Haji Amou: Pria Iran yang 67 Tahun Tak Pernah Mandi, Meninggal Setelah Akhirnya Dimandikan

EtIndonesia. Hingga tahun 2022, Amou Haji dikenal sebagai “pria paling kotor di dunia”. Dia telah 67 tahun tidak mandi—lebih dari setengah abad! Mungkin terdengar berlebihan, tapi kisah hidupnya menyimpan kesedihan mendalam.

Menurut pengakuannya, ada dua alasan utama dia tak pernah mandi:

  1. Untuk mempertahankan aroma istrinya.
    Enam puluh tujuh tahun lalu, istrinya meninggal akibat wabah pes. Sejak hari itu, hati Haji seolah “tersegel oleh semen”—dia kehilangan semangat hidup, dan menolak semua saran dari keluarga, termasuk ajakan untuk mandi. Dia percaya bahwa dengan tidak mandi, dia bisa terus mengenang aroma istrinya yang telah tiada.
  2. Dia percaya mandi membawa kesialan.
    Menurut Haji, mandi bisa membuatnya sakit atau bahkan meninggal. Maka, dia memilih hidup sebagai gelandangan di luar desa, tinggal di sebuah gubuk seadanya, tidak bekerja, dan tak menjalin hubungan sosial.

Gaya hidupnya sangat ekstrem—makan apapun yang dia temukan, termasuk bangkai hewan mentah di jalan, dengan landak sebagai favoritnya. Untuk minum, dia tak peduli airnya bersih atau tidak, asalkan bisa menghilangkan dahaga. Dia juga merokok segala hal—termasuk kotoran hewan kering yang dia masukkan ke dalam pipa rokoknya. Bau bakarannya sangat menyengat seperti kotoran sapi yang terbakar.

Meski terlihat seperti orang dengan gangguan jiwa, Haji dulunya adalah orang terpelajar. Dalam beberapa wawancara, dia sempat berdiskusi soal Revolusi Prancis dan Revolusi Rusia. Dia juga cukup mengikuti isu-isu politik terkini.

Ketika mulai dikenal media, hidupnya malah makin sulit. Ada yang menghormatinya, tapi juga ada yang mengejek dan melempari batu. Banyak orang heran: bagaimana mungkin seseorang yang hidup sejorok itu nyaris tidak pernah sakit? Dia memakan daging busuk, minum air kotor, tapi tidak menunjukkan gejala penyakit serius.

Pakar parasitologi dari Universitas Ilmu Kedokteran Tehran, dr. Gholamreza Molavi, pernah memeriksanya secara lengkap. Hasilnya mengejutkan: satu-satunya penyakit yang ditemukan adalah trichinosis, akibat parasit kecil dari daging mentah. Namun Haji tidak menunjukkan gejala apa pun.

Dr. Molavi menyimpulkan bahwa sistem imun Haji telah beradaptasi ekstrem karena puluhan tahun hidup di lingkungan penuh patogen. Imunitasnya menjadi sangat kuat—itulah kemungkinan besar penyebab dia tetap sehat.

Mandi yang Berujung Kematian

Warga desa sebenarnya sangat khawatir dan sudah lama mencoba membujuknya untuk mandi. Namun Haji selalu menolak, bahkan pernah melompat dari mobil yang sedang berjalan demi menghindari mandi. Karena tekadnya yang begitu kuat, orang-orang pun akhirnya menghormatinya dan tak memaksakan lagi.

Namun di usia 94 tahun, warga desa kembali berinisiatif. Dengan setengah memaksa dan setengah membujuk, mereka akhirnya berhasil membawanya ke tempat mandi dan membersihkan tubuhnya. Sayangnya, tak lama kemudian Haji jatuh sakit dan kondisinya cepat memburuk. Dia meninggal di rumahnya di Desa Dejgah, Provinsi Fars, Iran Selatan, pada hari Minggu, 23 Oktober 2022. Usianya diperkirakan 94 tahun, meski ada laporan lain menyebut 87 tahun.

Warga desa menggelar pemakamannya dua hari kemudian, pada 25 Oktober.

Apakah Kematian Haji Terkait Mandi?

Ini menjadi perdebatan panjang. Banyak yang percaya bahwa mandi mengganggu keseimbangan sistem kekebalan tubuhnya. Bertahun-tahun hidup dalam kondisi ekstrem membuat tubuhnya terbiasa menghadapi bakteri dan kotoran. Ketika semua itu tiba-tiba dibersihkan, sistem imun Haji bisa jadi “kebingungan,” lalu melemah, dan tubuhnya tak lagi siap menghadapi serangan penyakit.

Selain itu, faktor psikologis juga sangat mungkin berperan. Mandi berarti dia melanggar sumpah dan keyakinan yang dipegang puluhan tahun. Bagi Haji, mandi bukan sekadar aktivitas fisik—itu adalah trauma emosional. Keyakinannya hancur, dan tekanan mental yang hebat di usia tua bisa berdampak fatal.

Pelajaran dari Kisah Ini

Amou Haji hidup dalam cara yang bagi kita tampak ekstrem dan tidak masuk akal. Tapi dia tidak pernah membahayakan orang lain, hanya memilih hidup sesuai keyakinannya. Warga desa sebenarnya penuh niat baik, namun pada akhirnya, niat baik bisa saja membawa luka jika dipaksakan tanpa pemahaman.

Kisah Haji mencerminkan dilema sosial: bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang berbeda dari kita? Apakah kita memberi ruang dan hormat? Atau memaksa mereka menyesuaikan diri demi norma umum?

Dalam segala keanehan dan kesendiriannya, Amou Haji mengajarkan kita tentang kesetiaan, trauma, kekuatan tubuh manusia, dan pentingnya menghargai pilihan hidup orang lain. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine