Militer Israel Tingkatkan Operasi di Gaza – PM Netanyahu: Penyelamatan Sandera Jadi Prioritas Utama

Di tengah desakan Presiden Trump agar konflik Israel-Hamas segera diakhiri, Israel justru memperkuat serangannya terhadap kelompok Hamas di Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa setelah berakhirnya perang 12 hari dengan Iran, penyelamatan para sandera menjadi prioritas utama pemerintah.

EtIndonesia. Pada Senin (30 Juni), militer Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap berbagai target Hamas di Gaza. Menurut otoritas kesehatan setempat, sedikitnya 60 orang tewas dalam serangan tersebut.

Sehari sebelumnya, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi mendesak bagi warga di Gaza Utara dan wilayah Jabalia, untuk segera meninggalkan daerah mereka.

Juru bicara pemerintah Israel, Menachem Meisel, mengatakan pada hari Senin bahwa hambatan untuk mengakhiri perang Gaza berada di pihak Hamas.

“Hambatannya terletak pada Hamas, tetapi kami berupaya mengatasinya melalui berbagai cara. Kini, setelah keberhasilan Operasi ‘Bangkitnya Singa’, dan kemenangan yang diraih bersama sekutu kami Amerika Serikat, banyak peluang baru telah terbuka,” ujarnya. 

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Netanyahu menyampaikan bahwa setelah berakhirnya “Perang 12 Hari” melawan Iran, penyelamatan sandera kini menjadi fokus utama pemerintah.

 “Tentu saja kami masih harus menyelesaikan masalah Gaza dan mengalahkan Hamas, tetapi saya perkirakan kedua misi ini — termasuk penyelamatan sandera — akan bisa kami capai. Selain itu, terbuka pula banyak peluang besar di kawasan ini,” katanya. 

Pada Minggu (29 Juni) pagi, Presiden Donald Trump menulis di platform Truth Social, mendesak agar kesepakatan dengan Hamas segera tercapai demi mengakhiri perang di Gaza sesegera mungkin.

Sehari sebelumnya, Trump juga memposting seruan agar kejaksaan Israel membatalkan dakwaan terhadap Netanyahu, dan menegaskan bahwa Netanyahu saat ini memikul tanggung jawab besar.

Trump menulis:  “Apa yang dilakukan jaksa terhadap Perdana Menteri Netanyahu benar-benar mengerikan. Netanyahu bukan hanya pahlawan perang, tetapi juga perdana menteri yang luar biasa. Bersama Amerika, ia telah berhasil menghapus ancaman nuklir berbahaya dari Iran. Kini, ia sedang bernegosiasi dengan Hamas untuk mencapai kesepakatan, termasuk pembebasan sandera.”

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat setiap tahun mengucurkan miliaran dolar untuk melindungi dan mendukung Israel, dan tidak akan tinggal diam terhadap tuntutan hukum bermotif politik seperti ini.

Setelah pernyataan Trump, Pengadilan Yerusalem pada  Minggu mengubah keputusannya dan membatalkan sidang dengar pendapat yang sedianya digelar  Senin.

Netanyahu kemudian mengunggah pesan, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas dukungannya.

Menurut seorang pejabat Israel, Ron Dermer, penasihat senior Netanyahu, akan berangkat ke Washington pekan ini untuk membahas kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Sementara Netanyahu sendiri berencana mengunjungi Gedung Putih dalam beberapa minggu mendatang guna melanjutkan pembahasan mengenai negosiasi tersebut. (Hui/asr)

Laporan oleh: Zhao Fenghua, NTD Television

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine