Mantan Dokter Berusia 75 Tahun Dipaksa Memakai Alat Pemantau Saat Dalam Penahanan Rumah

Polisi Tiongkok telah meningkatkan pengawasan mereka terhadap seorang dokter tua yang pernah bertugas di rumah sakit militer Tiongkok.

Gu Xinfang, 75 tahun, dari Kota Nanjing di Tiongkok selatan, berlatih Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, sebuah ajaran meditasi dengan prinsip dasar dari sejati, baik, dan sabar.

penganiayaan oleh rezim komunis tiongkok
Praktisi Falun Gong memerankan adegan penyiksaan yang biasa digunakan oleh polisi Tiongkok pada saat demonstrasi menentang penganiayaan Tiongkok terhadap kelompok, di Taipei, Taiwan, pada 20 Juli 2014 (Mandy Cheng / AFP / Getty Images)

Seperti banyak praktisi lainnya, Gu mengalami peningkatan kesehatan fisik dan mental setelah berlatih Falun Gong. Artritis, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serta penyakit lainnya telah memudar, menurut Minghui.org, situs web yang berbasis di AS yang berfungsi sebagai pusat informasi tentang penganiayaan terhadap latihan tersebut di Tiongkok.

Pada 15 Oktober 2015, Gu ditangkap oleh petugas polisi setempat dan anggota kantor 610 setempat, pasukan polisi rahasia mirip Gestapo yang didirikan khusus untuk melakukan penganiayaan terhadap Falun Gong, saat dalam perjalanan ke pasar makanan, menurut ke Minghui.org.

Petugas keamanan juga menerobos masuk ke rumah Gu dan menyita dua komputer, printer, laminator, uang tunai berjumlah sekitar 17.000 yuan ($2.600), dan barang-barang pribadi lainnya.

Pada tahun 1999, mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Jiang Zemin melancarkan penganiayaan nasional terhadap Falun Gong, khawatir bahwa popularitas kelompok tersebut dapat merusak otoritas Partai tersebut, mengingat hingga tahun 1999 sudah mencapai 100 juta warga yang berlatih Falun Dafa, menurut media Barat yang mengutip para pejabat Tiongkok.

Sejak saat itu ribuan praktisi Falun Gong telah ditangkap dan dipenjarakan karena keyakinan spiritual mereka tersebut. Gu telah dianiaya sejak 2015.

Pengadilan Distrik Qixia memutuskan Gu bersalah karena mengajukan tuntutan pidana terhadap mantan pemimpin Jiang atas penganiayaannya terhadap Falun Gong. Ini merupakan penghinaan terhadap seperangkat pedoman baru dari Mahkamah Rakyat Tertinggi pada tahun 2015 yang memungkinkan para praktisi untuk menunjuk nama Jiang secara langsung bertanggung jawab atas pelanggaran yang mereka derita. Lebih dari 200.000 praktisi Falun Gong Tiongkok dan keluarga mereka telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Jiang sejak saat itu, menurut Minghui.org.

Gu ditahan selama 10 bulan di Pusat Penahanan Nanjing. Suaminya yang berusia 75 tahun ditinggalkan sendirian di rumah.

penganiayaan oleh rezim komunis tiongkok
Seorang penjaga paramiliter berdiri di pintu keamanan di dalam Pusat Penahanan No.1 selama tur berpemandu pemerintah di Beijing pada 25 Oktober 2012. (Ed Jones / AFP / Getty Images)

Pada Juli 2016, Gu dibebaskan kembali ke rumah, dengan hukuman tahanan rumah selama lebih dari dua tahun.

Tepat sebelum pertemuan penting Partai Komunis, Kongres Nasional ke-19, berlangsung pada Oktober 2017, Gu dibawa ke pusat penahanan lokal dan ditahan selama sebulan. Para pembangkang biasanya menghadapi penganiayaan yang lebih berat di sekitar masa-masa sensitif politik seperti Kongres Nasional ke-19.

Pada tanggal 1 April 2018, petugas polisi dan agen keamanan lainnya pergi ke rumahnya dan memaksanya untuk memakai gelang elektronik, manset kaki, dan perangkat pemantauan elektronik lainnya. Mereka juga mengatakan padanya bahwa mereka telah menambahkan satu tahun lagi untuk hukuman tahanan rumahnya.

Hukuman totalnya akan berakhir pada 15 Oktober 2019, ketika dia hampir berusia 80 tahun.

Lebih dari 4.000 pengikut Falun Gong dikonfirmasi telah meninggal akibat penyiksaan dan pelecehan saat dalam tahanan, meskipun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi dikarenakan kesulitan mendapatkan informasi dari Tiongkok, menurut Pusat Informasi Falun Dafa , kantor pers kelompok tersebut. Selain itu, sejumlah besar praktisi telah dibunuh untuk organ mereka, yang kemudian digunakan dalam industri transplantasi organ Tiongkok, menurut para peneliti independen. (ran)

Rekomendasi video :

https://www.youtube.com/watch?v=0x2fRjqhmTA&t=27s

ErabaruNews