Drama Menyedihkan di Hari Jadi ke-10 Gempa Bumi Sichuan, Otoritas Tiongkok Melecehkan Jurnalis dan Para Korban

Tanggal 12 Mei menandai peringatan 10 tahun gempa berkekuatan 7,9 SR yang melanda Kabupaten Wenchuan, Provinsi Sichuan di Tiongkok barat daya, telah menewaskan 69.227 orang dan melukai 374.643 penduduk, menurut Kementerian Urusan Sipil rezim Tiongkok. Lebih dari 17.000 warga masih hilang.

Sekitar 7.000 gedung sekolah di zona gempa itu telah runtuh. Di Sekolah Menengah Beichuan saja, lebih dari 1.000 siswa roboh dan tewas di dalam reruntuhan. Foto-foto bangunan yang runtuh yang beredar online jelas menunjukkan bahwa dinding beton hanya didukung oleh potongan-potongan besi yang tertanam di dalamnya, bukan batang-batang baja sesuai standar.

Sekolah-sekolah yang dibangun dengan buruk tersebut kemudian disebut sebagai “konstruksi tahu”, runtuh seperti tahu saat menghadapi gempa tremor. Penduduk Sichuan menduga bahwa pemerintah setempat telah menyedot biaya konstruksi dan melakukan sesuatu dengan cara termudah dan paling murah ketika membangun sekolah-sekolah tersebut.

Miyamoto International, sebuah perusahaan yang berbasis di California yang mengkhususkan diri dalam konstruksi yang aman dari gempa, mengirim tim untuk menyelidiki bangunan-bangunan sekolah yang runtuh setelah gempa bumi tersebut, dan menemukan banyak kekurangan di sekolah-sekolah Sichuan, termasuk teknik konstruksi, desain bangunan, dan pengawasan kualitas, menurut laporan India Today di bulan Mei 2008.

peringatan 10 tahun gempa bumi sichuan tiongkok
Kerabat korban gempa membakar persembahan di reruntuhan daerah Beichuan yang terkena gempa bumi selama peringatan sepuluh tahun Gempa Bumi pada 12 Mei 2018 di Daerah Otonomi Beichuan Qiang, provinsi Sichuan Tiongkok. (Wang He / Getty Images)

Orangtua Mencari Keadilan

Selama dekade terakhir, para orang tua korban gempa telah memprotes pihak berwenang untuk menuntut keadilan atas kematian anak-anak mereka.

Pada tanggal 12 Mei, sekitar 200 orang tua memperingati kematian anak-anak mereka di luar bekas sekolah mereka, Sekolah Menengah Juyuan. Orang tua memegang spanduk yang meminta otoritas lokal untuk menghukum para pejabat yang bertanggung jawab atas sekolah-sekolah yang dibangun dengan buruk tersebut. Banyak polisi berpakaian preman memantau tempat kejadian, menurut laporan oleh Cable TV Hong Kong.

Ketika seorang reporter Cable TV, Lei Zijian, menyelesaikan wawancara dengan orang tua dan kembali ke mobilnya, dua pria dan seorang wanita membuka pintu mobil Lei dan mencoba menyeretnya keluar, kemudian mengambil tasnya, yang berisi komputer dan peralatan rekaman audio.

Reporter lain, Chen Haohui, melihat bahwa Lei sedang dikerubuti mobilnya, mulai merekam adegan tersebut dengan ponselnya, tetapi diseret oleh dua orang. Mereka menendang Chen dengan lutut di perutnya dan memukul dengan kaki kepalanya, melaporkan Cable TV.

Kedua pria itu pergi setelah staf dari kantor propaganda setempat tiba di tempat kejadian. Staf tersebut membawa Chen ke rumah sakit untuk memeriksa lukanya. Menurut pemeriksaan rumah sakit, Chen mengalami mati rasa dan rasa sakit di pergelangan tangannya, serta batuk, akibat dipukuli, dilaporkan Cable TV.

Cable TV mewawancarai Lu Biyu, orang tua korban gempa, mengatakan dua wartawan Hong Kong lainnya telah dibawa pergi oleh polisi berpakaian preman.

peringatan 10 tahun gempa bumi sichuan tiongkok
Seorang kerabat korban gempa menangis ketika ia berkabung di reruntuhan kabupaten Beichuan yang terkena gempa bumi pada 11 Mei 2009 di Mianyang, Provinsi Sichuan, Tiongkok. (Feng Li / Getty Images)

Banyak orang tua juga mencoba mengajukan banding ke otoritas pusat di Beijing, tetapi telah bertemu dengan gangguan dan penangkapan polisi.

Sang Jun, orang tua dari seorang siswa sekolah dasar yang tewas dalam gempa 2008, mengatakan kepada Radio Free Asia pada 26 April bahwa dia dan orang tua korban lainnya dihentikan ketika mereka baru saja pergi ke Beijing.

“Dalam beberapa hari terakhir, saya dikelilingi oleh keamanan nasional dan agen-agen yang mengawasi saya,” kata Sang. “Beberapa orang tua yang merupakan pemimpin perwakilan-perwakilan untuk para siswa korban juga sedang dimonitor.”

Ms. Chou (nama samaran) dari Kota Mianyang, Provinsi Sichuan mengatakan kepada The Epoch Times pada 28 April bahwa dia telah dipenjara pada tahun 2009, 2010, dan 2013 karena upayanya mencari keadilan bagi para korban gempa. “Sekarang ada orang yang mengikuti kita kemana pun kita pergi, bahkan ketika kita pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan.”

Sumbangan-sumbangan Digelapkan

Sementara itu, sumbangan yang telah dikumpulkan untuk membantu para korban gempa telah digelapkan oleh para pejabat setempat.

Menurut data dari para otoritas Sichuan, dalam enam bulan setelah gempa bumi tersebut, Tiongkok telah menerima sumbangan 76,2 miliar yuan ($12 miliar) barang dan dana, termasuk 65,2 miliar ($10,3 miliar) dalam sumbangan uang.

Pada bulan Agustus 2016, surat kabar Tiongkok, Beijing News, mengungkapkan bahwa Wen Jiabi, mantan wakil presiden eksekutif cabang Sichuan dari Red Cross Society, telah menerima suap sekitar 5,8 juta yuan ($911.560) dan menggelapkan lebih dari 2,95 juta yuan ($463,640) dalam donasi selama gempa 2008. Tan Li, mantan sekretaris partai Kota Mianyang, pusat zona gempa, Komite Partai telah menerima 86,3 juta ($13,6 juta) uang suap, lapor koran harian People’s Daily milik negara pada 14 Oktober 2016.

Delapan puluh persen sumbangan untuk gempa bumi tersebut masuk ke rekening pemerintah Tiongkok, menurut penilaian yang dilakukan oleh profesor Deng Guosheng dan timnya di institut manajemen publik Universitas Tsinghua pada 2008.

Dari 65,2 miliar yuan ($10,3 miliar) sumbangan, rezim Tiongkok hanya mempublikasikan rincian alokasi sekitar 15,1 miliar yuan ($2,7 miliar), sekitar 23 persen dari dana tersebut. Adapun sisa 50,1 miliar yuan ($7,87 miliar), tidak ada catatan publik untuk bagaimana dibelanjakan, dilaporkan Caijing.com, sebuah publikasi bisnis Tiongkok, pada bulan Mei 2016.

peringatan 10 tahun gempa bumi sichuan tiongkok
Kerabat korban gempa membakar persembahan di reruntuhan kabupaten Beichuan yang terkena gempa bumi selama peringatan sepuluh tahun Gempa Bumi pada 12 Mei 2018 di Daerah Otonomi Beichuan Qiang, provinsi Sichuan Tiongkok. (Wang He / Getty Images)

Meskipun korupsi, rezim Tiongkok memutuskan untuk secara resmi menetapkan ulang tahun gempa bumi tersebut sebagai “Hari Thanksgiving Sichuan,” lapor media pemerintah Xinhua pada 6 Mei.

Rejim Tiongkok mengatakan warga harus mengingat hari itu dengan berterima kasih kepada Partai karena menyelamatkan para korban gempa tersebut.

Laporan Xinhua mengutip Yang Yunbing, sekretaris Partai desa Zhongtanbao, yang terletak di zona gempa: “Kami terlalu tidak berarti, dibandingkan dengan cinta agung dari pemerintah.” (ran)

Rekomendasi video :

https://www.youtube.com/watch?v=0x2fRjqhmTA&t=27s

ErabaruNews