Latihan Gabungan AS, Filipina, Jepang di Laut: Pakar Sebut Upaya Menghadapi Provokasi PKT

Dalam situasi meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan, pada Jumat (6/12/2024), Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina menggelar latihan gabungan di laut. Para pakar menganalisis bahwa latihan ini bertujuan untuk menghalau provokasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di kawasan tersebut

ETIndonesia. Pada 6 Desember 2024, pasukan bersenjata dari Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina melaksanakan latihan militer gabungan dengan nama sandi “Multilateral Maritime Cooperation Exercise” di zona ekonomi eksklusif Filipina.

Komando Indo-Pasifik AS dalam pernyataannya menyebutkan bahwa tujuan dari latihan ini adalah meningkatkan interoperabilitas taktik, teknik, dan prosedur pertahanan.


“Pada April tahun ini, Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina mengadakan pertemuan puncak pertama mereka. Tujuannya adalah membentuk struktur multilateral kecil di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik untuk bersama-sama menghadapi hegemoni dan agresi maritim PKT,” kata Wang He, seorang penulis kolom di Epoch Times.

Pada 4 Desember, di sekitar Scarborough Shoal, kapal penjaga pantai Tiongkok kembali menabrak kapal pemerintah Filipina dan menggunakan meriam air untuk menyerang.


“Di Laut Cina Selatan, PKT mencoba merangkul Vietnam, Malaysia, dan Indonesia sebagai mitra, namun hanya Presiden Filipina yang tegas bersikap anti-PKT dan mendukung Amerika Serikat. Akibatnya, Filipina menjadi target utama intervensi dan gangguan PKT. Namun, kita melihat Filipina tidak menyerah,” ujar Mark, seorang blogger militer terkenal.

Pada April tahun ini, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Filipina mengadakan latihan gabungan pertama mereka. Latihan-latihan berikutnya juga melibatkan negara-negara lain seperti Kanada dan Selandia Baru.


“Filipina sekarang menjadi fokus, menyatukan negara-negara Barat yang bersahabat untuk bersama-sama menghadapi tindakan bully pKT di Laut Cina Selatan,” ujar Wang He. 

Dibandingkan dengan periode sekitar September, aktivitas gangguan PKT terhadap Filipina sedikit menurun. Analisis menyebutkan hal ini mungkin terkait dengan konflik internal di PKT serta pembersihan korupsi di militer.


“Ini sebagian besar disebabkan oleh masalah internal PKT, seperti kemungkinan tekanan maksimal dari Trump jika dia kembali berkuasa, serta konflik politik internal yang mempengaruhi dan melemahkan angkatan laut mereka. Pada akhirnya, tindakan mereka ini akan terekspos di masyarakat internasional, yang membuat perilaku PKT semakin dikenali sebagai tindakan yang tidak bermoral,” kata Mark. 

Sumber : New Tang Dynasty Television

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine