Pasien Meninggal Setelah Menjalani Terapi Akupunktur Dengan Lebah Hidup

EpochTimesId – Seorang wanita di Spanyol meninggal dunia setelah menjalani terapi akupunktur lebah. Dalam terapi itu, korban disengat menggunakan lebah hidup untuk menggantikan peran dari jarum akupunktur.

Wanita itu meninggal beberapa minggu setelah ambulans menjemputnya dari klinik akupunktur untuk dilarikan ke rumah sakit. Dia didiagnosa mengalami gagal fungsi sejumlah organ tubuh.

Selain itu, penelitian oleh sebuah rumah sakit universitas di Spanyol juga memastikan bahwa korban mengalami stroke DAS.

Terapi sengat lebah itu adalah bagian dari program apitherapy. Itu adalah sejenis perawatan yang bertujuan untuk meringankan kondisi medis melalui zat yang ditemukan diproduksi oleh lebah.

Penelitian Universitas itu mengakui bahwa ada bukti terbatas yang tersedia tentang efektivitas perawatan apitherapy.

Korban yang tidak disebutkan namanya telah menghadiri sesi akupuntur lebah selama dua tahun sebelum dia mengalami reaksi negatif. Wanita berusia 55 tahun itu mencari perawatan untuk meredakan ketegangan otot yang parah dan mengurangi stres.

Akupunktur lebah telah dipuji oleh aktris Gwyneth Paltrow, yang mendirikan merek kesehatan dan gaya hidup Goop. Dia menggambarkan pengalamannya dengan terapi itu dalam artikel New York Times.

“Saya telah disengat lebah. Ini adalah pengobatan berusia ribuan tahun yang disebut apitherapy. Orang menggunakannya untuk menghilangkan peradangan dan jaringan parut. Sebenarnya sangat luar biasa jika Anda melakukan riset. Tetapi, bagi manusia, itu menyakitkan,” kata Paltrow.

Seorang dokter akupunktur lebah hidup, menggambarkan sengatan menarik yang dilakukan pada titik-titik tubuh, melalui The Telegraph.

“Kami memegangi lebah, meletakkannya di satu titik pada tubuh, memegangi kepalanya, dan mencubitnya sampai jarum sengat muncul,” tutur Wang Menglin.

Artikel itu mengklaim terapi itu adalah bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok.

Studi Spanyol merekomendasikan bahwa tempat-tempat yang memberikan perawatan apitherapy harus dilengkapi dengan cara-cara untuk mengobati reaksi tersebut. Wanita yang meninggal harus menunggu 30 menit agar ambulans tiba sebelum dia dirawat.

Studi ini diakhiri dengan tidak merekomendasikan akupunktur lebah hidup sama sekali. Penelitian juga menyebutkan, ini adalah contoh pertama yang diketahui seseorang yang meninggal karena akupunktur lebah.

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

“Oleh karena itu, risiko menjalani apitherapy dapat melebihi manfaat yang diduga, yang membawa kita untuk menyimpulkan bahwa praktik ini tidak aman dan tidak disarankan,” kata studi tersebut. (Colin Fredericson/NTD.tv/The Epoch Times/waa)