Memahami Orang Lain Adalah Bentuk Kebaikan pada Diri Sendiri

EtIndonesia.Dalam hidup ini, kita tidak bisa lepas dari urusan dengan orang lain. Dan dalam menjalin hubungan antar sesama, “memahami” adalah kunci utamanya. Ketika tidak ada pemahaman, maka kesalahpahaman mudah terjadi, perasaan bisa menjadi hambar, dan hubungan pun bisa membeku.

Apa itu pemahaman?

Pemahaman adalah saat kita bisa mengerti betapa tidak mudahnya perjuangan orang lain; ketika kita mampu memaafkan kesalahan kecil yang mereka buat; saat kita mampu menghargai setiap usaha dan pengorbanan mereka; serta saat kita mau menerima kekurangan dan kelemahan satu sama lain.

Memahami orang lain adalah bentuk kebaikan terhadap diri sendiri, karena ketika kita mampu menempatkan diri di posisi orang lain, hati kita pun akan lebih mudah mendekat dan terhubung dengan orang lain.

Pemahaman adalah jembatan antara hati ke hati

Pemahaman adalah bentuk komunikasi dua arah. Dia adalah wujud kompromi di antara manusia; merupakan bentuk kedekatan emosional, dan juga sebuah perpaduan antara kasih sayang satu sama lain.

Pemahaman bukan hanya tentang pertukaran kata, tapi juga tentang kepedulian. Dia lahir dari kebaikan hati, dan diwujudkan melalui ketulusan.

Tanpa adanya pemahaman, sebaik apa pun hubungan bisa berubah menjadi buruk.

Tanpa pemahaman, kamu tidak akan tahu kesulitan yang aku hadapi, dan aku pun tidak akan mengerti penderitaanmu. Walau hubungan awalnya sedalam lautan, pada akhirnya bisa saja berubah menjadi pertentangan. Bahkan hubungan yang dulu begitu akrab bisa saja hancur dan berakhir.

Pertengkaran antar teman, kehambaran dalam hubungan cinta, atau kekecewaan antar keluarga—banyak retaknya hubungan berasal dari satu hal: ketidakmauan untuk saling memahami.

Pemahaman adalah kemampuan paling lembut dan berharga

Memahami berarti mampu merasakan dengan hati yang tulus; mampu memandang dari sudut pandang orang lain; dan bersedia untuk tidak menyulitkan orang lain, melainkan memperhatikan dan peduli.

Orang yang mampu memahami akan selalu memberi rasa nyaman dan hangat bagi siapa pun di sekitarnya. Orang seperti ini adalah sosok yang disukai banyak orang, yang ingin didekati, dan yang ingin dijadikan sahabat dalam jangka panjang.

Memahami orang lain adalah bentuk kebaikan pada diri sendiri

Memberi kemudahan pada orang lain, sejatinya adalah memberi kemudahan juga bagi diri kita sendiri.

Dengan pemahaman, kesalahpahaman akan berkurang; hati pun akan terbuka lebih lebar, jarak emosional akan menyempit; dan kita pun bisa menurunkan rasa curiga, hingga hubungan terasa lebih dekat dan hangat.

Menjadi manusia yang tahu cara memahami adalah keterampilan penting dalam hidup. Karena dengan pemahaman, hidup akan berjalan lebih lancar, tidak terlalu melelahkan; cinta terasa lebih murni, dan kebersamaan terasa lebih damai.

Belajar memahami adalah hadiah terlembut yang bisa kita berikan kepada orang lain, dan juga jalan paling luas yang bisa kita buka untuk diri sendiri.

Catatan Reflektif dari Redaksi:

Yang paling dibutuhkan oleh masyarakat kita hari ini adalah hati yang mau memahami orang lain.

Manusia cenderung melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri, dan menolak untuk menempatkan diri di posisi orang lain. Kita sering kali membesarkan kesulitan dan penderitaan pribadi, namun mengabaikan—bahkan menolak untuk melihat—pengorbanan dan perjuangan orang lain.

Kita begitu keras memperjuangkan siapa yang benar dan siapa yang salah dari sudut pandang sendiri, membela hak pribadi, tanpa menyadari bahwa bisa jadi kita telah merugikan orang lain. Kita kerap menyebabkan kesulitan bagi orang lain, namun tak pernah mempertimbangkan bagaimana perasaan mereka—dan inilah awal dari konflik yang tidak berkesudahan.

Padahal, menambah sedikit pemahaman dalam hidup akan mengurangi banyak pertengkaran. Mengurangi rasa saling berseberangan akan menambah rasa damai dan hangat dalam masyarakat.

Memahami bukan hanya bentuk kebaikan terhadap orang lain, tapi juga bentuk kebaikan terhadap diri sendiri—membuat hidup terasa lebih lapang, lebih damai, dan lebih harmonis.(jhn/yn)

Lebih Baik Mewariskan Kebajikan daripada Mewariskan Harta

EtIndonesia. Apa sebenarnya hukum yang mengatur tentang nasib dan rezeki seseorang? Jika ingin benar-benar memahami nasib dan keberuntungan finansial seseorang, kita tidak boleh hanya melihat satu generasi, melainkan harus melihat tiga generasi sekaligus: generasi sebelumnya, generasi sekarang, dan generasi penerus. Sebab tiga generasi merupakan satu siklus yang utuh.

Mari kita lihat sosok-sosok besar pada akhir Dinasti Qing seperti Hu Xueyan, Sheng Xuanhuai, Zuo Zongtang, Li Hongzhang, Zeng Guofan, Lin Zexu, dan Liang Qichao. Mereka semua adalah tokoh-tokoh besar pada zamannya. Jika kita pelajari perjalanan hidup mereka dan keturunannya secara mendalam, akan ada banyak pelajaran penting tentang nasib dan rezeki.

1. Persaingan antara dua taipan terbesar di akhir Dinasti Qing

Di masa akhir Dinasti Qing, ada dua orang taipan super kaya di Tiongkok: Hu Xueyan dan Sheng Xuanhuai.

Keduanya punya backing politik masing-masing. Hu Xueyan mendapat dukungan dari Zuo Zongtang, sementara Sheng Xuanhuai didukung oleh Li Hongzhang. Bisa dibilang, keduanya merupakan tangan kanan ekonomi dari para pejabat tinggi.

Namun, Li Hongzhang dan Zuo Zongtang tidak sejalan secara politik, bahkan bersaing sengit di balik layar. Maka cara terbaik bagi Li Hongzhang untuk menjatuhkan Zuo adalah dengan menyingkirkan Hu Xueyan, yang merupakan tangan kanan keuangannya.

Inilah saat Sheng Xuanhuai tampil sebagai aktor utama. Diam-diam dia menyusun strategi bisnis yang sangat tajam dan kejam—dunia bisnis saat itu benar-benar seperti medan perang.

Saat Hu Xueyan membeli ribuan ton sutra mentah dengan harga tinggi dan seluruh hartanya berubah menjadi barang dagangan, Sheng Xuanhuai, dengan kekuatan politik Li Hongzhang, langsung memutus arus kas Hu Xueyan, bahkan menyebarkan rumor bahwa bisnis Hu akan kolaps.

Kepanikan melanda pasar. Desas-desus menyebar bahwa Hu Xueyan menyalahgunakan dana nasabah bank miliknya, menyebabkan kepanikan dan penarikan dana besar-besaran di seluruh negeri. Dalam waktu singkat, kerajaan bisnis Hu Xueyan runtuh.

Sheng Xuanhuai menang. Zuo Zongtang dan Hu Xueyan meninggal dunia tak lama kemudian. Sementara itu, Sheng justru mengendalikan seluruh jaringan telegraf, pelayaran, kereta api, dan pertambangan Tiongkok, menjadi penguasa ekonomi terbesar saat itu.

2. Namun kisah belum berakhir…

Tahun 1916, Sheng Xuanhuai meninggal dunia. Dia meninggalkan kekayaan senilai jutaan tael perak untuk anak-anaknya (sebagai perbandingan, saat itu rakyat biasa hanya membutuhkan belasan tael untuk hidup selama setahun).

Anaknya, Sheng Enyi, mewarisi sebagian besar harta dan menjabat sebagai direktur utama perusahaan keluarga. Tapi kekayaan besar ini justru menjadi awal kehancurannya.

Sheng Enyi dikenal sebagai “playboy nomor satu di era Republik”, hidup hanya untuk berjudi dan bermewah-mewah. Dia pernah dalam satu malam saja kalah judi hingga menyerahkan 100 gedung di Shanghai kepada seorang bernama Lu Xiaojia.

Siapa Lu Xiaojia? Dia bukan orang sembarangan—putra jenderal militer Lu Yongxiang dan termasuk dalam “Empat Putra Bangsawan” di era Republik, bersama anak-anak dari Sun Yat-sen, Zhang Zuolin, dan Duan Qirui.

Lu Xiaojia bahkan pernah menculik bos mafia terbesar di Shanghai, Huang Jinrong, dan menamparnya di muka. Begitu hebatnya dia saat itu.

Sementara itu, Sheng Enyi terus-menerus menghambur-hamburkan harta keluarganya. Pada akhirnya, dia jatuh miskin, menjadi pengemis, dan meninggal dunia sendirian di sebuah rumah penjaga gerbang miliknya sendiri.

3. Nasib keturunan Li Hongzhang tak jauh berbeda

Li Hongzhang meninggalkan harta luar biasa besar, diperkirakan mencapai empat puluh juta tael perak, serta lahan, rumah, dan usaha gadai yang tersebar di berbagai kota besar.

Namun cucunya, Li Zijia, justru menghabiskan seluruh warisan dengan foya-foya dan berjudi. Dia bahkan tidak lagi bertaruh dengan uang tunai, melainkan langsung mempertaruhkan sertifikat kepemilikan tanah dan rumah.

Saat seluruh hartanya ludes, dia pun jatuh miskin, mengemis di jalanan tanpa ada yang peduli.

Yang menyedihkan adalah: Li Zijia, cucu Li Hongzhang, akhirnya menumpang tinggal di rumah cucu Zuo Zongtang, Zuo Jusheng. Dua cucu dari dua musuh politik, yang nasibnya sama-sama tragis, justru bersahabat dan hidup saling menolong dalam kemiskinan.

Namun akhirnya, Li Zijia tak kuat hidup susah dan bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke kolam.

Ketika Zuo Jusheng ingin menguburnya, dia menghubungi kakak Li Zijia, Li Houfu, agar mengurus jenazah adiknya. Tapi Li Houfu juga sudah jatuh miskin dan… dia tinggal bersama siapa? Sheng Enyi, anak dari Sheng Xuanhuai yang juga nasibnya tak kalah menyedihkan.

Nasib tiga generasi kaya raya ini, benar-benar seperti kisah drama tragis.

4. Tapi ada satu tokoh besar yang justru tidak mewariskan harta

Berbeda dengan mereka, Zeng Guofan, jenderal besar dan negarawan ternama, secara sadar memilih untuk tidak meninggalkan uang kepada anak-anaknya.

Sejak awal kariernya, dia sudah menyatakan bahwa dia tidak akan mewariskan uang sepeser pun kepada keturunannya.

Bahkan ketika menjadi panglima pasukan Xiang, dia kembali menegaskan: “Keluarga pejabat tidak boleh menyimpan kekayaan. Anak-anak harus tumbuh dengan kesadaran bahwa mereka tidak bisa bergantung pada warisan.”

Karena menurutnya, memberi harta adalah merampas semangat juang anak-anaknya.

Zeng Guofan seumur hidup menekankan nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras, dan tekun belajar. Nilai-nilai ini menjadi warisan keluarga yang luar biasa. Hingga lebih dari 200 tahun kemudian, keluarganya telah melahirkan lebih dari 240 tokoh hebat di berbagai bidang.

5. Contoh lain: Liang Qichao dan 9 anak genius

Liang Qichao, tokoh besar reformasi Tiongkok, tidak meninggalkan harta. Dia mengajarkan anak-anaknya untuk tidak menerima uang yang diperoleh tanpa kerja keras.

Dia percaya bahwa setiap orang harus bekerja sesuai bakatnya dan mencintai bidangnya masing-masing. Tak peduli jadi petani atau ilmuwan, yang penting adalah kerja keras dan ketulusan.

Hasilnya? Dari 9 anaknya, tiga menjadi akademisi nasional (akademisi tingkat tertinggi di Tiongkok)—dan semuanya berprestasi luar biasa. Keluarganya disebut sebagai salah satu keluarga intelektual paling sukses di Tiongkok modern.

6. Pelajaran dari keturunan Lin Zexu

Lin Zexu, pahlawan nasional dalam Perang Candu, juga memilih tidak menimbun kekayaan. Ia membakar 20.000 kotak opium, menentang perdagangan narkotika meski tahu itu bisa memperkaya dirinya.

Setelah wafat, dia tidak meninggalkan harta, tapi keturunannya tetap menjadi keluarga terhormat, banyak yang lulus ujian kerajaan, bahkan ada yang menjadi Ketua Mahkamah Agung di era modern.

Sebaliknya, keluarga-keluarga yang kaya karena bisnis opium seperti keluarga Wu, Pan, dan Kong, dulu hidup mewah, memiliki koleksi barang antik mahal. Tapi kini, semuanya lenyap—hartanya habis, keturunannya tak ada yang menonjol.

Lin Zexu pernah meninggalkan pesan luar biasa kepada anak-cucunya: “Jika keturunanku seperti aku, untuk apa kutinggalkan uang? Orang bijak dengan banyak uang, malah akan mengganggu cita-citanya. Jika keturunanku tidak seperti aku, untuk apa kutinggalkan uang? Orang bodoh yang kaya, hanya akan memperbesar kesalahannya.”

Kesimpulan: Warisan terbaik bukan uang, tetapi kebajikan

Ada pepatah Tiongkok kuno:  “Kekayaan tidak pernah bertahan lebih dari tiga generasi.”
Tapi keluarga yang mewariskan nilai dan kebajikan, bisa langgeng hingga generasi-generasi berikutnya.

Zuo Zongtang pernah berkata: “Tragedi terbesar di dunia adalah anak keturunan yang bodoh tapi mewarisi kekayaan besar.”

Kehidupan selalu mencari keseimbangan. Jika kita mendapatkan sesuatu di satu sisi, maka alam akan mengambil sesuatu dari sisi lain. Keadilan dan keseimbangan ini bisa langsung terlihat dalam hidup, atau baru akan terasa di generasi berikutnya.

Dari sejarah para tokoh besar ini, kita mendapatkan satu kebenaran yang sangat penting: “Mewariskan harta bisa menjadi kutukan. Mewariskan budi adalah keberkahan sejati.”
Rumah yang penuh kebaikan, pasti akan mendatangkan keberuntungan di masa depan.
Maka, sungguh—lebih baik mewariskan kebajikan daripada kekayaan.

Catatan Reflektif dari Redaksi:

Kekayaan ibarat pedang bermata dua. Bagi orang yang berhati mulia, ia bisa digunakan untuk menolong diri sendiri dan orang lain. Namun bagi orang yang tanpa moral, kekayaan bisa melukai dirinya dan juga orang lain.

Jika pendidikan anak sukses, maka semakin besar harta yang diwariskan, semakin besar pula kebaikan yang bisa tercipta.  Namun jika pendidikan gagal, maka semakin besar harta yang diwariskan, semakin besar pula dosa dan petaka yang ditinggalkan. (jhn/yn)

。

Mohamad Arif Romadhoni: Perjalanan Karir dari Magang Hingga Pimpin Tim Marcom Hotel 

0

Lahir di Makassar pada 1997 namun sebenarnya orang tua asal Jember, Moh Arif Romadhoni menempuh pendidikan di SMAN 4 Makassar (2012-2015) lalu merantau ke Jawa untuk melanjutkan pendidikan di Prisma Profesional Surabaya (2015 – 2017) jurusan Public Relations. Minatnya di dunia perhotelan muncul secara alami setelah sering mengikuti study visit ke hotel bersama kampus.

Seorang profesional marketing communication dengan pengalaman beberapa tahun di hotel bintang 3 dan 4. Dikenal memiliki kemampuan interpersonal dan komunikasi yang kuat, serta pengalaman langsung dalam hubungan media, branding, pembuatan konten, manajemen media sosial, dan penyelenggaraan acara kreatif untuk mendukung pertumbuhan merek dan upaya pemasaran. 

Masih sangat muda saat pertama kali Arif terjun ke dunia perhotelan di posisi Marketing Comunication di Hotel Yello Surabaya, sesuai dengan jurusan pendidikannya. Apa yang membuatnya tertarik dan tetap berada di dunia perhotelan yang sangat dinamis?

“Pada saat study visit sering berdiskusi berbincang dengan banyak marcom, saya kemudian menjadi tertarik terjun di dunia perhotelan.” Jelas Arif kepada The Epoch Times. 

Arif mengakui bahwa sampai saat ini dia terus belajar dari banyak sejawat teman-teman seprofesi di perhotelan dan juga masih sering bertanya kepada para pengajarnya yang juga kebanyakan adalah professional di dunia perhotelan, bahkan mereka adalah para senior di bidang perhotelan.

Awal Karir di Dunia Perhotelan 

Arif memulai karir sebagai magang Marketing Communication di YELLO Hotel Jemursari (2017), kemudian dipekerjakan tetap di sana pada Januari 2018. 

“Saya tidak menyangka bisa dipanggil kembali setelah magang. Dari situ, semuanya berkembang perlahan. Selama saya magang saya memang banyak belajar di sana, mengamati dan mengikuti semua yang senior saya perintahkan, dari sana saya bisa mengembangkannya, saya sesuaikan dengan kondisi yang ada.” ungkapnya.

Arif salah satu orang yang beruntung dimana setelah selesai kuliah dan magang, lalu lanjut bekerja di bidang yang sesuai dengan pendidikannya. Tidak telalu menempuh jalan yang panjang untuk sampai di posisinya sekarang ini sebagai Marketing Communication Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya.

Ketika ditanya bagaimana dia dapat mencapai posisinya saat ini, jawabnya klasik “konsisten dan bertahan”. Di industri perhotelan yang dinamis dan penuh dinamika serta tekanan memang diperlukan orang-orang yang “tahan banting” dan dapat mengikuti irama industri ini.

“Bekerja di dunia perhotelan kita perlu kuat untuk bertahan. Dan tentunya kita harus mencintai pekerjaan kita. Setalah terjun di dunia perhotelan saya semakin suka bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Tentu ada dukanya yakni waktu saya berkurang untuk keluarga, tapi saya berusaha untuk menyeimbangkannya,” jelasnya.

“Keluarga adalah prioritas. Bekerja untuk kebahagiaan mereka, tapi tetap profesional. Karena keluarga adalah penyemangat kerja saya,” tambahnya. 

Dalam bekerja saya tidak memiliki moto yang spesifik, intinya adalah bertanggung jawab pada pekerjaan yang diemban.

“Saya sebenarnya nggak punya motto kerja yang spesifik. Bagi saya, bekerja itu tanggung jawab. Fokus saya sederhana: saya ingin bermanfaat, bisa support tim, dan sama-sama berkontribusi untuk tujuan perusahaan.” 

Sebagai Pimpinan

Selama berkerja di perhotelan sejak awal Arif selalu bekerja dalam tim, dan saat ini dia dituntut diposisi sebagai leader dalam tim marcom, dia merasa beruntung karena semasa kuliah dia mendapatkan pendidikan tersebut dan kemudian dapat menjadi dasar saat di dunia kerja. Kini dia dapat mengembangkannya menambah kepercayaan dirinya dalam bekerja.

“Sebagai leader atau pimpinan dalam tim, saya berpikir harus objektif dalam menghadapi tekanan. Saya pun memiliki tugas lain, jadi saya harus bijak membagi waktu antara tim dan keluarga,” tuturnya.

Untuk rencana ke depan, demi untuk pengembangan diri dan menunjang pekerjaannya, Arif ingin mendalami digital marketing untuk tetap relevan di industri yang dinamis. 

“Kesuksesan bukan tentang posisi, tapi tentang seberapa besar kita bisa bertahan dan memberi nilai,” pungkas Arif.

Arif merupakan sosok yang inspiratif bagi anak-anak muda yang saat ini akan menyelesaikan pendidikannya, untuk dapat memanfaatkan waktu, tempat dan situasi untuk belajar. Belajar, mangamati dan bertanya tentang hal-hal yang baru. Jangan pernah berhenti untuk belajar.

Bagaimana Cara Membuat Anak Anjing Patuh? Ilmuwan : Telah Menemukan Metode yang Efektif

EtIndonesia. Jika kamu memelihara seekor anak anjing, mungkin kamu pernah mengalami situasi seperti ini: ketika kamu memintanya mengambilkan sandal, dia tampak tidak mengerti apa yang kamu katakan—atau tidak bisa fokus sama sekali.

Terkait hal ini, sekelompok ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah menemukan strategi sempurna untuk membantu anak anjing fokus dan memahami perintah.

Menurut laporan dari AFP, penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Kedokteran Hewan Wina (University of Veterinary Medicine Vienna), Austria. Mereka menyimpulkan bahwa **cara paling efektif untuk membuat anak anjing mengikuti instruksi adalah dengan menunjuk dan menatap objek yang sama secara bersamaan.

Peneliti utama dari studi ini, Dr. Christoph Voelter, seorang peneliti pascadoktoral di universitas tersebut, mengatakan kepada AFP: “Pandangan dan gerakan tangan pemilik memang bermanfaat bila dilakukan secara terpisah, namun jika digabungkan, efeknya akan jauh lebih kuat.”

Bagaimana eksperimennya dilakukan?

Dalam studi ini, para peneliti memasangkan perangkat khusus di kepala 20 ekor anak anjing dari berbagai ras—termasuk anjing campuran, Staffordshire Bull Terrier, Australian Shepherd, dan Poodle—untuk secara akurat melacak ke arah mana mata anjing-anjing ini melihat dalam berbagai situasi.

Selama eksperimen, setiap anak anjing dihadapkan pada seorang peneliti yang berlutut. Di sisi kiri dan kanan peneliti diletakkan masing-masing satu mangkuk, namun hanya satu mangkuk yang berisi makanan yang disembunyikan.

Para peneliti kemudian menunjukkan lima skenario berbeda kepada setiap anjing, dan masing-masing skenario diulang enam kali. 

Beberapa contohnya:

·        Peneliti menatap anak anjing sambil menunjuk ke arah mangkuk.

·        Peneliti menatap dan menunjuk ke arah mangkuk secara bersamaan.

·        Peneliti hanya menatap mangkuk tanpa menunjuk.

·        Hingga trik klasik yang sering digunakan pemilik anjing untuk mengerjai anjing peliharaan mereka: berpura-pura melempar bola ke arah mangkuk, padahal bola masih digenggam di tangan.

Hasilnya? Kombinasi tatapan dan isyarat adalah yang paling efektif

Rekaman dari perangkat yang dipasang di kepala para anak anjing memperlihatkan bahwa anjing-anjing tersebut menunjukkan performa terbaik saat peneliti menatap dan menunjuk ke arah mangkuk secara bersamaan. Sebaliknya, performa mereka paling buruk saat peneliti berpura-pura melempar bola.

Temuan ini mengindikasikan bahwa anak anjing merespons berdasarkan sinyal komunikasi manusia, bukan hanya mengikuti arah acak semata.

Dengan kata lain, anak anjing dapat memahami makna dari sinyal yang mereka terima, bukan hanya mengikuti arah tangan atau gerakan tubuh manusia secara mekanis.

Tapi… seberapa dalam pemahaman anjing terhadap maksud manusia?

Namun begitu, Voelter menekankan bahwa masih belum bisa dipastikan sejauh mana anak anjing benar-benar memahami apa yang sedang terjadi.

Untuk menjawab pertanyaan ini, dia menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut dalam bidang “natural pedagogy” (pendidikan alami) masih sangat dibutuhkan. Bidang ini mempelajari bagaimana makhluk hidup, termasuk hewan, bisa menangkap dan belajar dari isyarat sosial secara alami.

Kesimpulan

Bagi para pemilik anjing, penelitian ini memberi wawasan penting:

Jika ingin anak anjingmu patuh, jangan hanya bicara—gunakan isyarat tangan dan tatapan mata secara bersamaan.

Dengan kata lain, komunikasi non-verbal yang jelas dan konsisten membantu anak anjing memahami maksud kita dengan lebih baik. (jhn/yn)

Operasi Rahasia Israel di Gaza: Taktik Baru, Teknologi Canggih, dan Perang Bawah Tanah Melawan Hamas

EtIndonesia. Dalam beberapa pekan terakhir, situasi di Jalur Gaza kian memanas seiring perubahan radikal dalam strategi militer Israel. Jika sebelumnya setiap langkah dan operasi militer diumumkan secara terbuka ke publik maupun media, kini militer Israel beroperasi nyaris dalam senyap—menjalankan misi-misi rahasia tanpa jejak, dan membiarkan hasilnya berbicara sendiri di medan tempur.

Gelombang Operasi Senyap: Hamas Dilumpuhkan Bertahap

Hanya dalam dua pekan pertama bulan Juli, pasukan khusus Israel berhasil melumpuhkan sembilan komandan baru Hamas. Struktur organisasi Hamas di Gaza digambarkan hampir lumpuh total—setiap harinya, tentara Israel seperti memainkan “game whack-a-mole”, memburu para milisi Hamas yang bersembunyi di jaringan terowongan bawah tanah, lalu melancarkan serangan mendadak saat mereka muncul ke permukaan.

Sejumlah sumber militer menyebut, operasi-operasi ini dilakukan dengan presisi tinggi dan nyaris tanpa “noise”—tidak banyak informasi yang bocor ke media, tak ada siaran pers, bahkan keluarga korban pun sering kali baru mengetahui setelah kejadian berlalu. Hal ini menciptakan efek kejut psikologis di kalangan Hamas, yang semakin waspada namun justru semakin tertekan oleh ketidakpastian dan ketakutan.

Teror di Bawah Tanah: Efektivitas Serangan Israel Terekam di Media Sosial

Efektivitas operasi militer Israel semakin tak terbantahkan setelah serangkaian video rekaman ledakan besar di jaringan terowongan Hamas viral di media sosial. Dalam satu malam saja, setidaknya 70 anggota Hamas tewas akibat rentetan serangan yang menghancurkan beberapa titik kunci terowongan bawah tanah. Ledakan-ledakan tersebut terjadi begitu tiba-tiba, menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan kelompok bersenjata dan menandai keberhasilan intelijen Israel dalam melacak serta memetakan jalur-jalur rahasia yang selama ini menjadi basis kekuatan Hamas.

Publik internasional pun kembali bertanya-tanya: berapa banyak dana yang telah digelontorkan Tiongkok untuk membangun jaringan terowongan bawah tanah Hamas? Sebab, meski Israel telah membombardir Gaza selama berbulan-bulan, sistem terowongan yang sangat kompleks itu belum juga sepenuhnya bisa ditumpas. Menurut sejumlah analis, investasi besar Tiongkok pada infrastruktur bawah tanah ini menjadi salah satu faktor yang menyulitkan militer Israel untuk benar-benar memutus rantai logistik dan komando Hamas.

Adopsi Teknologi Perang Ukraina: Kolaborasi Senjata dan Drone

Dalam perkembangan terbaru, militer Israel mulai mengadopsi taktik tempur ala Ukraina, khususnya dalam hal operasi drone. Serangan berbasis drone kini menjadi andalan untuk memburu milisi Hamas yang mencoba melarikan diri ke permukaan atau berpindah dari satu titik persembunyian ke titik lainnya. 

Penggunaan drone kamikaze, drone pengintai, serta kombinasi serangan presisi membuat pergerakan Hamas semakin terhambat dan memaksa mereka untuk terus berpindah tanpa sempat menyusun strategi balasan.

Menariknya, kolaborasi teknologi militer antara Israel dan Ukraina—yang beberapa tahun lalu sempat “bocor” ke Tiongkok—sekarang justru menjadi kekuatan penyeimbang untuk menghadapi ancaman bersama. Baik Israel maupun Ukraina sama-sama menghadapi musuh yang piawai menggunakan teknologi bawah tanah dan taktik gerilya, sehingga pertukaran informasi, strategi, dan perangkat militer semakin intensif dilakukan kedua negara. 

Imbasnya, Tiongkok yang pernah menerima transfer teknologi militer dari Israel dan Ukraina kini justru dibuat khawatir dengan kecanggihan sistem yang sama ketika digunakan untuk melawan sekutunya di Gaza.

Perang Modern: Informasi dan Psikologi

Perang di Gaza kini bukan lagi sekadar perang fisik, melainkan juga perang informasi dan psikologi. Keterbatasan akses media, minimnya pernyataan resmi, serta ketiadaan “pengumuman kemenangan” menjadi bagian dari strategi baru Israel. Pemerintah Israel paham, setiap informasi yang bocor bisa dijadikan alat propaganda oleh lawan atau justru membahayakan keberhasilan operasi di lapangan.

Di sisi lain, Hamas semakin terdesak. Setiap malam mereka hidup dalam ketidakpastian, tidak tahu kapan terowongan mereka akan runtuh, kapan drone akan menargetkan posisi mereka, dan kapan giliran komandan berikutnya akan menjadi target. Ketegangan inilah yang, menurut pengamat militer, justru mempercepat keruntuhan struktur perlawanan Hamas dari dalam.

Dinamika Geopolitik: Arah Baru Kolaborasi Internasional

Di balik operasi-operasi militer yang senyap ini, tersimpan dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Keterlibatan Tiongkok dalam pembangunan infrastruktur bawah tanah di Gaza menimbulkan tanda tanya besar di kalangan komunitas internasional. Apalagi, strategi Israel dan Ukraina yang kini berbalik saling mendukung satu sama lain menjadi sinyal bahwa dunia sedang bergerak menuju era baru perang proksi, di mana teknologi, intelijen, dan psikologi menjadi senjata utama.

Penutup:
Situasi di Gaza saat ini adalah potret nyata dari perubahan wajah perang modern: semakin senyap, semakin mematikan, dan semakin menuntut kolaborasi teknologi di antara negara-negara yang memiliki ancaman bersama. Israel telah membuktikan, dalam peperangan era baru, keheningan bisa jadi adalah senjata yang paling menakutkan. (***)

Israel Lawan Poros Kegelapan: Bukti PBB & Tiongkok Bersekongkol, Kepala Staf Iran Tewas!

EtIndonesia. Dalam situasi kawasan yang kian tegang dan penuh permusuhan, Israel menunjukkan sikap yang semakin tegas. Negara Yahudi ini tak hanya mengabaikan tekanan opini publik dunia Arab maupun kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tetapi juga terus memperluas operasi militernya di perbatasan dengan Suriah. Bahkan, ketika Presiden Suriah yang baru mencoba membuka jalur diplomasi dengan “merayu” Israel untuk meredakan ketegangan, respon Israel tetap keras: tidak ada kompromi, dan justru operasi militer semakin digencarkan.

Perluasan Operasi di Perbatasan: Setiap Ancaman Dihabisi

Sejak awal Juli, tentara Israel telah meningkatkan kehadirannya di Dataran Tinggi Golan serta wilayah selatan Suriah—area yang selama ini dikenal rawan penyelundupan senjata dan pergerakan milisi pro-Iran. Berbagai operasi penangkapan dan penyitaan besar-besaran dilakukan. Menurut laporan militer Israel, setiap kendaraan lapis baja Suriah yang mencoba menyeberangi garis demarkasi langsung dihancurkan tanpa peringatan.

Langkah agresif ini didukung oleh intelijen modern dan sistem persenjataan canggih milik Israel, memastikan bahwa setiap upaya infiltrasi atau penyerangan balik dari pihak Suriah dapat diatasi dengan cepat dan efektif. Sepanjang bulan ini saja, puluhan kendaraan tempur serta gudang senjata berhasil diamankan, menandai komitmen Israel untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasionalnya di tengah ancaman terus-menerus.

Skandal Besar di Tubuh PBB: UNRWA Jadi Markas Pelatihan Teroris

Puncak dari rangkaian operasi Israel terjadi pada 10 Juli, ketika satuan khusus militer berhasil membongkar dokumen rahasia milik United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), lembaga bantuan kemanusiaan PBB yang selama ini beroperasi di Gaza. Temuan ini menjadi sorotan dunia: dokumen tersebut mengungkap bahwa sekolah-sekolah UNRWA di Gaza telah lama disalahgunakan sebagai pusat pelatihan teroris Hamas.

Berdasarkan hasil investigasi, di sekolah-sekolah yang dikelola UNRWA, para siswa rutin mendapatkan pelatihan militer, mulai dari merakit bom hingga teknik pembunuhan dan sabotase. Bahkan, sedikitnya 500.000 orang diduga telah menerima pelatihan radikal semacam ini. Beberapa siswa yang diwawancarai media internasional mengaku, mereka didorong guru-gurunya untuk membenci dan bahkan membunuh warga Yahudi atas nama “kehormatan Palestina”. Rekrutmen anggota kelompok militan pun dilakukan secara terbuka di lingkungan sekolah.

Fakta mengejutkan ini langsung menggegerkan dunia internasional. Namun, Israel menilai, apa yang terungkap hanyalah “puncak gunung es” dari infiltrasi Tiongkok ke berbagai badan PBB. Sebaliknya, banyak media Barat memilih diam, diduga karena tekanan politik dan kepentingan ekonomi yang lebih besar.

Jejak Tiongkok di Balik Setiap Konflik: Dari Ukraina hingga Timur Tengah

Israel semakin gamblang menuding Tiongkok sebagai bagian dari “poros kejahatan” global. Tuduhan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan analisis keamanan Israel, hampir di setiap zona konflik besar di dunia, selalu ada campur tangan Beijing—baik berupa dukungan militer, transfer teknologi, maupun suplai senjata.

Beberapa bukti keterlibatan Tiongkok antara lain:

  • Dukungan kepada Rusia dalam invasi ke Ukraina, termasuk pengiriman suku cadang, drone, dan peralatan militer canggih.
  • Pasokan teknologi dan senjata untuk kelompok-kelompok militan seperti Hamas di Gaza, Houthi di Yaman, hingga Hizbullah di Lebanon.
  • Kerjasama strategis dengan Iran, yang memungkinkan pengembangan sistem persenjataan dan pertahanan udara berbasis teknologi Tiongkok.

Keterlibatan terbaru terkuak saat Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran bulan lalu. Dalam operasi ini, ditemukan fakta mengejutkan: sistem pertahanan udara Iran ternyata tidak hanya menggunakan teknologi Rusia, tetapi juga sudah diintegrasikan dengan sistem komando jet tempur J-10 buatan Tiongkok. Sistem ini diklaim Iran mampu melacak 100 target udara sekaligus dan menembak jatuh jet-jet tempur Israel. Namun kenyataan di lapangan berbicara lain—tidak satu pun pesawat atau rudal Israel yang berhasil dideteksi atau dihancurkan oleh sistem tersebut. Alhasil, di kalangan militer Israel, J-10 kini dijuluki “J-Y” (bahasa Mandarin untuk “mesin rusak tingkat dewa”), sebagai bentuk sindiran terhadap kualitas produk pertahanan Tiongkok.

Pembunuhan Kepala Staf Gabungan Iran: Bukti Ancaman Israel Nyata

Meski gencatan senjata telah diumumkan, Israel tetap menunjukkan sikap waspada tinggi terhadap Iran. Target operasi tak lagi sekadar infrastruktur militer, melainkan juga para jenderal dan pejabat senior yang dianggap berperan dalam agresi terhadap Israel.

Pada 11 Juli, media Iran mengonfirmasi kematian Abdullah Rahim Mousavi, Kepala Staf Gabungan Iran yang baru saja dilantik sebulan sebelumnya. Mousavi ditemukan tewas di kediamannya di Teheran, menambah daftar panjang korban dari kalangan elite militer Iran yang diduga menjadi target operasi Israel. Ironisnya, kematian ini terjadi setelah Israel secara terbuka mengancam akan “menghabisi siapa pun” yang duduk di jabatan strategis tersebut—suatu bukti bahwa ancaman Tel Aviv bukan sekadar retorika belaka.

Penutup: Dinamika Regional yang Makin Panas

Rangkaian peristiwa ini semakin mempertegas posisi Israel sebagai negara yang tak ragu mengambil tindakan keras demi melindungi kepentingan nasionalnya. Dari membongkar skandal lembaga PBB, mengidentifikasi peran Tiongkok dalam konflik global, hingga aksi penegakan ancaman terhadap pejabat tinggi Iran—Israel mengirim pesan kuat kepada dunia: stabilitas dan keamanan negara Yahudi bukanlah tawar-menawar, meski harus berhadapan dengan poros kekuatan baru di tingkat global.

Israel kini memasuki babak baru konfrontasi geopolitik, yang diperkirakan akan terus memanas seiring meningkatnya rivalitas antara blok Barat dan poros Beijing-Moskow-Teheran di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Pemberontakan Senyap Generasi Berikutnya terhadap Banjir Digital

oleh Kay Rubacek

Ketika saya berbicara dengan teman-teman yang berusia 60 dan 70 tahun, keluhan yang sering muncul adalah: “Anak-anak jaman sekarang terus-menerus menatap layar. Mereka cemas, tidak stabil, dan tidak tahu nilai kehidupan nyata.” Seolah-olah jurang yang tak terlewati telah terbentuk antara generasi. Berita malam pun memperkuat perasaan itu dengan aliran tak berujung dari kemarahan, perpecahan, dan judul-judul menakutkan yang membuat kita terus menggulir layar. Namun, jika kita melangkah melewati kebisingan itu, kita akan menemukan cerita yang lebih tenang—yang seharusnya memberi harapan nyata bagi setiap generasi Baby Boomer tentang masa depan.

Pada tahun 2024, penjualan album vinil di Amerika Serikat mencapai lebih dari 44 juta unit, melampaui penjualan CD untuk tahun ketiga berturut-turut. Itu saja sudah mengejutkan—lebih mengejutkan lagi ketika diketahui bahwa sekitar setengah dari para pembelinya berusia di bawah 35 tahun. 

Generasi Z dan Milenial muda, yang tumbuh besar sepenuhnya dalam era streaming, kini antre di toko-toko rekaman untuk membeli musik yang bisa mereka pegang secara fisik. Tanyakan pada mereka alasannya, dan Anda akan mendengar jawaban serupa: “Rasanya nyata,” “Saya suka rutinitasnya,” “Itu membantu saya untuk memperlambat.” Di dunia dengan guliran tak terbatas dan gangguan algoritmik, mereka sedang mencari sesuatu yang nyata. Sesuatu yang membumi.

Ini bukan tren yang terisolasi. Anak-anak muda mulai kembali menemukan toko buku independen. Mereka mengadakan malam puisi. Mereka menulis jurnal dengan tangan. “Silent walking”—berjalan kaki tanpa musik, tanpa podcast, tanpa ponsel—menjadi tren di TikTok, dengan lebih dari setengah juta penayangan di bawah tagar itu. Sekilas, ini mungkin terlihat seperti nostalgia. Tapi lebih dari itu, ini adalah pemberontakan diam-diam terhadap kelebihan rangsangan. Sebuah cara untuk merebut kembali kendali atas sistem saraf mereka.

Ironisnya, ini semua adalah hal-hal yang justru sangat dihargai oleh banyak kalangan Baby Boomer: membaca buku, memasak makanan sungguhan, duduk di teras, berjalan kaki hanya untuk berpikir. Ternyata, generasi-generasi itu tidak terlalu berbeda—mereka hanya sedang menavigasi hidup dari dua ujung badai digital yang bising.

Tentu saja, dunia telah banyak berubah sejak para Boomer menjalani masa remaja mereka. Dan, penting diingat betapa lebih sulit proses pendewasaan itu saat ini. Pada tahun 1970-an atau 1980-an, mencoba sesuatu di sebuah pesta mungkin hanya berujung pada mabuk. Sekarang, tindakan serupa bisa berakibat fatal. Pil-pil yang mengandung fentanyl membanjiri jalanan, menyamar sebagai obat-obatan umum. Bahkan, overdosis fentanyl kini menjadi penyebab utama kematian bagi warga Amerika berusia 18 hingga 45 tahun. Sementara itu, hampir setiap aspek budaya anak muda dibentuk oleh internet 24 jam nonstop—di mana rentang perhatian rata-rata hanya 47 detik sebelum gangguan berikutnya muncul. Bahkan musik pun telah berubah. Lagu-lagu populer di dekade-dekade lalu dipenuhi cinta, harmoni, dan harapan. Lagu-lagu hits saat ini lebih gelap, lebih kesepian, dan lebih eksplisit—mencerminkan kondisi batin generasi yang berjuang untuk bertahan dalam dunia yang terpecah.

Semua ini bukan berarti generasi muda lebih lemah. Ini berarti medan perangnya telah berubah. Perjuangan mereka lebih tak terlihat, lebih terus-menerus, dan lebih pribadi. Itulah mengapa kembalinya mereka ke hal-hal analog—vinil, buku, berjalan kaki, menulis jurnal—bukan sekadar menggemaskan. Ini adalah strategi. Sebuah jalan kembali menuju ketenangan, kehadiran, dan kejernihan.

Alih-alih mengabaikan generasi muda, para Boomer memiliki kesempatan untuk menjadi mentor mereka. Bukan dengan ceramah atau penilaian, melainkan dengan kehadiran. Anak-anak muda tidak membutuhkan lebih banyak konten—mereka membutuhkan koneksi. Dan siapa yang lebih baik untuk menjadi panutan daripada mereka yang masih mengingat bagaimana rasanya hidup sebelum serbuan digital?

Jadi mungkin ajaklah anggota keluarga yang lebih muda untuk mendengarkan rekaman favorit Anda. Bacalah satu bab buku bersama. Tukar keterampilan—minta mereka menjelaskan aplikasi baru, dan ajarkan cara memperbaiki kenop pintu yang longgar atau menyeimbangkan buku cek. Semakin sering kita terhubung lintas generasi, semakin kita menyadari bahwa kita semua mendambakan hal yang sama: makna, ketenangan, tujuan, dan percakapan yang nyata.

Pada tahun 1969, warga Amerika dari semua usia menyaksikan dengan takjub saat Neil Armstrong melangkah di bulan untuk pertama kalinya. Rasa takjub kolektif itu menyatukan bangsa. Sebagai bagian dari Generasi X, saya tidak hidup saat peristiwa bersejarah itu terjadi, namun mungkin “misi bulan” kita saat ini lebih bersifat batin—kembali bersama ke kedalaman, fokus, dan kepercayaan satu sama lain. Dan kabar baiknya: itu sudah mulai terjadi. Hanya saja, lebih tenang dari yang kita bayangkan.

Anda akan melihatnya dalam kilatan piringan hitam yang berputar. Dalam tatapan seorang remaja yang menatap langit, bukan layar. Dalam puisi tulisan tangan yang diselipkan di saku belakang jaket bekas yang sudah usang. Mungkin kita tidak sejauh yang kita kira. Mungkin kita hanya butuh cara yang lebih lambat dan tenang untuk kembali satu sama lain.

Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Tentang Penulis

Kay Rubacek adalah pembuat film peraih penghargaan, penulis, pembicara, dan mantan pembawa acara “Life & Times” di NTD. Setelah pernah ditahan di penjara Tiongkok karena memperjuangkan hak asasi manusia, ia mendedikasikan karyanya untuk menghadapi rezim komunis dan sosialis dalam bentuk modernnya secara global. Ia juga telah menjadi kontributor di The Epoch Times sejak 2010.

Kafein Mungkin Memperlambat Penuaan Seluler dengan Mengaktifkan Respons Stres Pelindung

Penelitian terbaru menunjukkan bagaimana kafein mengaktifkan jalur seluler yang mirip dengan yang dipicu oleh olahraga dan pembatasan kalori, yang berpotensi memperlambat penuaan

oleh Rachel Ann T. Melegrito

Getaran yang Anda rasakan dari secangkir kopi di pagi hari tidak hanya memengaruhi otak Anda—itu juga menjangkau jauh ke dalam sel-sel tubuh dan mengaktifkan saklar biologis yang bisa membantu Anda menua lebih lambat.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kafein bertindak seperti pelatih pribadi bagi sel-sel kita, memberikan cukup stres untuk mengaktifkan jalur-jalur umur panjang yang sama seperti yang dipicu oleh olahraga atau pembatasan kalori.

“Dalam arti tertentu, sedikit stres itu bermanfaat,” kata John-Patrick Alao, ilmuwan peneliti postdoktoral dan penulis utama studi tersebut, kepada The Epoch Times.

Mekanisme Seluler di Balik Umur Panjang

Studi yang diterbitkan di jurnal Microbial Cell ini menemukan bahwa kafein menimbulkan respons mirip stres pada sel, mengaktifkan jalur umur panjang yang disebut AMP-activated protein kinase (AMPK).

AMPK berfungsi seperti pengukur bahan bakar seluler. Saat energi rendah atau dalam kondisi stres, AMPK akan aktif, memaksa sel untuk menghemat sumber daya, memperbaiki kerusakan, dan membersihkan komponen rusak dengan mendaur ulang bagian dari dirinya sendiri.

Dalam biologi, terlalu banyak stres bisa merusak sel, tetapi jumlah kecil justru dapat membantu mereka beradaptasi dan memperbaiki diri, mencegah kerusakan menumpuk. Seiring waktu, hal ini membantu jaringan tetap sehat dan mendukung umur panjang.

“Penelitian kami, setidaknya dalam hal kafein, menunjukkan bahwa AMPK diaktifkan karena kafein memberikan semacam stres pada sel,” ujar Alao.

Alao mencatat bahwa stres ringan dari kafein pada sel ragi mengaktifkan gen-gen pelindung dan membuat sel tetap dalam mode perbaikan, mencegah kerusakan menumpuk dan memperpanjang umur sel. Ia mengibaratkannya seperti memiliki montir yang selalu mendampingi untuk menangani masalah sejak dini.

“Aktivasi alami jalur ini oleh kafein menunjukkan bahwa kafein bisa menjadi alat nutrisi yang berharga… Sesuatu yang umum seperti kopi pagi Anda pada akhirnya bisa berperan dalam bagaimana kita merancang pola makan atau pengobatan untuk meningkatkan kesehatan jangka panjang dan berpotensi mendukung terapi kanker,” kata Dr. Thomas M. Holland, ilmuwan medis dan asisten profesor di Rush Institute for Healthy Aging, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Para peneliti menggunakan sel ragi fission untuk eksperimen mereka. Meskipun hasilnya tidak dapat langsung diterapkan pada manusia, ragi memiliki jalur seluler yang mirip dan bekerja serupa dengan sel manusia.

Holland mencatat bahwa meskipun studi ini menggunakan ragi dan tidak memberikan rekomendasi konsumsi spesifik untuk manusia, penelitian lain mendukung konsumsi kafein dalam jumlah sedang.


Potensi Risiko dari Stres Akibat Kafein

Walaupun stres ringan dari kafein membantu memicu proses yang terkait dengan umur panjang—seperti membuat sel membelah lebih awal dan dalam ukuran lebih kecil—respons ini juga dapat membuat sel lebih rentan terhadap kerusakan DNA karena memberi mereka waktu lebih sedikit untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah sebelum membelah, memungkinkan kerusakan lolos.

Hal ini menimbulkan risiko khusus bagi orang dengan kondisi genetik seperti ataxia telangiectasia (ATM), yang kesulitan memperbaiki kerusakan DNA.

“Jika Anda memiliki mutasi ATM, kafein mungkin tidak baik untuk Anda,” kata Alao. “Tetapi jika Anda sehat dan tidak memiliki mutasi ini, maka stres yang diaktifkan justru akan mengaktifkan mekanisme perbaikan DNA Anda.”

Namun, Alao mencatat bahwa masih ada banyak pertanyaan tentang bagaimana efek kafein pada sel ragi diterjemahkan ke tubuh manusia. Pada manusia, AMPK jauh lebih kompleks, dengan berbagai bentuk yang ditemukan di berbagai jaringan seperti jantung dan otot rangka.

Ia juga mengatakan bahwa sistem AMPK, meskipun bersifat pelindung pada sel sehat, mungkin justru membantu sel kanker bertahan di bawah tekanan metabolik.


Berapa Banyak Kafein yang Ideal untuk Umur Panjang?

Berbagai studi berskala besar telah mengaitkan konsumsi kopi dengan hidup lebih panjang dan sehat. Sebuah studi terhadap hampir 50.000 wanita selama 30 tahun menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi sekitar 315 miligram kafein per hari—kira-kira satu setengah cangkir kopi ukuran besar—lebih mungkin menua dengan sehat, tanpa penyakit kronis utama.

Studi lain yang diterbitkan di The Journal of Nutrition menemukan bahwa orang yang minum satu hingga tiga cangkir kopi per hari memiliki risiko kematian 15 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari kopi berkurang jika dikonsumsi dengan gula dan lemak jenuh, seperti yang terdapat dalam krimer berbahan dasar susu.

“Biasanya sekitar 200 hingga 400 miligram per hari, atau kira-kira dua hingga empat cangkir kopi, telah terbukti aman dan berpotensi bermanfaat bagi kebanyakan orang dewasa,” ujar Holland.

Holland menekankan bahwa kafein paling bermanfaat jika dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup seimbang—terutama yang menggabungkan pola makan nabati dan aktivitas fisik teratur. Ia mencatat bahwa sumber alami kafein seperti kopi dan teh juga mengandung polifenol dan antioksidan, yang dapat membantu mengurangi peradangan, meningkatkan metabolisme, dan menurunkan stres oksidatif—faktor-faktor yang terkait dengan penurunan risiko kanker.

Seperti Holland, Melissa Mitri, ahli gizi terdaftar dan penulis nutrisi, merekomendasikan agar orang menghindari suplemen dan minuman energi. “Beberapa minuman energi dan suplemen mengandung bentuk kafein yang lebih pekat, seperti kafein anhidrat, yang bisa memberikan dosis yang jauh lebih besar dan kuat daripada secangkir kopi.”

Mitri juga mencatat bahwa meskipun masih dibutuhkan lebih banyak penelitian, konsumsi kafein dalam jumlah sedang mungkin membantu melindungi sel sehat selama pengobatan kanker dengan mengurangi potensi kerusakan yang disebabkan oleh terapi seperti kemoterapi.

“Kafein mengaktifkan AMPK, dan AMPK adalah target yang sangat penting karena diaktifkan oleh pembatasan kalori dan olahraga, dan kita tahu bahwa pembatasan kalori dan olahraga terbukti memperpanjang umur,” kata Alao.


Solusi Umur Panjang Lainnya

Kafein bukan satu-satunya senyawa yang terkait dengan umur panjang melalui jalur seluler ini. Beberapa zat dan pola makan lain sudah diketahui menargetkan sistem peningkat umur panjang yang sama.

Contohnya, rapamycin secara langsung menghambat Target of Rapamycin Complex 1 (TORC1), sebuah kompleks protein yang membantu mengontrol pertumbuhan sel dan respons terhadap nutrisi, sehingga memperlambat mekanisme pertumbuhan sel.

Metformin, obat diabetes yang banyak digunakan dan meningkatkan sensitivitas insulin, tidak bekerja langsung pada TORC1, tetapi menurunkan status energi sel, yang pada gilirannya mengaktifkan AMPK.

Kelebihan nutrisi kronis—terutama pola makan tinggi gula, pati olahan, dan makanan ultra-proses—menonaktifkan AMPK dan malah mengaktifkan jalur TORC1, yang mendorong pertumbuhan dan mempercepat penuaan.

“Kalau Anda makan banyak gula, diet ala Barat tinggi lemak, maka TOR [Target of Rapamycin] akan selalu aktif. Dan ini menyebabkan penuaan,” kata Alao.

Sebaliknya, pembatasan diet seperti pola makan rendah protein dan puasa intermiten mengaktifkan AMPK, mendorong proses pembersihan seluler yang tampaknya penting untuk umur panjang. “Pada dasarnya tubuh mulai memakan dirinya sendiri, yang tampaknya penting untuk membersihkan semua protein rusak dan sebagainya.”

Sebelum menekuni dunia menulis, Rachel bekerja sebagai terapis okupasi, dengan spesialisasi pada kasus neurologis. Dia juga mengajar mata kuliah di universitas mengenai ilmu dasar dan terapi okupasi profesional. Pada tahun 2019, ia meraih gelar magister dalam bidang perkembangan dan pendidikan anak. Sejak tahun 2020, Rachel telah menulis secara luas tentang topik kesehatan untuk berbagai publikasi dan merek.

Wajib Dikonsumsi Setelah Usia 50! 4 Bahan Makanan Ini Bantu Lawan Oksidasi, Tak Hanya Cegah Penuaan Tapi Juga Lindungi Pembuluh Darah

EtIndonesia. Memasuki era populasi menua, dengan meningkatnya usia harapan hidup, muncul pertanyaan besar: apa yang sebaiknya dikonsumsi agar tubuh tidak mengalami penuaan dini? Pertanyaan ini kini menjadi perhatian banyak orang.

Secara umum, proses oksidasi dalam metabolisme sel dianggap sebagai salah satu faktor utama penuaan. Walaupun penuaan adalah proses alami, ada banyak bahan makanan sederhana di sekitar kita yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan awet muda. Di antara semuanya, empat jenis makanan berikut bahkan disebut oleh dokter pengobatan tradisional Korea, Kim So-hyung (김소형, ejaan fonetik), sebagai makanan wajib untuk menjaga kesehatan dan keremajaan tubuh.

Empat Makanan Wajib Dikonsumsi Setelah Usia 50 Tahun

1. Tomat – Superfood Pelindung Pembuluh Darah dan Antioksidan Alami

Sebagai salah satu “superfood”, tomat adalah bahan makanan yang sering digunakan oleh penduduk Italia—negara yang dikenal sebagai salah satu dengan usia harapan hidup tertinggi di dunia. Tomat kaya akan likopen, yaitu antioksidan kuat yang mampu menetralisir radikal bebas dalam tubuh dan mencegah penuaan pada pembuluh arteri.

Uniknya, kandungan likopen dalam tomat paling tinggi ketika tomat sudah matang dan berwarna merah cerah. Karena likopen bersifat larut dalam lemak, proses pemanasan dan penggunaan minyak saat memasak justru membantu pelepasan likopen dalam jumlah lebih besar, sekaligus meningkatkan daya serapnya dalam tubuh.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tomat tergolong makanan bersifat asam, sehingga bagi mereka yang memiliki produksi asam lambung berlebih, mengonsumsi tomat dalam keadaan perut kosong bisa menyebabkan sakit perut. Oleh karena itu, sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain.

2. Anggur Merah (Red Wine) – Rahasia Jantung Sehat Orang Prancis

Meskipun pola makan masyarakat Prancis dikenal tinggi lemak, angka kejadian penyakit jantung di Prancis hanya sepertiga dari Amerika Serikat. Penelitian WHO menemukan bahwa salah satu kuncinya adalah konsumsi anggur merah (red wine) secara teratur.

Red wine mengandung resveratrol dan polifenol, dua senyawa aktif yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan memperlambat proses penuaan. Menariknya, manfaat ini tidak bergantung pada harga red wine—bahkan red wine murah pun dapat memberikan manfaat asalkan dikonsumsi secara teratur dan dalam jumlah moderat.

Untuk takaran harian, disarankan:

·        Pria dewasa: sekitar 300 ml per hari

·        Wanita dewasa: 100–150 ml per hari

·        Lansia: konsumsi sebaiknya dikurangi setengah dari dosis dewasa

3. Teh Hijau – Antioksidan Lebih Kuat dari Vitamin C

Teh hijau pernah dinobatkan oleh Time Magazine sebagai salah satu dari 10 makanan terbaik bagi kesehatan manusia. Kandungan utamanya, katekin (catechin), memiliki efek antioksidan bahkan lebih kuat dari vitamin C.

Katekin lebih mudah dilepaskan dalam air hangat dengan suhu sekitar 60–80 derajat Celsius. Oleh karena itu, sebaiknya teh hijau diseduh dengan air hangat, bukan air mendidih, agar kandungan nutrisinya tetap optimal.

Namun, karena teh hijau juga mengandung kafein, maka orang dengan sensitivitas terhadap kafein, penderita gangguan lambung, dan ibu hamil sebaiknya menghindari atau membatasi konsumsinya.

4. Bawang Putih – Lawan Penuaan Sel dan Perangsang Hormon Alami

Bawang putih mengandung senyawa aktif bernama allicin, yang berfungsi untuk mencegah penuaan sel dan merangsang produksi hormon dalam tubuh.

Meski proses pemasakan tetap bisa membantu meningkatkan metabolisme, namun allicin cenderung mudah rusak saat terkena suhu tinggi. Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak memiliki gangguan pencernaan, mengonsumsi bawang putih mentah akan lebih disarankan agar nutrisinya tetap utuh.

Kesimpulan

Usia 50 tahun bukanlah akhir dari vitalitas, tetapi justru titik awal untuk lebih sadar terhadap pola makan dan kesehatan. Dengan mengonsumsi empat bahan makanan di atas secara bijak—tomat matang, red wine dalam jumlah wajar, teh hijau hangat, dan bawang putih mentah—kita dapat membantu tubuh melawan oksidasi, memperlambat proses penuaan, dan melindungi sistem pembuluh darah dari kerusakan dini.

Mulailah dari kebiasaan kecil hari ini, agar tubuh tetap sehat, kuat, dan awet muda di hari tua.(jhn/yn)

Auditor Temukan Sejumlah Provinsi di Tiongkok Menguras Uang Pensiun, Bansos Hingga Anggaran Sekolah Saat Utang Jumbo Pemda Menyamai Angka PDB

oleh Sean Tseng | Analisis Berita

Para auditor Tiongkok melaporkan bahwa pejabat daerah menguras  rekening dana pensiun, anggaran sekolah, dan dana bantuan pertanian demi menutupi biaya operasional dan membayar utang pemerintah daerah yang membengkak. Menurut riset grup perbankan global BBVA, total utang tersebut kini diperkirakan melebihi separuh ukuran ekonomi nasional Tiongkok.

Dalam laporan tanggal 24 Juni kepada Kongres Rakyat Nasional, National Audit Office (NAO) Tiongkok menyatakan bahwa 25 provinsi telah menyalahgunakan setidaknya 60,16 miliar yuan (sekitar Rp136,6 triliun) dari dana pensiun penduduk. Dari jumlah itu, 41,408 miliar yuan (sekitar Rp 95,2 triliun)  telah dialihkan secara ilegal atau diperoleh melalui penipuan.

Para analis mengatakan bahwa temuan ini memberikan gambaran awal tentang krisis fiskal yang jauh lebih besar. Beijing menyimpan sebagian besar pendapatan pajak, tetapi memerintahkan provinsi dan kabupaten untuk memenuhi target pertumbuhan ambisius. Untuk menutupi kekurangan, pejabat lokal mengakses hampir semua dana yang bisa mereka jangkau.

Auditor menemukan bahwa 13 provinsi mengalihkan 40,62 miliar yuan (sekitar Rp 93,43 triliun) dari kontribusi dana pensiun guna menutupi pengeluaran rutin pemerintah seperti gaji pegawai, biaya operasional, dan bunga utang.

Di 110 kabupaten di 11 provinsi, 4,09 miliar yuan (sekitar 570 juta dolar AS) yang seharusnya digunakan untuk pembangunan atau pemeliharaan sekolah malah dialihkan atau dicatat secara fiktif, sebagian besar untuk membayar utang.

Nasib petani pun tak lebih baik. Di 175 kabupaten di 16 provinsi, pejabat mengalihkan 4,16 miliar yuan (sekitar 580 juta dolar AS) dari subsidi pertanian, memaksa sebagian penerima menunggu setahun atau lebih—dalam kasus terburuk, hingga sembilan tahun—untuk mendapatkan dana yang dijanjikan.

Sembilan provinsi bahkan melangkah lebih jauh, mengalihkan lebih dari 132,5 miliar yuan (Rp 304,75 triliun) dari special-purpose bonds—utang yang secara hukum harus digunakan untuk proyek jangka panjang seperti jalan raya, rel kereta, sistem air, atau jaringan digital. Sebaliknya, dana tersebut digunakan untuk menggaji pegawai negeri, membayar biaya kantor, dan melunasi utang perusahaan milik negara.

Di sebuah kota pesisir, Jinjiang, sebuah lembaga pembiayaan meminjam 15,02 miliar yuan (sekitar 2,09 miliar dolar AS) dari organisasi amal dan kelompok kepentingan publik, mengubah filantropi menjadi utang tersembunyi, menurut laporan itu.

NAO menyatakan bahwa temuan ini hanya mencakup wilayah-wilayah yang mereka audit.

Laporan itu juga menyoroti lemahnya pengawasan di tingkat pusat, dengan menyebut sistem pemantauan Kementerian Keuangan yang memungkinkan seorang pejabat “mengisi, menyetujui, dan melaporkan pengeluaran sendiri” tanpa perlawanan.

Auditor merekomendasikan reformasi fiskal dan perpajakan yang lebih cepat—seperti menyeimbangkan kembali distribusi pendapatan pajak antara Beijing dan provinsi—serta pengawasan yang lebih ketat terhadap hasil penjualan obligasi.


Meningkatnya Utang Tersembunyi

Perebutan dana semakin intensif ketika gelembung properti Tiongkok pecah pada akhir 2021. Ketika penjualan tanah dan rumah anjlok, pemerintah daerah kehilangan sumber pendapatan terkayanya.

Selama bertahun-tahun, mereka membiayai pembangunan seperti kereta bawah tanah, bandara, dan kawasan industri melalui Local Government Financing Vehicles (LGFV)—perusahaan cangkang yang meminjam di luar buku anggaran resmi.

Kini, berbagai perusahaan cangkang itu kesulitan melunasi utang yang menurut para analis mencapai sekitar 78 triliun yuan (sekitar Rp 179.400 triliun), lebih dari separuh ukuran ekonomi Tiongkok.

Setiap kuartal, setidaknya 1 triliun yuan (sekitar Rp 2.300.000 triliun) dalam bentuk obligasi LGFV jatuh tempo, memaksa pejabat terus-menerus mencari dana baru.

Solusi sementara dari Beijing—program penukaran utang satu kali senilai 10 triliun yuan (sekitar Rp 23.000.000 triliun) yang memungkinkan provinsi membiayai kembali sebagian utang tersembunyi itu dengan obligasi jangka panjang yang didukung negara—hanya menutupi sebagian kecil dari total utang dan sekadar menunda jatuh temponya ke masa depan.

“Setiap pinjaman baru hanya menambah gunung utang yang terus tumbuh,” ujar analis Tiongkok Wang He kepada The Epoch Times.

Sedikit proyek yang benar-benar dibangun, katanya, justru seringkali merugi.


Gunung Es Fiskal yang Baru Tersentuh Audit

Wang menyebut penyalahgunaan dana pensiun dan kesejahteraan sebagai “praktik rutin dalam sistem fiskal Tiongkok.”

Tahun lalu, NAO menemukan 66 kabupaten menutup defisit anggaran dengan menggunakan hampir 2 miliar yuan (sekitar Rp4,6 triliun) dari subsidi makan siang siswa untuk membayar utang lokal.

Kongres Rakyat Daerah di Tiongkok hanya menyetujui anggaran tanpa banyak perdebatan, tidak seperti badan legislatif negara bagian di luar negeri yang bisa menolak rancangan anggaran dan menghentikan operasional pemerintah daerah, tambahnya.

Wang menjelaskan bahwa karena Beijing menyimpan sebagian besar pendapatan pajak, banyak kota dan kabupaten akan “tutup” jika pinjaman di luar buku anggaran tiba-tiba dilarang. Pemerintah pusat membiarkan utang ini—sampai batas tertentu—karena alternatifnya adalah kolaps lokal.

Sejak Maret 2023, sembilan provinsi yang disebut dalam laporan itu menambah 59,09 miliar yuan (sekitar Rp135,91 triliun) utang tersembunyi baru, sering kali dengan memerintahkan kontraktor milik negara untuk mendanai proyek di muka dengan janji pembayaran yang tidak jelas, menurut NAO.

Enam yurisdiksi bahkan hanya mengubah catatan pembukuan mereka, menghapus 23,2 miliar yuan (sekitar Rp53,36 triliun) kewajiban hanya dengan satu kali edit akuntansi.


Utang Lebih Besar dari PDB

Berbicara di Forum Jalan Keuangan Beijing pada 18 Oktober 2024, Li Jianjun, wakil presiden Universitas Keuangan dan Ekonomi Pusat Tiongkok, mengatakan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok mencapai sekitar 103 persen pada akhir Juni 2024, menurut laporan Asia Times.

Rasio tersebut jauh melampaui ambang batas internasional 60 persen untuk kategori utang tinggi.

Li memperkirakan total utang negara mencapai 129 triliun yuan (sekitar Rp 296.700 triliun)—30 triliun yuan utang pemerintah pusat, 42,23 triliun yuan pinjaman lokal yang dikeluarkan secara legal, dan sekitar 57,16 triliun yuan utang LGFV—melebihi PDB Tiongkok tahun 2023 yang sebesar 126 triliun yuan.

Angka ini belum termasuk utang bayangan (shadow loans) yang dijamin oleh pemerintah lokal, katanya.

Ia menambahkan bahwa lebih dari 60 persen provinsi dan kota, termasuk Tianjin, Chongqing, Guizhou, dan Gansu, kini memiliki utang yang setara dengan tiga kali lipat output ekonomi tahunan mereka.

Analis keuangan Tiongkok Xu Zhen mengibaratkan situasi ini seperti sebuah perusahaan yang menjarah dana pensiun karyawannya.

“Jika arus kas perusahaan sudah habis, maka perusahaan itu pada dasarnya sudah bangkrut,” ujarnya kepada The Epoch Times. “Mengakses dana pensiun warga berarti rezim ini sudah berada di tepi jurang.”

Xu mencatat bahwa audit ini muncul di tengah penurunan penerimaan pajak dan meningkatnya kemarahan publik terhadap gelombang baru biaya dan denda yang diberlakukan untuk mengisi kembali kas daerah yang kosong.

Untuk menghidupkan kembali pertumbuhan, Beijing telah memerintahkan gelombang baru obligasi khusus jangka sangat panjang serta meningkatkan kuota obligasi khusus daerah.

Xu menyebut strategi ini sebagai “minum racun untuk menghilangkan haus.” Banyak dari surat utang ini dijual melalui bank milik negara kepada masyarakat biasa—orang-orang yang mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang mendanai proyek-proyek yang kemungkinan tidak akan pernah cukup menghasilkan uang untuk membayar kembali.

“Tutup rapat dompetmu,” sarannya. “Hindari obligasi khusus 30 atau 50 tahun.”

Kontributor: Ning Haizhong dan Luo Ya

Pemerintah Suriah Kerahkan Pasukan Setelah Puluhan Orang Tewas dalam Bentrokan Badui-Druze

EtIndonesia. Suriah mengerahkan pasukan keamanan pada hari Senin (14/7) di provinsi selatan Sweida setelah setidaknya 50 orang tewas dalam bentrokan antara suku Badui Sunni dan pejuang Druze, kata sebuah lembaga pemantau.

Pecahnya kekerasan sektarian ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pemerintahan sementara Ahmad al-Sharaa, yang pasukan Islamisnya menggulingkan presiden Bashar al-Assad pada bulan Desember, di negara yang terguncang oleh perang selama 14 tahun.

Pertempuran terbaru, yang dimulai pada hari Minggu, berlanjut secara sporadis hingga Senin di beberapa desa, kata lembaga pemantau perang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia dan outlet berita Suwayda 24.

Bentrokan dilaporkan meletus ketika seorang pedagang sayur Druze ditangkap oleh orang-orang Badui bersenjata di jalan raya utama yang menghubungkan Sweida ke Damaskus.

Insiden tersebut memicu serangkaian penculikan balasan oleh kedua belah pihak. Suwayda 24 mengatakan mereka yang diculik dibebaskan Minggu malam.

Observatorium tersebut mengungkapkan jumlah korban tewas pada hari Senin menjadi 50 orang, termasuk 34 warga Druze — di antaranya dua anak-anak — 10 orang Badui dan enam anggota pasukan keamanan. Televisi pemerintah mengonfirmasi enam kematian di antara pasukan keamanan.

Jalan raya antara Damaskus dan Sweida tetap ditutup, kata pemantau yang berbasis di Inggris tersebut, yang mengandalkan jaringan sumber di lapangan.

Kementerian Pertahanan menyebutkan jumlah korban tewas 30 orang dan sekitar 100 orang luka-luka.

Puluhan lainnya terluka di tengah bentrokan bersenjata dan tembakan mortir di Kota Sweida dan desa-desa sekitarnya.

‘Kurangnya lembaga negara’

Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri Suriah mengumumkan pengerahan unit militer ke daerah-daerah terdampak, pembentukan koridor aman bagi warga sipil, dan komitmen untuk “mengakhiri bentrokan dengan cepat dan tegas”.

“Kurangnya lembaga negara, militer, dan keamanan merupakan alasan utama ketegangan yang berkelanjutan di Sweida,” ujar Menteri Dalam Negeri Anas Khattab, Minggu, di X.

“Satu-satunya solusi adalah mengaktifkan kembali lembaga-lembaga ini untuk memastikan perdamaian sipil,” tambahnya.

Kerusuhan terbaru ini menyusul kekerasan mematikan pada bulan April dan Mei, ketika bentrokan antara pejuang Druze dan pasukan keamanan di wilayah berpenduduk Druze di dekat Damaskus dan Sweida menewaskan lebih dari 100 orang.

Observatorium mengatakan bahwa anggota suku Badui, yang beragama Islam Sunni, telah berpihak pada pasukan keamanan selama konfrontasi sebelumnya.

Para pemimpin lokal dan tokoh agama menengahi kesepakatan pada saat itu untuk meredakan ketegangan, menempatkan pejuang Druze sebagai penanggung jawab keamanan lokal di Sweida sejak Mei, meskipun suku Badui bersenjata masih berada di beberapa wilayah.

Pada hari Minggu, Gubernur Sweida Mustapha al-Bakur mendesak konstituennya untuk “menahan diri”, sementara para pemimpin komunitas Druze mendesak pihak berwenang untuk turun tangan.

Menanggapi kekerasan tersebut, Kementerian Pendidikan mengumumkan penundaan ujian sekolah menengah yang dijadwalkan pada hari Senin di provinsi tersebut.

Israel dan Druze

Populasi Druze di Suriah sebelum perang saudara berjumlah sekitar 700.000 jiwa, banyak di antaranya berada di Provinsi Sweida.

Druze, penganut agama esoteris yang memisahkan diri dari Islam Syiah, sebagian besar ditemukan di Suriah, Lebanon, dan Israel.

Faksi Badui dan Druze telah lama berseteru di Sweida, dan kekerasan terkadang meletus di antara keduanya.

Lonjakan kekerasan pada bulan Maret yang menargetkan komunitas Alawi — dengan lebih dari 1.700 orang tewas — dan serangan-serangan berikutnya di wilayah Druze telah merusak kepercayaan terhadap kemampuan otoritas Suriah yang baru untuk melindungi kaum minoritas.

Setelah insiden-insiden tersebut, Israel—yang telah menduduki sebagian Dataran Tinggi Golan Suriah sejak 1967—mengutip perlindungan terhadap kaum Druze untuk membenarkan beberapa serangan, termasuk satu serangan pada awal Mei di dekat istana presiden di Damaskus.

Israel merupakan rumah bagi sekitar 152.000 orang Druze, menurut data terbaru yang tersedia, termasuk 24.000 orang yang tinggal di Golan yang diduduki Israel, di mana kurang dari lima persen di antaranya memegang kewarganegaraan Israel.(yn)

Pemerintah Tiongkok Menarget Warga Kaya dengan Pajak 20 Persen atas Pendapatan Luar Negeri

Kampanye agresif yang diluncurkan untuk menarik pajak atas pendapatan luar negeri diberlakukan di Provinsi Guangdong dan Zhejiang.

oleh: Michael Zhuang

Sejak awal Juli, Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan kampanye yang mewajibkan warga Tiongkok berpenghasilan tinggi membayar pajak retroaktif sebesar 20 persen atas pendapatan luar negeri mereka sejak tahun 2020, menurut para orang dalam.

Mereka yang gagal mematuhi aturan ini terancam denda atas keterlambatan pembayaran serta sanksi administratif.

Kebijakan ini muncul di tengah tekanan ekonomi yang meningkat dan secara luas dipandang sebagai bagian dari upaya Beijing untuk menahan arus keluar modal serta memperkuat keuangan dalam negeri.


Penegakan Ketat dan Berlaku Surut

Pada awal bulan, kantor pajak provinsi di Tiongkok mengeluarkan pemberitahuan kepada para eksekutif perusahaan, profesional keuangan, dan individu swasta yang memiliki aset luar negeri, menginstruksikan mereka untuk melaporkan pendapatan luar negeri yang diperoleh selama lima tahun terakhir, kata para sumber.

Seorang petugas pajak di Tiongkok bernama Nona Zhao (nama lengkap disembunyikan demi alasan keamanan) mengatakan kepada The Epoch Times pada 11 Juli bahwa ia dan rekan-rekannya menerima pemberitahuan dari kantor pajak daerah mereka agar melaporkan pendapatan luar negeri mereka.

“Ini adalah perintah nasional dari pemerintah pusat,” katanya. “Individu berpenghasilan tinggi harus melaporkan pendapatan luar negeri dan membayar pajak penghasilan sebesar 20 persen.”

“Fokusnya adalah pada perdagangan saham luar negeri, investasi di pasar saham Hong Kong dan AS, pembelian properti, dan pendapatan sewa yang diperoleh setelah tahun 2020,” tambahnya.

Menurut Zhao, bahkan perbedaan kecil dalam pelaporan bisa memicu tindakan penegakan hukum. “Sistem data besar (big data) di Tiongkok sudah sangat maju,” katanya. “Otoritas pajak bisa melacak transfer lintas negara, saluran investasi, penjualan properti luar negeri, bahkan pendapatan sewa.”

Ia menjelaskan bahwa strategi saat ini mendorong pelaporan sukarela terlebih dahulu, lalu diikuti dengan penegakan hukum agresif melalui pencocokan data antara laporan individu dan catatan yang sudah dimiliki otoritas pajak. Siapa pun yang ketahuan menyembunyikan aset luar negeri menghadapi konsekuensi hukum berat.


Menjaga Uang Tetap di Dalam Negeri

Selama bertahun-tahun, PKT telah mengklaim hak untuk mengenakan pajak atas pendapatan luar negeri warga negaranya. Pada 2023, Kementerian Keuangan dan Administrasi Pajak Negara Tiongkok menerbitkan panduan resmi yang mewajibkan warga pajak Tiongkok untuk melaporkan semua pendapatan luar negeri mereka, menyelaraskan hukum domestik dengan perjanjian internasional seperti Common Reporting Standard (CRS) untuk pertukaran otomatis informasi pajak. Namun, penegakan aturan ini sebelumnya sangat terbatas.

Para analis mengatakan motivasi utama di balik kampanye Juli ini adalah untuk menghentikan arus keluar modal dan mengarahkan kembali investasi ke ekonomi domestik Tiongkok yang sedang lesu.

“Pemerintah ingin uang Anda tetap di dalam negeri—membeli properti, berinvestasi di pasar lokal,” kata Zhao. “Masalah intinya adalah bahwa ekonomi Tiongkok sedang mengalami penurunan.”

Li Yimin, seorang akademisi keuangan lulusan Universitas Shandong, berbicara kepada The Epoch Times dengan nama samaran dan mengatakan bahwa pajak 20 persen yang kini ditegakkan atas pendapatan luar negeri mencerminkan keputusasaan negara dalam mencari sumber pendapatan baru.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat lonjakan arus keluar modal secara legal,” kata Li. “Sekarang, pemerintah mencoba menutup jalur pelarian itu.”

Sejak 2017, PKT hanya mengizinkan warga Tiongkok memiliki kuota valuta asing sebesar $50.000 per tahun, dan bank-bank di Tiongkok diwajibkan melaporkan setiap transfer ke luar negeri oleh individu sebesar $10.000 atau lebih. Di luar itu, rezim juga menargetkan jalur alternatif arus keluar modal, terutama lewat kripto, untuk mencegah warga negara memindahkan aset mereka ke luar negeri.

Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam penegakan hukum. Pendapatan luar negeri yang dulu menjadi area abu-abu regulasi, kini menjadi target prioritas tinggi bagi PKT.

Firma hukum pajak Tiongkok, M&T Lawyers, melaporkan lonjakan permintaan konsultasi tahun ini dari individu kaya yang mencari cara untuk patuh terhadap aturan baru. Laporan pada Mei dari firma tersebut mencatat bahwa otoritas pajak Tiongkok mengandalkan jaringan penegakan yang luas, termasuk alat pemantauan valuta asing, data dari platform perdagangan luar negeri seperti Futu dan Tiger Brokers, serta informasi CRS dari bank-bank global. Ini memungkinkan otoritas untuk melacak aliran uang, dokumen kontrak, dan pengungkapan informasi lintas yurisdiksi.


Pesan untuk Kalangan Kaya

Kebijakan ini menyebabkan sejumlah individu terkenal menghadapi konsekuensi bahkan sebelum kampanye Juli dimulai, yang menargetkan penduduk dari provinsi-provinsi pesisir kaya seperti Guangdong dan Zhejiang.

Menurut M&T Lawyers, dalam salah satu kasus pada 2023, kantor pajak Shanghai menggunakan data CRS untuk menemukan bahwa seorang eksekutif ekuitas swasta gagal melaporkan dana sebesar 20 juta yuan (sekitar $2,75 juta) yang disimpan di rekening bank Singapura. Orang tersebut diperintahkan membayar 6 juta yuan (sekitar $840.000) dalam bentuk pajak tertunggak dan denda, serta dilarang meninggalkan Tiongkok.

Sejak Maret, kasus serupa bermunculan di seluruh negeri, termasuk tindakan hukum atas perdagangan saham luar negeri dalam jumlah kecil, bahkan transaksi kripto yang tidak dilaporkan.

Kampanye ini sejalan dengan dorongan lebih luas Beijing untuk mengkonsolidasikan kontrol keuangan, mengurangi investasi luar negeri, dan mengatasi kelemahan struktural dalam ekonomi domestik Tiongkok—terutama ketika pemerintah daerah menghadapi defisit pendapatan dan pasar properti yang menurun.

Kontributor: Xin Ling

Terinspirasi oleh Anak-anak, Sopir Bus Sekolah Ini Raih Gelar Sarjana dan Menjadi Guru

EtIndonesia. Clayton Ward resmi lulus dari MassBay Community College pada 30 Juni 2020, memperoleh gelar Associate of Arts dan kini tengah menempuh jalur untuk menjadi guru sejarah sekolah menengah.

Clayton Ward berasal dari keluarga sopir bus sekolah—orangtuanya, bahkan kakeknya, semuanya pernah menjalani profesi yang sama. Meskipun Ward sebenarnya memiliki keinginan untuk meninggalkan dunia itu, pada akhirnya dia tetap menyetir bus sekolah. Yang membedakannya: dia juga berbagi kecintaannya terhadap sejarah kepada anak-anak yang dia antar setiap hari.

Saat dia mengantarkan para siswa ke dan dari sekolah di Framingham, Massachusetts, anak-anak kelas bawah biasanya hanya bercerita tentang apa yang mereka pelajari di kelas hari itu. Namun, anak-anak kelas atas tahu bahwa Ward menyukai sejarah—dan mereka pun mulai bertanya kepadanya tentang berbagai peristiwa sejarah tertentu.

“Beberapa anak pernah berkata, ‘Anda seharusnya menjadi guru saya,’ atau ‘Saya berharap Anda jadi guru saya.’ Itu karena mereka mendengar perspektif yang berbeda dari saya—cara penyampaian yang berbeda, bukan seperti yang mereka dengar berulang-ulang di kelas,” ujar Ward, 30 tahun, dalam wawancara dengan CNN.

Komentar-komentar sederhana seperti itu berulang kali memotivasi Ward untuk kembali ke dunia pendidikan. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk mewujudkan impian lamanya menjadi guru sejarah.

Mewujudkan Mimpi yang Sempat Tertunda

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, Ward terpaksa putus kuliah karena tidak sanggup menyeimbangkan antara bekerja dan belajar. Namun, berkat dorongan dari para siswa yang dia antar setiap hari, pada Mei 2019 dia mendaftarkan diri kembali sebagai mahasiswa di MassBay Community College.

Pada siang hari, dia tetap bekerja sebagai sopir bus sekolah. Pada malam hari dan waktu di antara jadwal antar-jemput, dia menghadiri kuliah malam serta mengikuti kelas daring (online) untuk mengejar kelulusan.

“Itu tidak mudah,” kata Ward kepada pihak kampus. “Saya menyetir pagi dan sore, dan di sela-sela waktu itulah saya kuliah—baik secara langsung maupun daring. Saya selalu teringat pada kata-kata para siswa itu, serta keinginan saya selama ini untuk mewujudkan mimpi menjadi guru. Itulah yang membuat saya tetap fokus.”

Dalam waktu kurang dari satu tahun, Ward berhasil menyelesaikan gelar Associate of Arts dalam bidang Liberal Arts, bahkan lulus dengan penghargaan kehormatan tertinggi. Menurut pihak kampus, setiap semester dia masuk dalam daftar mahasiswa berprestasi (Dean’s List). Pada upacara kelulusan daring tanggal 30 Juni, dia juga menerima beberapa penghargaan karena berhasil mempertahankan nilai IPK sempurna: 4.0.

Figur Inspiratif bagi Masa Depan Dunia Pendidikan

Nina B. Keery, Dekan Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial di MassBay Community College, menyampaikan kebanggaannya kepada CNN: “Clayton benar-benar merupakan teladan dari semangat pantang menyerah dan dedikasi yang dijunjung tinggi oleh kampus kami.” 

 “Saya sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang dia raih di bidang akademik dan di fakultas kami. Para siswa yang kelak dia ajar akan sangat diuntungkan. Mereka tidak hanya akan belajar sejarah, tapi juga belajar apa makna menjadi pelajar yang sukses,” tambahnya.

“Mereka akan menyadari bahwa kerja keras dan ketekunan adalah kunci menuju keberhasilan.”

Perjalanan Masih Berlanjut

Kini setelah meraih gelar associate, Ward bersiap melanjutkan pendidikannya di Framingham State University pada musim gugur mendatang. Dia akan mengambil jurusan Sejarah dan minor di bidang Pendidikan Menengah sebagai langkah menuju profesinya sebagai guru sekolah menengah.

Namun di balik semua pencapaian ini, Ward mengaku bahwa semua itu tidak akan mungkin terjadi tanpa dorongan dari para siswa kecil yang ia temui setiap hari di bus sekolah.

“Sulit dipercaya bahwa anak-anak bisa memiliki pengaruh sebesar ini—bahkan bisa mengubah hidup saya,” ujar Ward menyentuh. “Hal-hal kecil seperti itu bisa berdampak besar bagi kehidupan seseorang. Kedengarannya memang gila, tapi saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih atas setiap kata dan semangat yang mereka berikan.”

Sungguh kisah inspiratif tentang semangat, pengorbanan, dan pengaruh positif dari anak-anak yang polos. Clayton Ward membuktikan bahwa impian yang sempat tertunda bisa diwujudkan kapan saja, asalkan kita punya alasan kuat untuk melangkah lagi—dan kadang, alasan itu datang dari sumber yang paling tak terduga.(jhn/yn)

Edisi Khusus: Skandal Terbesar PKT! Bocoran Strategi Invasi Taiwan, Beijing Guncang Eropa & Kremlin

EtIndonesia. Pernyataan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, di Brussel, Belgia, pada pertemuannya dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada tanggal 2 Juli 2025, sontak menjadi sorotan dunia. Wang Yi secara blak-blakan menyebut bahwa Tiongkok tidak sanggup menanggung risiko jika pengaruh Rusia di Ukraina runtuh, sembari mengakui kekhawatiran mendalam Beijing bahwa Amerika Serikat akan langsung mengalihkan seluruh fokus strategisnya ke Tiongkok.

Pernyataan yang sangat tidak biasa dari seorang pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) ini langsung menimbulkan kegaduhan di kancah internasional. Banyak pihak bertanya-tanya: Apa makna sebenarnya di balik pengakuan langka ini? Apakah ada perubahan besar dalam strategi Beijing?

Untuk mengungkap lebih dalam, seorang jurnalis Tiongkok mewawancarai Profesor Yuan Hongbing, pakar hukum ternama di Australia yang dikenal kerap membongkar dinamika internal elit PKT.

Wawancara Eksklusif: Yuan Hongbing Membongkar Tabir Sikap Wang Yi

Jurnalis: “Prof. Yuan, pernyataan Wang Yi mengenai perang Rusia-Ukraina kali ini tampak bertolak belakang dengan sikap PKT selama ini dan memicu banyak spekulasi internasional. Bagaimana Anda menilainya?”

Yuan Hongbing: “Pernyataan Wang Yi sejatinya telah merobek tabir kepura-puraan netralitas PKT dalam konflik Rusia-Ukraina. Dia membuka strategi besar Beijing yang selama ini diam-diam memanfaatkan perang agar perhatian dan sumber daya Amerika tetap terkunci di Eropa.”

Menurut Prof. Yuan, banyak pengamat—termasuk ahli Tiongkok sendiri—sempat menilai pernyataan Wang Yi sebagai “inkonsistensi” atau “ingkar janji”. Namun, dalam sistem kediktatoran Xi Jinping, sangat kecil kemungkinan pejabat tinggi seperti Wang Yi berbicara sembarangan di forum internasional. Semua ucapan pejabat PKT hampir selalu terencana dan telah mendapat restu dari pucuk pimpinan. 

“Wang Yi bukan tipe pejabat yang berani berimprovisasi di hadapan dunia internasional,” tegas Yuan.

Bahkan, Xi Jinping sendiri, lanjutnya, dalam setiap pertemuan penting selalu membawa catatan kecil agar tidak salah bicara. Karena itu, menurut Yuan, pernyataan Wang Yi adalah bagian dari strategi terencana. Tujuannya jelas: menenangkan Presiden Rusia, Vladimir Putin yang sedang berang akibat insiden besar yang baru saja terjadi.

Krisis di Balik Layar: Pembelotan, Bocornya Dokumen, dan Kepanikan Beijing

Pada akhir Mei 2025, terjadi peristiwa dramatis: seorang pejabat rahasia Kementerian Luar Negeri Tiongkok membelot ke Rusia. Demi mendapatkan suaka politik dari Moskow, dia menyerahkan dokumen rahasia Partai Komunis Tiongkok.

Isi dokumen tersebut sangat sensitif, berisi skenario antisipasi PKT jika Rusia kalah perang dan rezim Putin runtuh. Berdasarkan bocoran dari para “orang dalam”, dokumen itu menguraikan prediksi bahwa jika Putin tumbang, AS dan Eropa pasti akan berupaya menempatkan kekuatan pro-Barat di Moskow.

Dalam dokumen tersebut, Xi Jinping menyiapkan dua skenario besar:

1. Opsi Pertama:

Jika memungkinkan, PKT akan mendukung Partai Komunis Federasi Rusia atau koalisi partai berhaluan komunis untuk mengambil alih kekuasaan di Moskow dan membangun kembali jaringan komunisme internasional di Eropa.

2. Opsi Kedua:

Jika skenario pertama gagal akibat campur tangan kuat AS/Eropa, PKT akan mendorong terbentuknya “Federasi Rusia Timur” yang dipimpin kekuatan komunis dengan wilayah di sebelah timur Pegunungan Ural. Tiongkok bahkan siap mengirim pasukan demi mengamankan Siberia (Ural hingga Samudra Pasifik). Wilayah ini disiapkan sebagai cadangan strategis—terutama energi dan logistik—untuk menghadapi kemungkinan perang di Selat Taiwan.

Rumor di kalangan pejabat Beijing menyebutkan, pertengahan Juni lalu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengembalikan diplomat Tiongkok pembelot beserta keluarganya ke tangan otoritas Tiongkok, lengkap dengan nota diplomatik tegas:  “Rusia adalah kekuatan tak tergoyahkan, dijaga oleh senjata nuklir yang dapat menghancurkan musuh mana pun.”

Kasus ini diklasifikasikan sebagai rahasia tingkat tertinggi. Namun, atmosfer di tubuh birokrasi PKT kini penuh gejolak—banyak pejabat semakin anti-Xi Jinping, sehingga tembok kerahasiaan mulai bocor. Bocornya dokumen tersebut memicu kepanikan serius di kalangan elit PKT, khususnya menjelang parade militer besar 3 September.

Menuju Parade Militer 3 September: Kesepakatan Rahasia dan Manuver Politik

Kini, Xi Jinping langsung turun tangan. Target utamanya: pada parade militer 3 September di Beijing, saat Putin hadir, harus tercapai perjanjian strategis rahasia.

Isi utama perjanjian:

  • Tiongkok mendukung penuh ambisi Rusia di Eropa, termasuk pemulihan wilayah eks-Uni Soviet, Ukraina, dan negara-negara Baltik.
  • Sebagai imbalan, Rusia menyediakan ruang strategis serta pasokan energi untuk Beijing jika perang Taiwan pecah.
  • Rusia siap membantu PKT membangun pangkalan kapal selam nuklir di Arktik untuk menekan Amerika dan berjanji memberi tekanan militer ke Jepang agar tak ikut campur konflik Taiwan.

Ironisnya, bocornya dokumen rahasia PKT ke Rusia justru membuat Putin sadar bahwa Beijing juga siap “menikam dari belakang” jika rezim di Moskow berubah drastis. Xi Jinping khawatir, kemarahan Putin bisa membuat Rusia mendekat ke Amerika atau Trump. Karena itu, Wang Yi mendapat mandat khusus dari Xi untuk “membuka aib sendiri” di forum internasional, demi menenangkan Putin—meski itu berarti membongkar strategi besar PKT di hadapan dunia.

Analisis Strategi PKT: Fokus ke Taiwan, Pengalihan Konflik, dan Ancaman Perang Besar

Pernyataan Wang Yi sejatinya merupakan “kode keras” untuk dua audiens sekaligus:

  • Pertama, untuk pejabat Uni Eropa: Menunjukkan keprihatinan agar Eropa tidak mendekat ke Amerika, dan tetap “menguras” perhatian Barat di Ukraina.
  • Kedua, untuk Putin: Bentuk permintaan maaf dan permohonan ampun agar Rusia tidak berpaling dari Beijing.

Di lingkungan birokrasi Beijing sendiri, banyak yang menyindir sikap Wang Yi bak “suami ketahuan selingkuh”—berlutut dan memohon ampun pada istri. Ini mengindikasikan kecemasan sekaligus kelemahan posisi PKT.

Lebih jauh, selama ini Wang Yi kerap tampil sebagai “malaikat perdamaian” yang sibuk mendorong gencatan senjata di Ukraina. 

Namun di balik layar, inilah wajah asli PKT: Bicara damai di depan umum, tetapi di belakang panggung, siap bersekongkol dengan Rusia bahkan mempersiapkan skenario pendudukan wilayah jika terjadi kekosongan kekuasaan di Moskow.

Dunia kini wajib waspada. Melalui dokumen bocor dan pernyataan Wang Yi, jelaslah:

  • Seluruh strategi PKT sekarang berfokus pada persiapan perang di Selat Taiwan.
  • Baik dengan mendukung Rusia agar AS tetap sibuk di Eropa, maupun jika kekuasaan Putin runtuh dan PKT membangun “Rusia Timur”, semua diarahkan untuk menciptakan ruang logistik dan militer bagi penyerangan Taiwan.
  • Ini bukan sekadar retorika konstitusi PKT, melainkan arah kebijakan yang kini tengah dijalankan secara aktif dan agresif.

Dunia di Persimpangan Jalan: Ancaman Eksistensial untuk Taiwan dan Demokrasi Global

Situasi ini menempatkan dunia di persimpangan jalan kritis:

  1. Jika Taiwan jatuh ke tangan PKT, mercusuar demokrasi Asia akan padam.
  2. Sebaliknya, jika Taiwan mampu bertahan—dengan dukungan dunia bebas—PKT bisa terancam oleh perlawanan rakyat di dalam negerinya sendiri.

Dari “badai” pengakuan Wang Yi inilah, tampak jelas bahwa masa depan peradaban dunia, khususnya Asia, tengah dipertaruhkan.

Penutup: Pesan Tersirat dari Drama Diplomatik Beijing

Pernyataan Wang Yi yang “membuka aib” dan bocornya dokumen rahasia ke Rusia adalah alarm bagi dunia. Baik komunitas internasional, pelaku geopolitik, maupun para pembela demokrasi harus membaca situasi ini dengan cermat—sebab, apapun hasilnya, benturan besar antara kekuatan otoriter dan demokrasi tampaknya kini tinggal menunggu waktu.
Taiwan adalah garis depan penentu sejarah umat manusia di abad ke-21.

“Orang Bodoh” yang Tak Perhitungan Soal Untung Rugi—Justru Dialah yang Paling Bijak

EtIndonesia. Di Tiongkok, ada sebuah kisah rakyat yang sarat makna. Cerita ini melibatkan tiga tokoh: seorang pria yang dianggap bodoh, seorang tuan tanah yang serakah, dan seorang biksu tua bijaksana.

Siapakah yang benar-benar bodoh? Dan siapa pula yang sesungguhnya cerdas?

Tuan Tanah Menipu Si “Bodoh”

Tuan tanah ini bermarga Wan. Dia dikenal kaya raya, namun sangat pelit dan suka mengambil keuntungan dari orang lain.

Dia mempekerjakan seorang buruh tani bermarga Zhang, seorang pria sederhana, jujur, dan tidak suka mempermasalahkan hal-hal kecil. Karena sikapnya yang terlalu polos, orang-orang menjulukinya Zhang Si Bodoh.

Suatu hari, Tuan Wan berkata padanya: “Jika kamu bekerja padaku selama setahun penuh, aku akan memberimu seekor sapi.”

Zhang setuju, dan selama satu tahun penuh, dia bekerja keras tanpa banyak bicara. Namun setelah waktu yang dijanjikan berlalu, alih-alih seekor sapi, yang diberikan Tuan Wan hanyalah sebotol minyak.

Zhang bertanya: “Bukankah dulu Anda bilang akan memberi saya ‘niu’ (sapi)?”

Tuan Wan menjawab tanpa rasa bersalah: “Benar, you (minyak) – itulah yang kumaksud.”

(Catatan: dalam Bahasa Mandarin, pengucapan kata “niu” [sapi] dan “you” [minyak] terdengar mirip, namun memiliki makna yang jauh berbeda.)

Bagi kebanyakan orang, ini adalah penghinaan besar dan pantas untuk diperdebatkan, bahkan dibawa ke pengadilan. Namun Zhang hanya menerima botol minyak itu tanpa protes, lalu pergi.

Yang mengejutkan, dia bahkan menyumbangkan minyak tersebut ke kuil sebagai donasi, lalu kembali ke rumah Tuan Wan dengan tangan kosong. Tak heran semua orang menyebutnya “bodoh”.

Tuan Wan Datangi Biksu, Minta Penjelasan

Saat Tuan Wan mendengar bahwa Zhang menyumbangkan minyak itu ke kuil, dia merasa tersinggung.

“Saya menyumbang satu gerobak penuh minyak setiap tahun ke kuil,” kata Tuan Wan geram, “dan Biksu tua hanya menyebutnya sumbangan kecil. Zhang hanya memberi sebotol minyak, kok bisa disebut sumbangan besar?!”

Dengan penuh amarah, dia pergi ke kuil untuk mengkonfrontasi sang Biksu. Namun sesampainya di sana, biksu tua itu sudah menyambutnya dengan senyum tenang.

Tanpa berkata banyak, sang Biksu mengangkat tangan dan menyentuh titik di antara kedua alis Tuan Wan. Seketika, sebuah penglihatan muncul di benaknya:

Penglihatan Masa Depan yang Mengguncang

Dia melihat sebuah keluarga kaya raya yang tinggal di rumah besar, dikelilingi sawah subur. Di tengah halaman, duduk seorang pria kaya berpakaian mewah—dan pria itu ternyata adalah Zhang si Bodoh.

Kemudian, terdengar suara cambukan. Tuan Wan menoleh dan melihat seekor keledai buta, kurus kering, dan renta, sedang menarik penggilingan. Di sampingnya, ada seorang buruh memukulinya dengan cambuk.

Ketika Tuan Wan melihat lebih dekat, dia terkejut bukan main—di tubuh keledai itu tertulis namanya sendiri: Wan.

Penjelasan Sang Biksu

Melihat Tuan Wan gemetar ketakutan, Biksu itu berkata: “Apa yang kamu lihat adalah kehidupanmu di masa depan. Karena sifatmu yang tamak, pelit, dan suka memanfaatkan orang lain, kamu akan lahir kembali sebagai keledai—menanggung derita dan membayar utang karma.”

“Sedangkan Zhang, yang ikhlas bekerja dan bahkan menyumbangkan seluruh jerih payahnya sebagai amal, itulah yang disebut sumbangan besar sejati. Meski kau memberi segerobak minyak, itu hanyalah harta yang kamu peroleh dari menipu orang lain. Jadi nilainya tak bisa dibandingkan.”

Titik Balik: Dari Serakah Menjadi Dermawan

Tuan Wan terdiam, hatinya luluh. Dia akhirnya sadar, dan bertanya kepada sang Biksu: “Apakah masih ada cara untuk mengubah takdir saya?”

Biksu menjawab: “Tentu. Mulailah dari sekarang: berbuat baik, tinggalkan keserakahan, dan lakukan amal tulus. Maka hidupmu kelak akan berubah.”

Sejak hari itu, Tuan Wan mengembalikan hak Zhang: seekor sapi dan sebotol minyak, sebagai permintaan maaf. Malam itu, dia bermimpi lagi tentang penglihatan tadi. Namun kali ini, tidak ada lagi cambuk yang menghantam keledai buta itu.

Tuan Wan pun bertekad untuk meninggalkan sifat lamanya. Dia berubah menjadi orang baik, dan akhirnya dikenal luas sebagai dermawan besar yang dihormati masyarakat.

Bodoh atau Bijak: Mana yang Sebenarnya?

Tokoh bernama Zhang ini mungkin disebut “si Bodoh”, tapi dia tidak benar-benar bodoh. Dia hanya menerima kenyataan, tidak mempermasalahkan kerugian, dan tetap melakukan kebaikan dengan tulus.

Ada pepatah lama di Tiongkok yang berbunyi: “Orang bodoh punya keberuntungan sendiri.”

Karma dan pembalasan adalah hukum alam. Kadang, menerima kerugian bukanlah musibah, melainkan tabungan kebajikan yang akan berbuah manis di masa depan.

Orang-orang seperti Zhang memiliki jiwa yang lapang dan hati yang damai. Ketika diperlakukan tidak adil, mereka memilih untuk melepaskan dan memaafkan. Sebaliknya, banyak orang yang terlalu memikirkan untung rugi, akhirnya hidup dalam kemarahan, kekecewaan, bahkan penyakit.

Lalu, siapa sebenarnya yang bodoh? Dan siapa yang sejatinya paling bijak?

Mungkin jawabannya adalah: mereka yang “bodoh” karena tidak selalu perhitungan dalam hal untung rugi—justru adalah orang paling cerdas dan paling bahagia.(jhn/yn)