Kasus COVID-19 Terus Bermunculan di Barat Daya Tiongkok, Meskipun Pihak Berwenang Mengklaim ‘Zero Penularan Lokal’

Alex Wu

Sejak gelombang baru kasus COVID-19 merebak di Provinsi Yunnan, Tiongkok pada bulan lalu, kasus penularan lokal terus dilaporkan terjadi. Lebih banyak kasus yang ditularkan secara lokal sudah dikonfirmasi pada minggu ini, meskipun rezim Komunis Tiongkok mengklaim “Zero Kasus Penularan lokal.”

Komisi Kesehatan Tiongkok merilis pembaruan di situs resminya, mengklaim hanya sebanyak 12 kasus yang dikonfirmasi pada 12 April dan sembilan kasus baru pada 13 April di Tiongkok, termasuk dua kasus yang ditularkan secara lokal di Yunnan.

Kedua kasus di Yunnan ditemukan pada putaran ketiga pengujian asam nukleat di kota Ruili pada 11 April. Pengujian di seluruh kota di kota diklaim selesai pada 13 April 2021.

Sejak akhir Maret, wabah lokal terus terjadi di Yunnan. Pada 7 April, media Tiongkok melaporkan sebanyak 11 kasus baru dikonfirmasi di Ruili.

Pemerintahan Komunis Tiongkok masih terus-menerus menyembunyikan kebenaran epidemi. Sedangkan data resmi yang dipublikasikan mungkin tidak mewakili skala sebenarnya dari epidemi COVID-19 di daratan Tiongkok.

Banyak netizen Tiongkok percaya, wabah baru-baru ini yang merebak di Yunnan belum dapat diatasi, dan orang-orang panik. Banyak juga netizen yang saling mengingatkan, bahwa setiap orang harus berhati-hati dan mengambil tindakan perlindungan. Yang lain menunjukkan bahwa, pengujian massal akan menjadi hal biasa dan epidemi masih jauh dari selesai.

Menurut media  daratan Tiongkok, Gong Yunzun, sekretaris Komite Kota Ruili, dicopot dari jabatannya dan diselidiki pada 8 April, karena diduga gagal mengendalikan wabah di kota tersebut.

Segera setelah pencopotan tersebut, rezim Tiongkok mengumumkan bahwa “Zero infeksi lokal” di Ruili. Namun demikian, corong Berita partai Komunis Tiongkok, Xinhua yang dikelola pemerintah melaporkan pada 10 April bahwa Ruili akan melakukan pengujian asam nukleat putaran ketiga bagi semua penduduknya.

Pengamat Tiongkok yang berbasis di AS, Zhong Yuan menunjukkan dalam sebuah artikel, jika wabah di Ruili benar-benar dapat diatasi, lalu mengapa semua penduduk perlu menjalani tes untuk ketiga kalinya?

Situasi di Ruili menunjukkan bahwa, pemerintahan Komunis Tiongkok bekerja keras untuk menutupi situasi epidemi yang sebenarnya di daratan Tiongkok, tetapi tindakan pencegahannya penuh dengan celah. (asr)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=GU5OzfxI1rw

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine