EtIndonesia. Wabah hantavirus di kapal pesiar mewah Hondius terus memicu perhatian internasional. Menurut laporan, kapal pesiar tersebut diperkirakan akan berlabuh di sebuah pelabuhan di Spanyol dalam tiga hari ke depan. Namun pemerintah daerah dan sebagian warga setempat menolak kedatangan kapal itu karena khawatir wabah dapat menyebar. Wabah ini telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia, termasuk sepasang suami istri asal Belanda dan seorang penumpang asal Jerman.
Pada Rabu (6 Mei), tiga penumpang dievakuasi dari kapal dan dikirim ke Netherlands untuk menjalani perawatan, dua di antaranya dalam kondisi serius.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengatakan: “Begitu kapal pesiar bersandar, prosedur pemeriksaan kesehatan dan evakuasi akan segera dijalankan, dan seluruh penumpang akan diatur untuk kembali ke negara masing-masing.”
Ia juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada orang lain di kapal yang menunjukkan gejala.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, dan kasus penularan antar manusia sangat jarang terjadi. Namun pada Selasa, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa wabah kali ini mungkin sedikit berbeda, dengan adanya kemungkinan penularan antar manusia. Meski demikian, penularan biasanya memerlukan kontak yang sangat dekat dan secara keseluruhan tingkat risikonya masih tergolong rendah.
Pihak Afrika Selatan juga mengkonfirmasi bahwa pada beberapa korban ditemukan “strain Andes”, jenis virus yang dalam kasus sangat langka memang dapat menular antar manusia.
Pemimpin regional Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menyatakan bahwa pemerintah daerah menentang keputusan pemerintah pusat untuk menerima kapal pesiar mewah tersebut. Banyak warga setempat juga merasa khawatir dan takut situasi pandemi COVID-19 akan terulang kembali.
Salah satu penumpang kapal, Chenete, mengatakan : “Setiap penumpang membayar sekitar 10 ribu dolar AS. Ini adalah perjalanan yang sangat mahal. Sejak awal, kapal pesiar seharusnya menyediakan dukungan medis yang lebih memadai.”
Laporan reporter NTDTV, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.


