Korban Tewas Banjir di Texas Meningkat Jadi 109 Orang, Cuaca Membaik dan Pencarian Masih Berlanjut

EtIndonesia. Bencana banjir besar terjadi di Texas. Hingga saat ini, jumlah korban tewas telah melampaui 100 orang, dan masih ada ratusan orang yang dinyatakan hilang. Proses pencarian dan penyelamatan terus berlangsung.

“Cepat, tarik lebih erat!” demikian suasana dramatis penyelamatan terekam dalam video. 

Air banjir yang deras mengepung warga, dan dengan bantuan tali serta pelampung, beberapa petugas pemadam kebakaran dengan susah payah berhasil menarik seorang perempuan yang terjebak menuju ke tepi. Bahkan, beberapa petugas hampir terseret arus selama proses penyelamatan.

Jumlah Korban Terus Bertambah, Banyak yang Masih Hilang

Sejak bencana banjir besar yang melanda wilayah tengah Texas pada 4 Juli, hingga Selasa  (8 Juli) sore, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 109 orang.

Sheriff Larry Leitha dari Kerr County menyatakan: “Identitas dari 19 orang dewasa dan 7 anak-anak masih belum bisa dipastikan, dan ada satu jenazah yang belum teridentifikasi.”

Kamp Musim Panas untuk Anak Perempuan Terdampak Parah

Salah satu tempat yang terdampak paling parah adalah perkemahan musim panas Kristen khusus perempuan di tepi Sungai Guadalupe, di mana setidaknya 27 orang meninggal dunia. Pada  Selasa, pejabat setempat menyampaikan bahwa 5 anak perempuan dan seorang pembina masih dinyatakan hilang.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menceritakan salah satu momen menyentuh: “Saya menghampirinya dan memeluknya, saya tanya: ‘Apakah Anda bekerja di sini?’
Ia menjawab: ‘Tidak, anak perempuan saya ada di dalam kabin itu. Satu setengah jam yang lalu saya baru tahu bahwa sahabat putri saya meninggal.’

Begitu selesai bicara, dia langsung menangis dan ambruk.”

Kerusakan Meluas, Banyak Relawan dari Negara Bagian Lain dan Meksiko

Setelah banjir besar ini, daerah yang terdampak dipenuhi lumpur tebal, pohon tumbang, dan mobil-mobil yang hancur.

Diberitakan pula bahwa tim bantuan dari berbagai negara bagian di AS, bahkan dari Meksiko, telah datang ke lokasi bencana untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Cuaca Mulai Membaik, Membantu Proses Evakuasi

Menurut Layanan Cuaca Nasional AS, curah hujan berkurang pada Selasa, dan diperkirakan cuaca akan lebih kering dan hangat mulai Rabu (9 Juli) hingga akhir pekan, yang diharapkan dapat membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Ben Baker, petugas pengawas perburuan Texas, mengatakan: “Ini adalah pekerjaan yang sangat berbahaya, memakan waktu, dan kotor.

Di lokasi masih ada genangan air, jadi kami harus membersihkan lapis demi lapis untuk bisa melakukan pencarian dan evakuasi korban.”

Presiden Trump Akan Kunjungi Lokasi Bencana

Reporter Zhang Boyuan melaporkan bahwa pada Selasa (8/7), Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa ia dan Ibu Negara akan mengunjungi daerah bencana pada hari Jumat. Trump menekankan bahwa kunjungan mereka tidak boleh mengganggu proses penanganan darurat di lapangan. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhang Boyuan, wartawan NTD Amerika Serikat

Kisah Inspiratif: Seekor Anjing yang Membalikkan Hidup Seorang Tunawisma

EtIndonesia. “Anjing adalah sahabat terbaik manusia.” Kalimat ini bukan sekadar pepatah, tapi menjadi kenyataan dalam kisah hidup seorang seniman yang pernah jatuh ke titik paling rendah dalam hidupnya. Di saat dia benar-benar kehilangan arah, beruntung dia bertemu sahabat setianya—seekor anjing bernama George. Pertemuan itu menjadi titik balik luar biasa yang membawanya kembali ke jalan yang benar, menemukan kembali bakat alaminya, dan membuka jalan menuju kehidupan yang baru. Inilah kisah nyata yang begitu menyentuh hati.

Dari Keterpurukan Menuju Harapan

John Dolan, demikian nama pria tersebut. Di masa mudanya, dia sempat terjerumus ke jalan yang salah. Saat mengetahui bahwa orang yang dia anggap sebagai orangtuanya ternyata adalah kakek dan neneknya, dia mengalami guncangan batin yang hebat. Luka emosional itu membawanya ke jalan gelap: dia mulai memakai narkoba, melakukan kejahatan, dan akhirnya keluar masuk penjara.

Ketika dia tersadar, semua sudah terlambat—hidupnya hancur. Dia kehilangan segalanya dan menjadi seorang tunawisma, menghabiskan hari-harinya berjalan tanpa tujuan di jalanan kota London.

George, Hadiah yang Mengubah Segalanya

Suatu hari, seorang gadis tunawisma memberinya seekor anak anjing sebagai tukar guling untuk sekaleng bir. Anak anjing itu diberi nama George.

Kehadiran George membawa warna baru dalam hidup John. Dia mulai melukis lagi, sesuatu yang sudah lama dia tinggalkan. Dia menemukan kembali bakat seninya, dan sejak itu, dia mulai duduk di trotoar kota, melukis bangunan-bangunan dan tentu saja—George.

Kini, John sering terlihat duduk bersandar di kotak listrik di pinggir jalan, sibuk membuat sketsa.

John, sang mantan tunawisma, berkata: “Sketsa-sketsanya sebenarnya cukup sederhana. Tapi pernah juga aku melukis George di atas kertas besar, sangat detail. Aku berusaha menangkap seluruh pesonanya. Untuk coretan-coretan kecil, aku mencoba menangkap kepribadiannya—aku ingin melukis semua sisi dirinya.”

Pertemuan Kedua yang Menentukan Nasib

Pertemuan dengan George adalah titik balik pertama dalam hidup John. Titik balik kedua adalah saat dia bertemu seorang pemilik galeri seni bernama Richard Griffin.

Richard, yang memiliki mata jeli terhadap potensi seniman jalanan, membantu John keluar dari lingkaran kemiskinan dan kekosongan hidup. Dia memberi John kesempatan untuk menggelar pameran tunggal. Hasilnya luar biasa—semua karya John laku terjual. Tak hanya itu, kisahnya pun diterbitkan dalam sebuah buku.

Richard Griffin, pemilik galeri seni, mengatakan: “Karya-karyanya sangat terkoneksi dengan kehidupan nyata. Ada nyawa di dalamnya, karena kisah di balik lukisan itu begitu nyata dan menginspirasi. Kamu bisa merasakannya dari setiap garis yang ia goreskan.”

Dari Jalanan Menuju Legenda

Seiring waktu, karya seni John mulai mendapat apresiasi dari masyarakat. Sementara George, si anjing setia, juga menjadi figur yang dicintai warga.

John berkata: “Aku masih sering duduk di jalanan, di kawasan Shoreditch atau London, melukis bangunan. Tapi ke mana pun aku pergi melukis, George pasti ikut. Di daerah sini semua orang mengenalnya. Dia sudah menjadi ikon dan legenda di Shoreditch. Dan aku yakin suatu hari nanti, dia akan menjadi simbol bagi kota London juga.”

Buku yang Menginspirasi Dunia

Kisah John Dolan dan George kini telah dituangkan dalam sebuah buku berjudul:
“John and George – The Dog Who Saved My Life”
(“John dan George: Anjing yang Menyelamatkan Hidupku”).

Kisah ini membuktikan bahwa hidup selalu memberi harapan, bahkan dalam kegelapan yang terdalam. Saat seseorang merasa tidak punya apa-apa, terkadang satu keajaiban kecil—seekor anjing—cukup untuk menyalakan kembali cahaya harapan.(jhn/yn)

Perang Makin Gila: Ukraina Gagalkan Spionase Tiongkok, Jenderal Rusia Tewas Berjatuhan”

EtIndonesia. Situasi di medan perang Ukraina kembali memanas setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy pada 8 Juli memerintahkan militer Ukraina memperkuat koordinasi dan komunikasi strategis dengan Amerika Serikat. Langkah ini diambil guna memastikan pasokan peralatan militer kritis, khususnya sistem pertahanan udara canggih buatan Amerika, tetap terjaga di tengah gelombang serangan besar-besaran Rusia ke berbagai kota di Ukraina.

Rusia Luncurkan Serangan Terbesar, Ukraina Tunjukkan Ketangguhan

Mengutip laporan AFP, Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi bahwa Rusia baru saja melancarkan salah satu serangan udara terbesar sejak awal invasi. Dalam operasi tersebut, 728 drone tempur dan 13 rudal ditembakkan ke berbagai target strategis Ukraina. Namun, sistem pertahanan udara Ukraina mampu menembak jatuh 711 drone dan menghancurkan sedikitnya 7 rudal, sebuah rekor baru yang mengindikasikan peningkatan efisiensi pertahanan udara Ukraina.

Presiden Zelenskyy, melalui akun media sosialnya, menyoroti bahwa serangan brutal Rusia terjadi di tengah upaya internasional yang gencar mencari solusi damai dan gencatan senjata. “Rusia adalah satu-satunya pihak yang menolak segala upaya perdamaian,” tegas Zelenskyy. Dia menambahkan, para mitra Ukraina memahami strategi menekan Rusia agar bersedia mencari jalan keluar dari konflik, alih-alih memicu babak baru perang. Zelenskyy juga mengimbau agar sekutu memperkuat sanksi terhadap sektor energi Rusia, sumber utama pendanaan mesin perang Kremlin.

Dukungan Internasional: AS, Jerman, dan Sistem Patriot

Pada 9 Juli, Reuters melaporkan pernyataan Kanselir Jerman, Friedrich Merz yang menyebut bahwa upaya diplomasi untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia kini berada di titik buntu. Meski demikian, Jerman menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung Kiev menghadapi agresi Rusia. Saat ini, Jerman telah mengirimkan tiga sistem rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina, menambah kekuatan menjadi total enam unit yang kini dioperasikan Ukraina.

Menurut data International Institute for Strategic Studies (IISS) London, sistem pertahanan Patriot merupakan salah satu yang tercanggih di dunia. Dari sekitar 180 unit yang beroperasi secara global, sepertiganya dimiliki Amerika Serikat. Amerika telah menempatkan sistem ini di Eropa, Asia, dan Timur Tengah, sementara Eropa mengoperasikan sekitar 40 unit.

Mengutip laporan The Wall Street Journal, Gedung Putih dilaporkan telah meminta Pentagon untuk menyediakan opsi tambahan bantuan senjata bagi Ukraina, termasuk pengiriman satu unit sistem Patriot baru. Jika disetujui, langkah ini akan menandai perubahan besar, karena merupakan kali pertama Presiden Trump menyetujui penyaluran senjata dalam skala besar, melampaui kebijakan yang telah ditetapkan pemerintahan Biden. Hingga kini, AS telah mengirimkan tiga unit Patriot ke Ukraina, sistem yang sangat vital untuk menghadang serangan udara dan rudal Rusia, serta melindungi infrastruktur dan pemukiman sipil.

Arena Diplomasi dan Ketegangan Global

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, untuk pertama kalinya menghadiri pertemuan Menlu ASEAN. Forum ini juga dihadiri Menlu Rusia, Sergey Lavrov dan Menlu Tiongkok, Wang Yi, sehingga berpotensi menjadi ajang “adu kekuatan” diplomatik antara tiga negara besar dunia. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini mencerminkan betapa perang Ukraina telah menjadi isu global, bukan sekadar konflik regional.

Di sisi lain, Presiden Trump mengkritik Presiden Rusia, Vladimir Putin dan menyatakan tengah mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia, sekaligus menyetujui pengiriman sejumlah sistem senjata pertahanan untuk Kiev. Pada malam harinya, Zelenskyy menyambut baik keputusan tersebut dan menegaskan bahwa tambahan bantuan senjata dari AS akan sangat menentukan, bukan hanya untuk mempertahankan wilayah Ukraina, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa warga sipil.

Departemen Pertahanan AS dalam pernyataannya menegaskan, pihaknya siap mengikuti arahan Presiden Trump untuk menambah bantuan militer ke Ukraina, demi memastikan negara itu dapat bertahan dari gempuran militer Rusia yang kian masif.

Rangkaian Sabotase: Tiga Jenderal Top Rusia Tewas dalam 24 Jam

Laporan dari wartawan militer Tiongkok, Wan Quan yang dimuat di Tencent News mengungkap dimensi lain dari konflik ini. Menurut media Rusia, pos komando militer Rusia di Kursk menjadi sasaran serangan rudal Ukraina yang sangat presisi. Serangan itu menewaskan lebih dari 10 perwira tinggi, termasuk Wakil Panglima Angkatan Laut Rusia, Mikhail Yevgenyevich Gudkov, yang baru tiga bulan menjabat.

Tidak hanya itu, Panglima Armada Laut Hitam Rusia, Admiral Sergei Pinchuk, juga dilaporkan tewas dalam serangan terpisah di Krimea, dan Kepala Direktorat Kelima Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), Aleksey Komkov, ditemukan meninggal dunia di Moskow. Dalam rentang waktu 24 jam, di tiga lokasi berbeda, tiga jenderal utama Rusia kehilangan nyawa mereka. Para analis militer menyimpulkan, serangkaian serangan ini adalah operasi sabotase terkoordinasi yang berhasil melumpuhkan sistem komando dan intelijen militer Rusia.

Di tengah kekacauan, komandan Brigade 155 Rusia dilaporkan tewas bersama seluruh staf dalam sebuah pertemuan komando setelah menjadi target serangan mendadak. Rangkaian aksi “pemenggalan kepala” ini memperkuat dugaan bahwa jaringan komando militer Rusia telah bocor dan sistem intelijen mereka disusupi secara masif.

Analis juga mengungkap, ada kemungkinan kelompok pro-Barat di Rusia turut membantu Ukraina, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam melacak pergerakan pejabat tinggi militer Rusia. Namun, faktor utama keberhasilan operasi militer Ukraina tetap bertumpu pada dukungan teknologi satelit dan pemantauan real-time dari jaringan intelijen AS dan Barat.

Jaringan Mata-mata Tiongkok Dibongkar, Rudal Neptune Jadi Incaran

Pada 9 Juli 2025, dinas intelijen Ukraina (SBU) mengumumkan keberhasilan membongkar jaringan spionase Tiongkok di Ukraina. SBU menangkap sepasang ayah dan anak berkewarganegaraan Tiongkok yang berusaha menyelundupkan dokumen rahasia terkait sistem rudal anti-kapal RK-360MC Neptune—rudal yang sama pernah digunakan Ukraina untuk menenggelamkan kapal perang andalan Armada Laut Hitam Rusia, “Moskva,” pada tahun 2022.

Diketahui, sang anak (24 tahun) pernah menempuh pendidikan di sebuah universitas teknik di Kiev. Sang ayah datang langsung dari Tiongkok untuk membantu aksi mata-mata tersebut. Menurut SBU, dokumen rahasia itu diduga akan diserahkan kepada pasukan khusus Tiongkok. Jika terbukti bersalah, keduanya terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.

Krisis Internal Militer Rusia: Korupsi dan Penangkapan

Tak hanya diguncang serangan presisi Ukraina, militer dan aparat keamanan Rusia kini dihantam skandal korupsi. Mantan Wakil Panglima Garda Nasional Rusia, Viktor Strigunov, dan mantan Wakil Menteri Pertahanan Pavel Anatolyevich Popov, baru-baru ini didakwa melakukan tindak pidana korupsi besar-besaran dan kejahatan berat lainnya. Situasi ini makin memperkeruh kekacauan internal di tubuh militer Rusia.

Kesimpulan: Perang yang Semakin Kompleks

Perkembangan terbaru ini menegaskan bahwa perang Rusia-Ukraina telah memasuki babak baru yang jauh lebih kompleks, bukan hanya soal pertempuran militer, tapi juga adu kekuatan intelijen, diplomasi global, serta persaingan sains dan teknologi militer. Dengan dukungan semakin intensif dari AS dan Eropa, dan kemampuan Ukraina menggagalkan serangan serta membongkar jaringan spionase asing, prospek penyelesaian damai tampak masih jauh dari harapan.

Presiden Zelenskyy menutup pernyataannya dengan satu pesan penting: “Setiap bantuan, setiap sistem pertahanan yang tiba di Ukraina, bukan sekadar logistik—itu adalah penyelamat nyawa rakyat kami.”

Trump Kembali Layangkan Ultimatum Tarif, Negara-Negara Asia Tenggara Bergegas ke AS untuk Berunding

EtIndonesia. Pada 8 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan bahwa mulai 1 Agustus 2025, semua negara wajib mulai membayar putaran baru tarif bea masuk, dan tanggal tersebut tidak akan diubah serta tidak akan ada penundaan lebih lanjut.

Bea Baru hingga 40%, 14 Negara Terdampak

Sehari sebelumnya, pemerintahan Trump baru saja mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara Asia Tenggara. Total 14 negara terdampak, dengan tarif maksimal mencapai 40%.

Negara-negara tersebut terutama berada di kawasan Asia, termasuk:

  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Thailand
  • Indonesia
  • Malaysia, dan lainnya.

Target Utama: Struktur Perdagangan Tiongkok di Asia

Menurut laporan The Guardian, para analis menilai kebijakan Trump ini sebenarnya menargetkan struktur perdagangan Tiongkok di Asia dan berusaha memotong pengaruh ekonomi Beijing.

Lu Yaoqun, pakar dari Universitas Nasional Singapura, menilai bahwa perbedaan kepentingan yang besar antar negara Asia membuat mereka sulit bersatu menghadapi tekanan tarif ini, yang justru memberikan keuntungan strategis bagi Trump.

Negara Asia Tenggara Bergegas ke AS

Menghadapi “pentungan tarif” ini, negara-negara Asia Tenggara pun tidak tinggal diam, dan mengirim delegasi secara darurat ke AS untuk bernegosiasi:

  • Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, menyatakan terkejut atas tarif 36% yang dikenakan pada Thailand. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang menyusun strategi negosiasi darurat demi memperoleh syarat yang lebih baik.
  • Menko Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, terbang langsung dari Brasil ke Washington DC untuk melakukan pembicaraan terkait tarif 32% yang akan diterapkan.
    Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia, Hendra Sinadia, menyatakan kekhawatiran bahwa ekspor minyak sawit Indonesia ke AS dapat anjlok hingga 20% jika tarif diberlakukan.
  • Menteri Perdagangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz, menyatakan bahwa Malaysia bersedia melakukan negosiasi dengan AS, demi mencapai kesepakatan yang seimbang dan saling menguntungkan.

Vietnam Sudah Capai Kesepakatan

Tidak semua negara panik. Vietnam telah lebih dulu mencapai kesepakatan dengan AS:

  • Tarif untuk sebagian besar produk diturunkan menjadi 20%,
  • Namun produk Tiongkok yang hanya transit di Vietnam lalu diekspor ke AS tetap dikenai tarif tinggi 40%, untuk mencegah praktik “pemalsuan negara asal” oleh perusahaan Tiongkok.

Dampak Terhadap Perdagangan AS-Tiongkok

Kebijakan tarif Trump sudah mengubah arus perdagangan global:

Menurut laporan Reuters, data terbaru dari perusahaan teknologi rantai pasokan Descartes menunjukkan bahwa:

  • Impor AS dari Tiongkok anjlok 28,3% pada Juni,
  • Sebaliknya, ekspor dari negara-negara Asia Tenggara ke AS justru meningkat tajam.

Hal ini menunjukkan bahwa para importir AS aktif mendiversifikasi rantai pasokan mereka demi menghindari “biaya tinggi dari Tiongkok”.

Pasar Saham Masih Stabil

Reaksi pasar saat ini relatif tenang. Bahkan bursa saham Jepang, Korea Selatan, dan Australia justru sedikit menguat, menunjukkan bahwa investor masih menunggu perkembangan selanjutnya. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Jauhkan Diri dari Teman yang Hanya Menganggapmu Sebagai “Koneksi”

EtIndonesia. Kamu pasti pernah menemui jenis teman seperti ini: tidak pernah menghubungimu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, lalu tiba-tiba muncul dengan pesan: “Hai, ada waktu?” atau “Kamu online nggak?” Tanpa basa-basi, ujung-ujungnya akan berkata: “Bisa minta tolong nggak?” Kadang meminjam uang, kadang minta dikenalkan ke pekerjaan, kadang hanya ingin kamu kasih “like” ke foto anaknya di media sosial.

Teman semacam ini biasanya tidak memiliki hubungan dekat denganmu. Mungkin hanya pernah bertemu di acara reuni atau kumpul teman, bahkan wajahnya pun sudah kamu lupa. Tapi anehnya, saat ada topik tentangmu, dia bisa berpura-pura seolah sangat akrab dan tak ragu menghubungimu ketika butuh bantuan.

Terus terang, kadang aku benar-benar kagum dengan orang seperti ini—setiap kali merepotkan orang lain, mereka bisa bersikap begitu percaya diri, sampai-sampai kalau kita tidak membantu, malah merasa bersalah, seolah-olah kita yang bersikap jahat.

Salah satu contoh adalah Wenqing, seorang desainer visual yang mendapatkan sebagian besar penghasilannya dari proyek-proyek freelance. Dia sering membantu teman membuat ilustrasi, banner, atau desain untuk website dan media digital. Kedengarannya menyenangkan punya teman yang ahli desain, tapi bagi Wenqing, justru keahliannya menjadi beban dalam pergaulan sosial.

Banyak teman yang memanfaatkan keahlian Wenqing dan mencoba menekan harga serendah mungkin, bahkan ada yang dengan santainya minta bantu desain secara gratis. Bagi mereka, menggambar hanyalah perkara kecil yang bisa dilakukan Wenqing dalam hitungan menit.

Ini membuat Wenqing merasa sangat tertekan. Di satu sisi, dia tidak ingin mengecewakan teman; melihat wajah penuh harap dari mereka, dia sulit untuk menolak. Tapi di sisi lain, dia juga merasa terpaksa dan tidak nyaman. 

“Kadang saya merasa mereka berteman dengan saya hanya karena saya bisa desain. Sampai-sampai ketika melihat foto profil mereka muncul di pojok layar, saya langsung cemas dan gelisah,” katanya.

Situasi seperti ini sangat umum terjadi. Begitu kamu memiliki keahlian atau sumber daya tertentu, orang-orang yang dulu sudah lama hilang dari pergaulan akan tiba-tiba kembali ke hidupmu. Namun, teman sejati—yang benar-benar hadir di saat kamu dalam kesulitan—justru semakin langka. Dan ini bisa membuat kita merasa hampa.

Setiap kali perasaan ini muncul, Tuan TwoTwo merasa seperti kehabisan napas. Dia bekerja sebagai humas di sebuah perusahaan internet di Beijing dan memiliki banyak koneksi di dunia media dan internet. Saat merancang kampanye pemasaran besar-besaran, dia baru sadar bahwa banyak “teman dekat” yang dia kira bisa diandalkan, ternyata hanya fatamorgana. Meski memiliki lebih dari 800 kontak, yang benar-benar hadir dan membantu bisa dihitung dengan jari.

Dia berkata: “Kalau dipikir-pikir, banyak orang yang saya kenal selama bekerja memang hanya sebatas kenal. Tapi saya tak menyangka hasilnya akan seburuk ini.”

Sebuah penelitian di Amerika tentang hubungan sosial masa kini menyimpulkan: semakin seseorang menjalin pertemanan dengan niat untuk “membangun jaringan”, maka semakin kecil kemungkinan hubungan itu bisa diandalkan. Karena saat kamu tidak lagi berada dalam posisi atau platform yang menguntungkan, dan sekali saja kamu menolak permintaan mereka, hubungan yang rapuh itu akan langsung runtuh.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa munculnya internet dan media sosial memang menurunkan batas untuk saling mengenal, tetapi juga memperlebar jarak antarhati. Kini, orang lebih suka mencurahkan waktu dan tenaga untuk hubungan yang “menguntungkan”, dan rajin hadir di pertemuan yang berpeluang memperluas jaringan.

Di dunia kerja, ini bahkan lebih nyata karena rotasi rekan kerja yang cepat dan lingkungan yang terus berubah.

BaBa, seorang pegawai negeri sipil di salah satu instansi pusat, kerap bepergian antara Beijing dan luar negeri. Jadi PNS di instansi pusat di ibukota terdengar keren, tapi bagi BaBa, itu justru jadi beban. Kerabat dari kampung terus berdatangan untuk minta tolong urusan pribadi, belum lagi teman lama yang mampir ke Beijing dan berharap dijamu. Setiap kali dia pulang dari luar negeri, dia merasa kelelahan secara mental.

“Banyak orang datang, selesai urusan lalu makan gratis, habis itu langsung pergi tanpa basa-basi. Kadang saya ingin menolak dengan tegas, tapi rasanya sulit sekali mengucapkannya.”

Orang yang egois, oportunis, dan penuh keakuan seperti ini sangat banyak dalam hidup kita. Mereka jarang mempertimbangkan posisi orang lain—asal bisa mencapai tujuannya, mereka bisa seenaknya meminta pertolongan tanpa rasa sungkan.

Seiring waktu, membangun pertemanan semakin sulit. Lingkaran sosial kita biasanya sudah terbentuk sejak lama. Siapa yang bisa kamu ajak curhat tanpa batas, siapa yang bisa diajak minum santai tanpa topeng—sebenarnya sudah terlihat sejak awal masa dewasa.

Sebenarnya dalam hidup, kita tak butuh terlalu banyak teman. Yang kita butuhkan adalah satu atau dua orang yang benar-benar hadir saat kita paling membutuhkan. Teman seperti ini mungkin tidak menonjol, tidak punya banyak skill, mungkin tidak paham kopi, atau bahkan agak canggung dan kaku, tapi mereka punya kualitas yang bersinar—dan untuk itulah hati kita layak berinvestasi.

Sedangkan teman yang hanya menjadikanmu sebagai “koneksi”? Semakin jauh dari mereka, semakin baik!(jhn/yn)

【Wawancara Khusus】Trump: Dukung BRICS Anti-AS? Akan Dikenai Tarif Tambahan

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa negara mana pun yang menyelaraskan diri dengan kebijakan anti-Amerika yang diusung negara-negara BRICS, akan dikenai tarif tambahan 10%, tanpa pengecualian. Peringatan ini disampaikan menyusul pernyataan bersama para pemimpin BRICS yang secara tidak langsung mengkritik kebijakan tarif Trump baru-baru ini.

Peringatan Tegas Trump: Dukung BRICS = Tambahan Tarif 10%

Pada 6 Juli, lewat media sosial Truth Social, Trump menyatakan: “Negara mana pun yang bersekutu dengan kebijakan anti-Amerika dari BRICS akan dikenai tambahan tarif 10%. Tidak ada pengecualian untuk kebijakan ini.”

Namun, Trump tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan “kebijakan anti-Amerika”.

Pengamat: Strategi Ambigu untuk Tekan Negara Lain

Ye Yaoyuan, profesor studi internasional dari Universitas St. Thomas, mengatakan bahwa mengkritik kebijakan tarif Trump atau enggan bekerja sama dengan AS soal perdagangan dapat dianggap sebagai tindakan anti-Amerika.

“Saat ini AS memang sedang melakukan pemisahan ekonomi dari Tiongkok, jadi negara mana pun yang menjalin kerja sama erat dengan Tiongkok bisa dianggap oleh Trump sebagai berpihak pada kebijakan anti-Amerika,” ujar Ye.

Ia juga menilai bahwa ketidakjelasan definisi “anti-Amerika” adalah bagian dari strategi ambigu Trump untuk membingungkan negara lain.

“Dengan strategi ambigu ini, negara-negara lain tidak tahu apa yang bisa memicu tarif tambahan. Jadi, mungkin yang paling aman adalah secara terbuka tidak mendukung pernyataan BRICS,” kata Ye.

BRICS Kritik Tarif AS, Trump: Mereka Ingin Merugikan AS

KTT BRICS yang berlangsung dua hari dan berakhir pada 7 Juli di Brasil, menghasilkan pernyataan bersama yang menyindir keras tarif tinggi AS. Pernyataan itu menyebut tarif AS tidak sesuai aturan WTO dan merugikan ekonomi global.

Menanggapi hal ini, pada konferensi pers Gedung Putih 7 Juli, sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Levitt, menjawab pertanyaan NTD dan mengatakan bahwa Presiden menganggap BRICS berusaha merugikan kepentingan AS.

“Tugas utama Presiden adalah menempatkan kepentingan AS sebagai prioritas. Jadi, beliau akan melakukan tindakan apa pun yang diperlukan untuk mencegah negara-negara lain memanfaatkan AS dan rakyatnya,” katanya. 

Ancaman Trump: Jika BRICS Serang Dolar, Tarif 100% Akan Dijatuhkan

Pada KTT BRICS sebelumnya di Kazan, Rusia, Rusia mengusulkan sistem pembayaran alternatif guna menghindari dominasi sistem keuangan Barat dan sanksi terhadap Moskow.

Menanggapi ini, Trump sebelumnya pernah memperingatkan, bahwa jika BRICS mencoba menggantikan dominasi dolar AS, maka tarif hingga 100% akan dijatuhkan terhadap mereka.

Menurut Wang He, kolumnis Epoch Times: “AS adalah kekuatan utama ekonomi global. Jadi, sangat sulit bagi negara manapun untuk menghadapi AS secara langsung. Maka dari itu, kebijakan keras Trump memang memiliki efek penakut.”

Perpecahan Internal BRICS: Demokrasi vs Otoriter

BRICS terdiri dari negara demokratis seperti India dan negara otoriter seperti Tiongkok, Rusia, dan Iran. Menurut Wang He, hal ini membuat BRICS sulit menyatukan sikap tegas melawan AS secara kolektif.

“Trump bersikap keras, dan BRICS sebagai blok kolektif sulit bergerak melawan AS. Karena di dalamnya ada konflik kepentingan yang besar antar anggota,” katanya. 

BRICS Tanpa Xi dan Putin, Efektivitas Diperlemah

KTT BRICS tahun ini juga tidak dihadiri oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut Ye Yaoyuan: “Tanpa dukungan Tiongkok dan Rusia, BRICS tidak akan eksis. Meski tidak hadir, mereka tetap menjadi aktor dominan di balik agenda BRICS.”

Sementara itu, Wang He menilai: “Ketiadaan Xi dan Putin membuat KTT BRICS kehilangan daya tawar. Ini mencerminkan konflik internal di tubuh BRICS.”

Wang juga menambahkan bahwa ketidakhadiran Xi bisa jadi strategi Tiongkok untuk menghindari konfrontasi langsung dengan AS, terutama setelah tercapainya kerangka kesepakatan antara AS dan Tiongkok.

“Tiongkok sadar bahwa AS punya banyak cara untuk menekan mereka, sementara mereka sendiri hampir tak punya kartu selain logam tanah jarang. Maka itu, Beijing memilih menghindar agar tak jadi sasaran utama.”

Menteri Keuangan AS Akan Bertemu Pejabat Tiongkok

Sebagai kelanjutan dari hubungan bilateral, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pada 7 Juli bahwa ia akan menggelar pertemuan dengan pejabat Tiongkok dalam beberapa minggu ke depan untuk membahas perdagangan dan isu-isu terkait. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Terungkap di Pembicaraan Trump dan Netanyahu : Gaza Bukan Penjara Hingga Netanyahu Tawarkan Opsi untuk Warga Sipil

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (7/7/2025) malam, menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Keduanya melakukan pembahasan mendalam terkait gencatan senjata di Gaza, pembebasan sandera, perdamaian dengan Iran, serta perluasan Perjanjian Abraham. Netanyahu bahkan menyatakan bahwa ia telah mengusulkan Trump sebagai calon penerima Nobel Perdamaian.

Pertemuan Ketiga Sejak Trump Kembali ke Gedung Putih

Reporter NTD, Zhang Liang, melaporkan bahwa pertemuan ini merupakan yang ketiga antara Trump dan Netanyahu sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden. Mereka membahas berbagai isu di Timur Tengah, termasuk:

  • Gencatan senjata di Gaza
  • Penyelamatan sandera
  • Krisis nuklir Iran
  • Hubungan Israel dengan Suriah, Lebanon, dan negara Timur Tengah lainnya

Ini menunjukkan bahwa AS tetap memainkan peran utama dalam mendorong perdamaian Timur Tengah.

Netanyahu Usulkan Nobel untuk Trump

Netanyahu menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan kuat Trump terhadap Israel dalam menghadapi Iran, termasuk aksi militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

Selama jamuan makan malam, Netanyahu menyerahkan surat nominasi Nobel Perdamaian kepada Trump, sebagai bentuk penghargaan atas upayanya di Timur Tengah.

Presiden Trump menanggapi: “Terima kasih banyak! Terutama atas surat yang Anda berikan kepada saya, itu sangat berarti. Terima kasih.”

Gaza Bukan Penjara: Netanyahu Tawarkan Opsi untuk Warga Sipil

Netanyahu juga mengajukan usulan kebebasan memilih bagi rakyat Gaza: “Ini yang disebut pilihan bebas. Jika mereka ingin tetap tinggal, mereka boleh tinggal; jika mereka ingin pergi, mereka seharusnya bisa pergi. Tempat itu tidak seharusnya menjadi penjara.”

Ia mengatakan sedang bekerja sama dengan pemerintah AS untuk mencari negara yang bersedia menerima para pengungsi Gaza.

Trump: AS dan Iran Siap Negosiasi Lagi

Trump menyatakan bahwa perundingan dengan Iran akan segera dimulai kembali, dan ia mengisyaratkan bahwa jika Iran menunjukkan perubahan sikap, sanksi dapat dicabut.

“Mereka ingin bertemu. Mereka ingin mencari solusi. Mereka sekarang berbeda. Mereka tidak lagi sama seperti dua minggu lalu.”

Bahas Perluasan Abraham Accords

Keduanya juga membahas perluasan Perjanjian Abraham, dengan Trump menyatakan keinginannya agar Suriah ikut serta dalam normalisasi hubungan, untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan.

Trump Kecam Tuduhan Korupsi terhadap Netanyahu

Trump juga menyatakan dukungan kuat terhadap pemerintahan Netanyahu, dan menyebut bahwa tuduhan korupsi terhadap Netanyahu adalah bentuk penganiayaan politik, mirip dengan “perburuan penyihir” yang pernah dialaminya.

Dukungan dari Pejabat Tinggi AS

Sebelumnya di hari yang sama, Netanyahu juga bertemu dengan:

  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio
  • Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karolien Levitt, mengatakan bahwa mengakhiri perang Gaza dan membebaskan para sandera masih menjadi prioritas utama Presiden Trump di kawasan tersebut. Saat ini, lebih dari 50 sandera masih ditahan di Gaza, dengan sekitar 20 di antaranya diyakini masih hidup.

Witkoff menyampaikan bahwa ia tetap berharap perjanjian damai bisa segera tercapai. (Hui/asr)

Laporan NTD oleh Zhang Liang dan Yu Liang, dari Washington–New York.

OJK: Perekonomian Domestik Tetap Tangguh Dengan Inflasi Terkendali Di Level 2,37% 

Jakarta, 8 Juli 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa sektor jasa keuangan (SJK) Indonesia tetap stabil meskipun menghadapi tekanan ketidakpastian geopolitik global dan perlambatan ekonomi dunia. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 25 Juni 2025, yang dirilis melalui Siaran Pers RDKB Juni 2025. 

“Stabilitas SJK adalah hasil dari kolaborasi kebijakan akomodatif, pengawasan proaktif, dan ketahanan sektor riil. OJK akan terus mendorong inklusi keuangan dan inovasi yang bertanggung jawab,” ujar Plt. Kepala Departemen Literasi OJK, M. Ismail Riyadi

Ketahanan Ekonomi Domestik 

Laporan OJK menunjukkan bahwa perekonomian domestik tetap tangguh dengan: 

– Inflasi inti terkendali di level 2,37% (yoy). 

– Neraca perdagangan surplus pada Mei 2025, didorong oleh pertumbuhan ekspor produk pertanian dan manufaktur. 

– Kredit perbankan tumbuh 8,43% (yoy), dengan sektor investasi sebagai penyumbang tertinggi (13,74% yoy). 

Perkembangan Pasar Modal dan Keuangan Digital 

– Pasar saham melemah 3,46% (mtod) akibat arus keluar modal asing (net sell Rp8,38 triliun). 

– Pasar obligasi menunjukkan ketahanan dengan indeks ICEI menguat 1,18%. 

– Aset kripto semakin diminati: nilai transaksi Mei 2025 mencapai Rp49,57 triliun, dengan 14,78 juta konsumen terdaftar. 

– Inovasi fintech terus berkembang: 30 penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) telah terdaftar, termasuk 8 peserta regulatory sandbox. 

Penguatan Pengawasan dan Penegakan Hukum 

OJK memperketat pengawasan untuk menjaga stabilitas: 

– Pemblokiran 17.026 rekening terkait perjudian daring. 

– Sanksi administratif terhadap 251 pelaku pelanggaran di pasar modal dan 18 perusahaan pembiayaan. 

– Penyelesaian 149 perkara pidana sektor jasa keuangan, dengan 115 putusan berkekuatan hukum tetap. 

Fokus pada Keuangan Syariah dan UMKM 

– Pembiayaan syariah tumbuh 9,18% (yoy), didukung spin-off 18 unit usaha syariah pada 2025. 

– Program akses pembiayaan UMKM diperkuat melalui kolaborasi dengan bank dan Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB). 

Proyeksi dan Kebijakan Ke Depan  OJK akan: 

– Memfinalisasi aturan tata kelola konglomerasi keuangan dan manajer investasi. 

– Meningkatkan literasi keuangan digital, termasuk kampanye Digital Financial Literacy (DFL). 

– Memperkuat ketahanan siber sektor keuangan melalui task force khusus. 

Jangan Menunggu Kaya untuk Menjalani Hidup yang Kamu Inginkan

EtIndonesia. Setelah resign, beginilah rutinitas harian saya: tidur sampai jam 9 atau 10 pagi, bangun lalu baca buku sebentar, turun ke bawah untuk sarapan sekaligus makan siang. Sore harinya saya kembali membaca atau menulis, malam hari lari-lari, ke gym sekadar “nampak aktif”, lalu pulang nonton film atau serial, dan tidur.

Kedengarannya cukup santai dan menyenangkan, bukan? Tapi kenyataannya, hidup tanpa pekerjaan tetap kadang juga terasa canggung—misalnya ketika bertemu kenalan di jalan, atau diundang ke acara makan malam yang penuh orang asing. Tidak membawa kartu nama seolah-olah membuatmu terlihat “tidak normal”, karena pekerjaan seakan menjadi bukti keabsahan seseorang di masyarakat.

Namun, saya memang jarang mengikuti aturan umum.

Saya Sudah Tiga Kali Melewati Fase “Menganggur”

Pertama kali terjadi pada tahun 2013. Dulu saya pikir, saya bisa dengan mudah berbaur di kota mana pun. Tapi belakangan saya sadar, untuk bisa benar-benar hidup di suatu tempat, biayanya sangat mahal. Saya akhirnya meninggalkan Beijing—kota yang saya tinggali selama delapan tahun—dan kembali ke Hangzhou. Di sana, saya menganggur dan istirahat total selama dua bulan penuh.

Kedua kali terjadi pada musim gugur 2016, ketika saya resign dari Alibaba. Itu perusahaan yang luar biasa, fasilitas dan gajinya pun sangat baik. Tapi setiap hari di kantor, saya tidak merasa bahagia. Alarm di pagi hari rasanya seperti pengingat menyakitkan: “Ini bukan hidup yang saya inginkan. Saya tidak bisa menghabiskan sisa hidup seperti ini.”

Ketiga kali terjadi belum lama ini, awal tahun ini. Saya dan mantan rekan kerja mendirikan startup yang bergerak di bidang properti komersial. Timnya solid, prospeknya bagus. Namun, setelah beberapa bulan bekerja, saya mulai meragukan diri sendiri. Mungkin saya bukan orang yang cocok untuk dunia startup. Saya tidak pandai bersosialisasi, tidak suka jam kerja yang terlalu panjang, dan tak tahan dengan kehidupan pribadi yang begitu sempit.

Yang paling mengganggu adalah: saya mulai meragukan apakah semua kerja keras itu benar-benar akan membawa saya ke arah masa depan yang saya inginkan.

 “Nanti Kalau Sudah Kaya, Baru Hidup Tenang?” – Kapan Itu?

Seorang teman sempat berkata: “Mumpung masih muda, kerja keras saja dulu beberapa tahun. Nanti kalau sudah punya uang banyak, baru jalani hidup yang kamu mau.”

Tapi masalahnya, kapan uang itu cukup? Berapa banyak yang disebut cukup? Hidup bukan seperti kaset yang bisa dibalik sisi A ke sisi B kapan saja kita mau.

Semakin cepat kita berlari, semakin sulit kita melihat arah. Dan ketika kita tidak tahu ke mana tujuan, bagaimana bisa yakin bahwa kita sedang menuju ke arah yang benar?

Hidup yang Kita Inginkan, Harus Kita Dekati dari Sekarang

Penulis dan komentator Wu Yue San Ren pernah menulis: “Bagi mereka yang ingin menjalani hidup impian, justru saat kamu mengejar idealismemu, kamu punya peluang untuk mendapatkan uang. Bukan sebaliknya. Karena dalam proses mengejar tujuanmu, kamu akan masuk ke lingkungan yang di dalamnya ada peluang.”

Saya sangat setuju.

Meskipun saya belum bisa berbicara banyak soal “kesuksesan”, saya bisa mengatakan bahwa versi diri saya yang sekarang—yang tampaknya menganggur dan tidak jelas arah—justru punya lebih banyak peluang dibandingkan saat dulu saya menjalani hidup yang terlalu “serius”.

Contohnya ketika saya mulai mengelola akun media sosial. Awalnya, saya ini orang yang sangat introvert dan kurang percaya diri. Meski lama bekerja di perusahaan besar, dalam hati saya selalu ingin jadi pekerja lepas.

Saya bukan orang yang punya bakat istimewa. Tapi dengan konsistensi selama tiga tahun, secara amatir dan sendiri, saya berhasil membangun audiens. Sekarang, saya bisa bertahan hidup dari menulis konten dan beberapa iklan kecil.

Yang membuat saya bertahan bukan karena potensi uang. Kalau pada hari pertama saya membuat akun ada yang bilang: “Tulis sekarang juga! Tiga tahun ke depan kamu akan punya ratusan ribu followers dan banyak iklan masuk!”—mungkin saya langsung berhenti hari itu juga.

Justru karena saya menyukai apa yang saya lakukan, semua ini bisa berkembang. Dari situ saya kemudian dikenali, direkrut oleh Alibaba, diperkenalkan dengan banyak teman baru, mendapat berbagai peluang, bahkan bertemu orang-orang luar biasa yang dulunya hanya bisa saya kagumi dari jauh.

Dan saya sangat tahu, semua ini bukan hanya karena nama perusahaan tempat saya pernah bekerja. Ketika kamu mengerjakan sesuatu dengan cukup baik, uang memang tidak langsung datang, tapi hal-hal baik lainnya akan datang sebagai bonus.

Kisah Teman Saya: Hidup untuk Traveling

Saya punya teman di Beijing, pekerjaannya tak pernah bertahan lebih dari dua tahun. Tujuannya jelas: mengumpulkan uang untuk perjalanan berikutnya.

Dia empat tahun lebih tua dari saya. Traveling adalah bagian dari hidupnya.

Saat pertama bertemu, saya sempat merasa dia gila. Saking penasaran, saya ingin membelah kepalanya dan melihat—sebenarnya apa sih yang ada di dalam pikirannya?

Saya punya banyak pertanyaan:

·        Bukankah dia khawatir terjadi hal buruk saat traveling?

·        Kalau uangnya habis, bagaimana?

·        Kalau pulang, bagaimana dia bertahan hidup?

·        Apa yang akan menopang masa depannya?

Jawaban dia sederhana: “Traveling adalah bagian dari hidupku. Aku sudah tahu ini sejak lama.”

Baginya, semua destinasi—Tokyo, Paris, New York, Meksiko—bukan impian yang besar, karena terlalu mudah dicapai.

“Tempat yang bisa kau capai hanya dengan membeli tiket pesawat, tidak layak disebut impian. Impian seharusnya tidak semurah itu.”

Saya langsung teringat kisah burung tak berkaki dari film Days of Being Wild—burung itu hanya bisa terus terbang, dan ketika lelah, dia tidur di tengah angin.

Keberanian yang Tidak Semua Orang Miliki

Sejak saat itu, saya berhenti mempertanyakan pilihannya. Terlepas dari latar belakang hidup yang terus berubah, dia selalu hidup sebagai dirinya yang sejati.

Ada orang bilang: “Selama punya kemampuan, dalam kondisi apa pun, kamu tetap bisa hidup dengan baik.”

Masalahnya adalah—banyak orang bahkan belum sempat menunjukkan kemampuannya karena mereka terlalu takut untuk mencoba.

Ada juga yang berkata: “Orang sukses itu karena beruntung.” 

Ya, mungkin. Tapi kalau kamu menggunakan kata “beruntung” untuk menenangkan hatimu setiap kali melihat orang sukses, ya saya tidak bisa berkata apa-apa.

Tapi saya ingin tanya balik: kenapa kamu tidak percaya bahwa kamu juga bisa seberuntung itu?

 Kalau kamu tidak pernah keluar dari zona nyaman, kapan keberuntungan bisa datang?

Semakin Tua, Biaya Menjalani Hidup Impian Semakin Mahal

Hal paling menyedihkan dari manusia adalah:

·        Mengeluh tentang hidup yang membosankan,

·        Menertawakan keberanian orang lain,

·        Tapi tetap nyaman menjalani hidup sebagai pecundang.

Seiring waktu berjalan, kita akan makin sulit hidup dengan cara yang kita inginkan. Bahkan, hak untuk memilih cara hidup pun perlahan dirampas oleh keadaan.

Bayangkan ketika kamu sudah tua, kamu mungkin:

·        Tidak bisa tidur dan bangun sesukamu,

·        Tidak bisa memilih makanan yang ingin kamu makan,

·        Tidak bisa bebas bergerak,

·        Bahkan tidak bisa ke kamar mandi tanpa bantuan.

Hidup Apa yang Kamu Mau? Mulailah Sekarang

Saya menulis ini bukan untuk menyuruhmu ikut-ikutan resign atau pergi traveling tanpa arah.

Yang ingin saya katakan adalah:

Kalau kamu tahu gaya hidup yang kamu inginkan, maka semakin cepat kamu bergerak ke arahnya, semakin baik.

Tidak ada satu pun gaya hidup atau pekerjaan yang lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain. Tidak ada standar tunggal. Hanya kamu yang tahu apa yang membuatmu bahagia.

Waktu Lebih Berharga dari Uang

Dalam dunia yang serba material, berapa banyak harta yang kamu miliki memang penting. Tapi waktu jauh lebih penting dari uang.

Nilai waktu tergantung bagaimana kamu menggunakannya dan untuk apa kamu menukarnya.

 Semua orang punya waktu yang sama—tapi “nilai tukarnya” berbeda. Ada orang yang bisa mendapatkan banyak hal dalam waktu sedikit. Ada juga yang menghabiskan banyak waktu hanya untuk mendapat secuil kebahagiaan.

Ingat: Dinding Itu Ada untuk Menguji Seberapa Besar Keinginanmu

Keinginan adalah sesuatu yang sulit dipuaskan. Banyak orang tahu apa yang mereka inginkan, tapi ketika akhirnya mendapatkannya, mereka malah tidak menginginkannya lagi.

Jadi, pikirkan baik-baik: Apa yang benar-benar bisa memberimu rasa puas dan damai?

Penulis dan dosen Randy Pausch, dalam pidato terkenalnya The Last Lecture, pernah berkata:

“Dalam perjalanan mengejar impian, kamu pasti akan bertemu banyak tembok penghalang. Tapi tembok itu bukan untuk menghalangi jalanmu. Tembok itu ada untuk menghalangi mereka yang tidak cukup menginginkannya. Tembok itu ada agar kita bisa membuktikan seberapa besar keinginan kita untuk mewujudkan impian.”

Mungkin masa-masa tak menentu yang kamu alami saat ini—yang tampak suram dan hampa—adalah salah satu tembok itu.

Kalau begitu, mari kita bertemu di balik tembok itu. (jhn/yn)

Rayakan 2nd Anniversary The Southern Hotel Surabaya Bertema “Growing Twogether” dengan Suasana Pasar Malam Meriah

Surabaya, 7 Juli 2025 — The Southern Hotel Surabaya sukses menyelenggarakan perayaan ulang tahun ke-2 dengan mengusung tema “Growing Twogether”, sebagai wujud syukur dan komitmen untuk terus bertumbuh bersama seluruh elemen hotel, mitra, serta masyarakat. Acara ini digelar dengan konsep unik bertema Pasar Malam, menghadirkan nuansa hangat dan penuh kebersamaan di tengah-tengah suasana penuh keceriaan.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan owner The Southern Hotel Surabaya Sukamto Halim dan General Manager The Southern Hotel Surabaya Kencana Herdianto. Kegiatan ini juga diisi dengan tausiah agama yang memberikan nilai spiritual dalam momen perayaan, serta santunan kepada anak-anak yatim dari Panti Nawasena dan Yayasan Abdi Asih sebagai bentuk kepedulian sosial hotel terhadap masyarakat sekitar.

Salah satu momen paling sakral dan simbolis adalah potong tumpeng bersama, sebagai wujud rasa syukur atas pencapaian dua tahun perjalanan hotel. Acara semakin semarak dengan penampilan kreatif dari setiap departemen hotel, yang menunjukkan kekompakan dan kreativitas tim internal.

Yang tak kalah menarik dan menyentuh hati adalah saat seluruh staff hotel bersama-sama menyanyikan lagu “Kita Satu Keluarga”, menggambarkan kuatnya rasa kekeluargaan dan komitmen untuk terus menjaga persatuan di lingkungan kerja.

Untuk menyemarakkan suasana, acara dikemas dengan sentuhan Pasar Malam, lengkap dengan berbagai permainan khas tradisional yang menghibur, serta booth dari sponsor yang turut mendukung jalannya acara. Kehadiran para tamu dari media dan mitra kerja pun menambah semarak dan hangatnya malam kebersamaan tersebut.

General Manager The Southern Hotel Surabaya, Kencana Herdianto menyampaikan, “Dua tahun ini adalah awal dari perjalanan panjang kami. Dengan semangat Growing Twogether, kami ingin terus bertumbuh bersama seluruh keluarga besar The Southern Hotel, para tamu, dan masyarakat. Acara ini adalah bentuk rasa syukur kami sekaligus komitmen untuk terus melayani dengan hati.”

Perayaan ulang tahun ke-2 ini menjadi momentum penting bagi The Southern Hotel Surabaya untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi yang telah menjadi fondasi utama sejak berdiri. Dengan semangat “Growing Twogether”, hotel ini siap menatap masa depan yang lebih gemilang.

Wanita Berusia 114 Tahun Ini Ungkap Rahasia Panjang Umurnya – Paling Suka Makan 1 Jenis Makanan

EtIndonesia. Pada 4 Juli 2025, seorang perempuan lanjut usia asal Amerika Serikat, Bonita Gibson , merayakan ulang tahunnya yang ke-114. Ia mengungkapkan empat rahasia panjang umurnya, salah satunya adalah kebiasaan makan kentang, yang sudah ia konsumsi selama lebih dari 100 tahun dan tetap menjadi makanan favoritnya hingga kini.

Lahir Tahun 1911, Selamat dari Pandemi dan Perang Dunia

Menurut laporan dari USA Today, Bonita Gibson lahir pada 4 Juli 1911 di negara bagian Missouri. Saat ini tinggal di sebuah panti lansia di Wayne County, Michigan.

Sepanjang hidupnya, ia telah melewati dua Perang Dunia, Depresi Besar, dan juga pandemi flu Spanyol. Saat kecil, ia pernah menderita gondongan, campak, dan batuk rejan. Pada usia 109 tahun (tahun 2020), ia terinfeksi COVID-19 dan menjadi salah satu penyintas COVID-19 tertua yang diketahui.

Empat Rahasia Panjang Umur Versi Bonita Gibson

Dalam wawancara, Gibson menyebutkan empat kunci utama panjang umurnya:

  1. Makan kentang
  2. Pola makan sehat
  3. Selalu berpikir positif dan tersenyum
  4. Menolak rokok dan alkohol

Media menyebut, kebiasaannya makan kentang mungkin juga merupakan bentuk penghormatan kepada mendiang suaminya.

Kentang, Makanan Favorit Sepanjang Hidupnya

Majalah People melaporkan bahwa menurut keluarga Gibson, kentang adalah makanan paling utama yang berperan dalam umur panjangnya.

Ia telah makan kentang hampir setiap hari selama lebih dari 100 tahun. Kebiasaan ini semakin menguat setelah ia menikah pada tahun 1930 dengan suaminya, Kenneth Richard, yang bekerja di industri kentang. Bahkan setelah suaminya meninggal pada tahun 2003, Gibson tetap setia mengkonsumsi kentang hingga hari ini.

Aktif Hingga Usia Lanjut

Saat ini, Gibson adalah orang tertua yang masih hidup di negara bagian Michigan. Ia masih mengemudi sendiri hingga usia 99 tahun, dan pada usia 100 tahun, naik pesawat untuk pertama kalinya ke San Diego, mewujudkan impian seumur hidupnya. Pada usia 102 tahun, ia juga mengunjungi kasino untuk pertama kalinya.

Kini, aktivitas favoritnya adalah membaca, bermain kartu, dan mengobrol setiap malam dengan anak lelakinya yang berusia 88 tahun. Ia memiliki 3 cucu, 6 cicit, dan 16 piut.

Rayakan Ulang Tahun ke-114 dengan Penuh Semangat

Menurut stasiun TV WXYZ, pada hari ulang tahunnya yang ke-114, Gibson berpartisipasi dalam parade Hari Kemerdekaan di kota Plymouth, Michigan.

Ia duduk di kursi roda yang didorong oleh anggota keluarga, sambil melambaikan bendera Amerika. Di depannya, dibentangkan spanduk bertuliskan tanggal lahirnya, usia saat ini, dan bahwa ia adalah orang tertua yang masih hidup di Michigan.

Selalu Tersenyum dan Tampil Ceria

Di mana pun ia berada, Gibson selalu tersenyum, memakai lipstik, dan menikmati penampilannya yang terbaik. Untuk merayakan ulang tahunnya di panti lansia Waltonwood Carriage Park, ia bahkan terlebih dahulu menikmati layanan penataan rambut.

Angie Hanson, direktur eksekutif fasilitas tersebut mengatakan:

“Setiap tahun dia selalu membuka hati, tersenyum, dan sangat murah hati. Ia ingin merayakannya dengan pesta besar—sungguh luar biasa.”

Erin McGraw, manajer kegiatan di fasilitas itu, menggambarkannya sebagai orang yang sangat perhatian:

“Dia sangat baik, murah hati, tidak pernah lupa nama orang lain, dan selalu ingat ulang tahun mereka. Dia benar-benar orang yang luar biasa.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Infinite Color – Artotel TS Suites Surabaya:

Panggung Ekspresi Jiwa Anak-Anak Istimewa  

Surabaya, 04 Juli 2025 – ARTSPACE, ruang seni milik ARTOTEL TS Suites – Surabaya kembali menghadirkan pameran seni yang menyentuh hati dengan menggandeng Autism Awareness Indonesia (AAI) DPD Jawa Timur dalam tajuk “INFINITE COLOR”, yang resmi dibuka pada hari Jumat, 4 Juli 2025 dan dapat dinikmati publik hingga 4 Oktober 2025.

Pameran kolektif ini menampilkan 42 karya lukisan dari 15 seniman cilik penyandang autisme, down syndrome, tuna grahita, dan tuna rungu, yang dibimbing oleh Hendrik Barata, seorang guru seni sekaligus seniman yang juga turut memamerkan karya pribadinya dalam pameran ini. Melalui eksplorasi warna dan bentuk yang lepas dari batasan, “INFINITE COLOR” merepresentasikan harapan, keberagaman emosi, dan kebebasan dalam menafsirkan dunia.

Pameran ini menjadi tempat di mana mereka dapat menyampaikan perasaan, mimpi, dan cara pandang mereka terhadap dunia melalui goresan warna. Sebuah ruang yang memberi makna inklusi dan keberdayaan, tidak hanya bagi para seniman muda tersebut, tetapi juga bagi masyarakat yang hadir menyaksikan.

Pembukaan pameran diawali dengan sesi perkenalan dan tanya jawab media bersama Vivin Komalia selaku

Ketua AAI DPD Jatim, serta Hendrik Barata sebagai seniman dan guru pendamping para peserta pameran. Acara semakin semarak dengan penampilan spesial dari Rizky, serta persembahan musik oleh Touch Heart Band, grup band yang beranggotakan remaja penyandang autisme.

Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya mengatakan, “Kami bangga dapat menjadi ruang inklusif bagi semua bentuk kreativitas, termasuk dari anak-anak luar biasa ini. Infinite Color bukan hanya pameran seni, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap keberanian mereka dalam mengekspresikan perasaan lewat karya.”

Sementara itu, Hendrik Barata menjelaskan, “Setiap anak memiliki dunia unik yang tak terbatas. Melalui warna-warna ini, mereka menyampaikan perasaan dan identitas mereka ke dunia luar. Saya pun merasa terhormat dapat menampilkan karya pribadi saya bersama mereka, sebagai bentuk refleksi dan pendampingan yang sejajar.”

Karya-karya yang dipamerkan juga dapat dimiliki oleh kolektor dan pengunjung yang berminat. Setiap lukisan memuat ekspresi orisinal para seniman cilik dan menjadi bentuk dukungan nyata bagi tumbuhnya semangat mereka dalam berkarya.

Menipu 2 Juta Orang Senilai Rp 29,9 Triliun, Platform “Xinkangjia” Tiba-tiba Kolaps dan Ditinggalkan

EtIndonesia. Platform investasi “stable coin” (mata uang stabil) asal Tiongkok yang pernah sangat populer, Xinkangjia, baru-baru ini tiba-tiba kolaps dan ditinggalkan. Media melaporkan bahwa sekitar 2 juta orang tertipu, dengan kerugian mencapai RMB.13 miliar (Rp29,9 triliun). Pendiri platform, Huang Xin, sempat meninggalkan pesan di grup anggota bahwa ia sudah berada di luar negeri, dan mengklaim telah mengambil “kekayaan yang tidak sebanding dengan IQ” para investor. 

Media mengomentari bahwa penipuan semacam ini bukanlah hal baru, tetapi masih banyak orang yang terjebak karena mentalitas untung-untungan. Sampai kapan “permainan bodoh” semacam ini akan terus berlangsung?

Modus Penipuan Xinkangjia Terungkap

Platform yang mengklaim diri sebagai layanan investasi stable coin DGCX Xinkangjia tiba-tiba tidak bisa lagi mencairkan dana milik investor. Media daratan Tiongkok melaporkan, sekitar 2 juta anggota dengan total investasi sekitar RMB.13 miliar mendadak tidak bisa menarik dana.

Ketika para investor panik saling bertanya kabar di grup obrolan, pendiri platform Huang Xin muncul dan meninggalkan pesan mengejutkan bahwa dirinya sudah berada di luar negeri, dengan nada sombong dan menghina para korban.

Pesan Huang Xin di grup:  “Setiap orang punya kekayaan yang sesuai dengan IQ-nya. Karena kekayaan kalian tidak cocok dengan IQ kalian, saya hanya membantu menyamakan keduanya. Saya hanya mengambil kekayaan yang tak sesuai dengan kecerdasan kalian. Semoga kalian bersyukur pada saya dan mengingat pelajaran yang saya berikan kali ini.”

(Tangkapan layar halaman web)

Janji Keuntungan Fantastis dan Klaim Palsu

Berdasarkan informasi yang tersedia, Xinkangjia didirikan pada tahun 2021, dan mengklaim menggunakan teknologi big data eksklusif untuk melakukan perdagangan berjangka komoditas seperti emas, minyak, dan valas menggunakan USDT di Timur Tengah. Mereka menjanjikan keuntungan minimal 1% dari modal setiap hari kepada investor.

Slogan pemasaran mereka adalah: “Terhubung dengan modal Dubai, membangun platform kekayaan global.”

Selama masa operasinya, Xinkangjia sempat memanfaatkan istilah seperti “yuan digital” dan “stable coin” untuk menarik perhatian publik. Mereka juga pernah mengklaim menjalin “kerja sama strategis lima tahun” dengan perusahaan milik negara China National Petroleum Corporation (CNPC). Namun setelah platform kolaps, media Tiongkok mengklarifikasi bahwa kerja sama itu hanya sebatas pembelian peralatan minyak dan tidak ada hubungan kemitraan resmi.

Intinya, platform ini hanyalah skema Ponzi berkedok investasi mata uang kripto, yang memikat konsumen dengan janji keuntungan tinggi.

Sistem Perekrutan Berjenjang & Iming-Iming Hadiah

Menurut laporan Beijing Business Today, metode utama Xinkangjia untuk menarik investor adalah dengan menawarkan bonus rekrut langsung, komisi tim, serta sistem pangkat dan bagi hasil berdasarkan jumlah orang yang direkrut. Mereka juga kerap mengadakan pertemuan langsung dan membentuk grup WeChat untuk mempromosikan program ini.

Salah satu dokumen skema bonus Xinkangjia menunjukkan adanya 9 tingkatan pangkat.

  • Pangkat tertinggi “Komandan” mendapat 150 USDT per orang yang direkrut langsung.
  • Pangkat terendah “Komandan regu” mendapat 10 USDT per rekrut langsung.
  • Setiap tingkat di atasnya mendapat tambahan bonus minimum.
  • Semua bonus diambil dari dana yang disetor oleh anggota bawahan.

Kisah Korban: Iming-Iming & Penyesalan

Seorang mantan investor bernama Huang Zheng mengatakan kepada media bahwa pemimpin timnya bahkan membuka kantor kecil di depan kawasan perumahan untuk menarik penduduk lokal. Ia menyebutkan bahwa:

  • Modal minimum untuk ikut serta adalah RMB.15.200 
  • Dari jumlah itu, hanya sekitar RMB.14.700 yang masuk ke akun USDT
  • Sisanya sekitar RMb.500 menjadi keuntungan langsung bagi perekrut
  • Setiap kali berhasil merekrut anggota baru, investor mendapat 200 USDT sebagai hadiah

Sejumlah orang yang masuk lebih awal sempat meraup keuntungan besar. Namun, sejak 25 Juni 2025, platform tidak bisa lagi mencairkan dana. Investor yang mencoba menarik uang diberi alasan bahwa “perusahaan dianggap melakukan penggelapan pajak oleh regulator dan semua dana dibekukan.” Setelah itu, platform tidak memberikan tanggapan apa pun lagi.

Sudah Masuk Daftar Hitam Sejak 2024

Menurut data dari platform Tianyancha, entitas operasional Xinkangjia—Guizhou Xinkangjia Big Data Services Co., Ltd.—sudah masuk daftar hitam karena “tidak dapat dihubungi di alamat terdaftar” pada Agustus dan Oktober 2024, serta 25 Juni 2025. Pada 18 Mei 2025, perusahaan ini juga telah mengajukan pembubaran resmi kepada otoritas terkait.

Warganet: Ada yang Masih Pamer Untung & Ajak Masuk Proyek Baru

Laporan juga menyebut bahwa setelah skandal ini mencuat, masih banyak orang di forum daring yang membahas cara bermain di skema ponzi seperti ini. Bahkan, ada pengguna yang membanggakan diri karena masuk lebih awal dan keluar tepat waktu sehingga meraup untung besar.

Ironisnya, ada juga yang malah memanfaatkan kolom komentar untuk mempromosikan skema ponzi baru dan mengajak pengguna lain bergabung sebagai “downline”.

Ahli: Ini Bukan Platform Kripto Nyata, Hanya Tipu Muslihat Lama

Yu Jianing, Direktur Asosiasi Analis Aset Digital Terdaftar di Hong Kong, menyatakan bahwa kasus Xinkangjia adalah contoh penggalangan dana ilegal dan penipuan murni. Platform ini tidak memenuhi syarat sebagai bursa aset digital yang sesungguhnya dan tidak memiliki sistem perdagangan yang didukung teknologi nyata.

Menurut Yu, struktur ponzi tradisional disisipkan ke dalam sistem sirkulasi stable coin seperti USDT, sehingga memungkinkan pengumpulan dana besar secara lintas negara dan menghindari pengawasan keuangan resmi.

Yu menambahkan, skema seperti ini bukan hal baru. Banyak peserta sebenarnya menyadari bahwa model bisnisnya adalah “gali lubang tutup lubang”, namun tetap berharap bukan mereka yang jadi korban terakhir. Mereka mengambil risiko dengan harapan untung cepat, padahal mengandalkan kerugian orang lain dan mengabaikan risiko serta kontrol penuh yang dimiliki pengelola platform. (Hui/asr)

Laporan disusun oleh wartawan Li Ming / Zheng Yu

NATO Peringatkan Kolaborasi Militer PKT-Rusia : Selat Taiwan Bisa Jadi Titik Awal Perang Dunia III

EtIndonesia. Baru-baru ini, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara terbuka menyebut Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan memperingatkan bahwa Perang Dunia Ketiga kemungkinan besar akan meletus dari Selat Taiwan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyerukan solidaritas negara-negara demokratis dunia untuk melawan ancaman Beijing. Militer Taiwan juga akan memulai latihan perang terbesar tahun ini.

NATO: “Perang Dunia III Mungkin Dimulai di Taiwan”

Pada 6 Juli, media asing mengutip wawancara eksklusif dengan Mark Rutte. Ia menyatakan bahwa: “Jika Xi Jinping memutuskan menyerang Taiwan, hal pertama yang ia lakukan kemungkinan adalah menelepon ‘teman kecilnya’ di Moskow, Putin, dan berkata: ‘Hei, saya akan mulai menyerang. Saya butuh kamu membuat keributan di Eropa, serang wilayah NATO agar mereka terpecah fokusnya.’”

Artinya, militer PKT dan Rusia kemungkinan akan secara bersamaan melancarkan serangan, masing-masing di Taiwan dan Eropa, dengan PKT sebagai penggerak utama. Ini adalah peringatan paling keras NATO terhadap Beijing hingga saat ini.

NATO Fokus Hadapi Ancaman Jangka Panjang: Rusia, PKT, Korea Utara, dan Iran

“Saya percaya ini akan menjadi pertemuan penting dan menentukan. Fokus utama adalah pengeluaran militer, serta memastikan NATO memiliki dana dan kapabilitas cukup untuk menghadapi ancaman jangka panjang, bukan hanya dari Rusia, tetapi juga ekspansi militer besar-besaran oleh TPKT, serta fakta bahwa Korea Utara, PKT, dan Iran mendukung perang Rusia-Ukraina,” kata Rutte pada KTT NATO di Den Haag, Belanda, 25 Juni lalu.

Taiwan: Dunia Perlu Melawan Agresi Beijing

Pada 7 Juli, Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, juga memberikan peringatan. Ia menyatakan bahwa: “Hubungan internasional saat ini sangat bergejolak. Kawasan Indo-Pasifik menghadapi tantangan geopolitik yang berat. Terlebih lagi, PKT terus-menerus menantang tatanan internasional berbasis aturan, yang merusak demokrasi, supremasi hukum, HAM, kebebasan, dan bahkan perdagangan yang adil.”

Ia menambahkan bahwa semakin banyak negara kini menunjukkan perhatian nyata terhadap keamanan kawasan Indo-Pasifik, seperti dengan mengirim kapal militer melintasi Selat Taiwan guna menegaskan bahwa perairan itu adalah wilayah internasional.

Taiwan: “Semakin Aman Taiwan, Semakin Aman Dunia”

Lin juga mengkritik PKT karena memelintir Resolusi PBB No. 2758 dan menggunakan UU Anti-Sekesi serta 22 Pasal Anti-Kemerdekaan untuk melancarkan “perang hukum” terhadap Taiwan.

“Semakin aman Taiwan, semakin aman dunia. Semakin tangguh Taiwan, semakin kokoh garis pertahanan demokrasi dunia.”

Taiwan Gelar Latihan Militer Terbesar Tahun Ini

Pada 8 Juli, Kementerian Pertahanan Taiwan mengumumkan bahwa latihan militer Han Kuang ke-41 akan dimulai pada 9 Juli, berlangsung selama 10 hari 9 malam yang digelar 24 jam nonstop. Latihan ini akan mensimulasikan kondisi pertempuran nyata, dengan integrasi penuh antar tiga matra militer Taiwan (darat, laut, dan udara).

Menjelang latihan ini, Kementerian Pertahanan juga melaporkan bahwa sebanyak 20 pesawat militer PKT, termasuk J-16 dan pesawat peringatan dini KJ-500, terpantau beroperasi di sekitar Selat Taiwan. Dari jumlah tersebut, 13 pesawat melintasi garis tengah Selat Taiwan.

Sebagai tanggapan, militer Taiwan segera mengerahkan pesawat tempur, kapal perang, dan sistem rudal pantai untuk melakukan pengawasan dan penanganan intensif terhadap manuver militer PKT. (Hui/asr)

Laporan dari wartawan New Tang Dynasty TV, Tian Xin – dari Amerika Serikat