Para Ilmuwan Menemukan Bayi yang Lahir pada Saat Pandemi Covid-19 Memiliki Satu Ciri yang Sama

EtIndonesia. Para ilmuwan telah menemukan bahwa “bayi pandemi” Covid-19 tampaknya telah mengembangkan “perlindungan” terhadap alergi yang unik pada mereka.

Pandemi global adalah masa yang aneh dan menakutkan dalam sejarah yang membawa konsekuensi tak terduga pada umat manusia.

Kini, para ahli telah menemukan bahwa aturan jarak sosial mempunyai perbedaan yang signifikan pada ekosistem usus bayi yang lahir pada saat itu, dibandingkan dengan bayi yang lahir sebelum pandemi, sehingga dapat membantu melindungi mereka dari alergi.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Allergy, para peneliti Irlandia menemukan bahwa pembatasan lockdown menyebabkan bayi memiliki lebih banyak mikroba bermanfaat di usus mereka yang diperoleh setelah lahir dari ibu mereka.

Sampel feses dari 351 bayi yang lahir pada tiga bulan pertama pandemi dibandingkan dengan kelompok yang lahir sebelum pandemi. Pengambilan sampel dilakukan pada umur enam bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. Tes alergi kemudian dilakukan pada usia satu dan dua tahun. Kuesioner juga diberikan kepada orangtua untuk memahami pola makan, lingkungan rumah dan kesehatan.

Hasilnya menunjukkan bahwa hanya sekitar lima persen dari bayi-bayi yang mengalami pandemi ini telah mengembangkan alergi terhadap makanan pada usia satu tahun, sementara 22,8 persen pada kelompok sebelum COVID-19 mengalami alergi.

Mereka yakin hal ini bisa jadi disebabkan oleh rendahnya tingkat infeksi dan penyakit, sehingga mengurangi penggunaan antibiotik – pada usia satu tahun, 17 persen bayi yang menjalani lockdown memerlukan antibiotik, dibandingkan dengan 80 persen bayi sebelum pandemi. Selain itu, peningkatan durasi menyusui diduga turut memberikan dampak.

Profesor Jonathan Hourihane, penulis studi senior dan konsultan dokter anak di Children’s Health Ireland Temple Street, menjelaskan: “Studi ini menawarkan perspektif baru tentang dampak isolasi sosial di awal kehidupan terhadap mikrobioma usus.

“Secara khusus, rendahnya tingkat alergi pada bayi baru lahir selama masa lockdown dapat menyoroti dampak gaya hidup dan faktor lingkungan, seperti seringnya penggunaan antibiotik, terhadap meningkatnya penyakit alergi.

“Kami berharap dapat memeriksa kembali anak-anak ini ketika mereka berusia lima tahun untuk melihat apakah ada dampak jangka panjang dari perubahan menarik pada mikrobioma usus awal ini.” (yn)

Sumber: indy100

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine