Pria Menolak Meninggalkan Kekasihnya Meski Penampilannya Rusak dan Menikahinya, Mereka Menyambut 2 Anak Lucu

EtIndonesia. Saat Hoskin bertemu Pitt, dia adalah wanita cantik mempesona yang langsung mencuri hatinya. Sayangnya, pada tahun 2011, kebakaran brutal merusak penampilannya hingga tak bisa dikenali lagi. Empat tahun kemudian, ketika ditanya apakah dia akan meninggalkannya setelah tragedi itu, jawaban Michael sangat menyentuh hati semua orang.

Bagi banyak orang, fokus awal jatuh cinta sering kali berpusat pada fitur wajah dan daya tarik fisik seseorang. Namun, seiring berjalannya waktu, aspek-aspek dangkal ini memudar, memberikan ruang bagi pencarian kualitas yang lebih mendalam seperti kepribadian, impian, tujuan, dan nilai-nilai bersama.

Terlepas dari cita-cita ini, memeluk seseorang karena hati dan jiwanya yang indah mungkin tampak seperti ide yang muluk-muluk. Meskipun banyak orang yang mengaku mencintai seseorang apa adanya, hanya sedikit orang terpilih yang benar-benar mewujudkan perasaan ini.

Ketika kebakaran dahsyat mengubah hampir 65 persen tubuh istrinya, Michael Hoskin membuat pilihan untuk tetap berada di sisinya selama sisa hidup mereka. Ketika ditanya tentang kemungkinan meninggalkannya, tanggapannya adalah: “Saya tertarik pada jiwa dan karakternya. Dia satu-satunya wanita yang akan terus mewujudkan impian saya.”

Istri Hoskin, Turia Pitt, dilaporkan terjebak oleh kebakaran hutan saat ultramarathon di Kimberley, Australia Barat, pada tahun 2011. Insiden ini menyebabkan wajahnya rusak dan hilangnya jari tangan dan ibu jari di tangan kanannya, dan dia menjalani rawat inap selama lima bulan.

Pitt, lahir di Tahiti, pindah ke Australia bersama orangtuanya pada usia tiga tahun. Dia menghabiskan masa kecilnya di kota pesisir Ulladulla di New South Wales, tempat dia bertemu Michael Hoskin di sekolah.

Merenungkan kehidupannya bersama Hoskin, dia menyebutkan: “Kami telah melalui bencana dan sangat traumatis, dan ini mungkin terdengar tidak masuk akal, namun kami menjalani kehidupan terbaik kami dan kami bahagia.”

Sebelum kebakaran hutan yang tragis mengubah hidupnya, Pitt telah siap untuk mengejar pekerjaan impiannya di Rio Tinto dan memulai hidup baru bersama suaminya yang sekarang, Hoskin. Setelah kejadian tersebut, dia menjalani operasi rekonstruksi dan fisioterapi selama hampir dua tahun.

Dalam podcast Mei 2022, Pitt mengenang kembali hubungannya yang luar biasa dengan Hoskin. Dia mengakui merasakan rasa bersalah yang mendalam setelah bencana kebakaran tersebut, dan menyadari dampaknya terhadap kehidupan Hoskin. Pitt mengungkapkan upayanya untuk mendorongnya menjauh, menjelaskan bahwa Hoskin, yang dikenal karena sifatnya yang tenang dan rendah hati, tetap mendukungnya.

Dia menceritakan kejadian ketika suaminya tiba pada pukul 7.30 pagi, dan dia, karena diliputi rasa bersalah, berkata kepadanya: “Apa yang kamu lakukan di sini? Pergi! Saya tidak ingin kamu di sini!” Pitt yakin akan lebih mudah baginya jika dia tidak memiliki seseorang yang mencintainya.

Namun dalam sebuah tindakan yang mengagumkan, Hoskin melepaskan pekerjaannya sebagai mantan petugas polisi untuk menjaga Pitt, yang menang melawan segala rintangan. Dia dengan teguh memegang tangan Pitt, yang berpuncak pada lamaran romantis di Maladewa pada Juli 2015.

Pasangan menawan ini mengucapkan sumpah janji pada tahun 2016. Berkaca pada istrinya yang menakjubkan, Hoskin berkomentar: “Dia tidak ingin orang merasa kasihan padanya. Dia hanya ingin melanjutkan hidupnya. Dia cantik, lho, dia luar biasa.”

Hoskin juga mengungkapkan bahwa dia telah membeli cincin berlian untuk kekasihnya pada tahun 2011 ketika kekasihnya dirawat di unit perawatan intensif.

Kini Pitt dan Hoskin adalah orangtua dari dua anak. Putra pertama mereka, Hakavai, lahir pada bulan Desember 2017, dan anak kedua mereka, seorang bayi laki-laki bernama Rahiti, bergabung dengan keluarga tersebut pada bulan Februari 2020.


Dalam sebuah wawancara eksklusif, Pitt berbagi pemikirannya tentang menjadi orang tua: “Hal utama yang ingin saya ajarkan kepada anak-anak saya adalah ketahanan – keyakinan bahwa mereka tidak hanya akan melewati masa-masa sulit, tapi mereka bisa. Saya sangat bersemangat tentang hal itu.”

Selain menikmati cinta dan kasih sayang suaminya, Pitt juga beruntung memiliki seorang ibu yang menanamkan dalam dirinya nilai-nilai kekuatan dan keberanian. Sejak masa kanak-kanaknya, ibu Pitt memberikan dukungan yang tak tergoyahkan, membantunya menjadi wanita yang ditakdirkan.

Tentu saja, kasih sayang dan dukungan Hoskin yang setia memainkan peran penting dalam memungkinkan Pitt tidak hanya mengatasi trauma emosional akibat kecelakaan tragis yang dialaminya, namun juga memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.

Bagikan cerita ini kepada keluarga dan teman-teman Anda agar bisa menginspirasi mereka.(yn)

Sumber: amomama