Trump Desak Kongres Amerika Gunakan Opsi Nuklir Loloskan Reformasi Imigrasi

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta Kongres untuk segera meloloskan reformasi imigrasi. Dia bahkan mendesak para anggota parlemen untuk menggunakan ‘nuclear option’ atau ‘opsi nuklir’ untuk mewujudkan reformasi.

Donald Trump menyampaikan permintaan itu dalam serangkaian tweet, pada hari Minggu (1/3/2018) dan Senin (2/3/2018) yang merujuk ancaman serbuan 1.000 lebih migran. Imigran gelap itu melakukan perjalanan dari Amerika Tengah melalui Meksiko dengan maksud mengklaim suaka di Amerika Serikat.

Berdasarkan undang-undang imigrasi saat ini, para migran ini dapat melintasi perbatasan secara ilegal, ditahan, dan kemudian menuntut suaka. Mereka kemudian akan dilepaskan di wilayah Amerika Serikat dengan tanggal pengadilan yang ditentukan kemudian.

“Meksiko memiliki kekuatan absolut untuk tidak membiarkan rombongan besar tersebut memasuki negara mereka,” tulis Trump di Twitter pada Senin pagi. “Mereka harus menghentikan mereka di Perbatasan Utara mereka, yang dapat mereka lakukan karena undang-undang perbatasan mereka berfungsi, tidak memungkinkan mereka melewati negara kita, yang tidak memiliki undang-undang perbatasan yang efektif.”

“Kongres harus segera ‘meloloskan’ Undang-undang Perbatasan, gunakan ‘Opsi Nuklir’ jika perlu, untuk menghentikan arus besar obat-obatan dan imigran gelap. Agen Patroli Perbatasan (dan ICE) adalah BESAR, tetapi hukum yang lemah tidak memungkinkan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Bertindaklah sekarang, negara kita sedang dicuri!”

‘Opsi nuklir’ yang dimaksud Trump adalah sebuah metode bahwa Partai Republik dapat menerobos rintangan dan mengabaikan penentangan dari partai minoritas, Partai Demokrat. Partai mayoritas memberikan suara pada RUU dengan suara yang hanya unggul sedikit dari minoritas.

Seorang agen Patroli Perbatasan melihat ke arah Meksiko dari tepi Rio Grande dekat McAllen, Texas, pada 8 September 2014. Wilayah Rio Grande Valley adalah sektor tersibuk untuk penyeberangan perbatasan ilegal ke Amerika Serikat. (John Moore/Getty Images/The Epoch Times)

Senat terakhir menggunakan opsi nuklir untuk mengkonfirmasi calon Mahkamah Agung Trump, Neil Gorsuch.

Trump juga mengancam akan mengakhiri Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara jika Meksiko tidak berbuat lebih banyak untuk menghentikan para imigran gelap di perbatasan utara Meksiko.

Presiden Trump juga berencana menutup total program Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA). Program itu adalah pengampunan sementara untuk imigran gelap di bawah umur, yang datang ke AS tanpa didampingi orangtua dan kerabat dekat.

Trump mengakhiri program DACA setelah sebelumnya sempat menggunakannya untuk bernegosiasi dengan Demokrat. Trump akan memberikan amnesti penuh kepada imigran DACA jika partai oposisi mendukung program reformasi imigrasi.

Pada hari Minggu, dia men-tweet, “NO MORE DACA DEAL!”

“DACA ‘mati’ karena Demokrat tidak peduli atau tidak bertindak, dan sekarang semua orang ingin masuk ke ‘kereta musik’ DACA,” tulis Trump di Twitter, Senin. “(DACA) Tidak lagi berfungsi.”
“Harus membangun Tembok dan mengamankan perbatasan kita dengan undang-undang Perbatasan yang tepat. Demokrat menginginkan ‘No Borders’ (tidak ada perbatasan), maka selamat datang obat-obatan dan kejahatan!”

Proposal reformasi imigrasi Trump akan mengakhiri undian keberagaman visa dan menggantinya dengan sistem berbasis prestasi. Presiden juga ingin mengakhiri rantai migrasi, sebuah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang membawa keluarga besar mereka setelah dinaturalisasi.

Presiden AS, Donald Trump memeriksa prototipe tembok perbatasan di San Diego, California pada 13 Maret 2018. (MANDEL NGAN/AFP/Getty Images/The Epoch Times)

DACA masih terdaftar di situs web Gedung Putih sebagai bagian dari ‘paket reformasi’, bersama dengan rencana untuk membangun dinding perbatasan dengan Meksiko. Presiden mengakomodir DACA sebagai tawaran untuk Demokrat agar memberikan dukungannya yang dibutuhkan untuk membiayai tembok perbatasan.

Tweet terbaru mengindikasikan Trump mungkin akan mencari cara lain untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan, salah satu janji kampanye utama ketika kampanye pemilihan presiden. Trump telah mengindikasikan bahwa dia ingin menggunakan dana dan alasan militer untuk membangun tembok. Trump akan menyisihkan anggaran baru militer yang sangat besar.

Ditanya tentang arti tweetnya tentang kesepakatan DACA, Trump tampaknya masih meninggalkan beberapa peluang untuk kesepakatan.

“Meksiko harus membantu kami di perbatasan,” kata Trump. “Dan banyak orang yang datang karena mereka ingin memanfaatkan DACA, dan kami harus benar-benar melihat.” (Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA