EtIndonesia. Sebuah pertunjukan astronomi yang sangat romantis akan segera hadir minggu ini. Supermoon terbesar dan paling terang tahun ini — yang dikenal sebagai “Bulan Berang-berang” (Beaver Moon) — akan mencapai puncaknya pada 5 November pukul 08.19 pagi waktu Timur AS (yakni malam hari waktu Asia).
Jangan khawatir jika tidak bisa melihatnya pada pagi hari, karena malam sebelumnya (4 November) dan malam sesudahnya (5 November) bulan akan tampak hampir sama bulat dan terang.
Ini merupakan supermoon terbesar dari tiga supermoon yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Istilah supermoon digunakan ketika bulan berada lebih dekat dari biasanya ke Bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang di langit malam.
Menurut perhitungan astronom, kali ini jarak Bulan dari Bumi sekitar 221.000 mil (sekitar 355.000 km) — sekitar 17.000 mil lebih dekat dari rata-rata. Akibatnya, bulan akan tampak 7% lebih besar dan 16% lebih terang dari biasanya — meskipun perbedaannya mungkin tidak terlalu terlihat dengan mata telanjang.
Nama “Bulan Berang-berang” berasal dari sejarah awal Amerika Utara. November dikenal sebagai masa ketika bulu berang-berang paling tebal, sekaligus periode tersibuk dalam perdagangan bulu pada masa kolonial, sehingga bulan purnama di bulan ini disebut “Beaver Moon.”
Berbagai suku asli Amerika memiliki sebutan berbeda untuk purnama bulan November:
- Suku Assiniboine di Dataran Utara dan Cree di Tenggara menyebutnya “Frost Moon” (Bulan Embun Beku),
- Suku Potawatomi di wilayah Danau Besar menyebutnya “Turkey Moon” (Bulan Kalkun), melambangkan panen melimpah,
- Sementara Passamaquoddy menyebutnya “Freezing Moon” (Bulan Membeku), yang menandakan datangnya musim dingin.
Setiap nama memiliki nuansa romantis tersendiri, bukan?
Yang menarik, supermoon kali ini juga akan menimbulkan fenomena “ilusi bulan”. Karena posisi purnama berdekatan dengan titik ekuinoks musim gugur, bulan akan terlihat sangat besar ketika muncul di dekat cakrawala. Ketika tampak berdampingan dengan rumah, pepohonan, atau gedung kota, pemandangan “bulan raksasa di atas kota” itu bisa terlihat nyata — tanpa bantuan edit foto!
Selain itu, ketika sinar bulan melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal, warnanya bisa berubah menjadi oranye keemasan atau merah tembaga, menciptakan efek alami seperti “filter” yang memperindah langit malam — momen sempurna untuk memotret.
Para ahli astronomi juga menambahkan bahwa purnama kali ini akan memiliki “efek bulan panen” (Harvest Moon effect) — artinya bulan akan terbit lebih awal dan bertahan lebih lama di langit malam, sehingga malam itu akan diterangi cahaya bulan yang lebih lama dan lebih terang dari biasanya.
Jadi, jika cuaca cerah, luangkan waktu untuk keluar dan menyaksikan Supermoon “Bulan Berang-berang” ini. Ambil foto, buatlah permohonan — siapa tahu keberuntungan ikut datang bersama purnama yang indah ini. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


