Saat Trump Tegaskan AS Tidak Akan Berkompromi Kecuali Iran Menyerah Tanpa Syarat

EtIndonesia. Pada Jumat (6 Maret), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan membuat kesepakatan apa pun dengan Iran kecuali negara itu menyerah tanpa syarat. Berikut laporan dari reporter NTD dari Washington,  Zhang Liang.

Presiden Trump pada Jumat mengungkapkan di platform media sosial bahwa pihak Amerika sedang secara diam-diam menarik ribuan personel dari beberapa negara di Timur Tengah. Ia mengatakan seluruh operasi tersebut berlangsung “dengan sangat rendah profil dan berjalan lancar.”

Gedung Putih kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika presiden sebagai panglima tertinggi menilai Iran sudah tidak lagi menjadi ancaman bagi Amerika Serikat, dan seluruh tujuan operasi militer “Epic Fury” (Amarah Epik) telah tercapai, maka meskipun Iran tidak secara resmi mengumumkan menyerah, secara faktual negara itu sudah berada dalam kondisi “menyerah tanpa syarat.”

Gedung Putih: Angkatan Laut Iran Sudah Tidak Mampu Berperang

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan:  “Dalam operasi penghancuran angkatan laut Iran, kami telah memastikan lebih dari 30 kapal perang dan kapal militer Iran telah ditenggelamkan. Saat ini angkatan laut Iran dinilai sudah kehilangan kemampuan tempurnya.”

Leavitt juga mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki persediaan senjata yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasi militer terkait konflik dengan Iran.

Pada hari yang sama, Presiden Trump juga bertemu dengan para kontraktor pertahanan utama Amerika dan berdiskusi dengan Menteri Perang Pete Hegseth mengenai pengaturan militer serta logistik terkait.

Trump Bahas Masalah Keuangan Olahraga Universitas

Pada Jumat sore, saat memimpin pertemuan di Gedung Putih mengenai masa depan olahraga perguruan tinggi di Amerika, Trump mengatakan bahwa banyak universitas yang sebelumnya memiliki kondisi keuangan baik kini menghadapi peningkatan pengeluaran dan kerugian besar pada program olahraga mereka.

Trump mengatakan: “Hari ini kita berkumpul untuk membahas masalah yang menjadi ancaman serius terhadap integritas dan budaya olahraga perguruan tinggi. Termasuk ketidakmampuan menetapkan aturan yang jelas mengenai kelayakan pemain, sistem transfer antar universitas, serta hak nama, citra, dan kemiripan (name, image, and likeness). Selain itu, kita juga harus menghadapi semakin banyaknya tuntutan hukum.”

Reporter : Trump mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan pembentukan aturan yang seragam melalui undang-undang atau perintah eksekutif, untuk menjaga integritas olahraga perguruan tinggi dan melindungi tim atlet Olimpiade Amerika.

Ia menekankan bahwa upaya ini bersifat lintas partai, dan menyerukan semua pihak untuk bekerja sama menghadapi tantangan tersebut.

Laporan oleh reporter NTD Television Zhang Liang dan Yixin dari Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine