Perang Gaza akan Segera Berakhir? Netanyahu Memberikan Petunjuk Besar untuk Menormalisasi Hubungan Israel dengan Negara-negara Tetangga

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah meminta Israel untuk membatalkan persidangan korupsi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu atau memberinya pengampunan, dengan menggambarkan kasus terhadapnya sebagai “perburuan penyihir”.

Netanyahu didakwa pada tahun 2019 atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dan persidangannya dimulai pada tahun 2020. Persidangan tersebut melibatkan tiga kasus pidana dan Netanyahu membantah tuduhan tersebut, mengaku tidak bersalah.

Dukungan Trump untuk Netanyahu merupakan bagian dari upayanya yang lebih besar untuk mengakhiri perang di Gaza dan memperluas Perjanjian Abraham, demikian menurut laporan. Senada dengan itu, Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel memiliki kesempatan untuk mencapai “perluasan dramatis” dari perjanjian normalisasi dengan negara-negara Timur Tengah.

Dukungan Trump untuk Netanyahu

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis (26/6) menuntut diakhirinya persidangan pidana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sedang berlangsung.

“BREAKING NEWSI… Saya terkejut mendengar bahwa Negara Israel, yang baru saja mengalami salah satu Momen Terhebat dalam Sejarahnya, dan dipimpin oleh Bibi Netanyahu, melanjutkan Perburuan Penyihir yang konyol terhadap Perdana Menteri Masa Perang Besar mereka!” tulis Trump dalam posting panjang di Truth Social.

Intervensi oleh presiden Amerika itu terjadi saat pemeriksaan silang terhadap Netanyahu, yang dimulai awal bulan ini, akan dilanjutkan. Trump mengecam kasus terhadap Netanyahu sebagai “bermotif politik,” dengan mengatakan bahwa perdana menteri telah melalui “Pertunjukan Horor” sejak persidangan dimulai pada tahun 2020.

Netanyahu : ‘Peluang untuk perluasan perjanjian damai yang dramatis’

Menyatakan bahwa Israel telah memenangkan perang melawan Iran setelah bertempur “dengan gagah berani”, Netanyahu mengatakan bahwa itu adalah kesempatan bagi negaranya untuk memperluas perjanjian damai dengan negara-negara Arab, mengisyaratkan perluasan Perjanjian Abraham.

“Kami bertempur dengan gagah berani melawan Iran — dan meraih kemenangan besar. Kemenangan ini membuka peluang bagi perluasan perjanjian perdamaian yang dramatis. Kami bekerja keras untuk ini. Seiring dengan pembebasan sandera kami dan kekalahan Hamas, ada jendela peluang di sini yang tidak boleh dilewatkan. Tidak ada satu hari pun yang boleh terbuang sia-sia,” katanya.

Diumumkan selama masa jabatan pertama Trump, Abraham Accords adalah perjanjian yang dengannya hubungan diplomatik terjalin antara Israel dan beberapa negara Arab, dengan mediasi Amerika Serikat (AS).

Pada tahun 2020, Bahrain dan UEA menjadi negara Arab pertama yang mengakui Israel setelah Yordania pada tahun 1996. Kemudian, Sudan dan Maroko juga menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.(yn)

Penindasan di Dalam Negeri Iran Meningkat: 700 Orang Ditangkap dalam 12 Hari, Tiga Dieksekusi

EtIndonesia. Israel dan Amerika Serikat mengumumkan bahwa dalam perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari, program nuklir Iran telah dihancurkan total. Namun, pihak berwenang Iran mengklaim fasilitas nuklir mereka telah berhasil dilindungi dan bersiap untuk menghentikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Di saat yang sama, rezim Khamenei memperkuat penindasan di dalam negeri: lebih dari 700 orang ditangkap dalam 12 hari, dan 3 orang telah dieksekusi.

Pada Rabu (25 Juni), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dalam rapat kabinet bahwa Israel meraih kemenangan besar dalam perang tersebut.

“Kita telah meraih kemenangan besar dalam pertempuran melawan para penindas yang ingin menghancurkan kita. Dalam kemenangan ini, kita telah menyingkirkan dua ancaman eksistensial langsung demi menjamin keberlangsungan Israel,” ujar PM Israel Benjamin Netanyahu. 

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di sela-sela KTT NATO bahwa serangan Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran merupakan “penghancuran total.” Amerika tidak akan mengizinkan Iran membangun kembali fasilitas nuklir untuk melanjutkan pengayaan uranium.

Presiden AS Donald Trump:  “Itu benar-benar diratakan. Jika Anda melihat permukaan tanah—jangan lupa, api terjadi di bawah tanah—tetapi jika Anda lihat foto sebelum dan sesudah, semuanya di atas permukaan telah hangus menjadi hitam.”

Trump:  “Saya pikir ini adalah kemenangan besar bagi semua pihak—termasuk Iran.”

Pada hari yang sama, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan bahwa setelah serangan terhadap fasilitas nuklir utama Iran, tim inspektur IAEA perlu kembali ke Iran untuk melakukan penilaian ulang atas kapasitas nuklir negara itu.

Dirjen IAEA Rafael Grossi:  “Saya menerima surat dari Menteri Luar Negeri Iran yang menyatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah perlindungan. Mereka tidak merinci apa maksudnya, tapi jelas tujuannya sudah bisa ditebak.”

Dalam konferensi pers di Wina, Grossi mengatakan bahwa Teheran masih bisa membangun kembali fasilitas nuklirnya.

Grossi:  “Membangun kembali infrastruktur nuklir bukanlah hal yang mustahil. Beberapa fasilitas masih selamat dari serangan. Dan hanya Iran yang tahu pekerjaan seperti apa yang sedang dilakukan. Tapi itu akan membutuhkan waktu.”

Grossi menambahkan bahwa IAEA sedang mencari solusi yang berkelanjutan melalui jalur diplomatik.

Pada hari yang sama, Parlemen Iran dengan cepat mengesahkan sebuah rancangan undang-undang untuk secara efektif menghentikan kerja sama Iran dengan IAEA.

Jika rancangan ini disahkan menjadi undang-undang, pengawasan internasional terhadap program nuklir Iran akan menjadi jauh lebih sulit.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa kapabilitas nuklir Iran tetap utuh.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada media bahwa Iran belum memutuskan apakah akan terus bekerja sama dengan IAEA.

Meskipun parlemen Iran dapat meloloskan undang-undang, keputusan akhir dalam hal keamanan nasional tetap berada di tangan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pada Rabu, Iran merilis video yang menunjukkan Penjara Evin di Teheran rusak parah akibat serangan udara Israel baru-baru ini. Penjara yang terkenal kejam ini disebut sebagai “Bastille Iran”, dan kerap digunakan oleh rezim Khamenei untuk menahan tahanan politik serta warga asing terkenal.

Selama perang, rezim Khamenei memperkuat penindasan terhadap rakyat Iran. Dalam 12 hari terakhir, Iran melakukan penggerebekan besar-besaran di berbagai kota, dan menangkap lebih dari 700 orang dengan tuduhan spionase.

Pada 24 Juni, pihak berwenang Iran mengeksekusi tiga pria yang dituduh bekerja sama dengan dinas intelijen Israel, Mossad. Mereka didakwa menyelundupkan peralatan peluncur drone dan membantu misi pembunuhan. (Hui/asr)

Laporan disusun oleh Zhao Fenghua, reporter NTD.

NATO Tingkatkan Anggaran Pertahanan Secara Historis, Trump Tegaskan Komitmen Pertahanan Kolektif

EtIndonesia. Pada Selasa (24 Juni) malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginap di Istana Kerajaan Belanda, menjadi presiden AS pertama yang diundang menginap di kediaman resmi kerajaan tersebut.

 “Yang Mulia Presiden (Trump), selamat datang di rumah kami malam ini. Ini sangat berarti bagi kami,” ujar Raja Belanda Willem-Alexander. 

Pada malam Selasa, Presiden Trump menerima undangan dari Raja Willem-Alexander untuk menginap di Huis ten Bosch, menjadikannya presiden AS pertama yang menginap di kediaman resmi keluarga kerajaan Belanda.

Rabu pagi (25 Juni), Trump sarapan bersama Raja dan Ratu di istana, lalu menghadiri pembukaan KTT NATO yang sangat dinanti-nantikan.

“Keputusan hari ini akan membawa tambahan dana bernilai triliunan dolar bagi pertahanan kolektif kita, dengan menyeimbangkan kontribusi AS dan para sekutunya, membuat kita lebih kuat dan lebih adil,” ujar Sekjen NATO Mark Rutte. 

Hampir seluruh negara anggota NATO — kecuali Spanyol — menyetujui rencana untuk mengalokasikan 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing untuk pertahanan dan keamanan nasional pada tahun 2035. Trump menyebut ini sebagai kemenangan besar bagi AS dan dunia Barat.

Presiden AS Donald Trump:  “Ini benar-benar sebuah monumen kemenangan. Bagi Amerika, ini adalah kemenangan besar karena beban yang kita tanggung jauh lebih besar dari yang seharusnya. Itu sangat tidak adil. Tapi ini juga kemenangan besar bagi Eropa dan peradaban Barat.”

Target alokasi 5% ini merupakan lonjakan besar dibanding target sebelumnya yaitu 2% yang ditetapkan dalam KTT NATO tahun 2014. Dari 5% tersebut, 3,5% akan digunakan untuk memperluas kekuatan militer utama.

Rencana NATO mencakup peningkatan kemampuan pertahanan udara hingga lima kali lipat serta peningkatan besar dalam jumlah tank, kendaraan lapis baja, dan amunisi. Sisanya 1,5% akan diarahkan ke investasi keamanan seperti infrastruktur dan keamanan siber.

PM Inggris Keir Starmer:  “Ini akan menjadikan NATO lebih kuat, lebih adil, dan lebih mematikan daripada sebelumnya.”

Banyak pihak menilai, rencana peningkatan anggaran pertahanan yang bersifat historis ini tidak hanya memenuhi permintaan Trump, tetapi juga merupakan respons kuat terhadap ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh invasi Rusia ke Ukraina.

Kanselir Jerman Friedrich Merz:  “Kami tahu kekuatan Rusia tidak cukup untuk menyerang seluruh NATO, tapi kami tidak tahu apakah suatu hari nanti mereka akan menguji kesiapan pertahanan kita.”

Salah satu kekhawatiran utama NATO adalah apakah Amerika akan tetap mematuhi Pasal 5 Perjanjian Washington, yang mewajibkan pertahanan kolektif terhadap serangan terhadap salah satu anggota.

Jawaban Trump melegakan para sekutu.

Trump:  “Saya mendukungnya. Itu sebabnya saya ada di sini. Kalau saya tidak mendukungnya, saya tidak akan berada di sini.”

Wartawan:  “Bahkan jika ada negara yang tidak berkontribusi secara setara dalam anggaran pertahanan, Anda tetap akan melindungi mereka?”

Trump:  “Tentu saja. Kalau tidak, kenapa saya berada di sini?”

Pada hari yang sama, semua negara anggota NATO, termasuk AS, menandatangani pernyataan berjudul Deklarasi Den Haag (The Hague Declaration) yang menegaskan kembali komitmen mereka terhadap prinsip pertahanan kolektif: serangan terhadap satu negara dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Dari jamuan makan malam, tempat menginap, hingga pertemuan resmi, KTT NATO kali ini sangat kental dengan unsur Trump. Trump sendiri sangat puas dengan penyelenggaraan KTT ini dan mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah Belanda.

Trump:  “Ini adalah KTT yang sangat luar biasa. Saya sangat menikmatinya. Terima kasih. Saya menyimak semua pidato kalian, semuanya.” (Hui/asr)

Laporan disusun oleh Yi Jing, reporter NTD.

AS Berhasil Uji Coba Radar Jarak Jauh, Mampu Deteksi Rudal Tiongkok dan Rusia

Departemen Pertahanan Amerika Serikat baru-baru ini berhasil menguji sistem radar jarak jauh yang mampu mendeteksi ancaman rudal dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) maupun Rusia. Keberhasilan ini menarik perhatian internasional.

EtIndonesia. Pada 24 Juni, Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa mereka  berhasil menguji Long Range Discrimination Radar (LRDR) atau radar pengenal jarak jauh  di Alaska. Sistem ini dapat mendeteksi ancaman rudal yang datang dari Rusia atau PKT dan berpotensi menjadi salah satu sensor utama dalam sistem pertahanan rudal “Golden Dome”.

Pihak Departemen Pertahanan menyatakan, radar LRDR berhasil mengidentifikasi, melacak, dan melaporkan data target rudal selama uji coba—semua ini merupakan tugas utama dalam sistem pertahanan “Golden Dome”.

 “Radar LRDR adalah sistem pendeteksi yang dapat melihat lebih jauh. Ia meningkatkan jangkauan deteksi radar setidaknya 50% dan kemampuan pencarian lima kali lipat. Ia juga memiliki kemampuan lebih kuat dalam mengenali dan melacak objek yang terbang dengan cepat serta dapat membedakan antara hulu ledak asli dan umpan. Dengan kemampuan ini, AS kini unggul dalam deteksi rudal,” ujar Mark, pembawa acara kanal militer “Time Militer Mark.”

Wang Zhisheng, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertukaran Elit Asia Pasifik Tiongkok mengatakan :  “Keberhasilan terbesar radar jarak jauh ini adalah membuktikan bahwa AS kini mampu mengunci rudal balistik musuh—baik dari Tiongkok (PKT) maupun Rusia—selama fase terbang di luar angkasa. Ini tentu memberikan keuntungan besar dalam sistem pertahanan rudal AS.”

Proyek ini menelan biaya sebesar 175 miliar dolar AS dan bertujuan untuk melindungi AS dan sekutunya dari serangan rudal balistik.

 “Ini adalah bagian inti dari sistem ‘Golden Dome’. Amerika telah menunjukkan bahwa mereka selangkah lebih maju dalam persaingan luar angkasa dengan Tiongkok dan Rusia. Kemampuan radar ini dalam membedakan rudal dan benda-benda lain di luar angkasa seperti meteorit kecil, adalah sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh Tiongkok dan Rusia,” ujar Wang Zhisheng.  

Radar pengenal jarak jauh (LRDR) ini dibangun oleh perusahaan Lockheed Martin dan merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal berbasis darat Amerika Serikat yang ditempatkan di tahap tengah penerbangan.

Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan operasional pencegat rudal yang ditempatkan di Alaska dan California, yang saat ini dalam status siaga untuk menghancurkan rudal yang masuk kapan saja.

Mark:  “Mencoba lolos dari deteksi radar LRDR sangat sulit, karena radar itu selalu aktif memancarkan dan menerima sinyal. Artinya, setiap peluncuran roket atau rudal oleh Tiongkok atau Rusia kemungkinan besar akan terdeteksi. Tidak ada cara untuk menghindarinya.”

Uji coba penerbangan ini dilakukan pada 23 Juni di Stasiun Angkatan Udara Clear, Alaska, oleh Badan Pertahanan Rudal (MDA), Angkatan Luar Angkasa AS, dan Komando Utara AS.

Dalam uji coba tersebut, target ancaman yang dikembangkan oleh MDA diluncurkan di atas Samudra Pasifik Utara dan terbang sejauh 2.000 km ke arah selatan pantai Alaska, lalu dilacak oleh radar LRDR di pangkalan militer luar angkasa Clear.

Wang Zhisheng:  “Dengan kata lain, dalam persaingan luar angkasa antara AS dan Tiongkok-Rusia, AS kini berada di posisi paling dominan. Ini menciptakan situasi asimetris. Jika Tiongkok atau Rusia ingin menembakkan rudal balistik ke AS, mereka berisiko dicegat di luar angkasa. Namun sebaliknya, mereka belum memiliki kemampuan serupa untuk menghadapi serangan rudal AS. Situasi asimetris ini akan membuat Tiongkok dan Rusia makin gugup dan lebih berhati-hati.”

Selain mendukung pertahanan rudal, radar LRDR juga berfungsi untuk melacak benda-benda di luar angkasa dan memberikan kemampuan kesadaran situasional di ruang angkasa—komponen penting lain dari sistem “Golden Dome”.

Mark:  “PKT sangat khawatir dengan penempatan radar peringatan dini jarak jauh oleh AS di wilayah sekitarnya. Contohnya radar X2 dalam sistem THAAD di Korea Selatan, atau radar peringatan dini ‘Pave Paws’ di Gunung Leshan, Taiwan. Radar ini mampu mendeteksi aktivitas rudal dan roket di wilayah udara Tiongkok dari jarak ribuan kilometer. Oleh karena itu, radar-radar ini menjadi alat pencegah strategis yang sangat mematikan bagi PKT.”

Sebelumnya, pada  Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rancangan sistem pertahanan rudal “Golden Dome”, yang memicu keresahan dan ketidakpuasan dari pihak PKT. Namun para ahli menilai, teknologi militer AS jauh lebih unggul dan penolakan dari PKT tidak akan mengubah keadaan. (hui/asr)

Meng Xinqi | Chang Chun & Tony – NTD

Warga Australia Peringatkan: Jangan Pernah Menanam Tanaman Ini di Halaman Belakang!

EtIndonesia. Di Australia, ada satu jenis tanaman yang tampak sangat indah, tetapi ternyata menyimpan bahaya besar di balik keindahannya.

01. Tanaman Cantik Ini Ternyata “Pembunuh Diam-diam” di Halaman Belakang di Australia

Saat merancang taman di halaman rumah, kita cenderung memilih tanaman yang terlihat cerah dan menawan.

Namun, di banyak halaman belakang rumah di Australia, ada satu tanaman yang sangat umum ditemukan. Bunga-bunganya berwarna cerah dan menarik, tapi banyak orang tidak menyadari bahayanya.

Tanaman tersebut adalah Bougainvillea alias Bugenvil, yang berasal dari Amerika Selatan namun kini tersebar luas di berbagai wilayah Australia.

Keterangan gambar: Sumber gambar: news.yahoo.com

Seperti terlihat pada gambar, bunga bugenvil yang berwarna ungu kemerahan memang sangat memikat.

Namun menurut Prof. Brett Summerell, Kepala Ilmuwan dan Direktur Ilmiah dari Royal Botanic Gardens Sydney, saat ini sudah ada ratusan varietas bugenvil yang dikembangkan, dengan variasi warna dari merah tua hingga merah muda yang lembut.

Tanaman ini pertama kali ditanam di daerah beriklim hangat sejak tahun 1800-an. Bugenvil tahan terhadap sedikit embun beku, tapi tidak tahan cuaca dingin ekstrem. Maka tak heran jika Australia menjadi lingkungan yang sangat cocok bagi tanaman ini untuk tumbuh subur.

Tetapi menurut Prof. Summerell, tanaman yang cantik ini bisa merusak taman secara serius.

“Bugenvil memiliki duri besar yang menyebalkan, sehingga sulit dikendalikan. Mereka bisa mendominasi area tertentu, dan jika Anda tidak rajin memangkas, tanaman ini bisa tumbuh di luar kendali—bahkan menutupi seluruh dinding atau pagar,” katanya.

Peringatan ini bukan sekadar omong kosong. Banyak orang yang telah merasakan langsung akibat buruk dari tanaman ini.

Di media sosial, sejumlah pengguna membagikan pengalaman menyeramkan mereka dengan bugenvil berduri ini. 

Ada yang menyebut tanaman ini sebagai “kawat berduri alami”, dan yang lain mengatakan bahwa setelah terkena duri bugenvil, lengan mereka sampai meninggalkan bekas luka yang sulit hilang.

“Selain duri, tanaman ini tumbuh seperti api yang menyebar liar. Kalau tidak terus-menerus dipangkas, dia akan menguasai semuanya,” ungkap seorang warganet.

 “Tanaman ini hanya layak dinikmati dari jauh—jangan pernah dekati,” tambah yang lain.

Tak hanya berbahaya secara fisik, perawatannya juga sangat merepotkan. Bugenvil membutuhkan penyiraman teratur, pemupukan berkala, dan pemangkasan rutin.

Banyak orang akhirnya menyimpulkan bahwa tanaman ini tidak sepadan dengan usaha yang dibutuhkan untuk merawatnya.

02. Tanaman-tanaman Lain yang Juga Sebaiknya Tidak Ditanam: Merusak Rumah dan Melukai Penghuni

Selain bugenvil, para ahli taman di Australia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menanam beberapa tanaman lain yang juga bisa berbahaya bagi rumah dan penghuninya.

Salah satunya adalah Ivy (jenis tanaman rambat hijau) yang dikenal bisa merusak pondasi rumah.

Seorang tukang kebun profesional bernama Stafford mengatakan bahwa tanaman ini sudah menyerbu banyak taman dan halaman belakang di seluruh Australia, dan bahkan menyebabkan kerusakan serius pada bangunan.

Baru-baru ini, dia menerima panggilan darurat dari sebuah rumah di Strathfield. Ketika tiba di lokasi, dia menyaksikan sendiri betapa merusaknya tanaman ini.

Selama 15 tahun, rumah itu disewakan dan halaman belakangnya tidak pernah dirawat. Akibatnya, tanaman ivy tumbuh tak terkendali, menjalar ke seluruh tembok rumah. Stafford butuh waktu 40 menit penuh untuk membersihkan “hutan kecil” yang terbentuk dari ivy di halaman itu.

Namun yang paling mengejutkannya adalah apa yang dia temukan setelah ivy dibersihkan.

Keterangan gambar: Sumber gambar: Yahoo.au

Tanaman memang dikenal memiliki daya hidup luar biasa—bahkan bisa menembus bebatuan demi bertahan hidup.
Ivy di rumah tersebut tumbuh secara liar, menyusup ke celah-celah, atau menciptakan celah baru jika tidak ada yang tersedia.

Stafford juga menemukan bahwa tanaman ini telah merusak struktur bangunan, bahkan meretakkan batu bata di bawah jendela. Karena rumah tersebut adalah bangunan tua, balok kayu yang menopang atap rumah telah ditarik dan ditekan oleh tanaman, membuat struktur rumah mulai membengkok dan berubah bentuk.

Jika dibiarkan, ivy bisa menyebabkan kerusakan struktural parah pada rumah, dan biaya perbaikannya bisa mencapai ribuan dolar Australia.

Selain itu, ivy yang menjalar ke atap rumah juga bisa merusak genteng, menciptakan celah yang memicu kebocoran saat hujan. Air akan perlahan-lahan merembes ke dalam rumah.

Yucca: Tajam, Keras, dan Sulit Diberantas

Tanaman lain yang dulu sangat populer adalah Yucca, yang ditanam di dekat pagar dan kolam renang karena dianggap memiliki tampilan yang modern dan “mewah”.

Namun, tanaman ini punya daun tajam dan keras seperti pisau, sehingga sangat mudah melukai orang.

Keterangan gambar: Sumber gambar: Yahoo.au

Sebuah penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa duri tajam pada yucca merupakan salah satu penyebab meningkatnya kasus cedera telinga yang berkaitan dengan kegiatan berkebun.

Tak hanya itu, akar yucca sangat kuat dan agresif. Dia mampu menembus beton, merusak pipa saluran air, dan sangat sulit untuk dihapus.

Ada yang mengaku pernah mencoba mencabut sendiri tanaman yucca di rumahnya, tapi saat menggali, sekopnya patah. Akhirnya, dia harus menyewa perusahaan jasa pemotongan pohon hanya untuk menyingkirkannya.

Kesimpulan:

Saat memilih tanaman untuk taman rumah, kita tidak hanya perlu mempertimbangkan tampilannya yang indah dan eksotis, tapi juga harus memahami karakter tumbuhnya, risiko yang ditimbulkan, dan upaya perawatan jangka panjangnya.

Bugenvil memang cantik dan mencolok, tapi di balik keindahannya tersembunyi bahaya duri tajam, pertumbuhan yang tak terkendali, dan perawatan yang melelahkan.
Sementara itu, ivy bisa menghancurkan struktur rumah, dan yucca bisa melukai orang serta merusak infrastruktur taman.

Jadi, sebelum menanam tanaman tertentu hanya karena tampilannya menarik, pastikan kamu sudah memahami dampak jangka panjangnya.

Kesalahan kecil dalam memilih bisa berujung pada biaya besar—atau bahkan bahaya serius bagi keluarga di rumah. (jhn/yn)

Gedung Ini Memancarkan “Sinar Kematian” yang Membakar Rambut Hingga Gosong

EtIndonesia. Pada suatu sore di tahun 2010, di Hotel Vdara Las Vegas, Bill Pintas—seorang pengacara berusia 49 tahun asal Chicago—sedang menikmati waktu santainya di kolam renang.

Keterangan gambar: Sumber: Review Journal

Tiba-tiba, dia merasa kepalanya seperti terbakar. Awalnya, dia mengira itu hanya reaksi dari sisa-sisa bahan kimia di kolam. Maka dia pun keluar dari air dan berbaring di kursi pinggir kolam. Namun rasa panas itu bukannya mereda, justru menjalar ke punggung dan bagian belakang pahanya. Dia bahkan mencium bau rambutnya sendiri yang terbakar.

“Aku merasa seolah-olah sedang dilemparkan ke bawah kaca pembesar raksasa!” ujarnya saat diwawancarai oleh Las Vegas Review-Journal.

Sepatunya menjadi terlalu panas untuk dikenakan, dan bahkan gelas plastik di sebelahnya mulai meleleh seperti dimasukkan ke dalam microwave.

Keterangan gambar: Kantong plastik sampai berlubang karena terbakar — sumber: Review Journal

Ini bukan adegan dari film fiksi ilmiah, tapi insiden nyata yang terjadi akibat kesalahan desain arsitektur di Hotel Vdara Las Vegas, yang memicu terbentuknya fenomena “sinar kematian”.

Hotel Vdara, yang berada di pusat Las Vegas Strip dan dibuka pada Desember 2009, menampilkan fasad kaca setengah lingkaran setinggi 57 lantai yang mencuri perhatian wisatawan.

Bangunan yang dirancang oleh arsitek ternama Rafael Viñoly ini memiliki tampilan menyerupai cermin raksasa yang memantulkan sinar matahari gurun yang menyilaukan.

Keterangan gambar: Hotel Vdara — sumber: Ethan Miller

Namun justru tampilan “cermin” inilah yang memicu masalah besar. Bagian selatan dinding kaca hotel membentuk lengkungan cekung layaknya parabola raksasa. Ketika sinar matahari datang pada sudut tertentu, cahaya itu dipantulkan dan difokuskan tepat ke area kolam renang, menciptakan zona panas ekstrem.

Suhu di area fokus ini dapat naik hingga 11–14°C lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya—cukup untuk membakar kulit atau melelehkan plastik.

Di Las Vegas yang terkenal dengan suhu musim panasnya yang bisa melampaui 38°C, ditambah dengan fasad kaca reflektif bangunan, kombinasi ini menciptakan ancaman yang sangat berbahaya.

Mendapat tekanan dari keluhan para tamu dan sorotan media, pihak pengembang segera bertindak. Awalnya mereka mencoba menambahkan tanaman dan payung di area kolam untuk mengurangi dampak sinar, namun gagal karena sinar matahari terus bergerak dan memindahkan titik fokus.

Keterangan gambar: Payung di kolam Hotel Vdara — sumber: Instagram

Akhirnya, dua langkah penting diambil. Pertama, mereka melapisi kaca eksterior hotel dengan lapisan film khusus untuk mengurangi intensitas pantulan cahaya—yang diklaim berhasil menurunkan efek sinar kematian hingga 70%. Kedua, mereka memasang payung raksasa berwarna biru di area kolam sebagai penghalang fisik untuk menahan pancaran sinar tersebut.

Sejak insiden pertama kali terekspos pada 2010, tidak ada lagi laporan luka bakar dari pengunjung.

Namun, beberapa tahun kemudian, di belahan dunia lain, muncul bangunan baru yang juga memancarkan “sinar kematian”—dan bahkan jauh lebih mengerikan, karena mampu melelehkan mobil.

 “Walkie-Talkie” London: Sinar Kematian yang Melelehkan Mobil

Keterangan gambar: sumber: Wikipedia

Di 20 Fenchurch Street, London, berdiri sebuah gedung dengan bentuk unik—bagian atasnya lebar dan bagian bawahnya menyempit, serta memiliki lengkungan di puncaknya. Karena bentuknya yang aneh, gedung ini mendapat julukan “Walkie-Talkie”.

Kebetulan, arsitek bangunan ini juga adalah Rafael Viñoly, orang yang sama yang merancang Hotel Vdara.

Pada akhir musim panas 2013, saat gedung ini masih dalam tahap pembangunan, krisis tak terduga mulai muncul.

Beberapa minggu antara akhir Agustus dan awal September, karena posisi matahari yang berada pada sudut tertentu, bagian kaca lengkung di sisi selatan gedung mulai berperan seperti lensa raksasa yang memfokuskan cahaya matahari ke jalan di bawahnya—terutama Eastcheap Street.

Setiap siang hari selama sekitar dua jam, sinar pantulan dari gedung menciptakan berkas cahaya yang sangat intens. Pengukuran suhu di jalan menunjukkan dua titik panas ekstrem: 91°C dan 117°C.

Keterangan gambar: Ilustrasi titik panas akibat sinar — sumber: AEC Magazine

Salah satu korbannya adalah Martin Lindsay, seorang pengusaha yang memarkir mobil Jaguar miliknya di Eastcheap Street.

Akibat sinar refleksi dari bangunan, panel plastik mobilnya meleleh, casing spion melepuh, dan bahkan logo Jaguar turut meleleh.

Keterangan gambar: Spion yang meleleh — sumber: NBC News

Dia bukan satu-satunya korban. Truk milik teknisi Eddie Cannon yang terparkir di area tersebut juga mengalami kerusakan: sisi bodi dan panel plastik di dashboard truk ikut meleleh. Bahkan, sadel sepeda yang diparkir di dekat situ ikut gosong.

Keterangan gambar: sumber: Business Insider

Kerusakan bahkan meluas ke toko-toko di sekitar. Tikar karet di depan sebuah barbershop terbakar. Ada laporan bahwa cat di bangunan sekitar mengelupas, dan ubin trotoar retak karena suhu ekstrem.

Peristiwa ini sontak menjadi berita utama internasional.  Media pun menjuluki bangunan ini dengan nama baru yang sarkastik: “Fryscraper” (Gedung Pemanggang).

Kejadian tersebut berubah menjadi tontonan publik. Wartawan dan warga berbondong-bondong datang untuk membuktikan intensitas panasnya—bahkan ada jurnalis yang berhasil menggoreng telur di trotoar menggunakan wajan datar!

Keterangan gambar: Goreng telur di trotoar — sumber: Sky News

Sorotan media yang masif dan bernada satir ini tentu menjadi pukulan telak bagi proyek gedung megah tersebut.

Pihak pengembang segera bertindak. Mereka mengeluarkan permintaan maaf terbuka dan menanggung seluruh biaya perbaikan mobil Jaguar milik korban. 

Otoritas Kota London pun bergerak, menutup tiga area parkir di jalur sinar untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Selain itu, mereka membangun struktur perancah sementara setinggi dua lantai yang dilapisi kain hitam menyerap cahaya untuk menahan sinar tersebut, sembari menunggu solusi permanen.

Keterangan gambar: sumber: TNT Magazine

Pada 2014, gedung Walkie-Talkie mengalami renovasi: dipasangi sirip aluminium horizontal sebagai pelindung sinar. Sejak saat itu, tak ada lagi laporan mengenai “sinar kematian” dari 20 Fenchurch Street.

Desainer “Sinar Kematian” Dua Kali Berturut-Turut

Sudah jelas bahwa arsitek Rafael Viñoly sulit lepas dari bayang-bayang kontroversi sinar mematikan yang muncul akibat desain bangunannya. Namun, dia berdalih bahwa saat perencanaan dulu, simulasi suhu hanya memprediksi kenaikan sampai 36°C, jauh di bawah suhu riil yang tercatat (lebih dari 72°C).

Dia menyalahkan ketidakakuratan perangkat lunak yang tersedia saat itu dan bahkan menyindir proses pengembangan di Inggris yang “penuh dengan konsultan tak berguna” sebagai biang keladi kesalahan ini.

Lebih lanjut, dia juga menyebut bahwa perubahan iklim dan semakin banyaknya hari cerah di London turut memperparah masalah ini.

Sedangkan soal “sinar kematian” di Hotel Vdara, responsnya malah lebih keterlaluan:

“Kalau di Las Vegas ada beberapa orang yang gosong, siapa yang peduli, kan?”

Barangkali, sang arsitek terlalu terinspirasi oleh Archimedes, ilmuwan Yunani yang konon menggunakan cermin cekung untuk membakar kapal Romawi dengan sinar matahari.(jhn/yn)

Sinergi Pemprov Jatim dan KPPU Kawal Program Jatim Cetar agar Inklusif dan Adil

Surabaya, 26 Juni 2025 – Dalam rangka memperkuat implementasi Program Korporasi Petani Jawa Timur yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, serta pengendalian inflasi, Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur melakukan pertemuan strategis dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil IV Surabaya pada Kamis (26/6).

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Dedi Haryono dan Dina Stefany, serta disambut langsung oleh jajaran KPPU Kanwil IV, yaitu Dyah Paramita, M. Afifudin, dan Naufal. Agenda utama yang dibahas adalah penguatan koordinasi dan pengawasan implementasi Program Beras Jatim Cettar, sebagai pilot project nasional dan lumbung pangan strategis Indonesia.

Menurut Dedi, Program Jatim Cetar dirancang untuk mencapai tiga tujuan utama: meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan menekan inflasi melalui sistem distribusi beras yang terintegrasi dan efisien. Distribusi produk dilakukan melalui dua kanal utama, yaitu demand-pull dan cost-push, dengan melibatkan koperasi multi-pihak sebagai inti kelembagaan—menghubungkan petani, pelaku bisnis, dan BUMD dalam satu ekosistem.

Produk beras premium didistribusikan kepada ASN, BLUD, dan BUMD guna menciptakan pasar tetap dan meredam lonjakan permintaan di pasar terbuka. Sementara itu, untuk masyarakat umum, distribusi dilakukan melalui program Toko Inflasi Daerah (Epik) dengan subsidi logistik yang bersumber dari APBD provinsi.

“Hingga pertengahan 2025, program ini telah memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga pangan, khususnya di kawasan perkotaan,” klaim dedi.

KPPU mengingatkan pentingnya menjaga prinsip persaingan usaha yang sehat, khususnya dalam konteks pemberian subsidi logistik dan distribusi terbatas. Dyah menilai perlu ada harmonisasi regulasi daerah agar tidak menciptakan eksklusivitas yang berpotensi menutup akses pelaku usaha lain yang kompeten dan efisien.

Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, KPPU membantu inovasi kebijakan beras cettar supaya inklusif dan berkeadilan bagi seluruh pelaku pasar dan memperhatikan prinsip persaingan usaha yang sehat serta kemitraan sehat. “KPPU juga mendorong agar kebijakan menerapkan kemitraan yang sehat bagi pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah Jatim,” harap Dyah.

Dari Nol Hingga Sukses! Kisah Hidupnya yang Mengharukan Ini Menggetarkan Hati

EtIndonesia. “Tidak ada yang namanya keberhasilan 100%, tapi kita harus memberikan usaha 100%.”

Kalimat penuh semangat ini disampaikan dalam sebuah pertemuan di Sekolah Industri Ringan Chongqing, dan datang dari sosok guru yang kisah hidupnya telah menginspirasi banyak siswa—Pak Liu, Wakil Kepala Departemen Teknik Mekatronika di sekolah tersebut.

Dengan latar belakang yang jauh dari sempurna, Pak Liu menempuh perjalanan pendidikan selama tiga dekade—dimulai dari seorang siswa sekolah menengah kejuruan, hingga menjadi pemimpin dan pendidik yang disegani. Perjalanannya dipenuhi darah, keringat, dan air mata, namun juga penuh semangat yang membara.

Karena Gagal Masuk SMA, Dia Memilih Jalur Kejuruan

Ketika ujian masuk sekolah menengah (setara SMP ke SMA) berakhir dengan hasil yang mengecewakan, Liu tidak mengikuti jejak teman-temannya yang melanjutkan ke SMA dan universitas secara langsung. Dia memilih masuk Sekolah Industri Ringan Chongqing—jalur yang terlihat “pendek dan cepat”, namun ternyata jauh lebih menantang.

Program kejuruan menuntut banyak praktik dan pelatihan teknis, bahkan lebih berat dibandingkan pelajaran teori. Namun, Liu tidak gentar. Dia percaya bahwa kerja keras pasti akan membawa hasil, dan bahwa dirinya mampu mencapai sesuatu yang besar melalui ketekunan.

Jatuh Cinta dengan Dunia Mekatronika, dan Terus Maju Tanpa Henti

Sejak hari pertama sekolah, Liu selalu mencari cara untuk terus mengembangkan diri. Dia aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi teknik.

Dia jatuh cinta pada dunia mekatronika, memiliki minat dan pemahaman mendalam terhadap struktur dan prinsip kerja mesin. Dengan semangat yang besar, dia belajar dengan giat dan terus mengasah keterampilannya, hingga akhirnya menjadi salah satu siswa terbaik di jurusan tersebut. Dia mendapatkan pengakuan dan penghormatan dari guru dan teman-temannya.

Tidak Berhenti Sampai di Situ—Dia Ingin Terus Belajar

Meski kemampuannya sudah mumpuni, Liu tidak pernah puas. Dia punya mimpi lebih besar: melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di bidang yang dia cintai.

Menjelang kelulusan, dia mulai mempersiapkan diri dengan keras untuk masuk universitas. Dengan perjuangan tanpa henti, akhirnya dia berhasil lolos dan diterima di program sarjana jurusan mekatronika.

Di sana, dia bertemu dengan banyak anak muda yang sejalan dengannya, mendapat akses ke lebih banyak ilmu, teknologi, dan wawasan yang lebih luas. Dia belajar lebih giat lagi, hingga akhirnya berhasil lolos seleksi pascasarjana (S2).

Belajar Hingga 10 Jam Sehari, Dia Menjadi Mahasiswa Teladan

Selama masa kuliah, Liu tidak menyia-nyiakan waktunya. Dia sering menghabiskan lebih dari 10 jam sehari di perpustakaan, belajar tanpa kenal lelah.

Berkat bantuan dan dukungan dari guru serta teman-temannya, dia tidak hanya bertumbuh sebagai pribadi, tapi juga menyembuhkan luka masa lalunya—membentuk masa muda yang penuh makna dan semangat.

Dia mengikuti banyak kompetisi akademik dan teknik, meraih berbagai penghargaan, serta diakui oleh banyak pihak sebagai sosok mahasiswa yang luar biasa.

Menolak Gaji Tinggi, Kembali ke Sekolah untuk Mengabdi

Setelah lulus dari pendidikan S2, Liu sebenarnya mendapat tawaran pekerjaan dari perusahaan besar dengan gaji tinggi. Namun, dia menolak semua itu.

Dia memilih untuk kembali ke tempat di mana semuanya bermula—mengajar di almamaternya, mengabdikan diri untuk jurusan yang telah membesarkan dan menyelamatkan hidupnya: mekatronika.

“Jalan yang saya tempuh tidak mudah. Karena itu, saya ingin membantu anak-anak seperti saya untuk bisa melangkah lebih jauh dan menemukan tujuan hidup mereka,” ujarnya.

Kini, meskipun dia sudah menjabat sebagai Wakil Kepala Departemen, dan telah memiliki keluarga yang mendukung, dia tidak pernah melupakan kecintaannya pada dunia teknik.

Dia tetap terjun langsung dalam kegiatan pengajaran dan penelitian, dan terus berjuang di garis depan dunia pendidikan, tanpa pernah mengendurkan semangat.

Kisahnya Menjadi Inspirasi Hidup bagi Para Siswa

Perjalanan hidup Liu telah menjadi inspirasi besar bagi banyak siswa yang datang setelahnya.

Dia bukan hanya membagikan ilmu, tapi juga menanamkan semangat dan harapan, menjadi panutan dalam hal ketekunan, keberanian, dan ketulusan hati.

Dia membuktikan bahwa:

  • Setiap langkah dalam hidup ini harus kita tempuh sendiri.
  • Setiap tujuan hanya bisa tercapai dengan usaha kita sendiri.
  • Dan setiap mimpi hanya bisa terwujud melalui perjuangan dan keyakinan.

Penutup: Jangan Menyerah—Teruslah Berjuang

Dalam hidup, tidak ada yang mudah. Tapi saat kita dihadapkan pada rintangan, keyakinan pada diri sendiri dan semangat untuk terus maju adalah senjata terkuat yang kita miliki.

Seperti pepatah kuno berkata: “Jalan masih panjang, aku akan terus mencari dan mengejar.”

Kita harus percaya bahwa selama kita tidak menyerah, kita pasti bisa melangkah lebih jauh, mewujudkan lebih banyak mimpi, dan menjalani hidup yang lebih bermakna.(jhn/yn)

Kremlin Mengonfirmasi Putin Tidak Akan Pergi ke Brasil untuk Menghadiri KTT BRICS, Sebut Risiko Penangkapan ICC

EtIndonesia. Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak akan menghadiri KTT BRICS mendatang, menurut ajudan Kremlin Yuri Ushakov. Menurut ajudan Kremlin tersebut, Putin tidak akan hadir secara langsung di KTT mendatang di Brasil karena kekhawatiran seputar surat perintah penangkapan dari Pengadilan Pidana Internasional (ICC). Menurut laporan, sebagai pengganti Putin, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov akan menghadiri KTT BRICS yang dijadwalkan berlangsung pada 6-7 Juli di Rio de Janeiro, Brasil. Menurut Ushakov, Putin tidak akan sepenuhnya melewatkan KTT SCO. Berikut ini caranya.

Menandai kehadirannya di SCO

Berbicara kepada pers, Ushakov mengungkapkan bahwa meskipun Putin tidak akan hadir di KTT SCO Brasil, dia akan bergabung dengan acara utama melalui konferensi video.

“Presiden akan berpartisipasi dalam acara utama KTT ini melalui tautan video. Hal ini disebabkan oleh beberapa kesulitan dalam konteks persyaratan ICC,” kata Ushakov, seperti dikutip oleh Kyiv Post. Dia mengatakan bahwa Putin mengambil keputusan untuk tidak menghadiri pertemuan SCO karena “Pemerintah Brasil tidak dapat mengambil posisi yang jelas yang akan mengizinkan presiden kami untuk ikut serta dalam pertemuan ini.”

Akankah Brasil menangkap Putin?

Menurut laporan, Putin dan pemimpin Brasil, Luiz Ignacio Lula da Silva, memiliki hubungan yang rumit. Pada tahun 2023, tepat setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Putin, Lula awalnya berjanji tidak akan menangkap presiden Rusia tersebut jika dia memasuki Brasil. Namun, dia kemudian mengubah pendiriannya. Pada bulan September 2023, saat berbicara dalam sebuah konferensi pers di New Delhi, Lula menyatakan bahwa : “Jika Putin memutuskan untuk pergi ke Brasil, pengadilanlah yang akan memutuskan apakah dia akan ditangkap atau tidak, bukan saya”.

Mengapa Putin memiliki surat perintah penangkapan ICC terhadapnya?

Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini sedang menghadapi surat perintah penangkapan internasional. Surat perintah tersebut telah dikeluarkan oleh ICC atas peran presiden Rusia dalam dugaan deportasi paksa anak-anak Ukraina. Laporan mengklaim bahwa di tengah perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, Moskow telah “mencuri” ribuan anak Ukraina dan menjadikan mereka sasaran “Rusifikasi”.

Menurut Kyiv, lebih dari 16.000 anak Ukraina telah dideportasi ke Rusia sejak dimulainya serangan Moskow pada Februari 2022. Negara yang dilanda perang itu menuduh bahwa banyak dari anak-anak ini dilaporkan telah ditempatkan di lembaga dan panti asuhan.

Rusia dengan keras membantah tuduhan ini. Selain itu, mengingat Rusia bukan anggota ICC, negara itu telah menolak keabsahan surat perintah penangkapan dan menyebutnya “batal”.(yn)

Cara Terbaik Menjauh dari Konsumsi Emosional: Segalanya Dimulai dari Kesederhanaan

EtIndonesia. Kamu tidak perlu menyenangkan siapa pun, apalagi mengorbankan dirimu dalam hubungan yang buruk.

Di platform Douban, ada sebuah komunitas bernama “Kelompok Orang yang Mengalami Konsumsi Emosional”, beranggotakan lebih dari 50.000 orang.

Sebagian dari mereka menderita karena memiliki terlalu banyak keinginan yang tak sanggup mereka penuhi sendiri.

Ada juga yang terus memaksa diri untuk masuk ke dalam lingkungan sosial yang tidak cocok, hingga akhirnya merasa tercekik oleh tekanan pergaulan setiap hari.

Coba perhatikan, alasan mengapa seseorang mengalami konsumsi emosional adalah karena terlalu banyak hal dan orang yang menguras energi hidup mereka.

Setiap orang hanya memiliki ruang terbatas di dalam jiwanya. Jika terus-menerus ditambah beban, keseimbangan pun akan goyah.

Seperti pepatah: “Dari yang paling rumit, akhirnya kembali ke yang paling sederhana.”

Hanya dengan menyederhanakan segalanya, barulah kita bisa melepaskan diri dari konsumsi emosional dan melangkah ringan menjalani hidup.

01. Kesederhanaan dalam Materi

Dalam buku The Joy of Less, disebutkan: “Barang-barang yang menumpuk di sekitar kita seperti lemak di tubuh. Semakin sedikit, semakin ringan pula hati kita.”

Saya sangat setuju dengan pernyataan ini.

Dulu, saya percaya bahwa semakin banyak yang saya miliki, maka semakin bahagia hidup saya. Tapi kenyataannya, semakin banyak yang dimiliki, semakin sesak pula hati ini oleh keberadaan benda-benda itu.

Barulah saya sadar, dengan menyingkirkan barang-barang yang tak perlu dan menyederhanakan gaya hidup, hidup justru terasa lebih nyaman.

Ilustrator terkenal, Cai Zhizhong, dulunya sangat gemar membeli mobil dan rumah. Di masa jayanya, dia memiliki hingga sepuluh properti sekaligus. Tapi semakin banyak yang dia miliki, semakin berat pula beban di hatinya.

Dia pernah berkata: “Di dunia ini, tak ada kepemilikan yang tanpa biaya. Apa yang kamu miliki sebenarnya juga sedang ‘memiliki’ kamu.”

Akhirnya, Cai Zhizhong memutuskan menjalani gaya hidup minimalis.

Sepanjang tahun, dia hanya mengenakan kemeja putih dan celana khaki. Makanannya pun sederhana: roti kukus dengan olesan fermentasi tahu sudah cukup membuatnya puas.

Setelah tak lagi terbelenggu oleh benda-benda duniawi, dia bisa fokus penuh pada hobi menggambar dan membaca. Hidupnya pun jadi jauh lebih bahagia dan damai.

Sering kali, jika ingin menjauh dari konsumsi emosional, kita perlu mengurangi dalam hidup. Ketika harta benda dikurangi, barulah ada ruang bagi kedamaian jiwa untuk tumbuh.

Seperti yang dikatakan Zhou Guoping: “Jika seseorang terlalu mementingkan kenikmatan materi, maka dia pasti harus membayar dengan penderitaan batin.”

Hidup ini penuh dengan godaan materi. Seolah-olah semakin banyak kita punya, semakin baik pula hidup yang dijalani.

Padahal, keinginan manusia tak akan pernah ada habisnya. Meminta terlalu banyak hanya akan membuat hati semakin lelah.

Hanya dengan kesederhanaan dalam hal materi, barulah kita bisa menyadari bahwa kebahagiaan itu ternyata sederhana, dan hidup bisa dijalani dengan penuh rasa.

02. Kesederhanaan dalam Emosi

Seorang konselor psikologi bernama Ruo Sugi pernah menceritakan kisah pasiennya, Shan.

Shan memiliki pekerjaan yang banyak diimpikan orang: ringan dan bergaji tinggi. Namun, dia terus-menerus terkuras oleh emosi.

Pernah suatu kali, dia naik lift bersama atasannya. Setelah menyapa singkat, keduanya hanya diam.

Setelah turun dari lift, Shan langsung diliputi rasa menyesal dan khawatir bahwa atasannya akan menilainya negatif.

Di lain waktu, ketika menolak ajakan makan siang seorang kolega dengan alasan sedang diet, dia tiba-tiba teringat bahwa kolega itu baru saja memberinya syal sebagai hadiah.

Dia pun merasa bersalah dan gelisah, takut mengecewakan hati orang lain.

Selama bertahun-tahun, Shan telah menguras dirinya sendiri karena terlalu terjebak dalam pusaran emosi.

Ada pepatah mengatakan: “Satu jiwa yang kehilangan semangat bisa membunuhmu lebih cepat daripada serangan bakteri.”

Kunci untuk menjalani hidup yang baik adalah menjaga emosimu. Lihatlah segala sesuatu dengan ringan dan sederhana.

Jurnalis Yan Huanghuang pernah mengalami masa-masa awal kariernya yang penuh tekanan. Tulisan-tulisannya tak pernah menjadi viral, bahkan dikritik banyak pembaca sebagai “curhat tak jelas.”

Dia sempat depresi dan sering menangis tengah malam. Suatu kali, ketika mendengar kantornya akan merekrut orang baru, dia langsung panik dan berpikir akan segera digantikan.

Selama dua minggu penuh, kinerjanya merosot tajam. Dia bahkan merasa cemas sampai larut malam.

Namun akhirnya dia menyadari bahwa posisi kerjanya tidak terganggu sama sekali.

Dari sana, dia belajar bahwa penyebab kemundurannya selama ini hanyalah akibat dari konsumsi emosional yang ia ciptakan sendiri.

Sejak itu, dia mulai berlatih mengelola emosi dan fokus meningkatkan kemampuannya.

Hasilnya? Emosinya makin stabil, performa kerja membaik, dan artikel-artikelnya mulai banyak yang viral.

Penulis Li Xiaoyi pernah mengatakan: “Emosi itu abstrak, tapi bebannya sungguh nyata.”

Sebagian besar emosi dalam hidup hanyalah bentuk konsumsi batin yang sia-sia. Semakin kamu membiarkan dirimu terseret emosi, semakin dalam kamu terperosok ke jurang kegelapan.

Solusi terbaik? Bersihkan “sampah batinmu”, tinggalkan emosi yang tak berguna.

Jadilah pribadi yang tenang secara emosional. Jalani hidup dengan hati yang damai. Inilah cara paling bijak untuk hidup bahagia.

03. Kesederhanaan dalam Hubungan Sosial

Blogger @Zuo An dulu punya banyak teman. Setiap hari ada saja yang mengajaknya keluar, apalagi di akhir pekan—ketika orang lain istirahat, dia justru sibuk menghadiri berbagai pertemuan.

Awalnya, ia menikmati gaya hidup ini karena merasa sedang membangun jaringan yang luas.

Tapi lama-lama, dia mulai merasa jenuh dengan relasi yang rumit dan berubah-ubah. Pekerjaan sudah cukup melelahkan, tapi dia masih harus menghadiri acara-acara sosial yang memaksanya tersenyum.

Dia pun merasa sangat lelah dan kosong secara emosional.

Hingga suatu ketika, karena kesalahan kerja, dia dipotong gaji.

Itulah titik baliknya. Dia mulai merenung dan menyadari bahwa akar masalahnya ada pada lingkaran sosialnya yang terlalu luas.

Akhirnya, dia mulai menyaring pergaulannya. Undangan yang tak penting, dia tolak. Pertemanan yang tidak sehat, dia lepaskan.

Dan benar saja, hidupnya kembali teratur. Dia mulai mencetak prestasi di kantor dan tak lama kemudian dipromosikan.

Saat muda, kita mengira punya banyak teman adalah hal yang hebat. Namun, seiring bertambahnya usia, kita sadar bahwa pergaulan yang terlalu luas bisa menguras kita secara perlahan.

Ketika kamu merasa lelah karena berada di lingkaran yang tak sesuai, saatnya menyederhanakan hubungan.

Penulis @Chu Yang punya teman sesama penulis yang punya prinsip unik: Dia tidak terlalu akrab, tapi juga tidak terlalu dingin dalam bersosialisasi.

Saat Chu Yang ingin mengundangnya bergabung dalam grup penulis, dia menolak dengan sopan.

Temannya berkata: “Informasi yang tak penting terlalu banyak menguras tenaga. Pergaulan yang dipaksakan hanya membuat hati lelah.”

Beberapa tahun lalu, dia keluar dari semua grup yang tak berguna. Sejak itu, hatinya jadi lebih tenang, pikirannya pun lebih fokus.

Seperti yang pernah dikatakan seseorang: “Hidup adalah proses menyaring yang rumit menjadi sederhana. Lingkaran sosial yang bersih membawa ketenangan hidup.”

Daripada repot menyenangkan semua orang, lebih baik kamu bersihkan lingkungan sosialmu dan tenangkan batinmu.

Perlu kamu ingat: gemerlap dunia luar bukanlah milikmu.

Kamu tidak perlu menyenangkan siapa pun. Dan kamu tidak harus menyia-nyiakan dirimu dalam hubungan yang buruk.

Penutup

Di internet, pernah muncul sebuah pertanyaan:  “Bagaimana seseorang bisa terbebas dari konsumsi emosional dan membuat hidupnya jadi lebih teratur?”

Salah satu jawaban yang paling banyak disukai adalah: “Buang semua orang dan hal yang tidak cocok dari hidupmu.”

Hidup ini sejatinya hanya dua hal: membuat tubuh nyaman dan jiwa tenang.

Pada akhirnya, kebijaksanaan hidup terletak pada kemampuan membereskan diri sendiri.

Saat kamu mulai menyederhanakan hidup, kamu pun sedang mendekati kebahagiaan.(jhn/yn)

Dari Twitter Hingga Gas Air Mata: Bagaimana Gen Z Memimpin Kebangkitan Politik Terbesar di Kenya

EtIndonesia. Apa yang dimulai sebagai protes terhadap RUU Keuangan yang diusulkan oleh Presiden William Ruto berubah menjadi protes terhadap kebrutalan polisi dan meningkat menjadi kekacauan di Nairobi dan 23 daerah lainnya.

Mereka tidak memiliki pemimpin atau wajah protes; mereka bersenjatakan ponsel dan tagar seperti #RejectFinanceBill2024, #OccupyParliament, dan #GenZRevolution. Platform media sosial seperti Twitter dan Instagram membantu mereka turun ke jalan, dan TikTok membantu mereka melakukan streaming langsung.

Para demonstran berbaris dengan slogan-slogan seperti: “Kami adalah pemerintah”, “Anda mengacaukan generasi yang salah”, dan “Ruto Harus Pergi.” Mereka disambut dengan tindakan keras yang brutal.

Protes tahun lalu pada awalnya tidak memiliki pemimpin oposisi, tidak ada seruan serikat pekerja, dan itu hanyalah kebangkitan spontan, benar-benar organik, terdesentralisasi, dan dipimpin oleh warga Kenya muda yang tidak berafiliasi. Ada slogan-slogan seperti “Bukan Azimio, bukan UDA. Hanya rakyat.”

Saat protes mulai mendapatkan momentum, Pemimpin dari koalisi oposisi Azimio La Umoja (dipimpin oleh Raila Odinga) mulai mendukung protes tersebut. Namun, mereka sering tidak diterima di demonstrasi yang dipimpin pemuda; pemuda takut bahwa mereka ingin ikut arus, alih-alih memimpin demonstrasi.

Kelompok masyarakat sipil seperti Amnesty International Kenya, Komisi Hak Asasi Manusia Kenya, Law Society of Kenya memberikan bantuan hukum dan mendokumentasikan pelanggaran.

Protes terhadap RUU Keuangan tersebut menyebabkan 60 orang tewas dan 20 orang hilang. Meskipun Ruto mencabut RUU Keuangan, sudah terlambat; tuntutannya sekarang adalah keadilan dan akuntabilitas bagi mereka yang tewas, Pengunduran Diri Ruto dan menteri-menteri utama, pekerjaan, perumahan, dan perubahan ekonomi yang nyata. Pemerintah mengatakan bahwa protes ini disusupi oleh campur tangan asing, tetapi klaim tersebut ditolak oleh masyarakat sipil dan para pengunjuk rasa.

Tahun ini, para pengunjuk rasa mulai berunjuk rasa atas kematian seorang blogger Kenya, Albert Ojwang, dalam tahanan polisi. Ojwang ditangkap pada hari Jumat (20/6) karena mengunggah informasi yang tidak pantas terhadap seorang pejabat senior polisi. Ada juga seruan untuk akuntabilitas atas penembakan pedagang kaki lima Boniface Kariuki di tempat umum.

Kenya berada dalam kondisi yang sulit dengan meningkatnya utang negara, dan RUU keuangan seharusnya mengumpulkan 2,7 miliar dolar dengan pajak atas kebutuhan pokok seperti roti dan bahan bakar. Itu adalah langkah yang menyakitkan dan pragmatis untuk menenangkan IMF. Namun ini adalah pengkhianatan bagi pemuda Kenya dengan pengangguran sebesar 67 persen, pasar kerja yang menyusut mendorong mereka untuk turun ke jalan, di mana mereka menghadapi kebrutalan, yang berpuncak pada sentimen besar untuk menggulingkan pemerintahan William Ruto.(yn)

Dituding Lambat Evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani, Basarnas : Tim SAR Berjuang Evakuasi Jenazah dalam Kondisi Sulit

EtIndonesia. Badan SAR Nasional menjawab tudingan atas lambatnya penanganan untuk mengevakuasi wisatawan asal Brasil, Juliana Marins setelah jatuh di Gunung Rinjani. Ia  sebelumnya dilaporkan jatuh ke arah Danau Segara Anak di sekitar Cemara Nunggal, saat menuju ke puncak Gunung Rinjani. 

Basarnas menyatakan korban ditarik dari kedalaman 600 meter menuju Last Known Position atau lokasi terakhir korban terlihat (LKP) pada Rabu (25/6) pukul 13.50 WITA.

Dalam konferensi pers yang digelar di Posko Sembalun, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii,  menjelaskan kendala utama yang dihadapi tim. 

Tim SAR Evakuasi WN Brasil (Basarnas)

“Awalnya kita ingin melaksanakan evakuasi secepat mungkin dengan menggunakan pesawat heli dan itu menjadi alternatif pertama dan ternyata cuaca tidak memungkinkan,” terang Mohammad Syafii.

Ia menambahkan alternatif kedua, dengan adanya korban yang sudah bisa ditarik ke atas, seandainya diperjalanan cuaca bagus ingin kembali menghadirkan helikopter untuk mengakut menggunakan media udara, namun ternyata juga kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Sehingga evakuasi korban terpaksa kita harus laksanakan dengan ditandu. Jadi dengan ditandu ini memang akhirnya memerlukan waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Sekitar pukul 15.50 WITA, korban mencapai Pos Pelawangan Sembalun. Perjalanan dari Pos Pelawangan Sembalun menuju Posko Sembalun memakan waktu sekitar 6 jam.  Setelah tiba di Posko Sembalun, jenazah JDSP segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB menggunakan mobil ambulans untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi SAR yang berlangsung selama beberapa hari ini melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak, di antaranya Basarnas, BSG, kru Helikopter HR-3606, Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, PT. AMMAN, EMHC, Lorac, Rinjani Squard, Damkar, Relawan Rinjani, porter, dan unsur terkait lainnya. (asr)

Dalam Hidup Ini, Hanya Ada Dua Hal yang Benar-Benar Milikmu—Jangan Remehkan Keduanya

EtIndonesia. Hidup ini panjang namun cepat berlalu—bagaikan kilatan cahaya dalam sekejap. Sayangnya, di sepanjang perjalanan itu, kita terlalu sibuk mengejar nama, jabatan, dan harta, hingga lupa memperhatikan dua harta paling berharga yang benar-benar milik kita sendiri: kesehatan dan sikap mental.

Keduanya adalah fondasi kehidupan, pilar yang menopang langkah kita menembus badai hidup. Tanpa keduanya, semua pencapaian duniawi pun akan runtuh.

Kesehatan: Modal Dasar Kehidupan, Fondasi Segala Kebahagiaan

Kesehatan adalah harta paling tak ternilai dalam hidup ini. Segala hal—cita-cita, kekayaan, pengetahuan, bahkan cinta—semua berdiri di atas dasar tubuh yang sehat.

Filsuf Yunani Heraclitus pernah berkata: “Tanpa kesehatan, kebijaksanaan tak bisa diwujudkan, budaya tak bisa disebarkan, kekuatan tak bisa digunakan, kekayaan tak ada gunanya, dan pengetahuan pun tak dapat diaplikasikan.”

Betapa dalam makna kata-kata ini. Namun ironisnya, justru saat sehat, kita cenderung lalai dan menyia-nyiakannya.

Begadang demi drama seri, makan sembarangan, malas berolahraga—semua kebiasaan buruk itu seperti pisau tumpul yang perlahan mengikis tubuh kita.

Kita mengira masa muda adalah jaminan aman dari penyakit, padahal saat sinyal bahaya muncul, semuanya sudah terlambat.

Seorang teman saya pernah menjadi “pejuang kantor” sejati. Demi mengejar target kerja, dia sering begadang, makan tak teratur, dan menggantungkan hidup pada kopi serta makanan cepat saji.

 Hingga akhirnya, tubuhnya menyerah—dia divonis mengidap penyakit lambung kronis.

Di atas ranjang rumah sakit, dia menatap cahaya matahari yang masuk melalui jendela dengan perasaan sesal mendalam.

“Dulu saya kira kesehatan itu bisa dikorbankan demi karier. Sekarang saya sadar, tanpa kesehatan, semua pencapaian itu jadi tidak berarti,” gumannya.

Kesehatan bukan hanya tentang bebas dari penyakit, tapi juga soal keseimbangan tubuh dan pikiran: tidur cukup, pola makan sehat, olahraga rutin, dan hidup dengan sikap positif.

Dengan tubuh sehat, kita bisa mengejar mimpi, menikmati waktu bersama keluarga, dan meresapi keindahan hidup:
– Mendaki gunung, menatap panorama megah dari puncak.
– Berjalan santai di tepi pantai, menyatu dengan damainya suara ombak dan cahaya bulan.
– Berkeringat dalam olahraga, merasakan denyut kehidupan yang nyata.

Maka itu, jangan tunggu sakit dulu baru menyesal. Mulailah sekarang—jadikan kesehatan sebagai investasi terpenting dalam hidupmu.

Sikap Mental: Lentera Jiwa, Kompas Kehidupan

Sikap mental menentukan bagaimana kita memandang dunia, bagaimana kita menghadapi naik turunnya hidup.

Sikap yang positif membuat kita tetap optimis di tengah cobaan, tetap bersemangat meski diterpa badai.

Sebaliknya, sikap negatif bisa membuat kita menyerah bahkan di tengah situasi yang sebenarnya baik.

Seperti kata penulis Prancis Romain Rolland: “Satu-satunya bentuk kepahlawanan sejati adalah tetap mencintai hidup setelah melihat kenyataan pahitnya.”

Dalam hidup, kita tidak akan pernah lepas dari tantangan: Tekanan pekerjaan, masalah rumah tangga, konflik sosial—semua itu bisa membuat kita terpuruk jika tak dikuatkan oleh mental yang sehat.

Namun jika kita belajar menghadapi semuanya dengan sikap yang positif, kita akan menemukan bahwa setiap ujian adalah peluang untuk bertumbuh.

Tokoh sastra Tiongkok, Su Shi (Su Dongpo), sepanjang hidupnya mengalami banyak kemunduran politik dan diasingkan beberapa kali. Tapi ia tetap menjaga semangat dan kedamaian batinnya.

Saat tinggal di Huangzhou, dia menulis bait terkenal:

“Tongkat bambu dan sandal jerami, ringan melebihi kuda. Tak gentar, biar hujan dan kabut menyelimuti sepanjang hidup.”

Itulah cerminan kekuatan mental: tidak tumbang meski dunia mencoba menjatuhkan.

Bandingkan dengan sosok Xianglin Sao dari kisah Lu Xun. Dia memang mengalami banyak penderitaan—suami meninggal, anak dimakan serigala—tapi karena terus terjebak dalam kesedihan dan mengeluh tanpa henti, hidupnya berakhir dalam kesepian dan keputusasaan.

Sikap mental yang buruk tidak hanya memperburuk keadaan, tapi juga memadamkan harapan.

Bagaimana Menumbuhkan Sikap Positif?

1. Belajarlah Bersyukur.
Syukuri hal-hal kecil: senyum anakmu, secangkir teh hangat, atau hari yang tenang.
Saat hati dipenuhi syukur, hidup pun terasa terang.

2. Belajarlah Melepaskan.
Jangan hidup dalam penyesalan masa lalu atau kecemasan masa depan.
Fokuslah pada hari ini, rasakan setiap detik dengan sepenuh hati.

3. Belajarlah Memotivasi Diri.
Saat merasa gagal, katakan pada dirimu:
“Aku bisa. Ini hanya satu langkah dari banyak keberhasilan.”

Kesehatan dan Sikap Mental: Dua Pilar, Saling Menguatkan

Kesehatan dan sikap mental adalah dua sisi mata uang kehidupan—tak bisa dipisahkan. Tubuh yang sehat menopang mental yang kuat, dan mental yang baik menjaga tubuh tetap sehat.

Coba bayangkan: tubuhmu sakit, penuh keluhan—apa bisa kamu tetap bahagia sepenuhnya?

Sebaliknya, kalau pikiranmu stres dan cemas terus-menerus, lama-lama tubuhmu pun akan sakit.

Keduanya saling berkaitan, saling memengaruhi. Maka rawatlah keduanya, sekaligus dan seimbang.

Akhir Kata: Dua Harta Sejati yang Benar-benar Milikmu

Dalam perjalanan hidup, kita akan tergoda oleh banyak hal: kekuasaan, uang, status sosial.

Tapi lihatlah kenyataannya—banyak orang mengorbankan kesehatan dan kebahagiaan demi mengejar hal-hal yang akhirnya tak bisa mereka nikmati.

Namun mereka yang sadar, akan memilih menjaga keseimbangan:

·        Menjaga tubuh tetap sehat, agar bisa menikmati hidup lebih lama.

·        Menjaga hati tetap tenang, agar bisa tertawa meski langit mendung.

Mereka mungkin tak punya banyak harta, tapi hidup mereka penuh makna dan kebahagiaan yang sejati.

Karena pada akhirnya, hal-hal yang benar-benar milik kita dalam hidup ini hanya dua:
Kesehatan dan sikap mental.

Dua harta yang paling dekat dengan hidup, paling erat dengan jiwa.

Jangan tunggu hilang baru menyesal.

Mulai sekarang, rawat tubuhmu dengan cinta, dan sirami jiwamu dengan damai.

Biarlah keduanya menjadi cahaya terang yang memandu langkahmu melewati gelapnya dunia—menuju hidup yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih bahagia.(jhn/yn)