Manusia Hidup dalam Kontradiksi

EtIndonesia. Pernahkah kamu menyadari bahwa pikiran manusia sering kali saling bertentangan?  Kita sering berkata “semoga semua keinginan terkabul” — dan memang ada benarnya. Namun yang jarang kita sadari adalah: banyak keinginan kita justru bertolak belakang satu sama lain.

Penyair Dinasti Tang, Luo Yin, pernah menuangkan pemahaman mendalam ini dalam puisi pendek berjudul “Salju”.

Meski judulnya tentang salju, puisi ini bukan sekadar menggambarkan keindahan alam, melainkan menyuarakan keadaan rakyat miskin saat itu — penuh simpati dan kritik sosial.

Puisi itu hanya terdiri dari 20 aksara:

Baris pertama mempertanyakan:  “Semua senang karena salju pertanda panen, tetapi… benarkah hasil panen berarti semua orang akan hidup baik?”

Luo Yin memahami bahwa nasib seseorang tidak hanya ditentukan oleh alam, tetapi oleh sikap dan usahanya sendiri. Jika seseorang bermalas-malasan, bahkan tahun panen terbaik pun tak akan membawa kebaikan baginya.

Baris berikutnya lebih menyentuh hati: “Di Chang’an pun masih ada rakyat yang begitu miskin hingga tak mampu membeli arang untuk menghangatkan diri.”

Maka meski salju baik bagi pertanian, bagi mereka — salju berarti dingin, penderitaan, bahkan ancaman hidup.

Kontradiksi inilah yang ingin dia tunjukkan. Puisi ini mencerminkan kenyataan pahit: kebaikan untuk sebagian orang, bisa menjadi kesulitan bagi yang lain.

Ini juga menjelaskan mengapa “keinginan terkabul” tidak sesederhana kedengarannya.

Kita ingin turunnya salju agar panen selamat, tapi juga takut terlalu banyak salju karena ada yang membeku kedinginan.  Kita ingin negara makmur, tetapi juga khawatir kemakmuran itu hanya dinikmati para koruptor. Kita ingin kerabat hidup berkecukupan, tapi diam-diam tidak ingin mereka melampaui kita.

Beginilah manusia — hidup dalam ketegangan antara dua keinginan yang berlawanan.

Dan mungkin memang begitulah hakikat kehidupan:  kita terus melangkah… sambil berdamai dengan kontradiksi dalam hati kita sendiri. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine