Kucing Mampu Melihat dengan Baik dalam Cahaya yang Redup

oleh Lee Pickett

Meskipun kucing tak bisa melihat dalam kondisi benar-benar gelap, mereka dapat mendeteksi cahaya yang enam kali lebih redup dibandingkan kemampuan manusia

Tanya: Apa yang bisa Anda ceritakan tentang penglihatan kucing? Saya pernah dengar bahwa kucing bisa melihat dengan baik dalam gelap, tetapi saya tetap merasa kita perlu menyalakan lampu malam agar kucing bisa menemukan mangkuk air dan kotak pasir mereka. Pasangan saya tidak setuju.

Jawab: Saya setuju dengan Anda; kami juga menempatkan lampu malam di lokasi strategis untuk hewan peliharaan kami. Namun, pendapat pasangan Anda juga valid karena memang benar bahwa kucing melihat jauh lebih baik di malam hari dibandingkan manusia.

Meskipun kucing tidak bisa melihat dalam kegelapan total, mereka dapat mendeteksi cahaya yang enam kali lebih redup daripada yang bisa dilihat oleh manusia. Sejumlah fitur luar biasa pada mata kucing memberi mereka kemampuan penglihatan malam yang unggul.

Sebagai permulaan, kornea mereka besar, dan pupil mereka dapat membuka sangat lebar untuk menyerap semua cahaya yang tersedia.

Cahaya ini kemudian mengenai retina, yang mengandung tiga kali lebih banyak batang (rods) dibandingkan retina manusia. Batang adalah fotoreseptor yang memungkinkan kita melihat dalam cahaya redup dan mendeteksi gerakan. Karena retina kucing dipenuhi oleh batang, mereka memiliki lebih sedikit kerucut (cones), yaitu fotoreseptor yang mengenali warna. Tentang aspek penglihatan warna ini akan kita bahas sebentar lagi.

Mata kucing juga memiliki lapisan reflektif bernama tapetum lucidum, yaitu lapisan berkilau yang memantulkan cahaya yang telah melewati retina agar kembali mengenainya. Berkat tapetum lucidum ini, 130 kali lebih banyak cahaya mengenai retina kucing dibandingkan retina manusia.

Kemampuan kucing dalam penglihatan malam dan deteksi gerakan menjadikan mereka pemburu malam yang sukses.

Namun, kucing tak dapat melihat warna dengan baik. Karena jumlah kerucut di mata mereka relatif sedikit, warna-warna tampak kusam, dan bagian ujung merah dari spektrum warna tampak seperti abu-abu. Meskipun demikian, mereka dapat melihat ungu dan biru dengan cukup baik, dan beberapa kucing juga bisa melihat hijau.

Terakhir, ketajaman visual kucing adalah sekitar 20/100, artinya mereka harus berada lima kali lebih dekat daripada manusia dengan penglihatan 20/20 untuk melihat sesuatu dengan jelas. Namun, mereka tidak dapat memfokuskan pandangan pada objek yang berjarak lebih dekat dari 10 inci (sekitar 25 cm), sehingga mereka menggunakan hidung, kumis, dan cakar mereka untuk membantu—bahkan saat ada lampu malam sekalipun.

Tanya: Kami menerima tamu, termasuk anak-anak kecil, selama liburan. Anjing kami menghabiskan banyak waktu bersembunyi, gemetar, dan terengah-engah saat mereka ada di rumah, terutama ketika suasana menjadi ramai dan kacau. Sekarang setelah tamu pergi, anjing kami kembali normal. Bagaimana cara mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan?

Jawab: Pendengaran anjing jauh lebih peka dibandingkan manusia, jadi tidak mengherankan jika mereka sering bereaksi terhadap suara keras seperti kembang api dan guntur dengan kecemasan dan ketakutan.

Banyak anjing juga merespons suara lingkungan sehari-hari—telepon, microwave, penggiling kopi, penyedot debu, bunyi pengering pakaian, detektor asap yang berbunyi, dan teriakan anak-anak—dengan cara yang sama. Masalahnya adalah banyak keluarga tidak menyadari hal ini.

Noise aversion (kepekaan terhadap suara), istilah formal yang digunakan untuk menggambarkan reaksi perilaku negatif terhadap suara, berkisar dari sensitivitas suara, kecemasan suara, hingga fobia suara. Penelitian menunjukkan bahwa setengah dari anjing mengalami beberapa tingkat noise aversion.

Tanda-tanda klinis meliputi:

  • gemetar,
  • menempel pada orang yang dikenal,
  • bersembunyi,
  • merunduk,
  • terengah-engah,
  • mondar-mandir dan gelisah,
  • waspada berlebihan,
  • merengek, melolong, menggonggong,
  • dan menjilat bibir.

Sebuah studi terbaru yang mengevaluasi survei keluarga dan video ratusan anjing peliharaan menunjukkan bahwa suara rumah tangga umum dapat menyebabkan kecemasan dan ketakutan pada anjing, namun anggota keluarga gagal mengenali perilaku noise aversion ini sebagai tanda stres. Meskipun video menunjukkan gejala-gejala ini, 67 persen keluarga menyatakan dalam survei bahwa anjing mereka tidak takut.

Faktanya, reaksi anggota keluarga terhadap perilaku noise aversion pada anjing, diurutkan dari yang paling sering, adalah:

  1. tidak bereaksi,
  2. merasa terhibur (menganggap lucu),
  3. sengaja mengusik anjing,
  4. memberikan penjelasan atau analisis perilaku,
  5. dan mengungkapkan kekhawatiran.

Lain kali saat Anda berencana menerima tamu, pertimbangkan untuk membatasi jumlah tamu, dan minta anak-anak bermain di luar serta tenang saat berada di dalam rumah. Dokter hewan Anda dapat meresepkan modifikasi perilaku dan/atau obat-obatan untuk mengatasi noise aversion atau kecemasan, sehingga anjing Anda tetap tenang. (asr)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine