Ribuan Pasukan Amerika Serikat Mulai Disebar ke Perbatasan Meksiko

EpochTimesId – Militer Amerika Serikat berencana mengerahkan 5.000 pasukan ke perbatasan AS-Meksiko. Jumlah itu meningkat besar-besaran dari rencana awal yang akan mengirim hanya 800 tentara pekan lalu. Pengiriman tentara itu, untuk mengantisipasi kafilah (rombongan pengembara) migran yang sedang bergerak ke utara dari Amerika Tengah.

The Wall Street Journal melaporkan perkembangan penyebaran pasukan pada 29 Oktober 2018 waktu setempat. Media itu mengutip pejabat penegak hukum militer dan federal AS, yang mengatakan bahwa pasukan akan segera dikirim ke pos lintas batas negara.

“Kemudian, para tentara akan mendukung otoritas Patroli Perbatasan untuk membangun tenda, memberikan dukungan medis, dan membantu staf dan pusat kendali. Polisi militer dan insinyur dari sekitar 10 pangkalan Angkatan Darat AS akan dikirim ke perbatasan, demikian juga dengan Marinir AS,” seorang pejabat mengatakan kepada Wall Street.

Sekitar 1.800 tentara akan dikirim ke Texas, 1.700 akan dikirim ke Arizona, dan 1.500 akan dikirim ke California. Sebagian kecil pasukan saat ini telah dikerahkan. Perkiraan sementara, sebagian besar tentara itu diperkirakan akan bertugas hingga pertengahan Desember, kata seorang pejabat militer.

Namun, menurut Wall Street, juru bicara Pentagon mengatakan bahwa setiap angka tentang penyebaran pasukan adalah ‘informasi prematur’.

USA Today juga melaporkan bahwa 5.000 personel militer yang bertugas aktif akan dikerahkan. Ia mengutip seorang pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri yang berbicara dengan syarat anonim. Pengumuman resmi tentang pengerahan pasukan diperkirakan akan segera dipublikasi.

Rombongan pengembara migran memiliki setidaknya 7.000 orang, dan sebagian besar terdiri dari migran Amerika Tengah. Akan tetapi beberapa laporan mengatakan, bahwa ada lebih dari 10.000 orang berada pada kafilah itu.

Presiden AS, Donald Trump menyatakan akan mengirim militer ke perbatasan untuk mencegah masuknya para imigran gelap itu. Selama akhir pekan, ratusan migran lainnya mencoba memaksa masuk ke Meksiko di perbatasan Guatemala, dan menyebut diri mereka sebagai “kafilah gelombang kedua”.

Pengembara dari Honduras, bagian dari karavan yang berusaha mencapai AS, memberi isyarat ketika tiba di perbatasan antara Honduras dan Guatemala, di Agua Caliente, Guatemala 15 Oktober 2018. (Jorge Cabrera/Reuters/The Epoch Times)

Pada 29 Oktober 2018, Trump menulis di Twitter bahwa, “Banyak anggota geng dan beberapa orang yang sangat buruk berbaur ke dalam karavan yang menuju ke perbatasan selatan kami.”

“Silakan kembali, Anda tidak akan diterima ke Amerika Serikat kecuali Anda menjalani proses berdasar hukum. Ini adalah invasi ke negara kami dan militer kami sedang menunggumu!” Tulis Trump.

Komandan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, Kevin McAleenan mengatakan pekan lalu bahwa lembaga itu tidak mempertimbangkan untuk mengizinkan tentara menegakkan hukum imigrasi. “Akan ada rencana (lain) sehingga kami dapat mengamankan pelabuhan (pintu masuk) untuk mencegah kelompok besar datang pada satu waktu,” kata McAleenan.

“Kami tidak akan mengizinkan kelompok besar untuk ‘mendorong masuk’ ke Amerika Serikat secara tidak sah,” kata McAleenan juga, menurut USA Today dalam laporan lain. “Kita tidak bisa ‘memilikinya’. Tidak aman bagi siapa pun yang terlibat.” (JACK PHILLIPS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://www.youtube.com/watch?v=JGc59EiEYwQ

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA