Setidaknya 1.000 Angota ISIS Masih Berada di Irak dan Suriah

Epochtimes.id- Kurang dari 1.000 orang anggota ISIS masih berdomisili di Irak dan Suriah. Koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat memerangi kelompok militan ini.

Irak dan Suriah telah mengumumkan kemenangan atas kelompok ISIS dalam beberapa pekan terakhir.

Deklarasi ini setelah setahun lebih pasukan kedua negara, sekutu asing dan pasukan lokal mengusir para petempur ISIS dari semua kota dan desa yang pernah diproklamirkan sebagai kota kekhalifahan ISIS.

Amerika Serikat telah memimpin sebuah koalisi internasional yang melakukan serangan udara terhadap ISIS sejak 2014 ketika kelompok tersebut menguasai sepertiga dari wilayah Irak.

Pasukan Amerika Serikat telah bertugas sebagai penasihat di lapangan dengan pasukan pemerintah Irak dan kelompok Kurdi dan Arab di Suriah.

Sejumlah warga sipil termasuk wanita dan anak-anak melarikan diri dari beberapa kawasan yang dikuasai oleh kelompok ISIS di kota Raqqa, Suriah Utara. Foto Milik : Mezopotamya Agency, via AP. Source: AP

“Karena komitmen Koalisi dan kompetensi yang ditunjukkan dari mitra kami di Irak dan Suriah, diperkirakan ada kurang dari 1.000 teroris ISIS di area operasi bersama gabungan kami, yang sebagian besar diburu di daerah gurun pasir timur Suriah dan Irak Barat, ” kata koalisi pimpinan AS kepada Reuters dalam sebuah pernyataan di surat elektronik.

ISIS atau Daesh adalah akronim yang digunakan untuk Negara Islam.

Angka tersebut mengecualikan daerah-daerah di Suriah barat yang berada di bawah kendali pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dan sekutu-sekutunya.

Sekutu utama Assad Rusia juga mengatakan pada Rabu lalu pertempuran utama dengan ISIS di Suriah telah berakhir.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa tugas utama di Suriah sekarang menghancurkan kelompok Islam lain, yaitu Nusra Front.

Rumah-rumah yang hancur karena pertempuran antara Pasukan Demokratik Suriah dan militan ISIS digambarkan di kota tua Raqqa di Suriah pada 5 Oktober 2017. Gambar yang diambil pada 5 Oktober 2017. (Reuters / Erik De Castro)

Koalisi pimpinan Amerika Serikat mengatakan pada 5 Desember bahwa ada kurang dari 3.000 teroris yang tersisa. Irak mengumumkan “kemenangan akhir” atas kelompok tersebut pada 9 Desember.

Sebagian besar teroris telah terbunuh atau tertangkap dalam tiga tahun terakhir seperti dilansir koalisi Arab Saudi pada Rabu. Pernyataan ini tidak menanggapi pertanyaan seberapa anggota ISIS ini bisa lolos ke negara lain. Koalisi AS mengatakan tidak akan “terlibat dalam spekulasi publik” namun mengatakan pihaknya berupaya mencegahnya.

“Kami dapat memberitahu Anda bahwa kami bekerja sama dengan mitra kami untuk membunuh atau menangkap semua teroris ISIS yang tersisa, untuk menghancurkan jaringan mereka dan mencegah kebangkitan mereka, dan juga untuk mencegah mereka melarikan diri ke negara-negara yang berbatasan,” katanya. (asr)

Sumber : Reuters via The Epochtimes