Kesulitan Ekonomi Hingga Traveling Jadi Alasan Migran Latin Menuju Amerika Serikat

EpochTimesId – Ribuan bahkan belasan ribu warga tiga negara Amerika Tengah kini tengah bergerombol di Meksiko. Mereka mengembara dari negara asal mereka dengan tujuan akhir masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Mereka pada umumnya ingin mengajukan suaka sebagai pengungsi agar bisa mendapat kewarganegaraan AS dengan mudah dan cepat. Namun, alasan untuk mengajukan suaka sepertinya sangat tidak masuk akal untuk lolos sebagai pengungsi di AS.

Beberapa pengembara ketika ditemui di Meksiko menjelaskan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan di negara asal mereka. Ada pula yang sudah memiliki pekerjaan yang mapan, namun tergiur dengan hasil kerja yang lebih baik dan gaji yang lebih besar di Amerika Serikat.

Karena itu, mereka bersedia bersusah payah mengajukan permohonan suaka di Amerika Serikat.

“Orang-orang datang dengan harapan memecahkan tembok [di perbatasan] dan mereka akan mematahkannya, melalui iman kepada Tuhan,” kata Moises Esu Vidal Sanchez, 24 tahun.

Sebuah rombongan ribuan migran dari Amerika Tengah, dalam perjalanan ke Amerika Serikat, menuju San Pedro Tapanatepec dari Arriaga, di Meksiko, pada 27 Oktober 2018. (Ueslei Marcelino/Reuters/The Epoch Times)

Moises bekerja sebagai sopir taksi di ibukota Honduras, San Pedro Sula. Dia memilih untuk memulai perjalanan dan bergabung dengan ribuan pengembara migran lainnya untuk melepaskan diri dari masalah pribadi.

“Ibuku meninggal dan tidak ada apa pun di sana untukku sekarang,” kata Moises.

Dia berangkat dari kampung halamannya dengan sekelompok lima teman pria. Dia mengatakan bersedia untuk menetap dan bekerja di Meksiko.

“Saya suka Meksiko dan saya senang berada di sini,” katanya. “Di mana-mana, ada pekerjaan. Jika Anda mencarinya, ada pekerjaan.”

Itu tidak berarti, bagaimanapun, dia setuju dengan Amerika Serikat yang membatasi imigrasi.

“Dia [Presiden Donald Trump] harus membuka perbatasan, sehingga semua dunia bisa lewat,” tutup Moises Sanchez.

Sementara itu, Eldin Moises Ramirez, yang berasal dari Santa Bárbara di Honduras, mengaku menganggur di kota asalnya. Dia meninggalkan seorang putra berusia 21 tahun dan dua anak perempuan, berusia 18 dan 11 tahun.

“Yang benar adalah, saya mengambil keputusan untuk meninggalkan negara kami karena hidup sangat sulit dan tiba-tiba, ada kekurangan tenaga kerja,” kata Ramirez. “Ada ancaman dari penjahat terorganisir dan saya tidak dapat mendukung keluarga saya. Kami semua percaya pada kemungkinan kehidupan yang lebih baik.”

Eldin Moises Ramirez. (Foto : Tim MacFarlan/The Epoch Times)

Pria 45 tahun ini tidak cukup puas dengan pilihan untuk tinggal dan bekerja di Meksiko.

“Saya pikir ada tempat yang lebih baik secara ekonomi daripada Meksiko,” kata Ramirez. “Apakah itu berarti saya mengajukan permohonan suaka di AS atau Kanada, saya belum tahu.”

Padahal, untuk mendapatkan suaka di Amerika Serikat membutuhkan klaim penganiayaan yang kredibel atau setidaknya rasa takut akan penganiayaan, berdasarkan ras, agama, kebangsaan, opini politik, dan/atau keanggotaan dalam kelompok sosial tertentu. Migran Amerika Tengah umumnya mengajukan permohonan suaka, namun sekitar 80 persen klaim mereka ditolak.

Alfonso Mejia, datang dari Kosta Rika. Pria ini justru tidak memiliki kesulitan ekonomi atau pun masalah keluarga di kota asalnya. Dia bergabung dengan karavan di Huixtla, Meksiko.

“Saya di sini untuk traveling,” kata pria 43 tahun itu. “Kosta Rika adalah negara yang sangat baik dengan ekonomi yang baik, tetapi saya suka berjalan untuk mengenal tempat-tempat baru. Saya belum pernah ke Meksiko sebelumnya. Saya senang berada di sini.”

Tidak jelas apa alasan yang akan Mejia gunakan untuk dapat mengklaim suaka. Akan tetapi, dia masih menyatakan keinginan yang kuat untuk melakukannya.

“Semua orang akan ke AS. Kami akan memanjat tembok itu. Donald Trump akan mengerti bahwa kita adalah mayoritas (orang banyak), (kami adalah) rakyat,” katanya. “Saya akan mengajukan permohonan suaka di sini di Meksiko terlebih dahulu. Saya tidak memiliki catatan kriminal, saya telah menjalani hidup yang baik, terima kasih kepada Tuhan. Kemudian, setelah itu, AS, mengapa tidak?”

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat membutuhkan imigran untuk datang ke AS. Namun, mereka harus melalui proses hukum yang tepat.

Mejia tidak bersimpati pada Trump. “Presiden sekarang rasis,” katanya. “Bagiku, dia seorang Nazi.” (PETR SVAB/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://www.youtube.com/watch?v=JGc59EiEYwQ

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA