Apel Terakhir

EtIndonesia. Sore hari itu, setelah bekerja di depan meja selama beberapa jam, aku mulai merasa lapar. Namun di kantor memang tidak ada makanan, dan aku memang bukan tipe orang yang suka menyimpan camilan. Lalu aku teringat, akhir pekan lalu aku sempat membawa anak-anak ke kantor untuk lembur. Saat itu aku sempat membawa biskuit dan buah-buahan. Biskuitnya sudah habis dimakan anak-anak, dan hanya tersisa satu buah apel yang dibiarkan di dalam lemari.

Aku pun mengambil apel itu dan mengamatinya. Karena sudah cukup lama disimpan, kulit apelnya mulai tampak sedikit keriput, tapi masih terlihat menggoda dan tampak lezat. Maka aku memutuskan untuk memakannya untuk mengganjal perut. Apelnya memang kehilangan sedikit kadar air, namun justru terasa lebih manis. Aku duduk di sofa, menikmati apel terakhir ini sambil melihat-lihat ponsel.

Tiba-tiba aku teringat, sore ini anak-anak akan datang ke kantor menemuiku sepulang sekolah. Aku menatap setengah apel yang masih tersisa di tanganku, lalu berpikir: Haruskah aku menyisakannya untuk mereka? Toh tidak ada makanan lain di kantor. Meski mereka biasanya tidak terlalu suka makan apel, aku tetap memotong sebagian kecil dan menaruhnya di dalam gelas kertas.

Beberapa saat kemudian, anak-anak pun datang. Aku memberikan potongan apel itu sambil berkata: “Cuma tersisa sedikit, kalau kalian tidak mau, nanti di rumah masih ada apel yang baru.” 

Kukira mereka tak akan tertarik. Ternyata, mereka berdua mengangguk dan mau memakannya. Akhirnya, aku harus membagi potongan apel kecil itu menjadi dua bagian.

Mungkin inilah makna dari pepatah: “Barang langka menjadi lebih berharga.” 

Anak-anakku tidak peduli apakah apelnya segar atau tidak. Mereka bersama-sama menikmati sepotong kecil apel itu dengan begitu antusias, sampai-sampai aku hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Kalau ini terjadi di masa sulit, mungkin pemandangan seperti ini biasa saja. Tapi di zaman sekarang, saat kehidupan sudah berkecukupan dan apel bisa dengan mudah didapat di rumah, hal seperti ini menjadi momen yang menghangatkan hati. Di kantor, sepotong kecil apel bisa terasa seperti hidangan istimewa nan mewah.

Anak-anak menikmati apel itu sambil bercanda dan tertawa riang. Melihat mereka begitu bahagia, aku sadar bahwa hidup sederhana ternyata bisa membawa kebahagiaan tersendiri. Ketika semua hal begitu mudah untuk didapat, kita justru cenderung mengabaikannya. Namun saat kondisi lebih terbatas, kita akan menghadapi segala sesuatu dengan cara pandang yang berbeda. Seperti apel ini—kalau berada di keranjang buah di rumah, mereka pasti lewat begitu saja tanpa memperhatikan. Tapi di kantor, saat apel hanya tersisa sepotong kecil, justru dianggap makanan istimewa.

Maka dari itu, kebahagiaan sejati bukanlah soal melimpahnya materi. Ketika dunia luar terasa sederhana dan hati kita tenang, apa yang sebenarnya kita butuhkan tidaklah banyak…

BREAKING NEWS : Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Iran 

Trump mengatakan kedua negara sepakat gencatan senjata yang bisa akhiri perang 12 hari, konflik akan dinyatakan berakhir pada rabu tengah malam

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat  Donald Trump pada 23 Juni mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata, yang menandai awal dari akhir apa yang ia sebut sebagai “Perang 12 Hari.”

“Telah disepakati sepenuhnya oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan ada GENCATAN SENJATA TOTAL DAN MENYELURUH … selama 12 jam, dan setelah itu Perang akan dianggap SELESAI!” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya sesaat setelah pukul 18.00 EDT.

Presiden menyatakan bahwa kedua pihak akan menghentikan operasi militer terakhir mereka dalam waktu enam jam dan memulai gencatan senjata yang ia harapkan akan “damai dan saling menghormati.” Setelah 24 jam, konflik akan dinyatakan berakhir, kata Trump.

Jika  terwujud, maka ini akan menjadi deeskalasi cepat dari sebuah konflik yang sebelumnya dikhawatirkan bisa berubah menjadi perang internasional. Trump mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait atas dedikasi mereka untuk menghindari hasil yang lebih buruk.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua negara, Israel dan Iran, atas Ketahanan, Keberanian, dan Kecerdasan mereka dalam mengakhiri apa yang seharusnya disebut sebagai ‘PERANG 12 HARI,’” tulis Trump. “Ini adalah perang yang bisa saja berlangsung selama bertahun-tahun dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, namun itu tidak terjadi—dan tidak akan pernah!”

Pada 21 Juni, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan terarah terhadap fasilitas nuklir Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordow, sebagai respon atas perkiraan bahwa Teheran hampir memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk membangun senjata nuklir.

Langkah tersebut langsung memicu kekhawatiran internasional tentang kemungkinan eskalasi yang dapat menyebabkan konflik global antara sekutu Amerika Serikat dan Iran. Banyak anggota Kongres AS menyerukan agar legislatif dilibatkan dalam proses tersebut, misalnya melalui deklarasi perang resmi—yang terakhir kali ditandatangani oleh Presiden Franklin D. Roosevelt pada tahun 1942.

Setelah serangan AS, Iran pada 23 Juni meluncurkan serangan balasan skala kecil ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang merupakan instalasi militer terbesar milik Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Trump kemudian mengatakan bahwa pihak Iran telah memberitahukan kepada Amerika Serikat tentang serangan yang akan datang, memastikan tidak ada korban dari pihak AS dan hanya kerusakan minimal pada pangkalan tersebut.

“Iran secara resmi telah merespons Penghancuran Fasilitas Nuklir mereka dengan respons yang sangat lemah, seperti yang kami perkirakan, dan telah kami tanggapi dengan sangat efektif,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social pada 23 Juni.

Presiden mengatakan bahwa rentetan rudal dari Iran terdiri atas 14 rudal, yang 13 di antaranya berhasil ditembak jatuh, dan satu sisanya dibiarkan melaju ke arah “yang tidak mengancam.”

“Saya senang melaporkan bahwa TIDAK ADA warga Amerika yang terluka, dan kerusakan yang terjadi sangat minim. Yang paling penting, mereka sudah ‘meluapkan semuanya,’ dan semoga tidak ada lagi KEBENCIAN,” tulis Trump.

“Saya ingin berterima kasih kepada Iran atas pemberitahuan awal mereka, yang memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang maupun cedera yang terjadi.”

Setelah serangan tersebut, kementerian luar negeri Qatar melaporkan bahwa semua rudal  berhasil dicegat, dan memperingatkan bahwa negara kecil di Teluk itu tetap berhak untuk melakukan pembalasan atas apa yang disebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara Qatar, wilayah udaranya, hukum internasional, dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

“Kami menegaskan bahwa Qatar berhak untuk merespons secara langsung dan setara dengan sifat serta skala agresi yang berani ini, sesuai dengan hukum internasional,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Juga pada 23 Juni, Trump menyampaikan surat kepada Ketua DPR AS Mike Johnson (R-La.) dan Presiden Sementara Senat Chuck Grassley (R-Iowa) untuk memberitahukan Kongres tentang serangan 21 Juni, sesuai kewajibannya berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Perang (War Powers Act).

“Serangan ini dilakukan untuk memajukan kepentingan nasional vital Amerika Serikat, dan sebagai pertahanan kolektif terhadap sekutu kami, Israel, dengan cara menghilangkan program nuklir Iran,” tulis Trump.

Serangan AS dilakukan setelah Israel menyatakan bahwa Iran hanya tinggal beberapa minggu lagi dari memiliki cukup bahan fisil—mengacu pada uranium-235 yang diperkaya hingga 90 persen atau lebih—untuk membuat senjata nuklir. Sebuah laporan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) PBB menemukan bahwa Iran telah memperkaya isotop radioaktif tersebut hingga 60 persen, yang membuatnya jauh lebih mudah dan cepat untuk mencapai kadar 90 persen yang dibutuhkan untuk uranium tingkat senjata.

Meski mendapat kritik dari dalam partainya sendiri, Trump tetap berpegang pada pendiriannya bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir adalah hal yang sangat penting bagi kepentingan keamanan AS dan Israel.

“Serangan ini terbatas dalam ruang lingkup dan tujuan. … Misi ini direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang dirancang untuk meminimalkan korban, mencegah serangan di masa depan, dan membatasi risiko eskalasi,” tulis Trump.

Savannah Hulsey Pointer turut berkontribusi dalam laporan ini

Sumber : Theepochtimes.com 

Kisah Nyata yang Mengharukan: Ayah Mencukur Rambutnya demi Temani Putrinya Melawan Penyakit

EtIndonesia. Beberapa tahun lalu, sebuah iklan menyentuh hati banyak orang di internet. Seorang gadis kecil berdiri di depan cermin, memandangi rambut pirangnya dengan senyum manis. Tapi di adegan berikutnya, dia mengambil gunting dan menggunting rambutnya sendiri hingga tampak tak beraturan, seperti digigit anjing.

Saat orangtuanya pulang dan melihat itu, mereka tampak kaget bukan main. Si gadis kecil memegang rambutnya yang terpotong dengan sedikit rasa malu, tapi tetap tersenyum. Kemudian, sang kakak datang dan melepaskan penutup kepalanya untuk diberikan kepada adiknya.

Ternyata, sang kakak hanya berbeda beberapa tahun lebih tua darinya dan tidak memiliki rambut—kemungkinan besar akibat efek kemoterapi. Tindakan si gadis kecil bukanlah lelucon. Dia memotong rambutnya untuk diberikan kepada sang kakak sebagai tanda cinta. Tindakan tulusnya membuat jutaan penonton meneteskan air mata.

Itu hanyalah sebuah iklan. Namun, di dunia nyata, ada kisah serupa yang bahkan lebih menyentuh.

Cermin, Kepala Botak, dan Kasih Sayang Seorang Ayah

Dalam video yang viral di media sosial, seorang ayah berdiri di depan cermin bersama dua anaknya yang masih kecil. Salah satu dari mereka adalah putrinya yang kepalanya sudah tidak berambut.

Gadis kecil itu menderita suatu kondisi yang menyebabkan rambutnya rontok membentuk pola melingkar—kondisi yang dikenal sebagai alopecia areata atau dalam istilah sehari-hari disebut “botak seperti tercukur setan”.

Dia jujur pada dirinya sendiri: “Aku tidak suka penampilanku sekarang.”

Namun sang ayah menatapnya dengan penuh kasih dan berkata: “Kamu adalah gadis paling istimewa di dunia ini.”

Aksi Penuh Cinta: Cukur Rambut Bersama

Untuk memberi dukungan moral kepada putrinya dalam melawan penyakit, ayah ini memutuskan mencukur habis rambutnya sendiri—di depan sang anak.

Bahkan, dia mengajak putrinya untuk ikut mencukurkan rambutnya. Satu demi satu, potongan rambut jatuh ke lantai.

Sambil mencukur, sang ayah berkata: “Dengan atau tanpa rambut, kamu tetap menjadi malaikat tercantik di mata ayah.”

Kalimat itu diucapkan dengan ketulusan luar biasa—bukan untuk menyenangkan hati anak, tapi sebagai ungkapan cinta yang dalam dan nyata.

Gadis kecil itu menatap pantulan ayahnya di cermin, dan tampak begitu tersentuh. Ketika kepala sang ayah sudah botak, dia mendekat ke anaknya, dan kini—di cermin, mereka terlihat sama.

Kebersamaan yang Menumbuhkan Keberanian

Sang ayah memeluk anak perempuannya dan kembali berkata dengan lembut: “Kamu tetap gadis paling istimewa, dan tidak ada yang bisa mengubah itu. Kamu malaikat dalam hidup ayah.”

Dia lalu mencium putrinya dengan penuh kelembutan, dan sang anak tersenyum sambil menundukkan kepala—menyimpan rasa haru di dalam hatinya.

Dalam kehangatan dan pelukan ayahnya, gadis kecil itu mungkin tidak langsung sembuh, tapi dia telah menerima kekuatan luar biasa untuk melawan penyakit yang dihadapinya.

Cinta seorang ayah tidak bisa menyembuhkan secara medis, tapi bisa memberikan kekuatan jiwa yang tidak tergantikan.

Penutup: Rambut Bisa Rontok, Tapi Cinta Kasih Tak Akan Pernah Pudar

Apa yang dilakukan sang ayah bukanlah sekadar mencukur rambut. Itu adalah simbol keberanian, cinta tanpa syarat, dan solidaritas sejati.

Di dunia di mana banyak anak merasa berbeda karena kondisi fisik atau penyakit, kehadiran orang tua yang mau merasakan dan ikut menanggung rasa itu menjadi cahaya harapan yang tak ternilai harganya.

Karena rambut bisa tumbuh kembali, tapi momen ketika seorang anak merasa diterima dan dicintai tanpa syarat—itulah yang membekas seumur hidup. (jhn/yn)

Wanita Cantik Berusia 28 Tahun Mendadak Menjadi Tua dalam Semalam, 11 Tahun Kemudian Dia Baru Tahu Faktanya 

EtIndonesia. Dalam dunia cerita silat, kita kerap melihat tokoh yang karena kehilangan ilmu atau patah hati tiba-tiba berubah drastis—rambut memutih dalam semalam, wajah penuh kerutan, seolah-olah usia mereka melonjak puluhan tahun dalam sekejap. Bagi banyak orang, hal ini hanya ada dalam fiksi. Namun bagi seorang wanita bernama Hu Juan, kisah ini benar-benar menjadi kenyataan yang memilukan.

Wanita asal Zhumadian, Provinsi Henan, Tiongkok ini mengalami perubahan dramatis yang mengejutkan: hanya dalam satu malam, wajah mudanya berubah drastis menjadi seperti wanita lanjut usia. Kulitnya yang dahulu kencang berubah menjadi sangat kendur, penuh kerutan. Dalam waktu singkat, dia terlihat seperti wanita berusia lebih dari 70 tahun. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2003, ketika Hu Juan masih berusia 28 tahun—masa di mana seharusnya hidup sedang bersinar cerah.

Saat itu, hidupnya sangat bahagia. Dia menikah dengan pria yang dicintainya sejak kecil, Zhu Jichao, dan mereka baru saja menyambut kelahiran putra pertama mereka. Kebahagiaan mereka seharusnya sedang memuncak. Namun, takdir ternyata menyimpan ujian yang sangat kejam.

Awal Tragedi: Ketika Cermin Mengkhianati Wajahnya

Pada suatu pagi di musim semi tahun 2003, Hu Juan seperti biasa menatap wajahnya di cermin. Tapi kali ini, dia merasa ada yang aneh. Kulit wajahnya yang sebelumnya halus dan cerah kini terlihat kendur dan mulai keriput, terutama di sekitar mata dan leher. Dia seolah menua puluhan tahun hanya dalam satu malam.

Awalnya, Hu Juan mengira ini adalah perubahan normal setelah melahirkan. Dia mencoba menenangkan diri, berharap semuanya akan membaik seiring waktu. Namun kenyataannya justru sebaliknya—setiap hari, kulit wajahnya semakin mengendur, kerutan semakin dalam. Dalam hitungan bulan, dia terlihat seperti nenek-nenek berusia 70-an.

Dokter Bingung, Masyarakat Menghakimi

Dengan ketakutan yang makin mendalam, Hu Juan pergi ke banyak rumah sakit ternama. Tapi para dokter pun angkat tangan. Mereka tidak bisa memberikan diagnosa pasti, hanya menyebutnya sebagai “penyakit aneh” atau “kasus langka”. Tak ada obat. Tak ada harapan.

Di tengah ketidakpastian medis, bisikan masyarakat sekitar justru memperparah penderitaannya. Banyak yang mencibir, menyebarkan rumor tak berdasar, bahkan menuduhnya melakukan hal yang tidak terpuji. Tekanan sosial membuatnya berkali-kali nyaris putus asa.

Cinta Sejati Tak Luntur oleh Keriput

Di tengah penderitaan itu, satu hal yang selalu menguatkan Hu Juan adalah suaminya, Zhu Jichao. Dia tak pernah meninggalkannya. Ketika Hu Juan menangis dalam keputusasaan, Zhu selalu menggenggam tangannya dengan penuh kasih berkata: “Jangan takut, aku akan selalu di sisimu. Kita hadapi ini bersama.”

Seiring waktu berjalan, Zhu menemani istrinya berkeliling rumah sakit, memohon bantuan media, dan mencari pertolongan dari siapa pun yang bisa memberikan secercah harapan. Usaha ini akhirnya membuahkan hasil.

Sorotan Media dan Harapan Baru

Kasus Hu Juan mulai diliput oleh media lokal dan nasional. Perhatian publik pun meningkat. Beberapa rumah sakit menawarkan bantuan medis dan psikologis. Namun, kondisi seperti yang dialami Hu Juan tergolong amat langka. Di seluruh dunia, tercatat hanya segelintir kasus serupa.

Tidak ada obat atau terapi penyembuhan. Satu-satunya jalan yang bisa ditempuh adalah operasi plastik rekonstruktif untuk memperbaiki penampilan wajah, serta terapi psikologis agar Hu Juan bisa menerima dirinya.

Hu Juan pun menjalani serangkaian operasi dan konseling psikologis. Hasilnya tidak mengembalikan wajah mudanya sepenuhnya, tapi perubahan yang terlihat sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Dia mulai tersenyum kembali.

Akhirnya Mengetahui Nama Penyakitnya

Setelah 11 tahun penuh perjuangan, pada tahun 2014, Hu Juan akhirnya mengetahui kebenarannya. Dia divonis mengidap “Acquired Cutis Laxa” atau Penyakit Kulit Kendur yang Didapat—suatu kelainan jaringan ikat langka yang menyebabkan kulit kehilangan elastisitas secara ekstrem. Kasus seperti ini sangat jarang, dan di dunia medis, hanya tercatat kurang dari 10 pasien serupa.

Mendengar nama penyakitnya untuk pertama kali, Hu Juan menangis—bukan karena takut, tapi karena dia akhirnya tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Dia kini bisa berdamai dengan kenyataan.

Menatap Masa Depan dengan Senyuman

Di tahun yang sama, untuk pertama kalinya setelah lebih dari satu dekade, Hu Juan kembali tersenyum di depan cermin. Meski bekas luka waktu tetap membekas di wajahnya, namun sinar harapan dan kepercayaan dirinya bersinar lebih terang dari sebelumnya.

Bersama suaminya, Zhu Jichao, dia memulai hidup baru. Cinta di antara mereka bahkan semakin kuat. 

Zhu pernah berkata: “Impian terbesarku adalah suatu hari nanti, kita berdua sama-sama tua—bukan karena penyakit, tapi karena usia.”

Hu Juan mengakui, tanpa cinta dan ketulusan suaminya, ia mungkin sudah menyerah sejak lama. 

Kini, ia hanya ingin mengucapkan satu kalimat dari lubuk hatinya:  “Suamiku, terima kasih. Tanpamu, aku tak mungkin bertahan hingga hari ini.”(jhn/yn)

Presiden Korea Selatan Menunjuk Menteri Pertahanan Sipil Pertama dalam Beberapa Dekade

EtIndonesia. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung menunjuk anggota parlemen veteran Ahn Gyu-back sebagai menteri pertahanan sipil pertama negara itu dalam 64 tahun pada hari Senin (23/6), menepati janji kampanye yang dibuat setelah darurat militer bulan Desember mengguncang kepercayaan pada militer.

Lee, yang menjabat pada tanggal 4 Juni setelah memenangkan pemilihan cepat yang diadakan ketika mantan Presiden Yoon Suk-yeol dicopot dari jabatannya karena upaya darurat militer, juga menunjuk 10 menteri kabinet lainnya termasuk mantan duta besar PBB Cho Hyun sebagai menteri luar negeri dan seorang advokat diplomasi Korea Utara, Chung Dong-young, sebagai menteri unifikasi, kata kantornya.

Menteri pertahanan Yoon, Kim Yong-hyun, memainkan peran utama dalam merekomendasikan dan merencanakan darurat militer, dan berada di penjara di tengah persidangan yang sedang berlangsung atas tuduhan pemberontakan.

Nominasi tersebut, yang tidak memerlukan persetujuan parlemen tetapi akan ditinjau dalam sidang yang terkadang kontroversial, muncul saat Lee bekerja untuk membentuk kabinet baru dan mengisi kantornya.

Dia menjabat sehari setelah pemilihan tanpa masa transisi, karena Yoon digulingkan pada bulan April karena melanggar tugas jabatannya dengan deklarasi darurat militer pada bulan Desember, yang dia batalkan setelah parlemen menentangnya.

Lee telah bekerja dengan perdana menteri sementara dan kabinet yang dibawa dari pemerintahan Yoon saat dia menangani tugas menyatukan negara yang terpecah belah dan merumuskan tanggapan terhadap tarif baru Presiden AS, Donald Trump.

Dia telah berjanji untuk mengejar diplomasi yang berlandaskan pragmatisme dengan fokus pada dukungan bagi perusahaan global ekonomi yang bergantung pada ekspor di bidang otomotif, semikonduktor, dan pembuatan baja.

Awal bulan ini dia menunjuk anggota parlemen jangka panjang dan sekutu politik utamanya, Kim Min-seok, untuk menjadi perdana menterinya, sebuah jabatan yang memerlukan persetujuan parlemen.

Lee pada hari Senin juga menominasikan menteri baru untuk pertanian, lingkungan, ketenagakerjaan, dan urusan maritim, antara lain. (yn)

Kunci Menaklukkan Hati Wanita Bukan dengan Melakukan Kontak Setiap Hari, Tapi Memberikan Hal-hal Ini

EtIndonesia. Dalam proses mendekati seorang wanita, banyak pria berpikir bahwa menghubunginya atau melakukan kontak setiap hari adalah cara terbaik untuk menunjukkan keseriusan. Namun kenyataannya, terlalu sering menghubungi belum tentu membuat hati wanita luluh, malah bisa membuatnya merasa tertekan dan tidak nyaman.

Yang benar-benar menjadi kunci untuk menaklukkan hati wanita bukanlah kuantitas interaksi, melainkan apakah kamu mampu memberikan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh hatinya.

Dan yang dibutuhkan itu bukan hal-hal materi, melainkan: perasaan dimengerti, rasa aman, dan kebebasan yang dihargai.

Berikut ini adalah tiga hal penting yang bisa kamu berikan pada seorang wanita agar hubunganmu dengannya lebih dalam, bermakna, dan tulus.

01. Berikan Ruang “Untuk Dimengerti”

Yang dibutuhkan wanita bukanlah perhatian 24 jam tanpa henti. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan untuk benar-benar dimengerti.

Banyak pria yang, saat sedang mendekati wanita, berusaha menunjukkan perhatian dengan pesan-pesan seperti:  “Sudah makan belum?”, “Kamu lagi apa?”, “Udah tidur?”

Tapi seringkali, mereka lupa untuk mendengarkan.

Padahal, yang mungkin paling ingin wanita lakukan adalah berbagi perasaannya, bukan menjawab pertanyaan yang sama setiap hari.

Mengerti hati wanita berarti menghargai pendapatnya, bahkan jika kamu tidak setuju. Itu berarti kamu mau masuk ke dunianya, bukan hanya menarik dia masuk ke duniamu.

Berikan dia ruang untuk mengekspresikan diri, dengarkan tanpa memotong atau menghakimi. Saat dia merasa emosinya diterima, bukan dibantah atau diabaikan, maka rasa percaya dan nyaman akan tumbuh dengan sendirinya.

Itulah “kedekatan emosional” yang jauh lebih kuat dari sekadar rutinitas chatting tiap hari.

02. Berikan Rasa Aman untuk Diandalkan

Dalam sebuah hubungan, wanita sangat mendambakan rasa aman dan bisa bergantung pada pasangannya.

Rasa aman ini tidak datang dari rayuan manis atau janji-janji muluk. Dia datang dari tindakan nyata dan konsistensi.

Contohnya:

·        Saat dia menghadapi masalah, kamu hadir dan memberikan solusi yang tenang dan bijak, bukan sekadar berkata: “Jangan khawatir.”

·        Saat dia bingung soal masa depan, kamu tidak lari, tapi justru menemani dan merancang langkah-langkah bersama.

Rasa bisa diandalkan adalah saat dia merasa:  “Kalau aku bersama dia, aku nggak sendirian menghadapi dunia ini.”

Ini bukan soal langsung menikah atau janji sehidup semati.

Ini soal: “Bisakah kamu menjadi seseorang yang berdiri kokoh di sampingnya?”

Jika dalam dirimu dia tak melihat sosok yang mampu bertanggung jawab, maka seintens apa pun kamu menghubungi, itu hanya akan dianggap angin lalu.

Sebaliknya, jika kamu terlihat tangguh, tegas, dan berani mengambil sikap, cintanya justru akan tumbuh tanpa harus kamu minta.

03. Berikan Kebebasan

Banyak orang menyangka bahwa rasa cinta itu harus diwujudkan dengan memiliki dan mengontrol.

Mereka mulai ikut campur dalam lingkar pertemanan si wanita, atau membatasi kegiatan dan minatnya.

Padahal, cinta sejati adalah ketika kamu menghargai kebebasannya dan mendukung kemandiriannya, bahkan saat hubungan kalian semakin dekat.

Contohnya:

·        Saat dia ingin mempelajari sesuatu yang baru, kamu mendukungnya belajar, bukan malah mengecilkan semangatnya.

·        Saat dia ingin bertemu teman-temannya, kamu mempercayainya tanpa perlu mengawasi atau mencurigai.

Saat kamu memberinya kebebasan yang tetap dihargai, justru dia akan lebih ingin mendekat padamu dengan sukarela.

Tak ada manusia yang ingin dikekang, apalagi wanita yang tahu betapa berharganya dirinya. Jika kamu adalah pria yang tahu batas dan tahu menghargai, itu akan membuatnya lebih nyaman dan lebih yakin padamu.

Penutup: Cinta Itu Soal Kualitas, Bukan Kuantitas

Menaklukkan hati wanita bukan soal seberapa sering kamu menghubungi, tapi seberapa dalam kamu memahami dan memperjuangkannya.

Daripada sibuk kirim pesan setiap jam, lebih baik:

·        Pahami isi hatinya dengan mendengarkan tanpa menghakimi.

·        Jadilah orang yang bisa diandalkan, bukan hanya memberi janji.

·        Hormati kebebasannya, dan biarkan dia jadi dirinya sendiri.

Cinta yang sesungguhnya tidak dibangun oleh “rutinitas”, tapi oleh ketulusan dan tindakan nyata.

Karena hati wanita tidak tergerak oleh gombalan, tapi oleh seseorang yang mampu membuatnya merasa aman, nyaman, dipahami, dan dihargai.(jhn/yn)

Menurut Laporan: Tentara Rusia Meninggal Setelah Membunuh dan Memakan Rekannya demi Bertahan Hidup di Perang Ukraina

EtIndonesia. Seorang tentara Rusia di garis depan Ukraina meninggal setelah membunuh seorang rekan dan memakan mayatnya dalam upaya putus asa untuk bertahan hidup dalam kondisi perang, menurut Kyiv Post.
Insiden itu terungkap setelah Direktorat Intelijen Utama Ukraina diduga menyadap panggilan telepon antara dua tentara Rusia yang membahas kisah mengerikan tentang ‘Brelok’ kanibal, yang membunuh rekan senegaranya ‘Foma’. “Brelok benar-benar memakannya, sialan… tidak ada yang pergi ke mana pun. Brelok membawanya keluar dan memakannya selama dua minggu,” kata penelepon pertama, menurut New York Post.

“Tidak mungkin… Astaga… Persetan dengan kepala botakku. Apakah Brelok benar-benar ditemukan sebagai 200?” jawab orang lain, menggunakan bahasa gaul era Soviet untuk seorang tentara yang ditemukan tewas dalam pertempuran. “Ya, mereka bilang dia 200. Dia memakan rekannya. Jadi ya… sesuatu untuk dipikirkan. Saya sendiri terkejut,” si penelepon menyimpulkan, menurut Post.

‘Berlok’ kemudian ditemukan tewas, menurut outlet tersebut.

Rusia dilaporkan telah merekrut penjahat, termasuk pembunuh dan kanibal yang dihukum, untuk berperang di Ukraina.

Menurut Moscow Times, Denis Gorin dari Sakhalin, yang membunuh empat orang dan dijatuhi hukuman 22 tahun penjara pada tahun 2012, memakan sebagian tubuh salah satu korbannya. Dia dibebaskan pada tahun 2023 untuk berperang bagi Rusia dalam perang Ukraina. Dia bertugas di jajaran Storm-Z dan terluka selama pertempuran, setelah itu Presiden Vladimir Putin memberinya pengampunan. Ini memungkinkan Gorin untuk kembali ke kampung halamannya sebagai orang bebas.

Penjahat lainnya, Nikolay Ogolobiak, yang dihukum karena membunuh dua wanita muda dan memasak organ mereka pada tahun 2008, dibebaskan pada tahun 2023 untuk berperang bagi Rusia. Terpidana Dmitry Malyshev, yang dipenjara karena membunuh tiga orang dan menggoreng jantung salah satu dari mereka, juga dikirim ke garis depan.

Hal ini terjadi saat Rusia terus menggempur Ukraina. Awal minggu ini, Rusia melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak besar-besaran ke Kyiv, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai beberapa lainnya. Serangan itu terjadi saat para pemimpin dunia berkumpul di Kanada untuk menghadiri pertemuan Kelompok Tujuh (G7).

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Igor Klymenko mengatakan bahwa 27 lokasi di berbagai distrik di ibu kota menjadi sasaran tembakan musuh.

“Bangunan tempat tinggal, lembaga pendidikan, dan fasilitas infrastruktur penting” semuanya terkena serangan, katanya, seraya menambahkan bahwa 30 apartemen hancur di satu blok tempat tinggal. “Jumlah korban tewas meningkat menjadi 14 orang. Hingga saat ini, 44 orang terluka di Kyiv,” tambah Klymenko.

Di Moskow, Wali Kota Sergei Sobyanin mengatakan unit pertahanan udara Rusia telah menangkis serangan terhadap kota tersebut oleh dua pesawat nirawak Ukraina. Bandara-bandara kota ditutup sementara. (yn)

Video: Israel Serang Pangkalan Udara Iran, Hancurkan Jet F-14, Lokasi Penyimpanan Rudal

EtIndonesia. Militer Israel mengatakan telah melancarkan serangan udara di sedikitnya enam bandara di Iran barat, timur, dan tengah pada hari Senin (23/6) dan menghancurkan sebuah pesawat pengisian bahan bakar, serta pesawat F-14, F-5, dan AH-1. Militer Israel juga mengatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas penyimpanan rudal permukaan-ke-permukaan di Iran tengah, saat pertempuran antara kedua musuh bebuyutan itu berkecamuk selama 11 hari.

Militer mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 15 jet tempur telah menyerang wilayah Kermanshah di Iran barat, “menetralisir sejumlah lokasi peluncuran dan penyimpanan rudal permukaan-ke-permukaan yang ditujukan ke wilayah Israel”.

“IDF terus berupaya untuk melemahkan kemampuan militer Rezim Iran dan mencapai superioritas udara di wilayah udara Iran untuk melindungi Negara Israel,” kata Pasukan Pertahanan Iran (IDF) dalam sebuah pernyataan di Telegram.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X, IDF mengatakan serangan presisinya “merusak landasan pacu, bunker bawah tanah, pesawat pengisian bahan bakar, dan pesawat F-14, F-5, dan AH-1 milik rezim Iran.”

Militer Israel mengatakan pesawat Iran yang dihancurkan dimaksudkan untuk digunakan melawan Israel.

IDF juga melampirkan gambar dalam unggahan tersebut yang mencantumkan bandara di Mehrabad, Mashhad, dan Dezful, Teheran sebagai salah satu yang menjadi sasaran.

“Angkatan Udara mengganggu kemampuan lepas landas dari bandara-bandara ini dan operasi kekuatan udara tentara Iran dari sana,” tulis unggahan tersebut.

Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 13 Juni yang menargetkan fasilitas rudal dan nuklirnya, serta para pemimpin militer dan dinas keamanan.

Serangan udara berkecamuk antara kedua musuh pada Senin dini hari, sementara Teheran bersumpah untuk membalas atas bom penghancur bunker yang dilepaskan pesawat tempur Amerika pada akhir pekan di tiga lokasi nuklir.

Presiden AS, Donald Trump bersikeras serangan itu telah “melenyapkan” kemampuan nuklir Iran, tetapi pejabat lainnya mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan seberapa signifikan dampaknya terhadap program nuklir Teheran.(yn)

Setelah Serangan AS, Trump Ancam Serangan ‘Jauh Lebih Besar’ Jika Iran Tidak Berdamai

EtIndonesia. Saat  berpidato di Gedung Putih pada 21 Juni 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyoroti keberhasilan serangkaian serangan Amerika Serikat yang menargetkan situs nuklir Iran, serta memperingatkan kemungkinan serangan yang jauh lebih dahsyat jika Iran memilih untuk melakukan pembalasan.

“Tujuan kami adalah menghancurkan kemampuan pengayaan nuklir Iran dan menghentikan ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh negara sponsor terorisme nomor satu di dunia. Malam ini saya dapat menyampaikan kepada dunia bahwa serangan-serangan tersebut merupakan keberhasilan militer yang spektakuler,” ujar Trump.

Serangan ini menandai keterlibatan langsung AS dalam kampanye militer yang telah dimulai oleh Israel seminggu sebelumnya, melalui serangan mendadak pada dini hari 13 Juni. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan operasi mendadak negaranya itu sebagai langkah untuk menghilangkan program nuklir Iran dan melumpuhkan kemampuan nuklir ofensifnya.

Serangan Israel itu terjadi satu hari sebelum perwakilan Iran dan AS dijadwalkan mengadakan putaran keenam perundingan, dengan tujuan AS membatasi program nuklir Iran. Namun, Iran mundur dari pembicaraan tersebut setelah serangan Israel.

Sejauh ini, Iran telah menanggapi serangan Israel dengan meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone serang bermuatan bahan peledak ke wilayah Israel. Beberapa senjata tersebut mulai berhasil menembus jaringan pertahanan udara Israel, menyebabkan kerusakan, korban luka, dan korban jiwa.

Saat menyampaikan pidatonya di Gedung Putih, Trump memperingatkan Iran agar tidak terus melanjutkan pertempuran.

“Iran, si pembuli dari Timur Tengah, sekarang harus memilih untuk berdamai. Jika tidak, serangan berikutnya akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah,” ujar Trump.

Trump menyatakan bahwa masih banyak target tersisa di Iran, tetapi target yang dihantam pasukan AS pada hari Sabtu adalah yang paling sulit.

Sementara operasi awal Israel telah menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur militer dan nuklir Iran, fasilitas pengayaan uranium Iran di Fordow tetap menjadi target sulit yang tidak bisa dihancurkan oleh pasukan Israel sendirian.

Fasilitas Fordow terletak ratusan kaki di bawah tanah, tersembunyi di wilayah pegunungan Iran. Para analis militer menilai bahwa pembom siluman B-2 Spirit Angkatan Udara AS yang membawa bom penembus bunker seberat 30.000 pon, yang dikenal sebagai GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator, merupakan cara paling efektif untuk menghancurkan situs nuklir yang diperkuat tersebut.

Pada Sabtu pagi, muncul laporan bahwa pembom B-2 telah lepas landas dari Amerika Serikat pada malam 20–21 Juni dan terbang ke arah barat.

Sabtu malamnya, pembawa acara Fox News, Sean Hannity, melaporkan bahwa ia telah berbicara dengan Trump setelah serangan AS. Hannity mengatakan bahwa Trump memberitahunya bahwa pembom B-2 menjatuhkan lima atau enam bom penembus bunker berat ke fasilitas Fordow, sementara kapal selam AS menembakkan 30 rudal Tomahawk ke fasilitas nuklir Iran di Natanz dan Isfahan.

Dalam pidatonya, Trump mengatakan bahwa fasilitas nuklir utama Iran kini “telah benar-benar dan sepenuhnya dimusnahkan.”

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, telah mengonfirmasi bahwa fasilitas Fordow, Natanz, dan Isfahan telah terkena serangan.

Tingkat kerusakan penuh terhadap fasilitas nuklir Iran belum dapat dikonfirmasi secara independen pada saat ini.

Saat mengakhiri pernyataannya, Trump mengumumkan bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth akan mengadakan konferensi pers pada Minggu pagi untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi tersebut.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Trump karena telah memerintahkan serangan AS terhadap situs nuklir Iran. Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah melakukan “hal-hal luar biasa” dalam kampanye militernya terhadap Iran sejak 13 Juni. “Namun, dalam aksi malam ini terhadap fasilitas nuklir Iran, Amerika benar-benar tak tertandingi.”

“Sejarah akan mencatat bahwa Presiden Trump secara aktif menggagalkan upaya rezim paling berbahaya di dunia untuk memperoleh senjata paling berbahaya di dunia,” tambah Netanyahu. “Kepemimpinannya hari ini telah menciptakan titik balik sejarah yang dapat membawa Timur Tengah dan dunia menuju masa depan yang penuh kemakmuran dan perdamaian.”

Pada Minggu, Organisasi Energi Atom Iran mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan AS sebagai pelanggaran hukum internasional. Menurut PressTV, media milik pemerintah Iran, badan nuklir tersebut bersumpah tidak akan membiarkan serangan AS menghentikan kemajuan program nuklirnya.

Joseph Lord berkontribusi dalam laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com

AS Keluarkan Peringatan Global untuk Warga Negaranya Setelah Serangan ke Iran

Warga negara dan penduduk tetap sah AS di seluruh dunia diminta  meningkatkan kewaspadaan

EtIndonesia. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan “kewaspadaan global” bagi warga negara AS yang tinggal di luar negeri menyusul meningkatnya eskalasi konflik Israel–Iran setelah intervensi militer AS yang menargetkan situs-situs nuklir Iran.

Dalam peringatan tertanggal 22 Juni 2025, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan kemungkinan terjadinya demonstrasi terhadap warga negara dan kepentingan AS di seluruh dunia. Pada 21 Juni, pasukan AS melancarkan serangan udara untuk menetralkan ancaman dari tiga fasilitas nuklir Iran, di tengah pertukaran rudal antara Israel dan Iran.

“Konflik antara Israel dan Iran telah menyebabkan gangguan perjalanan dan penutupan ruang udara secara berkala di seluruh Timur Tengah,” bunyi buletin tersebut, sambil menyerukan kepada warga AS di seluruh dunia untuk “meningkatkan kewaspadaan.”

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi memperingatkan adanya “konsekuensi abadi” sebagai tanggapan atas serangan AS. Ia juga menyiratkan bahwa jalur diplomasi antara Iran dan AS kini tidak lagi terbuka.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah mengadakan pembicaraan seiring dengan upaya Presiden Donald Trump mendorong Iran untuk menghentikan ambisi nuklirnya. Namun, perundingan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan, yang kemudian memicu Israel melancarkan serangan udara terhadap infrastruktur Iran pada 13 Juni.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa tindakan Israel bertujuan menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone peledak ke wilayah Israel, dan sebagian berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel.

Amerika Serikat mulai mengevakuasi warga negaranya serta penduduk tetap sah dari Israel pada 21 Juni. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah mengatur penerbangan evakuasi dan memberikan instruksi kepada warga yang memerlukan bantuan keluar dari wilayah tersebut.

Kedutaan Besar AS di Israel juga telah menginstruksikan stafnya untuk tetap berlindung di tempat atau di dekat kediaman masing-masing hingga pemberitahuan lebih lanjut. Dalam pembaruan terakhir, kedutaan menyatakan akan melanjutkan operasi terbatas secara langsung pada 23 Juni untuk menyediakan layanan darurat paspor AS bagi warga yang tidak memiliki paspor yang masih berlaku.

Kedutaan juga menyatakan mengetahui adanya warga AS yang meninggalkan Israel melalui jalur darat ke Yordania dan Mesir, serta melalui laut menuju Siprus, dengan bantuan dari penyedia jasa pihak ketiga.

 “Meskipun kami tidak dapat merekomendasikan penyedia mana pun secara resmi, kami mengetahui bahwa beberapa dari mereka telah berhasil membantu warga AS,” demikian pernyataan kedutaan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada 21 Juni, Trump mengatakan bahwa serangan AS “merupakan keberhasilan militer yang spektakuler” dan  “fasilitas utama pengayaan nuklir Iran telah benar-benar dan sepenuhnya dihancurkan.”

Trump memperingatkan bahwa masa depan Iran berada di antara dua pilihan: “perdamaian atau tragedi,” tergantung pada langkah rezim selanjutnya. Ia menyerukan negosiasi yang tulus untuk mencapai kesepakatan, dan menambahkan bahwa masih banyak target lain yang bisa diserang militer AS.

“Jika perdamaian tidak segera tercapai, kami akan menyerang target-target lain itu dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan,” kata Trump dalam pidatonya.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebelumnya telah mengeluarkan resolusi pada 12 Juni yang menyatakan bahwa Iran tidak mematuhi kewajibannya dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

Pada  Minggu, Organisasi Energi Atom Iran mengutuk serangan AS sebagai pelanggaran hukum internasional, dan menyatakan tidak akan membiarkan pengembangan “industri nasional” Iran—merujuk pada program nuklir—dihentikan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan dalam acara “Face the Nation” di CBS pada  Minggu (22/6) bahwa tidak penting apakah pimpinan Iran secara resmi memerintahkan penggunaan senjata nuklir atau tidak.

“Mereka memiliki semua yang mereka butuhkan untuk membangun senjata nuklir,” katanya. “Mengapa Anda mengubur sesuatu di dalam gunung, 300 kaki di bawah tanah? Mengapa mereka punya uranium yang diperkaya hingga 60 persen? Satu-satunya negara di dunia yang memiliki uranium pada level 60 persen adalah negara yang memiliki senjata nuklir, karena itu bisa dengan cepat diubah menjadi 90 persen. Mereka memiliki semua elemennya… program luar angkasa. Mereka mencoba membangun rudal balistik antarbenua (ICBM) agar suatu hari bisa membawa hulu ledak.”

“Itu sudah cukup bagi kita untuk menyadari bahayanya—terutama jika berada di tangan rezim yang sudah terlibat dalam terorisme dan proksi. Mereka adalah sumber dari semua ketidakstabilan di Timur Tengah.”

Rubio menambahkan bahwa sejak awal Trump telah menyatakan dengan jelas posisi AS: bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia mengatakan bahwa presiden juga menunjukkan keinginannya untuk menempuh jalur diplomasi dan memberi Iran “60 hari untuk membuat kemajuan atau akan ada tindakan lain.”

“Apa yang terjadi selanjutnya kini tergantung pada pilihan Iran,” katanya. “Jika mereka memilih jalur diplomasi, kami siap. Kami bisa menyepakati kesepakatan yang baik untuk mereka, untuk rakyat Iran, dan untuk dunia. Tetapi jika mereka memilih jalur lain, maka akan ada konsekuensinya.”

Jack Phillips dan Reuters berkontribusi pada laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com

Awas, Iran Balas Dendam Mati-matian! Dunia Berjaga, Tiongkok dan Rusia Terkunci Dilema!

EtIndonesia. Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan kesiapannya untuk memulai kembali perundingan dengan Iran, dalam upaya menghindari pecahnya perang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Di tengah tekanan global, Senator Lantz menegaskan bahwa serangan ke fasilitas nuklir Iran sudah sesuai dengan ketentuan War Powers Resolution dan merupakan sinyal keras Amerika Serikat terhadap Tiongkok, Rusia, Korea Utara, serta negara-negara lain yang dianggap sebagai “poros kejahatan.”

Pada 22 Juni, Wakil Presiden AS, JD Vance, menyampaikan dalam wawancara dengan NBC bahwa dirinya sangat optimis dengan prospek perundingan baru antara AS dan Iran. 

“Iran punya pilihan untuk tidak lagi menjadi ancaman bagi tetangga atau Amerika. Jika mereka siap berubah, Amerika bersedia membuka pintu dialog,” ujarnya.

Iran Ancam Balas, Rusia-Tiongkok Ambil Sisi

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, dalam kunjungannya ke Moskow untuk bertemu Presiden Vladimir Putin, menegaskan bahwa segala aksi AS dan Israel telah melewati “garis merah.” Iran memperingatkan bahwa Washington harus siap menanggung segala konsekuensi dari tindakan Teheran ke depan. Iran juga secara terbuka menyatakan seluruh upaya damai dengan AS dan Israel telah usai—mereka hanya akan merespons dengan kekuatan militer.

Intelijen AS mendeteksi pergerakan milisi pro-Iran di Irak dan Suriah yang bersiap melakukan serangan balasan ke pangkalan Amerika. Situasi ini memicu “Peringatan Perjalanan Global” oleh Departemen Luar Negeri AS. Warga negara Amerika di seluruh dunia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, karena konflik berpotensi memicu demonstrasi anti-AS dan gangguan transportasi di kawasan Timur Tengah.

Kritik Internal dan Sengketa Hukum

Namun, langkah Trump tidak lepas dari kritik di dalam negeri. Pemimpin Minoritas DPR dari Partai Demokrat, Hakeem Jeffries, mengkritik pemerintah karena melakukan serangan tanpa persetujuan Kongres. Dia menuntut laporan lengkap dan segera terkait operasi militer tersebut.

Menanggapi hal ini, Senator Lantz menegaskan bahwa konstitusi AS memberi Presiden wewenang untuk bertindak cepat demi keamanan negara, asalkan pemberitahuan pada pimpinan Kongres dilakukan dalam waktu 48 jam—dan kali ini, menurutnya, sudah sesuai prosedur.

Sidang Dewan Keamanan PBB: Barat Vs Timur

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada 22 Juni, Tiongkok dan Rusia kembali mendukung Iran dan mengutuk keras serangan Amerika. Israel, sebaliknya, justru mengecam dunia internasional yang dianggap gagal mencegah Iran mengembangkan program nuklirnya. Inggris dan Prancis secara tegas menyatakan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Inggris bahkan menyiagakan basis militernya di Timur Tengah pada level tertinggi dan memperingatkan bahwa setiap serangan Iran ke personel Amerika akan dianggap sebagai serangan ke negara anggota NATO.

Di televisi Iran, pembawa acara perempuan secara terbuka menyerukan pada Tiongkok dan Rusia untuk segera bertindak, memperingatkan bahwa jika kedua negara tersebut masih ragu, maka bukan hanya Iran, tapi Tiongkok dan Rusia pun akan terancam kehancuran.

Eskalasi Militer di Lapangan dan Reaksi Israel

Beredar video di media sosial yang menampilkan Iran mengerahkan peluru kendali balistik dengan pengawalan militer superketat. Sementara itu, warga Kota Qom—dekat fasilitas nuklir Fordow—mengunggah video diduga pasukan khusus Israel beraksi di kota tersebut sebelum serangan udara AS. Bahkan, kabar menyebutkan pasukan khusus Israel sempat berhadapan langsung dengan Garda Revolusi Iran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim telah memperoleh intelijen penting soal lokasi penyimpanan uranium Iran yang sudah diperkaya hingga 60%. Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer Israel tidak akan berhenti sebelum misi menghancurkan kemampuan nuklir dan rudal balistik Iran benar-benar selesai.

Operasi “Midnight Hammer”: Rinciannya

Pada malam 21 Juni 2025, Presiden Trump mengumumkan Amerika Serikat telah membombardir tiga fasilitas nuklir Iran—Natanz, Isfahan, dan Fordow. Fordow sendiri adalah situs bawah tanah di pegunungan, yang kali ini dihantam dengan enam bom penghancur bunker dan lebih dari 20 rudal Tomahawk ke dua lokasi lain. Menteri Pertahanan AS, Hegseth, menyebut operasi ini sebagai “Midnight Hammer”—hasil persiapan dan pemetaan selama berbulan-bulan, dengan tingkat presisi dan keamanan tertinggi. B-2 mampu melakukan serangan kilat tanpa terdeteksi radar Iran.

Dampak Politik Domestik Amerika: Republik Bersatu, Demokrat Mengkritik

Sebelum serangan, Partai Republik terbelah antara faksi “hawk” pendukung Israel dan faksi “America First”. Namun, pasca-serangan, mayoritas kubu Republik justru memperlihatkan persatuan kuat. Presiden Trump dalam media sosialnya mengimbau agar RUU strategis segera disahkan, dan memuji persatuan partainya yang menurutnya “belum pernah terjadi sebelumnya.”

Di balik layar, anggota DPR Gates menghubungi Steve Bannon untuk berterima kasih atas peran strategis tim media sayap kanan dalam membangun narasi kemenangan bagi Partai Republik.

Investigasi IAEA: Kerusakan dan Risiko Nuklir

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan belum ada peningkatan radiasi pascaserangan. Namun, fasilitas pengayaan uranium Natanz, Isfahan, serta fasilitas produksi sentrifugal di Karaj dan Teheran mengalami kerusakan. Israel sendiri telah melancarkan serangan ke fasilitas Natanz, Isfahan, Qondab, dan lokasi di Teheran. Reaktor air berat Qondab dihancurkan, namun karena belum beroperasi, tidak menimbulkan dampak radiasi.

Peneliti Royal United Services Institute London, Darya Dolchikova, mengingatkan, risiko kimia dari uranium hexafluoride (UF6) lebih utama ketimbang radiasi. Sementara Simon Bennett dari Universitas Leicester menegaskan, fasilitas bawah tanah membuat risiko lingkungan tetap rendah.

Yang menjadi perhatian utama adalah kemungkinan serangan ke reaktor nuklir Bushehr di pesisir Teluk Persia, yang jika terkena, bisa mencemari sumber air minum kawasan. Dewan Kerja Sama Teluk kini siaga penuh, memantau potensi polusi dan menyiapkan rencana darurat.

Dampak Ekonomi: Blokade Selat Hormuz dan Krisis Air

Potensi blokade Selat Hormuz oleh Iran dapat mengganggu pasokan minyak dunia dan rantai pasokan global. Negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan sebagian Arab Saudi sangat bergantung pada air desalinasi dari Teluk Persia. Setiap pencemaran air di Teluk bisa memicu krisis air minum, mengancam puluhan juta penduduk di kawasan.

Penutup: Titik Balik Sejarah Timur Tengah?

Serangan militer AS ke Iran bukan sekadar aksi balasan. Ini adalah titik balik dalam geopolitik Timur Tengah—menandai babak baru persaingan antara Barat, Iran, serta sekutu Timur seperti Tiiongkok dan Rusia. Dunia menanti: apakah krisis ini akan menjadi pemicu perang besar atau justru membuka pintu negosiasi yang lebih realistis di masa depan?

Pengebom Bunuh Diri Meledakkan Rompi Peledak yang Menewaskan 22 Orang dan Melukai 63 Lainnya dalam Serangan di Gereja di Suriah Selama Misa

EtIndonesia. Seorang pengebom bunuh diri di Suriah melepaskan tembakan lalu meledakkan rompi peledak di dalam gereja Ortodoks Yunani yang dipenuhi orang-orang yang sedang berdoa pada hari Minggu (22/6), menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai 63 lainnya, media pemerintah melaporkan.

Serangan itu terjadi di Dweil’a di pinggiran Damaskus di dalam Gereja Mar Elias, menurut media pemerintah SANA, mengutip Kementerian Kesehatan untuk jumlah korban tewas dan terluka. Pemantau perang yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan sedikitnya 19 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, tetapi tidak memberikan angka pastinya. Beberapa media lokal melaporkan bahwa anak-anak termasuk di antara korban.

Serangan terhadap gereja itu adalah yang pertama dari jenisnya di Suriah selama bertahun-tahun, dan terjadi ketika Damaskus di bawah pemerintahan Islamis de facto sedang mencoba untuk mendapatkan dukungan dari kaum minoritas. Saat Presiden Ahmad al-Sharaa berjuang untuk menegakkan kekuasaan di seluruh negeri, muncul kekhawatiran tentang keberadaan sel-sel tersembunyi dari kelompok-kelompok ekstremis di negara yang dilanda perang itu.

Tidak ada kelompok yang langsung mengaku bertanggung jawab pada hari Minggu. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah Noureddine Al-Baba mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa penyelidikan awal mereka mengarah pada kelompok ekstremis ISIS. Kementerian itu mengatakan seorang pria bersenjata memasuki gereja, menembaki orang-orang di sana sebelum meledakkan dirinya dengan rompi peledak, menggemakan beberapa kesaksian saksi.

“Keamanan tempat ibadah adalah garis merah,” katanya, seraya menambahkan bahwa ISIS dan anggota yang tersisa dari pemerintahan Assad yang digulingkan berusaha untuk mengacaukan Suriah.

Menteri Informasi Suriah Hamza Mostafa mengutuk serangan itu, menyebutnya sebagai serangan teroris.

“Tindakan pengecut ini bertentangan dengan nilai-nilai kewarganegaraan yang menyatukan kita,” katanya di X. “Kami tidak akan mundur dari komitmen kami untuk kewarganegaraan yang setara … dan kami juga menegaskan janji negara untuk mengerahkan semua upayanya untuk memerangi organisasi kriminal dan melindungi masyarakat dari semua serangan yang mengancam keselamatannya.”

Saksi mata mengatakan pria bersenjata dengan wajah tertutup itu masuk dan menembaki orang-orang. Ketika kerumunan orang menyerangnya untuk mengeluarkannya dari gereja, dia meledakkan bahan peledaknya di pintu masuk.

Menteri Sosial dan Tenaga Kerja Suriah Hind Kabawat, menteri Kristen dan perempuan di negara itu, bertemu dengan pendeta di gereja pada malam hari untuk menyampaikan belasungkawa.

“Orang-orang berdoa dengan aman di bawah pengawasan Tuhan,” kata Pastor Fadi Ghattas, yang mengatakan dia melihat sedikitnya 20 orang tewas dengan mata kepalanya sendiri. “Ada 350 orang yang berdoa di gereja.”

Namun, Meletius Shahati, seorang pendeta gereja, mengatakan ada pria bersenjata kedua yang menembaki pintu gereja sebelum orang itu meledakkan dirinya sendiri.

Issam Nasr yang sedang berdoa di gereja tersebut mengatakan dia melihat orang-orang “terbakar berkeping-keping.”

“Kami tidak pernah memegang pisau seumur hidup kami. Yang kami bawa hanyalah doa-doa kami,” katanya.

Pasukan keamanan dan petugas tanggap darurat bergegas ke gereja. Para korban yang panik meratap, sementara seorang wanita berlutut dan menangis. Sebuah foto yang disebarkan oleh media pemerintah Suriah SANA menunjukkan bangku-bangku gereja dipenuhi puing-puing dan darah. (yn)

Untuk Menghalangi Partai Komunis Tiongkok, AS dan Taiwan Bersama-sama Membangun “Sekelompok Jutaan Drone”

Perusahaan teknologi pertahanan Amerika Auterion menandatangani perjanjian pengembangan drone dan kapal nirawak dengan Institut Penelitian Ilmiah Nasional Chung-Shan (NCSIST) milik Taiwan. Perjanjian ini akan memanfaatkan perangkat lunak drone yang telah teruji dalam pertempuran di Ukraina untuk memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan dan menangkal ancaman dari Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Sementara itu, Komite Alokasi DPR AS telah meloloskan RUU anggaran pertahanan untuk tahun fiskal 2026, yang mencakup bantuan militer senilai 500 juta dolar AS untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan.

EtIndonesia. Dalam situasi internasional yang menaruh perhatian besar pada keamanan Selat Taiwan, Taiwan dan perusahaan teknologi pertahanan AS Auterion menandatangani perjanjian kerja sama pada 17 Juni. Taiwan akan mengadopsi perangkat lunak militer drone dan kapal tanpa awak (USV) yang telah teruji di medan perang Ukraina, untuk menggertak ekspansi militer Tiongkok di Selat Taiwan.

Perangkat lunak Auterion sebelumnya digunakan dalam pertempuran Ukraina melawan militer Rusia. Perjanjian ini akan memperkuat kemampuan Taiwan dengan mempersenjatai jutaan unit drone militer dan USV.

Pada hari yang sama, pameran drone maritim digelar di Pelabuhan Suao, Yilan, Taiwan, di mana berbagai perusahaan Taiwan memamerkan kapal tanpa awak terbaru mereka, menunjukkan peran penting teknologi ini dalam strategi pertahanan yang baru.

Salah satu sorotan utama adalah kapal nirawak buatan Thunder Tiger Technology, yang sepenuhnya dikembangkan oleh Taiwan. Kapal ini dapat membawa 1.200 kg bahan peledak dan memiliki jangkauan sejauh 500 kilometer.

“Pertama-tama, ini sangat cocok untuk misi serangan bunuh diri. Tapi juga bisa digunakan untuk pengintaian. Tergantung tujuan misinya, penggunaannya pun bisa berbeda-beda,” ujar Su Sheng-chieh, General Manager Thunder Tiger Technology. 

Sorotan lainnya adalah kapal tanpa awak “Black Tide” buatan Lungteh Shipbuilding, yang didesain dengan profil rendah untuk mendukung kecepatan tinggi dan kemampuan siluman (stealth).

“Secara umum, USV seperti ini digunakan untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Tapi juga cocok untuk misi satu arah seperti serangan bunuh diri,”  ujar Tsai Min-hong, Wakil GM Lungteh. 

Militer Taiwan tengah mengevaluasi integrasi operasional kapal tanpa awak ini. Sebagai alat deterrent yang murah, fleksibel, dan sulit diprediksi, teknologi ini akan sangat meningkatkan kemampuan perang asimetris Taiwan dan menjadi kunci dalam menahan ancaman kekuatan militer PKT.

Kerja sama militer AS–Taiwan terus berkembang. Militer AS merilis foto dari latihan gabungan udara “Red Flag Alaska 25-2” yang berlangsung dari 12 hingga 27 Juni di Alaska. Dalam latihan itu, pejabat tinggi militer Taiwan hadir sebagai pengamat—sebuah peristiwa yang jarang terjadi dan menandai pendalaman hubungan militer AS–Taiwan.

Foto resmi menunjukkan bahwa Mayor Jenderal Wu Chia-hsing, Komandan Divisi Pelatihan Angkatan Udara Taiwan, hadir sebagai perwakilan Taiwan. Meski Taiwan tidak secara resmi mengirim pasukan untuk berpartisipasi langsung, kehadiran itu mengindikasikan hubungan yang semakin dekat. Latihan ini melibatkan 1.500 personel dan 70 pesawat dari AS, Jepang, dan Korea Selatan dalam berbagai pelatihan, termasuk penerbangan, pemeliharaan, dan simulasi pertempuran.

Baru-baru ini, Komite Alokasi DPR AS menyetujui RUU Anggaran Pertahanan FY2026 untuk menjaga keunggulan militer AS di tengah ancaman dari negara-negara ambisius. Ketua komite, Tom Cole, menegaskan bahwa PKT menjadi ancaman utama, diikuti oleh Rusia, Iran, dan Korea Utara.

“Rezim ambisius dan jahat seperti PKT, Rusia, Iran, dan Korea Utara tidak akan berhenti. Tujuan mereka jelas: menyalip dan mengalahkan Amerika dalam aspek militer, ekonomi, dan strategis. RUU ini dirancang untuk menghadapi tantangan tersebut,” ujar Tom Cole. 

RUU tersebut mencakup 500 juta dolar AS untuk Inisiatif Kerja Sama Keamanan Taiwan (Taiwan Security Cooperation Initiative), yang mencakup bantuan pendidikan dan pelatihan militer, serta pengadaan perlengkapan dan layanan pertahanan baru untuk memperkuat kesiapan tempur Taiwan.

Laksamana Jim Kilby, Penjabat Kepala Operasi Angkatan Laut AS, dalam sidang kongres menyebut lima fokus utama bantuan pertahanan untuk Taiwan, yaitu:

  1. Kemampuan serangan jarak jauh,
  2. Mengganggu sistem komando dan kontrol C5ISRT milik Tiongkok,
  3. Sistem pertahanan akhir kapal perang AS,
  4. Kemampuan logistik tahan gangguan, dan
  5. Kemampuan blokade maritim non-tradisional.

Kilby menekankan: “Kami harus membuat Taiwan sangat sulit untuk ditaklukkan. Karena itu kami sedang berinvestasi dan menguji kelima sektor ini.”

Ia juga mengatakan dirinya lebih memilih penempatan drone di Taiwan sebagai bagian dari peningkatan strategi pertahanan asimetris guna menghadapi ekspansi PKT.

Sementara itu, pada 16 Juni, dalam pertemuan puncak G7 di Kanada, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa rezim PKT tidak bersedia tunduk pada sistem internasional berbasis aturan.

Von der Leyen menegaskan bahwa sistem perdagangan global saat ini gagal menjalankan fungsinya, dan kekurangan mekanisme pembatas ekonomi yang efektif.

“Dalam hal ini, Presiden Trump benar—masalah serius memang ada.”

Di KTT G7 kali ini, para pemimpin negara menyoroti strategi “de-risking” untuk mendiversifikasi rantai pasok mineral kritis dan mengurangi ketergantungan pada ekspor dari Tiongkok. (Hui/asr)

Laporan disusun oleh Huang Yanhua dan Wu Huizhen – NTD Weekly News