Tes Psikologis: Dari 4 Jenis Mangga Ini, Mana yang Menurutmu Paling Matang dan Manis? Uji Seberapa Sensitif Dirimu


EtIndonesia. Bayangkan di depanmu ada empat buah mangga dengan tampilan yang berbeda-beda. Meskipun semuanya terlihat bisa dimakan, masing-masing memiliki warna, tekstur, dan kematangan yang berbeda. Manakah yang menurutmu paling matang dan paling manis?

Pilihanmu akan mencerminkan karakter psikologismu, khususnya: apakah kamu orang yang mudah merasa sensitif, atau justru sebaliknya.

Pilihan A

Deskripsi: Mangga ini tampak sangat matang, warnanya kuning tua, permukaannya halus dan mengkilap, terlihat sangat manis.

Analisis:

Kamu adalah orang yang sangat lugas dan langsung. Kamu tidak suka bertele-tele, dan hal itu berlaku dalam semua aspek kehidupanmu.

Kamu pandai mengungkapkan pikiran dan pendapatmu secara terbuka, tetapi terkadang justru bisa terlalu terus terang, sehingga membuat orang lain merasa kurang nyaman.

Namun, kamu bukan tipe yang mudah tersinggung—justru kamu lebih mungkin membuat orang lain tersinggung tanpa menyadarinya. Kamu tidak terlalu peka terhadap kode atau perasaan halus orang lain.

Pilihan B

Deskripsi: Mangga ini kulitnya agak lembek dan warnanya sedikit kusam, tapi bagian dalamnya diperkirakan sangat manis.

Analisis: 

Kamu adalah pribadi yang cukup sensitif dan peka terhadap lingkungan sekitar. Kamu mampu menangkap sinyal halus dari orang lain dan mudah memahami perasaan mereka.

Kamu pendengar yang baik dan sangat memperhatikan detil. Tapi karena kepekaanmu yang tinggi, kamu juga bisa terlalu peduli dengan pendapat orang lain, hingga kadang memengaruhi suasana hatimu.

Secara emosional, kamu cenderung mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar, dan butuh waktu untuk menenangkan diri.

Pilihan C

Deskripsi: Mangga ini punya beberapa bercak di kulitnya, tapi daging buahnya sangat lembut dan benar-benar matang.

Analisis:

Kamu adalah orang yang sangat sabar dan stabil. Dalam menghadapi tantangan dan kesulitan hidup, kamu mampu tetap tenang dan rasional.

Kamu suka belajar dari pengalaman dan tidak mudah terburu-buru dalam mengambil keputusan. Karaktermu memungkinkan kamu terus berkembang dan tumbuh secara konsisten.

Namun, kamu mungkin sedikit terlalu berhati-hati, sehingga terkadang kurang memiliki keberanian untuk mengambil risiko atau mencoba hal baru.

Pilihan D

Deskripsi: Mangga ini warnanya lebih terang, tetapi daging buahnya tampak padat dan sangat manis saat dimakan.

Analisis:

Kamu adalah orang yang sangat optimis dan penuh semangat. Kamu selalu bisa melihat sisi terang dari kehidupan dan menikmati hal-hal kecil yang membuat bahagia.

Kamu mudah merasa bersyukur, dan mampu menularkan energi positif ke orang di sekitarmu.

Namun, sisi kurangnya adalah kamu kadang terlalu idealis atau terlalu berharap tinggi, bahkan terhadap sesuatu yang belum pasti atau kurang realistis.

Penutup: Apa yang Bisa Kamu Pelajari dari Tes Ini?

Pilihan mangga yang kamu ambil mewakili kecenderungan psikologismu, khususnya dalam hal kepekaan emosi dan bagaimana kamu berinteraksi dengan lingkungan.

·        Memilih A: Kamu biasanya langsung, tegas, dan tidak mudah sensitif.

·        Memilih B: Kamu cenderung penuh empati, sensitif, dan perhatian pada orang lain.

·        Memilih C: Kamu adalah tipe yang sabar, kalem, dan penuh pertimbangan.

·        Memilih D: Kamu pribadi yang optimis dan ceria, tapi perlu lebih realistis.

Setiap karakter punya kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Yang terpenting adalah mengenali diri sendiri, memaksimalkan kelebihanmu, dan menyadari apa yang perlu ditingkatkan. Dengan begitu, kamu akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan kesempatan hidup.

Tes seperti ini juga membantu kita memahami perubahan suasana hati dan pola emosi pribadi. Saat menghadapi situasi sulit atau konflik, kamu bisa menyesuaikan cara pendekatanmu berdasarkan kepribadianmu.

Di sisi lain, memahami orang lain juga sangat penting—belajar mendengarkan dan berempati bisa membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih harmonis.

Dan yang paling penting: selalu jaga sikap positif dan semangat dalam menjalani hidup, karena dunia ini bisa berubah menjadi tempat yang lebih baik, dimulai dari hatimu sendiri.(jhn/yn)

Tidak Suka Melihat Orang Lain Bahagia? Hati-hati, Rasa Iri Bisa Menghancurkanmu

EtIndonesia. Rasa iri bagaikan ular berbisa—dia meracuni jiwa dan merusak hubungan sosial. Meski menyakitkan untuk diakui, kenyataannya, rasa iri hidup dalam alam bawah sadar setiap orang. Untuk menaklukkannya, kita harus membuka hati, merangkul keindahan dunia, dan mengembangkan empati terhadap sesama, agar dapat keluar dari ketimpangan emosi yang ekstrem.

Kapan Seseorang Merasa Iri?

Setidaknya ada empat faktor utama yang memicu rasa iri:

1. Kedekatan hubungan dengan orang yang lebih baik dari kita.

2. Orang yang dulunya berada di bawah kita, kini justru melampaui kita.

3. Keberhasilan di bidang yang sangat kita pedulikan justru diraih orang lain.

4. Ketidakmampuan diri kita secara terang-terangan diungkap oleh orang lain.

Jika keempat faktor ini muncul bersamaan, rasa iri bisa tumbuh sangat kuat dan membara.

Semakin Dekat, Semakin Iri

Sebagai contoh, tidak banyak karyawan kantoran yang benar-benar iri kepada Bill Gates atau Mark Zuckerberg. Juga, seorang pegawai rendahan tidak akan terlalu terusik bila melihat manajer senior naik jabatan menjadi direktur—karena jarak sosial dan kemampuan mereka memang jauh.

Namun, bila yang mendapat promosi adalah rekan kerja seangkatan atau bahkan bawahan, kita bisa mulai merasa:

“Kok dia bisa? Padahal aku lebih lama kerja di sini!”

Hal ini berlaku juga di klub olahraga, ketika siswa tahun pertama menjadi bintang utama, padahal kita yang sudah di tingkat tiga justru tak menonjol—emosi kita bisa terguncang hebat.

Bagi wanita, mungkin tak akan iri dengan supermodel atau Putri Kate dari Inggris, karena mereka terlalu jauh dari dunia kita. Tapi, ketika rekan kerja perempuan mendapat perhatian lebih dari rekan pria, rasa tak nyaman bisa muncul.

Industri hiburan pun serupa: saat ada anggota baru dalam grup idola yang langsung naik daun, sulit bagi anggota lama untuk tidak merasa terancam.

Semakin dekat jaraknya, dan semakin “biasa” orang itu sebelumnya, semakin besar rasa iri yang muncul.

Namun, jika keberhasilan orang lain berada di bidang yang tidak kita minati, biasanya kita tidak akan merasa iri.

Misalnya:

·        Rekan kerja menang lomba binaraga, padahal kita tidak suka olahraga?
→ Kita akan dengan tulus berkata: “Keren juga kamu!”

·        Teman membeli mobil Ferrari, padahal kita tak peduli soal mobil?
→ Mungkin kita hanya berpikir: “Wah, boros juga ya.”

Sebaliknya, jika itu berkaitan dengan hal yang kita pedulikan, maka komentar kita bisa berubah:

·        “Apa-apaan sih, cuma dia doang.”

·        “Masih muda gitu udah sok-sokan.”

·        “Ah, cewek doang!”

Kenapa Kita Tidak Iri pada Orang yang Menang Undian?

Karena menang undian bukan hasil dari kemampuan, maka kita tidak merasa terganggu.

·        “Wah, hoki banget!”

·        “Aku pengen juga, sih.”

Tapi tidak sampai berpikir:

“Aku harus menjatuhkan dia.”

Namun beda cerita jika rekan kerja sukses membangun bisnis sendiri. Ini menyangkut usaha dan kemampuan, dan kalau kita akui keberhasilannya, kita merasa harga diri kita terancam. Maka muncullah komentar seperti:

“Ah, itu cuma hoki!”
“Tunggu aja, pasti bangkrut juga.”

Ada Orang yang Selalu Iri, Bahkan ke Orang Tak Dikenal

Beberapa orang memiliki watak yang iri secara ekstrem. Bahkan saat melihat orang asing di media sosial terlihat bahagia, mereka langsung menulis komentar sinis—bukan karena benci secara pribadi, tapi sekadar melampiaskan frustrasi.

Mereka berkata:

“Semoga keluargamu celaka!”
“Cih, norak banget pamer gitu!”

Waspadai! Iri Bisa Membuatmu Kehilangan Akal Sehat

Ada yang saking dikuasai rasa iri, sampai meninggalkan komentar jahat dan mengutuk orang lain di media sosial. Bagi orang normal, ini terdengar kekanak-kanakan dan menjijikkan.

Namun, orang yang tenggelam dalam rasa iri tak lagi berpikir jernih. Bahkan mereka menganggap diri benar, seolah-olah menyuarakan keadilan.

Bahaya dari iri hati adalah: dia membutakan logika dan menjerumuskan seseorang ke dalam penderitaan.

Ketika hati dipenuhi dengki, maka:

·        Pekerjaan terganggu.

·        Hidup tidak bahagia.

·        Pikiran terus-menerus ingin menjatuhkan orang lain.

·        Emosi tidak stabil.

Dan yang lebih parah:

Pikiran negatif akan menarik hal-hal buruk.

Karena mereka tidak memikirkan hal-hal baik, maka yang datang hanyalah masalah.

Penutup: Jika Iri Datang, Kendalikan Sebelum Menghancurkan hidupmu

Jika suatu hari kamu merasakan:

·        Ketidaksukaan mendalam terhadap keberhasilan orang lain,

·        Keinginan membandingkan diri terus-menerus,

·        Atau dorongan untuk mengejek diam-diam,

Maka berhati-hatilah—itu adalah tanda bahwa rasa iri sedang tumbuh.

Sebelum perasaan itu meracuni hidupmu dan merusak hubunganmu dengan orang lain, kendalikanlah.
Rasa iri tidak membuat kita lebih unggul—justru membuat kita tenggelam dalam ketidakbahagiaan yang tak ada ujungnya.(jhn/yn)

Pasangan Bertengkar ? Satu Cara Ini Bisa Meredakan Semua Konflik!

EtIndonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, pertengkaran antara suami istri bisa dibilang sudah seperti makanan sehari-hari. Dari hal kecil seperti siapa yang harus mencuci piring hari ini, hingga persoalan besar seperti perbedaan pandangan hidup, semuanya bisa menjadi pemicu pertengkaran. Setelah adu argumen, pasangan sering terjebak dalam perang dingin, saling diam, dan menyimpan rasa tak nyaman di hati.

Namun, tahukah kamu? Ada satu cara sederhana namun efektif yang dapat meredakan hampir semua konflik rumah tangga. Yuk, kita ungkap bersama-sama!

Akar Masalah: Perbedaan Pola Pikir 

Salah satu penyebab utama pertengkaran adalah perbedaan pola pikir.

·        Pria umumnya berpikir secara logis dan rasional. Saat menghadapi masalah, fokus utama mereka adalah mencari solusi.

·        Sebaliknya, wanita cenderung lebih emosional dan intuitif. Saat bertengkar, mereka lebih peduli pada sikap dan empati dari pasangannya, bukan sekadar solusi logis.

Contoh kasus:
Lily dan pacarnya bertengkar karena sang pacar datang terlambat saat kencan.

·        Bagi Lily, keterlambatan itu berarti sang pacar tidak menghargainya, dan itu membuatnya sakit hati dan marah.

·        Sementara bagi sang pacar, itu hanyalah kesalahan kecil yang bisa diperbaiki di lain waktu.

Dalam pertengkaran itu, sang pacar terus mencoba menjelaskan alasannya terlambat dan meyakinkan Lily bahwa dia tidak bermaksud buruk. Namun, Lily tetap marah—karena baginya, bukan soal alasan, tapi soal rasa tidak dipedulikan.

Inilah contoh nyata dari perbedaan cara berpikir yang sering menimbulkan konflik dalam hubungan.

Solusi Ajaib: “Resonansi Emosional” atau Emotional Resonance

Lantas, bagaimana cara menyelesaikannya?

Kuncinya ada pada satu kata: Resonansi emosional.

Apa itu resonansi emosional?

Ini adalah kemampuan untuk meletakkan ego dan pendapat pribadi sejenak, lalu merasakan dan memahami emosi pasangan. Tujuannya bukan langsung mencari solusi, melainkan terlebih dahulu menghadirkan rasa empati dan pengertian agar lawan bicara merasa dimengerti dan dihargai.

Kembali ke kisah Lily dan pacarnya.

Bayangkan jika sang pacar tidak langsung membela diri atau memberikan alasan, melainkan justru memeluk Lily, lalu berkata dengan lembut: “Sayang, aku tahu aku datang terlambat dan itu bikin kamu kecewa dan sedih. Aku salah, aku seharusnya lebih memperhatikan perasaanmu.”

Kalimat seperti ini akan membuat Lily merasa dipahami dan diperhatikan. Saat emosinya mulai mereda, barulah penjelasan soal alasan keterlambatan bisa diterima dengan lebih terbuka dan tanpa emosi yang meledak-ledak.

Mengapa Resonansi Emosional Efektif?

Karena manusia secara alami mendambakan dua hal dalam hubungan:

·        Dimengerti, dan

·        Dicintai.

Saat seseorang berada dalam kondisi emosi tinggi, yang mereka butuhkan bukan solusi logis, tapi dukungan emosional. Mereka ingin tahu bahwa pasangannya memahami rasa sakit, kecewa, atau marah yang mereka rasakan.

Resonansi emosional menciptakan hubungan yang lebih dalam dan bermakna, membangun keintiman emosional yang lebih kuat antara pasangan. Dengan empati yang tulus, konflik bisa berubah menjadi momen mendekatkan hati.

Cara Menerapkan Resonansi Emosional dalam Kehidupan Nyata

Agar teknik ini benar-benar efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Belajar Mendengarkan dengan Tulus
Jangan langsung menyela atau membela diri. Dengarkan hingga pasangan selesai berbicara. Gunakan kontak mata dan bahasa tubuh yang menunjukkan perhatianmu.

2. Cerminkan Pemahamanmu
Gunakan kata-kata yang menunjukkan bahwa kamu benar-benar paham perasaannya, seperti:

“Aku bisa lihat kamu sangat kecewa…”
“Aku ngerti kamu merasa disisihkan…”

3. Berikan Sentuhan Emosional
Sebuah pelukan, sentuhan lembut, atau ucapan yang hangat bisa sangat bermakna. Terkadang, pelukan lebih kuat dari sejuta kata.

Resonansi Emosional Bukan Akhir, Tapi Awal dari Penyelesaian

Perlu diingat, resonansi emosional bukanlah solusi akhir, tapi langkah awal untuk membuka pintu komunikasi yang sehat.

Setelah emosi reda, barulah diskusi soal solusi dan komitmen perbaikan bisa dilakukan secara rasional. Misalnya, jika masalahnya soal waktu, maka keduanya bisa sepakat untuk lebih disiplin di masa depan.

Penutup: Dari Pertengkaran Menuju Cinta yang Lebih Kuat

Pertengkaran antara pria dan wanita adalah bagian alami dari hubungan. Namun, dengan resonansi emosional, kita bisa mengubah pertengkaran menjadi momen pertumbuhan cinta.

Saat kita bersedia melepaskan ego sejenak dan menyelami perasaan pasangan, hubungan akan menjadi lebih hangat, saling pengertian, dan kuat menghadapi segala tantangan.

Mulai hari ini, mari kita latih diri untuk lebih memahami, lebih mendengarkan, dan lebih mencintai.

Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang menang dalam pertengkaran, tapi bagaimana kita bersama-sama menang dalam cinta.(jhn/yn)

Rusia Rebut Daerah Deposit Litium Penting di Ukraina dalam Langkah yang Dapat Memengaruhi Kesepakatan Mineral AS

EtIndonesia. Pasukan Rusia telah merebut kendali atas ladang litium penting di Ukraina timur meskipun ada perlawanan sengit dari pasukan Ukraina — dalam sebuah langkah yang menurut beberapa analis berpotensi memengaruhi kesepakatan mineral Amerika Serikat.

Pasukan Presiden Vladimir Putin merebut Desa Shevchenko di wilayah Donetsk, yang dekat dengan deposit litium, dalam beberapa hari terakhir, pejabat Rusia menyatakan pada hari Kamis.

Deposit tersebut, yang terletak di pinggiran timur Shevchenko dan mencakup sekitar 100 hektar, diyakini sebagai salah satu deposit litium paling berharga di Ukraina dan berada pada kedalaman yang memungkinkan penambangan komersial.

Beberapa analis industri memperingatkan kemungkinan dampak pada kesepakatan mineral AS-Ukraina mengingat penguasaan tersebut merampas aset penting Kyiv yang dapat ditawarkannya sebagai bagian dari kemitraan yang telah lama ditunggu-tunggu.

“Jika pasukan Rusia melangkah lebih jauh, merebut lebih banyak wilayah, mereka akan mengendalikan lebih banyak endapan mineral,” kata Mykhailo Zhernov, direktur perusahaan AS Critical Metals Corp, yang sebelumnya memegang lisensi di endapan Shevchenko, kepada New York Times.

“Itu masalah dalam kesepakatan ini.”

Kesepakatan, yang ditandatangani pada bulan April, menciptakan dana bersama untuk meningkatkan rekonstruksi negara yang dilanda perang dan memberi AS akses istimewa untuk berinvestasi di industri minyak, gas, dan mineral langka Ukraina.

Analis menjelaskan kemajuan Rusia yang sedang berlangsung dan pendudukan berikutnya atas wilayah Ukraina — termasuk endapan Shevchenko — akan terbukti menjadi tantangan bagi kesepakatan tersebut.

Pasukan Rusia telah bergerak perlahan menuju ladang Shevchenko selama berbulan-bulan dan, pada satu titik, maju ke sana dari tiga rute berbeda, menurut pemetaan sumber terbuka dari Deep State, sumber blog militer Ukraina yang otoritatif.

“Desa Shevchenko, yang terletak di perbatasan dengan wilayah Dnipropetrovsk, adalah pemukiman lain yang memiliki endapan litium,” kata Igor Klimakovsky, seorang pejabat yang ditunjuk Rusia di Donetsk, seperti dikutip oleh media Pemerintah Rusia.

“Ini adalah salah satu alasan mengapa angkatan bersenjata Ukraina mengirim sejumlah besar tentara mereka untuk menahannya.”

Pejabat yang didukung Rusia sebelumnya telah mengisyaratkan ladang Shevchenko akan dikembangkan ketika situasi memungkinkan.

Tidak ada komentar langsung dari Ukraina setelah direbutnya Shevchenko. (yn)

Menolong Orang Lain, 22 Tahun Kemudian Takdir Membalas dengan Menyelamatkan Putranya

EtIndonesia. Ini adalah sebuah kisah yang sungguh mengharukan. Seorang tentara yang nyaris kehilangan nyawanya akibat luka tembak, diselamatkan oleh seorang pria asing yang berhati mulia. Ketika ibu sang tentara dengan gigih mencari siapa sosok penyelamat itu, tak disangka seorang wanita tua muncul membawa jawaban yang luar biasa. Kisah nyata ini menggugah hati siapa pun yang mendengarnya.

Penyelamatan di Ambang Maut

Seorang prajurit mengalami luka parah akibat tertembak, lalu jatuh tak sadarkan diri di wilayah Tepi Barat Sungai Yordan, antara perbatasan Israel dan Yordania. Kondisinya sangat kritis, namun tak ada satu pun kendaraan yang melintas berhenti untuk menolongnya. Entah karena ketakutan akan jadi sasaran serangan atau sekadar tak peduli—semua berlalu begitu saja.

Namun pada detik-detik krusial, seorang pemuda asing yang tengah mengemudi kebetulan melintas dan melihat sang tentara tergeletak. Tanpa ragu, dia segera menghentikan mobilnya, mengangkat tubuh sang prajurit yang terluka parah, dan melarikannya ke rumah sakit secepat mungkin.

Setelah memastikan bahwa sang tentara bisa diselamatkan hanya dengan transfusi darah segera, pria baik hati itu langsung pergi—dia bahkan tidak meninggalkan nama atau kontak. Dia hanya berharap tentara itu bisa hidup.

Ketika kedua orangtua sang tentara tiba di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa nyawa anak mereka memang sempat berada di ujung tanduk, namun kini sudah berada dalam kondisi stabil. Mereka pun sangat terharu. Mereka tahu, jika bukan karena bantuan pria asing itu, anak mereka mungkin sudah tiada.

Mencari Sang Penyelamat

Setelah putranya sembuh, sang ibu tidak berhenti mencari siapa sosok penyelamat itu. Dia memasang pengumuman pencarian di papan toko miliknya, menelepon teman-temannya, dan berusaha di mana pun untuk menemukan orang itu—semata-mata agar bisa mengucapkan rasa terima kasih.

Berbulan-bulan berlalu, usahanya tak membuahkan hasil. Tapi dia tidak pernah menyerah, sebab dia tahu bahwa tanpa bantuan pria itu, putranya tidak akan hidup hari ini.

Setelah hampir setahun, sang ibu masih terus berharap, walaupun dia tidak lagi menempelkan pengumuman di jalan, dia tetap menyimpannya di dalam toko. Dia selalu percaya bahwa suatu hari nanti, dia akan bertemu dengan orang yang telah menyelamatkan anaknya.

Pertemuan Tak Disangka

Suatu hari, seorang wanita tua datang ke tokonya untuk berbelanja. Ketika melihat pengumuman pencarian di dalam toko, wanita itu mendekati pemilik toko dan berkata dengan takjub: “Saya benar-benar tidak percaya… Anda adalah ibu dari prajurit yang telah diselamatkan oleh anak saya.”

Sang ibu tentara pun sangat terkejut. Dia menatap wanita itu dan bertanya bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi.

Lalu, wanita itu menceritakan kisah yang tak terduga.

Takdir yang Terbalas Setelah 22 Tahun

Dua puluh dua tahun sebelumnya, wanita itu sedang mengandung anak ketiganya. Keluarganya saat itu dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Dengan dua anak kecil yang harus diasuh, dan kehamilan tak terduga ini, dia merasa putus asa dan bingung bagaimana melanjutkan hidup.

Dia pun datang ke toko itu—toko milik pasangan suami istri yang kini adalah orangtua dari prajurit tadi—dan dengan penuh kegelisahan, dia mencurahkan keluh kesahnya. Dia tidak tahu harus berbuat apa, merasa hidupnya terdesak tanpa jalan keluar.

Namun, pasangan pemilik toko itu tidak hanya mendengarkan. Mereka bersikap hangat, empati, dan penuh perhatian. Mereka membantunya menyusun rencana keuangan, memberi dukungan moral, dan menyemangatinya untuk tetap kuat menghadapi cobaan. Mereka tidak memaksakan keputusan, tetapi hadir sebagai sandaran dengan ketulusan yang luar biasa.

Berkat bantuan dan dorongan dari pasangan itu, wanita tersebut memutuskan untuk melahirkan dan membesarkan anaknya, dan berhasil melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya.

Kini, dua dekade lebih telah berlalu. Dan siapa sangka—anak yang dulu dia kandung dengan penuh kecemasan, kini tumbuh menjadi pria muda yang berani dan baik hati—dan dialah yang menyelamatkan nyawa putra dari pasangan pemilik tokok yang dulu menolong ibunya.

Mukjizat Balasan dari Kebaikan

Kedua ibu itu pun berpelukan dan menangis, dikuasai oleh emosi haru yang dalam. Mereka tahu bahwa semua ini bukan sekadar kebetulan, melainkan takdir yang telah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Karena kebaikan dan dukungan tanpa pamrih yang diberikan 22 tahun lalu, seorang anak dapat lahir dan tumbuh menjadi penyelamat. Pada akhirnya, kebaikan kembali dalam bentuk yang tak terduga—menyelamatkan hidup anak dari orang yang dulu memberi harapan.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia. Bantuan kecil yang kita berikan hari ini mungkin akan kembali kepada kita, atau kepada orang yang kita cintai, dalam cara yang lebih besar dan lebih mulia di masa depan.(jhn/yn)

Mengharukan! Baru Menikah 6 Minggu, Suami Hilang di Medan Perang—60 Tahun Kemudian, Sang Istri Menemukannya di Prancis

EtIndonesia. Ada pepatah kuno yang mengatakan: “Lebih baik menjadi anjing di masa damai daripada manusia di zaman perang.” Ungkapan ini mencerminkan betapa perihnya kehilangan orang tercinta di tengah gejolak peperangan—rasa sakit yang menghunjam hingga ke tulang.

Kisah mengharukan ini terjadi pada masa Perang Dunia Kedua dan dilaporkan oleh media asing CBS News. Sepasang suami istri yang baru menikah selama enam minggu, harus berpisah karena sang suami dikirim ke medan perang. Sang istri terus menanti, tak pernah menyerah, selama 60 tahun—sampai akhirnya dia menemukan jawaban di Prancis.

Setiap kali sang istri berbicara tentang suaminya, ingatannya langsung terlempar kembali ke enam dekade silam. Saat itu, dia masih seorang pengantin muda yang tengah larut dalam kebahagiaan pernikahan. Suaminya, Billie Harris, adalah seorang pilot tempur muda berpangkat letnan dari Texas, Amerika Serikat. Mereka berdua sangat serasi dan saling mencintai.

Namun, kebahagiaan mereka tak bertahan lama. Karena Perang Dunia Kedua sedang berkecamuk, Billie harus dikirim ke medan tempur di Eropa. Meski baru enam minggu menjadi suami istri, mereka harus berpisah demi tugas negara.

Di medan perang, Billie tak pernah lupa pada istrinya. Dia rutin menulis surat, memberi kabar dan menenangkan hati sang istri bahwa setelah perang berakhir, dia akan segera pulang. Jika ada rekannya yang kembali ke tanah air, Billie tak lupa menitipkan pesan kepada istrinya, meminta agar Peggie, sang istri, tidak khawatir.

Namun, suatu hari, surat dari Billie tiba-tiba berhenti datang. Semua kabar mendadak terputus. Peggie yang selalu menunggu dengan cemas, merasa ada yang tidak beres. Dia mencari ke sana kemari, memohon informasi dari siapa pun yang mungkin tahu. Seorang pilot tempur akhirnya memberi tahu bahwa pada 17 Juli 1944, Billie dikirim menjalankan misi berbahaya di wilayah udara utara Prancis yang saat itu dikuasai Nazi. Sejak misi itu, Billie tidak pernah kembali.

Dalam pencarian panjang dan tak kenal lelah itu, Peggie menerima berbagai informasi simpang siur. Ada media yang menyatakan bahwa Billie hilang. Ada juga yang mengatakan bahwa dia telah kembali dan hidup seperti biasa. Bahkan pernah ada surat yang menyebut bahwa Billie telah tewas dan dimakamkan di suatu tempat—namun beberapa saat kemudian, ada yang mengklarifikasi bahwa jasad itu ternyata bukan milik Billie.

Kebingungan dan kesedihan menyelimuti hati Peggie. Meskipun dia dalam hati tahu suaminya kemungkinan besar telah tiada, namun sebagai istri yang setia, dia berpegang teguh pada keyakinan: “Jika hidup, aku ingin melihatnya. Jika sudah meninggal, aku ingin melihat jasadnya.” Dia ingin tahu dengan pasti, di mana jasad suaminya berada.

Bulan demi bulan berlalu, tahun demi tahun terlewati, bahkan puluhan tahun telah lewat. Pihak militer tidak pernah memberi jawaban yang jelas. Keluarga dan kerabat pun menyarankan agar Peggie menyerah dan menjalani hidup baru. Namun dia menolak menyerah. Peggie bahkan menulis surat ke para anggota dewan, meminta bantuan. Tapi semua upayanya sia-sia.

Hingga suatu hari, Alton Harvey, sepupu Billie, ikut turun tangan. Dia mengatakan: “Dia ikut berperang dan tidak pernah kembali—itu tidak benar. Kita perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi.” 

Dengan semangat tak kenal lelah, Alton melakukan pencarian lebih lanjut. Akhirnya, misteri yang sudah terkubur puluhan tahun pun mulai terkuak.

Peggie akhirnya mendapatkan jawaban yang selama ini dia cari. Ternyata, Billie telah dimakamkan dengan layak di Normandia, Prancis, di salah satu kompleks pemakaman militer paling terkenal di dunia. Setelah berpisah selama lebih dari enam dekade, Peggie akhirnya bisa “bertemu” kembali dengan suaminya—meski hanya lewat sebuah batu nisan marmer putih.

Saat mengunjungi makam itu, Peggie disambut hangat oleh warga sebuah desa kecil bernama Les Ventes di Prancis. Di sana, mereka akhirnya mengungkapkan kisah heroik sang suami.

Warga lanjut usia di desa itu mengenang bahwa mereka melihat pesawat Billie ditembak jatuh oleh musuh. Saat pesawat kehilangan kendali dan hampir menabrak desa, Billie dengan sisa tenaganya mengarahkan pesawat ke hutan, menjauh dari perkampungan. Dia akhirnya menabrakkan diri ke tebing gunung, mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan penduduk desa.

Tindakan heroik ini membuat warga desa sangat berterima kasih. Beberapa dari mereka bahkan memasuki hutan untuk mengambil jenazah Billie, lalu memakamkannya di pemakaman khusus tentara gugur. Sejak saat itu, setiap tahun warga desa Les Ventes mengadakan upacara penghormatan khusus untuk mengenang dan menghormati jasa Billie Harris, sang pahlawan dari Amerika.

Dalam wawancara dengan media, Peggie berkata dengan tenang: “Ini adalah akhir terbaik yang bisa saya harapkan.” 

Dia melanjutkan : “Kami hanya sempat bersama selama enam minggu sebagai suami istri. Setelah perpisahan itu, kami terpisah selama lebih dari enam puluh tahun. Jadi, setiap momen untuk ‘bertemu’ kembali sangat berarti bagi saya.” (jhn/yn)

Trump Mengatakan Telah ‘Menyelamatkan Khameni dari Kematian yang Buruk dan Memalukan’

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Jumat (27/6) bahwa dia telah menyelamatkan Ayatollah Ali Khameni dari pembunuhan dan mengecam pemimpin tertinggi tersebut karena tidak tahu terima kasih, dengan menyatakan bahwa dia akan memerintahkan lebih banyak pengeboman jika negara tersebut mencoba mengembangkan senjata nuklir.

Dalam luapan amarah yang luar biasa di platform Truth Social miliknya, Trump mengecam Teheran karena mengklaim telah memenangkan perang dengan Israel dan mengatakan bahwa dia menghentikan upaya untuk kemungkinan pencabutan sanksi.

Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengebom Iran lagi “tanpa pertanyaan” jika negara tersebut masih mampu memperkaya uranium tingkat senjata nuklir setelah serangan AS.

Presiden AS menuduh pemimpin Iran tidak tahu terima kasih setelah Khamenei mengatakan dalam sebuah pesan yang menantang bahwa laporan kerusakan pada situs nuklirnya akibat pengeboman AS dibesar-besarkan, dan mengatakan Iran telah mengalahkan Israel dan memberikan “tamparan” kepada Washington.

Trump memposting: “Saya tahu PERSIS di mana dia berlindung, dan tidak akan membiarkan Israel, atau Angkatan Bersenjata AS, yang sejauh ini merupakan yang Terhebat dan Terkuat di Dunia, mengakhiri hidupnya. SAYA MENYELAMATKANNYA DARI KEMATIAN YANG SANGAT BURUK DAN MEMALUKAN, dan dia tidak perlu berkata, ‘TERIMA KASIH, PRESIDEN TRUMP!'”

Trump mengatakan bahwa dia telah bekerja dalam beberapa hari terakhir untuk kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Iran, salah satu tuntutan jangka panjang Teheran.

“Tetapi tidak, sebaliknya saya malah dihujani pernyataan kemarahan, kebencian, dan rasa jijik, dan segera menghentikan semua pekerjaan untuk pencabutan sanksi, dan banyak lagi,” imbuh Trump, mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan.

Menteri luar negeri Iran pada hari Rabu membantah bahwa negara itu akan melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat, setelah Trump mengatakan pada pertemuan puncak NATO di Den Haag bahwa perundingan akan dimulai lagi minggu depan.

Utusan khusus Trump Steve Witkoff telah menyatakan harapan “untuk perjanjian perdamaian yang komprehensif.”

Sebelumnya ditanya dalam konferensi pers Gedung Putih apakah dia akan mempertimbangkan serangan udara baru jika serangan minggu lalu tidak berhasil mengakhiri ambisi nuklir Iran, Trump berkata: “Tentu saja. Tanpa pertanyaan. Benar sekali.”

Trump menambahkan bahwa Khamenei dan Iran “kalah telak” dalam permusuhan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dan bahwa “ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhirinya.”

Dia mengatakan selama konferensi pers bahwa dia akan “mengeluarkan pernyataan singkat” tentang komentar Khamenei, yang tampaknya merupakan unggahan Truth Social.

Dalam unggahan tersebut, dia menuduh Khamenei “secara terang-terangan dan bodoh” mengatakan Iran memenangkan perang 12 hari dengan Israel, seraya menambahkan: “Sebagai orang yang beriman besar, dia tidak seharusnya berbohong.”

Perang kata-kata terjadi saat gencatan senjata yang rapuh terjadi dalam konflik antara Israel dan Iran.

Namun, spekulasi telah beredar tentang nasib Khamenei.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis — penampilan pertamanya sejak gencatan senjata — Khamenei memuji apa yang dia gambarkan sebagai “kemenangan” Iran atas Israel, bersumpah untuk tidak pernah menyerah pada tekanan AS dan bersikeras bahwa Washington telah menerima “tamparan” yang memalukan.

“Presiden Amerika melebih-lebihkan kejadian-kejadian dengan cara yang tidak biasa, dan ternyata ia membutuhkan pernyataan berlebihan ini,” kata Khamenei, menolak klaim Trump bahwa program nuklir Iran telah mengalami kemunduran selama beberapa dekade. (yn)

Telur Memperkuat Otot dan Membantu Mencegah Sarkopenia – Berapa Banyak yang Sebaiknya Dikonsumsi?

Telur yang Dulu Dianggap Musuh Kesehatan Jantung, Kini Tak Perlu Ditakuti Lagi

“Makan terlalu banyak telur akan meningkatkan kolesterol.”

oleh Zena le Roux

 Selama bertahun-tahun, kita diperingatkan untuk membatasi konsumsi telur. Namun, pada tahun 2015, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menghapus batas atas kolesterol makanan dalam Pedoman Dietnya, menandai perubahan besar dalam cara kita memandang makanan seperti telur.

Telur yang dulunya dianggap sebagai musuh kesehatan jantung, kini dievaluasi ulang sebagai makanan yang tidak membahayakan jantung dan justru kaya nutrisi serta dapat memperkuat otot.

Menurut Jodi Duval, seorang dokter naturopati dan pemilik Revital Health, telur menonjol sebagai salah satu sumber protein paling lengkap dan mudah diserap oleh tubuh, menjadikannya pilihan unggul untuk mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan otot.
“Telur adalah makanan pokok dalam rekomendasi klinis saya untuk siapa pun yang ingin meningkatkan massa otot, kekuatan, atau pemulihan,” tambahnya.


Telur Mendukung Kekuatan Otot

Protein dalam telur adalah sumber asam amino esensial yang sangat baik dan mudah dicerna. Oleh karena itu, telur efektif untuk membangun dan mempertahankan massa otot, terutama seiring bertambahnya usia.

Faktanya, protein telur kemungkinan besar merupakan protein yang paling mudah dicerna—sekitar 97 persen penyerapannya, dibandingkan dengan protein nabati yang hanya sekitar 45–80 persen.

Telur juga sangat tinggi kandungan leusin, asam amino yang dianggap sebagai stimulan terkuat dalam pertumbuhan dan perbaikan otot. Untuk manfaat optimal, dibutuhkan 700 hingga 3.000 miligram leusin per hari. Satu butir telur mengandung sekitar 500 miligram leusin dengan hanya 72 kalori, menjadikannya pilihan ideal untuk kesehatan otot.

Telur juga mengandung nutrisi penting lain untuk otot, menurut Duval, seperti:

  • Kolin, membantu koordinasi otot
  • Vitamin D, penting untuk kekuatan otot
  • Vitamin B12 dan B2, mendukung penggunaan energi oleh otot
  • Selenium, antioksidan yang membantu pemulihan
  • Lemak sehat, terutama dari telur ayam kampung, yang mengandung omega-3 untuk mengurangi peradangan otot

Lemak omega-3 juga meningkatkan penggunaan asam amino oleh otot dan membantu mengurangi peradangan, yang penting karena peradangan dapat menyebabkan kehilangan massa otot.


Telur Mencegah Kehilangan Massa Otot (Sarkopenia)

Telur efektif dalam membantu mencegah sarkopenia, atau kehilangan massa otot. Sejak usia 30 tahun, orang dewasa mulai kehilangan sekitar 8 persen massa otot setiap dekade, dan laju ini meningkat tajam setelah usia 70.

Jenis dan kualitas protein dalam makanan menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Protein hewani seperti telur sangat efektif dalam merangsang pemeliharaan otot pada orang lanjut usia. Namun, mendapatkan protein berkualitas tinggi bisa menjadi tantangan bagi banyak lansia karena nafsu makan menurun, kesulitan mengunyah atau menelan, keterbatasan mobilitas, atau anggaran yang terbatas.

“Telur benar-benar unggul dalam mencegah kehilangan otot pada lansia,” kata Duval.
Telur terjangkau, mudah disiapkan, dan kaya nutrisi. Kandungan protein berkualitas tinggi, terutama di bagian kuning telur, dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam menggunakan protein secara efektif seiring bertambahnya usia. Memasukkan telur secara teratur dalam makanan, terutama saat sarapan, dapat membantu mempertahankan kekuatan dan fungsi otot pada lansia, jelas Duval.


Putih Telur vs. Kuning Telur

Banyak orang berfokus pada putih telur, mengira itu pilihan paling sehat. Namun, dalam hal pembentukan otot, membuang kuning telur berarti kehilangan sebagian besar manfaat utama dari telur.

Meskipun putih telur mengandung protein berkualitas tinggi, kuning telur menyumbang sekitar 40 persen dari total kandungan protein dalam telur. Lebih penting lagi, kuning telur kaya akan nutrisi seperti lemak, vitamin, mineral, dan asam fosfatidat, yaitu molekul lemak yang merangsang pertumbuhan otot.

Studi menunjukkan bahwa telur utuh memberikan manfaat pembentukan otot yang lebih besar dibandingkan hanya putih telur. Dalam sebuah studi, pria sehat mengonsumsi telur utuh setelah latihan kekuatan, yang mengandung 18 gram protein dan 17 gram lemak, atau setara protein dari putih telur dengan 18 gram protein dan 0 gram lemak. Hasilnya, konsumsi telur utuh menghasilkan pembentukan dan perbaikan otot yang lebih besar, menunjukkan bahwa kombinasi nutrisi dalam kuning telur meningkatkan kemampuan tubuh dalam membangun otot, meski jumlah proteinnya sama.


Berapa Banyak Telur yang Perlu Dikonsumsi?

Sekitar 20 gram protein telur cukup untuk merangsang pertumbuhan otot setelah latihan kekuatan. Karena sebutir telur mengandung sekitar 6 gram protein, tiga telur sudah mendekati target.

Kebutuhan Anda juga bergantung pada tujuan pribadi:

  • Untuk atlet atau yang ingin membangun otot, Duval sering merekomendasikan 2–4 butir telur setelah latihan, bersama sumber karbohidrat untuk mengembalikan glikogen dan mendukung pemulihan.
  • Untuk lansia, ia menyarankan 1–2 butir telur di pagi hari, seperti saat sarapan, karena waktu konsumsi protein sangat penting untuk mengurangi kerusakan otot, terlepas dari tingkat aktivitas.

“Untuk atlet maupun lansia, konsistensi dan penyebaran asupan protein sepanjang hari jauh lebih penting daripada mengonsumsinya dalam jumlah besar sekaligus,” tambahnya.

Duval juga menekankan pentingnya kualitas telur. Ia selalu merekomendasikan telur organik dari ayam yang dipelihara di padang rumput, jika memungkinkan.
“Telur seperti itu mengandung lebih banyak omega-3, antioksidan, dan memiliki profil nutrisi yang jauh lebih baik,” ujarnya.


Cara Menikmati Telur yang Praktis dan Kreatif

Telur bukan makanan yang membosankan—terutama jika Anda kreatif di dapur.

Berikut beberapa resep favorit Duval:

  • Shakshuka: Telur direbus dalam saus tomat dan paprika berbumbu dengan jintan, paprika, dan rempah segar.
  • Frittata: Cara hebat untuk menghabiskan sayuran hijau, sisa sayuran, dan bahan tambahan seperti keju kambing atau rempah segar.
  • Telur rebus lunak dengan dukkah: Campuran kacang, biji-bijian, rempah, dan rempah-rempah yang cocok disandingkan dengan telur.
  • Telur orak-arik dengan kunyit dan lada hitam: Sajikan dengan kimchi untuk hidangan ramah usus dan antiinflamasi.
  • Roti panggang dengan alpukat dan telur: Tambahkan mikrogreen dan serpihan cabai untuk sarapan atau makan siang kaya protein.

Duval juga menyarankan persiapan sebelumnya, seperti:
“Muffin telur, telur rebus sebagai camilan, atau mangkuk sehat dengan topping telur rebus adalah pilihan praktis yang bisa disiapkan terlebih dahulu.”

Lena Beal, ahli gizi jantung dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, juga berbagi beberapa ide kreatif lain kepada The Epoch Times:

  • Dicampur ke dalam oatmeal untuk tambahan protein yang mengejutkan tapi lezat
  • Tamago ala Jepang atau telur rebus lunak yang dimarinasi dalam kecap
  • Kari telur berbumbu rempah khas India

Untuk mereka yang tidak bisa atau tidak mau makan telur, beberapa pengganti telur—seperti tumis tahu atau omelet dari tepung kacang arab—bisa menawarkan manfaat tertentu bila dikombinasikan dengan makanan kaya protein lainnya, meski tetap kekurangan nutrisi khas telur seperti vitamin B12 dan kolin.

Ingatlah, telur bukan sekadar sumber protein.

“Telur adalah salah satu makanan utuh paling lengkap yang kita miliki untuk kekuatan dan umur panjang di setiap tahap kehidupan,” ujar Duval. (asr)

Kekuatan Memaafkan

EtIndonesia. Baru-baru ini saya menonton sebuah video pendek yang cukup menarik—cuplikan dari sebuah film yang direkomendasikan lewat ponsel. Inti ceritanya adalah tentang seorang pejabat istana yang memfitnah seorang gadis sebagai makhluk jahat, menimpakan kesalahan atas wabah dan penderitaan rakyat beberapa tahun sebelumnya kepadanya. Sang gadis bahkan akan dihukum mati di hadapan publik di atas panggung eksekusi. Kebohongan sang menteri licik telah menyesatkan banyak orang.

Namun, tepat di saat pedang hendak menghunus lehernya, kekuatan ilahi bawaan dari gadis itu tiba-tiba terbangkitkan. Dia menunjukkan wujud aslinya—seorang dewi. Tapi saat itu, kekuatannya masih belum stabil. Ketika dia melepaskan energi suci, banyak orang malah terkena dampaknya secara fatal. Para pejabat akhirnya menyadari bahwa mereka benar-benar telah memfitnah seorang makhluk suci. Mereka sadar bahwa kesalahan mereka tak terampuni, dan dengan penuh ketakutan, mereka memohon pengampunan dari sang dewi.

Raja yang menyaksikan dari bawah panggung bertanya pada dewi itu: “Apakah kamu akan memaafkan mereka?”

Dewi itu memilih untuk memaafkan—memaafkan mereka yang pernah memfitnah dan menyakitinya. Dia kembali melepaskan satu gelombang kekuatan suci. Kali ini, kekuatannya jauh lebih besar daripada sebelumnya, dan seketika menyembuhkan luka semua orang.

Orang-orang yang dahulu memaki dan mengutuknya, kini telah melepaskan kebencian dan prasangka mereka. Mereka dengan tulus dan penuh penyesalan bersujud di hadapan sang dewi.

Terlepas dari apakah manusia dapat memahami sosok ilahi atau tidak, kasih sayang dan perlindungan dari Tuhan jauh melampaui apa yang bisa dibayangkan manusia.

Dalam cerita film ini, digambarkan bahwa kekuatan memaafkan bukan hanya bisa menyembuhkan luka fisik, tetapi juga menyucikan hati manusia, bahkan mampu sepenuhnya mengubah hati yang kelam. Dari situlah lahir ketenteraman sejati dan kedamaian sebuah negara.

Jika kamu merasa cerita seperti ini terlalu mistis atau jauh dari kenyataan, berikut saya bagikan sebuah kisah nyata dari situs Minghui yang menunjukkan betapa besar kekuatan memaafkan.

Kisah Nyata dari Tiongkok Kuno

Pada zaman Tiongkok kuno, di daerah Qiantang (sekarang bagian dari Hangzhou), hiduplah seorang wanita bernama Lu Yuzhen, istri dari Xu Yinxiang. Dia adalah wanita yang berhati lembut dan penuh belas kasih. Namun, di balik kelembutannya, dia juga tegas dan memiliki wibawa. Dia dikenal sebagai sosok yang sangat lapang dada dan bijaksana.

Keluarga Xu memiliki dua orang pembantu wanita bernama Laixi dan Laiqing. Lu Yuzhen memperlakukan mereka dengan sangat baik. Ia tidak hanya mencukupi kebutuhan mereka akan makanan dan pakaian, tapi juga mengajari mereka membaca dan menulis. Bila salah satu dari mereka sakit, ia akan mencurahkan perhatian dan membantu dalam pengobatan.

Bahkan ketika para pembantu melakukan kesalahan, Lu Yuzhen tidak pernah memukul atau menghukum mereka secara fisik. Paling jauh, dia hanya menegur dengan lembut dan mendidik mereka dengan sabar.

Suatu hari saat bersiap makan siang, pembantu bernama Laixi membawa semangkuk sup panas. Tanpa sengaja, dia menumpahkan sup itu ke tangan dan pakaian Lu Yuzhen. Mangkuk pun jatuh dan pecah di lantai. Laixi ketakutan dan menangis seketika.

Namun Lu Yuzhen dengan tenang berkata: “Pakaian yang kotor masih bisa dicuci bersih. Tangan yang sakit akan sembuh setelah beberapa saat. Dan mangkuk yang pecah, itu bukan hal besar. Lagipula, semua ini adalah ketidaksengajaan. Jangan takut.”

Dia kemudian menghibur Laixi dengan kata-kata lembut tanpa menunjukkan sedikit pun amarah atau menyalahkan.

Akar dari Memaafkan: “恕 (Shù)”

Kita sering mendengar pepatah: “Apa yang tidak kamu inginkan terjadi pada dirimu, janganlah kamu lakukan kepada orang lain.”

Namun, di balik pepatah ini, ada satu kata kunci yang penting, yaitu:“恕 (Shù)”  memaafkan, atau dalam konteks yang lebih dalam: menggunakan empati dan belas kasih untuk memperlakukan orang lain.

Dari mana asal kata bijak ini?

Zigong, salah satu murid utama Konfusius, adalah seorang ahli diplomasi dan pandai bicara. Dia juga sangat cerdas dalam hal berdagang. 

Suatu hari dia bertanya kepada gurunya: “Apakah ada satu kata yang dapat menjadi prinsip hidup sepanjang masa?”

Konfusius menjawab dengan satu kata: “恕 (Shù)”
dan menguraikannya dalam kalimat lengkap:
“其恕乎!己所不欲,勿施於人。”
Artinya, “Mari gunakan sikap memaafkan! Apa yang tidak kamu inginkan untuk dirimu, jangan kamu lakukan kepada orang lain.”

Akar makna dari “恕” berasal dari konsep “仁” (rén), yaitu kasih sayang dan kebajikan.

Dalam kitab Zhouli, disebutkan: “Jika hatimu bersikap seperti terhadap dirimu sendiri, itulah ‘shù’. Jika hatimu tulus dan lurus, itulah ‘zhōng’ (loyalitas).”

Artinya, memaafkan berarti memperlakukan orang lain dengan empati dan pengertian, sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Filsuf Zhu Xi merangkum dua prinsip ini sebagai:

·        “Menjalankan kewajiban sebaik-baiknya, itulah loyalitas (zhōng).”

·        “Mengukur orang lain dengan hati sendiri, itulah memaafkan (shù).”

Penutup: Kekuatan yang Mengubah Dunia

Sikap baik dan memaafkan selalu bermula dari hati. Ketika kita mampu menempatkan diri di posisi orang lain, memahami dan memaafkan, maka banyak konflik, dendam, dan perpecahan dapat diselesaikan dari akarnya.

Kekuatan sejati dari memaafkan bukan hanya menciptakan ketenangan luar, tapi menyembuhkan batin dan mengubah jiwa. Ia dapat melembutkan hati yang keras, mencairkan permusuhan, dan membawa dunia pada kedamaian yang sejati.(jhn/yn)

Krisis Ekonomi Tiongkok Memburuk, Risiko Sosial Meningkat di Tengah PHK Massal dan Kebangkrutan

‘Kita kemungkinan berada di jalur menuju depresi ekonomi penuh,’ kata seorang pakar.

oleh : Michael Zhuang

Di tengah gelombang PHK massal dan kebangkrutan yang terjadi baru-baru ini di Tiongkok, para pakar memperingatkan bahwa ekonomi negara itu sedang memasuki resesi yang dalam, bahkan mungkin menuju depresi, dengan meningkatnya pengangguran dan risiko sistemik yang dapat memicu ketidakstabilan sosial dalam skala besar.

Pada 19 Juni, perusahaan kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok, Hozon Auto, mengajukan kebangkrutan, menurut laporan CCTV, media penyiaran milik Partai Komunis Tiongkok (PKT). Laporan lain dari media pemerintah yang menjadi sorotan luas di media sosial Tiongkok adalah PHK massal di platform layanan online terkemuka, 58.com.

Platform populer yang dikenal karena membantu pengguna mencari tempat tinggal, pekerjaan, dan layanan rumah tangga ini dilaporkan melakukan PHK massal terhadap 20 hingga 30 persen tenaga kerjanya—sekitar 10.000 karyawan—terutama dari departemen teknis dan layanan wilayah. Berita ini dengan cepat menjadi trending di media sosial Tiongkok.

Kehancuran Sektor Properti dan PHK Massal

Para ahli menyebut PHK ini sebagai konsekuensi langsung dari runtuhnya sektor properti Tiongkok.

Profesor Sun Kuoh-siang, pakar bisnis dan hubungan internasional dari Universitas Nanhua di Taiwan, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa perlambatan ekonomi Tiongkok secara keseluruhan telah menekan permintaan konsumen. Bagi platform seperti 58.com, yang bergantung pada iklan lowongan kerja dan transaksi layanan online, kondisi ini sangat merugikan.

Jiang Pinchao, pembangkang Tiongkok ternama yang berbasis di AS dan pengamat Tiongkok, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa kemunduran platform ini mencerminkan efek berantai dari kebangkrutan sektor properti.

Pekerja desa yang sebelumnya membanjiri kota-kota besar Tiongkok untuk bekerja di konstruksi merupakan basis pengguna inti 58.com, menggunakan platform ini untuk mencari pekerjaan dan tempat tinggal. Namun, dengan sektor properti yang hancur, banyak dari mereka kembali ke desa dalam keadaan menganggur dan tidak mampu menyewa tempat tinggal.

“58.com kehilangan seluruh pasukan penyewa,” kata Jiang, seraya menambahkan bahwa penduduk kota yang kini tertekan secara ekonomi juga memangkas biaya dan menghindari peningkatan tempat tinggal. “Kemunduran platform ini adalah contoh nyata bagaimana krisis properti merusak industri-industri yang terkait,” ujarnya.

Pukulan Baru bagi Ambisi EV Tiongkok

Dalam pukulan besar lain bagi ekonomi Tiongkok, Hozon New Energy Automobile, induk dari merek EV NETA, menghadapi proses kebangkrutan setelah saham senilai 1 miliar yuan (sekitar 140 juta dolar AS) dibekukan. NETA yang dulunya dipuji sebagai bintang baru di sektor EV Tiongkok, kini berjuang bertahan di tengah perang harga yang makin sengit.

“Pasar EV Tiongkok terlalu jenuh dan dipenuhi persaingan harga, sehingga margin keuntungan menyusut,” kata Sun. “Perusahaan yang tidak memiliki teknologi inti yang kuat atau dukungan finansial sangat rentan.”

Jiang mencatat bahwa NETA sangat bergantung pada strategi harga murah untuk merebut pangsa pasar, yang membuat produknya kurang menarik di pasar ekspor, khususnya di Eropa, tempat sentimen anti-dumping terhadap EV murah Tiongkok semakin menguat. Ketika ekspor melemah, persaingan domestik semakin ketat.

“Dibanding pemain besar yang didukung negara seperti BYD, perusahaan seperti NETA tidak bisa bersaing,” kata Jiang. “Dalam spiral ‘involusi’ persaingan yang saling memakan ini, perusahaan swasta selalu kalah.”

Ia menambahkan bahwa perusahaan milik negara menerima perlakuan istimewa dan subsidi, yang hampir menjamin kehancuran pemain swasta yang lebih lemah.

Meskipun BYD bukan BUMN, perusahaan ini sangat disubsidi oleh negara dan terlibat dalam program fusi militer-sipil PKC. Menurut laporan Radarlock tahun 2019, BYD memiliki pusat R&D di tiga zona fusi militer-sipil dan merupakan bagian dari strategi Go-Out jangka panjang PKT sejak 1980-an untuk mengirim perusahaan unggulan negara ke luar negeri guna memperoleh sumber daya dan keunggulan kompetitif.

Kelebihan Pasokan dan Kapasitas Berlebih

Sektor properti Tiongkok sejak lama mengalami kelebihan pasokan.

Antonio Graceffo, analis ekonomi Tiongkok yang telah lebih dari 20 tahun tinggal di Asia, menulis dalam kolom di The Epoch Times awal bulan ini bahwa perang dagang Presiden Donald Trump dengan Tiongkok mendorong PKT mempertahankan harga rumah tetap tinggi secara artifisial untuk menghindari krisis perbankan. Hal ini mencerminkan risiko gagal bayar di sektor properti yang dapat menghancurkan sistem perbankan.

Graceffo juga menyoroti bahwa sektor EV Tiongkok mengalami kapasitas berlebih, dan langkah anti-dumping dari AS dan Uni Eropa menyebabkan penurunan ekspor EV secara signifikan, dengan ekspor kendaraan EV dan hibrida turun 9 persen secara tahunan pada Mei.

Menurut Jiang, runtuhnya industri properti dan otomotif—dua pilar utama ekonomi Tiongkok—menandakan masalah jangka panjang. Pada puncaknya, sektor properti menyumbang hampir 30 persen dari PDB Tiongkok.

“Tanpa pemulihan pasar properti,” katanya, “pemulihan ekonomi penuh hampir mustahil. Kendaraan listrik juga sedang runtuh, dan kita baru memasuki awalnya. Kita sedang berada dalam depresi, namun belum mencapai titik terbawah.”

Sun menggemakan kekhawatiran itu, dengan mencatat bahwa menurunnya permintaan di sektor properti dan otomotif turut menyeret seluruh rantai pasokan—termasuk konstruksi, bahan bangunan, periklanan, logistik, dan sumber daya manusia.

“Hasilnya adalah siklus buruk berupa kehilangan pekerjaan dan konsumsi yang menurun,” kata Sun. “Tiongkok berada dalam kondisi resesi yang dalam.”

Frank Xie, profesor bisnis di University of South Carolina Aiken, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa ia memperkirakan akan ada lebih banyak kebangkrutan menyusul. “Musim dingin ekonomi Tiongkok belum berakhir—justru makin dingin,” katanya.

 Xie menambahkan bahwa meskipun rezim Tiongkok berusaha menutupi data ekonominya, tanda-tanda tekanan ekonomi sistemik sudah jelas. “Kita kemungkinan berada di jalur menuju depresi penuh,” katanya.

Dampak terhadap Kelompok Paling Rentan di Tiongkok

Di luar krisis ekonomi, para pakar juga makin khawatir dengan dampak kemanusiaan dan potensi kerusuhan sosial.

Jiang menunjuk pada pekerja desa sebagai kelompok paling rentan. Banyak yang telah meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di kota, namun kemudian kehilangan pekerjaan akibat perlambatan ekonomi.

“Sekarang kota-kota tidak punya pekerjaan, dan ketika mereka kembali ke desa, lahan pertanian pun sudah tidak ada. Jadi apa yang bisa mereka lakukan?” katanya.
Ia menyebut wilayah pedesaan Tiongkok, sektor pertanian, dan para petani sebagai tiga zona bencana yang telah lama diabaikan.

“Jika ini terus berlanjut, kita bisa menyaksikan pemberontakan besar-besaran, semacam pemberontakan petani seperti dalam sejarah Tiongkok,” kata Jiang. “Bagaimanapun, segmen demografis terbesar di Tiongkok masih terdiri dari para petani.”

Laporan ini turut disumbangkan oleh Cheng Wen dan Yi Ru.

Saksi Mata Ungkapkan Beberapa Anak Tewas Saat Mobil Menabrak Kerumunan di Dekat Sekolah di Beijing

Polisi tidak mengungkap jumlah korban atau mengonfirmasi adanya korban jiwa. Seorang saksi mengatakan setidaknya enam anak tewas

EtIndonesia. Sebuah kendaraan menabrak sejumlah anak di dekat sebuah sekolah dasar di Beijing pada  Kamis (26/6/2025). Para saksi mata mengatakan kepada The Epoch Times bahwa 11 orang tertabrak, termasuk enam anak yang tewas di tempat kejadian. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban atau apakah terdapat korban meninggal dunia.

Polisi setempat secara awal menyatakan insiden itu disebabkan oleh “kesalahan pengoperasian” kendaraan oleh pengemudi. Namun, seorang pria yang mengaku datang ke lokasi kejadian mengatakan kepada edisi bahasa Mandarin The Epoch Times bahwa sang pengemudi sebelumnya terlibat pertengkaran hebat dengan istrinya.

Foto-foto pasca-kejadian dengan cepat dihapus dari media sosial. Bahkan, komentar terkait insiden itu juga dihapus.

Dalam pernyataan singkat yang dipublikasikan di platform media sosial Tiongkok WeChat, Biro Keamanan Publik Kabupaten Miyun, Beijing, mengidentifikasi seorang pria berusia 35 tahun dengan marga Han sebagai pengemudi kendaraan saat insiden terjadi di persimpangan Jalan Yucai dan Jalan Dongmen sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa Han “menabrak pejalan kaki karena pengoperasian kendaraan yang tidak semestinya,” demikian isi pernyataan tersebut tanpa menyebut jumlah korban. Ditambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Polisi juga mengatakan para korban “segera dibawa ke rumah sakit untuk perawatan,” dan tidak mengonfirmasi atau membantah laporan daring terkait korban jiwa.

Media Tiongkok Caixin mengutip pernyataan para pemilik toko di sekitar lokasi, yang mengatakan bahwa korban kemungkinan adalah murid dari Sekolah Dasar No.1 Miyun yang berada di dekat lokasi kejadian. Menurut Google Maps, sekolah tersebut hanya berjarak dua menit berjalan kaki atau sekitar 150 meter dari persimpangan itu.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa Rumah Sakit Universitas Peking mengonfirmasi kepada Caixin bahwa mereka merawat beberapa anak yang terluka, sementara beberapa lainnya dibawa ke Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok.

Dalam rekaman video yang dipublikasikan di platform X oleh akun @whyyoutouzhele—akun milik seniman yang berbasis di Italia, Li Ying, yang telah mengumpulkan dua juta pengikut sejak membagikan informasi terkait lockdown COVID-19 di Tiongkok pada tahun 2020—terlihat roda depan sebuah SUV abu-abu terjepit di antara pagar dan pohon. Enam jenazah tampak tergeletak di persimpangan jalan.

Seorang saksi yang tiba di lokasi setelah tragedi itu mengatakan kepada The Epoch Times bahwa ia melihat beberapa anak tergeletak di tanah dan tampaknya tidak dapat diselamatkan. Ia mengatakan total 11 orang tertabrak, termasuk orang dewasa dan anak-anak, dan enam anak tewas di tempat.

Menurut pria itu, yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatannya dari potensi balasan rezim Tiongkok, para anak tersebut sedang kembali ke kelas usai makan siang saat ditabrak mobil.

Pria itu menambahkan bahwa ia tidak bisa banyak bicara karena banyak orang yang mengungkap informasi terkait insiden ini telah diperingatkan oleh polisi untuk diam.

Saksi lain juga mengatakan kepada The Epoch Times bahwa sang pengemudi menabrakkan mobil ke arah anak-anak saat mereka menyebrang jalan.

Belakangan ini, terjadi beberapa insiden serupa di Tiongkok di mana orang-orang tertabrak mobil, terutama di luar sekolah. Ada pula beberapa serangan menggunakan pisau di tempat umum. Polisi biasanya menyatakan insiden seperti itu sebagai serangan acak, dan menyebutnya sebagai akibat dari kemarahan atau depresi pelaku.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping menjadikan masalah ini sebagai prioritas setelah sebuah kejadian berdarah pada November 2024, di mana 35 orang tewas akibat seorang pengemudi menabrakkan mobilnya ke kerumunan di Zhuhai, sebuah kota di pesisir selatan Tiongkok.

Sejak itu, laporan tentang serangan seperti ini disensor, diduga untuk mencegah aksi peniruan oleh pelaku lain. (asr)

Gu Xiaohua dan The Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini.

Roma, dan 20 Kota Italia Lainnya Berstatus Siaga Merah Akibat Cuaca Panas Akhir Pekan Ini

EtIndonesia. Kementerian kesehatan Italia memperingatkan penduduk dan wisatawan pada hari Jumat (27/6) tentang suhu yang meningkat di seluruh negeri, dengan mengeluarkan peringatan merah untuk 21 kota akhir pekan ini.

Kementerian mengeluarkan peringatan merah tertinggi untuk kota-kota termasuk ibu kota Roma, pusat ekonomi Milan dan Venesia — tempat orang kaya dan terkenal merayakan pernikahan taipan Amazon Jeff Bezos.

Dikatakan bahwa suhu dapat naik hingga 37 derajat Celsius di beberapa tempat.

Kementerian — yang menerbitkan peringatan gelombang panas hijau, kuning, oranye dan merah setiap hari untuk 27 kota besar Italia — menyarankan orang untuk tidak keluar rumah antara pukul 11 ​​pagi dan 6 sore jika memungkinkan, dan mencari tempat berlindung di tempat umum ber-AC.

Di Venesia, suhu ditetapkan mencapai 32 derajat Celsius pada hari Sabtu — saat Bezos dan Lauren Sanchez diperkirakan akan mengadakan pesta dansa yang dibintangi Lady Gaga — tetapi terasa sekitar 36C karena kelembapan.

Di Florence, yang sudah dalam status siaga merah pada hari Jumat, suhu diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius pada hari Sabtu, sementara akan naik hingga 36 derajat Celsius pada hari Minggu di Roma, Milan, dan Naples.

Peringatan ini menyusul cuaca panas selama berhari-hari di seluruh negeri, termasuk ibu kota, tempat para wisatawan didenda karena mencoba menyejukkan diri di air mancur di pusat bersejarah tersebut.

Kota tersebut telah menempatkan ambulans dan petugas medis dalam keadaan siaga di tempat-tempat yang ramai seperti Colosseum, yang merupakan daya tarik populer bagi para wisatawan meskipun terjadi gelombang panas.

Para ilmuwan mengatakan gelombang panas ekstrem merupakan tanda yang jelas dari pemanasan global dan diperkirakan akan menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.

Didorong oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, tahun 2024 merupakan tahun terhangat yang pernah tercatat secara global dan tahun 2025 diproyeksikan akan berada di peringkat tiga teratas.(yn)

Ayah Memakai Baju Lusuh Selama 18 Tahun — Kisah di Baliknya Membuat Sang Putri Menangis Terharu

EtIndonesia. Dalam kehidupan ini, pertemuan dua insan yang saling mencintai hingga menjadi suami istri adalah anugerah yang tak ternilai. Namun, tak semua pasangan beruntung bisa hidup bersama hingga akhir hayat. Kadang, takdir merenggut kebahagiaan itu terlalu cepat, meninggalkan salah satu pihak dalam duka dan rindu yang mendalam.

Sejak zaman dulu, kisah cinta yang abadi meski kematian memisahkan bukanlah hal baru. 

Seperti puisi abadi dari sastrawan besar Dinasti Song, Su Shi, yang menulis: “Sepuluh tahun berlalu, dalam hidup dan mati kita telah terpisah, meski tak selalu kuingat, namun sulit untuk dilupakan.”

Dan hingga hari ini, kisah cinta seperti itu masih terus menginspirasi.

Pakaian Tua yang Menyimpan Kenangan Abadi

Pada tanggal 15 bulan ini, seorang netizen Jepang dengan nama pengguna “R1A” mengunggah foto ayahnya di Twitter. Dalam foto tersebut, sang ayah mengenakan kaus polo berwarna hijau dengan kerah kuning—baju yang tampak sudah usang. Namun siapa sangka, baju itulah yang membuat sang putri menyebut ayahnya sebagai “pria paling tampan di dunia.”

Sejak dia masih kecil, R1A selalu melihat ayahnya mengenakan kaus tersebut. Hampir dua dekade telah berlalu, dan meski pakaian itu sering berlubang atau robek, ayahnya tetap memperbaikinya sendiri dan terus memakainya. R1A sempat bertanya-tanya, kenapa ayahnya begitu terikat pada baju itu?

Sampai suatu hari, dia secara tak sengaja menemukan foto lama dari perjalanan bulan madu orangtuanya ke Italia. Di foto itu, ayahnya mengenakan baju yang sama—kaus polo hijau yang kini penuh tambalan. Dan di sampingnya, sang ibu mengenakan baju yang senada, sebuah kaus pasangan.

Sayangnya, ibu mereka meninggal dunia ketika R1A berusia 6 tahun dan adik laki-lakinya baru 4 tahun. Sudah 18 tahun berlalu sejak kepergian sang ibu.

Saat itulah R1A benar-benar menyadari arti penting dari baju itu bagi sang ayah.

“Meskipun alasan utamanya karena aku memang tidak punya banyak baju,” ujar ayahnya sambil bercanda, “tapi memakai baju ini mengingatkanku pada masa lalu.”

Itulah cara sang ayah mengenang dan menjaga kenangan akan istrinya—dengan tidak pernah membuang pakaian yang penuh makna itu.

Cinta yang Tak Tergantikan, Meski Waktu Terus Berjalan

Selama bertahun-tahun, sang ayah tidak pernah menikah lagi ataupun menjalin hubungan dengan wanita lain. Mungkin alasannya karena dia ingin fokus membesarkan anak-anaknya. Namun R1A percaya, di hati ayahnya selalu ada tempat khusus yang hanya untuk sang ibu—tempat yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun.

Sebelum memahami masa lalu ayahnya, hubungan mereka sempat renggang. Namun kini, dia berkata dengan penuh rasa hormat dan haru : “Ayahku benar-benar pria paling tampan di dunia.”

Lautan Pohon Bunga Persik: Kisah Seorang Kakek di Tiongkok

Kisah cinta abadi juga terjadi di Tiongkok. Di Provinsi Henan, seorang pria bernama Kakek Song Bingyao, yang kini berusia 72 tahun, telah mengabadikan cintanya dengan cara yang tak kalah mengharukan.

Menurut laporan Luoyang Evening News dan saluran berita lokal, istri Kakek Song meninggal karena kanker saat dia baru berusia 35 tahun. Istrinya meninggalkan suaminya dan tiga anak yang masih kecil. Sejak saat itu, meskipun banyak orang berusaha menjodohkannya lagi, Kakek Song memilih untuk tetap sendiri dan membesarkan anak-anaknya seorang diri.

Mengenang Istri Lewat Ribuan Pohon Bunga Persik

Istri Kakek Song semasa hidup sangat menyukai bunga persik. Dulu, mereka sempat menanam satu pohon bunga persik di halaman rumah sebagai simbol cinta mereka. Setiap kali bunga itu mekar, sang istri akan sangat bahagia.

Setelah kepergian istrinya, Kakek Song mulai menanam pohon-pohon bunga persik di lereng bukit yang dia sewa, tepat di dekat makam istrinya. Dia ingin mengenang istrinya dengan cara yang indah dan abadi.

Hingga kini, lebih dari 10.000 pohon bunga persik telah dia tanam, dan setiap musim semi, bukit itu berubah menjadi lautan bunga merah muda yang memesona.

“Selama aku masih hidup, aku akan terus menanam,” kata Kakek Song.

Cinta Sejati Tak Pernah Pudar

Di balik keteguhan seorang ayah Jepang yang memakai baju yang sama selama 18 tahun, dan seorang kakek Tiongkok yang menanam puluhan ribu pohon bunga demi mengenang istrinya, tersimpan satu pesan universal:

Cinta sejati tidak membutuhkan kata-kata indah atau kemewahan. Dia hidup dalam kenangan, ketulusan, dan kesetiaan yang tak tergoyahkan.

Di dunia ini, kenangan akan orang tercinta yang telah tiada bisa menjadi penawar luka dan sumber kekuatan. Meskipun bagi orang lain hanya terlihat sebagai baju usang atau deretan pohon biasa, bagi mereka—itu adalah jembatan penghubung dengan cinta yang telah pergi lebih dulu.

Semoga kisah-kisah ini menginspirasi kita semua untuk lebih menghargai orang-orang yang kita cintai selagi mereka masih ada, dan mengenang mereka dengan cara yang paling hangat dan tulus jika mereka telah tiada.(jhn/yn)

“Ledakan Paling Terang yang Pernah Saya Lihat”: Pilot Jet Tempur AS Saat Menyerang Iran

EtIndonesia. Seorang pilot Angkatan Udara AS menggambarkan ledakan bom seberat 14.000 kg di atas fasilitas nuklir bawah tanah Iran di Fordow sebagai “ledakan paling terang yang pernah saya lihat – tampak seperti siang hari”. Kisah pilot tersebut memberikan gambaran sekilas tentang misi rahasia yang dikenal sebagai Operasi Midnight Hammer.

Pentagon merilis informasi baru tentang serangan pada 21 Juni yang dilakukan oleh pesawat pengebom siluman B-2. Misi tersebut diselimuti kerahasiaan dan didukung oleh persiapan yang cermat selama bertahun-tahun, pengembangan senjata canggih, dan pengumpulan intelijen.

Menurut Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, awak pesawat elit tersebut lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri tanpa mengetahui apakah mereka akan kembali.

Caine berkata: “Seorang komandan mengatakan kepada saya, ‘Ini adalah momen dalam kehidupan keluarga kami yang tidak akan pernah mereka lupakan.'”

Seorang anggota kru menyamakan pengalaman itu dengan Super Bowl.

Operasi yang diluncurkan atas arahan Presiden AS, Donald Trump tersebut menargetkan tiga fasilitas nuklir di Iran – Fordow, Natanz, dan Isfahan. Dari ketiganya, Fordow dianggap yang paling menantang, dibangun jauh di dalam gunung dan dibentengi terhadap hampir setiap serangan konvensional.

Menurut Caine, fasilitas tersebut memiliki dua rute ventilasi utama, masing-masing menampilkan desain berbentuk garpu rumput dengan poros utama yang diapit oleh dua poros yang lebih kecil.

Hanya beberapa hari sebelum operasi, Iran telah berupaya menutup ventilasi ini dengan lempengan beton – lapisan pertahanan terakhir terhadap ancaman yang diketahui. Namun AS telah mengantisipasi langkah-langkah tersebut. Pentagon telah mengembangkan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP) – bom berbungkus baja seberat 14.000 kg – khusus untuk jenis target bawah tanah yang diperkeras ini.

Caine mengatakan bahwa keenam bom tersebut mengenai target yang dituju. Kekuatan destruktif utama berasal dari kombinasi tekanan berlebih dan gelombang ledakan yang merobek terowongan dan menghancurkan peralatan.

Operasi Midnight Hammer dilaksanakan selama akhir pekan, dengan melibatkan kru pesawat pengebom dari Angkatan Udara yang bertugas aktif dan Garda Nasional Udara Missouri. Mereka berangkat pada hari Jumat, 20 Juni, dan kembali pada hari Minggu, 22 Juni.

Pada akhir tanggal 21 Juni, keluarga awak pesawat menyadari apa yang sedang terjadi. Keesokan harinya, ketika pesawat kembali, keluarga tersebut sudah berada di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman untuk menyambut mereka pulang.

Dengan kerusakan di Fordow yang sangat sesuai dengan pemodelan dan simulasi selama bertahun-tahun, serangan tersebut dipuji sebagai demonstrasi ketepatan, perencanaan, dan kecakapan teknologi militer AS – dan peringatan keras bagi musuh yang beroperasi dalam kegelapan. (yn)

Laporkan Secara Terbuka Proyek Konstruksi Bermasalah: Seorang Pekerja Mengungkap Skandal Jalan Tol di Yunnan, Tiongkok 

Beberapa tahun terakhir, proyek pembangunan “tahu busuk” (istilah untuk proyek yang dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai standar) kerap terjadi di Tiongkok. Baru-baru ini di Yunnan, Tiongkok, seorang pekerja konstruksi melaporkan secara terbuka proyek jalan tol setempat yang melakukan pengurangan kualitas secara serius. Akibatnya, ia ditekan oleh polisi, bahkan sempat ditahan, hingga akhirnya terpaksa melarikan diri dari Tiongkok.

EtIndonesia. Zhang Zhenglin adalah operator ekskavator dari Qujing, Yunnan, Tiongkok  Pada akhir tahun 2022, ia menemukan bahwa proyek pembangunan terowongan jalan tol telah mengalami pengurangan kualitas secara serius serta perubahan desain yang melanggar aturan.

Zhang Zhenglin

Sebagai contoh, menurut standar desain, seharusnya dipasang 12 bingkai lengkung penyangga, tetapi kenyataannya hanya 2 yang dipasang  untuk mengelabui inspeksi. Beton yang seharusnya dituangkan setebal 150 cm, kenyataannya kurang dari 50 cm, bahkan dasar pondasinya hanya ditopang oleh tanah dan limbah bangunan.

Tak hanya itu, pimpinan proyek berulang kali memerintahkan Zhang untuk menggunakan eskavator mengangkut baja dari proyek untuk dijual, setiap kali sebanyak 5–6 truk, dengan berat masing-masing lebih dari 40 ton. Menurut perhitungannya, nilai bahan bangunan yang “dikurangi” dari satu terowongan melebihi RMB.20 juta .

Proyek bermasalah yang dilaporkan (Tangkapan layar)

Namun, pada akhir Juni 2023, ketika Zhang Zhenglin menyerahkan rekaman video dan foto-foto pelanggaran tersebut ke otoritas pengawasan di Yunnan, laporan itu justru langsung diberikan kepada bosnya. Zhang pun langsung menerima ancaman. Ia juga diperingatkan oleh polisi: “Kalau ada keluhan, bicarakan saja dengan bosmu, jangan membawa masalah ini ke atas.”

Proyek bermasalah yang dilaporkan (Tangkapan layar)

Setelah terus-menerus mengalami ancaman, pengawasan, dan gangguan dari polisi, Zhang Zhenglin terpaksa mengundurkan diri pada Desember 2023, dan akhirnya berhasil melarikan diri ke Jerman pada Mei 2025.

 “Skandal dalam pembangunan proyek di Tiongkok ini hanyalah sebagian kecil dari masalah yang lebih besar di bawah kekuasaan Partai Komunis. Selama Partai Komunis berkuasa di Tiongkok, tidak ada harapan bagi negara itu,” katanya. (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh Tian Xin, reporter magang NTD Television