin dan Pemimpi Sejak Kecil!

Anak-anak yang lahir di tahun Naga ibarat naga yang terbang melintasi langit—penuh kekuatan dan visi.

Mereka terlahir dengan bakat kepemimpinan yang menonjol dan daya cipta yang luar biasa. Cerdas, berani, dan punya rasa ingin tahu tinggi, mereka tak pernah takut mengejar impian.  Anak shio Naga juga dikenal memiliki rasa tanggung jawab dan semangat misi yang kuat, tak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk orang-orang di sekitarnya.

Kepercayaan diri dan tekad yang mereka miliki membuat mereka mampu menghadapi tantangan tanpa gentar, menjadikan mereka kebanggaan keluarga sejak dini.

2. Anak Shio Kambing — Si Lembut yang Bijaksana dan Pembawa Kedamaian

Anak-anak yang lahir di tahun Kambing dikenal karena kelembutan hati, kebaikan, dan kebijaksanaannya.

Mereka pandai mendengarkan, penuh empati, dan merupakan sumber kehangatan di dalam keluarga. Dalam hal belajar dan kehidupan, mereka menunjukkan kesabaran serta ketekunan luar biasa—selalu gigih dalam mencapai tujuan mereka.

Sikap damai dan kemampuan mereka dalam menjaga keharmonisan membuat mereka mudah diterima dalam pergaulan, dan seringkali disukai serta dihormati oleh banyak orang.

3. Anak Shio Anjing — Teman Setia dan Pilar yang Dapat Diandalkan

Anak yang lahir di tahun Anjing sangat terkenal karena kesetiaan, keandalan, dan rasa tanggung jawabnya.

Mereka mencintai keluarga dan teman-teman dengan tulus, dan selalu siap membantu saat dibutuhkan. Dalam dunia sekolah atau pekerjaan kelak, anak shio Anjing akan menunjukkan dedikasi dan semangat kerja tinggi. Mereka bisa dipercaya untuk menyelesaikan tugas apa pun dengan serius.

Kesetiaan dan kestabilan mereka membuat orangtua merasa sangat tenang dan percaya, yakin bahwa kelak mereka akan tumbuh menjadi pilar penting dalam masyarakat.

4. Anak Shio Kuda — Jiwa Petualang yang Bebas dan Penuh Semangat

Anak-anak shio Kuda ibarat kuda liar yang berlari bebas di padang luas—penuh energi dan semangat hidup.

Mereka mencintai kebebasan, gemar menjelajah hal-hal baru, dan sangat tertarik pada dunia yang belum mereka kenal. Anak shio Kuda punya karakter ceria, mudah bergaul, dan mampu cepat beradaptasi dalam lingkungan atau tantangan apa pun.

Keberanian dan ketegasan mereka membuat mereka sering menangkap peluang emas dalam hidup. Mereka ditakdirkan untuk menulis kisah hidup mereka sendiri dengan cara yang unik dan penuh warna.

5. Anak Shio Babi — Pembawa Keberuntungan dan Optimisme Sejati

Anak-anak yang lahir di tahun Babi sering disebut sebagai simbol keberuntungan.

Mereka memiliki hati yang baik, sifat yang ramah, dan selalu bersikap positif terhadap segala tantangan hidup. Anak shio Babi suka membantu orang lain, penuh toleransi dan mudah memaafkan. Dalam hubungan sosial, mereka sangat pandai mencairkan konflik dan menciptakan suasana yang hangat.

Keberuntungan mereka bukan hanya milik pribadi, tapi juga menjadi berkah bagi keluarga dan lingkungan sekitar.  Kehadiran mereka seperti sinar matahari—menerangi dan menghangatkan siapa saja yang ada di dekatnya.

Penutup: Setiap Anak Itu Spesial

Pada akhirnya, setiap anak—apa pun shionya—pasti memiliki keunikan, kelebihan, dan potensi luar biasa.

Namun lima shio ini sering disebut dalam budaya tradisional sebagai anak-anak yang “datang untuk membalas budi”, karena sifat dan karakter mereka cenderung membuat orang tua merasa tenang, bangga, dan tidak perlu terlalu khawatir.

Dan tentu saja, yang paling penting adalah bagaimana kita membimbing mereka dengan kasih sayang, nilai-nilai yang kuat, serta memberi ruang agar mereka tumbuh menjadi diri terbaik mereka sendiri.(jhn/yn)