Tiongkok Rancang Zona Perdagangan Bebas Hainan pada 2020

SHANGHAI – Tiongkok bertujuan untuk membangun zona perdagangan bebas di provinsi pulau Hainan pada 2020 dan akan mendorong perusahaan multinasional untuk mendirikan kantor pusat internasional dan regional mereka di sana, sebagai bagian dari rencana untuk membuka perekonomian provinsi tersebut kepada para investor asing.

Panduan tersebut dipublikasikan di situs web resmi pemerintah. Terjadi setelah pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengumumkan pekan lalu bahwa negara tersebut akan memberi perusahaan asing kebebasan ekonomi yang lebih besar di provinsi paling selatan.

Dikenal dengan pesisir-pesisir berpasirnya dan resor garis pantainya, Hainan adalah markas besar penerbangan Tiongkok menuju layanan keuangan konglomerat HNA. Minggu ini, provinsi tersebut menjadi tuan rumah Forum Bo’ao, yang dikenal sebagai setara dengan Davos di Asia.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa pihak berwenang Tiongkok akan menyiapkan dana investasi untuk mendukung pembangunan pelabuhan perdagangan bebas di Hainan pada 2025, dengan tujuan agar sistem tersebut akan “matang” pada 2035.

Ia akan menghapus setahap demi setahap penjualan kendaraan-kendaraan berbahan bakar tradisional untuk konservasi lingkungan yang lebih besar di Hainan, dan mendorong perusahaan-perusahaan asing untuk berpartisipasi dalam pembangunan pelabuhan tersebut.

Ia juga akan memungkinkan permainan lotre olah raga dan balap kuda sebagai bagian dari rencana untuk mempromosikan pengembangan industri pariwisata provinsi tersebut.

Bloomberg melaporkan pada bulan Februari bahwa Tiongkok sedang mempertimbangkan mengizinkan taruhan olahraga atau lotere di Hainan dalam sebuah langkah yang dapat membuka pintu ke kasino fisik. Bekas wilayah Portugis yang sekarang menjadi Macau, saat ini adalah satu-satunya tempat di tanah Tiongkok di mana perjudian kasino diizinkan.

Rencana pemerintah Tiongkok untuk Hainan tersebut tidak menyebutkan perjudian atau kasino.

Mengutip sumber-sumber orang dalam, surat kabar Taiwan, United Daily News, melaporkan pada 16 April bahwa tangan kanan Xi dan wakil pemimpin saat ini, Wang Qishan, adalah orang yang menyarankan Xi ide untuk membangun zona perdagangan bebas di Hainan tersebut. Wang adalah sekretaris partai Hainan pada tahun 2002, tetapi kurang dari setahun kemudian, dipindahkan ke Beijing untuk membantu menangani wabah SARS sebagai wakil sekretaris partai Beijing. Wang merasa dia memiliki beberapa urusan yang belum selesai di pulau itu, menurut laporan tersebut.

Sementara itu, sekretaris partai Hainan sebelumnya, Luo Baoming, adalah orang kepercayaan yang dikenal mantan pemimpin Partai Jiang Zemin dan pernah menemani Jiang dalam tur ke Gunung Dongshan yang terkenal di pulau tersebut. (ran)

ErabaruNews