Cerita Tentang Seorang Doktor dan Direktur Pergi ke Toilet, Ceritanya Pendek, Tapi Mengandung Makna yang dalam

ETIndonesia-Ada seorang doktor yang ditugaskan di sebuah lembaga penelitian dan satu-satunya dengan pendidikan tertinggi di lembaga tersebut.

Suatu hari dia memancing di kolam kecil di belakang departemennya, kebetulan dia diapit oleh direktur dan wakil direktur di sebelah kiri dan kanannya, yang juga sedang memancing. Sang doktor menyapa mereka dengan menganggukkan kepala. Apa sih yang diobrolkan kedua orang itu?

Tak lama kemudian, sang direktur meletakkan pancingnya, menggerak-gerakkkan pinggangnya sebentar, lalu berjalan seperti mengambang dari permukaan air dan buru-buru ke kamar mandi di seberang. Doktor itu pun tercengang dengan mata melotot melihatnya.

Apa tidak salah, mengambang di atas air? Ini kan kolam! !Gumam sang doktor.

Demikian juga, saat kembali dari toilet, sang direktur kembali berjalan mengambang di atas permukaan air.

Kok bisa begitu ya, apa yang terjadi ? Sang doktor heran dan malu bertanya, saya kan doktor ! !Gumamnya.

Beberapa saat kemudian, wakil direktur juga berdiri, dan berjalan beberapa langkah, lalu seakan melayang juga berjalan di atas permukaan air menuju ke toilet. Kali ini sang doktor nyaris pingsan melihat pemandangan yang tak masuk akal itu. Masa sih orang bisa berjalan di atas permukaan air ?Gumam doktor itu tak habis mengerti.

Sementara itu, sang doktor juga tak tahan lagi ingin ke toilet. Di kedua sisi kolam ada pagar penghalang, sehingga harus berjalan memutar cukup jauh menuju ke toilet di sebrang.

Ah! Ya Tuhan! Gimana ya baiknya ?

Sementara sang doktor merasa gengsi harus bertanya kepada dua direktur itu, setelah cukup lama menahan air kencingnya, akhirnya dia bangkit dan berjalan ke dalam air : Saya tidak percaya kalau mereka bisa berjalan di atas permukaan air, sedangkan saya yang seorang doktor masa tidak bisa.

Namun, doktor itu seketika tercebur di dalam air begitu mencoba berjalan di atas permukaan air.

Direktur dan wakilnya itu kemudian menariknya ke atas, dan bertanya kepadanya mengapa terjun ke dalam air.

“Mengapa kalian bisa lewat?” balik bertanya.

Kedua direktur itu saling tersenyum dan berkata, “Ada dua batang kayu di kolam ini. Karena hujan deras selama dua hari ini, sehingga air naik dan menutupi balok kayu di dalamnya. Dan karena kita tahu posisi palang kayunya, jadi kita bisa lewat dengan menginjak palangnya. Kenapa Anda tidak bertanya kepada kami ? “

Pendidikan merepresentatifkan masa lalu, hanya pembelajaran yang dapat mewakili masa depan.

Hargai mereka yang berpengalaman, dengan begitu, baru dapat menghindari jalan yang berkelok-kelok. Sebuah tim yang baik juga harus menjadi tim yang mau belajar.

Lima faktor penting dari sebuah tim adalah :

Komunikasi, kepercayaan, hati-hati, sudut pandang (pola pikir), dan keceriaan.

Komunikasi

Pertarungan sengit terjadi antara singa dan harimau, pada akhirnya, kedua belah pihak sama-sama luka parah.

Saat diambang kematian, singa berkata kepada harimau, “Jika bukan karena kau mau merebut daerah kekuasaanku, kita juga tidak akan begini jadinya.”

Harimau terkejut mendengar itu, lalu berkata : “Aku tidak pernah berpikir untuk merebut daerah kekuasaanmu, justru aku kira kau yang akan menyerangku!”

Kesimpulan : Komunikasi adalah faktor kunci dalam menjaga keharmonisan sesama rekan kerja dan pemimpin. Kalau ada masalah, ungkapkan, jangan pendam dalam hati.

Sering-seringlah berkomunikasi dengan rekan kerja, atau karyawan, maupun teman-teman, agar mereka lebih banyak memahami tentang diri Anda, sehingga dengan demikian, dapat menghindari banyak kesalahpahaman dan konflik yang tidak perlu.

Kepercayaan

Dua burung hidup bersama, si jantan mengumpulkan setumpukan kacang dan meminta si betina untuk menyimpannya. Karena kemarau, kacang yang disimpanya pun menciut dan menjadi lebih kecil, setumpukan kacang di sarang itu sekilas terlihat hanya sisa setengah dari jumlah semula.

Burung jantan itu mengira burung betina yang telah memakannya secara diam-diam, lalu mematuknya hingga mati. Beberapa hari kemudian setelah hujan, cuaca menjadi lembab dan kacang-kacangan yang dikumpulkan itu pun kembali memenuhi sarangnya.

Pada saat itu, burung jantan dengan penuh penyesalan berkata : “Aku telah keliru menyalahkan burung betina !”

Kesimpulan : Antar pemimpin dan bawahan harus saling percaya. Banyak tim yang gemilang dan kompak menjadi hancur karena saling curiga dan menduga-duga. Karena itu, kita harus menjaga kepercayaan terhada rekan kerja atau bawahn, jangan sampai kecurigaan menceraiberaikan sebuah tim yang solid.

Hati-hati

Dua gagak saling bertengkar di atas pohon, semakin lama semakin keras dan sengit. Hingga akhirnya, salah satu gagak mengambil sesuatu dan memukul gagak lainnya.

Benda itu hancur ketika mengenai burung gagak satunya, dan gagak yang kehilangan barang miliknya baru tahu, ternyata benda yang digunakan untuk memukul itu adalah telurnya yang belum menetas.

Kesimpulan : Selalu bersikap tenang saat menemui sesuatu/masalah, terutama ketika menghadapi masalah dan konflik, Anda harus rasional. Jangan terpancing emosi dan bertindak gegabah, karena emosi tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah, justru akan membuat masalah menjadi lebih runyam dan pelik. Imbasnya, seluruh tim yang akan menderita kerugian.

Sudut pandang (pola pikir)

Suatu hari, kambing menjamu anjing, rekannya untuk makan bersama, dia menyiapkan setumpuk rumput hijau segar di atas meja. Namun, baru sesuap, anjing itu pun tak berselera lagi.

Beberapa hari kemudian, giliran anjing itu yang mengundang kambing makan di pondoknya.

Anjing itu merenung sejenak : Aku tidak boleh pelit seperti kambing, aku harus menyiapkan makanan yang lezat untuk menjamunya. Anjing itu pun menyiapkan semeja penuh (daging) iga yang lezat di atas meja. Namun, kambing itu tidak bisa makan sesuap pun.

Kesimpulan : Jika tidak ingin diperlakukan seperti itu, jangan jugalah Anda memperlakukan orang lain seperti itu. Jangan memaksakan keinginan Anda itu kepada rekan/teman Anda. Ketika menghadapi masalah, cobalah pikirkan dari sudut pandang mereka. Dengan demikian, Anda akan lebih memahami rekan kerja, teman atau karyawan Anda.

Keceriaan

Bebek baru mulai belajar membuat kue, tetapi kue yang dibuatnya selalu tidak enak. Dia pun meminta petunjuk dari ayam jantan.

Ayam itu pun merenung dan bertanya kepadanya, apa saja bahan untuk membuat kue.

Agar tidak mubazir, bebek itu menggunakan beberapa telur yang akan segera rusak.

Ayam jantan itu berkata kepada si bebek : “Ingat, hanya dengan bahan yang bagus baru bisa menghasilkan kue yang berkualitas.”

Kesimpulan : Ya, hanya bahan-bahan yang bagus baru bisa menghasilkan kue yang berkualitas. Demikian pula, hanya dengan suasana hati yang ceria, baru dapat membangun tim yang penuh semangat.

Oleh karena itu, sebelum masuk ke rumah, tolong singkirkan jauh-jauh segala masalah di luar, dan masuklah dengan senyum ceria di wajah. Jika semua tim bisa seperti ini, maka dipastikan tim ini yang paling bahagia.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.