Assad Tumbang Seketika: Tiongkok dan Rusia Tertinggal Puing dan Utang!

EtIndonesia. Jatuhnya rezim Presiden Bashar al-Assad terjadi dengan begitu cepat dan mengejutkan dunia internasional. Tidak hanya Assad dan para kroninya yang terpukul, tetapi juga negara-negara pendukungnya seperti Rusia dan Tiongkok  dibuat terperangah. Hal ini menimbulkan efek domino yang luar biasa, termasuk hilangnya investasi besar yang telah mereka kucurkan untuk menopang kepemimpinan Assad.

Bagi Moskow, yang selama ini mengangkat pamor Assad ke tampuk kekuasaan, runtuhnya rezim tersebut merupakan pukulan telak. Demikian pula bagi Tiongkok, yang baru saja menggelontorkan dana besar di Suriah, kini semuanya terbuang sia-sia. Kejatuhan Assad bukan sekadar kehancuran sebuah rezim, tetapi juga lenyapnya miliaran dolar AS dana investasi yang belum sempat menghasilkan keuntungan sepadan. Dana yang sejatinya berasal dari keringat rakyat Tiongkok itu menguap tak berbekas akibat kemelut politik Suriah yang membara.

Media Internasional Panik, Kesalahan Penyiaran Memalukan

Dalam dinamika yang serba cepat ini, para jurnalis di lapangan pun dibuat tersentak. Seorang reporter internasional mengaku pernah memohon kepada pasukan pemberontak agar tidak bergerak terlalu cepat, semata demi memberi waktu untuk menyusun laporan yang lebih akurat. Namun, perang tidak menunggu jurnalis. Saat siaran langsung membahas pasukan pemberontak yang “menuju Damaskus”, ibu kota itu ternyata sudah jatuh. Situasi tersebut menciptakan momen canggung yang memaksa para pewarta mengejar laju kenyataan yang berlari jauh di depan mereka.

Tak hanya media Barat yang kewalahan, saluran berita internasional CCTV (Channel 4) berbahasa Mandarin juga terkena imbas. Dalam kepanikan menyajikan “Breaking News,” sebuah kesalahan ketik fatal mengubah kata “breaking” menjadi bentuk aneh yang bukan bahasa Inggris, menandai momen memalukan di tengah kacaunya situasi. Kekentalan budaya “partai” di ruang redaksi CCTV seakan naik satu tingkat, memperlihatkan betapa gonjang-ganjing Suriah turut mengguncang legitimasi narasi resmi Tiongkok.

Tiongkok dan Ramalan Para Pakar yang Meleset

Jatuhnya Damaskus memunculkan pemandangan memalukan bagi pendukung Assad di Tiongkok, termasuk pakar-pakar pro-rezim yang selama ini tampil meyakinkan di layar kaca. Pada 23 September tahun lalu, media sempat memberitakan kunjungan Assad ke Tiongkok saat Presiden Xi Jinping meresmikan kemitraan strategis dengan Suriah. Ironisnya, “mitra strategis” yang dibanggakan itu justru berakhir tragis. Beragam prediksi dari pakar kenamaan seperti Prof. Jin Canrong – yang mengatakan pasukan pemerintah Suriah hanya mengalami “keterkejutan sementara” – kini terdengar seperti lelucon pahit.

Seorang “pakar masalah Timur Tengah” dari lembaga studi Arab di Tiongkok, Li Shaoxian, beberapa hari lalu menegaskan bahwa kemungkinan pemberontak menumbangkan pemerintahan Assad sangat kecil karena sokongan Rusia dan Iran. Kenyataan di lapangan membuktikan sebaliknya. Para pengamat internet di Tiongkok pun mencibir rentetan prediksi meleset ini, menyebut mereka hanya sebagai “corong rezim” yang tak pernah benar dalam memetakan realitas politik global.

Investasi Hangus dan Arah Baru yang Gelap

Tiongkok, yang telah menjadikan Suriah sebagai simpul penting proyek Belt and Road Initiative di Timur Tengah, kini menghadapi kerugian masif. Sebelum perang saudara meletus, investasi Tiongkok di Suriah mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS, dengan perusahaan energi raksasa seperti CNPC dan Sinopec terlibat aktif. Setelah kunjungan Assad ke Tiongkok tahun lalu, hubungan dinaikkan menjadi “kemitraan strategis,” diikuti tambahan investasi 10 miliar dolar AS, pinjaman tanpa bunga 3 miliar dolar AS, serta penghapusan seluruh utang lama. Namun, kini seluruhnya musnah bagai asap di atas puing-puing Damaskus.

Banyak warganet Tiongkok mengejek kebiasaan media pemerintah yang dulu mengagumi kesederhanaan Assad, mulai dari sepatu kulitnya yang usang hingga citra sang istri yang dipuja bak selebritas kampus. Padahal, diam-diam istri Assad pernah dilaporkan membeli 19 apartemen di Moskow, nilai yang fantastis dan jauh dari imej kesahajaan.

Prahara Pascaruntuhnya Rezim: Dokumen Rahasia, Pelarian, dan Mata Uang Tak Bernilai

Dengan ambruknya pemerintahan Assad, pasukan pemerintah tercerai-berai. Seragam militer dan senjata ditinggalkan begitu saja, sementara banyak tentara kabur ke Irak. Mata uang Suriah pun jatuh bebas. Uang pound Suriah berserakan di jalanan, menjadi sampah karena nilainya terjun bebas—1 dolar AS setara 13.000 pound Suriah.

Belum hilang kekacauan, dokumen-dokumen rahasia yang gagal dimusnahkan tepat waktu kini berpotensi menjadi bom waktu bagi negara-negara yang pernah menyokong Assad. Rusia sendiri telah menawarkan suaka bagi Assad dan keluarganya pada 9 Desember, menandai berakhirnya rezim lama. Pertanyaan sinis pun muncul: mengapa tidak meminta suaka ke Tiongkok? Di sana, Assad mungkin bisa menjadi tokoh spiritual dadakan di Kuil Lingyin atau mengajar “Sejarah Cemerlang Assad” di kampus-kampus yang dulu mengelu-elukannya.

Rusia dan Tiongkok Gigit Jari, Israel dan AS Bergerak Cepat

Ketika Damaskus jatuh, tentara Rusia bahkan ikut bergegas keluar dari Suriah, dilempari batu oleh warga yang kesal. Di Moskow, Kedutaan Besar Suriah cepat-cepat menyingkirkan bendera lama Assad. Pada saat yang sama, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sasaran strategis di Suriah, termasuk gudang senjata dan pabrik senjata kimia. Pergerakan Divisi 210 Tentara Pertahanan Israel ke perbatasan Suriah-Israel adalah langkah antisipasi. Meskipun rezim Assad runtuh, Israel tidak merasa lebih aman. Pemberontak yang kini berkuasa juga memiliki agenda sendiri yang dapat mengancam Tel Aviv, Yerusalem, hingga Gaza.

Sementara itu, Amerika Serikat tidak tinggal diam. Beberapa hari terakhir, AS menggempur markas dan kamp ISIS di Suriah dengan pesawat pengebom B-52, pesawat serang A-10, hingga jet tempur F-15. Dengan banyaknya faksi – pemberontak, sisa pasukan pro-Assad, milisi Kurdi, kelompok di bawah pengaruh Turki, hingga ISIS – panorama geopolitik Suriah berubah menjadi palagan yang semakin ruwet.

Harapan Tipis di Tengah Kabut Kelam

Pemimpin pemberontak Suriah, Abu Muhammad al-Jolani, muncul di Damaskus dan mengumumkan garis besar rencana politiknya. Ia menyampaikan keinginan membentuk pemerintahan transisi yang tidak otoriter, mengedepankan reformasi konstitusi, sistem checks and balances, serta demokrasi. Jika benar diwujudkan, langkah ini setidaknya membuka secercah harapan akan terciptanya stabilitas baru di tanah Suriah yang porak poranda.

Kendati demikian, jalan menuju stabilitas masih terjal. Beragam kepentingan asing, faksi bersenjata yang saling bermusuhan, serta trauma panjang perang saudara menjadikan Suriah medan rumit dengan akhir yang sulit diprediksi. Di balik runtuhnya rezim Assad dan ambisi para pendukung asingnya, rakyat Suriah tetap menjadi pihak yang paling rentan, menanggung beban terberat dalam pergulatan menuju babak baru sejarah negeri mereka.

[Persiapan 2025] “Pertunjukan Terbaik Dunia” Kembali Memukau, Rahasia Keajaiban Shen Yun

Shen Yun Performing Arts, yang dijuluki sebagai “Pertunjukan Terbaik Dunia,” akan memulai musim pertunjukan tahun 2025. Selama bertahun-tahun, Shen Yun telah menciptakan keajaiban panggung di mana-mana, menarik perhatian para tokoh seni dan elit. 

Apa rahasia kesuksesan luar biasa Shen Yun?

Kesan Para Ahli dan Seniman:

  • Arbie Orenstein, musisi pemenang penghargaan, penulis, pianis (AS, New York):
    “Pertunjukannya luar biasa. Musiknya sangat memukau, dan orkestra live-nya sungguh indah dan luar biasa. Saya sangat merekomendasikan kepada semua orang.”
  • Davide Fusco, direktur seni perusahaan seni pertunjukan (Italia, Parma):
    “Luar biasa dan megah, Shen Yun mempersembahkan budaya Tiongkok dengan sangat indah. Ini adalah pertunjukan yang wajib ditonton.”
  • Douglass Stewart, produser Hollywood dengan delapan nominasi Emmy (AS, Long Beach):
    “Saya menyukai Shen Yun! Kostum, musik, tariannya, dan para senimannya adalah yang terbaik.”

Kejayaan Tarian Klasik Tiongkok:

Shen Yun menampilkan tarian klasik Tiongkok yang telah berkembang selama ribuan tahun, dengan kedalaman makna dan kemampuan ekspresi yang luar biasa. Teknik para penari yang sangat mahir memukau para profesional.

  • Nicoletta Buonaguro, pendiri sekolah tari dan juri tari (Italia, Udine):
    “Pertunjukan yang menakjubkan! Tingkat profesionalisme, koreografi, dan warna-warnanya sangat mengagumkan. Ini benar-benar indah dan unik.”
  • Martina Basile, penari balet profesional (Italia, Turin):
    “Setiap gerakan yang terlihat sekilas memancarkan keindahan. Bahkan sentuhan kecil membutuhkan latihan yang sangat intensif.”
  • Wayne Sleep OBE, mantan penari utama Royal Ballet (Inggris, London):
    “Saya berharap Royal Ballet bisa lebih banyak melakukan gerakan seperti ini. Sangat unik dan tidak terduga.”

Orkestra Unik Shen Yun:

Shen Yun memiliki orkestra yang memadukan alat musik tradisional Tiongkok dan Barat secara harmonis.

  • Phil Gelfer, pendiri orkestra dan direktur seni (AS, New York):
    “Orkestrasi Shen Yun sangat indah, memadukan alat musik tradisional dan teknik musik kontemporer dengan sempurna.”
  • Joaquin Valdepeñas, konduktor dan pemain klarinet terkenal (Kanada, Toronto):
    “Keterpaduan antara tarian dan musik sangat sempurna. Orkestranya luar biasa, sangat sinkron dengan gerakan para penari.”

Nyanyian dengan Teknik Klasik yang Hilang:

  • Douglass Stewart:
    “Suara bariton pria Shen Yun menggema ke seluruh teater, sungguh luar biasa.”
  • Davide Fusco:
    “Mendengarkan penyanyi tenor dan soprano Shen Yun di Italia, rumah opera, adalah pengalaman yang sangat istimewa.”

Efek Visual yang Memukau:

Dengan layar belakang dinamis yang dipatenkan dan kostum yang memukau, Shen Yun menciptakan pengalaman visual yang tak terlupakan.

  • Wayne Sleep OBE:
    “Rasanya seperti berada di surga. Desain panggungnya sangat brilian dan belum pernah saya lihat sebelumnya.”
  • Paula Linhares, pendiri perusahaan film (Brasil, São Paulo):
    “Kostum Shen Yun sangat indah dan menambah keanggunan tarian. Saya ingin melompat ke panggung dan menari bersama mereka!”

Pesan Mendalam dan Inspirasi:

Shen Yun tidak hanya menyuguhkan pesta visual dan audio, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.

  • Elena Suleymanova, Miss World Canada (Kanada, Vancouver):
    “Saya menghargai budaya yang ditampilkan dengan inti kepercayaan, kehormatan, dan integritas.”
  • Katherine Pena, mantan ratu kecantikan (AS, Miami):
    “Direktur seni Shen Yun, Anda luar biasa. Teruslah menginspirasi dengan karya-karya gemilang Anda. Anda telah mengubah dunia, dan Anda telah mengubah dunia saya.”

Dengan tarian yang memukau, musik yang menggetarkan, desain panggung yang luar biasa, dan pesan mendalam, Shen Yun telah memenangkan hati para penonton di seluruh dunia.

Informasi Tiket:

Kunjungi situs resmi Shen Yun: https://www.shenyun.com/tickets

Ukraina Bikin Gebrakan: Zelenskyy Sambut Pasukan Asing, Putin Terancam Mundur?

EtIndonesia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengisyaratkan kemungkinan negaranya untuk menerima gagasan penempatan pasukan penjaga perdamaian asing di wilayah Ukraina. Hal ini dia sampaikan usai bertemu dengan Ketua Partai CDU Jerman (oposisi terbesar), Friedrich Merz, pada Sabtu (7 Desember). Zelenskyy juga mengonfirmasi rencana pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, sambil menegaskan bahwa jika Ukraina jatuh, Presiden Rusia Vladimir Putin akan kembali mengalihkan fokusnya ke Suriah.

Pertimbangan Pasukan Penjaga Perdamaian

Menurut Zelenskyy, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan agar sebelum Ukraina resmi bergabung dengan NATO, pasukan internasional dari beberapa negara dapat ditempatkan di Ukraina sebagai jaminan keamanan. Meski begitu, Kyiv tetap mendesak kejelasan mengenai waktu bergabungnya Ukraina dengan Uni Eropa dan NATO. 

Bagi Ukraina, undangan resmi untuk bergabung dengan NATO, meski belum bisa menjadi anggota penuh selama perang berlangsung, akan menjadi sinyal dukungan tegas bagi perjuangan mereka.

“Bergabung dengan NATO adalah satu-satunya jalan mencapai perdamaian yang adil dan abadi,” ujar Zelenskyy, seraya menambahkan bahwa dia berencana berbicara langsung dengan Biden tentang kemungkinan undangan tersebut. Sementara komunikasi dengan Donald Trump saat ini belum dapat dilakukan, mengingat Trump belum menjabat sebagai presiden.

Tekanan bagi Penahanan Putin

Zelenskyy kembali menegaskan bahwa Ukraina adalah pihak yang paling menginginkan akhir konflik. Dia menekankan kepada Trump dan Macron bahwa hanya Ukraina yang kuat mampu memaksa Putin menghentikan agresi. Untuk itu, Kyiv membutuhkan lebih banyak senjata jarak jauh.

Zelenskyy juga menyoroti keruntuhan rezim Bashar al-Assad di Suriah yang terjadi setelah Rusia kehilangan kemampuan mempertahankan dukungannya. Saat ini, sekitar 800 ribu tentara Rusia berada di Ukraina, dan jika Ukraina gagal, Putin akan kembali mengalihkan daya tempurnya ke Suriah.

Keruntuhan rezim Assad, kata Zelenskyy, membuktikan bahwa kekuatan Rusia telah didesak hingga batas oleh perlawanan Ukraina. Suriah, bagi Rusia, adalah jalur transit vital untuk operasi militernya di Afrika. Jika Rusia kehilangan Suriah, maka pengaruhnya di kawasan Afrika pun terancam melemah.

Kondisi Lemah Rusia di Suriah

Laporan CNN mengungkap bahwa Rusia telah meminta bantuan Turki untuk menarik mundur pasukan mereka dari Suriah. 

Para pengamat menilai, jika Moskow sampai harus meminta bantuan pihak lain demi mundur dari Suriah, hal ini menunjukkan kelemahan strategis Rusia saat ini. Assad sendiri dikabarkan berada di Rusia dalam perlindungan Moskow. 

Spekulasi berkembang bahwa Rusia mungkin menyimpan rencana jangka panjang: jika suatu hari kembali ke Timur Tengah, mereka dapat “menghidupkan” kembali rezim boneka Assad demi mempertahankan pengaruh, atau memanfaatkan aset-aset asing milik Assad untuk kepentingan ekonomi serta geopolitik.

Peran Israel dan Pengaruhnya di Timur Tengah

Keruntuhan rezim Assad juga dipercepat oleh langkah-langkah tegas Israel. Seorang mantan perwira intelijen militer Israel bernama Oleg menyatakan bahwa setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berhasil menumpas Hizbullah, efek domino mulai terjadi hingga rezim Assad ikut tumbang. Hizbullah yang sebelumnya memiliki banyak personel di Suriah, kini telah hengkang atau dipindahkan.

Pada 9 Desember 2024, militer Israel memasuki zona penyangga di Dataran Tinggi Golan, menegaskan tidak akan mundur dari wilayah tersebut. Angkatan Udara Israel secara intensif membombardir seluruh armada Angkatan Laut Suriah di Latakia, menghancurkan seluruh aset maritim, serta mempercepat pelumpuhan sistem persenjataan strategis di Suriah, termasuk pesawat tempur dan sistem pertahanan udaranya. Hari itu, Israel dilaporkan menyerang lebih dari 150 sasaran militer di wilayah Suriah.

Selanjutnya, target berikut Israel adalah kelompok Hamas. Utusan Timur Tengah Donald Trump, yang saat ini berada di kawasan tersebut, memperingatkan Hamas agar segera membebaskan sandera sebelum Trump dilantik. Jika pada hari pertama masa jabatan Trump sandera belum dibebaskan, Israel diperkirakan akan mengambil langkah-langkah drastis untuk menindak Hamas.

Kesimpulan

Dinamika konflik di Ukraina tidak hanya mempengaruhi stabilitas Eropa Timur, tetapi juga memiliki dampak luas bagi peta geopolitik di Timur Tengah. Ukraina berusaha mencari jaminan keamanan dari Barat dan menegaskan pentingnya keanggotaan NATO, sementara keruntuhan rezim Assad di Suriah menunjukkan melemahnya pengaruh Rusia secara global. Di sisi lain, Israel memanfaatkan momentum ini untuk memastikan keunggulan strategisnya di kawasan, serta memberi tekanan tambahan kepada kelompok-kelompok bersenjata seperti Hamas. Semua perkembangan ini menandai periode ketidakpastian yang tinggi, baik di Eropa Timur maupun di Timur Tengah.

Balapan Greyhound Akan Dilarang di Selandia Baru untuk Melindungi Kesejahteraan Anjing

EtIndonesia. Pemerintah Selandia Baru akan mengakhiri balap greyhound, Menteri Balap Winston Peters telah mengumumkan.

Keputusan tersebut telah dibuat untuk melindungi kesejahteraan anjing balap, kata Peters.

Perundang-undangan akan disahkan dengan segera pada hari Selasa untuk mencegah pembunuhan yang tidak perlu terhadap anjing balap sebagai akibat dari pengumuman tersebut.

“Meskipun industri balap greyhound telah membuat kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, persentase anjing yang terluka tetap tinggi dan sudah waktunya untuk mengambil tindakan demi kepentingan terbaik hewan,” katanya.

Industri telah memberikan peringatan tentang masalah kesejahteraan hewan selama beberapa tahun, kata Peters, dan tiga tinjauan selama dekade terakhir semuanya merekomendasikan perubahan yang signifikan.

Peters mengatakan anggota industri mengetahui tentang keputusan tersebut pada saat yang sama dengan masyarakat, karena dia ingin memastikan anjing-anjing tersebut ditempatkan kembali dengan benar.

Menghentikan balap greyhound adalah “hal yang benar untuk dilakukan”, kata Peters, dan itu bukan masalah bagaimana perasaannya tentang hal itu.

Sebuah komite telah dibentuk untuk membantu mengelola transisi selama 20 bulan — termasuk menempatkan kembali sekitar 2.900 anjing greyhound balap di Selandia Baru.

Peters menggambarkan anjing-anjing itu sebagai “hewan peliharaan yang sangat baik … dan bersih”.

“Menjaga anjing yang tidak diinginkan tetap aman adalah prioritas. Pemerintah bekerja sama dengan organisasi kesejahteraan hewan untuk membuat program guna mendukung penempatan kembali,” katanya.

Peters mengatakan bahwa anjing-anjing itu akan ditampung di rumah, dan mereka tidak akan dikirim untuk balapan di luar negeri.

Saat tampil di hadapan komite khusus pada bulan Juni, Peters mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan perubahan tetapi juga menyatakan bahwa “anjing suka balapan” dan mendorong sesama anggota parlemen untuk “menonton mereka di alam liar”.

Selama debat pemimpin yang disiarkan di televisi sebelum pemilihan tahun lalu, pemimpin Partai Nasional Selandia Baru Christopher Luxon menyatakan dukungannya terhadap larangan balap greyhound.

Setelah menjadi perdana menteri, Luxon mengatakan kepada wartawan bahwa dia mempertahankan posisi itu tetapi mengatakan bahwa masalah itu sekarang menjadi pertimbangan Peters.

Aktivis hewan telah lama menyerukan tindakan setelah banyak ulasan tentang olahraga tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang praktik kesejahteraan hewan.

Pada tahun 2021, mantan menteri olahraga Grant Robertson memberi “peringatan resmi” kepada industri tersebut setelah sebuah laporan menemukan kegagalan untuk meningkatkan sistem kesejahteraan hewan secara memadai.

Pada bulan Mei tahun lalu, menteri balap saat itu Kieran McAnulty menyatakan bahwa status quo tidak lagi layak: “Kita dihadapkan pada dua pilihan: melanjutkan dengan persyaratan yang ketat, atau menutupnya.”

Namun, McAnulty tidak mengambil tindakan apa pun sebelum pemilihan. Dia mengatakan bahwa dia telah tertunda karena tanggung jawabnya yang lain sebagai menteri pemulihan akibat topan setelah serangkaian peristiwa cuaca buruk.

Tanggapan industri

Kepala eksekutif Greyhound Racing New Zealand Edward Rennell mengatakan bahwa organisasi tersebut sangat terpukul oleh berita tersebut.

“Kami percaya bahwa balap greyhound sebagai sebuah industri telah mengambil langkah besar selama dua tahun terakhir dan memimpin dalam industri balap dari perspektif kesejahteraan hewan, jadi keputusan hari ini jelas sangat mengecewakan.”

Tingkat cedera sesuai dengan tolok ukur internasional dan lebih rendah dari rata-rata di Australia, dan tingkat eutanasia pada hari perlombaan lebih rendah dari industri pacuan kuda, kata Rennell.

Organisasinya telah memberikan laporan triwulanan kepada menteri dan telah meminta pertemuan untuk membahas masa depan industri tersebut.

“Namun, kami belum melakukannya,” kata Rennell.

Undang-undang yang disahkan dengan urgensi itu berlebihan, katanya.

“Kami memiliki kebijakan eutanasia di mana individu tidak dapat melakukan eutanasia pada anjing kecuali untuk alasan kesejahteraan yang sebenarnya, jadi undang-undang tersebut tidak diperlukan bagi orang yang memiliki izin.”

Rennell mengatakan bahwa dia prihatin terhadap 1.000 orang yang mata pencahariannya bergantung pada industri tersebut.

Organisasi hak-hak hewan merasa lega

Manajer kampanye SAFE Emma Brodie mengatakan bahwa dia “sangat lega” dengan pengumuman hari Selasa.

“Ini menandai berakhirnya era eksploitasi dan kemenangan monumental bagi hak-hak hewan di Aotearoa,” katanya.

Tahun ini, SAFE, SPCA, dan HUHA (Helping You Help Animals) mengajukan tawaran rehoming bersama, dan tawaran itu masih ada di atas meja, katanya.

Organisasi-organisasi tersebut ingin bekerja sama dengan pemerintah untuk merumahkan dan merehabilitasi anjing-anjing balap sebelumnya.

Namun, Greyhound Racing New Zealand baru-baru ini mengeluarkan kebijakan rehoming yang melarang pelatih melepaskan anjing greyhound ke tempat penampungan hewan dan organisasi penyelamat.

“Jadi, kami tidak yakin seberapa realistis kami akan dapat membantu, tetapi kami ada di sini dan kami siap membantu semampu kami,” kata Brodie. (yn)

Sumber: abc.net.au

Hubungan Memburuk, Rusia Menutup Konsulat Polandia dan Mengusir Tiga Diplomat

Sebagai respons terhadap keputusan Polandia sebelumnya untuk menutup Konsulat Rusia di Poznan, Rusia mengusir tiga diplomat Polandia. Kementerian Luar Negeri Rusia pada 5 Desember mencabut izin operasional Konsulat Polandia di Saint Petersburg dan memerintahkan penutupannya sebelum 10 Januari 2025. Ketiga diplomat yang diusir juga harus meninggalkan Rusia pada hari yang sama.

ETIndonesia. Menurut laporan TVN24, media Polandia, pada 22 Oktober, pemerintah Polandia menutup Konsulat Rusia di Poznan dengan alasan bahwa Rusia dicurigai melakukan kegiatan sabotase di wilayah Polandia. Diplomat dari konsulat tersebut dinyatakan sebagai persona non grata.

Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski, menyatakan bahwa sebagai pusat logistik militer untuk Ukraina, Polandia menjadi target mata-mata dan sabotase Rusia. Sikorski menegaskan bahwa Polandia memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan tegas.

Tindakan Polandia Berdasar Fakta

Tindakan Polandia didasarkan pada sejumlah insiden. Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, pada Mei 2024, mengungkapkan bahwa sembilan orang telah didakwa karena terlibat dalam kegiatan mata-mata dan sabotase Rusia. Ia juga menuduh Rusia berada di balik serangan siber terhadap lembaga pemerintah Polandia dan terkait dengan krisis migrasi yang dipicu di perbatasan Polandia-Belarusia.

Selain itu, kebakaran besar di pusat perbelanjaan terbesar di Warsawa juga diduga berkaitan dengan tindakan sabotase Rusia.

Tanggapan Rusia dan Konteks Internasional

Rusia menyebut tindakan Polandia sebagai provokasi tanpa dasar. Namun, langkah Polandia dinilai sebagai upaya perlindungan terhadap kepentingan nasionalnya.

Langkah Rusia ini dilakukan bertepatan dengan pertemuan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) di Malta, yang dihadiri Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Ini adalah kehadiran langsung pertama Lavrov dalam pertemuan internasional sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.

Selama pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Polandia, Sikorski, bersama beberapa delegasi negara lain, keluar dari ruang sidang saat Lavrov memberikan pidato. Mereka memprotes narasi Lavrov yang dianggap menyebarkan kebohongan terkait invasi Rusia ke Ukraina. Sikorski bahkan menyerukan agar keanggotaan Rusia di OSCE ditangguhkan hingga perang berakhir.

Peningkatan Ketegangan Diplomatik

Hubungan diplomatik antara Rusia dan Polandia telah memburuk sejak lama, tetapi ketegangan semakin meningkat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. 

Sebagai anggota NATO dan Uni Eropa, Polandia adalah salah satu pendukung utama Ukraina, mendorong sanksi internasional lebih keras terhadap Rusia. Rusia, di sisi lain, meningkatkan kegiatan intelijen dan serangan siber terhadap Polandia.

Penutupan konsulat ini menunjukkan bahwa hubungan Rusia-Polandia sulit membaik dalam waktu dekat dan dapat memengaruhi layanan konsuler, perdagangan, dan hubungan diplomatik kedua negara dalam jangka panjang. Sementara pengaruh Polandia dalam NATO dan Uni Eropa terus meningkat, langkah Rusia ini mencerminkan sikap yang semakin keras di arena diplomasi. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Garasi Istana Presiden Suriah Dipenuhi Mobil Mewah Saat Ditinggalkan Assad, Warga Bebas Memilih

ETIndonesia. Pada 8 Desember 2024, Presiden Suriah Bashar al-Assad melarikan diri, mengakhiri kekuasaan otoriter keluarga Assad yang telah berlangsung puluhan tahun. Pasukan pemberontak dan warga berbondong-bondong memasuki istana presiden untuk merayakan kemenangan, sambil bebas memilih barang-barang yang mereka sukai. Kemewahan isi istana terungkap, termasuk garasi yang penuh dengan mobil-mobil mewah.

Kemewahan Istana yang Tersingkap

Video yang beredar di platform X menunjukkan warga dan pemberontak Suriah memasuki istana presiden, membakar bendera rezim Assad, dan merobek foto-foto Assad. Di dalam istana, orang-orang bersorak dan meneriakkan slogan-slogan kemenangan atas runtuhnya rezim diktator tersebut.

Rekaman menunjukkan interior istana yang penuh kemewahan, dengan perabot mahal, tas bermerek, pakaian, sepatu, dan barang-barang lainnya yang tertinggal. Banyak warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua, memilih barang-barang yang mereka anggap berasal dari uang hasil jerih payah rakyat.

Beberapa orang membawa sofa dan kursi mewah, sementara yang lain mengambil tas bermerek LV, pakaian, atau barang pecah belah mahal seperti piring dan gelas. Sebagian warga sibuk mengabadikan momen, berbagi kegembiraan atas temuan mereka di dalam istana.

Garasi Penuh Mobil Mewah

Video lainnya memperlihatkan garasi istana yang dipenuhi dengan berbagai jenis mobil mewah. Jumlah mobil yang sangat banyak hingga membuat garasi terlihat seperti lautan mobil. Banyak warga tampak mengagumi koleksi tersebut, bahkan ada yang duduk di dalam mobil-mobil mewah untuk mencoba merasakan pengalaman berkendara.

Assad Melarikan Diri ke Rusia

Rezim Assad yang tumbang mengejutkan dunia. Pada hari yang sama, pihak Rusia mengkonfirmasi bahwa Bashar al-Assad dan keluarganya telah melarikan diri ke Moskow.

Menurut sumber di Kremlin yang dikutip media resmi Rusia, TASS, “Assad dan keluarganya telah tiba di Moskow, dan Rusia memberikan suaka atas dasar alasan kemanusiaan.”

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa Assad telah meninggalkan Suriah, memutuskan untuk mundur dari jabatannya, dan menginstruksikan penyerahan kekuasaan secara damai.

Rusia juga menekankan bahwa mereka tidak terlibat dalam negosiasi tersebut, namun saat ini menjalin komunikasi dengan semua kelompok oposisi di Suriah.

Seruan Pemberontak

Pada hari yang sama, kelompok pemberontak Suriah menyatakan bahwa ibu kota Damaskus telah “bebas” dan menyerukan kepada warga Suriah di luar negeri untuk kembali ke tanah air mereka.

PM Mohammed al-Jalali menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pemimpin apa pun yang dipilih oleh rakyat. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Kejatuhan Rezim Assad di Suriah Mengguncang Timur Tengah

ETIndonesia. Pada 8 Desember 2024, pasukan pemberontak Suriah berhasil menguasai ibu kota Damaskus. Oposisi juga mengumumkan bahwa Presiden Bashar al-Assad telah jatuh dari kekuasaan dan melarikan diri. Setelah lebih dari 13 tahun perang saudara, kekuasaan puluhan tahun keluarga Assad berakhir, memberikan dampak besar di kawasan Timur Tengah.

Berikut reaksi dunia terhadap perubahan besar di Suriah, dirangkum oleh Reuters:

Reaksi Amerika Serikat

Presiden Joe Biden

Gedung Putih menyatakan: “Presiden Joe Biden dan timnya terus memantau dengan cermat perkembangan luar biasa di Suriah serta tetap berkomunikasi dengan mitra-mitra kawasan.”

Presiden Terpilih Donald Trump

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menulis: “Assad telah pergi. Dia telah meninggalkan negaranya. Pelindungnya, Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin, tampaknya tidak lagi tertarik melindunginya.”

Dia menambahkan bahwa Rusia dan Iran kini berada dalam posisi lemah, masing-masing karena dampak perang di Ukraina dan keberhasilan militer Israel.

Daniel Shapiro, Pejabat Pentagon

Daniel Shapiro, Wakil Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, menyatakan dalam konferensi keamanan di Bahrain bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan pasukannya di timur Suriah untuk mencegah kebangkitan kembali ISIS. Ia juga menyerukan perlindungan terhadap warga sipil, terutama kelompok minoritas, serta penghormatan terhadap norma internasional.

Reaksi Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia

Rusia mengkonfirmasi bahwa Assad telah mengundurkan diri setelah menyerukan transisi kekuasaan yang damai.

Konstantin Kosachyov, Wakil Ketua Majelis Tinggi Rusia

Dalam wawancara dengan Interfax, Kosachyov menyatakan bahwa rakyat Suriah kini harus menghadapi perang saudara secara mandiri dan memberi indikasi bahwa Moskow siap mendukung rakyat Suriah dalam kondisi tertentu.

Reaksi Turkiye

Menteri Luar Negeri Hakan Fidan

Dalam konferensi pers di Doha, Qatar, Fidan menyebut bahwa Suriah kini berada pada titik di mana rakyatnya akan menentukan masa depan mereka sendiri. Ia menambahkan bahwa Suriah yang baru harus menghilangkan ancaman terhadap negara-negara tetangga, termasuk menghadapi milisi PKK yang dianggap ilegal oleh Turkiye.

Reaksi Jerman

Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock

Baerbock menyatakan bahwa meski situasi di Suriah belum sepenuhnya jelas, jatuhnya Assad memberikan secercah harapan bagi jutaan rakyat Suriah. Ia menyerukan perlindungan bagi minoritas seperti Kurdi, Alawit, dan Kristen, serta memastikan negara tersebut tidak jatuh ke tangan ekstremis lainnya.

Reaksi Inggris

Wakil Perdana Menteri Angela Rayner

Rayner menyoroti dampak negatif rezim otoriter dan terorisme terhadap rakyat Suriah serta stabilitas kawasan. Ia menyerukan solusi politik yang bertujuan untuk membangun pemerintahan yang bekerja demi kepentingan rakyat Suriah.

Reaksi PBB

Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen

Pedersen menyerukan stabilitas dan inklusivitas dalam transisi Suriah serta meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia. Ia menyatakan kesiapan PBB untuk mendukung rakyat Suriah dalam membangun masa depan yang stabil.

Kepala OCHA, Tom Fletcher

Fletcher menyoroti dampak konflik berkepanjangan yang telah membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan menghadapi bahaya baru. Ia berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan berupa makanan, air, bahan bakar, tenda, dan selimut kepada mereka yang membutuhkan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Euforia Kemenangan Oposisi di Suriah Setelah Jatuhnya Rezim Assad yang Kabur ke Rusia

ETIndonesia. Oposisi Suriah  pada Minggu (8/12) mengumumkan bahwa mereka telah mengakhiri pemerintahan rezim Assad setelah merebut ibu kota Damaskus. Media Rusia melaporkan bahwa Bashar al-Assad telah tiba di Moskow dan mendapatkan suaka politik dari pemerintah Rusia. Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga menyampaikan pernyataan mengenai situasi ini.

Pidato Pemimpin Oposisi di Damaskus

Pada Minggu, pemimpin oposisi Suriah, Abu Mohammed al-Jawlani, memasuki Masjid Umayyah di Damaskus dan memberikan pidato kepada kerumunan orang yang berkumpul di sana.

“Kemenangan ini, saudara-saudaraku, adalah babak baru bagi negara Islam kita dan titik balik bagi kawasan ini,” ujar pemimpin oposisi Suriah, Abu Mohammed al-Jawlani. 

Beberapa jam sebelumnya, perwakilan oposisi muncul di televisi nasional Suriah untuk mengumumkan bahwa mereka telah menguasai ibu kota Damaskus dan menggulingkan rezim Assad.

Mereka juga mengklaim telah membebaskan semua tahanan yang dipenjara secara tidak adil.

Oposisi menyatakan bahwa mereka memasuki kawasan Istana presiden tanpa perlawanan dan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan militer yang dikerahkan di sana.

Seorang perwira militer Suriah mengungkapkan kepada Reuters bahwa pada Minggu, komando militer telah memberitahu para perwira bahwa pemerintahan Assad telah berakhir.

Pernyataan Perdana Menteri Suriah

Perdana Menteri Suriah, Mohammed Ghazi Al Jalali menyatakan bahwa dia tidak akan melarikan diri dan telah menghubungi pemimpin oposisi untuk membahas pengelolaan masa transisi.

“Kami telah mengulurkan tangan kepada oposisi, dan mereka telah menghubungi kami, memastikan bahwa tidak akan ada ancaman bagi rakyat Suriah,” katanya. 

Assad Mengungsi ke Rusia

Pada hari yang sama, media resmi Rusia melaporkan bahwa Bashar al-Assad, pemimpin Suriah yang digulingkan, telah tiba di Moskow bersama keluarganya dan mendapatkan suaka politik dari pemerintah Rusia.

Dilaporkan bahwa Assad melarikan diri dari Damaskus pada pagi  Minggu.

Reaksi Internasional

Pada Minggu sore, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberikan pernyataan mengenai situasi terkini di Suriah.

“Akhirnya, rezim Assad runtuh, sebuah rezim yang dengan kejam menyiksa dan membunuh ratusan ribu warga Suriah tak bersalah. Kejatuhan rezim ini adalah hasil dari keadilan sejati dan membawa peluang bersejarah bagi rakyat Suriah yang telah menderita,” kata Presiden Joe Biden. 

Biden menambahkan bahwa kejatuhan rezim Assad terjadi karena dukungan utama mereka, yakni Iran dan Rusia, telah melemah akibat perang. Amerika Serikat akan bekerja sama dengan mitra-mitra untuk mengelola risiko di kawasan dan membantu rakyat Suriah menentukan masa depan mereka.

Euforia Kemenangan di Suriah

Setelah jatuhnya rezim Assad, suasana kegembiraan menyelimuti Suriah.

“Kami keluar untuk merayakan momen besar ini bersama dunia. Semua orang telah menantikan akhir ini, kejatuhan sang tiran,” ujar seorang warga di timur laut Suriah, Delbrat Lashou. 

Di jalanan Aleppo, warga bersorak-sorai, mengibarkan bendera, meneriakkan slogan-slogan, bernyanyi, dan menari bersama.

Masyarakat diaspora Suriah di Timur Tengah dan berbagai negara di dunia juga turun ke jalan untuk merayakan runtuhnya rezim Assad.

Analisis Kejatuhan Rezim Assad

Kejatuhan rezim Assad mengakhiri lebih dari 50 tahun pemerintahan otoriter keluarga Assad di Suriah. Peristiwa ini juga memberikan pukulan besar bagi para pendukungnya, yakni Rusia dan Iran. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Yoon Suk-yeol Dituduh Melakukan Kejahatan Pemberontakan, Kementerian Hukum Korea Batasi Perjalanan ke Luar Negeri

EtIndonesia. Efek dari perintah darurat militer mendadak yang dikeluarkan oleh Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol baru-baru ini terus memicu perdebatan. Pada 9 Desember, Kementerian Hukum mengeluarkan larangan perjalanan ke luar negeri bagi Yoon untuk mempermudah penyelidikan atas dugaan keterlibatannya dalam kasus kejahatan pemberontakan.

Mengutip laporan dari Yonhap News Agency dan beberapa media Korea lainnya, pihak kepolisian sedang menyelidiki tuduhan pemberontakan yang melibatkan Yoon dan mempertimbangkan pembatasan perjalanan untuk mendukung proses penyelidikan.

Berdasarkan hukum Korea Selatan, meskipun presiden memiliki hak kekebalan dari banyak jenis tuntutan pidana selama masa jabatannya, aturan ini tidak berlaku untuk tuduhan pemberontakan atau pengkhianatan.

Konfirmasi dari Kementerian Hukum

Dalam sidang dengar pendapat di parlemen pada 9 Desember, seorang anggota parlemen bertanya apakah Yoon sudah dikenakan larangan perjalanan. Pejabat Kementerian Hukum, Bae Sang-up (terjemahan nama), mengonfirmasi hal ini dengan menyatakan, “Ya, itu benar.”

Pada malam 3 Desember, Yoon secara mendadak mengumumkan darurat militer dan mengerahkan pasukan ke parlemen. Namun, 190 anggota parlemen dengan suara bulat menyetujui pembatalan perintah tersebut, sehingga Yoon pada pagi hari 4 Desember mencabut perintah darurat dan menarik pasukan dari lokasi.

Pada 7 Desember, parlemen yang didominasi oposisi mengadakan pemungutan suara untuk pemakzulan Yoon, tetapi gagal mencapai ambang batas suara yang diperlukan. Partai oposisi menyatakan akan mengajukan kembali usulan pemakzulan minggu ini.

Kepala Unit Penyelidikan Khusus, Park Se-hyun (terjemahan nama), pada 8 Desember mengonfirmasi bahwa kejaksaan telah menerima beberapa laporan terkait dugaan pemberontakan oleh Yoon dan sedang memproses penyelidikan sesuai prosedur.

Dalam konferensi pers, Park menjelaskan: “Jika ada laporan atau pengaduan, secara prosedural hal ini berarti terdaftar sebagai tersangka.” 

Ia menambahkan, kejaksaan akan menyelidiki tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan pemberontakan.

“Kasus ini, secara sederhana, melibatkan penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik dengan tujuan mengacaukan konstitusi negara,” jelas Park. Menurut undang-undang, kasus ini berada dalam lingkup penyelidikan langsung kejaksaan.

Selama insiden tersebut, konflik terjadi antara staf parlemen dan pasukan militer yang dikerahkan, serta banyak warga sipil berkumpul di depan gedung parlemen untuk memprotes tindakan darurat itu.

Park mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus pemberontakan sebelumnya biasanya dilakukan oleh polisi, bukan kejaksaan, sehingga sempat muncul ketegangan antara kedua lembaga. Namun, ia menegaskan bahwa kejaksaan, polisi, dan militer kini bekerja sama untuk memastikan penyelidikan berjalan dengan baik.

Kejaksaan telah membentuk unit khusus pada 6 Desember, terdiri dari 20 jaksa, 30 penyelidik, dan 12 perwira militer untuk mendukung penyelidikan.

Yoon Seok-youl tetap menjadi panglima militer

Usulan pemakzulan terhadap Yoon Seok-youl tidak berhasil pada 7 hari di bawah penolakan partai penguasa, Partai Kekuatan Rakyat. Partai Kekuatan Rakyat menyatakan bahwa Yoon Seok-youl telah setuju untuk menyerahkan kekuasaan kepada perdana menteri dan ketua partai.

Juru bicara Partai Kekuatan Rakyat pada 9 hari mengumumkan bahwa mereka telah membentuk kelompok tugas untuk menangani “darurat dan stabilitas politik setelah Yoon Seok-youl mengundurkan diri secara teratur” dan urusan lainnya.

Kementerian Keuangan Korea Selatan dan lembaga pengawas menyatakan bahwa mereka akan menerapkan rencana darurat dan meningkatkan likuiditas sebelum akhir Desember, berusaha menstabilkan pasar keuangan.

Menurut konstitusi Korea Selatan, presiden adalah kepala pemerintahan dan panglima militer, kecuali presiden kehilangan kemampuan untuk bertindak, mengundurkan diri, atau dipecat. Dalam keadaan seperti itu, perdana menteri akan sementara menjalankan kekuasaan presiden hingga pemilihan diadakan.

Ketua fraksi Partai Demokrat dalam parlemen Korsel, Park Chan Dae, mengatakan Yoon “tidak dapat menghindari tuduhan pengkhianatan” dan memintanya untuk “segera mundur” terkait deklarasi darurat militer yang kini telah dicabut.

Partai Demokrat juga menyerukan pencabutan kontrol Yoon Seok-youl atas militer.

Reuters melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada 9 Desember menyatakan bahwa Yoon tetap menjabat sebagai panglima militer dan aliansi militer antara Amerika Serikat dan Korea Selatan tidak terpengaruh oleh situasi ini. (jhn/yn)

Setelah Assad Mundur, Jerman Hentikan Permohonan Suaka bagi Warga Suriah

EtIndonesia. Dengan jatuhnya rezim Assad, jutaan pengungsi kini dapat kembali ke Suriah. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman menyatakan bahwa Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi Jerman (Federal Office for Migration and Refugees) pada Senin (9/12) telah menangguhkan permohonan suaka untuk warga Suriah hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Menurut laporan Deutsche Presse-Agentur, juru bicara tersebut menyebutkan bahwa permohonan suaka tidak akan diproses sampai perkembangan politik di Suriah menjadi lebih jelas.

Pemerintah setempat mengungkapkan bahwa total 47.270 permohonan akan terpengaruh oleh penangguhan ini, namun permohonan yang telah diputuskan tidak akan terpengaruh.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Austria mengonfirmasi kepada media bahwa negaranya juga memutuskan untuk menghentikan permohonan suaka, yang akan memengaruhi 7.300 permohonan.

Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Minggu menyebut kejatuhan rezim Assad sebagai kabar baik “sementara” dan menekankan bahwa prioritas utama adalah memulihkan hukum dan ketertiban di Suriah.

Dia menambahkan: “Kami akan mengevaluasi penguasa di masa depan berdasarkan apakah mereka memungkinkan semua warga Suriah untuk hidup bermartabat dan mandiri, apakah mereka mempertahankan kedaulatan Suriah dari intervensi jahat luar, dan apakah mereka hidup damai dengan negara tetangga.”

Dilaporkan bahwa lebih dari 800.000 warga Suriah saat ini tinggal di Jerman. Pada tahun 2015, mantan Kanselir Angela Merkel memutuskan untuk menerima lebih dari 1 juta pencari suaka, sebagian besar dari mereka adalah pengungsi Suriah.(jhn/yn)

Aplikasi Asal Tiongkok Temu Menghadapi Pengawasan  Ketat Saat Vietnam Menangguhkan Operasionalnya

Temu, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan regulator Vietnam, melewatkan tenggat waktu untuk mendaftar di kementerian perdagangan Vietnam.

ETIndonesia. Raksasa belanja online asal Tiongkok  ini menghadapi tantangan regulasi baru di Vietnam setelah pihak berwenang menangguhkan operasinya pada 5 Desember 2024 karena tidak memenuhi tenggat waktu pendaftaran.

Kementerian Perdagangan Vietnam dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa Temu telah mengajukan permohonan pendaftaran yang saat ini sedang dalam proses tinjauan. Hingga proses pendaftaran selesai, operasional Temu akan ditangguhkan sementara, tambah pernyataan itu.

Keputusan Hanoi ini keluar ketika Temu menghadapi tantangan regulasi di pasar lain saat memperluas operasinya secara global. Dimiliki oleh raksasa e-commerce Tiongkok, Pingduoduo, Temu dengan cepat mendapatkan pijakan di Uni Eropa dan Amerika Serikat dengan menawarkan berbagai produk berharga murah yang sebagian besar bersumber dari Tiongkok. Namun, pertumbuhan pesat ini juga disertai kontroversi.

Sejak diluncurkan di pasar Vietnam pada Oktober, Temu memicu kekhawatiran di kalangan konsumen dan regulator. Pejabat mengungkapkan kekhawatiran tentang keaslian barang yang terdaftar di platform tersebut. Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Sinh Nhat Tan, menyerukan penyelidikan terhadap produk-produk murah yang ditawarkan Temu.

Selain itu, regulasi Vietnam mengharuskan retailer online internasional yang menawarkan layanan dalam bahasa Vietnam dan domain lokal, serta memproses lebih dari 100.000 transaksi tahunan, untuk mendaftar ke Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam. 

Dalam pertemuan pemerintah bulan lalu, Wakil Menteri Perdagangan Vietnam, Nguyen Hoang Long, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta Temu dan pesaingnya dari Tiongkok, Shein, untuk menyelesaikan pendaftaran sebelum akhir November.

“Jika platform-platform ini tidak mematuhi, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan akan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk menerapkan langkah teknis seperti memblokir aplikasi dan domain,” kata Long, seraya menambahkan bahwa kementeriannya telah berkomunikasi dengan perwakilan dari kedua perusahaan Tiongkok  tersebut.

Pada 5 Desember, opsi bahasa Vietnam dihapus dari situs web dan aplikasi Temu, meskipun pengguna di negara Asia Tenggara itu masih dapat mengakses platform dalam bahasa lain, termasuk Inggris dan Mandarin, menurut media lokal.

Sebuah pemberitahuan di situs web Vietnam Temu menyatakan, “Temu sedang bekerja sama dengan Badan E-commerce dan Ekonomi Digital Vietnam serta Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk mendaftarkan penyediaan layanan e-commerce di Vietnam.”

Keputusan Hanoi juga datang di tengah permintaan otoritas Indonesia untuk memblokir aplikasi Temu dari toko aplikasi Google dan Apple, dengan alasan perlindungan bagi usaha kecil lokal.

Aplikasi Temu juga menghadapi pengawasan regulasi di pasar lain. Di Uni Eropa, regulator sedang memeriksa risiko yang muncul dari penjualan produk ilegal dan desain aplikasi Temu yang “berpotensi membuat kecanduan,” termasuk program penghargaan bergaya permainan dan masalah lainnya. Jika Temu melanggar Undang-Undang Layanan Digital, perusahaan ini dapat menghadapi denda hingga 6 persen dari pendapatan globalnya.

Di Amerika Serikat, Temu juga dikritik karena masalah pelanggaran kekayaan intelektual, kerja paksa, dan risiko bahwa data pribadi yang dikumpulkan aplikasi dapat berakhir di tangan rezim Tiongkok.  (asr)

Trump Bertemu dengan Macron dan Zelenskyy di Paris

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatur pertemuan mendadak dengan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 7 Desember.

ETIndonesia. Presiden terpilih Donald Trump bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, pada  7 Desember malam. 

Macron terlihat memberikan acungan jempol saat Trump dan Zelenskyy berdiri di sisinya untuk sesi foto di Istana kepresidenan tersebut.

Macron awalnya berencana bertemu dengan Zelenskyy, dan kantor presiden Prancis menyatakan bahwa ia mengusulkan pertemuan tiga arah ini tak lama sebelum kedatangan Trump.

“Dunia sedang sedikit kacau sekarang, dan kita akan membahas hal itu,” kata Trump sebelum pertemuan.

Trump telah memberi sinyal bahwa ia lebih memilih untuk segera merundingkan akhir dari perang Rusia–Ukraina yang sedang berlangsung, tetapi masih ada pertanyaan tentang bagaimana ia akan menghentikan pertempuran.

“Kami semua ingin perang ini segera berakhir dengan cara yang adil,” tulis Zelenskyy dalam pernyataan di platform media sosial X setelah pertemuan. 

“Kami berbicara tentang rakyat kami, situasi di lapangan, dan perdamaian yang adil. Kami sepakat untuk terus bekerja sama dan tetap saling berhubungan. Perdamaian melalui kekuatan adalah mungkin.”

Jika gencatan senjata membekukan konflik di sepanjang garis pertempuran saat ini, Rusia dapat mempertahankan sebagian besar wilayah Ukraina sebelum perang.

Zelenskyy telah mengindikasikan bahwa ia terbuka untuk bernegosiasi demi gencatan senjata jika Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperluas keanggotaannya ke wilayah Ukraina yang saat ini tidak berada di bawah kendali Rusia.

“Jika kita ingin menghentikan fase panas dari perang, kita perlu membawa wilayah Ukraina yang ada di bawah kendali kita ke dalam perlindungan NATO,” kata Presiden Ukraina itu dalam wawancara pada 29 November.

Zelenskyy mengatakan Ukraina mungkin pada akhirnya akan mendapatkan kembali wilayah yang diduduki Rusia melalui cara-cara diplomatik.

Masih belum jelas apakah Trump akan menggunakan syarat-syarat Zelenskyy sebagai titik awal untuk pembicaraan gencatan senjata.

Trump belum memberikan komentar tentang pertemuannya dengan Macron dan Zelenskyy.

Dalam upaya membangun kepercayaan dengan pemerintahan baru AS, penasihat utama Zelenskyy, Andriy Yermak, bertemu dengan anggota-anggota kunci tim Trump dalam kunjungan dua hari awal pekan ini.

Trump dan Zelenskyy termasuk di antara banyak pemimpin dunia yang berkumpul di Paris untuk pembukaan kembali Katedral Notre-Dame, setelah bangunan itu rusak parah akibat kebakaran pada 2019.

Pertemuan 7 Desember di Paris ini juga berlangsung setelah Majelis Nasional Prancis pada 4 Desember memberikan suara untuk mencopot Perdana Menteri Prancis Michel Barnier melalui mosi tidak percaya. Macron menunjuk Barnier ke posisi tersebut pada  September, tetapi Barnier segera menghadapi perlawanan ketika ia mendorong rencana keuangan untuk mengurangi defisit anggaran Prancis.

Pencopotan Barnier menjadi tantangan bagi kekuatan politik Macron. Beberapa anggota parlemen yang mendukung mosi tidak percaya terhadap Barnier kini menyerukan agar Macron mengundurkan diri. Namun, presiden Prancis itu bersikeras akan menjalani masa jabatannya hingga selesai.

Laporan ini disertai kontribusi dari Associated Press.

Katedral Notre-Dame di Paris Dibuka Kembali 5 Tahun Setelah Kebakaran

Presiden terpilih AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy termasuk di antara tamu dalam upacara pembukaan katedral tersebut.

Bill Pan dan Etienne Fauchaire

Katedral Ikonik Notre-Dame di Prancis kembali membuka pintunya untuk umum lima tahun setelah kebakaran menghancurkan bangunan abad pertengahan itu.

Kebakaran pada April 2019 melalap katedral tersebut, menghancurkan menara ikonisnya dan sebagian besar atapnya hanya dalam beberapa jam. Namun, di tengah kehancuran, gambar-gambar dari dalam Notre-Dame menunjukkan ketangguhan struktur abad pertengahan tersebut: Dinding-dinding menjulang tetap kokoh, patung-patung tidak rusak, dan salib emas tetap bersinar di atas altar, dikelilingi puing-puing hangus dari atap yang runtuh.

Meskipun pekerjaan restorasi masih berlangsung untuk memastikan bangunan berusia 860 tahun ini tetap menjadi pusat pemandangan kota Paris bagi generasi mendatang, katedral ini secara resmi dibuka kembali pada 7 Desember untuk pertama kalinya sejak bencana yang mengejutkan Prancis dan dunia. Acara tersebut menarik perhatian besar, dengan pengunjung berdatangan ke Paris untuk menyaksikan momen ini.

Sebagai bagian dari upacara pembukaan kembali, Laurent Ulrich, Uskup Agung Paris, mengetuk pintu besar Notre-Dame tiga kali menggunakan tongkat uskup yang terbuat dari kayu yang diselamatkan dari atap yang terbakar. Mazmur dinyanyikan dari dalam, diiringi oleh pertunjukan dari organ pipa Notre-Dame yang terkenal, memiliki 8.000 pipa, dimainkan oleh empat organis.

Pintu katedral terbuka setelah mazmur dinyanyikan tiga kali. Uskup Agung kemudian memasuki Notre-Dame, diikuti oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, Ibu Negara Brigitte Macron, dan Wali Kota Paris Anne Hidalgo.

Macron menyampaikan pidato setelah simbolis pembukaan pintu, mengungkapkan “rasa syukur bangsa Prancis” kepada mereka yang membantu membangun kembali harta budaya negara tersebut.

“Lonceng Notre-Dame, yang telah menemani sejarah kita, berbunyi kembali,” kata Macron di depan para tamu kehormatan. “Kami menemukan kembali apa yang dapat dicapai oleh bangsa besar: yang sebelumnya dianggap mustahil.”

Pasca kebakaran pada 2019, Macron memulai kampanye penggalangan dana nasional dan menetapkan target ambisius untuk memulihkan katedral dalam waktu lima tahun. Kampanye ini mengumpulkan lebih dari 846 juta euro (sekitar $894 juta) dalam bentuk donasi dari seluruh dunia. Donatur dari Amerika Serikat menjadi yang paling dermawan, menyumbang $75 juta dari 45.000 pendukung.

Banyak pemimpin dunia dan pejabat kehormatan termasuk di antara 1.500 tamu yang menghadiri perayaan tersebut. Ibu Negara AS Jill Biden hadir menggantikan Presiden Joe Biden. Presiden terpilih Donald Trump juga hadir, menjadikan ini perjalanan luar negeri pertamanya sejak kemenangannya dalam pemilu November.

Sebelum upacara, Macron mengadakan pertemuan di istana kepresidenannya dengan Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. 

Macron dan Zelenskyy adalah dua dari sedikit pemimpin Eropa yang menjabat selama masa jabatan pertama Trump dan tetap berkuasa saat Trump bersiap kembali ke Gedung Putih.

Pada 8 Desember, Uskup Agung Ulrich akan merayakan Misa pertama di katedral yang baru dipugar tersebut, dengan memberkati altar modern yang menggantikan altar sebelumnya yang hancur akibat runtuhnya menara dalam kebakaran 2019.

Upaya untuk memulihkan keagungan Notre-Dame merupakan tugas monumental. Sekitar 250 perusahaan, bersama ratusan pengrajin, arsitek, dan ahli lainnya, dikerahkan untuk proyek ini. Namun, restorasi menghadapi beberapa hambatan, termasuk penundaan signifikan akibat pandemi COVID-19.

Proyek rekonstruksi dan restorasi raksasa ini menghabiskan biaya sekitar 700 juta euro ($737 juta). Dana yang tersisa diharapkan akan digunakan untuk pemeliharaan masa depan katedral bergaya Gotik yang berharga ini.

Sebagai salah satu monumen yang paling dicintai dan paling banyak dikunjungi di Prancis, Notre-Dame kini diperkirakan akan menarik sekitar 15 juta pengunjung setiap tahunnya. (asr)

Pemakzulan Presiden Korea Selatan atas Darurat Militer Mengejutkan Pejabat Korea Utara

EtIndonesia. Baru-baru ini, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol secara mendadak mengumumkan darurat militer dengan alasan menghadapi ancaman dari kelompok pro-Korea Utara. Namun, keputusan tersebut segera ditolak oleh parlemen hanya dalam beberapa jam, menyebabkan kejutan besar tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Beberapa media asing melaporkan reaksi para pejabat Korea Utara yang ditempatkan di Tiongkok. Mereka menyatakan keheranan atas sistem keseimbangan kekuasaan dalam demokrasi Korea Selatan, yang menurut mereka tidak dapat dibayangkan terjadi di Korea Utara.

Menurut laporan Radio Free Asia, meskipun masyarakat Korea Utara hampir tidak mengetahui peristiwa ini, diplomat dan pejabat perdagangan yang ditempatkan di luar negeri dapat mengakses informasi melalui internet dan media lokal. 

Seorang pejabat perdagangan Korea Utara yang ditempatkan di Dalian, Tiongkok, memberikan komentar anonim, mengatakan bahwa jika seorang pejabat di Korea Utara menentang Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, hal itu pasti akan memicu pembasmian berdarah.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa konsep keseimbangan demokrasi sangat asing di Korea Utara. Saat melihat keputusan darurat militer dicabut melalui persetujuan parlemen, dia dan rekan-rekannya merasa sangat terkejut, bahkan tersentuh.

Pejabat perdagangan lain yang ditempatkan di Donggang, Tiongkok, juga memberikan komentar anonim. Dia mengatakan bahwa melihat berita parlemen Korea Selatan yang menolak keputusan presiden membuatnya memahami arti sebenarnya dari demokrasi. Dia mengagumi sistem pemisahan kekuasaan di Korea Selatan, di mana legislatif, eksekutif, dan yudikatif bekerja secara terpisah. Hal ini sangat berbeda dengan negaranya, di mana kekuasaan Pemimpin Tertinggi (Kim Jong-un) berada di atas konstitusi.

Pemakzulan Yoon Suk-yeol Gagal, Pemimpin Oposisi Korea Selatan: “Kami Tidak Akan Menyerah”


Pada tanggal 7 Desember, Parlemen Korea Selatan mengadakan sidang pleno untuk memberikan suara atas pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol. Namun, pemungutan suara gagal karena aksi boikot oleh partai yang berkuasa, Partai Kekuatan Rakyat, yang menyebabkan pemakzulan tidak memenuhi kuorum. Pemimpin partai oposisi terbesar, Partai Demokrat Korea Selatan, Lee Jae-myung, kemudian menyampaikan pidato kepada publik.

Lee Jae-myung, berbicara di depan tangga Gedung Parlemen, meminta maaf kepada rakyat, mengatakan bahwa kegagalan ini disebabkan oleh kekurangan partainya. Namun, dia menegaskan bahwa partainya tidak akan menyerah.

“Kami pasti akan memakzulkan Yoon Suk-yeol. Saat ini, dia telah menjadi risiko terbesar bagi Republik Korea. Kami akan memastikan negara ini kembali normal sebelum Natal dan akhir tahun, sebagai hadiah Natal dan tahun baru bagi rakyat,” katanya.

Sesuai aturan parlemen Korea Selatan, pemakzulan membutuhkan dukungan dua pertiga dari jumlah anggota parlemen, yaitu setidaknya 200 suara setuju. Karena aksi boikot Partai Kekuatan Rakyat, hanya 195 anggota parlemen yang hadir dalam pemungutan suara, sehingga pemakzulan gagal.

Sebelumnya, Partai Demokrat telah menyatakan bahwa jika pemungutan suara pada tanggal 7 Desember gagal, mereka akan mengajukan pemakzulan ulang paling cepat pada 11 Desember.

Yoon Suk-yeol Berpidato di Televisi meminta maaf , dan Setuju Mundur Lebih Awal

Ketua Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa, Han Dong-hoon, mengumumkan pada hari yang sama bahwa partainya akan bekerja sama dengan Yoon Suk-yeol untuk mencari cara agar Yoon dapat mundur secara teratur. Pengumuman ini juga telah disetujui oleh Yoon Suk-yeol. 

Han Dong-hoon mengatakan: “Sebagai pemimpin partai yang berkuasa, saya sangat menyesal atas situasi dari darurat militer hingga saat ini. Partai Kekuatan Rakyat akan mendorong pengunduran diri presiden secara teratur untuk mengurangi kekacauan.”

Han Dong-hoon menambahkan, Presiden Yoon Suk-yeol telah menyatakan kesediaannya untuk mengikuti keputusan partai mengenai masa jabatannya, sehingga tidak akan terjadi kekacauan.

“Kami akan mengejar tujuan ini dengan cara yang dapat diprediksi dan transparan, serta dalam proses ini, kami akan berkonsultasi dengan partai oposisi Partai Demokrat Korea Selatan,” ujar Han.

Han Dong-hoon juga mengatakan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan Perdana Menteri Han Duck-soo untuk membahas isu-isu penting, terutama yang berkaitan dengan kepentingan rakyat, guna meminimalkan dampak potensial.

Pada hari yang sama, Yoon Suk-yeol sempat menyampaikan pidato singkat selama dua menit. Dia meminta maaf dengan tulus kepada rakyat atas pengumuman darurat militer yang mengejutkan banyak pihak. “Sebagai presiden, saya mengambil keputusan ini sebagai langkah terakhir. Namun, dalam proses pelaksanaannya, hal ini menyebabkan kegelisahan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat.”

Yoon juga berjanji tidak akan menghindari tanggung jawab hukum atau politik atas “kekacauan darurat militer” dan menyerahkan semua keputusan tentang masa jabatannya kepada Partai Kekuatan Rakyat. Setelah menyelesaikan pidatonya, Yoon membungkuk di depan kamera sebagai bentuk permintaan maaf.

Pemimpin Partai Demokrat Korea Selatan, Lee Jae-myung, yang pernah bersaing dengan Yoon dalam pemilihan presiden dua tahun lalu, mengkritik pidato tersebut. Ia mengatakan bahwa pidato itu tidak memenuhi harapan rakyat dan justru memperburuk kemarahan publik. Menurutnya, satu-satunya solusi untuk krisis politik ini adalah Yoon Suk-yeol segera mengundurkan diri atau dimakzulkan oleh parlemen. (jhn/yn)

Kekacauan di Suriah : B-52 dan F-15 AS Serang Markas ISIS

EtIndonesia. Setelah pemberontak Suriah menyerbu ibu kota Damaskus, Presiden Assad dan keluarganya melarikan diri ke Moskow untuk mendapatkan suaka. Situasi di Suriah saat ini masih kacau. Pada Minggu (8/12), Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa mereka telah mengerahkan pembom B-52, jet tempur F-15, dan pesawat A-10 untuk menyerang markas ISIS di Suriah guna mencegah kebangkitan kembali kelompok teroris tersebut di tengah gejolak di negara itu.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa mereka telah melakukan puluhan serangan presisi terhadap kamp ISIS dan agen-agennya di wilayah tengah Suriah.

Komando tersebut menambahkan bahwa serangan terhadap pemimpin ISIS, agen, dan kamp mereka adalah bagian dari misi yang sedang berlangsung untuk menghancurkan, melemahkan, dan mengalahkan ISIS. Tujuannya adalah mencegah kelompok teroris tersebut melakukan operasi eksternal dan memastikan bahwa ISIS tidak mencoba memanfaatkan situasi saat ini untuk membangun kembali kekuatannya di wilayah tengah Suriah.

CENTCOM menyebutkan bahwa operasi ini melibatkan berbagai aset Angkatan Udara AS, menyerang lebih dari 75 target, termasuk menggunakan pembom B-52, jet tempur F-15, dan pesawat serang A-10 Thunderbolt II. Penilaian kerusakan pertempuran sedang dilakukan, dan tidak ada tanda-tanda korban sipil.

Presiden AS Joe Biden pada Minggu juga menyatakan bahwa Amerika Serikat berniat untuk melanjutkan operasi anti-ISIS di Suriah.

“Bahkan dalam masa gejolak di Suriah, Komando Pusat akan terus bekerja sama dengan sekutu dan mitra di kawasan untuk melemahkan kemampuan operasional ISIS,” kata CENTCOM.

Komandan CENTCOM, Jenderal Michael Erik Kurilla, mengatakan: “Jelas, kami tidak akan membiarkan ISIS membangun kembali kekuatannya dan memanfaatkan situasi saat ini di Suriah.”

 “Semua organisasi di Suriah harus tahu bahwa jika mereka bekerja sama atau mendukung ISIS dengan cara apa pun, kami akan meminta pertanggungjawaban mereka,” katanya.

Pada Sabtu (7/12), Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menyatakan bahwa Amerika Serikat “tidak akan campur tangan” dalam perang saudara yang sedang berlangsung di Suriah tetapi akan “mengambil langkah” untuk mencegah kebangkitan kembali ISIS.

Sullivan menegaskan bahwa dengan keberadaan kelompok pemberontak yang menjadi ujung tombak perang melawan rezim Assad, beberapa anggotanya telah ditetapkan oleh AS sebagai organisasi teroris. Oleh karena itu, para pejabat AS mengkhawatirkan situasi di masa depan. Ia mengatakan bahwa anggota kelompok pemberontak tersebut memiliki rekam jejak terkait darah (kematian) warga AS.(jhn/yn)