Koki Restoran di Tiongkok Campurkan Obat Anti Diare ke Hidangan untuk Mengurangi Efek Bahan yang Kedaluwarsa

EtIndonesia. Dua koki di sebuah restoran di Jiangsu, Tiongkok, telah dijatuhi hukuman penjara karena mencampurkan obat anti diare ke ribuan hidangan untuk memastikan bahan yang kadaluwarsa tidak membuat perut pelanggan sakit.

Pada tanggal 30 Juli, Biro Manajemen Pasar Distrik Chongzhou, Kota Nantong, mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa dua koki yang pernah bekerja di restoran hotel setempat telah dijatuhi hukuman penjara dan dipaksa membayar denda sebesar 160.000 yuan (sekitar Rp 359 juta) karena menyajikan “makanan beracun dan berbahaya” yang dicampur dengan gentamisin sulfat, antibiotik yang digunakan untuk mengobati diare.

Kedua pelaku dilaporkan telah menggunakan bahan yang kedaluwarsa dalam hidangan mereka dan mencampurnya dengan gentamisin untuk meminimalkan risiko pelanggan menderita sakit perut. Menurut penyelidikan polisi, para koki tersebut menjual sedikitnya 1.612 porsi makanan yang dicampur dengan gentamisin sulfat.

8World baru-baru ini melaporkan bahwa kasus aneh ini menjadi perhatian Biro Manajemen Pasar oleh seorang karyawan Guanyinshan Garden Hotel yang melaporkan bahwa para koki di sana menggunakan gentamisin untuk meniadakan efek bahan makanan yang kedaluwarsa.

Hidangan seperti perut ikan rebus dengan saus ayam dan urat daging rebus dengan saus ayam dicampur dengan gentamisin sulfat dengan dosis “satu suntikan per meja” untuk memastikan efek yang diharapkan.

Ketika polisi menggerebek restoran tersebut, mereka menemukan 101 kotak gentamisin sulfat di dapur, yang telah dibeli oleh seorang tukang hotel bermarga Zhang. Penyelidikan selanjutnya mengungkapkan bahwa Zhang secara teratur membeli sekitar 100 kotak sekaligus tanpa memberikan resep.

Awal tahun ini, kedua koki, yang hanya dikenal sebagai Sha dan Fu, dinyatakan bersalah karena menjual hidangan yang terkontaminasi untuk keuntungan finansial dan dijatuhi hukuman masing-masing dua tahun dan satu tahun enam bulan penjara, dan dipaksa membayar denda 160.000 yuan.

“Ini menggunakan satu metode kriminal untuk menutupi kejahatan makanan lainnya. Hal ini sangat bodoh dan sangat tamak,” tulis surat kabar China The Paper.(yn)

Sumber: odditycentral

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine