Ratusan Warga Sipil Suriah Jadi Korban Serangan Senjata Kimia

oleh Huang Kaixi

Sejumlah organisasi Suriah pada 7 April menyebutkan bahwa pasukan pemerintah Suriah membombardir daerah Ghouta Timur yang diduduki pasukan oposisi dengan bom berisi kimia beracun, menyebabkan sedikitnya 70 orang warga sipil meninggal dunia dan korban luka lainnya. Diperkirakan jumlah korban masih akan bertambah.

CNN melaporkan bahwa termasuk White Helmets, Douma Coordination Committee, Ghouta Media Center dan kelompok-kelompok oposisi lainnya mengatakan : Pada 7 April sebuah helikopter yang sedang terbang di udara Douma, sebuah daerah yang terletak di bagian timur Damaskus terlihat menjatuhkan sejumlah bom kimia yang dikemas dalam bentuk botolan, menyebabkan kematian dan luka bagi warga sipil.

Dari foto-foto yang dipublikasikan oleh pusat media di Ghouta terlihat ada banyak orang dewasa dan anak-anak dengan mulut berbusa sedang menanti perawatan dokter di rumah sakit. Meskipun sudah ada korban yang meninggal.

Organisasi Bantuan Medis Suriah (UOSSM) mengutip ucapan petugas kesehatan lalu mengeluarkan pernyataan bahwa telah terjadi serangan senjata kimia berskala besar yang menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 500 orang warga sipil.

Sebuah Organisasi Kesehatan etnis Suriah di Amerika Serikat (SAMS) menyebutkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 35 orang. Tentara pemberontak Suriah (Jaish al-Islam)  bahkan mengatakan bahwa korban telah mencapai lebih dari 100 orang.

Namun CNN dalam laporannya juga menegaskan bahwa sampai sekarang pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban warga sipil karena serangan senjata kimia ini.

Pejabat Deplu AS saat menerima wawancara CNN mengatakan : “Hari ini (7 April) kita telah mendapatkan laporan tidak nyaman, juga terdengar lagi sebuah serangan senjata kimia lainnya yang terjadi di daerah dekat rumah sakit Douma”.

“Pemerintah Suriah menyerang rakyatnya dengan senjata kimia sudah pernah terjadi sebelumnya, sebuah fakta yang tak terdebatkan ! Sedikitnya 1.000 orang warga sipil Suriah meninggal dunia akibat serangan senjata kimia yang terjadi pada 21 Agustus 2013 itu.”.

“Rusia akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan biadabnya kepada rakyat Suriah. Rusia selain melindungi rezim yang berkuasa, tetapi ia juga tidak menghentikan penggunaan senjata kimia di Suriah. Membuat orang ragu atas janji dan kesungguhan Rusia dalam menyelesaikan krisis negara tersebut”.

Namun, kantor berita negara Suriah mengutip ‘laporan sumber pemerintah’ membantah tuduhan dari kelompok di atas. Ia berpendapat bahwa berbagai kelompok telah berusaha untuk mendiskreditkan pemerintah, secara terang-terangan ingin mencegah tentara pemerintah untuk membasmi kelompok teroris yang sedang sekarat. Selain itu, pasukan pemerintah juga tidak perlu menggunakan senjata kimia sebagaimana yang disebut oleh media teroris. (Sinara/asr)

https://www.youtube.com/watch?v=EaHo8_FQjwo