Bintang Liverpool, Diogo Jota, Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil di Spanyol

Federasi Sepak Bola Portugal mengonfirmasi kabar duka ini pada Kamis pagi.

EtIndonesia. Bintang sepak bola Liverpool dan tim nasional Portugal, Diogo Jota, 28 tahun, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di dekat Zamora, wilayah barat laut Spanyol, demikian disampaikan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) pada Kamis (03/07/2025). 

Saudaranya, Andre Silva, 26 tahun, yang juga pemain sepak bola profesional untuk klub Portugal Penafiel, turut meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Dinas pemadam kebakaran wilayah Castile dan Leon melaporkan bahwa sebuah mobil mengalami kecelakaan tak lama lewat tengah malam pada hari Kamis, dengan dua pria berusia 28 dan 26 tahun ditemukan telah meninggal di lokasi kejadian.

Tragedi ini terjadi hanya dua minggu setelah Jota menikahi kekasihnya, Rute Cardoso.

Polisi Spanyol menyatakan bahwa mereka belum dapat secara resmi mengonfirmasi identitas korban yang meninggal dunia. 

“Federasi Sepak Bola Portugal dan seluruh dunia sepak bola Portugal benar-benar hancur atas kematian Diogo Jota dan André Silva, pada dini hari tadi di Spanyol,” kata Presiden FPF Pedro Proenca dalam sebuah pernyataan.

Proenca menggambarkan Jota sebagai “lebih dari sekadar pemain yang luar biasa”, dan menyebut penyerang Liverpool itu sebagai “seseorang yang luar biasa, dihormati oleh rekan dan lawan, pribadi yang penuh kegembiraan dan menjadi panutan di komunitasnya.”

“Atas nama pribadi dan atas nama Federasi Sepak Bola Portugal, saya menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan teman-teman Diogo Jota dan André Silva, serta kepada Liverpool FC dan FC Penafiel, klub tempat mereka bermain saat ini,” lanjutnya.

UEFA menyatakan bahwa akan dilakukan hening cipta satu menit sebelum semua pertandingan Kamis dan Jumat di ajang UEFA Women’s Euro di Swiss sebagai bentuk penghormatan.

Liverpool FC, yang baru saja menjadi juara Liga Premier untuk kedua kalinya dalam sejarah klub dengan kontribusi besar dari Jota musim ini, menyampaikan kesedihannya melalui unggahan di media sosial.

Dalam pernyataan di situs resmi Liverpool FC, klub menyatakan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut, dan meminta privasi untuk teman-teman serta keluarga kedua bersaudara, juga bagi rekan satu tim dan staf klub.

Karangan bunga dan kaus bertuliskan nama Jota telah diletakkan oleh para penggemar Liverpool di luar stadion klub, Anfield, sebagai bentuk penghormatan.

Kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, memberikan penghormatan kepada Jota dan saudaranya melalui unggahan di Instagram.

“Ini tidak masuk akal. Kita baru saja bersama di tim nasional, dan kamu baru saja menikah,” tulis Ronaldo.

“Untuk keluargamu, istrimu, dan anak-anakmu, aku menyampaikan belasungkawa dan berharap mereka diberi kekuatan sebesar mungkin. Aku tahu kamu akan selalu bersama mereka.

Beristirahatlah dalam damai, Diogo dan André. Kami semua akan merindukan kalian.”

Perdana Menteri Portugal dan Perdana Menteri Inggris juga menyampaikan rasa duka mereka.

“Berita kematian Diogo Jota, seorang atlet yang sangat mengharumkan nama Portugal, dan saudaranya, sungguh mengejutkan dan tragis,” tulis Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, di platform X (dahulu Twitter).
“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga mereka. Ini adalah hari yang menyedihkan bagi sepak bola dan dunia olahraga, baik nasional maupun internasional.”

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut berita ini sebagai sesuatu yang menghancurkan hati, dan mengatakan dalam konferensi pers di London:

“Saya yakin saya berbicara mewakili semua orang ketika saya mengatakan bahwa pikiran pertama kita semua tertuju kepada keluarga dan teman-temannya.”

Jota, yang menikahi kekasih lamanya Rute Cardoso pada 22 Juni, meninggalkan tiga orang anak.

Ia bergabung dengan Liverpool dari klub Wolverhampton Wanderers pada tahun 2020 dan mencetak 65 gol dalam 182 pertandingan untuk Liverpool di semua kompetisi.

Sebagai penyerang, ia juga tampil dalam 49 pertandingan untuk tim nasional Portugal dan dua kali menjuarai UEFA Nations League. (asr)

Menguak Strategi Partai Komunis Tiongkok dalam Konflik Israel–Iran

Antonio Graceffo

Konflik selama 12 hari antara Iran dan Israel baru-baru ini,  kemudian disusul oleh serangan Amerika Serikat terhadap situs nuklir Iran, menciptakan dilema strategis bagi pemimpin Tiongkok Xi Jinping—berbeda dengan berabgai krisis sebelumnya di Timur Tengah.

Beijing tidak memiliki kepentingan langsung dalam perang Israel–Hamas maupun konflik di Ukraina, dan mempertahankan kedok netralitas meskipun secara ekonomi mendukung Moskow. Sebaliknya, krisis Iran menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan energi dan kepentingan ekonomi regional Tiongkok.

Secara global, Tiongkok memiliki investasi besar—seringkali melalui inisiatif belt and road (BRI)—di wilayah kaya sumber daya namun tidak stabil seperti Afrika dan Myanmar. Namun Beijing umumnya menghindari keterlibatan militer secara langsung, membatasi perannya pada bantuan ekonomi atau penjualan senjata.

Salah satu penghalang utama bagi rezim Tiongkok untuk mencapai status adidaya sejati adalah keengganannya  memimpin dalam isu-isu keamanan global atau mengerahkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) ke luar negeri. Beberapa analis percaya bahwa sikap menahan diri ini mencerminkan pelajaran yang diambil Beijing dari kesalahan Amerika Serikat di Vietnam dan Afghanistan.

Selain keengganan umum Beijing untuk terlibat dalam perang asing, konflik Israel–Iran menghadirkan komplikasi tambahan: konflik ini secara langsung melibatkan Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, Taiwan dipandang sebagai titik nyala paling mungkin bagi bentrokan militer antara dua kekuatan tersebut. Perang terkait Taiwan akan membawa risiko ekonomi dan politik besar bagi Partai Komunis Tiongkok (PKT), sementara Xi berupaya mengukuhkan legacynya melalui “penyatuan kembali” Tiongkok, meskipun faktanya Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok.

Sebaliknya, kepentingan PKT di Iran sebagian besar bersifat ekonomi, yang memberi insentif jauh lebih kecil bagi Xi untuk mengambil risiko konfrontasi langsung dengan Washington—meskipun dalam konteks meningkatnya poros Tiongkok–Rusia–Iran. 

Namun Beijing juga tidak bisa begitu saja meninggalkan Teheran. Tiongkok bergantung pada minyak Iran, memiliki investasi regional yang signifikan, dan memandang posisi geografis Iran sebagai sangat strategis. Ini memaksa PKT untuk menavigasi jalur yang rumit: mempertahankan kepentingan Tiongkok sambil menghindari keterlibatan dalam perang yang lebih luas.

Hubungan Tiongkok dengan Iran sebagian besar didasarkan pada energi. Iran memasok sekitar 43 juta barel minyak per bulan ke Tiongkok—lebih dari 90 persen ekspor minyak Iran—yang menyumbang sekitar 13,6 persen dari impor minyak mentah Tiongkok. Arus ini tetap berlangsung meskipun ada sanksi AS, seringkali disalurkan secara diam-diam melalui negara ketiga.

Jika konflik Israel–Iran berkepanjangan dan melibatkan AS, hal ini dapat secara serius mengganggu produksi dan ekspor minyak Iran. Risiko ini diperparah oleh pemungutan suara parlemen Iran untuk menutup Selat Hormuz sebagai tanggapan terhadap serangan udara AS—keputusan yang masih menunggu persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Selat Hormuz adalah titik sempit vital antara Teluk Persia dan Teluk Oman yang mengangkut hampir 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Bagi Tiongkok, penutupan selat ini akan sangat merugikan: tidak hanya pasokan minyak dari Iran akan terputus, tetapi juga impor minyak mentah dan LNG dari negara-negara Arab lainnya akan turut terancam. Lebih dari 30 persen impor LNG Tiongkok dari Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) melewati jalur air sempit ini, menjadikan gangguan apa pun sebagai ancaman langsung terhadap keamanan energi Tiongkok.

Meskipun hubungan energi kuat, investasi Tiongkok di Iran tetap terbatas—kurang dari 5 miliar dolar AS sejak 2007, dibandingkan dengan hampir 15 miliar dolar di Arab Saudi (2007–2024) dan lebih dari 8,1 miliar dolar di UEA (2013–2022). Meskipun Beijing telah menandatangani perjanjian besar di bidang minyak, kilang, dan infrastruktur dengan Iran, banyak proyek mandek karena hambatan sanksi dan pembiayaan.

Sementara itu, Tiongkok telah memperluas kehadiran ekonominya di seluruh kawasan Teluk Persia, dengan perdagangan Tiongkok–Arab melebihi 400 miliar dolar pada 2024 dan seluruh 22 negara Liga Arab menjadi bagian dari inisiatif BRI. Perang AS–Iran dapat membahayakan tidak hanya jalur energi utama Tiongkok, tetapi juga jejak ekonomi Tiongkok yang lebih luas di kawasan tersebut.

Iran juga memainkan peran penting dalam upaya Tiongkok membangun tatanan global alternatif di luar pengaruh AS. Meski kecil kemungkinan Beijing akan membela Teheran secara militer, Tiongkok ingin menghindari keruntuhan rezim Iran, karena negara itu adalah mitra strategis dalam blok-blok seperti BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang mendukung visi keamanan non-Barat ala PKT. Kedua negara meresmikan kemitraan mereka dalam perjanjian kerja sama 25 tahun pada 2021, meskipun investasi Tiongkok tetap berhati-hati karena risiko sanksi.

Beijing memanfaatkan konflik Israel–Iran—seperti halnya perang di Ukraina dan Gaza—untuk memperkuat narasi utamanya bahwa tatanan internasional yang dipimpin AS bersifat tidak stabil, bias, dan sedang menurun. Narasi ini ditonjolkan dalam pertemuan menteri pertahanan SCO di Qingdao, Tiongkok, yang diadakan bersamaan dengan KTT NATO—sebuah benturan simbolis antara dua visi global yang bersaing: satu dipimpin AS dan sekutunya, dan satu lagi yang makin dibentuk oleh Tiongkok.

Dalam pertemuan itu, Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun mengecam perilaku “hegemoni” AS dan mempromosikan model keamanan alternatif Beijing. Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh, dalam kunjungan luar negeri pertamanya sejak konflik Israel–Iran, berterima kasih kepada Tiongkok atas dukungannya dan mendesak Beijing untuk memainkan peran lebih besar dalam menjaga gencatan senjata dan stabilitas kawasan.

Meskipun Beijing mengkritik serangan Israel terhadap para pemimpin Iran dan pemboman AS terhadap tiga situs nuklir Iran, tanggapannya sebagian besar bersifat retoris, difokuskan pada pernyataan di PBB alih-alih mediasi langsung atau keterlibatan nyata. Ini mencerminkan pola umum PKT yang cenderung melontarkan kecaman tajam tanpa benar-benar mengambil peran besar dalam penyelesaian konflik.

Meski begitu, krisis ini membuka celah strategis. Dengan perhatian AS teralihkan ke Timur Tengah, rezim Tiongkok mungkin mencari peluang di tempat lain—terutama di Laut Tiongkok Selatan, di mana Beijing baru-baru ini meningkatkan aktivitas angkatan laut dan udaranya. Saat Washington sibuk, Beijing memperoleh ruang untuk bertindak lebih agresif di zona-zona strategis utamanya sambil menampilkan diri sebagai alternatif yang lebih stabil dibandingkan kepemimpinan Barat.

Pandangan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak mencerminkan pendapat resmi The Epoch Times

Antonio Graceffo, Ph.D., adalah seorang analis ekonomi Tiongkok yang telah menghabiskan lebih dari 20 tahun di Asia. Graceffo merupakan lulusan Shanghai University of Sport, memegang gelar MBA dari Shanghai Jiaotong University, dan mempelajari keamanan nasional di American Military University.

WHO Umumkan Varian COVID XFG Sebagai ‘Varian yang Dipantau’

Varian ini berbeda dari varian yang saat ini dominan di Amerika Serikat dan yang memicu lonjakan infeksi di Tiongkok tahun ini.

EtIndonesia. Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  menyatakan bahwa varian COVID-19 baru yang muncul awal tahun ini kini dikategorikan sebagai “varian yang dipantau,” menjadikannya varian kedua dalam sebulan terakhir yang menerima penetapan tersebut.

Laporan WHO yang terbaru menyebutkan Varian XFG, yang merupakan salah satu turunan dari strain JN.1, dievaluasi oleh WHO sebagai berisiko rendah di tingkat global. Urutan genetik XFG pertama kali dilaporkan pada Januari 2025. 

“Vaksin COVID-19 yang saat ini disetujui diperkirakan tetap efektif terhadap varian ini dalam mencegah penyakit bergejala dan berat. Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara melaporkan peningkatan kasus baru dan rawat inap secara bersamaan, di mana XFG telah terdeteksi secara luas,” demikian pernyataan badan kesehatan PBB dalam laporan tertanggal 25 Juni.

WHO menyatakan bahwa data terkini tidak menunjukkan bahwa varian XFG menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan varian lain yang sedang beredar.

Kasus dan rawat inap meningkat di negara-negara di mana kasus XFG relatif lebih tinggi, tambah WHO, dengan beberapa negara Asia Tenggara melaporkan lebih banyak kasus dan rawat inap yang terkait dengan varian ini.

Di Amerika Serikat, varian ini diperkirakan menyumbang hanya 14 persen dari total kasus per 21 Juni, menurut pembaruan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada 26 Juni.

Secara keseluruhan, XFG menunjukkan keunggulan pertumbuhan yang “moderat” karena frekuensi urutan genetiknya meningkat dari 7,4 persen pada awal Mei menjadi 22,7 persen antara akhir Mei hingga awal Juni, menurut laporan WHO.

XFG tampaknya memiliki risiko rendah dalam hal pelolosan kekebalan (kemampuan untuk menghindari respons imun tubuh), meskipun tingkat keyakinan terhadap penilaian ini masih rendah karena ekspansi yang baru terjadi dan tingkat pengurutan genetik yang rendah. Selain itu, hanya satu studi yang telah dilakukan untuk menilai antigenisitas—yaitu kemampuan suatu varian untuk bereaksi terhadap produk dari respons imun tubuh.

“Di India, XFG telah menjadi varian dominan sepanjang musim semi, sementara NB.1.8.1 tetap sangat jarang,” tulis WHO dalam pembaruan terbarunya, seraya menambahkan bahwa XFG tidak umum ditemukan di wilayah Afrika dan Mediterania Timur.

Gejala yang Dilaporkan

Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebutkan, Varian COVID-19 lainnya, NB.1.8.1, merupakan varian yang paling banyak dilaporkan di negara tersebut. Varian ini juga disebut sebagai penyebab utama lonjakan kasus di  daratan Tiongkok sepanjang tahun ini.

Seperti XFG, NB.1.8.1 juga ditetapkan sebagai “varian yang dipantau” oleh WHO pada  Mei. Laporan internasional dan beberapa dokter di Tiongkok menyebutkan bahwa varian NB.1.8.1 dapat menyebabkan sakit tenggorokan yang tajam disertai gejala COVID-19 lainnya seperti demam, batuk, dan nyeri tubuh.

Namun, mengingat riwayat Partai Komunis Tiongkok yang sering menutup-nutupi informasi dan menerbitkan data yang tidak dapat diandalkan—termasuk meremehkan jumlah infeksi dan kematian terkait COVID-19 sejak 2020—informasi dari dokter dan tenaga kesehatan lokal lebih bernilai untuk memahami situasi nyata di lapangan.

WHO baru-baru ini juga merilis laporan pembaruan tentang asal-usul COVID-19, menyatakan bahwa peneliti mereka gagal menemukan jawaban pasti tentang bagaimana virus tersebut bermula. Pejabat intelijen AS selama bertahun-tahun telah menyatakan bahwa kemungkinan besar virus ini bocor dari sebuah laboratorium di dekat Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019 sebelum menyebar ke seluruh Tiongkok dan dunia.

Pembaruan dari WHO ini juga muncul beberapa minggu setelah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS merekomendasikan agar anak-anak sehat dan wanita hamil dikeluarkan dari jadwal imunisasi COVID-19 yang direkomendasikan oleh CDC.

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) juga memperluas peringatan untuk vaksin mRNA COVID-19 buatan Pfizer dan Moderna terkait potensi risiko dua jenis peradangan jantung: miokarditis dan perikarditis.

The Epoch Times menghubungi CDC pada 30 Juni untuk meminta komentar terkait varian-varian tersebut. (asr)

Sumber : Theepochtimes.com 

Yang Merusak Pernikahan Bukan Pria, Tapi Perilaku Tertentu dari Wanita Ini—Lebih Berbahaya dari Perselingkuhan

Etindonesia. Dalam perjalanan panjang sebuah pernikahan, perhatian orang sering kali tertuju pada kemungkinan pria berselingkuh, seolah itu adalah penyebab utama retaknya hubungan suami-istri. Namun, realita jauh lebih kompleks. Ada perilaku-perilaku tertentu dari pihak wanita dalam pernikahan yang justru lebih merusak dibanding perselingkuhan, namun kerap luput dari perhatian.

1. Dingin Secara Emosional dan Mengabaikan Komunikasi

Ketika seorang wanita mulai bersikap dingin dalam rumah tangga, tidak lagi peduli dengan kebutuhan emosional pasangannya, maka saat itulah pernikahan mulai membeku.

Pasangan yang dulunya bisa bicara apa saja, kini berubah. Sang istri sudah tidak tertarik mendengarkan cerita suami, hanya membalas dengan sepatah dua patah kata, atau bahkan memasang wajah tidak bersahabat.

Jarak emosional seperti ini ibarat pedang tak kasat mata yang perlahan memutus ikatan batin suami istri.

Padahal, komunikasi adalah pelumas dalam rumah tangga. Ketika istri menolak untuk berkomunikasi, maka curahan hati dan kasih sayang suami tak punya tempat untuk berlabuh Jika terus tertekan seperti ini, pernikahan akan penuh luka dan kehampaan.

2. Mengontrol Keuangan & Menekan Secara Psikologis

Beberapa wanita mengambil alih kendali penuh atas keuangan rumah tangga, dan mengatur setiap pengeluaran suami secara berlebihan. Bahkan, untuk kebutuhan pribadi suami pun sering dibatasi, seolah tidak dipercayai.

Tak hanya itu, ada pula yang sering meremehkan suaminya, menyindir kemampuannya, merendahkan nilainya—bahkan di depan anak-anak atau orangtua.

Perilaku seperti ini sangat melukai harga diri dan kepercayaan diri pria. Lama-lama, suami merasa tertekan, tak lagi memiliki rasa memiliki terhadap rumah tangga, dan pelan-pelan mulai kehilangan rasa tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.

3. Terlalu Bergantung dan Kehilangan Jati Diri

Ada pula wanita yang terlalu menggantungkan segalanya pada suami. Hidupnya hanya berputar di sekitar rumah tangga dan pasangan. Dia melepaskan cita-cita, tak punya hobi, tak menjalin pertemanan, tak mengejar impian pribadi.

Begitu suami menunjukkan rasa jenuh atau perbedaan pandangan, istri langsung panik, merasa tak berdaya, dan sangat terguncang.

Pola hubungan yang tidak seimbang seperti ini justru membuat suami merasa terbebani. Perasaan bahwa dia harus menjadi segalanya bagi pasangannya—tanpa ruang untuk bernapas—akan membuat hubungan cepat lelah dan melelahkan.

4. Salah Peran dalam Konflik dengan Mertua

Dalam konflik antara ibu mertua dan menantu, sebagian wanita gagal menjadi penengah, bahkan justru memperkeruh suasana.

Misalnya:

·        Terlalu berpihak pada keluarga sendiri (orangtua kandung),

·        Menganggap keluarga suami sebagai “pihak luar”,

·        Sering memperkeruh hubungan antara suami dan ibunya.

Hal ini membuat suami terjepit di antara dua cinta—tak tahu harus membela siapa. Jika ini berlangsung lama, suasana rumah tangga menjadi tidak nyaman dan penuh konflik. Akhirnya, ikatan pernikahan pun terancam goyah.

5. Lalu, Bagaimana Menghindari Perilaku-perilaku Ini?

Belajarlah Menyampaikan Perasaan dengan Tulus

Tetaplah peduli pada pasangan, aktif mendengarkan, dan berbagi cerita tentang kehidupan dan perasaan satu sama lain.

Bangun Hubungan yang Setara, Baik Secara Finansial Maupun Psikis

Berikan ruang pada pasangan untuk mengelola keuangannya secara wajar. Hargai pilihan dan pemikirannya. Ciptakan suasana rumah yang saling menghargai dan saling mendukung.

Jaga Kemandirian dan Kembangkan Diri

Miliki kehidupan sendiri yang sehat. Tekuni karier, pelihara hobi, jalin pertemanan, dan jaga pesona pribadi. Ketika seorang wanita berkembang, maka ia akan menjadi rekan hidup yang menarik dan setara bagi pasangannya.

Jadilah Jembatan dalam Hubungan dengan Keluarga Suami

Belajarlah memahami posisi suami. Jangan memperuncing konflik, tetapi bangun komunikasi yang sehat antara suami dan ibunya. Jadilah penyejuk, bukan penyulut api.

Penutup:

Pernikahan adalah “proyek kehidupan” yang harus dikelola bersama, oleh dua orang yang saling menghargai dan tumbuh bersama.

Jika seorang wanita tidak sadar akan perilaku-perilaku merusak seperti di atas, dan tidak segera memperbaikinya, maka dampaknya bisa jauh lebih buruk daripada perselingkuhan.

Bisa menghancurkan cinta, menghilangkan kepercayaan, dan merobohkan rumah tangga yang telah dibangun dengan susah payah.

Semoga setiap wanita bisa menjaga kesadaran dan kehangatan hati dalam pernikahan, menjalin hubungan dengan cara yang sehat, saling mendukung, dan penuh kasih.

Dengan begitu, cinta dalam rumah tangga akan bersemi panjang dan bertahan lama, melampaui segala ujian hidup. (jhn/yn)

Menurut Laporan: Korea Utara Akan Mengirim 30.000 Tentara Tambahan untuk Membantu Rusia

EtIndonesia. Korea Utara akan mengirim 30.000 tentara tambahan untuk membantu invasi Rusia ke Ukraina, tiga kali lipat dari jumlah tentara yang telah diberikannya kepada Moskow, jaringan intelijen Kyiv memperingatkan.

Setelah mengirim hampir 12.000 tentara untuk membantu Rusia merebut kembali wilayah Kursk awal tahun ini, Pyongyang berencana untuk memperkuat kehadirannya di sepanjang garis depan dalam beberapa bulan mendatang untuk memungkinkan “operasi ofensif skala besar,” CNN melaporkan.

Kementerian Pertahanan Rusia diduga menggembar-gemborkan bahwa mereka sepenuhnya mampu memberikan pelatihan dan “peralatan, senjata, dan amunisi yang dibutuhkan” untuk membawa tentara Pyongyang ke garis depan secepat mungkin, menurut penilaian Ukraina.

Peringatan itu bertepatan dengan kedatangan kapal besar dan pesawat kargo di bandara Sunan Korea Utara, yang keduanya terkait dengan pengerahan pasukan ke Rusia tahun lalu, menurut CNN.

Penilaian dan laporan tersebut mencerminkan peringatan Korea Selatan minggu lalu bahwa Pyongyang bersiap untuk mengerahkan pasukan dan senjata tambahan ke Rusia pada bulan Juli atau Agustus.

Badan Intelijen Nasional (NIS) Seoul mengatakan Rusia sedang mempersiapkan serangan skala besar terhadap Ukraina dalam dua bulan ke depan, dengan Moskow bersiap untuk menggunakan ribuan pejuang Korea Utara agar serangan itu dapat terlaksana.

Hal ini sesuai dengan peringatan dari analis dan pakar independen yang telah memperingatkan bahwa musim panas akan menandai dorongan baru bagi invasi Rusia ke Ukraina setelah berbulan-bulan mengalami stagnasi.

Serangan itu mungkin terjadi di dekat wilayah Sumy, tempat markas besar kontra-invasi Ukraina berada selama pengambilalihan Kursk musim panas lalu.

Pimpinan militer tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrskyi mengungkapkan minggu lalu bahwa Moskow menempatkan sekitar 50.000 tentara di sepanjang perbatasan dengan Sumy, tempat Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan rencana untuk membangun zona penyangga keamanan.

Pemimpin Rusia itu menggunakan kata-kata serupa saat mempersiapkan pasukan invasi pertamanya pada tahun 2022.

Sekitar 600 tentara Pyongyang tewas dan ribuan lainnya terluka saat bertempur melawan Kyiv setelah Kim mengerahkan sekitar 12.000 tentara untuk membantu Rusia mendapatkan kembali kendali atas wilayah Kursk, menurut intelijen Ukraina dan Korea Selatan.

Meskipun Rusia dan Korea Utara awalnya menghindar untuk membahas keberadaan pasukan Pyongyang di Ukraina, mereka sejak itu merayakannya sebagai tanda kerja sama militer yang berkembang antara kedua negara.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membuat pengakuan publik pertamanya atas pakta tersebut selama siaran Senin (1/7) di media pemerintah, yang memperlihatkan dia memberikan penghormatan publik yang langka kepada para prajurit yang gugur. (yn)

Iran Eksekusi 6 Orang Setelah Persidangan Cepat, Menangkap Ratusan Orang dalam Tindakan Keras Spionase Selama Perang dengan Israel

0

EtIndonesia. Pihak berwenang Iran telah mengeksekusi enam orang dan menangkap 700 orang dalam tindakan keras spionase nasional selama perang 12 hari dengan Israel, kata pejabat dan kelompok hak asasi manusia.

Setelah pemboman Israel terhadap program nuklir Teheran mengungkap sejauh mana infiltrasi
Israel itu ke Iran, republik Islam itu mulai menangkap penduduk atas dugaan pengkhianatan, dengan setengah lusin orang tewas dalam persidangan yang sangat cepat, menurut Pusat Hak Asasi Manusia di Iran.

Kelompok hak asasi manusia dan media lokal memperkirakan bahwa lebih dari 700 orang ditangkap di lima provinsi Iran, dengan banyak dari mereka yang dipenjara tidak tahu tentang tuduhan yang dijatuhkan kepada mereka.

Asghar Jahangir, juru bicara peradilan Iran, mengatakan bahwa negara akan segera mengungkapkan dengan tepat berapa banyak orang yang ditangkap dalam penyisiran itu, serta tuduhan apa yang akan mereka hadapi.

DIa mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu bahwa banyak yang ditangkap karena “memata-matai rezim Zionis” — tepat saat parlemen Iran mengumumkan rancangan undang-undang darurat untuk menjatuhkan hukuman yang lebih berat, termasuk hukuman mati, atas tuduhan spionase.

Jahangir mengatakan pengadilan juga memperluas pemantauannya terhadap komunikasi elektronik untuk mengejar akun daring yang diduga bekerja sama dengan Israel.

Situs web hak asasi manusia HRANA yang berbasis di AS mengklaim bahwa hampir 300 orang yang ditahan sejauh ini ditangkap karena aktivitas daring mereka, termasuk karena membuat posting di media sosial mengenai pemboman Israel.

Amnesty International pertama kali membunyikan alarm atas tindakan keras selama perang, melaporkan bahwa satu orang tewas atas tuduhan spionase hanya tiga hari setelah serangan Israel dimulai pada tanggal 13 Juni.

“Seruan resmi untuk persidangan dan eksekusi yang dipercepat bagi mereka yang ditangkap karena dugaan kerja sama dengan Israel menunjukkan bagaimana otoritas Iran mempersenjatai hukuman mati untuk menegaskan kendali dan menanamkan rasa takut di antara rakyat Iran,” kata kelompok hak asasi manusia tersebut tentang dugaan penyalahgunaan sistem peradilan oleh Teheran.

“Pihak berwenang harus memastikan semua yang ditahan dilindungi dari penghilangan paksa, penyiksaan, dan perlakuan buruk lainnya, serta diberikan pengadilan yang adil setiap saat, termasuk selama konflik bersenjata,” tambah kelompok tersebut.

Penindakan keras tersebut telah menciptakan efek mengerikan di seluruh Iran, dengan banyak orang memilih untuk melepas pakaian berwarna-warni mereka dan mengenakan pakaian yang lebih tradisional agar tidak dicap sebagai pengkhianat dan menjadi sasaran pihak berwenang.

“Selama pemerintahan ini ada, saya khawatir tentang kemungkinan meningkatnya penindasan, tetapi selama masa ketika ada ‘ancaman eksternal’, penindasan menjadi jauh lebih buruk, karena mereka memiliki lebih banyak alasan untuk melihat kami sebagai musuh,” seorang berusia 26 tahun dari Teheran mengatakan kepada Washington Post.

Seorang aktivis yang hanya mengidentifikasi dirinya sebagai Zahra, 41 tahun, mengatakan kepada media tersebut bahwa setidaknya empat rekannya ditangkap selama penyisiran, dengan lebih banyak penangkapan kemungkinan akan terjadi karena Iran mencoba untuk mempertahankan cengkeraman besinya pada warga negaranya dengan kuat.

Iran memiliki sejarah menangkap dan mengeksekusi para pembangkang dalam tindakan keras yang dimulai sejak berdirinya republik Islam tersebut pada tahun 1979.

Pada tahun 2022, pengacara berusia 22 tahun Mahsa Amini meninggal dalam tahanan polisi setelah ditangkap karena diduga melanggar aturan jilbab yang ketat di negara tersebut — yang memicu protes nasional. (yn)

Wanita Cerdas Tak Mengatur Tiga Hal Ini pada Suaminya — Semakin Tak Mengatur, Semakin Bahagia.

EtIndoneia. Orangtua zaman dulu sering berkata : “Pernikahan itu harus dikelola dengan baik.”

Namun sayangnya, banyak orang salah paham bahwa ‘mengelola’ berarti harus ‘mengontrol’.

Ada sebagian wanita yang dalam pernikahannya berperan seperti pengawas, setiap gerak-gerik suami harus diketahui, bahkan dikendalikan.

Padahal, wanita yang benar-benar cerdas dan bijaksana justru tahu caranya memberi ruang bagi pernikahan untuk bernapas.

Mereka tidak ikut campur dalam tiga hal penting yang berkaitan dengan suami. Tampaknya seperti sikap acuh tak acuh, tapi justru itulah kunci kebahagiaan rumah tangga. Semakin tidak dikendalikan, kehidupan justru semakin harmonis.

1. Tidak Mengatur Lingkaran Sosial Suami: Kepercayaan adalah Pondasi Hubungan

Memberi kebebasan kepada pasangan adalah syarat agar cinta dapat tumbuh dengan sehat.

Banyak wanita, begitu menikah, ingin mengikat erat suaminya:

Takut kalau suami kumpul dengan teman-temannya akan terjadi hal yang tak diinginkan. Akhirnya, banyak yang mulai memeriksa ponsel suami, menelpon saat suami pergi, bahkan melarang suami untuk bersosialisasi.

Contohnya, tetangga saya, Bu Li. Setiap kali suaminya keluar makan dengan teman-teman, dia selalu menelepon untuk “cek posisi”, bahkan diam-diam membuka ponsel suaminya. Lama-lama, suaminya merasa terkekang dan tertekan, mereka pun sering bertengkar.

Sebaliknya, ada juga rekan kerja saya, Bu Wang. Suaminya hobi fotografi dan sering bepergian dengan komunitas fotografer, kadang bisa beberapa hari tidak di rumah.
 

Tapi Bu Wang tidak pernah mencurigai, tidak pernah menuntut laporan detail. Dia hanya menyiapkan barang-barang suaminya dan mengingatkan agar hati-hati di jalan. Dan ketika suaminya pulang, mereka berbagi cerita dengan bahagia.

Menurut psikologi hubungan, terlalu banyak kontrol dalam hubungan akan mengikis kepercayaan dan rasa bahagia.

Wanita yang cerdas tahu bahwa setiap orang butuh ruang bersosialisasi. Dengan tidak ikut campur urusan sosial suami, justru suami merasa dihargai dan semakin menghargai keluarganya.

2. Tidak Ikut Campur Urusan Karier Suami: Dukungan Lebih Berarti dari Campur Tangan

Menghargai pilihan pasangan adalah langkah pertama menuju kehidupan bersama yang berhasil.

Sebagian wanita merasa bahwa dirinya lebih tahu yang terbaik, dan mulai mengatur-atur karier suami.

Contohnya, sepupu teman saya. Ketika suaminya ingin keluar dari pekerjaan tetap dan memulai usaha sendiri, istrinya keras menolak, menganggap pekerjaan tetap lebih aman. Mereka pun bertengkar hebat.  Akhirnya, sang suami menyerah dan tetap di pekerjaan lamanya, tapi dia jadi tidak bersemangat bekerja, suasana rumah pun menjadi murung dan berat.

Sebaliknya, kita bisa melihat pasangan selebriti Sun Li dan Deng Chao. Saat Deng Chao ingin beralih menjadi sutradara film, Sun Li tidak menghalangi, bahkan mendukung penuh. Dia menjaga anak, mengurus rumah, agar suaminya bisa fokus berkarya. Dan hasilnya? Film Deng Chao sukses besar, dan hubungan mereka pun menjadi makin erat karena saling mendukung.

Karier adalah bagian penting dari harga diri seorang pria. Wanita yang cerdas tahu bahwa mengontrol bukan solusi  Yang dibutuhkan pria adalah dukungan, bukan intervensi. Dan ketika suami merasa dihargai dan didukung, ia akan lebih mencintai dan berterima kasih kepada istrinya.

3. Tidak Mengatur Hobi Pribadi Suami: Toleransi Membuat Hidup Lebih Indah

Menghargai perbedaan justru membuka pintu pada kebahagiaan yang tidak terduga.

Banyak wanita menganggap hobi suaminya sebagai buang-buang waktu—entah itu main game, memancing, atau menanam tanaman.  Mereka ingin suaminya berubah sesuai ekspektasi mereka sendiri.

Contohnya, seorang tetangga bernama Bu Zhang. Suaminya suka bermain game di ruang kerja sepulang kerja. Tapi istrinya terus menyindir dan bahkan pernah mematikan komputernya dengan paksa. Akhirnya, sang suami enggan pulang ke rumah, dan hubungan mereka pun memburuk.

Sebaliknya, ada Bu Liu. Suaminya hobi menanam kaktus dan tanaman sukulen. Saking antusiasnya, balkon rumahnya penuh dengan pot-pot kecil dan perlengkapan tanaman. Namun Bu Liu tidak pernah mengeluh.

Dia bahkan ikut belajar tentang tanaman dan membantu merawatnya. Bahkan, sang suami pernah memenangkan lomba tanam hias.

Kini mereka punya lebih banyak topik pembicaraan, dan hubungan mereka pun makin harmonis.

Wanita yang bijak tahu bahwa setiap orang butuh ruang untuk mengekspresikan diri. Menerima dan mendukung hobi suami bukan berarti mengalah, tapi menciptakan koneksi baru dalam hubungan. Dan itu justru membuat cinta makin tumbuh.

Penutup:

Pernikahan bukanlah pertarungan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Semakin kamu berusaha mengontrol, semakin besar dorongan pasanganmu untuk menjauh. Sebaliknya, ketika kamu belajar untuk melepaskan dan mempercayai, itulah saat cinta tumbuh dengan bebas dan tulus.

Tidak ikut campur dalam:

·        Lingkaran sosial suami

·        Rencana karier suami

·        Hobi pribadi suami

Bukan berarti tidak peduli, tapi justru bentuk kepercayaan, penghargaan, dan toleransi. Inilah kecerdasan sejati seorang wanita dalam membangun rumah tangga yang sehat dan bahagia.

Semakin tidak mengatur, semakin tenang hidupmu. Semakin tenang, semakin bahagia pernikahanmu.

Lalu bagaimana dengan kamu? Pernahkah mencoba “seni melepaskan” dalam pernikahanmu? (jhn/yn)

Untung Diingatkan! Ternyata Suhu Kulkas Harus Dinaikkan di Musim Panas—Selama Ini Saya Salah Atur!

EtIndonesia. Minggu lalu, ibu saya menelepon dan bilang kulkas di rumah sepertinya rusak. Saat membuka pintunya, tidak terasa dingin, dan makanan di dalamnya tidak awet seperti biasanya. Dia meminta saya bantu memanggil teknisi servis ke rumah.

Dan dari kejadian itulah saya baru tahu: Ternyata kulkas memang perlu disesuaikan suhunya secara berkala!

Selama ini, saya yakin banyak teman juga seperti saya: Sejak kulkas pertama kali dipasang, bagaimana teknisi menyetelnya, begitulah kita terus pakai tanpa pernah mengubahnya.

Untung saja teknisinya memberitahu saya, kalau tidak, saya mungkin akan terus memakai kulkas dengan cara yang salah.

Nah, kali ini saya ingin membagikan cara mengatur suhu kulkas dengan benar di musim panas, seperti yang dijelaskan teknisi kepada saya. Yuk simak bersama!

Jika Anda Menggunakan Kulkas Pintar

Jika kulkas di rumah adalah model pintar (smart refrigerator), Anda tidak perlu lagi mengatur suhu secara manual. Kulkas jenis ini sudah dilengkapi dengan sistem pengatur suhu otomatis yang dapat menyesuaikan suhu sesuai kebutuhan.

Namun…

Jika Kulkas Anda Masih Tipe Mekanis Lama

Maka Anda harus mengatur suhu secara manual. Mengatur suhu dengan benar tidak hanya bisa menghemat listrik, tetapi juga membuat kulkas lebih awet dan tahan lama.

Biasanya, Anda akan menemukan dua buah tombol pemutar suhu (knob) di bagian dalam kulkas:

·        Satu untuk ruang pendingin (fridge/cold room)

·        Satu lagi untuk ruang pembeku (freezer)

Beberapa kulkas menggunakan sistem angka 0–7, dan sebagian lainnya menggunakan label seperti: Lemah – Sedang – Kuat. Fungsinya sama saja.

Untuk bagian freezer, biasanya diatur pada suhu -18°C, karena pada suhu ini aktivitas mikroorganisme akan terhenti. Jadi, bagian freezer tidak perlu diubah-ubah.

Yang perlu Anda atur adalah bagian pendingin (cold room).

Penting: Angka Bukan Menunjukkan Suhu, Tapi Lama Kerja Kompresor

Perlu diketahui:

Angka pada pengatur suhu kulkas bukan menunjukkan suhu secara langsung, tetapi menunjukkan berapa lama kompresor bekerja dalam satu siklus.

·        Semakin besar angka (misalnya 7), maka kompresor akan bekerja lebih lama, dan suhu di dalam akan semakin dingin.

·        Semakin kecil angka, maka waktu kerja kompresor semakin singkat, dan suhu lebih hangat.

Aturan Mengatur Suhu Kulkas Berdasarkan Musim

·        Musim Panas / Cuaca Panas
→ Atur suhu ke 1–3 (Lemah)
→ Karena suhu luar tinggi, bila suhu kulkas diatur terlalu rendah, kulkas akan bekerja terlalu keras, boros listrik, dan cepat rusak.

·        Musim Semi / Gugur (Cuaca Sejuk)
→ Atur suhu ke 3–5 (Sedang)
→ Suhu luar cukup stabil, suhu kulkas juga tidak perlu terlalu rendah.

·        Musim Dingin / Cuaca Dingin
→ Atur suhu ke 5–7 (Kuat)
→ Karena suhu luar dingin, kulkas cenderung malas bekerja. Jika tidak diatur lebih dingin, makanan tidak akan segar, bahkan bisa rusak.

Mengapa Musim Panas Justru Harus Menurunkan Daya Pendingin?

Mungkin banyak orang merasa bingung:

Bukankah suhu luar panas, berarti kulkas harus semakin dingin?

Tidak juga.

Jika di musim panas Anda mengatur kulkas terlalu dingin, maka akan terjadi perbedaan suhu yang besar antara dalam dan luar.

 Akibatnya:

·        Kulkas akan bekerja sangat keras dan sering menyala

·        Boros listrik

·        Kompresor cepat aus

Sedangkan di musim dingin, jika suhu kulkas terlalu tinggi, maka saat Anda buka pintu kulkas, bisa jadi udara luar malah lebih dingin daripada kulkas itu sendiri! Akibatnya, kulkas jarang bekerja dan fungsi pengawetan pun tidak maksimal.

Jadi, menyesuaikan suhu kulkas dengan suhu lingkungan luar adalah kunci agar:

·        Hemat listrik

·        Performa maksimal

·        Umur kulkas lebih panjang

Tips Tambahan Agar Kulkas Hemat Listrik:

1. Jangan Terlalu Sering Membuka-Tutup Pintu

Di musim panas, kulkas sering dibuka tutup. Setiap kali pintu dibuka, udara panas dari luar masuk. Kulkas harus bekerja lagi untuk menurunkan suhu—dan itu sangat boros energi!

Solusinya: Ambil sekaligus barang yang dibutuhkan, jangan buka-tutup berkali-kali.

2. Jangan Mengisi Kulkas Terlalu Penuh

Kulkas yang terlalu penuh akan:

·        Menghalangi sirkulasi udara dingin

·        Membuat suhu tidak merata

·        Membuat makanan cepat rusak

·        Memaksa kulkas bekerja lebih keras

Solusinya:  Atur isi kulkas dengan rapi, beri jarak antar barang, dan klasifikasikan berdasarkan jenis.

3. Gunakan Es Batu untuk Membantu Pendinginan

Isi air dalam botol atau wadah, bekukan di freezer, lalu pindahkan ke ruang pendingin. Saat es mencair, dia menyerap panas, sehingga membantu menjaga suhu tetap dingin lebih lama.
Dengan demikian, kulkas tak perlu terlalu sering menyala → hemat listrik.

Bonus: Cara ini juga cocok untuk mencairkan daging—cukup pindahkan ke ruang pendingin semalam sebelumnya.

Lebih alami, lebih segar, dan tetap hemat listrik!

Penutup:

Jadi, selama ini banyak dari kita mungkin menggunakan kulkas dengan pengaturan suhu yang tidak sesuai musim.  Padahal, hanya dengan memutar sedikit tombol pengatur suhu, kita sudah bisa:

·        Menghemat listrik

·        Menjaga kualitas makanan

·        Memperpanjang umur kulkas

Untung saja saya sempat diingatkan oleh teknisi!

Kalau tidak, saya mungkin akan terus membuang energi dan uang secara sia-sia.

Semoga tips ini bisa membantu Anda juga menjaga kulkas dan keuangan rumah tangga! (jhn/yn)

AS Hentikan Pengiriman Bantuan Militer: Ukraina Panggil Diplomat AS, Peringatkan Akan ‘Mendorong’ Rusia untuk Melanjutkan Perang

EtIndonesia. Ukraina memanggil wakil kepala kedutaan AS di Kyiv untuk rapat pada hari Rabu (2/7) dan memperingatkannya bahwa penundaan bantuan militer AS ke Ukraina akan “mendorong” Rusia, kata kementerian luar negeri Kyiv. Gedung Putih mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka menghentikan beberapa pengiriman senjata utama ke Ukraina yang dijanjikan oleh pemerintahan AS sebelumnya untuk memerangi invasi Rusia.

“John Ginkel diundang ke kementerian luar negeri Ukraina… Pihak Ukraina menekankan bahwa penundaan atau penundaan dalam mendukung kemampuan pertahanan Ukraina hanya akan mendorong agresor untuk melanjutkan perang,” kata kementerian luar negeri Kyiv dalam sebuah pernyataan.

Kremlin menyambut baik langkah tersebut, dengan mengatakan bahwa mengurangi aliran senjata ke Kyiv akan membantu mengakhiri konflik lebih cepat.

“Dalam kasus apa pun, semakin sedikit jumlah senjata yang dikirim ke Ukraina, semakin dekat akhir operasi militer khusus,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan menanggapi pertanyaan AFP, menggunakan istilah Rusia untuk serangannya selama lebih dari tiga tahun.

Pemotongan bantuan terjadi pada saat yang berbahaya bagi Ukraina, yang telah mengalami pemboman hebat Rusia selama berminggu-minggu dan telah menyerahkan wilayahnya kepada tentara Moskow di garis depan.

Media AS melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Patriot dan artileri termasuk di antara barang-barang yang ditahan, yang keduanya menurut Kyiv sangat dibutuhkan.

Seorang sumber tingkat tinggi di militer Ukraina mengatakan kepada AFP bahwa Kyiv akan berjuang untuk mempertahankan diri dari serangan pasukan Rusia tanpa amunisi AS.

“Kami sekarang sangat bergantung pada pasokan senjata Amerika, meskipun Eropa melakukan yang terbaik, tetapi akan sulit bagi kami tanpa amunisi Amerika,” kata sumber itu.(yn)

Tiga Tipe Ibu yang Paling Mudah Membuat Anak Menjadi “Musuh”—Terutama Tipe Ketiga, sangat akurat !

EtIndonesia. Seorang teman pernah berkata pada saya:”Saya hampir tidak bicara lagi dengan ibu saya.”

Dulu waktu kecil, semua hal harus menurut ibunya—mau pakai baju apa, belajar apa, bermain dengan siapa—semuanya ditentukan oleh sang ibu.

Tapi ketika ia tumbuh dewasa dan mulai membuat keputusan sendiri, ibunya langsung berkata : “Kamu sudah merasa hebat ya, sekarang tidak mau dengar ibu lagi.”

Dia berkata: “Sekarang setiap kali mendengar suara ibu saya, kepala saya langsung sakit.”

Sebenarnya, sikap dingin anak setelah dewasa bukanlah kasus yang langka. Sering kali kita berpikir, anak yang berubah—padahal, bisa jadi perilaku kita sendirilah yang perlahan-lahan menjauhkan mereka. Bahkan di hati sang anak, ibu yang dulu begitu dekat, kini justru menjadi sosok yang ingin mereka hindari.

Ada tiga tipe ibu yang paling berpotensi menjadikan anak sebagai “lawan”, terutama yang ketiga—terlalu sering terjadi, dan sangat tepat!

1. Ibu yang Terlalu Mengatur Segalanya

Banyak ibu, sejak anak lahir, langsung menjadikan “mengurus” sebagai misi hidupnya.

Karena takut anak tersesat, semuanya diatur sedetail mungkin: makan apa, pakai apa, belajar apa, bahkan cita-cita pun sudah ditentukan.

Mereka berkata:

·        “Ikuti kata Ibu, Ibu tidak mungkin mencelakakan kamu.”

·        “Sekarang kamu belum mengerti, nanti kamu akan paham semua yang Ibu lakukan ini demi kamu.”

Kedengarannya familiar?

Mayoritas ibu bertindak dari rasa sayang. Tapi kadang, yang kita sebut “demi kebaikanmu” sebenarnya hanyalah “harus seperti yang aku mau.”

Saya pernah bertemu seorang mahasiswi yang berkata:“Seumur hidup, saya belum pernah membuat keputusan sendiri.”

Bahkan ketika ingin berhenti main piano, dia tak berani bicara, karena ibunya merasa itu adalah investasi terbesar yang telah diberikan padanya.

Akhirnya, dia perlahan enggan berbicara dengan ibunya.

“Untuk apa bicara? Dia sudah pikirkan semuanya sejak awal.”

Meskipun tinggal serumah, jarak batin mereka makin jauh dari hari ke hari.

2. Ibu Bertipe Meledak-ledak Emosi

Ibu seperti ini sebenarnya tidak berniat jahat, bahkan sangat ingin menjadi ibu yang baik. Tapi dia terlalu lelah. Bekerja di siang hari, mengurus rumah di malam hari, semua dipikul sendiri. Tak ada yang membantu, tak ada yang memahami.

Akhirnya, hal-hal kecil pun jadi pemicu ledakan:

·        Anak mengerjakan PR terlalu lambat → langsung dibentak.

·        Lantai rumah kotor → sambil mengepel, sambil memaki.

·        Kadang bahkan tidak ada alasan khusus—emosi yang terpendam terlalu lama, akhirnya meledak.

Muncullah kata-kata seperti:

·        “Ibu ini capek-capek buat siapa, sih?”

·        “Kenapa kamu selalu bikin Ibu susah?”

·        “Ibu sudah sabar banget, tahu gak?!”

Mungkin setelahnya sang ibu menyesal,
tapi di hati anak, ia sudah memasang jarak.

Karena dunia anak itu sederhana— mereka belum paham bahwa “Ibu sedang lelah”.

Yang mereka ingat hanyalah: “Ibu sering marah. Ibu tidak suka aku.”

Jika ini terjadi berulang kali, anak akan belajar tiga hal:

1. Lebih baik diam, agar tidak kena marah.

2. Jaga jarak, agar tidak merasa sakit hati.

3. Tidak percaya diri, karena terus disalahkan.

Lama-lama, anak bisa tumbuh jadi pribadi yang sensitif, tertutup, dan dingin.

Sebagai ibu, kita terlalu ingin jadi sempurna, tapi lupa bahwa kita pun butuh bernapas. Saat kita hidup lebih ringan, anak akan merasakan kehangatan, bukan tekanan.

3. Ibu Bertipe “Cerewet Tanpa Sadar Menyakiti”

Ibu tipe ini tidak galak, tidak suka marah, tapi kata-katanya menyakitkan hati anak, tanpa ia sadari.

Sering berkata:

·        “Kamu kok bodoh sekali, begini saja gak bisa?”

·        “Ibu bukan marahin kamu ya, cuma hasilnya aja yang jelek.”

·        “Anak orang lain bisa kok, kenapa kamu enggak?”

Nada suaranya mungkin tidak tinggi, bahkan sambil tersenyum— tapi kata-katanya menusuk dan mengikis harga diri anak perlahan-lahan.

Ada seorang anak perempuan yang berkata, setiap kali pulang membawa nilai bagus, ibunya tetap akan mencari-cari kesalahan:  “Kamu salah dua nomor ini, pasti karena ceroboh!”

Akhirnya, dia tidak mau lagi membagikan prestasinya. Tidak ingin cerita apa-apa ke ibunya.

“Saya merasa sebaik apa pun, tetap tidak akan cukup.”

Ibu seperti ini tidak berniat melukai anak, hanya saja sudah terlalu terbiasa memakai cara negatif untuk mengekspresikan kecemasan dan harapan.

Namun, bagi anak,“omelan kecil yang berulang” itu adalah luka batin yang perlahan tumbuh dalam diam.

Kalau kamu terus berkata, “Kamu gak bisa,” lama-lama anak benar-benar percaya bahwa dirinya tak mampu. Kalau kamu selalu membandingkan, dia akan tumbuh dengan perasaan tidak layak untuk dicintai.

Yang Paling Menyakiti Anak Bukan Bentakan, Tapi Kata-kata yang Diucapkan Tanpa Pikir Panjang

Kita memang harus mendidik anak, tapi:

·        Mendidik bukan berarti menjatuhkan.

·        Jujur bukan berarti menyakiti.

Kadang, satu kalimat pujian dan satu pelukan hangat, cukup membuat anak tumbuh dengan rasa percaya diri. Sebaliknya, satu kalimat kritik tanpa empati, bisa membuat anak bergumul dengan keraguan diri seumur hidup.

Penutup:

Jangan bersedih, karena setiap ibu pasti sudah berusaha semampunya

 Tapi jika kita bisa:

·        Lebih sabar sedikit

·        Lebih mengurangi kontrol

·        Lebih mengizinkan anak menjadi dirinya sendiri

Maka anak akan merasa: “Ibu bukan ingin mengubahku, tapi ibu menemaniku untuk tumbuh.”

Cinta tidak harus sempurna. Cukup hadir dengan kelembutan—itu sudah luar biasa. (jhn/yn)

Program Nuklir Iran Menurun Hingga Dua Tahun, Kata Pentagon Setelah 10 Hari Serangan

EtIndonesia. Hampir 10 hari setelah menyerang fasilitas nuklir Iran, Pentagon mengatakan telah menurunkan program nuklir Teheran hingga dua tahun. Hal itu menunjukkan bahwa operasi militer AS yang dilakukan di Fordow, Natanz, dan Isfahan berhasil dan tujuannya tercapai.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah pengarahan mengatakan: “Kami telah menurunkan program mereka satu hingga dua tahun, setidaknya penilaian intelijen di dalam Departemen Pertahanan menilai hal itu.”

Dia menambahkan: “Semua intelijen yang telah kami lihat membuat kami percaya bahwa fasilitas Iran, khususnya, telah sepenuhnya dihancurkan.”

Meskipun belum lama ini, Presiden Trump mengatakan: “Saya dapat melaporkan kepada dunia bahwa serangan ini merupakan keberhasilan militer yang spektakuler. Fasilitas nuklir utama Iran telah selesai dan sepenuhnya dihancurkan. Iran, pengganggu Timur Tengah, sekarang harus berdamai.”

Wakil Presiden JD Vance mengatakan: “Tujuan kami adalah mengubur uranium, dan saya pikir uranium memang dikubur. Tujuannya adalah menghilangkan pengayaan dan menghilangkan kemampuan mereka untuk mengubah bahan bakar yang diperkaya itu menjadi senjata nuklir. Saya pikir itu poin penting.”

Pada tanggal 26 Juni, seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada kantor berita The Times of Israel bahwa serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran telah menghambat program nuklir selama ‘beberapa tahun,’ tetapi belum menghancurkan atau membongkarnya sepenuhnya. Ini bertentangan dengan klaim yang dibuat oleh Trump setelah serangan 22 Juni di lokasi nuklir.

Parnell menambahkan: “Semua intelijen yang kami lihat membuat kami percaya bahwa fasilitas Iran khususnya, telah sepenuhnya dihancurkan.”

Pesawat pembom militer AS telah menargetkan tiga fasilitas nuklir Iran dan telah menggunakan lebih dari selusin bom penghancur bunker seberat 13.600 kg dan lebih dari dua lusin rudal jelajah serang darat Tomahawk. (yn)

Tiga Kalimat Cerdas untuk Menolak Pinjaman Uang Tanpa Merusak Hubungan

EtIndonesia. Penulis terkenal Mark Twain pernah berkata: “Persahabatan itu suci, tapi uang bisa membuatnya menjadi urusan duniawi.”

Dalam hidup, hampir semua dari kita pernah mengalami situasi: teman atau saudara tiba-tiba meminta pinjaman uang.

Kalau kita pinjamkan, khawatir uangnya tak kembali. Kalau tidak dipinjamkan, takut hubungan menjadi renggang.

Lebih rumit lagi, beberapa orang berjanji manis saat meminjam, tapi saat ditagih malah menghilang. Akhirnya uang tak kembali, hubungan pun hancur.

Padahal, menolak permintaan pinjaman tidak selalu harus dengan wajah dingin. Orang yang cerdas tahu caranya menggunakan kata-kata berkelas dan berempati, agar penolakan terdengar sopan, tidak menyakitkan, tetap menjaga dompet dan hubungan sekaligus.

Hari ini, kami akan membagikan tiga kalimat ajaib yang bisa kamu pakai untuk menolak permintaan pinjaman dengan halus tapi tegas— membuat orang lain mundur tanpa merasa tersinggung.

1. Serang Balik dengan Pertanyaan: Bantu Secara Emosional, Bukan Finansial

Ketika seseorang mulai berkata : “Aku lagi butuh banget, bisa pinjam uang enggak?”

Yang paling sulit adalah menolak ketika mereka memasang wajah sedih dan menyentuh perasaan.

Nah, alih-alih langsung berkata “tidak”, cobalah berbalik bertanya dengan tulus:

“Kamu lagi ada kesulitan apa? Coba ceritain, siapa tahu aku bisa bantu dengan cara lain.”

Kalimat ini punya makna tersembunyi: “Aku bersedia membantu, tapi bukan dengan uang.”

Biasanya, orang yang meminjam uang tidak betul-betul memikirkan solusi lain selain uang.
 

Ketika kamu menanggapi dengan cara ini, mereka akan:

·        Mulai menyadari masalah mereka sendiri tidak seberat itu, atau

·        Mencari bantuan di tempat lain yang lebih memungkinkan.

Mark Twain juga pernah berkata: “Meminjamkan uang kepada teman adalah cara tercepat untuk menguji karakter seseorang.”

Jadi, daripada pasrah menjadi korban “ujian karakter”, lebih baik ajak mereka berpikir jernih. Orang yang memang benar-benar butuh bantuan, justru akan menghargai upaya tulusmu. Sedangkan mereka yang berniat memanfaatkan, akan mundur dengan sendirinya.

2. Gunakan Alasan “Resmi”: Biarkan Sistem yang Menolak, Bukan Kamu

Kalau si peminjam tetap ngotot, kamu bisa lemparkan alasan ke pihak ketiga yang “lebih kuat dari kamu”. Contohnya:

“Maaf, semua uangku sedang ditanam di investasi dan belum bisa dicairkan.”

“Keuangan keluarga sekarang diatur pasangan saya, jadi saya harus diskusi dulu.”

Dengan kalimat seperti ini:

·        Kamu tidak langsung menolak.

·        Kamu memberi alasan yang logis dan bisa dimaklumi.

·        Kamu memberikan “tembok” agar si peminjam tidak bisa memaksakan kehendak.

Investor besar George Soros pernah berkata: “Pasar itu penuh risiko, meminjam uang harus ekstra hati-hati.”

Pinjam-meminjam uang antar teman atau saudara terlihat seperti bentuk kepedulian,
padahal sebenarnya menyimpan potensi konflik yang besar.

Dengan membawa alasan sistemik (investasi, pasangan, perencanaan keuangan), kamu menyampaikan bahwa:

“Meminjam uang dariku bukan sesuatu yang bisa diputuskan sepihak atau dadakan.”

Orang yang rasional akan langsung mengerti dan mundur.

3. Ambil Hikmah dari Pengalaman Masa Lalu: Tolak dengan Cerita, Bukan Penolakan

Jika si peminjam masih belum menyerah, bahkan mulai bermain perasaan: “Kita ini sudah berteman lama, masa kamu enggak percaya aku?”

Nah, inilah saatnya menyerang balik dengan cerita pribadi : “Aduh… bukan aku enggak percaya kamu. Dulu aku pernah minjemin uang ke teman dekat, sampai sekarang belum dikembalikan. Aku jadi dimarahi keluarga karena terlalu mudah percaya.”

Kalimat ini sangat efektif karena:

·        Memberi gambaran nyata tentang risiko dan kerugian yang pernah kamu alami.

·        Menyalahkan masa lalu atau orang lain, sehingga kamu tidak terlihat seperti “penjahat utama” dalam cerita.

·        Memberikan alasan psikologis dan emosional, bukan semata alasan keuangan.

Filsuf Romawi Seneca pernah mengatakan: “Meminjamkan uang kepada orang yang tak tahu berterima kasih, sama dengan membeli musuh dengan uang sendiri.”

Orang yang benar-benar menghargai hubungan, tidak akan memaksamu berada dalam posisi sulit. Sebaliknya, mereka yang tetap memaksa setelah kamu bercerita panjang lebar—
mungkin sejak awal memang tidak niat mengembalikan.

Penutup:

William Shakespeare pernah berpesan: “Jangan mudah meminjamkan uang pada teman. Kalau tidak hati-hati, kamu akan kehilangan dua hal: uang dan teman.”

Permintaan meminjam uang bukan hanya soal keuangan, tapi juga ujian karakter dan relasi. Belajarlah berkata “tidak” dengan cara yang elegan, sopan, dan tidak menyakiti.

Ingat tiga kalimat ini:

1. “Kamu ada masalah apa? Biar aku bantu cari solusi.”

2. “Semua uangku sedang diinvestasikan / diatur pasangan.”

3. “Dulu aku pernah minjemin teman, sampai sekarang belum dibayar…”

Gunakan ketiganya sesuai situasi dan hubungan.

Dengan begitu, kamu:

·        Tetap menjaga keuangan pribadi,

·        Menjaga martabat dan kenyamanan,

·        Serta menyelamatkan hubungan pertemanan yang berharga.

Ingat: 

Teman sejati tidak akan menjauh hanya karena satu penolakan. Dan mereka yang marah karena tak bisa pinjam uang, mungkin sejak awal bukan teman yang tulus. (jhn/yn)

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Bawa 65 Orang dan 22 Kendaraan

ETIndonesia. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang membawa 65 orang tenggelam di Selat Bali, Rabu (3/7/2025) malam. 

Kapal tersebut dengan rincian terdiri 53 penumpang dan 12 kru serta membawa 22 unit kendaraan. KMP Pratama bertolak dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. 

Tim SAR dari Basarnas dan gabungan sudah diterjunkan untuk melakukan penyelamatan dan pencarian . Basarnas menyampaikan turut prihatin atas musibah yang menimpa kepada para korban. 

“Badan sar nasional menyampaikan turut prihatin atas musibah yang menimpa KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali,” kata kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii. 

Hingga Kamis (4/7) pukul 11.00 WIB, Kepala Basarnas menyampaikan hasil operasi SAR sementara yang telah dilakukan tim sar gabungan, telah ditemukan:

Korban selamat: 31 orang

Meninggal dunia: 4 orang

Dalam pencarian: 30 orang.

Berikut kronologi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya : 

  • Rabu, 2 Juli 2025 pukul 22.56 WIB, sesuai jadwal KMP Tunu Pratama Jaya Bertolak dari Pelabuhan Ketapang Menuju Gilimanuk
  • Pukul 23.20 WIB  KMP Tunu Pratama Jaya Menyampaikan Distress call ke KSOP (Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan) Tanjungwangi
  • Pukul 23.35 WIB, KSOP Menyatakan Kapal Tenggelam
  • Informasi dilaporkan kepada Basarnas Kantor SAR Surabaya pada pukul 23.40 WIB, Basarnas Command Center langsung e-broadcast kepada seluruh kapal yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi sar di bawah kendali sar mission coordinator (SMC)
  • Pukul 23.50 WIB Tim Sar dari pos sar banyuwangi berangkat menggunakan rigid inflatable boat (RIB) dan rigid buoyancy boat (RBB) untuk melaksanakan operasi sar di lokasi kejadian.
  • Pukul 00.20 WIB Tim Sar dari Pos Sar Jembrana diberangkatkan menuju lokasi, tiba pukul 00.55 WUB.
  • Pukul 05.30 WIB Basarnas memberangkatkan KN Sar Permadi dari kantor SAR Surabaya dan KM SAR Arjuna dari kantor SAR Denpasar ke lokasi kejadian
  • Operasi sar yang dilaksanakan basarnas bersama potensi sar diikuti oleh: Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, TNI AL, Polairud, KSOP, KPLP,  Satbrimob, BPBD, BMKG, Tagana, potensi SAR lokal dan nasional, Instansi pelabuhan dan operator ASDP di Ketapang dan Gilimanuk, nelayan setempat. 

Alat Utama yang terlibat dalam operasi saat ini:

RIB 03 dan RBB Banyuwangi

RIB 01 Jembrana

KN SAR Permadi dari Kansar Surabaya

KN SAR Arjuna dari Kansar Denpasar

KN 5200 dan KN 5209 dari KSOP Tanjungwangi

Kapal AL Sembulungan dan Patkamla Payaman

TB Joyoboyo dari pelindo

KMP Tunu pratama Jaya 5888 dan 3888

Operasi SAR masih terus dilanjutkan.

(***)