Billy Boen Bocorkan Strategi Media Sosial Untuk UKM

Suasana workshop Pentingnya Sosial Media Untuk UMKM Dalam Meningkatkan Penjualan. (Photo : Humas KemenKop UKM)

EpochTimesId – Pengusaha digital Billy Boen membocorkan strategi media sosial untuk Usaha Kecil dan menengah (UKM) pada workshop bertema Pentingnya Sosial Media Untuk UMKM Dalam Meningkatkan Penjualan. Dia membocorkan strategi tersebut karena adanya perubahan perilaku konsumen dimana 84% konsumen membeli barang karena pengaruh media sosial.

Founder & CEO Young On Top dan GDIlab.com itu membeberkan tiga langkah memanfaatkan sosial media bagi UKM. Menurut Billy, langkah pertama adalah meningkatkan jangkauan dan eksposur (brand awareness), langkah nomor dua adalah berinteraksi dengan follower (engagement). Kemudian barulah dilakukan langkah ketiga, memberikan solusi kepada follower (selling).

“Jadi, dalam medsos itu selling nomor tiga, setelah brand awareness dan engagement. Baru kemudian akan menciptakan apa yang dinamakan brand loyality”, kata Billy, dalam keterangan tertulis Kementerian Koperasi dan UKM, Selasa (3/10/2017).

Billy pun mengutarakan apa yang harus UKM lakukan dalam bermedsos-ria untuk memasarkan produknya. Pertama, harus tahu apa yang follower suka dan tidak suka, termasuk kapan mereka membuka medsos. Kedua, harus mengetahui apa yang dikatakan follower terhadap brand produknya (brand perspective).

“Ketiga, harus mengetahui apa yang diposting dalam medsos, kapan soft sell, kapan hard sell (right contents). Keempat, mampu memanage ekspektasi follower terhadap brand produk Anda”, imbuh Billy.

Selain itu, lanjut Billy, cara main FB, Twitter, dan Instagram, juga berbeda, termasuk beda dalam kegunaan dan algoritmanya.

“Twitter itu mirip running text di televisi, harus berulang-ulang agar follower melihat. Sedangkan FB dan Instagram tidak begitu. Cukup ada yang me-like, maka postingan kita akan muncul lagi ke depan para follower. Maka, jangan lagi ada kebiasaan memposting sesuatu atau produk secara bersamaan dalam ketiga medsos tersebut”, pungkas Billy.

Pada acara yang sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menekankan pentingnya UKM memanfaatkan media sosial (medsos) untuk meningkatkan kinerja penjualan produknya. “Dengan memanfaatkan sosmed, maka hambatan jarak, ruang dan waktu, serta harga barang, bisa tereliminir,” kata Agus.

Karena, lanjut Agus, dengan sosmed, UKM tak lagi butuh ruang yang besar untuk memajang produknya. Dengan kata lain, dalam sepetak kamar pun bisa membuka toko.

Sementara Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM, I Wayan Dipta mengingatkan pelaku UKM untuk menyadari pentingnya hak intelektual. Dia meminta pelaku UKM yang membuat merek untuk menyadari perlindungan produk yang dibuat.

“Sebelum merilis produk ke pasaran, sebaiknya mengurus hak cipta dan mereknya agar tidak dijiplak pihak lain. Terutama bagi UKM dengan produk kreatif,” kata Wayan.

Sementara bagi yang belum atau tidak sanggup membuat produk berkualitas, Wayan menyarankan untuk menjadi pemasar. Sebab, saat ini masih banyak pembuat produk berkualitas namun belum sanggup memasarkan produknya. (waa)