Selain Garis Hidup yang Sudah Ditakdirkan, Apa Lagi yang Menentukan Hidup Manusia?

EtIndonesia. Banyak orang berkata: “Nasib seseorang telah ditentukan sejak lahir.” Tapi apakah hidup seseorang hanya bergantung pada takdir semata?

Dalam perjalanan hidup, kesuksesan dan kegagalan sering kali memiliki keterkaitan yang erat dan saling berbalas. Memang, pepatah lama mengatakan bahwa nasib manusia sudah ditentukan dari langit, namun di balik itu, masih ada faktor penting lainnya—yakni perilaku, tindakan, dan kebiasaan seseorang dalam menjalani kehidupan. Melakukan kebaikan atau sebaliknya, akan membentuk apa yang disebut “peruntungan” di kemudian hari. Dan ketika “nasib bawaan” dan “peruntungan hasil usaha” digabungkan, terbentuklah apa yang kita kenal sebagai takdir hidup .

Mengapa Memberi Hadiah Bisa Memengaruhi Peruntungan?

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak peristiwa besar yang dirayakan seperti pindah rumah atau pernikahan. Orang-orang pun saling memberi hadiah. Namun tak jarang, setelah memberi atau menerima hadiah, nasib si pemberi atau penerima malah memburuk, atau muncul masalah bertubi-tubi. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Jawabannya ada pada makna simbolik dan kepercayaan di balik barang yang diberikan. Misalnya:

·        Memberi “cangkir” (杯具) secara fonetik mirip dengan kata “tragedi” (悲剧) — bukan pertanda baik.

·        Memberi “selimut” (被子) terdengar seperti “bernasib buruk” (走背字) — juga dianggap membawa sial.

·        Memberi pisau memiliki arti “hubungan terputus” atau konflik.

·        Bahkan memberi lukisan atau kaligrafi, jika digantung di tempat yang salah (misalnya di belakang sofa), juga bisa membawa nasib buruk menurut feng shui.

Dalam hubungan asmara, tidak dianjurkan memberikan sepatu karena “sepatu” (鞋) terdengar mirip dengan “kejahatan” (邪). Demikian pula, tidak pantas memberikan patung Buddha kepada seorang Kristen, bahkan jika itu barang antik. Memberi jam kepada orang tua pun dianggap tidak sopan karena mirip dengan istilah “mengantarkan ke akhir hayat” (送终).

Bagaimana Menyiasatinya?

Anak muda zaman sekarang memang lebih longgar terhadap pantangan semacam ini. Namun jika ingin menghindari makna negatif, biasakan untuk meminta uang simbolis (misalnya satu koin) saat memberikan hadiah. Ini menyiratkan bahwa hadiah tersebut “dibeli” oleh penerima, bukan “diberi” begitu saja, sehingga bisa menghindari pengaruh buruk dari makna kata seperti “jam” atau “payung” (yang terdengar seperti “berpisah”—散).

Hati-hati pula dalam memberikan hadiah kepada lawan jenis. Jangan sembarangan memberi cincin, jam tangan, kalung, atau ikat pinggang, kecuali jika Anda memiliki hubungan khusus seperti pasangan. Karena benda-benda tersebut memiliki makna simbolis untuk “mengikat” seseorang. Sementara buah pir (梨) terdengar mirip dengan kata “berpisah” (离)—sehingga pantang diberikan dalam hubungan romantis.

Hindari juga memberi obat kepada orang sehat atau benda pribadi kepada lawan jenis. Soal warna juga penting:

·        Putih melambangkan kesucian, tetapi juga dikaitkan dengan duka dan kemiskinan dalam budaya Tionghoa.

·        Hitam dianggap warna sial, lambang bencana dan kesuraman.

·        Sebaliknya, merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan dirayakan luas di Tiongkok.

Nama yang Baik, Takdir yang Berubah

Sebagian orang memang lahir dengan nasib baik. Namun jika nama yang diberikan tidak tepat, bisa mengubah arah hidup menjadi penuh rintangan. Sebaliknya, nama yang baik dapat memperkuat keberuntungan seseorang sepanjang hidupnya.

Nama tidak bisa diambil sembarangan. Sebelum memberi nama atau mengganti nama, harus dilakukan analisis terhadap struktur takdir (命局) seseorang, lalu ditentukan elemen keberuntungannya menurut lima unsur (五行)—air, kayu, api, tanah, dan logam. Nama kemudian harus mengandung unsur yang memperkuat elemen keberuntungan tersebut.

Ada yang bertanya, “Nama itu hanya beberapa huruf, tidak bersentuhan langsung dengan tubuh atau bisnis, kenapa bisa berpengaruh begitu besar?”

Jawabannya sederhana: nama membentuk getaran makna dan bunyi, dan melalui proses penyebutan serta penulisan berulang, nama memengaruhi energi seseorang secara halus namun terus-menerus. Kata “api” membuat kita merasa panas, kata “es” memberi kesan dingin—padahal tidak menyentuh tubuh kita secara langsung. Itulah kekuatan makna simbolis dan resonansi emosional dalam kata.

Ilmu Nama: Lebih dari Sekadar Simbol

Dalam ilmu nama, jumlah goresan pada karakter Mandarin serta keseimbangan unsur Yin dan Yang sangat diperhatikan.

·        Angka ganjil melambangkan Yang (kekuatan positif, aktif, maskulin)

·        Angka genap melambangkan Yin (kelembutan, pasif, feminin)

Komposisi nama seseorang menjadi semacam peta hidup—seperti grafik perjalanan hidup. Gabungan antara jumlah goresan, suara, arti, dan getaran simbolis dari setiap huruf membentuk suatu sistem yang dapat berdampak pada kesehatan, keberuntungan, dan relasi dalam hidup seseorang.

Kesalahan dalam memilih nama bisa menyebabkan berbagai hal:

“Hidup penuh tragedi, kehancuran rumah tangga, bisnis bangkrut, penyakit terus-menerus…”

Sebaliknya, nama yang tepat bisa membawa kemuliaan dan keberhasilan. Tak heran jika kata “nama (名)” dan “nasib (命)” memiliki nada suara yang sama dalam bahasa Mandarin. Bahkan “nama dan kehidupan” (姓名 dan 性命) pun terdengar seperti berasal dari akar kata yang sama—mungkin bukan kebetulan?

Takdir Bisa Diubah dengan Perilaku dan Pola Pikir

Kesuksesan atau kegagalan seseorang tidak hanya ditentukan oleh takdir dari langit, tapi juga oleh perilaku dan tindakan kita di kemudian hari. Apakah kita berbuat baik atau jahat? Apakah kita berpikir positif atau negatif?

Faktor-faktor seperti kesempatan, kebiasaan kecil sehari-hari, keputusan-keputusan pribadi, semua terhubung erat dengan hasil hidup kita. Bahkan kesalahan dalam memberi hadiah atau salah memilih nama bisa membawa masalah dalam hidup. Maka dari itu, penting memiliki cara pandang yang benar tentang makna kesuksesan—sebab segalanya bisa berubah hanya karena satu pikiran yang benar di awal.

Penutup: Takdir Ada di Tanganmu Sendiri

Untuk memiliki peruntungan yang baik, kita harus bisa mengambil kendali atas hidup kita sendiri. Termasuk menjaga dan menyeimbangkan feng shui rumah dan tempat kerja, memilih nama dengan tepat, memperhatikan simbolisme dalam tindakan, serta menjalani hidup dengan kesadaran penuh.

Ingatlah:

 “Penyesuaian adalah kunci—dan feng shui ada di sekeliling kita.”

Takdir memang ada, tapi bagaimana kita meresponsnya, itulah yang membentuk kehidupan kita.(jhn/yn)

Melindungi Jantung Anda: Perubahan Gaya Hidup Sederhana untuk Sistem Kardiovaskular yang Lebih Kuat

Pencegahan dan kesadaran adalah kunci untuk menjaga jantung tetap sehat dan kuat

Kuo-Pin Wu

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di kalangan lansia. Namun, dengan memahami faktor risikonya dan mengambil langkah-langkah proaktif, kita dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung serius. Selain berakibat fatal, penyakit jantung juga terkait dengan masalah kesehatan otak seperti Alzheimer, yang membuat upaya pencegahan semakin penting.


Cara Praktis Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Melindungi jantung tidak selalu memerlukan perubahan drastis dalam gaya hidup. Beberapa kebiasaan sederhana namun efektif dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan kardiovaskular:


1. Sikat Gigi Tiga Kali Sehari

Kesehatan mulut sering kali diabaikan dalam kaitannya dengan kesehatan jantung. Namun, menjaga kebersihan mulut yang baik dapat berperan penting dalam mencegah penyakit jantung. Sebuah studi tahun 2020 dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan bahwa orang yang menyikat gigi tiga kali sehari memiliki risiko 10% lebih rendah terkena atrial fibrilasi (irama jantung tidak teratur) dan 12% lebih rendah risiko gagal jantung dibandingkan mereka yang hanya menyikat sekali atau tidak sama sekali.

Penyakit gusi (periodontal) dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Bakteri dari gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah, menyebabkan peradangan dan penumpukan plak di arteri, yang dapat menyebabkan aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), serangan jantung, stroke, dan kondisi serius lainnya.


2. Lakukan Latihan Squat Dalam

Latihan squat dalam dan pengangkatan tumit adalah olahraga sederhana namun efektif yang meningkatkan sirkulasi darah di kaki dan mengurangi gejala insufisiensi vena kronis, termasuk pembengkakan (edema). Latihan ini sangat berguna bagi orang yang memiliki gaya hidup sedentari atau duduk/berdiri terlalu lama.

  • Teknik squat yang benar: Pastikan tubuh bagian atas tetap tegak, dorong pinggul ke belakang, lutut boleh sedikit melewati jari kaki, tapi hindari gerakan berlebihan ke depan.
  • Pengangkatan tumit: Dapat dilakukan sambil duduk atau berdiri. Tahan setiap gerakan selama 10 detik dan ulangi 10–15 kali per sesi.

Sebuah tinjauan sistematis tahun 2022 menunjukkan bahwa latihan penguatan otot 30–60 menit per minggu dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan kematian dini sebesar 10–20%.


3. Lakukan Olahraga Ringan hingga Sedang

Olahraga intensitas ringan hingga sedang seperti jalan cepat, jogging, berenang, dan bersepeda mampu meningkatkan detak jantung dan pernapasan, namun tetap memungkinkan Anda berbicara dengan nyaman. Aktivitas ini memperkuat jantung, meningkatkan sirkulasi, menurunkan tekanan darah, dan mencegah penyakit kronis seperti diabetes.

Lakukan 2–3 sesi per minggu, masing-masing 30 menit.


4. Tambahkan Peregangan, Kalistenik, dan Naik Tangga

  • Peregangan: Membantu sirkulasi tubuh secara menyeluruh. Hanya dengan 10 menit sehari, meregangkan leher, bahu, pinggang, dan kaki bisa meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Radio calisthenics: Gerakan tubuh ritmis yang ringan, bisa dilakukan siapa saja tanpa peralatan. Sangat cocok untuk memulai pagi dan mengatur tekanan darah.
  • Naik tangga: Melatih daya tahan kardiovaskular, memperkuat otot kaki, dan mendukung metabolisme lemak. Namun, bagi lansia atau yang memiliki masalah sendi, disarankan membatasi waktu latihan 5–10 menit per sesi.

5. Waspadai Perubahan Suhu yang Mendadak

Perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan darah yang ekstrem dan berpotensi memicu stroke atau serangan jantung. Ini sangat berbahaya di musim dingin, terutama saat berpindah dari ruangan hangat ke udara dingin atau kamar mandi dingin.

Sebuah studi di Jerman menunjukkan bahwa penurunan suhu luar ruangan sekitar 5,2°F (2,9°C) dalam 24 jam dapat meningkatkan risiko stroke sebesar 11%. Pada orang dengan risiko kardiovaskular, risikonya meningkat hingga 30%.

Contoh situasi berbahaya:

  • Lonjakan tekanan darah saat berada di ruang ganti dingin dan masuk ke kamar mandi dingin.
  • Penurunan tekanan darah drastis saat masuk ke bak mandi panas setelah berada di lingkungan dingin.

Solusi:

  • Hangatkan ruang ganti dan kamar mandi dengan pemanas.
  • Semprot dinding dan lantai kamar mandi dengan air hangat sebelum mandi.
  • Jaga suhu air mandi antara 40–41°C (104–105,8°F) untuk menghindari lonjakan tekanan darah.

6. Pastikan Tidur yang Cukup

Tidur setidaknya 6 jam setiap malam sangat penting untuk kesehatan jantung. Bagi lansia:

  • Usia 60-an: 6 jam cukup
  • Usia 70-an ke atas: 5 jam sudah memadai

Manfaat tidur berkualitas:

  • Menurunkan tekanan darah dan detak jantung
  • Mengurangi risiko aterosklerosis
  • Menstabilkan gula darah dan kolesterol
  • Mengatur hormon stres

7. Kelola Stres dengan Baik

Stres kronis menyebabkan pelepasan hormon kortisol yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Ini bisa memicu pembentukan plak, gangguan irama jantung, serangan jantung, atau stroke.

Cara efektif mengelola stres:

  • Mindfulness dan meditasi (termasuk yoga dan pernapasan dalam)
  • Olahraga rutin
  • Tidur cukup
  • Dukungan sosial (berbicara dengan teman atau konselor)
  • Teknik relaksasi otot progresif dan latihan pernapasan

Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular

Evaluasi menyeluruh sebaiknya mencakup 3 aspek utama:

1. Kondisi Medis

Risiko meningkat jika memiliki:

  • Riwayat penyakit jantung (angina, serangan jantung, kardiomiopati, aritmia, penyakit katup jantung)
  • Hipertensi, diabetes, atau gangguan lemak darah
  • Sindrom metabolik atau obesitas
  • Penyakit akibat aterosklerosis (stroke, penyakit arteri perifer)
  • Riwayat keluarga kematian jantung mendadak

2. Gaya Hidup

Jika memiliki dua atau lebih kebiasaan berikut, perlu evaluasi:

  • Jarang beraktivitas fisik
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Stres tinggi di pekerjaan atau kehidupan pribadi
  • Konsumsi makanan asin atau berbumbu kuat secara berlebihan

3. Gejala Fisik

Waspadai tanda-tanda awal berikut:

  • Sesak napas saat menaiki tangga
  • Nyeri atau rasa sesak di dada
  • Jantung sering berdebar selama sekitar 10 menit
  • Riwayat pingsan atau kehilangan kesadaran
  • Berat badan naik drastis dalam waktu singkat
  • Pembengkakan pada kedua kaki
  • Kehilangan nafsu makan secara tiba-tiba
  • Nyeri yang terus-menerus di bahu, punggung, tenggorokan, atau gigi

6 Jenis Penyakit Kardiovaskular Utama

1. Angina dan Serangan Jantung (Infark Miokard)

  • Penyebab: Penyempitan arteri koroner karena aterosklerosis
  • Gejala: Nyeri dada, rasa ditekan, dan sesak. Dapat menyebabkan kematian mendadak.

2. Aritmia

  • Jenis:
    • Takiaritmia: Detak jantung terlalu cepat (>100 bpm)
    • Bradiaritmia: Terlalu lambat (<50 bpm)
    • Kontraksi prematur: Detak jantung tidak beraturan
  • Risiko:
    • Fibrilasi atrium: Risiko stroke meningkat
    • Fibrilasi ventrikel: Risiko kematian mendadak

3. Diseksi Aorta

  • Penyebab: Robekan pada dinding pembuluh aorta karena tekanan darah tinggi atau penuaan
  • Gejala: Nyeri mendadak di dada atau punggung, pingsan, fluktuasi tekanan darah

4. Gagal Jantung

  • Penyebab: Jantung melemah dan tidak mampu memompa darah
  • Gejala: Pembengkakan di kaki, sesak napas, kelelahan, nyeri dada

5. Penyakit Katup Jantung

  • Jenis:
    • Stenosis: Katup tidak terbuka sempurna
    • Regurgitasi: Katup bocor
  • Gejala: Jantung bekerja lebih keras, menimbulkan sesak, palpitasi, kelelahan

6. Kardiomiopati

  • Jenis:
    • Hipertrofik: Penebalan otot jantung
    • Dilatasi: Pelebaran otot jantung, melemahkan kontraksi
  • Gejala: Sesak, lelah, pusing, penumpukan cairan

Kesimpulan

Menerapkan perubahan gaya hidup sederhana dan efektif dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Mulai dari olahraga teratur, manajemen stres, tidur yang cukup, hingga menjaga kebersihan mulut—semua ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Bagikan artikel ini untuk membantu orang lain mengambil langkah proaktif menjaga jantung mereka. Jangan lupa konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi pribadi Anda.

Pandangan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times. Epoch Health menyambut diskusi profesional dan debat yang sehat.

Roti Vs Minuman Berkarbonasi : Bagaimana Gula yang Berbeda Memengaruhi Tubuh Anda

Pakar diabetes dan obesitas Dr. Jason Fung mengungkap bahwa tidak semua gula diciptakan sama.

Kita sering menganggap gula sebagai kristal putih yang kita aduk ke dalam kopi atau taburkan di atas makanan penutup. Namun, gula hadir dalam berbagai bentuk—dan beberapa jenis yang paling berbahaya tersembunyi dalam makanan sehari-hari yang tidak Anda curigai.

Dr. Jason Fung, seorang dokter dan spesialis ginjal, menjelaskan dalam acara “Vital Signs” di Epoch TV bahwa bahaya sebenarnya dari gula bukan terletak pada seberapa manis rasanya—melainkan bagaimana gula itu berperilaku di dalam tubuh. Ia mengatakan bahwa fruktosa, jenis gula yang ditemukan dalam buah dan makanan olahan, dapat diam-diam berkontribusi pada penyakit hati berlemak, obesitas, dan diabetes tipe 2, bahkan jika fruktosa tersebut tidak langsung menyebabkan lonjakan gula darah yang mencolok.


Jenis-Jenis Gula yang Berbeda

Setiap jenis gula memengaruhi tubuh kita dengan cara yang berbeda. Mengetahui berbagai jenis gula membantu kita membuat pilihan diet yang cerdas, mengelola kadar gula darah, dan meraih manfaat kesehatan secara optimal.

Glukosa

Glukosa ditemukan dalam pati dan karbohidrat seperti roti, nasi, dan kentang. Tubuh Anda menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Glukosa meningkatkan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan jenis gula lainnya, merangsang pelepasan insulin, dan langsung digunakan oleh sel-sel tubuh. Namun, kelebihan glukosa akan diubah menjadi glikogen dan disimpan di otot atau hati sampai dibutuhkan kembali oleh tubuh.

Glukosa adalah gula sederhana (monosakarida), yang berarti hanya terdiri dari satu unit gula dan tidak bisa dipecah lebih lanjut. Karena sudah dalam bentuk paling sederhana, glukosa bisa langsung diserap oleh usus kecil ke dalam aliran darah dan segera digunakan oleh tubuh untuk energi.

Fruktosa

Fruktosa juga merupakan monosakarida. Ini adalah gula yang terdapat dalam buah, madu, agave, dan umbi-umbian. Namun, jangan langsung menganggap fruktosa selalu sehat karena fruktosa juga sering ditambahkan ke makanan olahan seperti sirup jagung fruktosa tinggi (high-fructose corn syrup).

Meskipun fruktosa langsung diserap ke aliran darah, peningkatan kadar gula darah terjadi lebih lambat dan tidak memicu lonjakan insulin secepat glukosa. Dr. Fung menyatakan bahwa fruktosa justru memiliki dampak kesehatan jangka panjang yang lebih serius karena bagaimana cara tubuh memetabolismenya di hati.

Menurut Fung, hati harus mengubah fruktosa menjadi glukosa untuk digunakan sebagai energi. Jika tubuh tidak membutuhkan energi pada saat itu, maka fruktosa akan disimpan sebagai lemak. Terlalu banyak fruktosa dapat menyebabkan penumpukan lemak yang berlebihan, memberi tekanan pada hati, dan memicu masalah kesehatan seperti penyakit hati berlemak, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Sukrosa

Sukrosa adalah karbohidrat alami yang ditemukan dalam buah dan sayur. Namun, sukrosa juga merupakan komponen utama dalam gula meja, sebagian besar makanan olahan, dan minuman manis termasuk soda, permen, sereal, es krim, dan lainnya.

Perbedaan terbesar antara sukrosa dan gula lainnya adalah bahwa sukrosa terdiri dari fruktosa dan glukosa, sehingga disebut disakarida (dua monosakarida yang terhubung). Oleh karena itu, sukrosa harus dipecah terlebih dahulu menjadi glukosa dan fruktosa selama proses pencernaan.

Setelah sukrosa dipecah, tubuh harus menggunakan atau menyimpan baik glukosa maupun fruktosa. Karena glukosa akan digunakan terlebih dahulu sebagai energi, maka fruktosa kemungkinan besar akan disimpan sebagai lemak. Dr. Fung menekankan bahwa jika Anda mencoba mengurangi konsumsi fruktosa, Anda juga perlu waspada terhadap sukrosa karena setelah dicerna, Anda mungkin berakhir dengan lebih banyak fruktosa dari yang seharusnya.


Apakah Semua Gula Buruk? Apakah Sumbernya Penting?

Tidak semua gula harus dihindari. Dr. Fung, penulis buku The Diabetes Code, mengatakan bahwa yang penting adalah sumbernya. Meski fruktosa dalam buah dan dalam sirup jagung secara kimiawi sama, jumlahnya sangat berbeda. Sebagai contoh, sebuah apel mengandung jauh lebih sedikit fruktosa dibandingkan sekaleng Coca-Cola.

Fung juga mencatat bahwa orang cenderung mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat secara berlebihan seperti soda dan makanan manis—yang nilai gizinya sangat rendah—tetapi jarang makan buah dan sayur secara berlebihan, yang justru kaya akan nutrisi penting dan lebih mengenyangkan.


Mengukur Kadar Gula Darah: Apa yang Perlu Diketahui

Bagaimana Anda tahu apakah kadar gula darah Anda berada dalam kisaran yang baik? Umumnya, dokter akan memeriksa menggunakan metode indeks glikemik. Namun, Fung menyoroti bahwa metode ini memiliki keterbatasan.

Indeks glikemik mengukur kadar gula darah setelah makan. Setiap makanan diberi skor antara 0 hingga 100—semakin tinggi angkanya, semakin besar peningkatan gula darah. Tetapi, Fung mencatat bahwa indeks ini hanya mengukur glukosa, bukan jenis gula lain seperti fruktosa. Padahal, minuman seperti Coca-Cola tinggi fruktosa, bukan glukosa.

“Jadi, ketika Anda mengukur glukosa darah, kadar glukosa Anda akan naik lebih tinggi jika Anda makan sepotong roti dibandingkan minum Coca-Cola. Tapi itu tidak berarti Coca-Cola lebih sehat,” kata Fung.

Hanya melacak kadar glukosa darah dapat menyebabkan konsumsi gula berlebih dari sumber lain, seperti fruktosa dan sukrosa, yang justru membebani hati.

“Hati harus mengubah fruktosa menjadi glukosa atau lemak, dan itu bisa menyebabkan hati berlemak serta memicu resistensi insulin,” kata Fung, merujuk pada kondisi diabetes tipe 2, ketika sel-sel tubuh tidak bisa lagi menyerap glukosa dengan baik.


Pentingnya Glukosa untuk Tubuh

Memantau kadar glukosa darah saja bisa membuat Anda terlalu membatasi asupan glukosa, yang justru dapat berdampak negatif.

Dalam beberapa kasus, glukosa sebenarnya baik bagi tubuh karena digunakan sebagai energi.

“Semua sel dalam tubuh Anda bisa menggunakan glukosa,” ujar Fung. “Otak, jantung, hati, ginjal semuanya bisa memanfaatkannya.”

Sementara itu, fruktosa—meski tidak meningkatkan kadar gula darah seperti glukosa—tidak bisa langsung digunakan tubuh sebagai energi seefektif glukosa dari makanan seperti roti.


Lonjakan dan Penurunan Gula

Meskipun glukosa bermanfaat, terlalu banyak glukosa bisa merusak kesehatan, seperti yang terjadi pada resistensi insulin.

Fung menyarankan agar berhati-hati terhadap karbohidrat, terutama yang sangat diproses seperti roti putih. Makanan seperti ini akan menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat dibandingkan sumber alami seperti sayur.

“Makanan yang diproses halus lebih mudah diserap oleh tubuh, sehingga Anda mengalami lonjakan yang sangat cepat,” kata Fung.

Lonjakan gula yang cepat bisa merusak kesehatan dan menyebabkan crash atau penurunan drastis. Setelah lonjakan, kadar gula turun di bawah titik awal, yang disebut hipoglikemia dan disertai gejala tidak menyenangkan seperti gemetar, lapar, dan berkeringat.


Waspadai Makanan yang Bersifat Adiktif

Makanan olahan bisa membuat ketagihan dan menyebabkan konsumsi gula berlebihan. Karbohidrat yang sangat diproses memicu pelepasan dopamin di otak, dan peningkatan dopamin yang berulang ini melatih otak untuk terus menginginkannya.

Fung menyarankan untuk menghindari makanan adiktif bahkan dalam jumlah kecil dan mengatakan pilihan terbaik adalah menghilangkannya sepenuhnya.


Daftar Periksa Karbohidrat

Bagaimana Anda tahu karbohidrat mana yang layak dikonsumsi?

Dr. Fung menyarankan untuk bertanya pada diri sendiri:

  • Apakah karbohidrat ini mudah atau lambat dicerna?
  • Apakah ini ultraprocessed (seperti roti kemasan, pasta), atau sumber alami (sayuran)?
  • Apakah mengandung bahan tambahan seperti MSG atau pewarna makanan?
  • Apakah kadar gulanya tinggi, terutama fruktosa?

Pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu Anda membedakan antara makanan olahan dan makanan utuh.


Olahraga untuk Menghilangkan Gula Berlebih dari Tubuh

Selain menghindari karbohidrat olahan dan memilih makanan alami, Fung menyarankan olahraga sebagai cara hebat untuk membakar kelebihan gula. Saat Anda berolahraga, tubuh menggunakan glukosa sebagai energi.

Namun, pola makan tetap lebih penting.

“Masalahnya, bagi kebanyakan orang, jumlah olahraga yang mereka lakukan tidak cukup untuk mengimbangi pola makan,” kata Fung.

Contohnya, setelah berolahraga, banyak orang menghadiahi diri mereka dengan es krim—padahal kandungan gula dalam es krim jauh lebih besar daripada yang dibakar selama olahraga. Ia juga memperingatkan bahaya minuman olahraga seperti Gatorade karena kandungan gulanya tinggi.



Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times. Epoch Health menyambut diskusi profesional dan perdebatan sehat.

Tentara Pakistan Membunuh 30 Militan yang Mencoba Menyeberang dari Afghanistan

EtIndonesia. Tentara Pakistan mengatakan pada hari Jumat (4/7) bahwa mereka telah membunuh 30 militan yang mencoba menyeberangi perbatasan dari Afghanistan selama tiga hari terakhir, setelah 16 tentara Pakistan tewas dalam serangan bunuh diri di wilayah perbatasan yang sama minggu lalu.

Militan tersebut adalah anggota Taliban Pakistan atau kelompok afiliasinya, kata militer dalam sebuah pernyataan, menuduh musuh bebuyutan India mendukung mereka.

“Pasukan keamanan menunjukkan profesionalisme, kewaspadaan, kesiapan yang luar biasa, dan mencegah potensi bencana,” katanya.

“Sejumlah besar senjata, amunisi, dan bahan peledak juga ditemukan,” tambah pernyataan itu.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memuji pasukan keamanan karena “menggagalkan upaya penyusupan”.

Pembunuhan itu terjadi di distrik perbatasan Waziristan Utara, tempat 16 tentara Pakistan tewas minggu lalu dalam serangan bunuh diri yang diklaim oleh faksi Taliban Pakistan.

Pernyataan perdana menteri Pakistan itu juga menuduh India mengobarkan militansi di Pakistan. Islamabad juga secara rutin menyalahkan tetangga baratnya, Afghanistan, karena membiarkan kelompok militan beroperasi di wilayahnya.

Rusia menjadi negara pertama yang mengakui pemerintahan Taliban Afghanistan

Sementara itu, Rusia menjadi negara pertama yang mengakui Taliban sebagai pemerintahan yang sah di Afghanistan.

Rusia telah menerima surat kepercayaan duta besar baru Afghanistan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun hubungan persahabatan dengan otoritas Taliban di negara itu, yang merebut kekuasaan saat pasukan Amerika Serikat menarik diri dari negara itu empat tahun lalu.

“Kami percaya bahwa tindakan pengakuan resmi terhadap pemerintah Emirat Islam Afghanistan akan memberikan dorongan bagi pengembangan kerja sama bilateral yang produktif antara negara kita di berbagai bidang,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (3/7). (yn)

Perempuan yang Makan Cepat Cenderung Punya 2 Jenis Takdir – Bukan Sekadar Takhayul

EtIndonesia. Tiga kali makan dalam sehari mungkin terdengar seperti rutinitas paling biasa. Namun, pernahkah kamu memperhatikan perempuan di sekitarmu yang makannya selalu cepat? Tampaknya, pola hidup mereka sering kali memiliki kemiripan satu sama lain. Ada anggapan bahwa kebiasaan makan seseorang bisa mencerminkan kepribadian dan bahkan nasib hidupnya. Sekilas terdengar seperti takhayul, padahal sebenarnya tersimpan rahasia tersembunyi. 

Perempuan yang makan dengan cepat biasanya akan menuju salah satu dari dua jenis nasib dalam hidupnya. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan faktor psikologi, tetapi juga berhubungan erat dengan pola hidup mereka—dan ini bukan mitos belaka.

Takdir Pertama: Ritme Hidup Cepat, Semangat Kerja Luar Biasa

Banyak perempuan yang makan dengan cepat memiliki karakter yang lugas dan serba cepat. Mereka hidup dalam tempo yang tinggi dan biasanya penuh semangat dalam mengejar karier.

Menurut ilmu psikologi perilaku, kecepatan makan seseorang sangat berkaitan dengan gaya kerjanya. Mereka yang makan cepat cenderung memiliki kepribadian yang terburu-buru dan sangat menghargai efisiensi. Sifat ini terbawa pula dalam kehidupan sehari-hari dan juga pekerjaan. Dalam dunia modern yang serba cepat ini, waktu adalah uang. Perempuan semacam ini sangat paham bagaimana memanfaatkan setiap detik, dan tak ingin terlalu banyak waktu terbuang hanya untuk makan.

Misalnya saja, saat jam makan siang di hari kerja, mereka bisa menghabiskan makanan dalam waktu 10 menit saja, demi bisa kembali fokus pada tugas-tugas kantor. Ambil contoh tokoh perempuan sukses seperti Dong Mingzhu, pemimpin perusahaan Gree di Tiongkok. DIa dikenal karena gaya kepemimpinannya yang tegas dan efisien. Konon, dia juga termasuk orang yang makannya cepat, dan ini mencerminkan karakternya yang berani dan fokus dalam memimpin perusahaannya menuju puncak kejayaan.

Hasil survei menunjukkan bahwa lebih dari 60% perempuan sukses di dunia kerja memiliki kebiasaan makan cepat. Mereka membawa kebiasaan efisien ini ke dalam aktivitas profesional—tidak menunda pekerjaan, cepat mengambil keputusan, dan selalu siap dengan tindakan. Namun, pola hidup seperti ini juga punya risiko. Terlalu sering makan dengan cepat bisa menyebabkan masalah pencernaan dan membebani kerja lambung. Selain itu, hidup yang terus berada dalam tekanan tinggi akan menambah beban psikologis, membuat seseorang lupa menikmati keindahan kecil dalam hidup.

Jadi, meskipun makan cepat bisa menjadi tanda perempuan pekerja keras yang sukses, mereka tetap perlu belajar untuk sesekali memperlambat langkah, agar tubuh tetap sehat dan hidup tetap seimbang.

Takdir Kedua: Rentan Cemas, Kekurangan Rasa Aman dalam Hidup

Di sisi lain, ada juga sebagian perempuan yang makan cepat karena dorongan dari dalam—yakni kecemasan dan rasa tidak aman dalam batin mereka.

Dalam dunia psikologi, kecepatan makan sering kali menjadi cerminan dari kondisi emosional seseorang. Ketika seseorang sedang cemas atau berada dalam tekanan, sistem saraf simpatik akan aktif, membuat tubuh masuk ke mode siaga, dan hal ini memicu seseorang makan lebih cepat tanpa sadar. Banyak perempuan yang menghadapi tekanan hidup—entah karena beban ekonomi, konflik dalam keluarga, atau masalah lainnya—mengalami kegelisahan dalam hati, sehingga saat makan pun mereka tidak bisa tenang dan menikmati makanan.

Seperti karakter Meg dalam novel Little Women, yang saat keluarganya mengalami kesulitan ekonomi, sering kali hanya sempat menyantap beberapa suap makanan sebelum buru-buru kembali bekerja. Kecepatan makannya mencerminkan kecemasan yang terus membayangi kesehariannya.

Dalam kehidupan nyata, banyak ibu rumah tangga pun mengalami hal serupa. Mereka harus membagi waktu antara mengurus anak, mengatur rumah, dan mengurus kebutuhan keluarga. Saat makan, mereka khawatir anak akan rewel, pekerjaan rumah belum selesai, dan tanpa sadar mempercepat waktu makan. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, bukan hanya tubuh yang terkena dampaknya, tetapi juga akan memperburuk kondisi mental. Cemas menjadi semakin parah, dan tubuh pun kelelahan.

Perempuan seperti ini perlu menyadari bahwa kondisi emosional mereka patut diperhatikan. Belajarlah untuk rileks, memberi waktu bagi diri sendiri untuk bernapas, dan temukan kembali rasa aman dalam batin. Dengan begitu, gaya hidup yang tidak sehat ini bisa diperbaiki secara bertahap.

Penutup

Sepele memang, hanya soal kecepatan makan. Tapi, siapa sangka hal ini dapat menjadi cerminan kondisi hidup seseorang, bahkan memengaruhi arah nasibnya. Perempuan yang makan cepat biasanya menuju dua jalur: menjadi pribadi kuat yang sukses dalam karier, atau menjadi sosok yang terus-menerus dilanda kecemasan dan kehilangan ketenangan batin.

Namun, ini bukan takdir yang ditentukan oleh langit atau mitos semata. Ini adalah hasil kombinasi antara kebiasaan dan kepribadian. Jika kamu termasuk perempuan yang makan dengan cepat, cobalah tanyakan pada dirimu sendiri: kamu termasuk yang mana?

Jika kamu sedang berjuang mengejar impian dan karier, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan tubuhmu. Namun jika kamu merasa hidupmu dipenuhi rasa cemas, cobalah untuk melambat sejenak dan berdamai dengan dirimu sendiri. Sebab dalam perjalanan panjang bernama kehidupan ini, yang berjalan perlahan namun mantaplah yang bisa menikmati lebih banyak pemandangan indah.(jhn/yn)

Induk Beruang Membawa Dua Anaknya  Berenang Menyeberangi Waduk, Saksi Mata : Menakjubkan

0

EtIndonesia. Seorang pria di Amerika Serikat menyaksikan momen mengharukan saat seekor induk beruang membawa dua anaknya menyeberangi sebuah waduk dengan berenang di negara bagian Massachusetts. Ia menganggap pemandangan ini sungguh menakjubkan.

Pria tersebut bernama Izzy Drost. Dalam unggahan di Facebook baru-baru ini, ia menceritakan bahwa ia dan temannya pergi memancing di Waduk Quabbin (Quabbin Reservoir) yang terletak di New Salem, ketika tiba-tiba mereka melihat beruang-beruang itu muncul di permukaan air.

Drost menulis, “Teman saya mengajak saya memancing ke Waduk Quabbin. Tiba-tiba kami melihat seekor induk beruang membawa dua anak beruang kecil berenang melintasi permukaan air menuju sebuah pulau kecil. Itu benar-benar pemandangan yang membuat takjub.”

Ia juga membagikan beberapa klip video pendek yang ia rekam. Video tersebut mungkin merupakan rekaman satwa liar terbaik yang pernah ia ambil.

Menurut laporan WBZ-TV pada 30 Juni, para ahli menyatakan bahwa beruang hitam mampu berenang di air tawar sejauh setidaknya 2,4 kilometer. Departemen Perikanan dan Satwa Liar Massachusetts menyarankan masyarakat untuk menjaga jarak aman saat mengamati beruang.

Para ahli juga memberikan saran penting jika bertemu beruang dalam jarak dekat:

  • Tetap tenang.
  • Jangan berlari atau memanjat pohon.
  • Mundur perlahan.
  • Pastikan beruang memiliki jalur aman untuk pergi.
  • Jika diserang, lawan balik.

Selain itu, pada tahun 2017, seorang pria lainnya juga berhasil merekam adegan serupa di negara bagian Alaska: seekor induk beruang membawa dua anaknya berenang di danau.

Menurut laporan majalah National Geographic, pria bernama David Roseman ini bekerja paruh waktu di Taman Negara Bagian Wood-Tikchik di barat daya Alaska. Ia menyaksikan dengan jelas seekor induk beruang mengayuh kuat dengan kaki belakangnya sambil membawa dua anak beruang kecil yang baru berusia beberapa bulan berenang ke tepi danau.

Ia mengatakan saat itu ia sedang mengemudikan perahu kecil untuk mengantarkan bahan bakar ke sebuah pondok ketika melihat beruang di kejauhan sedang berenang. Ia berada sekitar 27 meter  dari beruang tersebut.

Roseman menyebutkan bahwa ia telah bekerja di taman itu selama 21 tahun, namun belum pernah melihat pemandangan seekor induk beruang menggendong anaknya menyeberangi danau.

Ia menambahkan bahwa induk beruang itu berenang dari sebuah pulau kecil di Danau Aleknagik menuju tepi daratan, dengan jarak kurang dari 366 meter  dari seberang. (asr)

Aksi Gila di Moskow! Para Jenderal Putin Berguguran Dipenggal, Perang Diam-diam Makin Panas!

EtIndonesia. Dalam 12 jam terakhir, rangkaian kabar mengejutkan datang bertubi-tubi dari medan perang Rusia-Ukraina, menandai eskalasi baru yang mengejutkan banyak pihak. Ukraina, yang selama ini dikenal sebagai pihak yang lebih banyak bertahan, kini justru mengadopsi strategi serangan ofensif ala Israel. Hasilnya, sejumlah jenderal dan perwira tinggi Rusia tewas dalam waktu berdekatan, hingga menimbulkan keguncangan besar di tubuh militer dan intelijen Kremlin.

Ledakan di Jantung Moskow, Operasi Rahasia Ukraina “Tiger’s Den Extraction 2.0”

Pada Selasa, 2 Juli 2025, pusat kota Moskow dikejutkan ledakan besar yang disusul kobaran api melahap sedikitnya dua mobil. Insiden tersebut, menurut sejumlah media Rusia, merupakan operasi intelijen Ukraina bertajuk “Tiger’s Den Extraction 2.0”. Operasi ini menargetkan dan berhasil menewaskan Mayor Jenderal Alexey Komkov, Kepala Direktorat Kelima Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB). Direktorat Kelima dikenal sebagai otak kontra-intelijen Rusia yang membidik wilayah negara-negara eks Uni Soviet (CIS).

Lebih dari sekadar kehilangan pejabat senior, insiden ini menjadi bukti nyata bahwa operasi Ukraina kini telah menembus jantung pertahanan Moskow. Banyak pengamat militer menilai, fase “operasi militer khusus” Rusia yang semula menyasar Kiev, kini berbalik arah, dan Moskow menjadi titik terpanas dalam perang bayangan yang kian nyata.

Strategi “Pemenggalan” Gaya Israel: Komandan Armada Laut Hitam dan Jenderal Rusia Tewas

Dalam sepekan terakhir, pola serangan Ukraina sangat mencolok. Dengan memanfaatkan intelijen presisi dan sistem senjata mutakhir seperti HIMARS buatan Amerika Serikat, Ukraina melancarkan serangkaian serangan yang secara khusus menargetkan para perwira tinggi dan fasilitas vital Rusia.

Pada hari yang sama dengan insiden Moskow, pasukan Ukraina menyerang pangkalan Armada Laut Hitam Rusia di Krimea. Laksamana Muda Akhmetov, sang komandan, tewas akibat hantaman roket HIMARS. Pangkalan yang menjadi markas rahasia itu luluh lantak, kobaran api menyelimuti kawasan, dan hampir tidak ada korban yang selamat.

Korban lain adalah Mayor Jenderal Mikhail Gudkov —Wakil Panglima Angkatan Laut Rusia—beserta wakilnya Kolonel Nariman Shikhaliyev. Gudkov, yang sempat dinobatkan sebagai “Pahlawan Federasi Rusia” karena kiprahnya di medan tempur, juga pernah diperintahkan melakukan eksekusi tawanan perang Ukraina, sehingga oleh Kiev, ia dinyatakan sebagai penjahat perang kelas berat.

Dalam waktu singkat, Ukraina juga menggempur pangkalan militer Rusia di Kursk. Dengan satu serangan HIMARS, sekitar 10–20 perwira tinggi Rusia dikabarkan tewas. Skala dan presisi serangan inilah yang membuat banyak analis membandingkan strategi Ukraina dengan pola operasi militer Israel.

Struktur Pangkat Rusia dan Kematian Perwira Tiongkok

Muncul pertanyaan di kalangan publik: mengapa Komandan Armada Laut Hitam berpangkat letnan jenderal, namun Wakil Panglima Angkatan Laut hanya mayor jenderal? Dalam sistem militer Rusia, hal ini wajar. Posisi Wakil Panglima biasanya diisi lebih dari satu perwira, dengan pangkat berbeda—tergantung senioritas dan pengalaman. Sedangkan komandan armada besar seperti Armada Laut Hitam, minimal setara letnan jenderal.

Terungkap pula, dalam salah satu serangan, seorang perwira tinggi militer Tiongkok yang diam-diam bertugas di medan Rusia-Ukraina ikut tewas. Menurut Kepala Direktorat Intelijen Ukraina, Kyrylo Budanov, operasi semacam ini dirancang khusus untuk menghancurkan inti militer dan jaringan intelijen Rusia secara sistematis.

Sasaran Berikutnya: Gudang Amunisi, Logistik, dan Serangan ke Sasaran Sipil

Tak hanya perwira tinggi, sasaran serangan Ukraina kini meluas ke gudang amunisi, fasilitas minyak, dan pusat logistik Rusia. Gudang amunisi Rusia di Khartsyzk hancur lebur, ledakannya menerangi langit malam, dan membuat pasokan logistik Rusia di garis depan putus total. Serangan berikutnya menghantam pusat amunisi lain dengan daya ledak yang oleh saksi diibaratkan seperti “bom nuklir mini”.

Pada 2 Juli 2025, serangan drone bunuh diri Ukraina mencapai kantor pemerintah di Izhevsk, Rusia. Puluhan pegawai pemerintah dilaporkan terluka. Drone ini diyakini memiliki jangkauan lebih dari 1.500 kilometer dan dibekali sistem navigasi AI mutakhir, sehingga mampu menghindari sistem pertahanan udara tercanggih Rusia seperti S-400 maupun S-500.

Operasi Pemburuan “Pengkhianat Ukraina” dan Infiltrasi Mata-mata FSB

Sumber internal Rusia menyebut, Ukraina kini juga memburu para kolaborator di wilayah Ukraina Timur yang diduduki Rusia. Mantan wali kota Lugansk yang ditunjuk Moskow, misalnya, tewas akibat bom di jalan raya, jasadnya tergeletak dan fotonya tersebar luas sebagai pesan intimidasi keras.

Di sisi lain, Ukraina juga membasmi “musuh dalam selimut” di tubuh militernya sendiri. Seorang mayor Angkatan Udara Ukraina, yang ternyata agen FSB Rusia, baru-baru ini ditangkap setelah ketahuan membocorkan koordinat bandara dan logistik Ukraina. Ia kini menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Keterlibatan Korea Utara dan Tiongkok: Aliansi Baru Kremlin

Dalam wawancara 1 Juli 2025, Kepala Intelijen Ukraina, Budanov membeberkan kerja sama militer Rusia-Korea Utara. Pyongyang kini mengoperasikan sistem pertahanan udara Pantsir-S1 buatan Rusia, lengkap dengan pelatihan dari militer Rusia. Sebagai balasan, Korea Utara disebut siap mengirim tambahan 30.000 tentara ke Ukraina, bahkan telah ada modifikasi pesawat angkut Rusia untuk mobilisasi massal tentara Korea Utara, ditargetkan tiba pada Agustus.

Meski tahun lalu pasukan Korea Utara mengalami korban jiwa hingga 40%, Kim Jong Un terus mengirimkan tentaranya demi bayaran per kepala, transfer teknologi, dan pengalaman tempur. Kini, justru jumlahnya makin bertambah.

Budanov juga mengungkap adanya tentara Tiongkok—bukan hanya warga sipil—yang dikirim untuk belajar perang di garis depan, bahkan Rusia dikabarkan sedang melatih ratusan tentara Tiongkok di pangkalan militer mereka.

Amerika Serikat Bantah Hentikan Bantuan Militer

Di tengah eskalasi, rumor soal Amerika Serikat menghentikan bantuan senjata ke Ukraina merebak dan sempat memicu kegelisahan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tammy Bruce, segera membantah: “Amerika tidak pernah menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina.” Ia menegaskan, audit yang dilakukan hanyalah prosedur standar untuk memastikan stok persenjataan AS tetap aman.

Presiden Zelenskyy juga menekankan bahwa komunikasi dengan AS tetap intensif. Bantuan berikutnya, termasuk jet tempur F-16 dan rudal AIM-120 generasi terbaru, sedang dipersiapkan dengan nilai mencapai 300–500 juta dolar AS.

Sistem HIMARS, yang terbukti efektif, tetap jadi andalan. Di sisi lain, Donald Trump dikabarkan belum menyerah dalam upaya mencari terobosan perdamaian. Pada hari ini, Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa ia akan segera mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Menariknya, pagi tadi beredar video yang memperlihatkan Putin menghadiri sebuah forum, namun ia tiba-tiba berpamitan dan berkata kepada peserta, “Saya harus pergi, supaya Trump tidak menunggu terlalu lama di telepon.” (***)

Rusia Luncurkan 550 Pesawat Nirawak, 11 Rudal ke Kyiv dalam Serangan Terbesar Sejak Dimulainya Perang

EtIndonesia. Rusia menyerang Kyiv dengan pesawat nirawak dalam serangan sepanjang malam, melukai sedikitnya 23 orang, merusak infrastruktur kereta api, dan membakar gedung-gedung serta mobil-mobil di seluruh kota, kata pihak berwenang di ibu kota Ukraina pada Jumat pagi (4 Juli).

Peringatan serangan udara berlangsung lebih dari delapan jam saat Rusia meluncurkan total 539 pesawat nirawak dan 11 rudal yang menargetkan wilayah Ukraina, kata Angkatan Udara Ukraina.
Serangan itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan udara Rusia di Kyiv yang telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir dan termasuk beberapa serangan paling mematikan dalam perang di kota berpenduduk tiga juta orang itu.

Perusahaan kereta api milik negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, operator kereta api terbesar di negara itu, mengatakan di Telegram bahwa serangan terhadap Kyiv merusak infrastruktur kereta api di kota itu, mengalihkan sejumlah kereta penumpang, dan menyebabkan penundaan.

“Target utama serangan itu adalah ibu kota Ukraina, kota Kyiv!” kata Angkatan Udara dalam sebuah postingan di aplikasi pesan Telegram.

Empat belas korban luka dirawat di rumah sakit, kata Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko di Telegram. Kerusakan tercatat di enam dari 10 distrik Kyiv di kedua sisi Sungai Dnipro yang membelah kota itu dan puing-puing pesawat nirawak yang jatuh membakar fasilitas medis di distrik Holosiivskyi yang rindang, kata Klitschko.

Tymur Tkachenko, kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, memperingatkan warga untuk menutup jendela mereka karena kadar “produk pembakaran” yang berbahaya di udara.

“Rusia, negara teroris, telah mendatangkan malapetaka,” tulis Tkachenko di Telegram. “Rusia tidak membawa apa pun kecuali teror dan pembunuhan. Itu fakta.”

Video media sosial menunjukkan orang-orang berlarian mencari tempat berlindung, petugas pemadam kebakaran memadamkan api dalam kegelapan dan bangunan-bangunan yang hancur dengan jendela dan fasad hancur.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan telah menghancurkan 478 senjata udara yang diluncurkan Rusia semalam. Serangan udara musuh tercatat di delapan lokasi di seluruh negeri dengan sembilan rudal dan 63 pesawat nirawak, tambahnya.

Kamis malam, penembakan Rusia menewaskan lima orang di dan dekat Kota Pokrovsk di Ukraina timur, target utama serangan Rusia selama berbulan-bulan, kata Ukraina.

Kedua belah pihak membantah menargetkan warga sipil dalam perang yang dilancarkan Rusia dengan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, ribuan warga sipil tewas dalam konflik tersebut, sebagian besar dari mereka adalah warga Ukraina.(yn)

Menyaksikan Langsung Anak Perempuan 13 Tahun Kecanduan HP, Baru Kusadari: Yang Merusak Anak Sebenarnya Bukan HP, Tapi…

EtIndonesia. Putriku kini berusia 13 tahun. Sejak kecil, dia selalu menjadi anak yang membuat kami tenang—penurut, dewasa, tidak menyusahkan.

Namun entah kenapa, perubahan besar terjadi seperti dalam semalam. Dari anak manis yang patuh menjadi remaja yang memberontak dan emosional. Dan semua ini… berawal dari ponsel.

Aku pertama kali menyadari anakku mulai kecanduan HP di akhir semester lalu.

Suatu malam, aku bangun untuk ke toilet dan tanpa sengaja melihat ada cahaya samar dari celah pintu kamarnya. Aku mendekat dan menempelkan telinga. Ternyata dia sedang main game. Jam 2 dini hari! Padahal ujian akhir sudah di depan mata!

Dengan marah, aku membuka pintu dan langsung membentaknya: “Kamu tahu ini jam berapa?! Apa HP itu lebih penting dari tidur? Apa kamu gak niat sekolah lagi?! Sudah berapa kali Mama bilang?!”

Dia terkejut, langsung menurunkan HP-nya dan menangis sambil berkata: “Maaf, Ma… Ini baru pertama kalinya, tadi gak sadar waktu. Aku janji gak akan ulangi lagi…”

Melihat penyesalannya, aku tak tega memperpanjang. Aku hanya menasihatinya agar lebih fokus belajar demi masuk sekolah unggulan.

Tapi aku tidak tahu… ini baru awal dari bencana.

Beberapa hari kemudian, guru wali kelas mengirim pesan pribadi—mengeluh karena anakku sering mengantuk di kelas, tugasnya tidak serius, dan nilai turun drastis.

Aku pun mulai waspada dan memperhatikannya diam-diam. Hasilnya sangat mengecewakan: dia bersembunyi di balik selimut untuk main game tengah malam. Kadang berdalih “mencari materi”, padahal scroll video pendek selama berjam-jam.

Akhirnya, aku menyita HP-nya dan memutuskan mengawasi ketat setiap kali dia harus menggunakannya untuk belajar.

Tapi yang terjadi justru ledakan emosional dari anakku: “Apa-apaan Mama?! Balikin HP aku! Mama gila, ya?! Aku gak mau sekolah lagi kalau Mama kayak gini!”

Suamiku yang juga emosi langsung memukulnya dengan tongkat jemuran. Kami pikir dengan ketegasan, dia akan sadar. Tapi yang terjadi adalah: dia mulai memberontak dalam diam.

Setiap hari, dia mengurung diri di kamar. Di sekolah, guru mengeluh soal sikapnya. Bahkan soal-soal mudah yang dia bisa pun dikerjakan asal-asalan.

Aku kesal dan marah besar: “Otak kamu rusak gara-gara game! Kami ini ngatur kamu demi masa depanmu! Kalau kamu gak belajar, nanti jadi apa?!”

Dia hanya diam, semakin dingin dan tak peduli. Yang membuatku semakin putus asa, dia mulai:

·        Kabur ke warnet sepulang sekolah.

·        Main di rumah teman setiap akhir pekan.

·        Bahkan menyewa HP teman hanya untuk bermain.

Aku marah, aku pukul, aku bentak. Tapi semua sia-sia. Dia semakin tertutup, bahkan dua minggu tidak bicara sepatah kata pun padaku.

Aku lelah lahir batin. Tak tahu harus bagaimana. Sampai akhirnya, aku berhenti menyalahkan anakku dan mulai bertanya: apa aku yang salah?

Akhirnya Aku Menyadari, Masalahnya Bukan Pada HP… Tapi pada Diriku Sendiri

Pertama: Aku pikir menyita HP bisa menyadarkan anak. Ternyata, yang bangkit justru “binatang buas” dalam dirinya.

Secara ilmiah, ketika anak kecanduan HP, otaknya menghasilkan dopamin berlebihan, menciptakan rasa senang dan euforia.

Saat kenikmatan ini diputus secara paksa, otak masuk ke mode “bertahan atau melawan”. Mereka jadi sangat emosional, mudah marah, bahkan menyerang siapa pun yang dianggap mengambil kesenangannya.

Inilah sebabnya, semakin dilarang, semakin melawan.

Kedua: Aku hanya fokus pada “hasil” (main HP), tanpa mencari penyebabnya.

Ada satu kisah terkenal: dua orang melihat anak hanyut di sungai. Mereka langsung menyelamatkannya. Tapi anak-anak terus muncul. Akhirnya salah satunya berenang ke hulu.

“Kamu mau ke mana?”

“Aku mau cari tahu siapa yang terus melempar anak-anak ini ke sungai!”

Itulah yang disebut “pemikiran hulu”—melihat ke akar masalah, bukan hanya memadamkan api.

Refleksi Diri: Mengapa Anakku Bisa Kecanduan HP?

Setelah direnungkan… jawabannya sangat menyakitkan.

Sejak SD, hidupnya hanya dipenuhi belajar, belajar, belajar.

·        Aku daftarkan ke berbagai les.

·        Aku kontrol nilai-nilainya.

·        Aku tidak pernah puas.

·        Aku jarang memuji, sering menuntut.

·        Aku sibuk bekerja, jarang menemaninya.

Dia tidak punya waktu bermain. Tidak punya ruang bernapas. Tidak punya tempat curhat Tidak punya pujian. Tidak punya perhatian.

HP menjadi satu-satunya pelarian. Di dunia digital itu:

·        Game memberi rasa pencapaian.

·        Video pendek memberi kesenangan instan.

·        Tidak ada kritik, tidak ada tekanan.

Yang merusak anak bukan HP. Tapi… kesepian, tekanan, dan orangtua yang salah pola asuh.

Perubahan Nyata Dimulai Dari Diri Saya Sendiri

1. Bangun Kembali Hubungan, Bukan Sekadar Aturan

Pertama-tama, aku sadar: aku harus masuk ke hatinya dulu, sebelum bicara soal pelajaran.

·        Aku tidak lagi marah ketika melihatnya main game.

·        Aku biarkan dia atur waktunya sendiri.

·        Aku hanya siapkan makanan, dia makan atau tidak terserah dia.

·        Aku ajak bicara hal ringan, seperti film, atau kabar teman.

·        Kadang, aku ikut bermain game bersamanya.

Perlahan, dia mulai terbuka dan berbicara jujur: “Ma, aku bingung. Aku juga pengen pintar, tapi tiap lihat pelajaran tuh… rasanya sesak banget.”

Aku menangis dan meminta maaf padanya, karena selama ini hanya tahu menuntut, bukan mendengarkan.

2. Dukungan Orangtua Adalah Sumber Energi Anak

Setelah bicara dari hati ke hati, aku dan dia sepakat membuat aturan baru:

·        Boleh main HP maksimal 40 menit per hari.

·        Sebelum tidur, HP diserahkan ke orangtua.

Awalnya, dia sering ingkar janji. Tapi aku tidak marah. Aku tahu, perubahan butuh waktu.

Jika hari itu dia main lebih sedikit dari kemarin, aku langsung memujinya.

Aku juga mulai memperhatikan hal-hal positif:

·        Jika dia belajar lebih serius, aku puji.

·        Kalau dia bantu pekerjaan rumah, aku apresiasi.

Dan aku melihat… dia mulai punya semangat belajar kembali.

3. Bangun Koneksi Kehidupan, Gantikan Koneksi dengan Layar

Ketergantungan anak pada HP bisa dikurangi jika mereka punya hubungan nyata yang cukup kuat.

·        Tiap akhir pekan, kami pergi mendaki atau olahraga bersama.

·        Aku bantu dia kembali bermain bulu tangkis setiap malam.

·        Saat liburan, aku ajak dia merencanakan sendiri perjalanan ke Beihai. Dia cari rute, akomodasi, dan kami berangkat bersama. Pengalaman itu melatih kemandirian dan memperluas wawasannya.

Kini, HP hanyalah satu bagian dari kehidupannya—bukan seluruh hidupnya.

Penutup: Yang Menghancurkan Anak, Bukan Gadget, Tapi Kekosongan dalam Hidupnya

Setelah setengah tahun berlalu…

·        Putriku masih sesekali bermain HP, tapi tidak lagi berlebihan.

·        Dia semakin sadar akan tujuan hidupnya.

·        Dia belajar lebih semangat, dan yang paling penting: dia kembali bersinar.

“Mama, aku ingin belajar sungguh-sungguh. Supaya nanti aku bisa hidup mandiri, sesuai dengan keinginanku sendiri.”

Jika kamu juga punya anak yang kecanduan HP, semoga pengalaman ini menyadarkan:

Solusi bukanlah larangan atau hukuman. Tapi membangun ulang “oase kehidupan” mereka—dengan cinta, perhatian, dan pemahaman.

Di era digital ini, gadget tidak bisa dihindari. Tapi yang bisa kita lakukan adalah: menjadi alasan terbaik bagi anak untuk meninggalkan layar, dan kembali ke kehidupan nyata yang penuh warna.(jhn/yn)

Kakek 64 Tahun Merajut “Boneka Vitiligo” untuk Menyembuhkan Luka Batin Anak-anak yang Menderita Penyakit yang Sama

EtIndonesia. Seorang kakek berusia 64 tahun asal Brasil mencuri perhatian publik karena aksi mengharukannya. Setelah pensiun, dia mulai membuat boneka khusus yang memiliki ciri khas bercak putih seperti penderita vitiligo—penyakit kulit yang juga dia derita. Boneka-boneka ini dia berikan secara cuma-cuma kepada anak-anak penderita vitiligo, dan setiap anak yang menerima boneka itu pun tersenyum bahagia, memeluknya erat, seakan tak ingin melepaskannya.

Kakek tersebut bernama João Stanganelli Junior, tinggal di Brasil. Karena mengalami gangguan kesehatan, dia baru-baru ini memutuskan untuk setengah pensiun dari profesinya di dunia kuliner. João sendiri telah menderita vitiligo sejak usia 30-an. Wajahnya dihiasi bercak putih khas penyakit tersebut, yang membuatnya tampak menonjol di tengah keramaian.

Vitiligo—yang juga dikenal dengan istilah “leukoderma” atau “penyakit bercak putih”—adalah penyakit kulit jangka panjang yang menyebabkan hilangnya pigmen di beberapa bagian tubuh, sehingga muncul bercak putih mencolok. Penderita vitiligo sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari, karena kulit mereka yang kehilangan pigmen akan lebih mudah iritasi dan terbakar. Penyakit ini tidak berbahaya secara fisik dan tidak menular, namun kerap menimbulkan tekanan mental akibat stigma sosial. Diperkirakan 1–3% populasi dunia mengalami kondisi ini.

Meski sudah pensiun, João tidak bisa berdiam diri. Terbiasa dengan hidup yang aktif, dia merasa perlu mencari sesuatu yang bisa dia kerjakan—bukan hanya agar tetap produktif, tetapi juga agar tetap terhubung dengan masyarakat.

Suatu hari, João dan istrinya mencoba mempelajari seni merajut dengan teknik crochet (rajutan jarum kait). Meski pada awalnya cukup sulit dan membuat jarinya sakit serta punggungnya nyeri, dia tak menyerah. Tak lama kemudian, dia mulai menguasai teknik dasar merajut tersebut.

“Awalnya jari dan punggung saya sakit sekali. Tapi sekarang tidak lagi,” ujar João kepada media Bored Panda.

Boneka pertama yang João buat adalah hadiah untuk cucunya. Dia ingin membuat sebuah boneka yang akan menjadi kenang-kenangan seumur hidup bagi sang cucu—sesuatu yang mencerminkan dirinya sendiri. Lalu muncullah ide: membuat boneka dengan bercak putih di wajah, sama seperti dirinya yang menderita vitiligo.

Setelah boneka itu selesai, dia tersadar—boneka ini bisa lebih dari sekadar hadiah. Dia bisa menjadi penyembuh luka batin bagi anak-anak penderita vitiligo. Maka dimulailah misinya: membuat lebih banyak boneka yang menyerupai anak-anak dengan kondisi serupa. Tidak hanya itu, João bahkan menciptakan boneka yang menggunakan kursi roda, menyampaikan pesan inklusi yang lebih luas.

“Saya sebenarnya belum sepenuhnya pensiun. Saya masih menjalankan sebagian kecil dari pekerjaan lama saya di bidang makanan. Tapi sekarang, 90% waktu saya habiskan untuk membuat boneka. Dan saya punya banyak pesanan menunggu,” ujar João.

“Merajut itu sangat adiktif. Begitu kamu terbiasa dengan ritmenya dan tanganmu sudah mulai menebal karena kapalan, kamu akan sulit berhenti.”

João kini rutin membagikan hasil karyanya melalui Facebook dan Instagram. Respon dari para penerima boneka sangat positif. Mereka merasa gembira, terharu, dan terinspirasi. Lebih dari sekadar mainan, boneka-boneka ini menjadi sumber semangat dan kepercayaan diri bagi mereka.

Menurut informasi dari Wikipedia, beberapa tokoh terkenal juga diketahui mengidap vitiligo, termasuk mendiang Michael Jackson, serta Winnie Harlow, model asal Kanada yang kini menjadi ikon kecantikan unik dunia.

Banyak warganet merasa terharu dan membanjiri kolom komentar dengan pesan-pesan penuh empati:

·        “Anak laki-laki saya juga menderita vitiligo. Ia sering dihina waktu kecil. Apa yang Anda lakukan ini benar-benar luar biasa.”

·        “Putri saya juga memiliki kondisi yang sama. Saya tak sabar menunjukkan boneka ini kepadanya. Semoga ia tahu bahwa ada orang lain yang senasib.”

·        “Saya pun punya vitiligo. Saya sering menyembunyikan tangan dan wajah saya. Hormat saya padamu, ini adalah tindakan penuh kasih yang akan membawa senyum ke banyak wajah.”

Catatan Penutup

Boneka-boneka itu bukan hanya boneka. Mereka adalah jembatan penghubung antara jiwa yang terluka dan harapan yang baru. Apa yang dilakukan João adalah bukti nyata bahwa tindakan kecil, jika dilakukan dengan cinta, bisa membawa dampak besar. Bahwa bahkan di usia senja, seseorang masih bisa memberi terang bagi dunia.(jhn/yn)

‘Trump Bisa Tersinggung’: Putin Bergegas Keluar dari Acara untuk Melakukan Panggilan Telepon dengan Trump

EtIndonesia. Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden AS, Donald Trump telah dijadwalkan untuk berbicara pada hari Kamis (3/7). Pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut akan menjadi percakapan keenam yang diketahui publik setelah Trump kembali menjabat. Pembicaraan tersebut juga terjadi di tengah upaya AS yang gagal untuk menengahi gencatan senjata di Ukraina.

Putin, pada hari Kamis, bergegas meninggalkan sesi pleno forum ‘Strong Ideas for a New Time forum held by the Agency for Strategic Initiatives’ untuk mempromosikan proyek-proyek baru, dengan tergesa-gesa.

Dia meminta maaf kepada tuan rumah dan hadirin serta mengumumkan bahwa dia akan melakukan panggilan telepon dengan Trump dan meminta hadirin: “Tolong, jangan marah. Saya mengerti bahwa kita bisa berbicara lebih banyak, tetapi sangat canggung untuk membuat [Trump] menunggu, dia bisa tersinggung.”

Komentarnya muncul setelah AS menghentikan semua pengiriman senjata dan bantuan militer ke Ukraina. Jeda tersebut terjadi karena Rusia telah meningkatkan serangannya di seluruh Ukraina. Menteri Luar Negeri Kyiv, Andrii Sybiha, mengatakan Rusia meluncurkan lebih dari 5.000 pesawat tempur nirawak dan ratusan rudal, termasuk hampir 80 rudal balistik, pada bulan Juni saja.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga dijadwalkan menelepon Trump.

Presiden AS telah mengumumkan panggilan tersebut dalam sebuah unggahan Truth Social.

Namun, perlu dicatat bahwa Putin dikenal membuat para pemimpin dunia menunggu. Pada bulan Maret, sebuah panggilan telepon dijadwalkan dengan mitranya dari AS.

Panggilan telepon yang dijadwalkan antara dia dan Trump akan dimulai antara pukul 4 sore dan 6 sore waktu Rusia . Putin menghadiri sebuah konferensi dengan para pemimpin bisnis Rusia di Moskow pada saat itu dan dilaporkan tidak menunjukkan urgensi untuk meninggalkan acara tersebut, membuat Trump menunggu selama lebih dari satu jam.

Selama acara tersebut, Alexander Shokhin, kepala Persatuan Industrialis dan Pengusaha Rusia, mengemukakan bahwa juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengumumkan bahwa sudah lewat pukul 4 sore waktu Moskow – slot yang ditentukan untuk panggilan telepon Putin dengan Trump.

Dalam rekaman video dari acara tersebut, Shokhin terlihat bertanya kepada Putin apakah dia akan terlambat, merujuk pada pernyataan Peskov tentang panggilan telepon yang dijadwalkan.

Alih-alih bergegas ke Kremlin, Putin dengan santai menepis kekhawatiran itu dengan sebuah lelucon, menurut laporan tersebut.

Dia berkata: “Jangan dengarkan dia! Itu tugasnya,” sambil mengangkat bahu, yang mengundang tawa dari hadirin.

Shokhin, mantan wakil perdana menteri di bawah Putin, menanggapi: “Sekarang, kita perlu melihat apa yang dikatakan Trump tentang ini.”

Putin, yang masih tersenyum, menjawab: “Saya tidak menyebut Trump. Saya berbicara tentang Peskov.”

Meskipun panggilan telepon itu merupakan pertukaran diplomatik yang sangat dinanti-nantikan, Putin tidak segera meninggalkan Moscow International Music Hall. Sebaliknya, dia melanjutkan agendanya, dan akhirnya meninggalkan tempat tersebut sekitar pukul 5 sore waktu Rusia, satu jam penuh setelah jadwal dimulainya percakapan teleponnya dengan Trump.(yn)

Apakah Seseorang Punya Jiwa yang Peka? Sekilas Saja Bisa Diketahui—Inilah 5 Ciri Utama Orang yang Penuh “Spiritualitas”

EtIndonesia. Spiritualitas sejati  bukanlah bakat bawaan sejak lahir, melainkan sebuah tingkatan kesadaran yang diperoleh melalui proses pendewasaan dan pembelajaran seumur hidup. Dalam dunia yang semakin bising dan penuh kegaduhan ini, ada orang-orang tertentu yang bercahaya dari dalam dirinya sendiri. Mereka bagaikan kunang-kunang di malam gelap, menyinari jalannya sendiri sekaligus membawa kehangatan bagi orang lain.

Lalu, bagaimana kita mengenali seseorang yang memiliki “jiwa yang peka” atau “berjiwa spiritual”? Biasanya, mereka memiliki lima ciri khas yang sangat menonjol:

1. Peka terhadap Detail Kecil dalam Hidup

“Detail adalah bahasa Tuhan, dan spiritualitas adalah kemampuan untuk memahami bahasa itu.”

Orang yang memiliki spiritualitas tinggi mampu menemukan makna luar biasa dalam hal-hal yang tampak biasa. Mereka tidak menjalani hidup dengan tergesa-gesa, tidak hanya menyentuh permukaan, melainkan seperti seorang arkeolog—menggali makna tersembunyi di balik setiap momen kecil dalam hidup.

Mereka memiliki mata tajam layaknya lensa beresolusi tinggi. Mereka bisa melihat pola urat daun, bentuk awan, bahkan senyum samar di wajah orang asing. Bagi mereka, hidup bukan seperti menonton film sambil lalu, tapi seperti petualangan imersif yang penuh kesadaran dan makna.

2. Mampu Melihat dari Sudut Pandang Orang Lain

Spiritualitas sejati lahir saat kita keluar dari batasan diri sendiri dan mulai memahami dunia orang lain.

Orang yang berjiwa spiritual tidak perlu belajar empati secara formal, karena hati mereka sudah terbuka. Mereka bisa merasakan emosi orang lain seolah-olah itu adalah emosi mereka sendiri, dan bukan sekadar merasa iba, tapi benar-benar memahami dari kedalaman hati.

Mereka sadar bahwa setiap orang membawa luka, cerita, dan pergumulannya masing-masing. Jiwa mereka tidak memiliki tembok pemisah—mereka siap menerima sudut pandang dan suara yang berbeda dengan lapang dada.

3. Semangat Belajar Sepanjang Hayat

Jiwa spiritual tidak pernah berhenti bergerak. Dia seperti sungai yang terus mengalir, bukan danau yang diam.

Orang yang berjiwa spiritual tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah mereka tahu. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tak pernah padam, yang mendorong mereka untuk terus mengeksplorasi dunia.

Bagi mereka, belajar bukan kewajiban, melainkan kebahagiaan. Setiap pengetahuan baru adalah jendela menuju dunia yang belum pernah mereka lihat. Mereka tetap muda dalam cara berpikir karena mereka tahu bahwa belajar adalah rahasia awet muda yang sesungguhnya.

4. Menjaga Ketenangan Batin

Ketenangan dalam hati mampu menenangkan dunia luar.

Orang yang berjiwa spiritual bukan berarti tidak memiliki emosi—mereka hanya lebih mahir mengelola dan hidup berdampingan dengan emosinya. Jiwa mereka seperti samudera: meski ombak di permukaan bergelombang, kedalamannya tetap tenang.

Ketenangan ini bukanlah ketidakpedulian, melainkan hasil dari kebijaksanaan yang terasah. Mereka sadar bahwa kekuatan sejati bukan soal mengendalikan dunia luar, tetapi soal mengendalikan keadaan batin sendiri. Di tengah kekacauan, mereka tetap jernih. Di bawah tekanan, mereka tetap tenang.

5. Penuh Kreativitas

Spiritualitas adalah sumber kreativitas paling murni.

Orang yang berjiwa spiritual memandang dunia dari sudut yang tidak biasa. Mereka bisa melihat kemungkinan di tengah keterbatasan, keindahan dalam kebiasaan, dan keajaiban dalam keseharian.

Kreativitas mereka tidak bersifat dibuat-buat. Dia mengalir secara alami dari kekayaan batin dan keunikan jiwa mereka. Mereka bukan sekadar mencoba menjadi berbeda, tetapi benar-benar memiliki cara pandang dan imajinasi yang otentik.

Dengan mata yang berbeda, mereka menghidupkan kembali warna dalam dunia yang pudar. Mereka menjadikan hal-hal biasa sebagai seni yang luar biasa.

Penutup: Membangunkan Jiwa, Membangunkan Diri yang Sejati

Spiritualitas bukanlah sesuatu yang jauh di angkasa, melainkan kekuatan yang tertanam dalam diri setiap manusia.

Ketika kita mulai:

·        belajar mengamati,

·        belajar memahami orang lain,

·        belajar dan terus belajar,

·        menenangkan diri,

·        dan menciptakan…

…maka kita sedang membangunkan versi diri kita yang lebih spiritual dan lebih hidup.

Hidup menjadi lebih kaya karena spiritualitas. Dunia menjadi lebih indah karena adanya jiwa-jiwa yang tercerahkan.(jhn/yn)

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali Setelah Sekitar Setengah Jam Meninggalkan Pelabuhan Ketapang

Kapal penyeberangan  yang membawa 65 orang tenggelam di Selat Bali, pada 2 Juli malam, menyebabkan sedikitnya 4 orang tewas dan 38 orang hilang, sementara 23 lainnya berhasil diselamatkan. Polres Banyuwangi  menyampaikan kabar tersebut pada  Kamis (3 Juli). Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.

EtIndonesia. Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan dalam pernyataannya Kamis (3 Juli), bahwa feri KMP Tunu Pratama Jaya awalnya dijadwalkan berlayar dari Pelabuhan Ketapang di Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali — menempuh jarak sekitar 50 kilometer.

Saat kejadian, feri tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 awak kapal, dan 22 kendaraan, termasuk 14 truk.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa feri tenggelam sekitar 30 menit setelah meninggalkan Pelabuhan Ketapang. Namun, penyebab kecelakaan belum dijelaskan.

Tim operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya (Basarnas)

Hingga pukul 07:50 pagi waktu setempat, sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan dan 4 orang dilaporkan meninggal dunia.

Kapolres Banyuwangi, Kombes Rama Samtama Putra, menyampaikan bahwa banyak korban selamat terombang-ambing di laut yang bergelombang tinggi selama beberapa jam, dan sebagian dari mereka ditemukan dalam keadaan tidak sadar. 

Tim operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya (Basarnas)

Setelah kejadian, total 9 kapal dikerahkan sepanjang malam untuk mencari korban di tengah ombak setinggi 2 meter, termasuk 2 kapal tugboat dan 2 perahu karet.

Menurut AFP, sejauh ini belum diketahui apakah terdapat warga negara asing di antara penumpang. Di Indonesia, jumlah penumpang di atas kapal seringkali tidak sesuai dengan manifes resmi, dan petugas SAR mengatakan mereka masih memverifikasi kemungkinan adanya penumpang yang tidak tercatat.  (Hui/asr)