Amerika Luncurkan Sistem Pertahanan Rudal yang Siap Tangkal Senjata Hipersonik

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan peluncuran Sistem Rudal Pertahanan 2019 pada 17 Januari 2019. Pengumuman itu menyusul pernyataan para pejabat Pentagon yang menyoroti meningkatnya ancaman teknologi rudal baru yang dikembangkan oleh negara-negara asing dan semakin pentingnya sistem persenjataan berbasis luar angkasa.

“Tujuan kami sederhana: untuk memastikan bahwa kami dapat mendeteksi dan menghancurkan rudal yang diluncurkan terhadap Amerika Serikat di mana saja, kapan saja, di segala tempat,” kata Trump.

Penjabat Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan menggambarkan ancaman yang meningkat dari serangan rudal.

“Hari ini, jumlah program rudal baru di seluruh dunia tumbuh secara tidak proporsional dengan kemampuan lain. Seluruh dunia tidak mengembangkan pesawat tempur dan bomber baru. Mereka mengembangkan rudal. Yang mencerminkan penilaian ulasan tentang ancaman yang semakin kompleks,” ujar Shanahan.

Pemerintahan Amerika sebelum Trump menurut Menhan, pada dasarnya berfokus pada serangan rudal balistik dari musuh-musuh asing. Laporan kementerian pertahanan juga menekankan teknologi rudal jelajah canggih dan rudal hipersonik yang sedang dikembangkan oleh Rusia dan Tiongkok.

Pada konferensi pers setelah pengumuman itu, Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan, John Rood menyebut penekanan baru ini sebagai perubahan penting dalam kebijakan pertahanan AS, sebagai era pertahanan rudal masa depan. Dia menggambarkan pendekatan AS yang baru sangat kuat dalam menggunakan pendekatan dan teknologi baru, serta bekerja lebih erat dengan sekutu AS, senada dengan komentar dari Presiden Trump dalam pidato pengumumannya.

“Kami telah melakukan beberapa upaya yang sangat substansial dan sukses serta kolaborasi dengan negara-negara seperti Jepang, serta dengan sekutu NATO dan Timur Tengah,” kata Rood.

Dalam berbicara dengan ancaman asing tertentu, Rood mengkonfirmasi bahwa Korea Utara sekarang dapat mencapai Amerika Serikat dengan teknologi rudal balistik saat ini. Tinjauan ini memberikan ukuran konstruksi yang akan cukup untuk melampaui skala ancaman Korea Utara.

Wakil Menteri Riset dan Teknik Michael Griffin, dalam berbicara tentang rudal jelajah yang muncul dan teknologi hipersonik dari Rusia dan Tiongkok, mengatakan bahwa implikasi strategis dari kemampuan sistem ini untuk menempatkan pasukan AS dalam bahaya memerlukan respons terhadap sistem yang lebih baru serta rudal strategis.

Komponen besar melawan ancaman hipersonik Rusia dan Tiongkok akan datang dalam penyebaran sistem berbasis ruang angkasa, untuk memasukkan sensor untuk mendeteksi serangan serta pencegat. Wakil menteri Griffin menggambarkan sebuah rencana tahun ini untuk menggunakan satelit sensor di orbit Bumi yang rendah. Dia menegaskan bahwa ini adalah arahan dari Kongres.

Baik Rood maupun Griffin tidak akan memberikan perincian tentang jumlah dana dalam anggaran Pentagon yang akan didedikasikan untuk rencana yang diuraikan dalam MDR, atau jika ada yang akan datang dari Angkatan Luar Angkasa yang diumumkan oleh Presiden Trump tahun lalu. (TOMMY SEARS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Simak Juga :

https://youtu.be/rvIS2eUnc7M