Tentara Prancis Mencegat Drone Iran yang Menargetkan Israel Sebelum Gencatan Senjata

EtIndonesia. Militer Prancis ikut serta dalam upaya menghentikan drone Iran yang menargetkan Israel sebelum gencatan senjata minggu ini, kata menteri pertahanan negara itu Sebastien Lecornu pada Rabu (25/6) malam.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa tentara Prancis mencegat kurang dari 10 drone dalam beberapa hari terakhir selama berbagai operasi militer yang dilakukan oleh Republik Islam Iran terhadap Israel, baik melalui sistem darat-ke-udara atau melalui jet tempur Rafale kami,” kata Lecornu selama debat parlemen tentang situasi di Timur Tengah.

Lecornu mengatakan Iran telah meluncurkan sekitar 400 rudal balistik dan 1.000 drone ke Israel selama konflik 12 hari tersebut.

Israel mulai menyerang Iran pada 13 Juni, dengan mengatakan bahwa negara itu bertujuan untuk menghancurkan kemampuan nuklir musuh bebuyutannya. Serangannya menghancurkan eselon senior komando militer Iran dan menewaskan beberapa ilmuwan nuklir. Pihak berwenang Iran mengatakan 610 orang tewas dan hampir 5.000 orang terluka di negara itu.

Rudal balasan Teheran menewaskan sedikitnya 28 orang di Israel dan merusak ratusan bangunan, hingga gencatan senjata mulai berlaku pada hari Selasa.(yn)

Difitnah Tanpa Membela Diri, Pemuda Ini Justru Menjadi Saudagar Kaya

EtIndonesia. Jika suatu hari Anda dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah Anda lakukan, apa reaksi Anda?

Sebagian besar orang mungkin akan segera membela diri, mencoba menjelaskan duduk perkaranya dengan segala cara, berharap nama baik mereka bisa dipulihkan. Namun, ada kalanya penjelasan justru memperkeruh suasana. Lalu, bagaimana pilihan seorang pemuda dari Dinasti Qing saat menghadapi fitnah?

Pemuda Jujur yang Bekerja Keras

Pada masa pemerintahan Kaisar Qianlong, hiduplah seorang pemuda bermarga Cheng. Dia menggantungkan hidupnya dengan menjadi pengangkut barang, terutama berurusan dengan toko-toko kain. Karena kejujuran dan kerajinannya, para pemilik toko kain percaya penuh padanya. Setiap kali dia datang mengantar barang, mereka langsung menaruh barang ke dalam laci atau meja kasir—tanpa perlu memeriksa isinya lagi.

Di dalam meja kasir toko tersebut, terdapat tiga bungkusan perak, masing-masing seberat sepuluh tael (satuan berat emas/perak di Tiongkok). Namun, pada suatu hari, salah satu bungkusan itu hilang secara misterius.

Fitnah yang Menyakitkan

Pengelola toko kain—sembilan orang jumlahnya—semuanya mencurigai bahwa pemuda Cheng-lah yang mencuri. 

Hari itu, saat Cheng datang seperti biasa untuk mengantar barang, mereka menudingnya sambil bertanya: “Kami kehilangan satu bungkusan perak, kamu kan waktu itu duduk di dekat meja kasir. Ke mana perginya sepuluh tael itu?”

Cheng hanya terdiam lama, menunduk. Kemudian dengan penuh rasa malu dan bersalah dia menjawab:“Pikiran saya pendek, saya tergoda melihat uang dan mengambilnya. Saya pinjamkan kepada ibu saya untuk membeli beberapa keperluan. Uangnya sudah habis, tapi saya mohon diberi waktu tiga hari untuk mengembalikannya.”

Semua orang di toko memandang rendah padanya. Mereka kecewa dan menganggap Cheng sebagai orang yang tak layak dipercaya.

Namun, tiga hari kemudian, pemuda Cheng kembali membawa sepuluh tael perak dan mengembalikannya kepada toko.

Kebenaran Terungkap

Beberapa waktu kemudian, saat para pegawai toko sedang merapikan barang-barang di meja kasir, tiba-tiba sebuah benda terjatuh ke lantai. Saat diambil, ternyata itu adalah bungkusan perak yang selama ini mereka kira hilang!

Semua orang langsung sadar bahwa mereka telah menuduh Cheng secara keliru. Mereka segera mencari Cheng dan mengundangnya ke toko. 

Mereka bersujud dan meminta maaf, namun di antara permintaan maaf itu terselip pertanyaan: “Mengapa kamu waktu itu tidak membela diri? Bukankah kamu tahu bahwa kamu tidak bersalah?”

Dengan tenang Cheng menjawab: “Saya anggap kalian semua adalah pelanggan penting saya. Sekalipun saya membela diri, belum tentu saya bisa menjelaskannya dengan tuntas. Maka saya memilih untuk tidak membela diri—dan menunggu kalian sendiri yang akan membela saya pada waktunya.”

Sembilan orang itu menangis haru, tergerak oleh kebesaran hati Cheng.

Buah dari Kesabaran dan Kejujuran

Waktu berlalu, dan pemuda Cheng menjadi seorang saudagar besar yang sangat kaya. Dia dikenal karena kejujurannya dan integritasnya. Bahkan, putranya berhasil lulus ujian kerajaan dan meraih gelar Jinshi—gelar tertinggi dalam sistem ujian pegawai negeri Tiongkok kala itu.

Cheng sendiri hidup sehat hingga usia sembilan puluh tahun sebelum akhirnya wafat.

Kisah ini tercatat dalam catatan sejarah Dinasti Qing berjudul Quan Jie Lu ( Catatan Nasihat dan Peringatan), dalam bagian yang berjudul “Kisah Tuan Muda Cheng”.

Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah ini mengajarkan bahwa kesabaran, kejujuran, dan kerendahan hati bisa menjadi kekuatan yang lebih besar daripada kemarahan atau pembelaan yang gegabah. Terkadang, kebenaran tidak perlu dibela dengan kata-kata, melainkan dengan sikap dan waktu.

Dan sering kali, Tuhan membalas ketulusan hati seseorang dengan cara yang paling mengejutkan dan penuh anugerah.(jhn/yn)

Wanita di Tiongkok Bersepeda ke Rumah Sakit Karena Gangguan Pencernaan, Melahirkan Bayi Secara Tiba-tiba Sejam Kemudian

EtIndonesia. Kehamilan yang tiba-tiba bukanlah hal yang aneh. Namun, seorang wanita di Tiongkok mengetahui bahwa dirinya hamil hanya sejam sebelum melahirkan. Setelah mengalami sakit perut, dia memutuskan untuk mengunjungi dokter, dengan asumsi bahwa itu karena makan berlebihan. Namun, dia terkejut ketika diberi tahu bahwa dia hamil dan melahirkan bayi laki-laki segera setelahnya.

Wanita itu mengatakan bahwa dia tidak mengalami gejala-gejala yang biasa dikaitkan dengan kehamilan. Dia memang terlambat menstruasi, tetapi tidak menganggapnya sebagai masalah besar karena menurutnya menstruasinya biasanya tidak teratur.

Wanita itu, yang diidentifikasi sebagai Li, tinggal di Ezhou, Provinsi Hubei. Jimu News melaporkan bahwa insiden itu terjadi pada tanggal 16 Juni. Li sedang makan siang dan mulai merasakan ketidaknyamanan. Dia berasumsi bahwa itu akibat makan berlebihan dan memutuskan untuk menahannya. Namun, ketika rasa sakitnya tidak kunjung reda, dia memutuskan untuk mengendarai sepeda listriknya ke rumah sakit sendirian pada sore hari pukul 2 siang.

Dokter melakukan USG, dan saat itu, rasa sakitnya sudah semakin parah. Dia juga mulai mengalami kontraksi rahim yang teratur, dan air ketubannya pecah. Tanpa menyadari kehamilannya, Li terkejut dengan apa yang terjadi.

“Ketika dokter memberi tahu saya bahwa saya hamil, saya benar-benar bingung,” demikian laporan media tersebut. Sementara itu, dokter mendatangkan tim kebidanan. Li melahirkan bayi laki-laki pada pukul 15:22. Li kemudian dipindahkan ke pusat kesehatan kota untuk observasi lebih lanjut.

Li terlambat menstruasi, berat badannya bertambah, tetapi dia tidak mengira dirinya hamil

Li mengakui bahwa dia terlambat menstruasi, meskipun, karena menstruasinya tidak teratur hampir sepanjang waktu, dia tidak menganggapnya serius. Kecuali kali ini, ternyata dia hamil. Berat badannya juga bertambah, tetapi tidak pernah mengalami mual atau gejala kehamilan lainnya.

“Tidak ada mual di pagi hari, yang saya alami pada kehamilan pertama saya,” katanya.

Li dan suaminya memiliki seorang putra berusia enam tahun dan tidak berencana untuk memiliki anak lagi. Dia mengatakan bahwa mereka yakin akan hal itu dan telah berhati-hati dengan alat kontrasepsi.

Li bersyukur bahwa bayinya sehat meskipun dia terus mengendarai sepeda listriknya selama masa kehamilan yang mengejutkan itu. Suaminya berada di kota lain saat itu, dan kembali setelah dia diberi tahu tentang anggota baru keluarganya. (yn)

Berapa Banyak Uang yang Harus Disimpan Sebelum Usia 50? Ini Kata Para Ahli Keuangan

EtIndonesia. Bagi banyak warga Amerika, menyadari bahwa tabungan pensiun tidak mencukupi saat mendekati usia pensiun menjadi sumber kecemasan yang besar. Lantas, berapa banyak uang yang sebaiknya sudah disimpan sebelum usia 50 tahun untuk bisa menjalani masa pensiun yang nyaman dan bebas kekhawatiran? Dan jika ternyata belum mencukupi, adakah strategi untuk mengejar ketertinggalan itu?

Lebih dari Separuh Generasi X Belum Mencapai Target Tabungan

Menurut hasil riset yang ditugaskan oleh perusahaan asuransi jiwa Northwestern Mutual, lebih dari setengah anggota Generasi X (usia 45–60 tahun) menyatakan bahwa tabungan pensiun mereka tidak melebihi tiga kali penghasilan tahunan saat ini.

Angka ini jauh di bawah standar yang ditetapkan oleh Fidelity Investments, salah satu penyedia program pensiun terbesar di Amerika Serikat. Fidelity menyarankan bahwa jika Anda berencana pensiun pada usia 67 tahun, maka pada usia 50, Anda sebaiknya sudah menabung sebesar enam kali penghasilan tahunan Anda saat ini.

Namun, menurut laporan CNBC, tidak semua pakar keuangan sepakat dengan standar tersebut.

Tidak Ada Angka Ajaib, Tapi Ada Strategi Realistis

Nathan Sebesta, perencana keuangan sekaligus pemilik Access Wealth Strategies di New Mexico, menyatakan bahwa tidak ada angka ajaib yang berlaku untuk semua orang terkait tabungan pensiun.

Menurutnya, jumlah tabungan yang dibutuhkan sangat tergantung pada dua faktor utama:

1. Berapa banyak pengeluaran yang direncanakan setelah pensiun, dan

2. Kapan seseorang akan mulai pensiun.

Misalnya, seseorang yang berencana pensiun di usia yang lebih tua, menjalani hidup sederhana, dan tinggal di wilayah berbiaya hidup rendah, mungkin tidak membutuhkan dana sebanyak yang disarankan oleh Fidelity.

Sebuah analisis dari GOBankingRates awal tahun ini menunjukkan bahwa jumlah tabungan pensiun yang dibutuhkan bisa berbeda hingga 1,49 juta dolar tergantung dari negara bagian tempat tinggal.

Cara Menghitung Kebutuhan Pensiun: Mulai dari Akhir

Sebesta menyarankan untuk menggunakan pendekatan terbalik dalam menghitung kebutuhan pensiun. Caranya:

1. Tentukan berapa penghasilan tahunan yang Anda inginkan saat pensiun.

2. Hitung berapa tahun penghasilan itu harus Anda nikmati.

3. Kalikan jumlahnya, lalu sesuaikan dengan inflasi.

4. Dari situ, Anda bisa menghitung berapa yang perlu Anda simpan setiap tahun, serta berapa persen investasi Anda harus tumbuh agar mencapai target.

Jika Anda menemukan bahwa posisi keuangan Anda masih jauh dari target, jangan panik. Masih ada strategi penyelamatan yang bisa dilakukan.

“Jangan panik,” kata Sebesta. “Mulailah dari posisi Anda saat ini, dan lakukan sesegera mungkin.”

Strategi Tambahan untuk Mengejar Ketertinggalan

1. Menunda Pengambilan Manfaat Jaminan Sosial

Meski manfaat Jaminan Sosial bisa mulai diambil sejak usia 62 tahun, namun hal itu akan mengurangi jumlah manfaat total yang Anda terima seumur hidup.

Sebesta menyarankan, jika memungkinkan, tunda pengambilan hingga usia 67 atau bahkan 70 tahun, karena setiap tahun Anda menunda, jumlah manfaat bulanan akan bertambah sekitar 8%.

Artinya, jika Anda lahir setelah tahun 1960 dan menunda hingga usia 70, manfaat pensiun Anda bisa 24% lebih tinggi dibanding jika diambil pada usia 67.

2. Manfaatkan Kontribusi Tambahan (Catch-up Contributions)

Setelah usia 50, IRS (otoritas pajak AS) mengizinkan Anda untuk menyetor lebih banyak ke akun pensiun Anda melalui “kontribusi tambahan.”

·        Untuk rencana pensiun di tempat kerja seperti 401(k) atau 403(b), Anda bisa menyetor hingga 23.500 dolar, plus tambahan 7.500 dolar, jadi totalnya bisa mencapai 31.000 dolar pada tahun 2025.

·        Untuk akun pensiun individu (IRA), batas setoran adalah 7.000 dolar, dan orang usia 50 tahun ke atas dapat menyetor tambahan 1.000 dolar.

Sebesta menekankan bahwa kontribusi tambahan ini tidak hanya meningkatkan tabungan pensiun, tetapi juga membantu mengurangi pendapatan kena pajak, yang sangat berguna bagi orang berpenghasilan tinggi di usia 50–60 tahun.

Namun, dia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang mampu memanfaatkan fitur ini. Jika selama bertahun-tahun tidak rutin menabung atau kondisi keuangan sedang ketat, mungkin sulit untuk menyisihkan dana tambahan sebesar itu.

3. Turunkan Gaya Hidup

Ini bukan pilihan favorit, tapi jika tabungan pensiun jauh dari memadai dan masih ada utang besar, Sebesta menyarankan untuk mulai menyesuaikan gaya hidup dengan kemungkinan keuangan masa depan.

“Kalau Anda masih punya waktu 10–15 tahun sebelum pensiun, fokuskan dulu pada pelunasan utang dan rencanakan hidup dengan biaya yang lebih rendah,” katanya.

Ini bisa berarti:

·        Mengurangi pengeluaran sehari-hari,

·        Hidup lebih hemat,

·        Atau bahkan pindah ke daerah dengan biaya hidup lebih terjangkau.

4. Pertimbangkan Tetap Bekerja Setelah Usia Pensiun

Sebagai upaya terakhir, melanjutkan pekerjaan setelah usia pensiun bisa jadi pilihan—meski bukan pilihan yang menyenangkan.

“Tidak ada yang suka dengan pilihan ini,” ujar Sebesta.  “Tapi kalau seseorang benar-benar menunda menabung hingga terlambat, dan tidak bisa menutupi kekurangannya, ini mungkin satu-satunya jalan realistis yang mereka miliki.”

Kesimpulan

Setiap orang memiliki kondisi keuangan dan tujuan pensiun yang berbeda. Meski tidak ada angka mutlak tentang berapa yang harus ditabung sebelum usia 50, para ahli sepakat bahwa semakin dini seseorang merencanakan dan menyisihkan dana pensiun, semakin besar peluang untuk hidup nyaman di masa tua.

Jadi, jika Anda belum mulai, mulailah sekarang. Dan jika Anda merasa tertinggal, ingat: masih ada waktu untuk mengejar, asal Anda berkomitmen, realistis, dan konsisten dalam melangkah.(jhn/yn)

Persediaan Rudal Iran Menipis, Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Membangunnya Kembali? Inilah yang Tersisa dari Persenjataan Teheran

EtIndonesia. Setelah berakhirnya perang antara Iran dan Israel dalam gencatan senjata yang ditengahi AS, pertanyaan yang muncul di benak adalah situasi persenjataan rudal Iran yang terbukti efektif terhadap saingannya dalam konflik yang berlangsung selama hampir dua minggu. Kekuatan destruktif dari rudal jarak jauhnya terbukti dengan jenis kerusakan yang disebabkan pada infrastruktur dan korban yang diderita Israel.

Israel telah mengklaim telah menghancurkan sebagian besar persediaan Iran dan sarana untuk meluncurkannya.

Apa yang tersisa dari persenjataan Iran?

Pada awal konflik dengan Iran, intelijen Israel telah memperkirakan persediaan sekitar 2.000 rudal balistik, menurut Fox News. Namun sejak konflik dimulai, banyak dari rudal tersebut telah diluncurkan atau dihancurkan dalam serangan udara Israel.

Menurut laporan intelijen AS yang keluar sebelum perang, Iran dapat memproduksi sekitar 50 rudal balistik per bulan. Namun, mengingat jumlah rudal yang ditembakkan Teheran, perkiraan tersebut terbukti tidak sinkron.

“Saya pikir tingkat produksi hampir tidak relevan dengan laju tembakannya,” kata Fabian Hinz, seorang peneliti di Institut Internasional untuk Studi Strategis kepada The Times of Israel.

Namun, dia menyebutkan bahwa serangan Israel kemungkinan telah menurunkan atau menghancurkan banyak fasilitas produksi utama.

“Israel memiliki peluang untuk melumpuhkan dan merusak produksi rudal jika mereka mau. Mereka tahu di mana subkomponen diproduksi,” kata Hinz.

Iran akan gagal menebus hampir 600 rudal balistik yang diluncurkan dan beberapa lagi yang dihancurkan oleh Israel bahkan jika Teheran terus melakukan produksi terbatas. Mencapai jumlah stok sebelumnya bisa memakan waktu bertahun-tahun, menurut para ahli, lapor The Times of Israel.

Namun, Hinz mengatakan bahwa Iran masih mempertahankan sebagian besar persenjataan rudal jarak pendek dan rudal antikapal yang dapat digunakan untuk menargetkan pangkalan AS, pengiriman komersial, atau infrastruktur energi di Teluk, jika situasi seperti itu muncul lagi. (yn)

Wapres AS JD Vance: Aksi Trump di Iran Mencegah Perang yang Berkepanjangan

EtIndonesia. Pada  Selasa (24/6/2025), dalam sebuah acara makan malam penggalangan dana di kampung halamannya di negara bagian Ohio, Wakil Presiden AS J.D. Vance membahas aksi militer Presiden Trump terhadap fasilitas nuklir Iran. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut bukan hanya membela kepentingan luar negeri Amerika Serikat, tetapi juga secara efektif mencegah pecahnya perang berkepanjangan. Selain itu, Vance turut membagikan pengalaman lucu bersama Trump.

Dalam acara yang berlangsung di kota Lima, Ohio, Vance menjelaskan kepada hadirin apa itu “Trumpisme”.

Wakil Presiden AS J.D. Vance:  “Pertama, Anda harus menyatakan dengan jelas apa kepentingan Amerika — dalam hal ini: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Kedua, Anda harus terlebih dahulu mencoba menyelesaikan masalah secara aktif melalui jalur diplomatik.
Ketiga, jika diplomasi gagal, maka Anda harus menggunakan kekuatan militer yang luar biasa untuk menyelesaikan masalah tersebut — lalu segera pergi sebelum berubah menjadi konflik jangka panjang.”

Vance juga membagikan kisah lucu yang terjadi di Ruang Oval Gedung Putih, terkait “tombol merah” yang terkenal.

Vance:  “(Presiden Trump) melihat saya, lalu menekan tombol merah sambil membisukan suara pemimpin asing yang sedang ditelepon dan berkata: ‘Keadaannya kurang baik.’
Saya melotot, ‘Tuan Presiden, Anda tahu apa yang baru saja terjadi, kan?’
Ia menoleh ke saya dan berkata: ‘Rudal nuklir, rudal nuklir.’
Dua menit kemudian, seseorang masuk membawa sekaleng Coca-Cola.
Presiden Trump menoleh ke saya lagi dan berkata: ‘Itu bukan rudal nuklir — itu cuma tombol Coke.’
Saudara-saudara, inilah presiden kita yang (menyenangkan)!”

Vance:  “Kita bukan hanya telah menghancurkan program nuklir Iran, tapi kita melakukannya tanpa satu pun korban jiwa dari pihak Amerika. Inilah hasil ketika Amerika memiliki kepemimpinan yang kuat.” (Hui/asr)

Laporan wartawan NTD, Zhao Fenghua, dikompilasi secara menyeluruh.

Laporan Fasilitas Nuklir Iran Bocor, Trump: CNN Harus Minta Maaf kepada Militer AS

EtIndonesia. Setelah militer AS menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran, CNN berturut-turut menerbitkan laporan yang meragukan efektivitas serangan udara tersebut. Pada  Selasa (24/6/2025), CNN bahkan membocorkan laporan yang diklaim berasal dari Badan Intelijen Pertahanan (DIA), menyebut bahwa serangan itu hanya menunda program nuklir Iran selama beberapa bulan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sangat marah atas laporan tersebut dan menuntut CNN meminta maaf kepada militer AS. Pada Rabu, dalam KTT NATO, Trump bersama anggota kabinetnya kembali mengecam media seperti CNN karena menyebarkan informasi palsu.

Presiden Trump:  “CNN itu sampah. MSNBC itu sampah. New York Times juga sampah. Para jurnalis yang menyebarkan berita bohong itu adalah orang jahat. Mereka sakit jiwa. Mereka hanya ingin mengurangi arti dari kemenangan luar biasa ini.”

Trump menegaskan bahwa para pilot yang melakukan pemboman terhadap fasilitas nuklir Iran adalah jenius yang berhasil menghancurkan target secara presisi.

Trump:  “(Israel) bilang ini adalah kehancuran total. Kalian tahu, (Israel) mengirim orang ke fasilitas nuklir Fordow setelah serangan udara dan mereka bilang semuanya benar-benar hancur.”

Sebelum berangkat ke Belanda pada Selasa, Trump menuntut CNN dan MSNBC untuk meminta maaf kepada para pilot B-2. Trump:
“Saya rasa CNN harus minta maaf kepada para pilot B-2. Saya rasa MSNBC juga harus minta maaf.”

Menteri Luar Negeri AS dan Penasehat Keamanan Nasional AS Marco Rubio, dalam KTT NATO, membantah laporan CNN dan mengungkapkan fakta yang lebih penting:

Rubio:  “Fasilitas pengolahan uranium—tanpa itu, Anda tidak bisa membuat senjata nuklir. (Setelah serangan) kami bahkan tidak bisa menemukan fasilitas itu di peta. Sudah hilang karena benar-benar hancur.”

Rubio juga mengutip pernyataan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, yang menyebut bahwa kapasitas nuklir Iran pasca-serangan jauh lebih rendah dibanding tujuh hari sebelumnya.

Rubio:  “Sumber bocoran (yang dikutip CNN) itu adalah ‘pembunuh profesional’. Mereka memang bertugas untuk membocorkan informasi. Mereka membaca laporan dan memberitahu Anda isinya. Itu tindakan ilegal. Dan mereka menyampaikannya dengan cara yang sepenuhnya menyesatkan. Kalau tidak terjadi apa-apa, Iran tidak akan pernah bersedia duduk di meja perundingan. Serangan itu benar-benar menghancurkan. Kondisi mereka sekarang sangat buruk.”

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa laporan yang dikutip CNN adalah evaluasi awal yang bersifat tentatif dan tidak percaya diri.

 “Evaluasi apa pun yang mengatakan sebaliknya (bahwa fasilitas tidak hancur) adalah spekulasi yang punya motif tertentu,” ujarnya. 

 “Menurut kami, dampak dari serangan udara itu sangat besar, benar-benar menghancurkan,” katanya. 

 “Keahlian dan keberanian para pilot yang terbang menembus wilayah musuh, terbang selama 36 jam demi rakyat Amerika, menghancurkan program senjata nuklir (Iran) — itu bukan sesuatu yang bisa dibayangkan oleh siapa pun di ruangan ini,” katanya. 

 “Namun setelah itu, reaksi pertama CNN, reaksi pertama New York Times, adalah berusaha memelintir fakta dari kemenangan ini demi kepentingan politik mereka — yakni untuk merugikan Presiden Trump dan negara kita,” tambahnya. 

 “Mereka tidak peduli apa pendapat militer. Mereka tidak peduli apa pandangan dunia. Yang mereka pedulikan hanyalah bagaimana memelintir kenyataan dan mencoreng nama presiden lewat informasi yang dibocorkan secara ilegal,” lanjutnya, 

Hegseth menyatakan bahwa pihaknya sedang mengambil tindakan terhadap kebocoran ilegal ini.

 “Kami sedang bekerja sama dengan FBI untuk menyelidiki kebocoran ini,” katanya. (Hui/asr)

Laporan dari jurnalis NTD Ren Hao di Washington, AS.

Belajarlah Melepaskan, Maka Kebahagiaan Akan Datang!

EtIndonesia. Hati manusia hanya seukuran kepalan tangan, kapasitasnya terbatas. Jika dipenuhi dengan kesedihan dan kekesalan, bagaimana mungkin ada ruang untuk kebahagiaan? Karena itu, kita harus belajar melepaskan hal-hal yang menyakitkan, agar kebahagiaan dapat masuk ke dalam hidup kita.

Dalam perjalanan hidup, tak peduli seberapa besar cinta yang kita miliki terhadap keluarga dan sahabat, seberapa banyak kekayaan yang telah dikumpulkan, atau betapa pedihnya masa lalu—pada akhirnya, kita harus belajar melepaskan.

Ketika kita mulai melihat segala sesuatu dengan ringan, berpikiran terbuka, dan tidak lagi terbelenggu oleh hal-hal duniawi, barulah kita bisa menjalani hidup dengan ringan dan penuh kebebasan.

Kisah Burung Gagak dan Sepotong Daging

Ada sebuah kisah: seekor burung gagak membawa sepotong daging di paruhnya, sementara dari belakang seekor elang mengejarnya dengan cepat. Gagak itu terbang sekuat tenaga, berusaha menyelamatkan diri. Ketika tenaganya hampir habis dan napasnya tersengal, dia terpaksa membuka paruhnya untuk menghela napas—dan sepotong daging itu pun jatuh.

Sekonyong-konyong, elang berbalik arah dan langsung menyambar daging yang jatuh ke tanah. Gagak itu pun selamat. Barulah saat itu dia sadar: seandainya dia melepaskan daging itu lebih awal, nyawanya tak akan nyaris melayang.

Sama seperti kisah burung gagak, banyak dari kita dalam kehidupan nyata terus menggenggam erat berbagai keterikatan—kenangan pahit, ambisi, dendam, cinta tak berbalas—hingga hidup terasa lelah, berat, dan menyakitkan. Padahal, dengan melepaskan, kita membuka pintu menuju kehidupan yang lebih damai dan membahagiakan.

Lepaskan Masa Lalu

Entah itu orang yang dulu sangat kita cintai, atau kenangan masa lalu yang menyakitkan—semua itu telah menjadi sejarah. Segala rasa manis, pahit, suka, dan duka telah berlalu. Penyesalan tidak akan mengubah apa pun, karena masa lalu hanya bisa dikenang, tidak bisa diulang.

Hanya dengan melepaskan beban berat masa lalu, kita akan memiliki tenaga untuk melangkah maju. Jika suatu hari, seseorang dengan niat buruk membicarakan masa lalu Anda, dan Anda bisa mendengarnya tanpa rasa marah atau sedih, seolah mendengarkan kisah hidup orang lain, maka itulah tanda bahwa Anda telah benar-benar melepaskannya.

Lepaskan Keinginan Berlebihan Akan Nama dan Kekayaan

Setiap orang tentu menginginkan kesuksesan dan pengakuan, namun jika terlalu mengejar, itu justru bisa menyakiti diri sendiri.

Seperti yang dikatakan Zhuangzi: “Ketika nama dan aib ditegakkan, maka muncullah berbagai penyakit hati; ketika harta menumpuk, maka muncullah perebutan.”

Artinya, semakin tinggi seseorang menjulang karena kekayaan dan status, semakin besar pula potensi konflik dan penderitaan batin yang datang bersamanya. Jika kita tidak bisa mengendalikan nafsu serakah, kita akan tenggelam dalam lautan ambisi tanpa dasar, dan akhirnya tersesat dalam kelelahan batin.

Padahal, bukankah hidup ini seperti mimpi? Kita lahir dengan tangan kosong dan akan pergi pun tanpa membawa apa-apa. Untuk apa menghabiskan seluruh hidup demi mengejar kekuasaan dan materi, lalu akhirnya tidak tahu lagi untuk apa kita hidup?

Maka, belajarlah melepaskan, dan barulah kita bisa merasakan ketenangan jiwa yang sejati. Kerjakan apa yang harus dikerjakan dengan sepenuh hati, tanpa terobsesi pada hasil. 

Seperti pepatah: “Bersyukur adalah sumber kebahagiaan.”

Lepaskan Beban Emosi

Manusia memiliki begitu banyak emosi. Sering kali, hati kita penuh dengan luka batin, prasangka, dan pikiran-pikiran keliru yang tidak pernah kita sadari. Dalam hal ini, anak-anak bahkan lebih pintar dari orang dewasa.

Seorang anak bisa bertengkar satu menit, lalu bermain tertawa lagi di menit berikutnya, seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi di dunia orang dewasa, masalah kecil saja bisa membuat hubungan rusak selamanya.

Setiap orang berasal dari latar belakang yang berbeda, wajar jika ada perbedaan pendapat dan konflik. Namun hanya dengan melepaskan ego dan prasangka, kita bisa memahami orang lain dan menciptakan ruang untuk kedamaian batin. Saat kita bisa melihat keunikan dan sisi baik dari setiap orang, kita pun akan merasa lebih bahagia.

Tentang Cinta dan Kepergian

Ada pula jenis emosi yang bergantung pada orang lain, yang juga perlu dilepaskan. 

Seperti kata pepatah lama:“Cinta yang berlebihan sering kali hanya menyisakan penyesalan; mimpi indah pun mudah sirna.”

Ketika kita mencintai seseorang terlalu dalam, dan cinta itu tidak dibalas, kita menjadi murung dan kecewa. Namun, pikirkan kembali: kita semua lahir sendiri ke dunia, dan pada akhirnya pun akan meninggal sendiri. Bahkan orangtua dan anak hanya bisa menemani untuk sementara waktu. Siapa yang bisa selalu ada selamanya?

Karena itu, jangan larut dalam kesedihan karena cinta, jalani hidup dengan langkah mantap, hargai diri sendiri, syukuri apa yang ada, dan nikmati setiap momen dalam hidup. Maka, dunia Anda akan menjadi lebih indah.

Ada Pengorbanan, Baru Ada Penerimaan

Nafsu serakah adalah musuh dari kedamaian hati. Sering kali, yang membuat hidup kita tidak tenang bukan faktor eksternal, tetapi pikiran-pikiran egois yang muncul dari dalam diri sendiri.

Seperti kata ajaran Buddha: “Dunia ini sebenarnya tenang, hanya orang bodoh yang membuat dirinya resah.”

Contohnya, kita ingin nilai tertinggi, mobil mewah, tas bermerek, atau tidak suka seseorang—semuanya berasal dari “aku, aku, dan aku”. Pikiran semacam ini mengikat hati dan menjauhkan kita dari ketenangan.

Coba bayangkan: jika kedua tangan kita menggenggam dua jeruk dan tidak mau melepaskannya, bagaimana bisa kita mengambil jeruk yang lebih besar dan manis di depan? Hanya dengan melepaskan, barulah kita bisa melihat keindahan yang selama ini tersembunyi.

Seperti pepatah lama: “Berani melepaskan, baru bisa mendapatkan.”

Ketika hati sudah kosong dari beban, maka akan ada ruang untuk kebahagiaan masuk.

Penutup: Bahagia Itu Sederhana

Ketika kita tahu kapan harus melepaskan, kita akan kembali pada kesederhanaan dan kemurnian hati. Hadapi hidup dengan pikiran positif dan hati yang damai. Selama hati kita tetap tenang dan bersyukur, kebahagiaan itu ternyata sangat dekat—bahkan mungkin sudah ada di sisi kita. (jhn/yn)

Banjir Besar di Guizhou, Tiongkok : Anjing Putih Menolak Dievakuasi, Setia Menunggu Tuannya

Baru-baru ini, Kabupaten Rongjiang di Provinsi Guizhou, Tiongkok, dilanda banjir besar. Tim penyelamat menemukan seekor anjing putih besar yang terjebak di tengah banjir. Meskipun dua kali didatangi perahu penyelamat, anjing itu menolak naik dan tetap bertahan di tempat semula, dengan setia menunggu kedatangan tuannya.

EtIndonesia. Pada 24 Juni, banjir besar menerjang Kabupaten Rongjiang dan Congjiang di Guizhou, Tiongkok.  Tiga sungai di wilayah Rongjiang meluap hebat dan airnya meluber ke kota. Banyak area kota terendam air.

Video yang beredar di internet menunjukkan derasnya aliran air di jalanan Rongjiang. Toko-toko di lantai satu seluruhnya terendam, dan beberapa orang terjebak di lantai dua.

Tim penyelamat masuk ke kota menggunakan perahu untuk mengevakuasi warga yang terjebak. Seorang anggota tim penyelamat perempuan merekam video dan menceritakan bahwa saat mereka menyusuri daerah banjir, mereka melihat seekor anjing besar yang terjebak. Namun, anjing itu dua kali menolak untuk naik ke perahu penyelamat dan tetap menunggu di tempat yang sama.


“Saat kami melihat anjing itu, kami langsung ingin menyelamatkannya, tapi anjing itu tidak mau naik perahu. Saat kami kembali untuk kedua kalinya, posisinya sangat dekat, kami tetap ingin menyelamatkannya, tapi ia tetap tidak mau naik perahu,” kata petugas penyelamat wanita itu. 

 “Lalu, ketika kami berbalik arah lagi, kami melihat tuannya datang menyelamatkan dia,” katanya. 

Dalam video terlihat seorang pria berusia sekitar 30 tahun mendayung perahu kecil menembus banjir. Seekor anjing putih besar duduk di ujung perahu. Pria itu melambaikan tangan ke arah tim penyelamat sebagai tanda terima kasih.

Kesetiaan anjing putih ini yang rela menunggu tuannya di tengah banjir membuat banyak netizen tersentuh. Mereka menjulukinya sebagai “Hachiko versi nyata”:

  • “Dia tahu kalau dia pergi, tuannya tidak akan bisa menemukannya.”
  • “Pasti tuannya bilang: ‘Nanti aku balik jemput kamu, jangan takut, anjing baik!’”
  • “Dia yakin tuannya akan kembali. Dan tuannya tahu dia akan menunggu.”
  • “Yang satu percaya dan menunggu, yang satu tidak mengecewakan. Cinta keduanya sangat mengharukan.”
  • “Yang satu penuh kasih, yang satu penuh kesetiaan.”

Pada 24 Juni, hujan deras mengguyur Provinsi Guizhou. Beberapa bendungan melepaskan air, menyebabkan tujuh sungai termasuk Duliu, Liu, dan Rong meluap dan melampaui ambang batas siaga banjir. Kabupaten Rongjiang, Congjiang, serta beberapa daerah di Kota Liuzhou, Guangxi seperti Sanjiang dan Rong’an, juga diterjang banjir.

Kabupaten Rongjiang adalah salah satu wilayah terdampak paling parah, dengan seluruh kota terendam. Seorang warga bernama Wang mengatakan kepada NTD bahwa dalam waktu setengah jam sejak pagi hari, air sudah meluap ke dalam kota:

Wang berkata:   “Hanya butuh sekitar sepuluh menit, air sudah sampai lantai dua. Di kota tua air naik sampai lantai empat, di kota baru sekitar lantai dua. Kami tidak tahu harus evakuasi ke mana, hanya bisa naik ke lantai yang lebih tinggi. Setelah itu listrik dan air padam, dan tidak ada jaringan internet.”

Beberapa netizen juga mengabarkan kepada Epoch Times bahwa banjir telah mencapai lantai tiga di beberapa tempat, dan situasinya sangat menakutkan. Beberapa daerah bahkan tampak seperti lautan.

Seorang netizen lokal dengan nama samaran Tian Ming mengatakan:  “Jalan Changba di Rongjiang paling parah terendam. Saya tidak bisa menghubungi orang tua saya, di sana mati listrik dan air, dan air sudah naik sampai lantai tiga.”

Warga lainnya, dengan nama samaran Wang Heng, mengatakan:  “Air naik sangat cepat karena bendungan di daerah Sandu tidak mampu menahan air dan harus membuangnya. Dalam kondisi normal saja, Rongjiang tidak sanggup menampung aliran air seperti itu, apalagi kalau sedang dibuang air dari bendungan.”

Ia menambahkan bahwa kini air sudah mulai surut:  “Sekarang hujan sudah berhenti, tapi pemerintah belum mengumumkan jumlah korban atau kerugiannya. Sepertinya ada korban, tapi pemerintah tidak melaporkannya, jadi kami tidak berani bilang.” (Hui/asr)

Laporan oleh jurnalis Luo Tingting / Editor: Wen Hui

Video: Bola Api yang Meledak di Langit Georgia Dipastikan Sebagai Meteor, Memicu Ledakan Keras, dan Kemungkinan Menabrak Sebuah Rumah

EtIndonesia. Sebuah meteor terlihat melesat di langit di siang bolong di tenggara Amerika Serikat pada hari Kamis (26/6). Bola api tersebut dipastikan sebagai meteor, dengan laporan yang menunjukkan bahwa bola api tersebut merusak sebuah rumah di wilayah McDonough, Georgia. Para pejabat di Henry County sedang menyelidiki apakah meteor tersebut menabrak sebuah rumah.

Badan Cuaca Nasional mengatakan bahwa objek tersebut menerangi langit seperti kilat dan terlihat di wilayah selatan Atlanta, Georgia utara, serta beberapa wilayah di Carolina Utara dan Carolina Selatan.
Meteor tersebut muncul sekitar pukul 12 siang. Beberapa menit kemudian, orang-orang melaporkan bahwa tanah di sekitar mereka mulai bergetar.

Para pejabat NWS mengonfirmasi bahwa itu bukanlah gempa bumi, melainkan ledakan sonik. Media sosial dibanjiri laporan tentang penampakan meteor tersebut, karena orang-orang menyatakan ketidakpercayaan tentang apa yang mereka lihat di langit.

Sementara itu, di wilayah McDonough, Georgia, sebuah rumah dilaporkan telah rusak oleh meteor tersebut, meskipun hal tersebut belum dapat dipastikan.

Petugas Manajemen Darurat mengatakan bahwa seorang warga melaporkan bahwa sebuah batu jatuh melalui atap rumahnya pada waktu yang hampir bersamaan dengan meteor yang melesat di langit. Dikatakan bahwa batu itu merobek atap dan kecepatannya memecahkan lantai laminasi di dalam rumah, Fox5 Atlanta melaporkan.

Kerusakan yang tidak biasa pada rumah McDonough kemungkinan besar disebabkan oleh meteor

Direktur Badan Manajemen Darurat Henry County mengatakan bahwa ada kerusakan yang tidak biasa pada rumah di McDonough, meskipun dia tidak dapat memastikan bahwa itu disebabkan oleh meteor.
“Itu menembus atap sampai ke ujung dan memecahkan lantai laminasi hingga ke beton,” kata Ryan Morrison. “Itu sebabnya kami pikir itu bagian dari badai meteor ini.”

Pemilik rumah meminta petugas untuk tidak mengidentifikasinya karena mereka memiliki anak.

Meteor Georgia seperti kilatan petir

Layanan Cuaca Nasional mengatakan bahwa ketinggian dan kecepatan objek tersebut mencegahnya dilacak oleh radar. Citra satelit juga tidak menunjukkannya karena diperbarui hanya setiap beberapa menit.

Namun, Global Lightning Mapper (GLM), yang dimaksudkan untuk mendeteksi kilatan petir di atmosfer atas, mencatat kejadian tersebut karena meteor tersebut menciptakan kilatan yang mirip dengan petir. Ahli meteorologi dari National Weather Service mengatakan bahwa, menurut citra radar, objek tersebut memiliki tanda-tanda khas yang biasanya dikaitkan dengan meteorit yang jatuh.

Kilatan cahaya tersebut diikuti oleh ledakan sonik. Orang-orang melaporkan adanya guncangan yang mirip dengan gempa bumi. Namun, US Geological Survey tidak mengamati adanya aktivitas gempa bumi di Georgia pada saat ledakan tersebut terjadi.

Objek berapi tersebut terlihat oleh beberapa orang yang memberi tahu American Meteor Society tentang hal itu.

Menurut FOX Weather, mereka menerima lebih dari 100 laporan tentang kemungkinan bola api. National Weather Service di Charleston juga mendeteksi petir di atas perbatasan NC/VA, dekat dengan Gasburg, Virginia. (yn)

AS Membagikan Bukti Video Serangan yang ‘Berhasil Secara Historis’ Terhadap Fasilitas Nuklir Iran – Tonton Cara Kerja Penghancur Bunker

EtIndonesia. Di tengah klaim bahwa serangan Amerika terhadap Iran tidak menghancurkan situs nuklirnya, Pentagon pada hari Kamis (26/6) merilis rekaman uji yang menunjukkan cara kerja penghancur bunker.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan bahwa rekaman tersebut dibagikan ke media agar mereka tidak memutarbalikkan cerita tentang serangan yang “sangat berhasil”.

AS menyerang tiga situs nuklir di Iran, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan, dan mengklaim bahwa situs-situs tersebut telah ‘dihancurkan’ sepenuhnya. Trump mengecam media AS khususnya, CNN, karena mengajukan pertanyaan tentang kebocoran laporan intelijen yang menyatakan bahwa serangan AS tidak merusak situs nuklir tersebut.

Trump menuduh Demokrat membocorkan laporan intelijen tentang serangan AS terhadap situs nuklir Iran, dan menyerukan penuntutan terhadap mereka yang bertanggung jawab. Tidak ada bukti publik yang mendukung klaimnya, tetapi pemerintahan Trump telah berjanji untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut.

Sebelumnya, Hegseth berbicara kepada media di Pentagon dan berkata: “Serangan di Iran sangat berhasil, itu adalah kesuksesan yang luar biasa dan mengakhiri perang. Trump menciptakan kondisi untuk mengakhiri perang dengan menghancurkan kemampuan nuklir Iran. Apa yang dibicarakan presiden lain, dicapai oleh Presiden Trump. Ini adalah momen bersejarah.”

“Laporan awal yang bocor didasarkan pada asumsi-asumsi penting. Rafael Grossi juga mengatakan bahwa serangan AS menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Ini adalah misi yang berhasil secara historis,” tambahnya.

Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, juga berbicara kepada media dan berkata: “Kami menerima informasi intelijen pada hari Senin bahwa Iran bermaksud menyerang pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut. Kapal-kapal Patriot dikerahkan dari Korea dan Jepang. Kami bergabung dalam pertempuran ini dengan kapal-kapal Patriot Qatar. Pada hari-hari menjelang serangan di Fordow, Iran mencoba menutupi terowongan-terowongan itu dengan beton.”

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menuduh Trump membesar-besarkan dampak serangan AS terhadap situs-situs nuklir Iran, dalam kemunculan pertamanya sejak gencatan senjata dalam perang dengan Israel.

“Presiden Amerika membesar-besarkan kejadian dengan cara yang tidak biasa, dan ternyata dia membutuhkan pembesar-besaran ini,” kata Khamenei, menolak klaim AS bahwa program nuklir Iran telah mengalami kemunduran selama beberapa dekade. Serangan itu, tegasnya, tidak berdampak signifikan terhadap infrastruktur nuklir Iran.

Konflik Iran-Israel-AS

Ketegangan meningkat antara Israel dan Iran pada 13 Juni ketika Israel di bawah Operasi Rising Lion, menargetkan situs nuklir Iran dan menewaskan komandan tinggi. Sebagai balasan, Iran meluncurkan Operasi True Promise 3, dan menyerang kota-kota Israel, dengan alasan ‘hak untuk merespons.’
Situasi memburuk dari hari ke hari dengan kedua negara saling menyerang dengan rudal dan pesawat nirawak.

AS, dalam eskalasi ketegangan yang besar, memasuki perang pada 21 Juni, meluncurkan Operasi Midnight Hammer dan menyerang tiga situs nuklir di Iran, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan. Sebagai tanggapan, Iran menyerang pangkalan udara AS di Qatar. Segera setelah itu, pada tanggal 24 Juni, Presiden AS Trump mengumumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel, yang awalnya goyah tetapi bertahan sejak saat itu. (yn)

Jepang Lakukan Uji Coba Rudal di Wilayahnya untuk Pertama Kali, Tegaskan Tekad Hadapi Ancaman PKT

EtIndonesia. Pemerintah Jepang mengumumkan keberhasilan uji coba rudal di wilayahnya sendiri untuk pertama kalinya. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Jepang akan memainkan peran yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) serta menjaga keamanan kawasan Asia-Pasifik.

Dengan suara dentuman keras, rudal anti-kapal Tipe 88 milik Jepang berhasil diluncurkan. Ini merupakan pertama kalinya Jepang menguji coba rudal jarak pendek langsung dari wilayah dalam negerinya. Rudal tersebut diarahkan ke sebuah kapal tak berawak yang berada sekitar 40 km dari lepas pantai Hokkaido.

 “Kemarin, Pasukan Bela Diri Darat (GSDF) untuk pertama kalinya melakukan latihan penembakan rudal anti-kapal di Lapangan Tembak Hokkaido,” kata Menteri Pertahanan Jepang, Yoshimasa Hayashi .

Rudal Tipe 88 memiliki jangkauan lebih dari 100 km. Keputusan untuk mengujinya langsung di dalam negeri dianggap sebagai perubahan besar dalam kebijakan pertahanan Jepang, menunjukkan upaya Jepang memperkuat kemampuan serangan balik dan menargetkan ancaman laut dari PKT.

Awal tahun ini, dua kapal induk PKT untuk pertama kalinya muncul secara bersamaan di dekat Pulau Minami-Tori (Pulau Nampo), yang memicu kewaspadaan tinggi dari Jepang.

 “Lingkungan keamanan saat ini sangat serius. Mempertahankan dan meningkatkan kemampuan pertahanan di wilayah utama Jepang adalah hal yang sangat penting,” kata Hayashi. 

Selama ini, Jepang biasanya memilih melakukan uji coba rudal di Amerika Serikat atau Australia. Namun, di tengah ekspansi militer PKT ke luar negeri, kebijakan pertahanan Jepang kini ingin memperbanyak pelatihan langsung di dalam negeri demi memperkuat daya tangkal.

Pihak militer menyatakan uji coba kali ini berhasil, dan direncanakan akan melakukan uji coba lagi pada  Minggu (29 Juni).

Tahun ini, Jepang juga akan mulai mengerahkan rudal jelajah “Tomahawk” buatan Amerika Serikat. Selain itu, Jepang mengembangkan rudal Tipe 12 versi baru yang memiliki jangkauan hingga 1.000 km — sekitar sepuluh kali lipat dari rudal Tipe 88 yang diuji kali ini. (Hui/asr)

Laporan wartawan NTD: An Qi dan Jiang Diya.

Silicon Valley-nya Tiongkok di Shenzhen Dilanda Krisis Ekonomi, Ribuan Pengangguran Tidur di Jalanan

EtIndonesia. Akibat perang dagang antara AS dan Tiongkok serta pengawasan ketat oleh pemerintahan partai Komunis Tiongkok, banyak perusahaan bangkrut dan investasi asing hengkang. Kota Shenzhen, yang dulunya dijuluki sebagai “Lembah Silikon Tiongkok,” kini mengalami musim dingin ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jumlah besar pengangguran terpaksa tidur di jalanan.

“Ini jembatan penyeberangan di Stasiun Timur, Shenzhen! Lihat itu? Tunawisma,” kata seorang vlogger Tiongkok. 

Belakangan ini, sejumlah vlogger Tiongkok mengungkap kondisi resesi parah di Shenzhen. Dalam video-video yang mereka unggah, terlihat banyak tunawisma berbaring di bawah jembatan, di alun-alun, maupun di gang belakang gedung perkantoran. 

Di antara mereka ada mantan insinyur perangkat lunak, pekerja konstruksi, dan kurir pengantar makanan. Mereka mencari pekerjaan di siang hari, dan tidur di jalanan saat malam. Untuk menghemat biaya, ada yang hanya makan mi instan dan minum air ledeng.


“Shenzhen adalah kota maju, tapi sekarang banyak perusahaan bangkrut, dan banyak orang tidur di alun-alun dan bawah jembatan. Ini mencerminkan keruntuhan ekonomi di bawah kekuasaan Partai Komunis. Rakyat benar-benar tak punya pekerjaan,” ujar Li Yuanhua, akademisi Tiongkok di Australia. 

Pasca pandemi, ekonomi Tiongkok merosot tajam, dan banyak modal asing angkat kaki. Sektor manufaktur dan jasa di Shenzhen terpukul hebat. Kota itu kini sepi dan muram, sementara jumlah pengangguran—termasuk talenta kelas atas—semakin banyak.

Seorang vlogger perempuan Tiongkok:  “Datanglah ke Distrik Longgang. Berdirilah di atas jembatan penyeberangan di dekat pasar kerja Sanhe, dan lihat ke bawah—penuh orang yang tidur di lantai. Mereka adalah pekerja lepas yang bahkan tidak sanggup membayar tempat tidur seharga 15 yuan semalam. Mereka hanya bisa tidur di tangga. Lihatlah, inilah Shenzhen.”

Banyak video menunjukkan bahwa fenomena pengangguran yang tidur di jalanan di Shenzhen sudah berlangsung selama dua hingga tiga tahun terakhir.

Ai Shicheng, mantan pendiri LSM dan editor media di Shenzhen:  “Beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi, banyak modal asing pindah ke Asia Tenggara. Termasuk perusahaan swasta dan milik perseorangan, banyak yang pindah ke India dan Vietnam. Terutama perusahaan besar dan raksasa industri yang hengkang, dampaknya terhadap rantai industri sangat besar. Akibatnya, banyak orang kehilangan pekerjaan, dan karena tak menemukan pekerjaan, mereka akhirnya menjadi gelandangan.” (Hui/asr)

Laporan wartawan NTD: Li Yun dan Qiu Yue.