Partai Komunis Tiongkok Cabut Pembatasan Transplantasi Organ di Rumah Sakit, Industri Pemanenan Organ Diduga Semakin Diperluas

Zhong Gusheng/Ming Xuan

Partai Komunis Tiongkok mengembangkan industri transplantasi organ terbesar di dunia dengan mengandalkan pengambilan organ hidup dalam skala besar dari praktisi Falun Gong dan komunitas lain. 

Menurut investigasi terbaru dari WOIPFG-(World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong), atau Organisasi Sedunia Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong, pengambilan organ oleh Partai Komunis Tiongkok masih terus berlangsung. Beberapa hari yang lalu Partai Komunis Tiongkok mengumumkan akan menurunkan ambang batas bagi rumah sakit dan dokter untuk melakukan transplantasi organ, diduga industri tersebut akan memperluas jangkauannya.

Pada 26 Agustus lalu, Komisi Kesehatan Nasional Partai Komunis Tiongkok mengeluarkan “Peraturan Manajemen untuk Penerapan Klinis Teknologi Transplantasi Organ Manusia (Edisi 2020)” dan mengumumkan bahwa Peraturan Manajemen untuk Penerapan Klinis Teknologi Transplantasi Organ Manusia seperti “Hati, Ginjal, Jantung, dan paru-paru” yang diterbitkan pada 27 Juni 2006, (the National Health and Family Planning Commission – 2006 No. 243) dicabut secara bersamaan.

Menurut pengumuman resmi, standar baru bertujuan untuk “lebih membakukan dan memperkuat manajemen aplikasi klinis dari teknologi transplantasi organ manusia.” Namun, media di Tiongkok menemukan bahwa dibandingkan dengan peraturan lama pada tahun 2006, peraturan baru tersebut menghapus batasan pada tingkat institusi medis yang melaksanakan teknologi transplantasi organ manusia, jumlah operasi yang berkaitan dengan dokter transplantasi organ manusia, dan pelestarian organ donor manusia yang diatur dalam diagnosis professional.

Peraturan tahun 2006 itu mengharuskan institusi medis yang dapat melakukan operasi transplantasi organ harus rumah sakit tersier, dan dokter yang melakukan operasi transplantasi organ juga harus menyelesaikan sejumlah operasi setiap tahun. Misalnya, dokter transplantasi ginjal menyelesaikan lebih dari 800 operasi urologi setiap tahun dan lebih dari 150 operasi ginjal.

Namun pada regulasi baru 2020, persyaratan tersebut dibatalkan. Ini berarti bahwa setiap rumah sakit atau dokter dapat melakukan operasi transplantasi organ selama memenuhi beberapa persyaratan khusus yang ditetapkan dalam peraturan baru.

Meskipun peraturan baru telah menambahkan beberapa persyaratan khusus untuk melaksanakan operasi transplantasi, namun, begitu indikator yang kaku seperti tingkat rumah sakit dan kualifikasi dokter dibatalkan, pasti akan menyebabkan peningkatan pesat dalam institusi medis yang terlibat dalam transplantasi organ. Di Tiongkok, donor organ “terpenuhi” secara tidak normal, dan transplantasi organ sering kali menghasilkan keuntungan besar.

Di negara-negara normal, bahkan di Amerika Serikat, di mana ratusan juta orang yang telah mendaftar untuk donor organ sukarela, sementara pasien yang membutuhkan transplantasi organ juga harus menunggu rata-rata selama satu atau bahkan dua tahun untuk mendapatkan organ hati dan ginjal yang berhasil dicocokkan. 

Di Tiongkok, dimana donasi organ yang tidak populer, hanya perlu menunggu sebulan atau bahkan seminggu. 

Dalam laporan media partai, baru-baru ini ada laporan tentang 4 organ hati yang telah dipersiapkan untuk seorang pasien dalam waktu 10 hari. Beberapa rumah sakit di daratan bahkan melakukan apa yang disebut “transplantasi darurat.” Artinya pasien yang terancam nyawanya dapat segera dicocokkan dan dioperasi.

Dari hasil penyelidikan selama lebih dari satu dekade oleh Organisasi Sedunia Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong (WOIPFG) yang berbasis di New York, Amerika Serikat, telah mengumpulkan sejumlah besar bukti terkait. Hal ini membuat dunia luar curiga bahwa ada bank donor organ manusia yang siap disembelih kapan saja di Tiongkok.

Menurut penyelidikan WOIPFG, Partai Komunis Tiongkok mulai menindas Falun Gong pada tahun 1999, dan kemudian mengklasifikasikan praktisi Falun Gong sebagai “musuh rakyat”. 

Sejumlah besar praktisi Falun Gong yang ditangkap menjadi sumber donor Partai Komunis Tiongkok  untuk transplantasi organ. Karena itulah, industri transplantasi organ Tiongkok berkembang pesat. Selama lebih dari 10 tahun telah mencapai skala transplantasi “nomor satu dunia”.

Karena keuntungan besar dari pengambilan organ, industri ini terus berkembang. Tidak hanya praktisi Falun Gong, tetapi juga orang-orang Tibet, Xinjiang, wanita dan anak-anak yang diperdagangkan, tunawisma, aktivis/pembangkang, dan semua kelompok yang ditindas oleh Partai Komunis Tiongkok  juga dimasukkan dalam rantai industri hitam ini.

Dari 1 Januari hingga 16 Juli 2020, survei telepon WOIPFG terhadap staf medis di Tiongkok daratan menunjukkan, bahwa meski selama periode epidemi yang parah sekali pun, pengambilan organ di Tiongkok terus berlanjut dan jumlah transplantasi organ masih cukup banyak tersedia. 

Selama kunjungan secara diam-diam ini, dimana untuk menarik pelanggan, beberapa staf medis mempromosikan bahwa donor organ mereka berasal dari praktisi Falun Gong yang sehat.

[Untuk pertanyaan tentang laporan investigasi terbaru dan rekaman WOIPFG International, silakan klik tautan berjudul: “2020 WOIPFG’s Summary Report on the CCP’s State Crime of Massive Live Organ Harvesting against Falun Gong Practitioners “] (jon)

Keterangan Foto : Selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perserikatan Bangsa Bangsa pada 24-28 September 2019 lalu, praktisi Falun Gong menyerukan PKC untuk menghentikan PKC menganiaya Falun Gong dan menghentikan PKC mengambil organ praktisi Falun Gong. (Li Guixiu / The Epoch Times)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=uYzZ1uU2AXE