Militer AS Menenggelamkan Seluruh Kapal Perang Iran di Teluk Oman – Rekaman Aksi Pembom B-1 (Multi-Video)

Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus berlanjut. Baru-baru ini, militer AS telah menenggelamkan 11 kapal perang Iran di Teluk Oman, sementara pembom B-1 Lancer juga masuk jauh ke wilayah Iran untuk melancarkan serangan. Dalam 48 jam pertama sejak pecahnya perang, lebih dari 1.250 target telah dihantam.

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan darat AS ke Iran, serta memperingatkan bahwa serangan berskala besar akan segera dilakukan.

Pada 2 Maret, United States Central Command (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di kawasan tersebut, menulis di platform X:

“Dua hari lalu, rezim Iran masih memiliki 11 kapal perang di Teluk Oman. Hari ini, tidak tersisa satu pun.”

CENTCOM juga menegaskan: “Selama puluhan tahun, rezim Iran mengganggu dan menyerang pelayaran internasional di Teluk Oman. Hari-hari itu telah berakhir. Kebebasan navigasi selama lebih dari 80 tahun merupakan fondasi kemakmuran ekonomi Amerika Serikat dan dunia. Militer AS akan terus mempertahankannya.”

Citra satelit yang diambil pada 2 Maret sore menunjukkan beberapa kapal perang Iran di Bandar Abbas terbakar hebat, dengan asap hitam membumbung ke udara. Salah satu kapal yang panjangnya lebih dari 750 kaki (sekitar 229 meter) diduga merupakan kapal tanker yang dimodifikasi dan dilengkapi dengan landasan helikopter besar.

Bandar Abbas adalah kota pelabuhan yang terletak di dekat Teluk Persia dan Selat Hormuz, serta menjadi lokasi salah satu pangkalan angkatan laut Garda Revolusi Iran.

Dalam operasi militer ini, militer AS menggunakan berbagai persenjataan canggih, termasuk pesawat siluman, pembom strategis, dan drone mutakhir. Menurut daftar yang dirilis CENTCOM, target yang diserang meliputi pusat komando dan kendali, fasilitas rudal balistik, kapal perang dan kapal selam Angkatan Laut Iran, serta instalasi rudal anti-kapal.

Pada 3 Maret, CENTCOM kembali menulis di X: “Tadi malam, pembom B-1 Angkatan Udara AS melancarkan serangan jauh ke wilayah Iran, melemahkan kemampuan rudal balistik Iran. Seperti yang dikatakan Presiden, ‘Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka.’”

Selama bertahun-tahun, pembom B-1 telah menjalankan berbagai misi tempur untuk CENTCOM, termasuk membombardir target tetap, membersihkan fasilitas senjata kimia, memberikan dukungan udara berjam-jam bagi pasukan darat sekutu, serta menjatuhkan bom presisi terhadap militan ISIS.

Militer AS menyatakan bahwa lebih dari 1.250 target telah dihantam dalam 48 jam pertama perang melawan Iran. Pada hari pertama konflik saja, lebih dari 1.000 target diserang. Jumlah korban tewas di pihak militer AS meningkat dari 4 menjadi 6 orang.

CENTCOM juga mengumumkan 2 Maret pagi bahwa kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, kini beroperasi bersama pasukan AS untuk mendukung Operation Epic Fury, dengan meluncurkan pesawat tempur dari Laut Mediterania Timur.

Pada 3 Maret, CENTCOM kembali menegaskan bahwa militer AS tengah menyerang Iran dengan cara yang presisi, menghancurkan, dan tanpa kompromi. Tujuan utama Operasi Epic Fury adalah menghancurkan kemampuan rudal ofensif Iran. (hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine