PM Inggris Jatuhkan Paket Sanksi Terbesar yang Pernah Ada Terhadap Rusia, Termasuk Pembekuan Aset Pribadi Hingga Bank

oleh Chen Beichen

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan di parlemen Inggris, House of Commons pada Kamis (24/2/2022) bahwa ia akan memberlakukan “paket sanksi terbesar dan terberat yang pernah dikenakan terhadap Rusia”. 

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan bahwa setelah sanksi terhadap lima bank Rusia pada 22 Februari, ia memutuskan untuk memberlakukan pembekuan aset pada bank milik negara Rusia VTB. Ia juga mengumumkan pelarangan terhadap perusahaan negara dan swasta Rusia dari pembiayaan keuangan di Inggris, dan membekukan lebih dari 100 aset pribadi dan entitas. Sanksi juga berlaku terhadap semua produsen utama yang melakukan perang”, termasuk perusahaan pertahanan terbesar Rusia Rostec yang “mendukung Putin”.

Johnson mengatakan dia  segera menangguhkan lisensi ekspor ke Rusia dan memperkenalkan undang-undang sesegera mungkin pada minggu depan, untuk melarang ekspor produk berteknologi tinggi ke Rusia, termasuk: serangkaian peralatan dan komponen teknis kelas atas dan utama untuk berbagai sektor seperti elektronik, telekomunikasi dan luar angkasa.

“Sanksi akan membatasi kemampuan militer, industri dan teknologi Rusia selama bertahun-tahun yang akan datang,” tegasnya.

Inggris juga akan melarang maskapai penerbangan nasional Rusia, Aeroflot, memasuki Inggris. Bahkan, bekerja dengan sekutu G7 dan NATO untuk menutup akses Rusia ke sistem pembayaran internasional SWIFT.

Johnson mengatakan dia juga mempertimbangkan untuk memperkenalkan undang-undang yang membatasi jumlah uang yang dapat disimpan oleh warga negara Rusia di rekening bank Inggris. Termasuk, mempertimbangkan RUU kejahatan ekonomi yang akan mengambil tindakan terhadap orang Rusia yang mengumpulkan uang di Inggris.

Johnson melanjutkan bahwa dia akan membentuk unit korupsi khusus di Badan Kriminal Nasional Inggris (NCA). Tujuannya, untuk menyelidiki secara menyeluruh aset Rusia yang menghindari sanksi dan korup yang disembunyikan di Inggris.

Selain itu, Inggris akan menjatuhkan sanksi kepada Belarus karena peran dukungannya dalam serangan ke Ukraina.

“Kami akan melanjutkan misi tanpa henti untuk menekan Rusia keluar dari ekonomi global selangkah demi selangkah, hari demi hari, minggu demi minggu,” kata Johnson. 

Dia juga berjanji kepada anggota parlemen bahwa Inggris akan terus memberikan bantuan senjata, ekonomi dan pertahanan ke Ukraina.

Putaran pertama sanksi yang diumumkan oleh pemerintah Inggris pada 22 Februari, menargetkan lima bank Rusia dan tiga miliarder Rusia, yang mana asetnya telah dibekukan.

Putin Memperingatkan kepada Komunitas Bisnis Rusia: Ekonomi akan Dibatasi

Presiden Rusia, Vladimir Putin memperingatkan para pemimpin bisnis Rusia pada Kamis 26 Februari, bahwa ia mengharapkan “pembatasan” dalam ekonomi Rusia, tetapi mengatakan Rusia telah mengambil “langkah-langkah yang diperlukan”.

“Saya ingin mengatakan terlebih dahulu – hal yang paling penting, sehingga Anda semua mengerti – apa yang terjadi adalah tindakan yang perlu,” kata Putin dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah padai Kamis.

“Mereka tidak memberi kami kesempatan tindakan lain. Mereka menciptakan risiko sedemikian rupa di ruang keamanan sehingga tidak mungkin bagi kami untuk merespons secara berbeda,” tambahnya. 

Putin mengatakan Rusia tetap menjadi bagian dari sistem ekonomi global, tetapi dia memperingatkan ekonomi Rusia akan lebih “dibatasi” dan meminta pebisnis untuk “bersatu” dengan pemerintah.

“Menurut pendapat saya, mitra kami harus memahami ini dan tidak menetapkan tugas untuk mengusir kami dari sistem ini (SWIFT). Tapi, karena alasan politik, pembatasan ini akan terjadi,” kata Putin. (hui)