Agen Bea Cukai AS Sita Barang Palsu Tiongkok di Texas Senilai $16 Juta

Agen bea cukai AS baru-baru ini menyita barang-barang palsu senilai lebih dari $16 juta di Laredo, Texas, pengiriman yang berasal dari Tiongkok dan kemungkinan diselundupkan melalui Meksiko, menurut Imigrasi AS dan Penegakan Bea Cukai (ICE).

Barang-barang palsu tersebut, berjumlah hampir 79.000, termasuk pakaian merek perancang terkenal, barang elektronik, dan sepatu atletik yang meniru Hermes, Louis Vuitton, Chanel, Adidas, Nike, Apple, dan Sony, menurut sebuah siaran pers ICE yang dirilis pada 21 Mei.

Agen-agen khusus ICE melakukan penyitaan pada 17 Mei setelah mengawasi fasilitas penyimpanan publik di Laredo, di mana orang-orang memindahkan kotak-kotak dari unit penyimpanan yang disewakan ke dalam truk-truk pickup dan mobil-mobil van dengan plat nomor Meksiko.

Kemudian, sebuah truk angkut dari sebuah kurir udara tiba untuk membongkar barang-barang ke truk-truk pickup dan mobil-mobil van yang sedang menunggu.

Barang-barang tersebut dikirim dalam kotak-kotak besar dari Tiongkok ke terminal kargo internasional yang berlokasi di Laredo, menurut ICE, ditujukan kepada penerima dan alamat fiktif Laredo.

ICE menambahkan bahwa secara historis, para penyelundup mengeksploitasi pelabuhan masuk AS melalui Meksiko. Mereka membayar suap kepada kartel-kartel Meksiko, yang kemudian memeras aparat penegak hukum Meksiko sehingga barang-barang tersebut bisa lewat tanpa pemeriksaan ataupun bea masuk.

Tiongkok adalah sumber untuk lebih dari 70 persen pemalsuan terkait perdagangan fisik dunia, senilai lebih dari $285 miliar, menurut laporan tahun 2016 oleh Kamar Dagang AS. Bersama dengan pemalsuan dari Hong Kong, sebuah kota semi otonomi, Tiongkok telah menyumbang 86 persen dari pemalsuan global, sebesar $396,5 miliar.

Barang-barang palsu bukan bagian kecil dari perekonomian negara tersebut: mereka mencapai 12,5 persen dari total ekspor Tiongkok dan lebih dari 1,5 persen dari produk domestik bruto, beberapa perkiraan mengatakan. Menurut laporan oleh Komisi Hak Kekayaan Intelektual (IP), sebuah organisasi AS, sekitar $58 miliar barang-barang palsu memasuki pasar AS pada tahun 2015.

Tiongkok tidak diragukan lagi adalah negara asal dari semua itu. Sebuah laporan khusus tentang pencurian IP yang dikeluarkan oleh Perwakilan Perdagangan AS pada bulan April, yang menyebut Tiongkok sebagai pelaku utama pencurian IP, menemukan bahwa Meksiko adalah salah satu mitra dagang utama Amerika Serikat yang tidak memiliki penegakan hukum yang memadai terhadap barang-barang palsu.

Pada bulan Desember 2017, seorang ayah dan dua putranya ditangkap di Long Island, New York, karena membeli barang-barang palsu dari Tiongkok dan menjualnya kembali kepada vendor-vendor di seluruh negeri, senilai $25 juta.

Mereka membeli barang-barang palsu Gucci, Prada, Burberry, Louis Vuitton, dan Rolex. (ran)

ErabaruNews