Iran Menyerang Irak dari Udara, Milisi Kurdi Mungkin Membantu AS dan Israel dalam Perang

Pada akhir pekan, Iran melancarkan serangan udara terhadap negara tetangganya, Iraq, dan juga mengancam akan menargetkan wilayah Kurdi. Amerika Serikat dan Israel berharap kelompok milisi Kurdi akan ikut terlibat dalam konflik. Sebuah kelompok bersenjata Kurdi telah merespons dan mengatakan mereka sedang menunggu kesempatan yang tepat untuk bertindak.

EtIndonesia. Pada Jumat  (6 Maret) malam, Iran melancarkan serangan udara ke kota terbesar kedua di Irak, Basra. Akibatnya, kantor dan gudang milik dua perusahaan Amerika Serikat dilaporkan terbakar.

Iran juga menyerang sebuah hotel bintang empat yang terletak di Erbil, ibu kota wilayah Kurdi di Irak. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.

Pada Sabtu (7 Maret), Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa pada pagi hari itu mereka telah menyerang tiga lokasi di wilayah otonomi Kurdi di Irak.

Sejak konflik dimulai, Iran terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat, kedutaan, serta kelompok milisi Kurdi di Irak, yang dianggap Iran sebagai musuh. Suku Kurdi tersebar di beberapa negara, termasuk Irak, Iran, dan Suriah.

Menurut perkiraan independen, jumlah total pasukan milisi Kurdi sekitar 5.000 hingga 8.000 orang.

Sumber dari pihak Kurdi mengatakan mereka hanya memiliki senjata ringan, sehingga tidak mampu melancarkan perang berskala besar. Namun, dengan dukungan dari Amerika Serikat dan Israel, mereka masih mungkin melakukan operasi di wilayah perbatasan ketika kesempatan muncul.

Sumber dari pihak Israel menyatakan bahwa Israel percaya mendukung milisi Kurdi dapat melemahkan kontrol Iran di wilayah terpencil dan memaksa Iran membagi perhatiannya.

Dari pihak Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa jika pasukan Kurdi di Irak yang menentang Iran dapat melintasi perbatasan, itu akan menjadi “hal yang baik.”

Seorang pejabat Kurdi sebelumnya mengatakan kepada Associated Press bahwa pihak Amerika Serikat telah meminta dukungan dari pasukan Kurdi.

Sementara itu, pejabat dari kelompok Kurdi Iran Komala Party of Iranian Kurdistan baru-baru ini mengatakan bahwa pasukan mereka siap menyeberangi perbatasan dalam waktu 1 hingga 10 hari, dan saat ini hanya menunggu waktu yang tepat.

Laporan gabungan oleh reporter NTDTV An Qi dan Jiang Diya

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine