2 Orang WNA Tiongkok Tewas Dalam Insiden Pembajakan Terhadap Konvoi Kendaraan Pengangkut Emas Tiongkok di Kongo
oleh Luo Tingting
Pada 1 September waktu Kongo, kendaraan konvoi yang membawa hasil tambang berupa emas dari perusahaan Tiongkok menghadapi perampokan bersenjata di Republik Demokratik Kongo. Insiden menyebabkan 4 orang tewas, termasuk 2 orang warga negara Tiongkok.
Serangan itu terjadi di kota Fizi di provinsi Kivu Selatan, bagian timur Kongo. Kepala eksekutif kota Fizi Sammy Badibanga Kalonji mengatakan pada Sabtu (2 September), bahwa sebuah konvoi yang terdiri dari 4 kendaraan yang mengangkut emas dari perusahaan pertambangan TSM Mining telah mendapat serangan dari angkatan bersenjata di dekat Sungai Kimbo. Penyerang berhasil membawa hasil jarahan sejumlah emas ke dalam hutan”.
Sammy Badibanga Kalonji mengatakan bahwa 2 orang warga negara Tiongkok, seorang tentara Kongo dan seorang sopir tewas dalam perampokan bersenjata tersebut, dan tiga lainnya terluka parah dalam serangan itu, termasuk seorang penambang Tiongkok, seorang tentara Kongo dan seorang pekerja. Ketiga orang tersebut sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Dia mengatakan bahwa para penyerang adalah penduduk setempat dari wilayah tetangga bernama Maniema.
Associated Press melaporkan bahwa lebih dari 120 kelompok bersenjata bersaing memperebutkan tanah dan sumber daya di Kongo bagian timur, dan serangan terhadap para penambang dan koperasi pertambangan sering terjadi. Pada tahun 2022, seorang karyawan Kongo di perusahaan pertambangan Tiongkok lainnya di Kivu Selatan terbunuh dalam perampokan bersenjata.
Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis Tiongkok telah meningkatkan investasi di Afrika, khususnya pertambangan, namun para penambang Tiongkok sering menghadapi ancaman dan serangan di daerah pertambangan akibat rendahnya tingkat keamanan.
Pada 19 Maret 2023, di sebuah tambang emas di daerah pegunungan terpencil di Republik Afrika Tengah, sekelompok pria bersenjata menyerbu dan membunuh 9 orang WNA Tiongkok yang bekerja di tambang emas tersebut.
Namun, selain memperingatkan warga Tiongkok untuk tidak meninggalkan Bangui, ibu kota Republik Afrika Tengah, pemerintah komunis Tiongkok belum menemukan metode perlindungan yang lebih baik daripada himbauan. (sin)
India Berhasil Meluncurkan Pesawat Antariksa Pertama yang Membawa Misi Mengamati Matahari
oleh Liu Haiying dan Mingyu
Setelah India berhasi mendaratkan wahana penjelajah kutub selatan bulan pada Agustus tahun ini, Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) pada 2 September kembali meluncurkan pesawat antariksa pertamanya yang membawa misi mengamati matahari.
Pesawat antariksa yang mengamati matahari telah berhasil diluncurkan.
Pesawat luar angkasa peneliti surya yang diberi nama menurut kata “matahari” dalam bahasa Hindi, akan ditempatkan pada titik Lagrange pertama (Lagrange point 1, L1) pada orbit Halo, yakni jarak antara bumi dengan matahari, sekitar 1,5 juta kilometer jauhnya dari bumi.
“Kami memiliki tujuh muatan. Tujuh muatan itu akan mempelajari matahari dalam cahaya tampak, ultraviolet dan sinar-X dari semua posisi spektral yang dimungkinkan. Artinya kita akan mendapatkan gambaran yang lengkap. Jika dalam istilah awam, itu adalah seperti kita akan mendapatkan gambar hitam-putih, gambar berwarna dan gambar definisi tinggi, gambar matahari 4K, sehingga kita tidak ketinggalan apa yang terjadi dengan matahari,” ujar Manish Purohit, mantan Ilmuwan ISRO.
Tujuan utama misi ini antara lain mengamati fotosfer matahari, kromosfer, dan korona, serta mempelajari partikel di titik Lagrange, pemanasan koronal, percepatan angin matahari, dampak dari banyak fenomena yang terjadi di bumi, seperti letusan massa koronal dan iklim antariksa dekat Bumi.
Pesawat antariksa peneliti matahari ini diperkirakan akan mencapai titik Lagrangian dalam waktu 4 bulan. (sin)
7 Cendekiawan Terkenal Meninggal Dunia dalam Seminggu Saat Tiongkok Kembali Mengalami Lonjakan COVID
Shawn Jiang dan Olivia Li
Dalam seminggu terakhir, setidaknya tujuh profesor ternama di universitas-universitas di Tiongkok meninggal dunia karena sakit, termasuk seorang akademisi. Tiga di antaranya berusia di bawah 60 tahun.
Tiongkok mengalami lonjakan baru COVID-19 karena varian baru, EG.5, dengan cepat menjadi varian yang dominan selama musim panas. Jumlah kematian selebriti pada Juli dan Agustus jelas telah melampaui bulan-bulan sebelumnya, mengingatkan kita pada situasi di Januari tahun ini.
Cendekiawan dan Peneliti Ternama
Hu Ying, anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT), akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, dan profesor teknik kimia di Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok Timur, meninggal dunia karena sakit di Shanghai pada 27 Agustus pada usia 89 tahun.
Eulogi Hu memujinya sebagai master teknik kimia dan kimia fisik di generasinya, karena ia memelopori kerangka kerja baru kimia fisik. Dia telah terlibat dalam penelitian termodinamika molekuler dalam waktu yang lama dan mengusulkan metode penelitian termodinamika molekuler modern yang menggabungkan derivasi teoritis dalam mekanika statistik, simulasi molekuler terkomputerisasi, dan penentuan eksperimental, memimpin penelitian Tiongkok tentang termodinamika fluida molekuler selama lebih dari 30 tahun.
BACA JUGA : COVID-19 Kembali Bangkit di Tiongkok, Pendiri Falun Gong : Virus Menargetkan PKT
Xu Mengxu, seorang profesor di Sekolah Elektronik Universitas Peking, meninggal dunia di Beijing pada 26 Agustus pada usia 92 tahun. Xu, seorang ahli dalam pengkodean gambar, telah lama terlibat dalam pekerjaan penelitian tentang pemrosesan sinyal grafis dan aplikasi, termasuk pengembangan HDTV digital.
Guo Ping, seorang profesor di Sekolah Sumber Daya Air dan Teknik Sipil China Agricultural University , meninggal dunia pada 23 Agustus di Chongqing karena sakit.
Ia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-60 saat meninggal dunia.
Ia menerima gelar B.S., M.S., dan Ph.D. masing-masing dari Institut Teknologi Harbin pada tahun 1982, Northeastern University pada tahun 1988, dan University of Regina pada tahun 2009, dan telah menjadi profesor di China Agricultural University sejak Desember 2009.
Guo adalah seorang ahli dalam bidang teknik air pertanian dan telah lama terlibat dalam pengajaran dan penelitian ilmiah di bidang hidrologi dan sumber daya air. Ia memimpin dua program penelitian dan pengembangan utama nasional, empat proyek Yayasan Ilmu Pengetahuan Alam Nasional Tiongkok, dan delapan proyek penelitian ilmiah utama tingkat provinsi dan kementerian. Ia memenangkan lima penghargaan tingkat provinsi dan kementerian, menerbitkan dua monograf, dan mendapatkan lebih dari 10 hak kekayaan intelektual.
Gui Sheng, anggota PKT, profesor, dan pembimbing doktoral di Sekolah Sosiologi Universitas Wuhan, meninggal karena sakit pada 21 Agustus. Dia baru berusia 62 tahun pada saat kematiannya.
Posisi Gui selama hidupnya juga termasuk: kepala ahli buku teks dari Kursus Penelitian dan Konstruksi Teori Marxis Kementerian Pendidikan, sebuah proyek utama untuk kementerian; dan wakil presiden Komite Profesional Sejarah Pemikiran Sosial Tiongkok.
Zhou Zhisheng, anggota PKT, sejarawan etnis Tiongkok, dan profesor di Yunnan Normal University, meninggal dunia karena sakit di Kunming pada 20 Agustus pada usia 50 tahun.
Zhou adalah seorang pemimpin dalam bidang filsafat dan ilmu sosial di bawah Program Dukungan Khusus Nasional PKT untuk Bakat Tingkat Tinggi. Dia juga merupakan kepala ahli dalam proyek-proyek besar Dana Ilmu Sosial Nasional dan memenangkan penghargaan untuk kategori Ahli Muda dan Paruh Baya dengan Kontribusi Nasional yang Luar Biasa. Ia menikmati tunjangan khusus dari pemerintah dari Dewan Negara. Eulogi resmi menyebutnya sebagai “anggota PKT yang luar biasa.”
Shuai Jian, seorang anggota PKT dan profesor di Universitas Perminyakan Tiongkok, meninggal karena sakit di Beijing pada 20 Agustus pada usia 60 tahun.
Menurut obituarinya, Shuai telah terlibat dalam pengajaran dan penelitian ilmiah di bidang keselamatan minyak dan gas untuk waktu yang lama dan merupakan salah satu pionir di Tiongkok dalam teori dasar dan teknologi manajemen integritas pipa minyak dan gas. Ia telah memimpin lebih dari 70 proyek penelitian ilmiah dan teknologi tingkat tinggi dari Program Penelitian dan Pengembangan Kunci Nasional, Yayasan Ilmu Pengetahuan Alam Tiongkok, dan tiga perusahaan minyak utama Tiongkok. Ia telah mencapai serangkaian temuan penelitian inovatif dan aplikasi teknik yang luar biasa dalam teori dan praktik.
Sahabat Asing Beijing, Anggota Partai Komunis Inggris
Beijing Foreign Studies University (BFSU) mengumumkan bahwa Isabel Crook, seorang komunis internasional, penerima Medali Persahabatan PKT, dan profesor emeritus seumur hidup BFSU, meninggal dunia pada 20 Agustus di Beijing pada usia 108 tahun.
Crook, seorang warga negara Kanada, lahir di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok, pada tanggal 15 Desember 1915. Ia bertemu dengan calon suaminya, David Crook, seorang warga negara Inggris, di Chongqing, Provinsi Sichuan. Keduanya melakukan perjalanan ke Inggris dan menikah. Terinspirasi oleh Crook, ia bergabung dengan Partai Komunis Britania Raya pada tahun 1943.
Pasangan ini kembali ke Tiongkok sebagai pengamat internasional pada tahun 1947. Kemudian pada tahun 1948, atas undangan PKT, ia menjadi guru di Sekolah Pusat Urusan Luar Negeri, pendahulu BFSU.
Setelah PKT merebut kekuasaan di Tiongkok, Crook mengajar di BFSU selama lebih dari tujuh puluh tahun, dan berpartisipasi dalam menciptakan rangkaian kursus bahasa Inggris kampus yang pertama di Tiongkok.
Pada tahun 2007, BFSU menganugerahi Crook gelar “Honorary Lifetime Professor” dan pada tahun 2016 dan 2018, PKT menghormatinya sebagai salah satu dari “10 Guru Asing Paling Berjasa” dan “Pakar Asing Paling Berpengaruh dalam Peringatan 40 Tahun Reformasi dan Keterbukaan Tiongkok.” Pada September 2019, Ms. Crook dianugerahi Medali Persahabatan, medali tertinggi dalam hubungan luar negeri nasional PKT, yang dianugerahkan oleh pemimpin Tiongkok, Xi Jinping.
Perlu disebutkan bahwa Mr. Crook tinggal di Tiongkok selama lima puluh tahun hingga kematiannya dan dipenjara selama lima tahun selama Revolusi Kebudayaan, tetapi ironisnya, keyakinan politiknya sebagian besar tidak berubah.
Target Pandemi
Dalam dua bulan terakhir, berbagai sumber resmi di Tiongkok melaporkan banyak kematian para ahli, pejabat senior PKT, eksekutif perusahaan, perwira polisi muda dan paruh baya, yang banyak di antaranya dipuji sebagai “anggota partai yang luar biasa.” Namun, PKT telah menutupi epidemi COVID dan penyebab kematian mereka.
Pendiri Falun Dafa, Master Li Hongzhi, baru-baru ini menunjukkan lagi bahwa pandemi COVID-19 terutama menargetkan PKT dan mereka yang secara membabi buta mengikuti PKT, membela PKT dan bekerja untuk PKT, dan sejauh ini banyak orang yang telah meninggal dunia termasuk banyak anak muda.
Pada Januari tahun ini, Master Li mengatakan bahwa lebih dari 400 juta orang di Tiongkok telah meninggal akibat wabah dan PKT telah menutupi situasi yang sebenarnya selama ini.
Pada Maret 2020, Master Li menulis sebuah artikel berjudul “Rasional” di mana secara khusus menunjukkan bahwa pandemi memiliki target yang jelas.
“Sesungguhnya wabah itu sendiri justru datang ditujukan pada hati – moralitas manusia yang telah rusak – karma yang telah membesar.”
“Wabah “virus PKT” (pneumonia Wuhan) kedatangannya adalah dengan maksud – dengan tujuan. Ia adalah datang untuk menyingkirkan partikel partai jahat – orang yang berjalan bersama partai jahat PKT.”
Dalam artikelnya, Mr Li menyarankan: “Mengapa harus melindungi anda? Manusia seharusnya dengan tulus bertobat kepada Dewa, “diri saya ada kesalahan di mana, mohon diberikan kesempatan untuk berubah”, ini barulah caranya.”
Kebakaran Hutan Terjadi di Gunung Sumbing, Gunung Andong dan Gunung Ciremai, 69 Pendaki Gunung Sumbing Berhasil Dievakuasi
ETIndonesia- Tiga gunung di wilayah Indonesia dilanda kebakaran hutan dan lahan. Letaknya berbeda-beda mulai di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa barat. Gunung-gunung ini adalah Gunung Sumbing, Gunung Andong dan Gunung Ciremai.
Sebanyak 69 pendaki Gunung Sumbing dievakuasi oleh tim gabungan setelah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan jalur pendakian Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Sapuran dan Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (1/9). Keseluruhan para pendaki itu tersebar di tiga _base camp_ pendakian yang meliputi BC Butuh 25 orang, BC Lamuk 7 orang dan BC Stikpala 37 orang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo bersama TNI, Polri dan tim gabungan juga melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait muasal terjadinya karhutla tersebut.
Sekretaris BPBD Kabupaten Wonosobo, Bambang Tri P bersama Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito dalam keterangannya menyatakan bahwa kebakaran tersebut memang rentan terjadi karena faktor cuaca. Oleh sebab itu, Bambang menghimbau kepada seluruh masyarakat maupun tim petugas _base camp_ agar lebih waspada dan segera melapor apabila menemukan titik api.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan para _base camp_ untuk waspada dan hati-hati mengingat cuaca seperti yang sekarang ini, kemarau panjang sangat rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Bambang, Jumat (1/9) dalam siaran pers Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Senada dengan Bambang, Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito juga mengimbau kepada masyarakat khususnya bagi para pendaki gunung agar apabila telah menggunakan api untuk kebutuhan pendakian dapat memadamkan dan memastikan bahwa api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Eko menambahkan bahwa Polres Wonosobo akan berkolaborasi dengan Brimob Polda Jateng, BPBD Kabupaten Wonosobo dan relawan PB Wonosobo untuk menyisir lokasi khususnya jalur pendakian dengan fokus utama mengevakuasi para pendaki.
“Kami mengimbau kepada para warga sekitar hutan agar melakukan upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya kebakaran, contoh para pendaki setelah menggunakan api harus dimatikan dan benar-benar mati,” kata Eko.
Di samping itu, pemadaman sekaligus kaji cepat juga diupayakan guna mencegah agar api tidak meluas. Adapun upaya pemadaman karhutla tersebut cukup menantang, sebab titik api diperkirakan berada pada ketinggian antara 2.500 hingga 2.900 mdpl dan diduga dari arah jalur pendakian via Banyumudal. Selain itu lokasi titik api masih belum diketahui secara pasti karena terhalang kabut yang mulai turun.
Berdasarkan laporan visual dari lokasi permukiman warga, api terlihat menyala dan mengeluarkan kepulan asap putih tertiup angin. Namun dipastikan bahwa jaraknya jauh dari perkampungan penduduk, sehingga kecil kemungkinan dapat menyambar hingga rumah-rumah warga.
Adapun perkembangan yang diperbarui per Sabtu (2/9) pukul 07.00 WIB, terpantau ada 30 titik api yang berada di lereng Gunung Sumbing. Upaya pemadaman akan terus dilanjutkan menggunakan cara manual, mengingat medan yang tidak mungkin dilalui kendaraan taktis pemadam kebakaran.
Di sisi lain, demi alasan keselamatan, keamanan dan kebutuhan pemadaman, pihak Perhutani secara resmi menutup sementara jalur pendakian di seluruh kawasan Gunung Sumbing. Penutupan itu dilakukan mulai tanggal 1 September 2023 hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
“Menutup sementara semua jalur pendakian di Gunung Sumbing, terhitung mulai hari ini, Jumat (1/9) sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Administratur/Kepala Kesatuan Pemangku Hutan (KKPH) Kedu Utara, Samanhuri dalam keterangan tertulis.
Karhutla di Gunung Lainnya
Peristiwa karhutla di kawasan gunung bukan kali pertama terjadi pada musim kemarau tahun ini. Sebelumnya hal serupa juga terjadi di Gunung Andong, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan Taman Nasional Gunung Ciremai, yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Karhutla yang melumat vegetasi berupa semak belukar, padang rumput hingga pepohonan cemara di Gunung Andong terjadi sejak Sabtu (26/8) hingga hari ini, Jumat (1/9). Titik api yang sebelumnya sempat padam dilaporkan kembali menyala dan berkobar di sejumlah titik. Api yang awalnya hanya berkutat di wilayah Desa Toyomerto, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kini meluas hingga wilayah Kabupaten Pasuruan.
Laporan terkini dari lapangan bahwa sebaran api kini pun telah mencapai Area Petung Ombo, Area Parang dan wilayah Brakseng, Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Faktor angin dan kondisi vegetasi yang kering menjadi pemicu meluasnya karhutla di lereng gunung yang memiliki ketinggian 3.339 mdpl itu. Di samping itu, upaya pemadaman juga terkendala karena medan yang curam dan berada di lereng yang sulit dijangkau.
Sebagai solusi pemadaman karhurla di Gunung Arjuno, BNPB telah menerjunkan helikopter untuk pemadaman udara atau _water bombing_ sejak Jumat (31/8). Pengiriman itu juga dilakukan atas koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur bersama lintas instansi di daerah.
Di samping itu, satgas pemadaman darat karhutla juga melakukan upaya lain seperti pembuatan sekat ilaran dan pembabatan semak belukar agar api tidak menyebar.
Karhutla di Gunung Ciremai
Lahan seluas 164 hektar di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan Jawa Barat, dilumat habis oleh ‘Si Jago Merah’ pada Jumat (25/8). Beruntung api telah berhasil dikendalikan dengan lokasi titik akhir di Blok Pajaten dan telah menghanguskan vila Jepang.
Sebelumnya, karhutla itu telah menyambar dan menghanguskan vegetasi semak belukar dan padang rumput di beberapa blok. Seperti kasus di Gunung Arjuno, cakupan wilayah kebakaran meluas disebabkan oleh faktor angin yang berubah-ubah arah ditambah medan yang sangat sulit dijangkau sehingga menjadi kendala upaya pemadaman.
Adapun menurut keterangan pihak pemerintah daerah setempat, karhutla di TNGC diduga terjadi karena ulah manusia. Sebab lokasi ditemukan titik api menyebar di beberapa titik. Pihak berwajib tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berupaya mencari para pelaku.
Sebagai langkah antisipasi ke depannya, pihak satgas karhutla rutin melakukan patroli udara menggunakan pesawat nirawak atau _drone_, sehingga apabila ditemukan titik api maka tim akan langsung menuju lokasi untuk pemadaman dan upaya lainnya yang dianggap perlu. (asr)
Wilayah DKI Jakarta Mulai Berlakukan Tilang Uji Emisi
ETIndonesia- Mulai Jumat (1/9/2023), tilang uji emisi resmi diberlakukan di wilayah DKI Jakarta. Tim Satgas Uji Emisi yang terdiri dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta lakukan razia uji emisi dan memberikan sanksi tilang kepada kendaraan yang tidak lulus uji emisi.
Pada razia hari pertama pemberlakuan tilang uji emisi ini, satgas menerjunkan petugas di lima titik wilayah Jakarta, yaitu Jl. Industri di Jakarta Pusat, Terminal Blok M di Jakarta Selatan, Taman Anggrek di Jakarta Barat, Jl. Pemuda di Jakarta Timur, dan Jl. RE Martadinata di Jakarta Utara.
Tampak petugas Kepolisian dan Dishub memberhentikan dan mengarahkan kendaraan yang belum uji emisi. Sedangkan, petugas dari DLH mengecek kendaraan dengan alat ukur uji emisi dan menentukan lulus atau tidaknya uji emisi sebuah kendaraan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pelaksanaan razia uji emisi ini akan dilakukan secara rutin di lokasi-lokasi yang berbeda.
“Kami pasti akan lakukan uji emisi secara rutin di lokasi yang berbeda,” ungkap Asep, Jumat (1/9) dalam siaran pers Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta.
Asep menambahkan, sebelum pemberlakuan uji emisi ini, Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya pun gencar melakukan sosialisasi yang mengajak pemilik kendaraan untuk uji emisi.
Sosialisasi melalui program Pekan Uji Emisi pun berakhir 31 Agustus 2023. Dengan begitu, uji emisi di Tempat Uji Emisi (TUE) selanjutnya dapat dilakukan dan dikenakan tarif (berbayar).
“Diharapkan bengkel motor dan mobil ke depannya dapat menyertakan uji emisi ke dalam paket servis kendaraan bermotor,” tambah Asep.
Sementara itu, Wakil Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Doni Hermawan menegaskan, tilang uji emisi ini memiliki mekanisme yang sama dengan tilang manual pada umumnya.
“Kalau tak lulus uji emisi dan dikenakan tilang, SIM atau STNK akan ditahan. Namun, pada tilang uji emisi ini, pengendara harus menyertakan surat keterangan lulus uji emisi dari bengkel resmi yang terdaftar ketika akan mengambil kembali dokumen (SIM/STNK) tersebut,” tegas Doni. (Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta/asr)
Transmisi Keuangan Tiongkok: Apa Dampaknya bagi Dunia
Antonio Graceffo
Merosotnya ekonomi Tiongkok akan menjadi keuntungan bagi dunia.
Perlambatan ekonomi Tiongkok berarti seluruh dunia akan menikmati harga minyak yang lebih rendah, harga barang konsumen yang lebih rendah, dan biaya bahan baku yang lebih rendah. Karena pasar saham Tiongkok terus turun dan perusahaan-perusahaan asing waspada untuk memperluas operasi di Tiongkok, foreign direct investment atau investasi asing langsung (FDI) dan investasi ekuitas dialihkan ke Amerika Serikat dan sekutunya.
Perlambatan Tiongkok juga berarti bahwa negara-negara akan mengalami penurunan dalam perdagangan mereka dengan Tiongkok. Namun, banyak input, bahan baku, dan komponen yang biasanya dibeli oleh Tiongkok adalah untuk pembuatan produk yang ditujukan untuk ekspor ke Amerika Serikat dan tempat lain. Sejauh demand di negara-negara tersebut tetap ada, rantai pasokan baru akan berkembang seiring dengan pergeseran manufaktur ke India dan negara-negara lain. Sementara itu, akan ada beberapa gejolak ekonomi, tetapi pada akhirnya, penurunan Tiongkok akan menjadi keuntungan bagi dunia.
Pada awal lockdown COVID-19 di tahun 2020, banyak perusahaan ragu-ragu untuk mengalihkan investasi mereka atau mengalihkan manufaktur ke negara lain. Mereka awalnya percaya bahwa penurunan ini hanya bersifat sementara, sehingga mereka memutuskan untuk bertahan. Namun, masalah yang terjadi pada ekonomi Tiongkok saat ini tidak bersifat sementara dan tampaknya akan semakin memburuk.
Menurut Dewan Negara – kepala otoritas pemerintahan Tiongkok – pada paruh pertama tahun 2023, PDB negara tersebut tumbuh 5,5 persen dari YoY. Namun, selama kuartal kedua, pertumbuhan PDB hanya meningkat 0,8 persen dari quarter-on-quarter, menunjukkan bahwa momentum mulai melemah. Selain itu, angka YoY tersebut dibandingkan dengan tahun 2022, ketika negara tersebut masih dalam masa lockdown. Dasar perbandingan yang sangat rendah untuk tahun 2022 mendistorsi angka tahun 2023, membuatnya terlihat lebih baik daripada yang sebenarnya.
Para pengamat Tiongkok telah lama memprediksi keruntuhan sektor real estat Tiongkok, dan tampaknya kenyataan itu sudah dekat. Evergrande Group baru-baru ini mengajukan perlindungan kebangkrutan AS. Dengan total $31,7 miliar (Rp 471 triliun), ini adalah salah satu restrukturisasi utang terbesar di dunia. Berita terbaru di sektor real estat adalah bahwa pengembang properti No. 1 di Tiongkok, Country Garden, saat ini berhutang $194 miliar dan berada di ambang kebangkrutan. Akibatnya, obligasi perusahaan yang jatuh tempo pada tahun 2026 diperdagangkan dengan harga 8 sen dolar. Selama dua tahun terakhir, 40 persen dari penjualan rumah pribadi di Tiongkok mengalami gagal bayar, dan penjualan rumah baru oleh para pengembang terbesar di Tiongkok turun 33 persen dari tahun ke tahun di bulan Juli.
Salah satu perusahaan investasi trust terbesar di Tiongkok, Zhongrong International Trust Co. dengan dana kelolaan $82 miliar, baru-baru ini gagal membayar kepada para investor. Sekitar 10 persen dari aset-aset sektor trust berada di real estat, dengan total $302 miliar, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa runtuhnya sektor real estat dapat membawa sektor trust. Ketika sektor real estat dan keuangan menyusut, begitu pula dengan lapangan kerja dan upah. Pendapatan yang lebih rendah, ketidakpastian yang meningkat, dan kehilangan pekerjaan menekan konsumsi.
Impor di Tiongkok telah mengalami tren penurunan yang stabil selama 10 bulan terakhir, dengan biaya dan harga di tingkat pabrik yang turun. Setiap bulan di tahun ini, biaya barang-barang Tiongkok di pelabuhan-pelabuhan AS mengalami penurunan. Dengan menurunnya sektor real estat dan keuangan, Tiongkok membeli lebih sedikit bahan mentah, yang berkontribusi pada penurunan harga secara global. Hal yang sama juga terjadi pada energi. Tiongkok adalah pembeli minyak dan batu bara terbesar di dunia. Kini, harga minyak sedang turun, dan harga batu bara sudah turun 60 persen sepanjang tahun ini.
Beijing telah menetapkan target pertumbuhan PDB sebesar 5% untuk tahun ini, namun para ekonom lebih pesimis mengenai prospek negara ini. Ironisnya, sementara kesengsaraan ekonomi sebagian besar disebabkan oleh utang yang menggunung dan ekspansi kredit, reaksi bank sentral adalah memangkas suku bunga. Penurunan suku bunga menurunkan standar profitabilitas dan kelayakan investasi, mendorong malinvestasi pada proyek-proyek yang tidak berkelanjutan. Suku bunga rendah yang tidak wajar dalam beberapa dekade terakhir adalah alasan mengapa Tiongkok menjadi rumah bagi kota-kota hantu dan proyek-proyek infrastruktur yang tampaknya tidak perlu. Di masa lalu, Beijing menggunakan investasi infrastruktur dan pinjaman lunak dari bank-bank pemerintah untuk keluar dari resesi. Namun mengingat situasi saat ini, kemungkinan besar, tidak ada jumlah pengeluaran yang akan mengembalikan pabrik-pabrik asing atau meningkatkan ekspor, yang merupakan satu-satunya cara untuk membayar kembali pinjaman-pinjaman tersebut dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang berarti.
Ketika para investor AS dan asing mengalihkan usaha-usaha baru mereka ke India, Vietnam, dan Indonesia, negara-negara tersebut akan mengalami ledakan yang disambut baik, yang akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Peningkatan keterlibatan ekonomi ini akan memperkuat hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan sekutunya sekaligus mengurangi ketergantungan dunia terhadap Tiongkok. Beijing akan terus membangun blok pariah dengan negara-negara seperti Korea Utara, Iran, dan Afghanistan. Sementara itu, ASEAN, Uni Eropa, Oseania, dan Asia Selatan akan melanjutkan porosnya ke arah Amerika.
Antonio Graceffo, Ph.D., adalah seorang analis ekonomi Tiongkok yang telah menghabiskan lebih dari 20 tahun di Asia. Graceffo adalah lulusan dari Shanghai University of Sport, memegang gelar Tiongkok-MBA dari Shanghai Jiaotong University, dan saat ini sedang mempelajari pertahanan nasional di American Military University. Ia adalah penulis “Beyond the Belt and Road: China’s Global Economic Expansion” (2019).